My Classmate
ChanBaek
T
Yaoi/BoyxBoy
Oneshoot
Warn: OOC, typos yg bertebaran, tdk sesuai EYD, bahasa berantakkan, gaje, abal, etc..
.
.
.
.
.
.
Seorang perempuan cantik sekaligus manis dengan surai coklatnya yang digelung itu terlihat keluar dari sebuah bandara sambil menyeret kopernya yang cukup besar.
Senyuman manis terukir dibibirnya. Perempuan itu merenggangkan tubuhnya sambil menghirup udara dari tanah kelahirannya yang sangat dia rindukan dan juga..seseorang yang dia rindukan.
"Huaaahh~ Seoul! Akhirnya aku kembali kesini!" Pekik perempuan itu cukup keras, tidak peduli pada orang-orang yang berlalu-lalang disekitarnya menatapnya sedikit aneh.
Perempuan itu tersenyum lebar sebelum dirinya memberhentikan sebuah taxi yang akan membawanya pergi meninggalkan bandara.
.
.
.
Baekhyun dan ketiga sahabatnya kini sedang duduk ditribun lapangan indoor untuk melihat pacar mereka yang sedang bermain basket dilapangan sana, Lay dan Kyungsoo sih hanya mengekor kedua lelaki itu. Saat ini sedang jam istirahat siang omong-omong.
Sekarang sudah tidak ada suara teriakkan-teriakkan perempuan yang memanggil nama Chanyeol. Baekhyun tersenyum dalam hati.
Sedangkan dilapangan sana terlihat beberapa murid lelaki yang beristirahat dilantai termasuk Chanyeol, pacarnya.
Baekhyun mendengus sambil membuang muka saat matanya bertemu pandang dengan mata Chanyeol dan lelaki tinggi itu mengedipkan satu matanya pada Baekhyun. Chanyeol disana hanya terkekeh melihatnya. Baekhyun merasakan wajahnya sedikit menghangat.
"Baek aku dan Sehun mau kekantin membeli minum, kalian mau ikut?" Ajak Luhan.
"Aku ikut!" Seru Lay.
"Aku disini saja, malas.." Jawab Kyungsoo pelan.
Baehyun menggeleng. "Aku juga disini saja, menemani Chanyeol" Jawab Baekhyun santai yang langsung mendapat godaan dari Luhan.
"Berisik Luhan hyung! Sehun cepat sana bawa dia pergi!" Suruh Baekhyun.
"Hahaha, kenapa? Kau malu Baek?"
Baekhyun berdecak. "Cepat sana pergi~" Baekhyun mengibaskan tangannya berlagak mengusir.
"Iya, hyung iya kami segera pergi. Ayo Luhan hyung" Sehun langsung menarik tangan Luhan. Lay pun langsung mengekori dua orang itu.
.
.
"Hyung, Chanyeol hyung?" Panggil Jongin.
"Apa Jong?" Jawab Chanyeol tanpa menatap Jongin, dia masih betah memandangi Baekhyun.
Dia dan Jongin sedang duduk selonjoran dilantai basket sambil memijat kakinya yang pegal sehabis bermain basket tadi. Sedangkan Sehun memilih untuk menghampiri Luhan.
"Hyung, itu yang bersama Baekhyun hyung namanya siapa hyung?" Jongin melirik seseorang yang duduk disamping Baekhyun.
"Siapa? Luhan hyung? Lay? Atau Kyungsoo?"
"Kyungsoo?"
Chanyeol mengangguk-angguk. "Iya, Kyungsoo, yang sedang membaca novel dan terlihat pendiam itu"
"Ah~ jadi namanya Kyungsoo.."
Chanyeol mengerutkan dahinya dan menatap Jongin curiga. "Tunggu, ada apa kau tiba-tiba menanyai Kyungsoo?"
"Memangnya tidak boleh? Aku hanya suka menatapnya. Dia manis sekali, apalagi mata bulatnya itu, dia terlihat begitu polos seperti anak kecil~" Jawab Jongin sambil cengengesan.
"Yah, Jong jangan bilang kalau kau menyukainya?!" Tanya Chanyeol dengan sedikit berlebihan.
"Hmm..entahlah, mungkin saja. Chanyeol hyung ada yang ingin kukatakan padamu.." Jongin mendekati Chanyeol kemudian berbisik ditelinganya.
"Bagaimana hyung?"
"Ya, ya, baiklah~ karena aku baik hati aku akan membantumu"
Jongin nyengir kemudian berdiri dan melangkah dengan semangat sedangkan Chanyeol mengikuti dengan santai menuju tribun.
Baekhyun yang melihat Chanyeol menghampirinya langsung tersenyum manis tanpa sadar.
"Chanyeol!"
Tiba-tiba saja wajah Baekhyun kembali merona saat menyadari Chanyeol yang semakin mendekat padanya dengan seragam yang terlihat menempel ditubuhnya karena sedikit basah oleh keringat sehingga menampakkan absnya yang sexy itu.
Chanyeol tersenyum kemudian langsung membawa tubuh Baekhyun mendekat padanya dan memelukkannya tanpa peduli mereka masih berada ditengah-tengan orang banyak. Hah, rasanya semakin hari Chanyeol semakin cinta saja pada pacar manisnya ini!
"Chanyeol, menjauh dariku, kau berkeringat!" Pekik Baekhyun sambil menahan dada Chanyeol dengan tangannya.
"Tidak mau, aku mau memeluk kesayanganku ini~"
Baekhyun mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak cepat.
"Y-yah, cepat lepaskan aku" Baekhyun memukul bahu Chanyeol membuat lelaki itu melonggarkan pelukkannya pada pinggang Baekhyun kemudian menatapnya dengan cemberut.
"Kenapa sih Baek?"
Baekhyun tersenyum geli. "Kau tidak cocok dengan wajah seperti itu, tidak manis sama sekali!" Ucap Baekhyun tanpa bersalah sambil menepuk bibir Chanyeol yang mengerucut itu.
Jongin yang masih berada dibelakang Chanyeol hanya bisa terdiam terabaikan menatap dua orang yang sedang bermesraan itu. Sialan, membuat iri saja, mentang-mentang sudah punya pacar! Batin Jongin kesal.
Jongin pun berdehem cukup keras untuk menarik perhatian, dan berhasil karena Chanyeol langsung menoleh padanya dengan wajah yang dibuat-buat terkejut.
"Ah, aku hampir saja lupa!" Chanyeol melepaskan pelukkannya pada Baekhyun.
"Jongin?"
"Hai, Baekhyun hyung" Sapa Jongin sambil tersenyum lalu melirik makhluk kecil yang masih setia membaca novelnya itu, terlihat tidak peduli dengan sekelilingnya.
Jongin memberi kode pada Chanyeol, untung saja lelaki tinggi itu sedang dalam mode cepat tanggapnya. Chanyeol membisikkan sesuatu pada Baekhyun, membuat Jongin yang melihatnya penasaran.
"Ah~" Baekhyun mengangguk tanda mengerti.
Baekhyun tersenyum geli sambil menatap Jongin kemudian dia beralih pada Kyungsoo.
"Kyungsoo, aku mau menemani Chanyeoo kekantin dulu, kau tunggu disini sebentar ya?" Ucap Baekhyun.
Kyungsoo mengangkat kepalanya untuk menatap Baekhyun lalu mengangguk.
"Bagus, ayo Yeol!"
"Iya sayang~"
Sepeninggal kedua orang itu Kyungsoo kembali memfokuskan dirinya pada novelnya, tidak menyadari Jongin yang berdiri tak jauh darinya menatapnya sambil tersenyum lebar.
Jongin mendekati Kyungsoo kemudian duduk disampingnya. Dan Kyungsoo sama sekali tidak terganggu dengan kedatangan Jongin, padahal jarak mereka duduk cukup dekat.
Jongin memandangi wajah Kyungsoo yang putih mulus itu dari samping dengan mulut yang menganga.
"..Kyungsoo hyung memang manis sekali, apalagi dilahat dari dekat begini" Ucapnya pelan, namun masih sampai ketelinga Kyungsoo.
Tidak disangka Kyungsoo menoleh padanya dengan cepat membuat Jongin terkejut, hampir saja dia terjatuh kelantai.
Jongin mengelus dadanya sedangkan Kyungsoo hanya menatapnya dengan polos.
"Ha-hai, Kyungsoo hyung?" Sapa Jongin sambil tersenyum.
Kyungsoo mengerutkan dahinya sambil memiringkan kepalanya. "Bagaimana kau tahu namaku?"
"Ah itu, aku tahu dari Chanyeol hyung. Omong-omong, aku Jongin hyung, kelas 10"
"Iya..aku Kyungsoo, Jongin"
Jongin terkekeh. "Aku sudah tahu hyungie~"
Jongin menatap dalam mata bulat Kyungsoo yang menatapnya begitu polos, terlihat innocent sekali.
"Ohh.." Hanya itu yang keluar dari belahan bibir berbentuk hati Kyungsoo.
Setelah itu Kyungsoo kembali membaca novelnya tanpa mempedulikan Jongin yang menatapnya jawdrop.
Ya ampun, sepertinya hyung ini memang orang yang tidak banyak bicara, batin Jongin meringis.
"Kyungsoo hyung?"
"Hmm.."
"Nanti pulang sekolah bersamaku ya?"
Dan Kyungsoo hanya menatap Jongin yang tersenyum lebar disampingnya dengan matanya yang membulat lucu.
.
.
Chanyeol dan Baekhyun duduk berdempetan dilantai dipojokkan perpustakaan yang sepi sambil perpegangan tangan. Karena tidak punya tujuan yang jelas setelah mereka meninggalkan Kyungsoo dan Jongin tadi kedua lelaki berbeda tinggi itu memutuskan untuk bersantai dipojokkan perpustakaan yang cukup sepi.
"Aku tidak menyangka Jongin bisa menyukai Kyungsoo" Ucap Baekhyun sambil tertawa pelan. Tentu saja, kalau dia tertawa keras-keras petugas perpustakaan bisa saja mendapati mereka tengah berduaan disini dan malah berakhir memarahi mereka lalu mengusir mereka dari perpustakaan.
"Kau tidak lihat tadi dia begitu bersemangat ingin mendekati Kyungsoo" Sahut Chanyeol sambil memainkan jemari lentik Baekhyun yang berada dalam genggamannya.
"Yah, Chanyeol?"
"Apa?" Chanyeol memejamkan kedua matanya dengan masih menyandarkan kepalanya dibahu Baekhyun.
"Eum.."
"Yah, ada apa hah? Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?" Chanyeol menjatuhkan kepalanya dipaha Baekhyun tiba-tiba, membuat Baekhyun memekik protes, tapi dia tidak tega untuk mengusir Chanyeol yang terlihat rebahan dengan nyaman dipahanya.
"Hmm..tdakkah kau berpikir kalau hubungan kita selama ini datar-datar saja? Kata orang, dalam sebuah hubungan itu tidak lengkap kalau tidak ada konflik yang menyertai didalamnya, bukankah itu seperti cara untuk menguji seberapa kuat hubungan kita, Yeol?"
Chanyeol mengerutkan dahinya dan menatap Baekhyun yang terlihat menerawang.
"Memangnya kenapa kalau hubungan kita datar-datar saja? Bukankah itu berarti hubungan kita baik-baik saja? Kau tahu kan kalau aku sangat mencintaimu Baek"
"Ya tidak apa sih. Aku kan hanya mengutarakan apa yang kupikirkan" Jawab Baekhyun menatapnya polos.
Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Sudahlah, kau tidak perlu berpikir terlalu jauh Baek. Cukup nikmati apa yang terjadi sekarang saja, yang penting kau dan aku baik-baik saja. Jangan memikirkan yang tidak-tidak ya? Nanti itu akan membebani pikiranmu" Jelas Chanyeol sambil mengetuk-ngetuk dahi Baekhyun pelan dengan jari telunjuk satunya, karena tangan satunya masih menggenggam jemari Baekhyun.
Baekhyun cemberut. Dia menggelengkan kepalanya menjauhkan tangan Chanyeol dari dahinya.
Chanyeol terkekeh. Dia meraih wajah Baekhyun dan menatap matanya dalam dan penuh cinta, sampai membuat Baekhyun merona.
"Kau harus mempercayaiku apapun yang terjadi sayang, tidak peduli bagaimana pandangan orang terhadap kita, jika terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada kita, berjanjilah untuk selalu menghadapinya bersama dengan kuat" Chanyeol tersenyum diakhir ucapannya.
Ucapan Chanyeol membuat Baekhyun mengalihkan tatapan matanya pada rak buku dibelakang Chanyeol. Demi Tuhan, dia sangat berdebar mendengar Chanyeol berbicara seperti itu. Hah, baru juga seperti ini, bagaimana kalau Chanyeol melamarmu nanti Baek? Baekhyun langsung mengenyahkan pikiran itu dari kepalanya, memangnya Chanyeol akan benar-benar melamarnya nanti?
"..kenapa tiba-tiba bicara begitu. Kau terlihat aneh kalau berbicara sok dewasa begitu" Gumam Baekhyun.
"Memangnya tidak boleh? Aku kan juga ingin mengutarakan apa yang ada dipikiranku seperti katamu tadi"
"Aishh.."
"Baekhyun, aku mencintaimu.." Chanyeol tersenyum geli menatap Baekhyun yang merona didepannya.
Baekhyun menelan salivanya keras. "Hmm..a-aku juga mencintaimu.." Jawabnya pelan.
"Yah, kau harus menatap mataku saat mengatakannya agar aku yakin kalau kau juga mencintaiku sayang~"
Chanyeol mendudukkan tubuhnya kemudian menangkup wajah Baekhyung hingga wajah mereka berjarak sangat dekat. Baekhyun pun dengan terpaksa menatap mata Chanyeol, dengan dahi yang mengerut dan wajah yang merona padam. Terlihat sekali kalau dia sangat malu.
"A-aku juga mencintaimu bodoh.."
Setelah itu Chanyeol langsung membawa wajahnya mendekat pada wajah Baekhyun dan menempelkan bibirnya pada bibir tipis Baekhyun dengan lembut. Chanyeol melumat bibir atas Baekhyun dengan penuh perasaan begitupun dengan Baekhyun yang kini sudah memejamkan kedua matanya dan balas melumat bibir bawah Chanyeol.
Tidak ada nafsu disana, yang ada hanya cinta yang begitu dalam yang keduanya curahkan melalui ciuman lembut mereka.
"Baek, pulang sekolah nanti ikut kerumahku ne?" Ucap Chanyeol setelah melepaskan pagutan mereka.
"Apartemenmu?"
Chanyeol menggeleng.
"Lalu?"
"Kerumah orang tuaku Baek"
Omong-omong selama mereka beracaran, Baekhyun memang belum pernah berkunjung kerumah Chanyeol kecuali apartemen pribadinya.
"Untuk apa?"
"Untuk apa? Tentu saja untuk bertemu dengan calon mertuamu~" Jawab Chanyeol gemas.
Baekhyun terlihat sedikit panik namun wajahnya merona saat Chanyeol menyebut 'calon mertuamu', secara tidak langsung Chanyeol berkata kalau dia akan menikahi Baekhyun nanti.. Jujur saja, dia masih belum siap jika harus bertemu dengan orang tua Chanyeol. Bagaimana kalau mereka tidak menyukai Baekhyun? Atau parahnya lagi mereka menyuruh dia dan Chanyeol untuk berpisah. Baekhyun jadi parno sendiri.
"Kau maukan sayang?"
"Ta-tapi, Yeol, aku merasa belum siap. Bagaimana kalau mereka ternyata tidak menyukaiku?"
"Stt..kau tidak perlu khawatir, aku yakin mereka akan menyukaimu" Ucap Chanyeol yakin.
"Hmm..kau yakin?"
"Yakin sekali. Memangnya, siapa yang dapat menolak pesona dari makhluk manis didepanku ini eum?"
"Chanyeol jangan mulai.."
"Baiklah, baiklah, maafkan aku sayang. Jadi bagaimana? Kau maukan?" Bujuk Chanyeol dengan sedikit melas.
Baekhyun pun akhirnya menghelas nafas. "Baiklah..kalau kau memaksa"
"Yeah!" Chanyeol bersorak dengan tertahan. Dia menciumi Baekhyun tiba-tiba dengan gemas membuat lelaki yang lebih kecil memukul kepalanya karena kesal.
.
.
Sesuai permintaan Chanyeol tadi, sepulang sekolah Baekhyun berkunjung kerumah Chanyeol setelah sebelumnya Baekhyun pulang kerumahnya lebih dahulu untuk berganti pakaian.
"Selamat datang dikediaman Park, calon istrinya Park Chanyeol~"
Chanyeol membukakan pintu rumahnya lebar-lebar untuk mempersilahkan Baekhyun memasuki rumah besarnya.
"Apaan sih Yeol! Memangnya aku mau menjadi istrimu apa" Desis Baekhyun dengan wajah merona sedangkan Chanyeol hanya terkekeh. Baekhyun kembali bersikao tsundare, padahal dalam hatinya dia senang saat Chanyeol menyebutnya begitu.
"Tentu saja kau harus mau, Park Chanyeol tidak menerima penolakkan sayang~" Ucapnya sedikit sombong.
"Dasar pemaksa.."
"Yah, lagipula aku yakin nanti kau tidak akan bisa menolakku jika aku melamarmu sungguhan"
"Pede sekali kau Park"
Dan Chanyeol hanya tertawa setelahnya.
"Omong-omong, rumahmu sepi Yeol, apa tidak ada orang?"
"Ada Baek, jam-jam seperti ini biasanya orangtuaku dan noonaku berkumpul diruang keluarga"
Baekhyun mengekori Chanyeol yang menggandeng tangannya itu entah membawanya kemana, Baekhyun juga tidak tahu karena rumah Chanyeol sangat besar.
"Oh, kau punya noona? Aku kira kau anak tunggal"
"Ah, apa aku belum pernah bilang kalau aku punya noona?" Chanyeol menoleh pada Baekhyun dengan mata yang membulat seolah terkejut.
"Kau memang belum pernah bilang bodoh" Dengus Baekhyun sambil membuang muka.
Mereka berhenti disebuah ruangan yang cukup luas yang terdapat sofa ditengahnya. Baekhyun pikir itu pasti ruang keluarga yang Chanyeol maksud karena Baekhyun melihat dua orang paruh baya yang sepertinya orangtua Chanyeol dan seorang perempuan yang terlihat dewasa dan mirip dengan Chanyeol, itu pasti noona Chanyeol.
Ah, tunggu, ada satu perempuan lagi disana. Apakah itu juga noona Chanyeol? Tapi mereka tidak mirip sama sekali dan perempuan itu sepertinya seumuran dengan mereka.
"Eomma, appa, aku pulang!"
Keempat orang yang berada disofa itu sontak menoleh pada mereka berdua. Baekhyun yang baru menyadari kalau dia dan Chanyeol masih berpegangan tangan segera menarik tangannya dengan cepat.
Chanyeol yang terkejut pun menatap penuh tanya Baekhyun yang terlihat sekali kalau dia sedang gugup.
Padahal Baekhyun tadi sudah merasa sedikit tenang saat memasuki rumah Chanyeol, tapi saat dia benar-benar bertemu dengan keluarga Chanyeol sekarang, dia kembali gugup.
"Chanyeol?!"
Suara pekikkan perempuan itu membuat Chanyeol mengalihkan tatapan dari Baekhyun. Mata Chanyeol seketika membulat menatap seseorang yang dia kenal kini tengah duduk didepan orangtuanya sambil tersenyum lebar.
Baekhyun hanya menatap bingung Chanyeol dan perempuan yang tadi memanggil nama Chanyeol secara bergantian. Kemudian dia beralih menatap orangtua Chanyeol dan noonanya yang menunjukkan raut wajah yang sulit diartikan dari tempat mereka duduk.
Ada apa sebenarnya ini? Siapa perempuan ini sebenarnya? Apa dia..seseorang yang dekat dengan Chanyeol? Baekhyun merasakan suasanya disekitarnya sedikit menegang.
Perempuan itu tiba-tiba mendekati Chanyeol dan memeluknya dengan erat. Membuat Baekhyun dan Chanyeol sama-sama membulatkan mata mereka.
"Chanyeol, aku merindukanmu!" Pekiknya sekali lagi.
"Ye-Yejin noona?" Gagap Chanyeol.
Baekhyun menelan salivanya keras. Tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi setelah ini.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Maaf klo chap ini lbh pendek dari chap sebelumnya~
Duh, sekarang jadi berasa manusia sok sibuk bgt setelah perkuliahan sdh mulai aktif, pdhal masih awal semester T.T
Btw, makasih yg udh review dan baca chap sebelumnya~
Maaf juga klo masih bnyak kekurangan diff ini, aku masih newbie, masih juga belajar dan masih butuh bimbingan dari yg udh berpengalaman didunia perfanfikan ini~ u,u
Last, review please? :)
