Disclaimer: semua character milik Konomi sensei. Cerita ini merupakan cerita kolektif dari ltifal, Akoe, Sentaro, Fujiwara, KikumaruBeam, Gungade dan Pussy.

Peringatan: Hati-hati dengan para pengarang WG ini hehehe

One Day…

Ke 8

Rumah boneka…

"Nyah!! Ini baru sesuai dengan aku!!" katanya bahagia lantaran bebas dari rumah hantu, dengan ceria Kikumaru ikut bersiul-siul mengikuti background musik rumah boneka yang memang cute. Sedangkan Oishi di sampingnya lihat kanan kiri sambil sweatdrop, risih juga dia masuk rumah boneka, kenapa sih dia narik Eiji masuk rumah boneka yah?

Tezuka yang kebetulan ada di belakang bersama Fuji lihat boneka-boneka yang berderet tersebut dengan muka kulkas abis. "Kita mo apa masuk rumah boneka?"

"Yah jelas, kita ngebuntutin 2 org itu." Kata Fuji di sampingnya dengan tampang jeles.

"Kenapa ga nunggu aja di depan pintu keluarnya?" tanya Si Bucho lagi, dia rupanya ikut risih gara-gara masuk rumah boneka, nanti jangan-jangan ada yang kenal dia terus lihat dia masuk rumah boneka. Bisa beredar gosip yang ngak-ngak nanti di sekolah…

"Nanti mereka melakukan perbuatan yang ngga-ngga!" sahut si Tensai dengan mata membara yang akhirnya membuat Tezuka sang bucho menghela nafas panjang. Sigh…

Ditempat air mancur Tomoka dan Kaidoh ahirnya berdua juga.
"A..ano.. Tomoka maukah kamu pergi bersamaku pergi naek itu." Kata Kaidoh memecah kesunyian sambil menunjuk ke arah Bianglala (kincir putar).
"Loh ga nungguin Sakuno?"
"... soalnya aku..." Aduh alasan apa yah!
"Yah sudahlah, yuk."
"Shhhh..." yatta aduh akhirnya Kaidoh berhasil juga yah!

Prince

Of

Tennis

Sementara itu keadaan Momo, Kawamura, Inui, Echizen, dan Sakuno yang baru saja tiba di rumah kaca.

"Yos kita duluan." Kata Momoshiro yang sebagai senior yang baik membantu relasi Echizen berjalan masuk sambil menarik Kawamura dan Inui (yang terlihat sedikit kecewa lantaran dia mau ambil data ngak jadi-jadi).

"Oi chotto matte!!" Echizen kelabakan juga ditinggal berdua sama crushnya namun apa daya, mereka akhirnya berjalan berdua dan tersesat di rumah kaca tersebut.

"Echizen-kun se..sekarang gimana nih." Kata Ryuuzaki sambil menggenggam tangan Echizen. Jelas keadaan ini membuat hati Ryoma berdebar-debar. Dengan wajah bersemu merah, dia mengenggam tangan Sakuno dan berkata "Tenang Sakuno aku akan selalu memprotek kamu."

"...Echizen-kun" tidak menyangka kalau Echizen bakal berkata seperti itu dan dengan wajah bersemu merah dia terdiam.

"Sakuno..." Adegan ciuman mulai terjadi...

5...

4...

3...

2...

1...

Tiba-tiba Gungage muncul dibelakang "Oi kalian berdua ngapain."

"WHOAAAAAAAA." Tentu saja mereka berdua kaget (kesel) karena adegan ciumannya terganggu "YEEEE LOE NGEGANGGU AJA" sahut mereka berdua sambil mengeluarkan jurus double uppercut.

"OOOOOOOOOOWWW..." Kasihan Gungage melayang dan menubruk cermin yang memberikan jalan keluar dari rumah kaca itu bagi Echizen dan Ryuuzaki.

"Fiuh… nah sudah kan ketemu jalan keluarnya." kata Ryoma dengan senyum kemenangan.

"Eh iya... Trims Ryoma-kun" kata Sakuno sambil tersenyum malu.

"... mau dilanjutkan acara tadi..."

"... cari tempat dulu yang ga bakal diganggu sama orang 'itu'" sambil nunjukin Gungage yang pingsan dan berdarah kena pecahan cermin (Gungage : aduh sial banget gua hiks hiks. ltifal : sapa suruh ganggu mereka sambil membawa kotak P3K)

Tennis

No

Oujisama

Di dalam rumah boneka 4 sanen sedang melanjutkan perjalanannya.

"... Fuji tolong jangan melakukan hal yg sama seperti Oishi."

"Eh, apa yang sama, Tezuka?"

"Itu pegangan perahu jangan digigit-gigit lagi, ntar bengkok."

"Eh... o iya maaf." Sayangnya itu pegangan sudah bengkok duluan. Di depan mereka, Kikumaru bernyanyi-nyanyi sambil mengguncang2 Oishi and nunjuk ke boneka panda "Oishi! Itu lucu yah!"

"Ah, iya iya." Sahutnya bahagia karena tangannya digenggam oleh Si Acrobat

"Grrrr, koq deket banget mereka" sahut Fuji makin jeles en kembali menggigit pegangan tangan di perahu.

"Terang aja tempatnya sempit." Sahut Tezuka lagi as matter of fact, emang sempit!

"Ga tahan! Ciat!" Fuji tiba-tiba berdiri dan melompat ke perahu depan.

"OI matte! FUJI!"

Bersambung

Note: akhirnya 1 chapter lagi tamat nih. XD