My Hubby is My Idol

Disclaimer : not my own, just the story plot, themselves.

Casts : Shim Changmin

Shim(Cho) Kyuhyun (yeoja)

Jung Yunho

Jung (kim) Heechul (yeoja)

Jung (Tan) Hankyung

Kim Junsu (yeoja)

Pairing : Changkyu, Yunjae

Rate : T

Genre : romance, humor dll.

Warning : AU, OOC, TYPO(s), gender switch. Kalau ada kesamaan cerita dan judul, bukan merupakan unsur kesengajaan.

Previous chapter

Hankyung yang memilih bersandar pada dinding di hadapan istri dan satunya yang ia yakini sebagai istri dari anaknya tersebut hanya bisa menghela nafas. 'kenapa reuni keluarga kita harus ditempat seperti ini Min?'

Chapter 8

Di salah satu ruangan VIP Seoul International Hospital tampak dua orang yeoja terduduk di kedua sisi ranjang dimana seorang pasien sedang terbaring. Yeoja yang lebih muda dari yeoja satunya sedari tadi menggenggam tangan namja yang tak sadarkan diri itu. Sedangkan umma dari si namja juga menggenggam tangan namja satunya sembari mengamati yeoja manis yang duduk dihadapannya. Mereka berdua hanya diam, tapi hati mereka tak henti-hentinya berdoa akan kesembuhan Changmin.

"Chullie umma…" panggil Kyuhyun lirih. Dia sekerang memandang yeoja paruh baya yang menatapnya sedari tadi.

"Kita bahas masalah ini setelah Changmin sadar ne? sepertinya ada banyak hal yang perlu Changmin jelaskan." Jawab Heechul. Dia menangkap sorot mata kekhawatiran dari yeoja yang selalu ia klaim sebagai calon menantunya itu. "kau tenang saja chagi, aku tidak akan marah padamu. Tapi—" ia melirik sekilas anaknya yang masih terbaring dan belum sadarkan diri.

"Umma! Jangan memarahi Changminnie!" reflek Kyuhyun mengatakan hal itu. Walaupun dia telah dibohongi Changmin perihal orang tuanya. Tapi dia juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan suaminya itu. Dia sendiri tak pernah bertanya perihal mertuanya. Karena sejak ia mengenal Changmin, suaminya itu telah hidup sendiri. Ia mengira bahwa Changmin anak yatim piatu—dia tak menemukan satupun foto keluarga Changmin di apartemen mereka.

"kau pasti sangat mencintainya ne?" goda Heechul, sontak pipi Kyuhyun memerah.

"ne.." jawab Kyuhyun lirih, kemudian ia terdiam ia teringa satu hal.

"jika Changmin anak Chullie umma, kenapa ia hanya lulusan SMP?"

"SMP?" teriak Heechul tak percaya. Dulu saat Changmin memilih meninggalkan rumah memang dia baru saja lulus SMP. Tapi mana mungkin apa yang diucapkan Kyuhyun benar. Semua keturunan keluarga Jung adalah lulusan luar negeri.

Kyuhyun langsung menutup telinganya mendengar teriakan nyaring mertuanya itu. Teriakan itu juga berhasil membangunkan namja menjadi topik pembicaraan mereka berdua.

"BERISIK!"

Satu kata yang keluar dari namja yang tebaring itu berbuah pelukan erat dari kedua yeoja berbeda generasi itu.

"yak! Yak! Kalian mau membunuhku eoh?" Changmin berusaha melepaskan pelukan tersebut dengan sekuat tenaga. Tapi usahanya itu sangat sia-sia. Beruntung seseorang memasuki ruangan itu.

"Appa! Selamatkan aku! Dari kedua yeoja evil ini!" seru Changmin kepada appanya yang baru saja memasuki ruangan itu.

Duak

Sebuah jitakan telak mendarat di kepala Changmin. Sontak Kyuhyun yang mendengar jeritan kesakitan Changmin, mendelik marah kearah Heechul. Heechul yang baru sadar bahwa putranya itu menjadi pasien akibat korban kecelakaan dengan segera mengusap sayang kepala Changmin dan meminta maaf berulang kali.

"kalian berdua sebaiknya beri ruang changminnie untuk bernafas." Perintah tegas dari Jung Hankyung segera dilaksanakan kedua yeoja itu. Kedua yeoja itu lau mendudukkan kembali diri mereka di kursi samping kiri kanan Changmin. Dan Hankyung memilih duduk di sofa yang berada didekat ruangan luas tersebut.

"apakah masih sakit Min?" tanya Heechul. Sedangkan Kyuhyun memilih diam dikarenakan dia didahulai heechul untuk menanyakan perihal keadaan suaminya itu.

Changmin terdiam ia mencoba merasakan setiap sendi tulangnya. Dia mencoba menggerakan satu persatu bagian tubuhnya. ketika ia mencoba menggerakkan kaki kirinya, dia mengernyitkan dahinya.

"ukkkhhh…" sekuat tenaga ia mencoba menggerakkan kaki kirinya. Tapi nihil, dia tak bisa melakukannya.

Kedua yeoja itu menjadi cemas melihat wajah Changmin yang mulai dibanjari peluh.

"Minnie ah, gwechana?"

"Chwang…"

"Appa! Kenapa tidak bisa bergerak?" teriak Changmin memanggil appanya. Changmin memang terlihat dewasa dan mandiri tapi jika ia sedang sakit dan appanya ada didekatnya dia akan berubah menjadi sosok manja. Dan lihatlah hal ini benar terjadi.

Hankyung segera bergegas menuju sisi ranjang anaknya dimana Heechul yang kini berdiri sambil mencoba menghentikan tangan changmin yang memukul dan menggoyangkan kaki kirinya. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa terisak sambil membekap mulutnya melihat Changmin seperti itu. Dokter memang belum mengatakan bagaimana kondisi Changmin.

Changmin terlihat sangat out of character dia menangis meraung –raung sambil mencoba menggerakkan kaki kirinya. Tapi hal itu sia-sia, kaki yang terbalut gips itu sama sekali tak bergeming.

Heechul yang memperhatikan usaha keras Changmin hanya bisa meneteskan airmata. Selama hidupnya ini baru pertama kali ia melihat anaknya menangis. Bahkan saat dia dan Hankyung menentang keinginannya untuk menjadi penyanyi, Changmin tidak seperti ini. Ingin rasanya ia menggatikan anaknya dan menanggung segala apa yang dirasakan buah hatinya itu.

Sedangkan Kyuyun tidak tahu apa yang ia harus lakukan. Dia hanya bisa terisak sambil memandang suaminya yang kini telah sedikit tenang. Suaminya itu terlihat rapuh didekapan appanya.

"Umma…"

"ne chagi." balas Heechul. Dia menggantikan Hankyung merengkuh putranya itu.

"…" bisik Changmin! "Yak kalian kenapa lama sekali! Aku capek tahu!" bentak Changmin kepada sesosok namja dan yeoja yang baru masuk ruangan changmin sambil membawa kue tart dengan lilin yang berbentuk I love you mom.

Sedangkan sang namja hanya nyengir sambil melangkahkan kakinya mendekati ummanya. Dia diikuti oleh yeoja yang menyanyikan lagu ulang tahun.

"saengil chukkae hamnida…" lantunan merdu dari yeoja yang Heechul kenal sebagai kandidat calon menantu untuk putra sulungnya—Kalian pasti tahu siapa dia? Yep tepat, Kim Jaejoong—itu segera diikuti oleh suami dan kedua anaknya.

"Chullie umma tiup lilinnya!" perintah lembut Jaejoong. Heechul masih terlihat agak bingung melakukan apa yang diperintah oleh Jaejoong.

"Yak! Kalian anak-anak kurang ajar! Kalian bersengkongkol eoh?" marah Heechul. Tatapannya dialihkan ke suaminya yang ikut cengengesan dengan kedua putranya. "Ge ge!" wajah Heechul merengut kemudian tatapannya beralih ke Kyuhyun yang terlihat bingung. 'dia tidak tahu apa-apa.'

"Chullie umma, saatnya memotong kuenya." Heechul sedikit heran melihat calon menantu satunya itu datang dengan Yunho.

Sebelum ia memotong kuenya, tatapan membunuh Heechul arahkan kepada putra sulungnya Yunho. Tatapan itu seolah olah berkata, 'kau hutang penjelasan kepadaku!' dijawab dengan anggukan singkat oleh Yunho.

"umma, potongan kuenya untukku ne!" rayu Changmin. Dia memang sudah sangat lapar. Rasanya ia ingin sekali dimanjakan tambatan kedua hatinya aka makanan.

"mana boleh, orang sakit makan sembarangan. Kau makan yang desiakan rumah sakit." ujar Heechul dengan nada sadis. Salah sendiri anaknya itu menjahilinya. Dia tahu otak pesta kejutannya ini adalah anak bontotnya itu.

"kau tenang saja Minnie. Nona tadi membawa makanan untukmu." Wajah Changmin yang sempat mengkerut dengan secepat kilat kembali cerah.

"benarkah, nona? Mana-mana!" katanya dengan nada sangat ceria. Jaejoongpun membuka box makanan yang ia bawa dan menyerahkannya kepada kyuhyun. Kyuhyun membuka penutup box itu. Dan sebuah teriakan frustasi terdengar dari namja jangkung korban kecelakaan itu.

"BUBUR!"

Tawa menggelegar keluar dari seluruh penghuni kamar rawat inap itu melihat expresi kesal Changmin.

Setelah kejutan pesta ulang tahun dadakan untuk Heechul. Kamar yang tadi ramai kini sepi. Hanya ada dua orang disana. Sang namja terbaring diranjang sambil memeluk pinggang sang istri cantiknya yang sebelumnya naik dan ikut berbaring di ranjang rumah sakit Changmin.

"pasti banyak yang ingin kau tanyakan ne chagi?"

"selama ini kau membohongiku? " pertanyaan yang mirip dengan pernyataan itu keluar dari mulut Kyuhyun. "apakah perasaanmu terhadapku itu juga kebohongan?"

"Jangan berpikir seperti itu!" tolak changmin atas tuduhan itu. Hell, dia benar-benar mencintai Kyuhyun. Persaannya terhadap istrinya itu bukanlah kebohongan. Memang selama ini dia tak mengatakan siapa keluarganya karena dia ada masalah dengan orang tuanya. tapi dia tidak bohong, dia hanya berbohong tentang satu hal.

"aku lebih muda satu tahun darimu kyu." Lanjut Changmin.

"hanya itu?"

"ne." sebenarnya ada satu rahasia lagi. Tapi ia memilih tidak mengatakannya karena bukan merupakan kebohongan—menurut Changmin. Hanya saja dia malas untuk mengatakannya. Dan kalian pasti tahu akan hal itu. Masalah pekerjaanya selama ini.

"kau marah?"

"…." Kyuhyun tidak menjawabnya. Jujur dia tidak tahu apa yang dirasakannya. Ingin rasanya dia marah dan memukuli Changmin tapi dia mengurungkan niatnya, mengingat suaminya itu belum pulih.

"maafkan aku ne chagi?" mohon Changmin sambil menatap wajah istrinya dan memulai menciumi wajah putih mulus dihadapannya. Ciuman itu berakhir dengan pagutan dalam dibibir kyuhyun. Saat tiba-tiba sebuah tangan mendorong jidat Changmin yang sukses melepas ciuman itu.

"Aigo! kau itu belum pulih. Ada-ada saja kelakuan mesumu itu!" suara Heechul membuat kyuhyun berblusing ria sambil menyembunyikan wajahnya di pundak suaminya.

"Kajja Kyunnie! Kau ikut umma pulang. Kau harus mengganti seragammu dan kita kemasi barang-barangmu. Mulai besok kau tinggal dengan umma dan appa."

Keputusan sepihak itu mendapat protes dari Changmin.

"kau tidak usah banyak bicara Min. kau butuh pelayan pribadi untuk membantumu. Dan dirumah ada banyak maid yang bisa membantumu melakukan kegiatan rutinmu."

Kyuhyun yang mendengar kata 'maid' 'membantu' 'kegiatan rutin' langsung mengajukan penolakan, "ANDWE! Umma biar aku yang membantu Minnie melakukan hal itu." Mana ia mau suaminya nanti digrepe-gerepe oleh yeoja-yeoja lain. Terakhir di ke kediaman keluarga Jung, ia tahu sebagian maid mereka masih berstatus single.

Tawa Heechul langsung pecah melihat sifat possessive kandidat calon menantunya. Ani! maksudnya menantunya. Dia sudah mendapat kejelasan tentang status Kyuhyun dari suaminya saat sebelumnya dia mengomeli namja cina itu lantaran dia tidak mengatakan apapun walau dia sudah tahu dari lama perihal Kyuhyun. Suaminya itu diam-diam masih berkomunikasi dengan anaknya terhitung sejak Changmin meninggalkan rumah.

Kyuhyun yang baru tersadar apa yang telah ia ucapkan kembali menunduk malu. Dengan segera ia menyeret Kyuhyun keluar kamar diringi dengan protes tidak terima dari Changmin yang kini telah sedikit hilang kesadarannya akibat obat yang baru saja diberikan oleh dokter untuknya.

Sedangkan Kyuhyun pasrah saja mengikuti ibu mertuanya itu. Setidaknay ia merasakan kasih sayang seorang umma yang telah lama ia rindukan.

….

Sudah genap seminggu Changmin dirawat di rumah sakit. itu artinya ia sudah diperbolehkan pulang. Walaupun masih ada beberapa check up dan terapi yang harus ia lakukan.

Jadwal terapi pertama akan dilakukan pagi ini. Dengan wajah tertekuk namja yang mengalami cedera pada kaki kirinya itu diantar hyungnya ke rumah sakit. well, dia ingin ditemani istrinya tapi ini bukan akhir pekan, istrinya harus sekolah.

Yunho yang memilih rehat dari universitanya selama dua minggu bertugas untuk mengantarkan terapi Changmin. Dengan sigap ia membantu dongsaengnya berjalan kearah lobby rumah sakit yang telah menunggu dua orang perawat dengan sebuah kursi roda.

"rasanya aku seperti penderita lumpuh saja!" ucapnya setelah mendudukkan dirinya di kursi roda.

"hush, jaga ucapanmu! Kau harus bersyukur hanya kaki kirimu." Yunho melanjutkan, " setelah ini kita mampir ke SM."

Sampailah mereka diruang terapi. Disana tampak seorang namja yang seusia dengan Changmin atau lebih muda dari Changmin tengah belajar melangkahkan kakinya.

"selesai Junsushi! Jadwal terapi anda dua hari lagi." Kata dokter Lee kepada sang pasien yang dipanggil Junsu itu.

Junsu terlihat dibantu oleh dua orang perawat duduk dikursi rodanya. Mata changmin tidak lepas menatap yeoja bertubuh gempal yang duduk tidak jauh darinya itu.

"apa lihat-lihat?" nada ketus menyambut pendengaran Changmin.

"siapa yang melihatmu. Kau GR sekali!" ucap Changmin tak kalah ketus.

"Yak kalian! Kenapa malah ingin bertengkar eoh? Sebaiknya kalian berteman. Kalian akan sering bertemu disini." Yunho menasehati dongsaengnya yang akhir-akhir ini menampakkan sifat ke-evilannya.

Tiba-tiba ruangan itu terbuka menanpakkan yeoja paruh baya yang tersenyum meminta maaf kepada dokter Lee.

"maaf, saya tadi ada keperluan." Ucap yeoja itu sambil berjalan kearah kursi roda Junsu dan segera mendorongnya keluar ruangan setelah sebelumnya ia sempat bercengkrama dengan dokter Lee.

Changmin memandang aneh kearah yeoja paruh baya itu. Dia kan?

"Hyung sebainya jika aku terapi kau saja yang mengantarku."

Tbc…

Anyeong!

huft, kemarin dah mw tak post, tapi kena time out terus# maklum pke gratisan dikarenakan modem menghilang entah kemana. dan sekarang sebelum ujian, aku bela-belain ngepost ni fic. hehehe.

ada banyak coment yang bilang kenapa kok pendek. saya gk bisa ngetik panjang dikarenakan tugas yang buanyak# alasan.

Terimakasih atas reviewnya! Maaf tidak semua bisa aku membalas. Tapi karena review kalian aku jadi semangat melanjutkan fic gajeku ini. Mian kalau tambah lama tambah ngebosenin. Mian lagi karena gak bisa update cepat!

oke lah, See you in the next chap.

Easy and peaceful^^V