A Naruto Fanfiction
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Genre: Drama, Fantasy
Pairing: Sasuke x Sakura
.
.
.
You Are Mine
Sasuke menari dalam bayangan. Suara dentingan piano menyeramkan itu terdengar lagi ditelinga Sakura. Sang Kekasih rupanya sedang marah. Istana yang dipenuhi warna merah gelap dan hitam itu semakin mengerikan. Untunglah Sakura sudah terbiasa dengan hal-hal mengerikan yang membuat bulu kuduk berdiri. Hanya saja kali ini Sakura bertanya-tanya apa lagi yang membuat kekasihnya itu marah. Biasanya Sasuke selalu memecahkan cermin untuk melampiaskan kemarahannya atau berteriak dengan teriakan yang hanya didengar oleh para serigala atau kelelawar.
Sakura keluar dari kamarnya, mencari dimana Sasuke bersembunyi darinya. Bagaimanapun Sasuke bersembunyi, Sang Wanitanya, Sakura, pasti akan bisa menemukannya. Jiwa mereka yang terhubung satu sama lain membuat Sakura mudah merasakan kehadiran Sang Penguasa Kegelapan, Sasuke.
Sakura sudah berdiri di depan pintu sebuah kamar yang hanya boleh dimasuki oleh Sasuke. Dengan takut Sakura berbicara dibalik pintu, "Sasuke, apa kau marah?" Jantung Sakura berdegup kencang karena ketakutan.
"Sakura, seharusnya kau tahu, jika aku memang marah. Sangat marah" jawab seseorang dari dalam kamar.
Sakura diam sebentar. Dengan masih takut, dia melanjutkan pertanyaannya, "Apa yang membuatmu marah?" Sakura benar-benar tidak tahu apa alasan Sang Kekasih tiba-tiba marah.
"Kau" jawab Sasuke singkat.
Sakura terkejut. Dia mulai panik. "Sasuke, apa salahku?" Sakura ingin sekali masuk ke kamar itu, namun peraturan adalah hal yang tidak boleh dilanggar di tempat itu.
"Sai. Kau terlalu dekat dengannya" ujar Sasuke.
Sakura mulai menyadari apa yang dimaksud Sasuke. "Maaf, Sasuke, dia adalah temanku. Aku hanya-" ucapan Sakura terpotong oleh Sasuke.
"Aku tidak butuh kata maaf. Aku ingin kau menjauhinya. Atau menjauh dariku untuk selamanya" ucap Sasuke dingin.
"Baiklah... biarkan aku mengucapkan kata perpisahan untuknya," kata Sakura.
"Tidak! Hanya tinggalkan dia. Tidak ada kata perpisahan, kecuali jika kau mencintainya" kata Sasuke. Suaranya kali ini bergetar menahan amarah.
"Sasuke, seharusnya kau tahu bahwa aku mencintaimu" kata Sakura.
"Aku paling tahu perasaanmu. Tapi kau manusia, semua manusia itu sama. Mereka bisa membagi hati mereka kepada banyak orang. Dan aku tidak ingin kau seperti mereka. Kau berbeda. Kau milikku. Sadarilah itu, Sakura" Sasuke mengepalkan tangannya.
Sakura mengerti. Dia menunduk. Dengan perasaan bersalah pada Sasuke dia tersenyum dari balik pintu, "Sasuke, terima kasih, kau mengingatkanku tentang siapa aku. Yakinlah, perasaanku padamu tidak akan ternoda oleh yang lain. Karena hatiku untukmu berbeda dengan hatiku kepada yang lain. Aku harap kau mengerti" Sakura berusaha agar suaranya tidak bergetar. Perasaan takutnya akan kehilangan Sasuke membuat kaki Sakura terasa lemas.
"Aku akan menemuimu jika kau sudah menyelesaikan ini" ucap Sasuke.
"Baiklah.." dengan perasaan sedih, Sakura pergi menjauh dari kamar dimana Sasuke mengurung dirinya dan memutuskan untuk tidak melihat Sakura sampai masalah mereka selesai.
