CHAPTER 7 : PERMAINAN
Pandangan mata Xukun yang serasa mengintimidasinya menyebabkan zhengting, pemuda itu ingin mati saja rasanya.
Teman xukun yang sedari tadi bersamanya malah tertarik pada Jieqiong yang sejak tadi nampak gelisah.
Pria berparas tampan itu heran, apakah yang membuat Jieqiong seperti itu.
"Katakan padaku, siapa kau sebenarnya ?"
Zhengting masih menutup rapat-rapat mulutnya, namun xukun tidak akan melupakan mata indah, ditambah bibir manis nan pink itu.
Fitur wajah yang sama yang juga dimiliki Xiao Ting.
Tapi, bagaimana mungkin zhengting adalah Xiao Ting ? Dan Xiao Ting adalah Zhengting?
Xukun sama sekali tidak berani dan tidak bisa membayangkannya.
"Hey, sebetulnya apa yang terjadi di antara mereka ? " Tiba-tiba saja teman Xukun itu sudah duduk di samping Jieqiong, membuat gadis itu kaget.
"Dan ...maaf, tapi dudukmu terlalu dekat ", Jieqiong mendorong tubuh pria itu agak menjauh. Pria bernama Vin Zhang itu hanya tertawa seraya memamerkan deretan gigi putih rapinya.
"Sudahlah, jangan memperdulikan mereka. Namaku Vin Zhang, namamu siapa, cantik ?"
Jieqiong hanya mendengus kesal, "Rayuan murahan ", desisnya.
"Hmmm...galak juga, tapi aku suka " Pria yang mengaku memiliki nama Vin itu tertawa pelan.
Pandangan Jieqiong kembali teralih pada Xukun dan zhengting.
"Apakah kau Xiao Ting ?" tanya Xukun tanpa berbasa-basi lagi.
Zhengting tak tahu mesti berkata apa sekarang, otaknya sudah terlalu buntu untuk diajaknya berpikir sekarang.
"Ahh...aku bukan Xiao Ting, tuan. Namun Xiao Ting itu saudaraku...dia itu... adik kembarku "
Jawaban itu spontan membuat xukun mundur karena kaget, begitupun dengan jieqiong.
Ia cukup kaget dengan jawaban yang dilontarkan zhengting begitu pun dengan Zhengting sendiri yang tampak agak shock dengan jawabannya sendiri.
"Saudara ? kembar ? kalian ? kalian kembar ?"
Xukun masih tak percaya, ia berusaha memastikan kalau pendengarannya tak ada masalah.
"Tapi, kenapa tadi kudengar dia memanggilmu xiao Ting?"
Xukun menunjuk ke arah jieqiong yang malah melemparinya pandangan maut, gadis itu seolah-olah berkata, berhenti memojokkan Zhengting.
"Ahh, Qiongie itu sahabat kami dari kecil. Dia terbiasa begitu, bercanda dengan saling menukarkan nama kami, dia memang bodoh. Idiot Jieqiong "
Zhengting terbahak, sedang jieqiong hanya mendelik mendengar perkataan zhengting.
"Tapi, walaupun dia idiot, dia tetap cantik, secantik namanya, Jieqiong "
Bisik Vin pelan, seraya terkekeh di sebelah jieqiong.
"Diam dan tutup mulutmu, Vin " desis Jieqiong, namun dengan seenaknya Vin malah meletakkan lengan kokohnya di bahu Jieqiong membuat gadis itu cepat-cepat menyingkirkan tangan pria yang belum dikenalnya ini.
"Singkirkan tanganmu ! aku sudah punya pacar !"
"Lalu ? apakah itu menjadi masalah untukku ? dan sementara kau sudah mengetahui jawabannya, nona Zhou "
Jieqiong hanya kembali mendorong tubuh Vin yang duduknya terlalu dekat dengannya.
Xukun meraih dagu zhengting seraya mengamati wajahnya sehingga zhengting merasa detak jantungnya kembali mengencang.
"Apa sebenarnya yang dia coba lakukan ?" namun zhengting hanya diam saja, bahkan ketika dirasanya wajah xukun mendadak menjadi terlalu dekat dengan wajahnya.
"Xukun.. maaf ya tapi aku harus pulang dengan zhengting!"
Jieqiong berdiri, menyingkirkan tangan Vin yang mencoba menghalanginya, dan meraih tangan Zhengting, menggenggamnya, sedikit memaksanya berlalu dari hadapan Xukun.
"Zhu zhengting, ayo pergi, kenapa masih disitu ?" bisik Jieqiong sedikit tak sabar melihat Zhengting yang masih mematung, sementara matanya tak pernah lepas meninggalkan mata xukun..
"Kau tidak ingin ketahuan kan ? kalau mau ketahuan, jangan sekarang !" Jieqiong memaksa zhengting yang nampak enggan berpisah dengan xukun..
"Kau sungguh tidak mau berangkat bekerja ?"
Zhengting tampak sangat khawatir ketika wajahnya diberi sentuhan make-up oleh Jieiqong. Sobat baiknya itu mengatakan tak akan berangkat bekerja.
Jelas saja hal itu membuat zhengtingmenjadi sangat cemas, ia tak ingin menghadapi Xukun seorang diri saja.
Jieiqong mengatakan kalau Xukun mungkin saja sudah mengenali wajahnya sekarang, jadi kalau xukun sampai menemuinya di cafe, itu sama saja akan membuka penyamaran zhengting..
"Tapi, Qiong aku takut..." zhengting terus saja merengek.
"Begini saja, aku akan meminta sahabatku untuk menjagamu "
Dahi zhengting mengernyit.
"Bukannya aku ini sahabatmu ?"
"Bukan kau, bodoh... memangnya sababat baikku hanya kau saja. Maksudku, sahabatku di cafe "
"Cafe ?"
Zhengting memasang wajah bodohnya.
"Hmmm..diamlah, aku harus mendandanimu, bodoh "
Jieiqong kesal karena zhengting tidak berhenti berbicara.
Membuat zhengting memilih menutup rapat-rapat mulutnya
Zhengting bisa mendengar Jieiqong sedang menelepon seseorang walaupun ia tidak tahu siapa orang itu, namun ia mempercayai Jieiqiong, dan orang yang ditelepon sahabatnya pastilah juga seseorang yang bisa dipercaya karena jieqiong menceritakan rahasianya padanya.
Namun ia penasaran siapakah orang itu.
Sementara itu di cafe, Tzuyu gadis cantik berambut panjang itu membelalakkan matanya. Ia tidak bisa mempercayai pendengarannya.
Jieqiong tengah menelepon dan meminta bantuannya, masalah Xiao Ting. Xiao Ting yang dikenalnya, waitress baru yang manis itu, ternyata seorang...PRIA ?
Gadis empunya marga Zhou itu hampir menjerit.
"Tzuyu-ah, kau mau kan menolongku, menolong kami ?" pinta Jieqiong di ujung sambungan telepon.
"Ten-tentu saja, Qiongie "
Namun tzuyu masih belum pulih dari keterkejutannya.
"Jadi, aku memintamu untuk selalu ada di samping zhengzheng, dan jangan membiarkan ia bertemu Cai xukun "
"Cai xukun ? tapi aku tidak tahu bagaimana wajahnya ?"
"Xukun itu, dia tampan dan berambut blonde. Kau akan mengetahuinya saat ia mencari Zhengting di cafe "
"Ohhh... baiklah "
"Kau baik-baik saja kan ? kau terdengar aneh "
"Tidak, aku baik-baik. Aku hanya agak...shock " gumam tzuyu pelan.
"Kau tahu kan kalau Zhengting sangat membutuhkan pekerjaan ini, aku harap kau bisa mengerti alasannya "
"Tentu saja, Qiongie. Arraseo... kau bisa mempercayakannya padaku. Tzuyu akan mengurus semuanya "
Jieqiong menghela nafas dengan lega,ia tahu benar bisa mengandalkan sahabatnya ini.
Tzuyu sebenarnya masih berpikir cara apa yang akan dipakainya untuk membuat Xukun tidak membooking zhengting malam ini, namun ia akan menemukan cara itu nanti. Gadis banyak akal itu memutuskan akan meminta bantuan temannya.
Telepon ditutup dan Jieqiong kembali ke tempat zhengting duduk , di ranjangnya.
"Zhengting, kau bisa berangkaat ke cafe "
"Sekarang ?"
"Tentu, kau pikir tahun depan, bodoh ?"
Zhengting mendengus kesal.
"Ya..ya ..baiklah. Jieqiong idiot "
"Kau...! tsk...cepat pergi sebelum aku menendang bokongmu.."
Sesampainya di cafe, zhengting pun bergegas ke ruang ganti.
Dan setelah memastikan dandanannya sempurna, ia keluar. Namun ia hampir menjerit saat Tzuyu tiba-tiba menarik pergelangan tangan kirinya.
"Tzuyu-ah... kau membuatku kaget " Zhengting memegangi dadanya.
"Xiao Ting-ah..."
Tzuyu lekat-lekat memperhatikan zhengting dari ujung kepalanya hingga ujung kakinya.
Ia masih tak bisa percaya kalau gadis manis nan imut di depannya adalah laki-laki.
"Xiao Ting, dengarkan aku... atau kupikir aku harus memanggilmu... Zhu Zhengting ?"
Zhengting seketika membelalakkan matanya dengan shock.
Gadis di depannya telah mengetahui identitasnya, bagaimana ini ? Apakah mungkin sahabat di cafe yang dimaksudkan jieqiong adalah Zhou Tzuyu ?
Zhengting menelan ludahnya dengan susah payah.
"Tzuyu…kau...bagaimana bisa kau...?"
"Mengetahui semuanya ?"
Zhengting mengangguk pelan, sementara tzuyu malah tersenyum.
"Jieqiong mengatakan padaku untuk membantumu, menghadapi customer tercintamu yang katanya sangat tampan itu "
Wajah zhengting memerah, ia tahu benar yang tzuyu maksudkan adalah xukun.
"Tenang saja "
Tzuyu tertawa kecil dan meletakkan tangannya di bahu zhengting.
"Aku akan menolongmu , dan kau tidak usah sungkan padaku, aku ada di pihakmu, jadi minta tolong padaku saja, anggaplah aku seperti jieqiong yang teman dekatmu juga "
Zhengting mengangguk, mendadak merasa lebih tenang sekarang. Merasa ada yang diandalkan selain Jieqiong. Gadis ini, Tzuyu ternyata begitu baik.
Jam menunjukkan pukul lima sore, artinya cafe akan segera dibuka.
Dan tamu mulai berdatangan.
Dari kejauhan Tzuyu melihat temannya, Huang Zitao. Dan sebuah ide segera terlintas di otaknya.
Ia tersenyum kecil.
"Nona, apa kau melihat Xiao Ting ?"
Tzuyu mendengar seorang pria tampan menanyakan Zhengting kepada Irene.
Irene kemudian menunjuk ke arah Tzuyu dan zhengting
Dan tzuyu segera menebak pria itu yang bernama Cai Xukun.
"Itu Xukun " bisik zhengting.
"Oke tenang ya, aku disini, tidak akan terjadi apa-apa " Tzuyu mencoba menenangkan zhengting yang mulai panic.
"Kau diam disini dulu "
Tzuyu lalu meninggalkan zhengting yang mulai panik karena Xukun sudah menoleh ke arahnya.
"Yaaa.. Tzuyu, kau mau ke mana ?"
Tzuyu malah menghampiri Zitao.
"Ge.. Tao-ge ?"
"Tzuyu.. ada apa ?"
"Tumben kau kemari, mana Mi-jie ?"
Menanyakan Yangmi yang mana adalah kekasih Zitao yang juga dikenal oleh Tzuyu.
"Atau jangan kau bilang kalian sedang bertengkar ?"
"Bukan, bukan seperti itu Tzuyu... kami baik-baik saja, hanya saja aku tidak mungkin mengajaknya ke tempat ini. Ada apa kau memanggilku ? dari caramu memanggilku, mungkin saja kau sedang meminta bantuanku ?"
Tzuyu tersenyum, "Benar sekali ge...aku berjanji setelah ini, aku dan Taehyung oppa akan mentraktirmu dan juga Mi-jie"
Tzuyu tidak menunggu jawaban Tao, ia langsung menggandeng tangan Tao ke tempat zhengting, di sudut cafe.
"Xiao Ting?"
Xukun melihat zhengting dan tanpa pikir panjang, ia mendekati Zhengting, yang terlihat mulai makin panik.
Namun sebelum Xukun bisa mencapai zhengting Tao dan tzuyu lebih dulu sampai di sebelah Zhengting. Betapa leganya zhengting mendapati sang 'penolong' tzuyu ada di sebelahnya kembali.
"Kau kemana saja ?"
"Aku mencari orang untuk menolongmu, bodoh "
"Xiao Ting, kemari..."
Xukun segera menarik tangan Zhengting begitu ia sampai di sudut ruangan.
"Hey, hey, tuan, apa-apaan ini "
Tzuyu langsung menepis tangan xukun.
"Aku mau membookingnya malam ini "
"Hey, kau pikir kau siapa. Lagian Xiao Ting ini sudah ada yang membooking dengan harga dua kali lipat dan juga tips yang besar, tuan muda ini. Huang Zitao Sudah membookingnya, jadi sebaiknya kau datang lagi saja besok " tukas Tzuyu cepat
"Tapi.."
Xukun terlihat akan membantah ucapan Tzuyu.
Tzuyu memberikan kode berupa kedipan mata pada Tao. Tao segera memahaminya, dengan gerakan cepat, ia merangkul zhengting dan membawanya ke dekapannya.
"Benar, ia milikku malam ini " katanya yang sukses membangkitkan amarah xukun.
"Jadi tuan, di cafe ini siapa yang berani membayar dengan harga yang lebih tinggi, ia yang akan menang. Jadi, pergilah sekarang, atau mungkin kau ingin membooking waitress yang lain ?" tanya Tzuyu yang berusaha menahan tawanya melihat wajah xukun yang terlihat kesal.
"Irene, atau Jihyo masih kosong " tawar Tzuyu lagi dan dijawab gelengan cepat oleh Xukun yang semakin kesal.
"Tidak, aku hanya mau dengan Xiao Ting saja, sudahlah aku pergi. Xiao Ting-ah, kutelepon kau nanti "
"Tidak boleh menerima telepon selama bekerja. Aku Tzuyu, kepala waitress disini, jadi kupikir kau harus sedikit menghormatiku, tuan..."
"Cai Xukun "
"Tuan Cai, selamat sore "
Xukun pergi dengan dongkol, sedang zhengting yang sebenarnya juga merindukan xukun, hanya bisa mentap punggungnya.
"Hey, kedipkan matamu "
Tzuyu mendadak menjentikkan jarinya di depan zhengting yang menatap kepergian xukun tanpa berkedip..
"Tskk... kurasa kau menyukainya " gumamnya pelan.
"Baiklah, Tao-ge, Terima kasih banyak atas bantuanmu, besok kita makan malam ya, berempat "
"Baiklah, tapi... karena sekarang aku sudah berada disini, kurasa aku mau minum kopi sebentar, Xiao Ting. Namamu Xiao Ting kan, bisa kau menemaniku ?"
"Eh..?" zhengting Nampak kebingungan. Begitupun dengan tzuyu yang bingung karena Tao malah benar-benar ingin membooking Zhengting.
Ia tak berpikir akan seperti ini hasilnya.
"Ge, Xiao Ting libur hari ini, aku akan menemanimu " Tzuyu langsung mengalihkan perhatian Zitao.
"Tzuyu, kenapa kamu ? aku tidak mau, aku mau dengan Xiao Ting. "
"Tao-ge kumohon, jangan seperti anak kecil. Aku akan melayanimu dengan baik, denganku saja dan Xiao Ting, kau bisa segera pulang saja, temani Jieqiong ya ?"
Tzuyu mengedipkan sebelah matanya sambil mengacungkan jempolnya, memberi isyarat agar Zhengting segera meninggalkan cafe.
Ia menarik Tao ke arah tengah cafe, sedangkan zhengting segera berganti pakaian dan menuju rumah Jieiqong.
TBC
