Happy Reading! :D


Chapter 7: Malam Jumat di NNG


Seorang pemuda berambut pirang panjang sedang mengerjakan tugasnya yang nauzubilee...

Susah, coy~

"Sekarang malem Jumat, ya?" gumam Matt Roszak, pemuda pirang panjang itu yang sekarang lagi menatap kalender mejanya.

Dia pun menyibukkan dirinya dengan terus mengerjakan tugas sebelum...

Kruuuuyuuuuk~

"Anjiiir! Gue laper!" gumamnya lagi sambil beranjak dan mengambil jaketnya yang digantung di depan pintu, kemudian berjalan keluar untuk mencari makanan.

Dia berharap ada makanan yang pas dengan dompetnya sekarang.

"Oy, Matt! Lu mau ke bawah?"

Matt yang hendak menuruni tangga pun nengok ke arah sumber suara dan mendapati seorang pemuda berambut merah spiky yang baru saja keluar dari kamarnya.

"Iya, Els! Lu sendiri?" jawab Matt nanya balik sambil merapatkan jaketnya.

"Mau beli nasi goreng di bawah!" timpal Elsword sambil berlari kecil menghampiri Matt.

"Tumben lu beli nasi goreng! Biasanya juga daging Lizardman!" ujar Matt sambil tertawa renyah.

"Lagi males gue!" balas Elsword sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celananya. "Eh, Matt! Lu ketawa malem Jumat begini malah disamperin sama hantu entar baru tau rasa lu!"

"Yang ada lu kale yang disamperin hantu, wakakakak!" celetuk Matt usil. "Entar pas lu lagi nungguin pesanan, tau-tau tukang nasi gorengnya berkepala buntung~"

"KUHAMPREEEEEET!" teriak Elsword setengah ketakutan. "Lu ini, jangan nakut-nakutin gue apa!"

Sementara itu, Eve yang lagi ngoreksi tugas di kamarnya lebih memilih untuk mengencangkan volume headphone-nya.

"Buahahaha! Ya elah! Entar malem kita tidur bareng lagi ini!" ujar Matt sambil 'mengipasi' Elsword yang udah ketakutan setengah mati.

"Oh iya, ya!" gumam Elsword sambil manggut-manggut. "Eh, gue ke bawah dulu! Perut gue udah demo minta makan!"

"Betewe enewe beswe, gue nitip nasi goreng satu! Pedes dan telornya diceplok aja!" kata Matt setengah berseru kepada Elsword yang berlari menuruni tangga. "Pake duit lu dulu, Els! Nanti gue ganti!"

Beberapa lama kemudian...

"WOY, ELS! GUE JUGA NITIP NASI GORENG, YA! JANGAN PEDES, TERUS TELORNYA DICAMPUR! PAKE DUIT LU DULU, ENTAR GUE GANTI!"

"IYEEEEE, CHUNG! KAGAK USAH TERIAK-TERIAK DARI ATAS JUGA, NYET!"

"WOY, ELS! GUE NITIP NASI GORENG JUGA! JANGAN PEDES! DUITNYA ENTAR GUE GANTI!"

"ANJRIT! LU BELI AJA SENDIRI, VEN! TIGA AJA GUE UDAH RIBET, APALAGI EMPAT!"

"BAPET LU, ELS!"

"WOY, BERISIK! GUE LAGI NGURUSIN TUGAS BUAT BESOK, LU MALAH TERIAK-TERIAK!"

Sontak, Matt, Chung, dan Raven yang berdiri di dekat tangga pun langsung masuk ke kamar mereka dengan cepat saat melihat Andre keluar kamar sambil menenteng SVDEX miliknya. Mereka bertiga udah tau resiko macam-macam dengan Andre.

Mungkin!


-skip time-


"Matt-kun udah booking?"

Matt menganggukkan kepalanya sambil membetulkan sarung yang ditaruhnya di atas pundak. Sementara Lance Stoppersky, pemuda berambut merah dengan piyama hijau itu berjalan di sampingnya sambil menenteng bantal.

"Dari kemaren malah udah bilang sama Gerrard!" lanjut Matt sambil menutupi mulutnya karena menguap dengan bantal yang dibawanya. "Kalau kagak bilang, bisa-bisa ditempatin orang!"

"Bener juga, sih!" timpal Lance sambil melihat layar HP-nya.

Yah, rumah kost para guru NNG ini memiliki kebiasaan yang unik! Tidur bersama di ruang depan yang berada di lantai bawah setiap malam Jumat.

Sebenarnya, baru beberapa minggu mereka melakukan kebiasaan itu dan semuanya diawali dengan...


-Flashback-

Saat tengah malam...

"Add-kun~ Bukain pintunya!"

"NATZ! BUKAIN PINTUNYA! BURUAN! KAGAK PAKE LAMAA!"

"ELBAKAAAAAAAAAAA! BUKAIN PINTUNYA SEKARAAANG JUGAAAA!"

"EVEEEEEE~ TEMENIN GUE TIDUR, DONG!"

"NORGEEEEE! BIARIN GUE TIDUR SAMA LU, PLEASEEEEE!"

"Cieeeeeeeeeel! Tidur bareng, dooong! Serem, niih!"

-Flashback End-


Seperti itulah!

Ketika diselidiki, ternyata penyebabnya adalah suara tangisan yang konon berasal dari sebuah pohon mangga besar yang letaknya di depan kost mereka.

Akhirnya, mereka pun memutuskan untuk melakukan kebiasaan itu. Karena kebiasaan itu diketahui berkonsep 'siapa cepat dia dapat', mereka sering 'booking' untuk tempat tidur mereka nanti.

"Oy, Matt, Lance!"

Mereka berdua pun menengok dan mendapati Mathias berlari menuruni tangga dan menghampiri mereka sambil menenteng bantalnya.

"Lho, lu kagak bareng Lukas?" tanya Matt kepada Mathias yang sekarang berjalan bersama mereka.

"Dianya kagak mau!" jawab Mathias singkat.

Matt dan Lance pun hanya bisa membentuk huruf 'o' dengan mulutnya.

"Dianya yang kagak mau atau udah jalan duluan?" tanya Lance.

"Tau, deh! Kayaknya dua-duanya!" jawab Mathias sambil mengerucutkan bibirnya. "Betewe enewe beswe, kita udah nyampe!"

Mereka pun segera berhamburan menuju tempat yang akan mereka tiduri, walaupun sempat membuat kecelakaan kecil karena Lance tidak sengaja menginjak punggung Aisha yang lagi tidur tengkurap dan Matt yang tidak sengaja menginjak betis Anna.

"Hadoooh! Yang barusan nginjek punggung gue siapaaa~" ujar Aisha yang hampir sekarat.

"Matt! Lu kalau mau lewat, bilang permisi apaa~ Jangan pake acara nginjek betis gue segalaa~" ujar Anna sambil memijit betisnya yang sakit karena diinjak Matt barusan.

"Sorry, kagak sengaja! Ehehe!" sahut Matt yang langsung merebahkan diri di tempatnya.

"Tinggal siapa lagi yang belum ke sini?" tanya Raven sambil tidur tengkurap di tempatnya.

"Kayaknya udah kagak ada lagi, deh!" jawab Ieyasu sambil menengok ke arah tangga.

"Sekarang udah jam berapa, sih?" tanya Natalie sambil memeluk Slime peliharaannya yang ternyata sudah tidur.

"Sekarang jam..." jawab Matt sambil melirik ke arah layar HP-nya. "Jam setengah sepuluh!"

"Eh, eh, yang bawa lotion nyamuk, gue bagi doong~" kata Add sambil membalikkan badannya.

"Gue kagak bawaa!" sahut Chung sambil menyelimuti dirinya. "Ketinggalan di kamar gue!"

"Gue lupa belii!" sahut Rena.

"Gue kagak punya!" sahut Lukas datar.

"Kalau kagak punya, kagak usah bilang!" timpal Anna setengah kesal.

"Udah, beli aja sekarang!" seru Lu yang sudah menenggelamkan kepalanya di atas bantal.

"Lu aja yang beli! Gue mager, niih~" celetuk Elesis sambil menyelimuti dirinya.

"Gue juga mager, tau!" gerutu Lu sedikit kesal.

"Aisu, beliin gih!" kata Lukas sambil memberikan beberapa lembar uang kepada Emil yang berada di sampingnya.

"Ogah!" tolak Emil datar.

"Ya udah! Biar gue yang beliin!" seru Andre, pria berambut tipis itu sambil beranjak bangun dan berjalan keluar menuju warung.

"Buruan, Ndre! Jangan lama-lama!" seru Gerrard dari tempatnya. "Moncong-moncong, yang besok ngajar pagi siapa aja?"

"Gue, Ger!"

"Gue juga!"

"Gue juga, Ger!"

"Yang ngajarnya agak siangan ingetin, tuh!" seru Matt sambil menutupi badannya dengan sarung.

"Matt! Gue minjem sarung lu, dooong!" seru Ciel sambil memegangi salah satu ujung sarung yang dipakai Matt.

"Ambil sendiri di kamar gue!" seru Matt sambil menunjuk tangga dengan dagunya.

"Kagak mau, aah! Di atas gelap!" sahut Ciel sambil menutupi dirinya dengan selimut.

"Kalau kagak mau ambil, ya kagak bakalan gue pinjemin!" balas Matt santai sambil membalikkan badannya.

"Aaah! Lu tega, Matt!"

"Woy, ini udah gue beliin!" seru Andre tiba-tiba sambil melempari satu per satu dengan lotion nyamuk yang dibelinya barusan.

"Thanks banget, Ndre!" seru Elsword sambil menangkap lotion nyamuk yang dilempar Andre barusan.

"Udah, yuk! Langsung tidur! Hoaeem~" ajak Aisha sambil merebahkan dirinya.

"Lampunya gue matiin, ye!" ujar Raven yang mengantuk berat sambil mematikan lampu.

CEKLIK!

Beberapa lama kemudian, hampir semuanya sudah tertidur pulas. Baru beberapa menit mereka tertidur, tiba-tiba terdengar suara cekikikan yang sedikit mengganggu.

"Hnn! Siapa sih yang ketawa cekikikan?" tanya Natalie yang terbangun karena suara itu.

"Anjir! Berisik, woy!" gerutu Elsword sambil menutupi kepalanya dengan bantal.

"Woy! Yang ketawa siapa, sih?!" gerutu Aisha.

"Eh, ini udah malem! Jangan ketawa!" kata Eve datar yang ikut terbangun.

"Ya Tuhan! Itu siapa yang ketawa cekikikan?!" tanya Gerrard setengah kesal.

"Nyalain lampunya, Yasu!" perintah Andre.

"Oke, Andre-san!"

CEKLEK!

Ketauan udah siapa yang tertawa cekikikan barusan dan ternyata dia adalah...

Lance yang lagi tertawa cekikikan sambil membaca doujinshi yaoi via HP.

"Ya Tuhan!" gumam Raven sambil facepalm.

"Lance!" kata Anna setengah frustasi. "Lu ngapain baca begituan malem-malem?!"

Lance yang tadinya asyik dengan kegiatan sendiri langsung menengok ke belakang dan mendapati teman-temannya menatapnya seolah mengatakan 'tidur-lu-! Jangan-tertawa-cekikikan-!' sambil ngeluarin aura yang mengerikan.

"Lance! Tidur sekarang juga!" perintah Trio Epic (Matt-Natalie-Anna) geram sambil terus menatapnya.

"Go-gomen nee, minna!" kata Lance setengah ketakutan sambil menyelimuti dirinya.

"Udaah! Tidur, tidur!" seru Andre sambil mematikan lampu ruangan.

CEKLEK!

Setelah lampunya dimatikan, suasana pun kembali tenang seperti sebelumnya. Tapi...

"Pppppffffttt!"

"Pppppppffftt! Aduuh! Goblok bener, tuh!"

"Ikutan liat, dong! Pppffftt!"

Kejadian yang sama terulang kembali!

"Woy! Yang ketawa siapa lagi, tuh?!" gerutu Raven sambil menutupi kepalanya dengan bantal.

"Eh, yang ketawa kasihan sama gue apa! Besok gue harus ngadain ulangan!" ujar Elesis setengah mengantuk sambil merapatkan selimut yang menyelimutinya.


Beberapa saat kemudian...

PLAK!

PLAK!

PLAK!

CEKLEK!

Tiga gamparan sadis dari Raven pun diarahkan kepada Matt, Elsword, dan Ieyasu yang menghasilkan sebuah cap tangan di pipi mereka.

"Lu bertiga bukannya tidur, malah nonton video lucu di FB!" komentar Add sambil melihat layar HP mereka.

"Udah, ya! Ini terakhir ada yang ketawa di sini!" gerutu Mathias sambil bangun untuk mematikan lampu.

CEKLEK!

Webek, webek...

"Heeeeeey~ Sexy Ciel~ Opp, opp, opp, opp, opp~ Oppa Gangnam Style~"

"Anjrit! Siapa yang nyanyi, tuh?" tanya Ara setengah berbisik sambil menahan tawa.

"Kayaknya gue tau siapa yang nyanyi!" timpal Ciel yang juga ikut menahan tawa dan...

BUUUKK!

CEKLEK!

Hampir semua yang tadinya tertidur pulas langsung terbangun saat melihat Ciel sedang memberikan hadiah kepada Lu yang berupa...

...hantaman nampan di kepala.

"Kenapa ada yang pake acara nyanyi segala, coba?" gumam Gerrard sambil facepalm meratapi nasibnya dan teman-temannya yang selalu gagal untuk tidur kali ini.

"Ka-ka-katanya ketawa kagak boleh! Ja-jadi gue nyanyi~" ujar Lu yang hampir sekarat karena dihantam nampan oleh pelayannya sendiri.

"Tidur kek lu pada! Besok ngajar juga lu!" gerutu Rena setengah mengantuk sambil berjalan menuju saklar lampu dan mematikannya.

CEKLEK!

Suasana pun kembali hening, bahkan lebih hening dari sebelumnya. Sayangnya, keadaan yang diimpikan beberapa orang itu hanya bertahan sebentar karena...

"Waktu hujan turun, rintik perlahan!"

"Mein Gott! Itu siapa yang nyanyi sambil bisik-bisik?!" gerutu Matt setengah berbisik sambil terus menyelimuti dirinya dengan sarung.

"Eh, malem Jumat woy! Nyadar kek, aah! Serem, nih!" timpal Aisha yang sudah gemetaran di balik selimutnya.

"Yang nyanyi siapa, sih?!" tanya Lance yang sepertinya udah mulai frustasi.

"Grrrrrrrrrrrrrrr~"

"Woy~ Jangan bikin suasana tambah horror~" kata Natalie setengah ketakutan (atau mungkin benar-benar udah ketakutan) sambil mengeratkan pelukannya kepada peliharaannya tersebut.

"Woy, gue ingetin ya! Malem Jumat jangan nyanyi yang kagak-kagak!" gerutu Matt.

"Noh, yang nyanyi tuh! Udah stop, woy!" timpal Elsword yang sudah menutupi kepalanya dengan bantal.

Karena kesal, Matt pun mengambil bantalnya dan mulai mengarahkan bantalnya ke arah...

BUUUGGH!

BUUUGGGHH!

CEKLEK!

Add yang sekarang babak belur dipukul bantal oleh Matt dan Chung yang ikut terganggu.

"Udah kek, aaah!" gerutu Ara sambil menutupi kepalanya dengan bantal.

"Ini lama-lama kagak bakalan tidur semua, deh!" cerocos Anna kesal.

"Betewe enewe beswe, gue mau ke toilet dulu! Kebelet, nih!" ujar Chung sambil berlari kecil menuju toilet.

"Mana AC-nya dingin banget lagi!" komentar Natalie sambil merapatkan selimutnya. "Alamak! Suhunya enam belas derajat!"

"Pantesan dingin!" ujar Ieyasu yang baru saja terbangun.

"Gedein, dong! Gue kagak kuat dingin, niiih~" kata Andre sambil gemetaran di balik selimutnya.

"Dua derajat, ya?" tanya Eve datar sambil meraih remote AC.

"Gile lu! Itu udah dingin banget, bego!" seru Raven.

"Muke gileee! Lu mau bekuin satu ruangan?!" seru Elesis. "Dua puluh satu derajat aja!"

Eve pun segera mengatur suhu AC yang kelewat dingin tersebut. Setelah itu, dia pun berjalan menuju saklar. Saat Eve ingin mematikan lampu, tiba-tiba...

BYAAAR! PETTT!

"Waaaah, mati sendiri! Padahal belum ditekan saklarnya!" komentar Eve datar yang masih berdiri di depan saklar.

"WOY! YANG ISENG MATIIN LAMPU TOILET SIAPA, SIH?!" teriak Chung dari toilet.

"KAGAK ADA YANG ISENGIN LU, CHUNG! YANG LAIN MASIH DI SINI SEMUA!" sahut Elsword setengah berteriak.

"Aaah! Kagak lucu, nih!" seru Ciel. "Lu sih, Add! Pake acara nyanyi segala!"

"Tau lu! Suara jelek kayak gitu juga!" timpal Mathias.

"Kenapa lu berdua malah nyalahin gue?!" gerutu Add setengah kesal.

"Karena lu yang terakhir nyanyi!" sahut mereka semua (min Add dan Chung) bersamaan.

"Sebenar, deh! Kok hawanya panas begini?" tanya Anna sambil mengipasi dirinya.

"Iya, ya! Gerah!" timpal Lu sambil mengipas dengan bajunya.

"Wong AC-nya mati, mau diapain lagi?" sahut Matt sambil melepas sarungnya.

"Ah~ Buka baju aja~" celetuk Ieyasu sambil melepas baju yang dikenakannya.

"HADOOOOOOH! JANGAN LEPAS BAJU APAAA!"

"YASU! PAKE BAJUNYA SEKARANG JUGA!"

"Maaf, guys! Sekarang jam berapa?" tanya Lance mengalihkan suasana yang sempat ricuh tersebut.

"Gue liat HP dulu!" jawab Lukas sambil menatap layar HP-nya. "Jam dua belas kurang!"

"Sebentar! LU BARUSAN BILANG JAM BERAPA, LUKAAAAS?!" tanya Gerrard panik.

"Jam dua belas kurang!" jawab Lukas datar.

"Jadi, kita dari jam setengah sepuluh sampe jam dua belas kurang kagak tidur-tidur?!" tanya Elesis kagak kalah paniknya. "GIMANA BESOKNYA GUE NANTI?! MASA GUE HARUS KETIDURAN PAS NGADAIN ULANGAN?!"

"Yang besoknya ngadain ulangan kayak lu aja panik! Apalagi yang besoknya kagak ngadain ulangan, Sis!" komentar Emil datar.

"Lha, di sini gelap juga?" tanya Chung yang baru aja balik dari toilet. "Gue kira cuma di toilet doang yang gelap!"

"Dari tadi lu di toilet ngapain aja, nyeeeeet?!" tanya Elsword sambil memasang ekspresi 'you-don't-say'.

"Gue keluar sebentar, ya! Mau ngadem sekalian nanya orang!" kata Gerrard sambil berjalan keluar.

"Ger, gue ikut!" seru Raven sambil berlari keluar mengikuti Gerrard.

"Gue juga, Ger!" seru Andre sambil berlari menghampiri temannya yang sekarang berada di luar.

"Sekalian aja kita begadang!" gerutu Eve sambil melepaskan selimutnya.

"Gue setuju, tuh!" sahut Rena. "Padahal besok gue harus ngajar pagi juga! Aaarrggh!"

"Lu besok ngajar jam keberapa?" tanya Anna sambil menguap.

"Jam ketiga!" jawab Rena sambil ikut-ikutan menguap.

"Ya elah, lu mah masih mending! Besok gue ngadain ulangan pelajaran pertama, woy!" gerutu Elesis.

"Sis! Perasaan dari tadi lu ngomongin ulangan mulu, deh!" komentar Ara. "Gue aja kalau mau ngadain ulangan kagak separah itu!"

"Lu kagak tau sih susahnya nyiapin soal ulangan kayak gimana!" timpal Elesis. "Pas gue kagak nyadar ngasih tau kalau besok ada ulangan, anak-anak sekelas langsung stress parah mendengarnya!"

"Gue ngerti perasaan lu, Sis!" ujar Aisha sambil menepuk pundak Elesis.

"Eh, lu semua! Keluar, yuk!"

Tiba-tiba, Gerrard menyembulkan kepalanya dari luar dengan tangannya yang memegang sekaleng root beer dingin.

Walah! Malam-malam malah minum es!

"Lho, memangnya kenapa?" tanya Ieyasu.

"Pemadaman bergilir! Satu kompleks mati semua!" jawab Gerrard sambil menutup pintu.

Webek, webek...

"MATI LAMPU?!"

"PEMADAMAN BERGILIR?!"

Itulah efek pemadaman bergilir secara tiba-tiba!

"Bad luck for NNG Teacher in kost~"

"Bakar PLN~ Bakar PLN~"

"Matt-kun menggila~ Matt-kun menggila~"

"Gue tabok mulut lu, Lance!"

"Keluar~ Keluar~"

Acara tidur bersama pun gagal dan berganti menjadi acara begadang bersama.


"Eh, cuy! Di luar adem bener, ya!" ujar Mathias sambil rebahan di teras kost.

"Gue pengen jajan~" gumam Natalie sambil ngulet di lantai teras.

"Warung sebelah buka, tuh! Barusan gue beli root beer di sono!" timpal Gerrard sambil meneguk root beer kalengnya.

"Hadeeeh~ Ya Tuhan! Gue pewe di sini~" kata Add sambil rebahan di lantai teras kayak ikan teri yang baru diangkat dari penggorengan dan siap dijual (?).

Baru saja mereka merasakan kedamaian di teras kost, tiba-tiba kedamaian itu terusik dengan...

Huuhuuhuuhuu~

"Kami-sama! Baru juga gue merasa tenang di sini!" gumam Ieyasu sambil facepalm.

"Sampe sekarang masih kagak tau juga itu suara apaan!" komentar Rena.

"Nah itu, gue setuju!" sahut Ciel.

"Els! Temenin gue ke atas, yuk~" ajak Elesis sambil menggandeng tangan Elsword.

"Mau ngapain, Kak?!" tanya Elsword setengah panik karena tangannya dengan seenak pantatnya ditarik oleh kakak perempuannya tersebut.

"Mau ngambil senter di kamar!" jawab Elesis santai sambil terus menarik tangan Elsword dan masuk ke dalam.

"Eh? Ngambil senter, ya? Gue juga ambil senter, deh!" kata Raven sambil masuk.

"Gue ambil SVDEX dulu!" seru Andre sambil berlari memasuki kost.

"Mereka berempat mau ngapain, sih? Bunuh diri bareng?" tanya Anna sambil menengok ke arah pintu.

"Muke gile lu! Masa bunuh diri pake senter segala?!" celetuk Aisha kaget.

"Ya habisnya, Andre sampai ngambil senjatanya segala!" timpal Ara datar.

"Guys! Kayaknya mereka mau ngecek itu, deh!" jawab Eve sambil menunjuk sebuah pohon mangga besar yang dekat dengan kost mereka.

"Kata orang sering kedengeran suara nangis di situ, kan?" tanya Add sambil menunjuk pohon itu.

"Katanya, makanya mereka inisiatif buat ngecek pohon itu!" jawab Lance.

Beberapa lama kemudian, Raven kembali sambil membawa senter diikuti dengan Elesis dan Elsword yang membawa senternya masing-masing serta Andre yang membawa SVDEX.

"Oy! Lu mau ngapain, sih?" tanya Ciel sambil menunjuk ke arah SVDEX yang dibawa Andre.

"Menurut lu, Ciel?" jawab Andre singkat. "Oy! Langsung ke sono aja, yuk!"

"Ya udah, ayo!" sahut Elesis sambil berlari menuju pohon mangga besar itu diikuti oleh Elsword, Raven, dan Andre. "Gue yang manjat pohonnya, ya!"

"Hati-hati, Sis!" seru Matt sambil melambaikan tangannya.

"Oke, deh!" sahut Elesis yang sekarang sedang memanjat pohon tersebut sambil membawa senter. "Betewe enewe beswe, sumber suaranya dari mana?"

"Kayaknya dari dahan yang itu, deh!" ujar Raven setengah berseru sambil menunjuk dengan senternya yang menyala.

"Awas! Entar jatuh!" seru Anna khawatir.

"Ciye, perhatian! Uhuk!" celetuk Aisha sambil berpura-pura batuk.

"Uhuk, ciye, uhuk!" celetuk Rena yang ikut-ikutan pura-pura batuk.

"Apaan sih lu berdua?! Siapa tau aja kan dia tiba-tiba jatuh?!" sanggah Anna sewot.

"WOI! KE BAWAH SINI, DEH!" teriak Elesis dari atas pohon.

"Ada apaan? Maling, ya?" tanya Andre sambil menyiapkan SVDEX-nya.

"Jangan ditembak, Ndre! Nih, tangkep!" jawab Elesis setengah berseru sambil melempar sesuatu dari atas dan ditangkap oleh Elsword.

"Apaan, nih? Lucu bener!" gumam Elsword sambil menggendong sesuatu yang dilempar kakaknya tersebut.

"Barusan lu nemu beginian di atas?!" tanya Raven setengah terkejut sambil menunjuk sesuatu yang digendong Elsword.

"Itu apaan?" tanya Ara sambil berlari kecil menghampiri Elsword yang tengah menggendong sesuatu.

"Gue nemu di atas sono! Ternyata sumber suaranya dari situ!" jawab Elesis sambil memanjat turun dari pohon.

"Els! Lu gendong apaan, sih?" tanya Emil sambil menghampiri mereka.

"Musang!"

Ternyata selama ini seekor musang yang sekarang berada di gendongan Elsword itulah yang selalu mengganggu para penghuni kost guru dengan mengumandangkan suara tangisan dari atas pohon mangga besar tersebut.

"Akhirnya ketauan juga siapa yang bikin gue kagak bisa tidur tiap malem Jumat!" kata Mathias sambil mengusap dadanya.

"Eits! Musangnya gue foto dulu~" tukas Chung sambil memotret musang itu dengan kamera Iphone-nya.

"Lu mah apa-apa pasti difoto!" komentar Anna singkat.

"Maklum! Demi blog-nya itu!" sahut Rena sweatdrop.

"Chung! Bagi foto musangnya, dong! Biar dimasukin ke FB, nih!" kata Matt sambil menyalakan bluetooth di Iphone-nya.

"Gue juga, dong! Buat instagram gue~" timpal Add sambil menyalakan bluetooth di Android-nya.

"Wah~ Kayaknya kamu laris difotoin, nih!" gumam Lu sambil menyentuh pipi musang itu dengan ujung jarinya.

Belum berakhir kebahagiaan mereka, tiba-tiba...

"Woy! Udah nyala lampunya!" seru Raven saat melihat lampu yang menyala kembali.

"Akhirnya nyala jugaa~" seru mereka kompak sambil melakukan sujud syukur dengan bahagia karena lampu menyala kembali dan mereka bisa melanjutkan...

"Tapi, tiba-tiba gue jadi kagak bisa tidur, nih!" ujar Gerrard spontan.

"Sama! Tiba-tiba kagak ngantuk gue!" sahut Aisha.

"Iya, ya! Gue nyiapin buat ulangan besok aja, deh!" ujar Elesis.

"Terus, musangnya gimana?" tanya Natalie.

"Gampang! Kita pelihara aja musangnya! Problem solved, kan?" jawab Andre santai.

"Betul juga! Nanti kan ada yang bisa diajakin main kalau bosan!" sahut Lance bersemangat.

"Oh iya, ya! Tapi, biaya makannya gimana?" tanya Ieyasu bingung.

"Patungan, lha! Aduh, lu ini mikir apa!" jawab Matt sambil menyikut lengan Ieyasu.

"Masuk, yuk! Banyak nyamuk, nih!" ajak Add sambil menepuki nyamuk yang hinggap di lengannya.

"Udah yuk, masuk!" ajak Mathias sambil membuka pintu kost diikuti yang lainnya.

Setelah kejadian itu, mereka tidak mendengar suara tangisan itu lagi.

Meskipun demikian, mereka tetap melakukan tradisi tidur bersama tiap malam Jumat dan mereka juga mendapatkan peliharaan baru...

Seekor musang!


To Be Continue...


Review! :D