Tittle : Beautiful Crimson
Author : exgulliver
Genre : Romance, Friendship
Rated : T
Cast :
- Kyuhyun
- Yesung
- Leeteuk
- Kibum
- Siwon
- Donghae
- Eunhyuk
- Find it by urself ^^
Pairing : KyuSung, maybe? xD
Summary : Pertemuan pertama sang model terkenal dengan sang pelukis ternama. Nasib baik nampaknya tidak begitu memihak karena mereka justru terlibat dalam sebuah perdebatan. Tapi tunggu, mengapa takdir terlihat mempunyai rencana yang berbeda untuk keduanya? Lalu bagaimana dengan nasib sang 'Guardian Angel'?
Disclaimer : This story is mine *w* ok, hanya meminjam nama oppars saja ~
.
.
Warnings : Typos, BL, OOC, skinship, dont like dont read :3 paii
.
.
.
~~~Happy Reading~~~
###===Beautiful Crimson===###
.
.
.
"Nde? M-meninggal? Tapu bukankah beliau ... " Setau Kyuhyun ─dari fakta yang dia baca di internet─ Ayah Kim bersaudara pergi tanpa pamit bukan meninggal dunia.
Leeteuk menggeleng pelan. "Bukan Kyuhyun~ah, Appa tidak pernah kabur dari kami. Waktu itu Yesung masih berumur 4 tahun ketika Ayah pergi secara tiba-tiba."
"Saat itu adalah hari minggu pertama di bulan April, Appa dan Yesung sedang dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi Jepang selama 3 hari. Ada perjalanan bisnis, tapi Appa hanya pergi berdua dengan Yesung karena aku masih harus sekolah jadi tidak bisa ikut. Aku tinggal bersama keluarga Paman Lee, tetangga kami tanpa firasat apapun."
Namja blonde itu menarik nafas dalam-dalam sebelum melanjutkan ceritanya. Seolah ada luka lama yang cukup menyakitkan untuk diingat.
"Sepertinya dewi keberuntungan sedang terbang jauh dari pesawat yang mereka tumpangi hari itu. Mereka mengalami kecelakaan tunggal yang membuat pesawat mereka jatuh ke laut. Aku yang mendengar kabar itu dari Paman Lee langsung bergegas pergi mencari keberadaan Appa dan Yesung. Kami pergi ke rumah sakit sekitar Incheon karena pesawat mereka terjatuh di area laut pulau Yeongjondo."
Leeteuk kembali menjelaskan, "Kabar baik kami dapat ketika salah satu suster mengatakan ada seorang pasien kecelakaan pesawat bernama Kim Yesung di ruang rawat anak. Yesung berhasil selamat karena saat tim penolong menemukannya, dia terapung dengan masih memakai pelampung keselamatan. Tapi Appa.. kami tidak bisa menemukannya. Bahkan tim penolong ragu jika Appa masih hidup."
"J-jadi beliau meninggal dunia dalam kecelakaan itu?"
"Ne Kyuhyun~ah. Beberapa minggu kemudian para penyelidik menemukan fakta baru. Pelampung yang Yesung pakai saat itu adalah milik Appa. Mereka mengatakan pelampung Yesung diketahui tak berfungsi dengan baik saat ditemukan bersama puing-puing pesawat yang lain. Jadi penyelidik menarik kesimpulan, saat awak pesawat memberitahukan keadaan darurat, Appa memberikan pelampungnya pada Yesung." Setetes air mata mengalir dari sudut manik Leeteuk. Hatinya merasakan kepedihan yang sama setiap mengingat peristiwa itu.
Kyuhyun terdiam. Sebelah tangannya berusaha memberi kekuatan pada Leeteuk dengan mengusap bahu namja itu pelan.
"Sejak kejadian itu, Yesung menjadi sangat ketakutan setiap naik pesawat. Anak itu juga menjadi takut jika harus memasukkan tubuhnya ke dalam air yang banyak."
"Tapi hyung, kenapa Yesung hyung tidak tahu kalau Ayahnya meninggal?"
Leeteuk tersenyum tipis diantara jejak air mata dikedua pipinya. "Dia melupakan segalanya. Dokter mengatakan bahwa ingatan Yesung tentang peristiwa itu hilang secara permanen empat bulan kemudian. Aku tidak tahu keadaan seperti apa yang terjadi saat tragedi itu, sampai-sampai Yesung menjadi sangat ketakutan dan memilih untuk melupakan semuanya. Mungkin kejadian itu terlalu mengerikan bagi Yesung kecil."
"Itukah sebabnya Yesung hyung tidak tahu alasan dibalik rasa traumanya terhadap pesawat dan air?" tanya Kyuhyun memastikan.
"Ne, begitulah. Yang Yesung tahu Ayah pergi tiba-tiba dari kami tanpa pamit."
"Lalu kenapa hyung tidak mengatakan yang sesungguhnya pada Yesung hyung?"
"Kyuhyun~ah.. aku tidak pernah ingin merahasiakan kenyataan ini, tapi kata-kata dokter selalu menahanku. Mereka bilang, jika Yesung mengetahui kejadian yang sebenarnya, ada kemungkinan itu bisa memicu rasa ketakutan Yesung menjadi lebih parah. Aku tidak mau kondisinya bertambah buruk. Nanti ketika aku menemukan seseorang yang mampu menguatkan Yesung, aku berjanji akan memberitahunya. Setidaknya untuk sekarang, tolong bantu aku menjaga rahasia ini." pinta Leeteuk.
"Ah.. ne Leeteuk hyung. Akan kulakukan.." angguknya.
Setidaknya Kyuhyun mengerti apa maksud ucapan Leeteuk tentang kondisi Yesung. Menurutnya, tindakan itu juga hal yang paling benar yang bisa dilakukan. Biarlah kenyataan itu tersembunyi selama Yesung belum mendapatkan sosok penguat dalam hatinya.
Disisi lain, penderita Dissociative Disorder bukan perihal yang mudah untuk disembuhkan. Butuh waktu sebelum dia benar-benar sanggup memutar ulang memori buruknya dan menembus ruang menuju luka di masa lalu.
Ditambah lagi jika Yesung tahu Ayahnya meninggal demi menyelamatkan nyawanya. Pukulan seperti apa itu, kurasa kita mengerti betapa beratnya.
.
.
.
===###Beautiful Crimson###===
.
.
.
Masa liburan Yesung yang seharusnya hanya 3 hari, karena suatu kecelakaan tak terduga telah diperpanjang hingga hampir 8 hari. Dan hari ini sang model bekerja keras untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda selama 5 hari kemarin.
Lagi-lagi ia mendapati tubuhnya diterpa rasa lelah yang teramat sangat. Yesung membuka pintu kamarnya dengan raut wajah letih. Bergegas melangkah menuju ranjang dan menjatuhkan tubuhnya begitu saja.
"Yesungie.." Leeteuk menyembulkan kepalanya di pintu kamar Yesung.
"Wae hyung?" tanya Yesung tanpa merubah posisinya.
"Aku lupa memberitahumu, besok adalah hari terakhirmu belajar seni dengan Kyuhyun. Sutradara Jung mengatakan kalau diepisode-episode terakhir tidak akan banyak membahas seni. Jadi kau tidak perlu belajar lagi."
"Ok, hyung atur saja semuanya."
"Eum, arra. Kalau begitu tidurlah.. selamat malam." Leeteuk berlalu dari kamar Yesung setelah lebih dulu menutup pintu.
Yesung menghembuskan nafas lemah. "Ddangkoma~ya, ada yang aneh denganku. Kenapa aku begitu merindukannya? Baru 4 hari kami tidak bertemu dan kondisiku menjadi sangat kacau." Onyx sabitnya memandang sendu sebuah akuarium sedang yang terletak di sisi kiri ranjang.
Makhluk kecil bernama Ddangkoma itu tak menunjukkan respon apapun. Mata mungilnya hanya membalas tatapan Yesung dalam diam. Mungkin kura-kura itu sedikit mengerti bahwa sang pemilik sedang membutuhkan pendengar untuk keluh kesahnya.
"Aku menghabiskan waktu dengan Siwonie, tapi pikiranku .." Yesung berhenti sejenak untuk berpikir. Tak lama ia menggeleng lemah, "entahlah.."
"Tanda-tanda keberadaan cinta yang dia katakan beberapa waktu lalu, kurasa itu benar-benar terjadi padaku. Aku pikir setelah mendengar pengakuan cinta tak langsung Siwonie, hatiku akan berubah."
Yesung beralih pada boneka kura-kura besar pemberian Siwon. Ditariknya boneka tersebut lalu dipeluknya erat. "Aku merasakannya, hatiku memang berubah. Sesuatu dalam hatiku menyuarakan sebuah kenyataan yang tak pernah kuduga, Ddangkoma~ya."
"Aku menyadarinya ketika berada disisi Siwonie belakangan ini. Jantungku .." sebelah tangan Yesung menyentuh dada kirinya lembut. ".. Hanya akan berdegup kencang saat aku disisinya. Bahkan ketika aku hanya membayangkan dirinya seperti sekarang ini."
.
.
.
===###Beautiful Crimson###===
.
.
.
Mengenakan sebuah mantel berbulu hitam, Yesung menekan tombol bel dipintu rumah Kyuhyun. Hari ini cuaca di Seoul mulai berubah lebih dingin memasuki musim salju.
Pintu terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya bertubuh agak gemuk tersenyum manis menyapa sang model.
"Apa kau Kim Yesung?" wanita itu menatap Yesung dengan antusias.
Ini pertama kalinya Yesung melihat sosok wanita itu di rumah Kyuhyun. Walau tak mengenali sosok yang sedang berdiri dihadapannya kini, Yesung tetap tersenyum manis dan memberi salam dengan sopan. "Ne, Kim Yesung imnida. Aku kemari untuk belajar dengan Cho Kyuhyun."
"Aigo aigoo~ manisnya, ayo masuk dulu."
'Manis?' Kata itu mengingatkannya pada ucapan Mr. Cho beberapa waktu lalu.
"Ne ahjumma," Yesung melangkahkan kakinya masuk ke dalam singgasana Keluarga Cho.
"Jangan panggil ahjumma, panggil saja eomma. Ckc.. kenapa Kyuhyunie tidak pernah bilang kalau ternyata Kim Yesung itu sangat mempesona? Anak itu benar-benar menikmatinya sendiri."
Yesung mengernyitkan dahinya kaget. "Apakah Anda Mrs. Cho? Eomma Kyuhyun?"
"Ne, tentu saja. Aku ibunya dan satu-satunya." Mrs. Cho tersenyum lembut.
Sang Model segera menyambutnya dengan senyum yang tak kalah manis. Pantas saja wanita itu menyebutnya manis, ternyata keturunan Keluarga Cho. ckck...
"Apakah Anda baru kembali dari Jepang?" tanya Yesung.
Mrs. Cho mengiyakan. "Begitulah, eomma baru sampai tadi pagi."
"Ah begitu, ahju─ eh, e-eomma.. apa Kyuhyun ada di galerinya?"
"Galeri? Sepertinya tidak. Tadi dia bilang akan menunggumu di tempat Kibum."
"Ne? Tempat Kibum?"
'Apa selama ini Cho Kibum tidak tinggal di rumah ini?' batin Yesung.
"Oh itu, bangunan lantai dua yang ada diseberang galeri Kyuhyun. Bangunan itu adalah tempat pribadi Kibumie." jelas Mrs. Cho.
Yesung mengangguk imut. "Baiklah, kalau begitu aku ke sana dulu eomma. Aku harus belajar."
"Geurae.. geurae.. apa perlu diantar?"
"Ah~ T-tidak perlu. Aku akan ke sana sendiri saja, hehe.. gomawo eomma."
Setelah berpisah dengan Mrs. Cho, Yesung segera menuju tempat yang dimaksud. Entah kenapa setiap langkah kaki yang membawanya menemui Kyuhyun, jantungnya menjadi tidak sabaran dan berdegub lebih cepat. Rasanya ia ingin segera melihat wajah pria itu setelah beberapa hari tidak bertemu.
Rindu? Mungkin.. kkk...
.
.
.
###
.
.
.
"Oh hyung, kukira kau akan datang nanti sore?" Kyuhyun membuka pintu untuk mempersilakan sang tamu masuk.
"Aku tidak ada jadwal siang ini, jadi kurasa tidak ada salahnya datang lebih awal."
"Haha.. benarkah? Kupikir karena kau merindukanku." canda Kyuhyun.
'Memang Kyuhyunie!' batin Yesung serasa ingin berteriak. "Jangan menggodaku!" dan ia memilih mengatakan hal yang berlainan.
"Hehe.. baiklah. Yasudah, ayo kita ke atas. Untuk hari ini kita belajar di atap." Seperti sebuah kebiasaan, Kyuhyun menggenggam tangan Yesung begitu santai.
"Kenapa harus di atap? Kenapa tidak di galerimu saja seperti biasa?"
"Sstt.." Kyuhyun meletakkan telunjuknya dibibir Yesung. "Jangan banyak bertanya dan ikuti saja perintah gurumu ini hyung, ok? Karena untuk hari terakhir kita belajar, aku akan benar-benar mengajarimu segalanya."
Yesung tak banyak bicara lagi dan hanya pasrah mengikuti perintah Kyuhyun.
Setelah menaiki anak tangga, kini keduanya sampai di area rooftop. Ternyata Kyuhyun telah menyiapkan segalanya dengan sungguh-sungguh. Sudah ada beberapa peralatan melukis yang tertata.
Mereka menempati sebuah meja yang sejak awal berada di rooftop. Duduk saling berhadapan dengan masing-masing memiliki selembar kertas dihadapannya.
"Hari ini saja, bisakah aku meminta hyung membuat sebuah lukisan?"
Yesung menatap Kyuhyun ragu, "lukisan?"
"Eum, aku tidak meminta sesuatu yang rumit. Hanya buatlah sebuah lukisan yang hyung mau, apa saja." Kyuhyun mengangkat pensil lukisnya. "Dan aku juga akan membuatnya, lalu kita bertukar satu sama lain."
"Emm.. aku akan mencobanya." Yesung turut serta mengangkat pensil lukisnya. Ia berpikir sebentar sambil memandang ke arah Kyuhyun.
Apa yang sebaiknya ia buat sekarang?
.
.
###
.
.
"Aku sudah selesai. Bagaimana denganmu, hyung?" Kyuhyun meletakkan kertasnya dengan posisi terbalik.
"Eungg.. sebentar lagi. Tunggu tunggu.." Yesung kembali menyibukkan diri menyelesaikan lukisannya.
Sepuluh menit kemudian Yesung meletakkan pensilnya. Ia menghela nafas sambil memandang sekali lagi hasil karyanya. "Selesai.."
"Bisa kita tukar sekarang?" tanya Kyuhyun.
Yesung mengangguk walau tak yakin.
"Karena aku masih gurumu, aku akan melihat lukisanmu terlebih dahulu baru setelah itu hyung bisa melihat lukisanku, ok?"
Sang murid tak bisa berbuat banyak selain menurut. Dia memberikan lukisannya pada sang seniman meskipun cukup ragu hal itu akan memuaskan.
Kyuhyun menerima lukisan Yesung. Ia terdiam selama beberapa saat untuk mengamati hasil karya tersebut.
"Ini kolam renang yang bagus.." puji Kyuhyun.
Sebenarnya Kyuhyun sedikit tak percaya mendapati hasil karya Yesung adalah sesuatu yang sama seperti pertama kali ia belajar membuat sketsa kolam renang.
Yesung tersenyum tipis. "Itu tidak terlihat seperti kolam renang. Kurasa itu lebih mirip sebuah kotak persegi panjang penuh cacing."
"Eh?" Kyuhyun terheran. Ia tak pernah mengatakan komentar seperti 'kotak penuh cacing' itu pada Yesung, bagaimana namja itu bisa tahu?
"Aku menunjukkan sketsaku pada Teukie hyung sepulang dari tempatmu waktu itu. Teukie hyung memujinya dengan berkata bahwa lukisanku seperti sebuah kotak penuh cacing. Kkk.." Si Namja Kim tertawa pelan.
'Ah jadi begitu, tak kusangka Leeteuk hyung punya pandangan yang sama denganku.' inner Kyuhyun. "Lalu apa alasanmu melukis ini untukku, hyung?"
"Hmm.. jika saja hari itu kau mengatakan komentar yang sama dengan Teukie hyung, kurasa hubungan kita tidak akan seperti sekarang. Kyuhyunie, aku tahu kau berusaha menjaga perasaanku saat itu dan aku sangat berterima kasih karenanya."
"Hyung..."
Bibir plum Yesung menunjukkan sebuah lengkungan ke atas. "Lukisan itu adalah awal aku membuka hatiku lebih jauh untuk mengenalmu. Kyuhyunie, aku akan mengingatnya sebagai tanda pertemuan pertama kita."
Sang Seniman tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya mendengar kata-kata Yesung. "Gomawo Yesung hyung, sekarang kau bisa melihat lukisanku."
Yesung menerima lukisan Kyuhyun dengan penuh rasa ingin tahu. Ia membalikkan kertas tersebut tanpa ragu.
.
Deg!
.
"Hatiku.." suara bass Kyuhyun terdengar lembut.
Yesung masih terpaku melihat lukisan ditangannya. Entah itu bisa disebut lukisan atau tidak karena onyx sabit Yesung hanya mendapati satu gambar hati dengan ukuran sedang bertuliskan "Kim Yesung" didalamnya.
"Kyu-Kyuhyunie.." ia menatap tak percaya kedua obsidian Kyuhyun.
"Yesung hyung, aku tak pandai melakukan hal lain kecuali seni. Aku tak bisa mengungkapkan sesuatu dalam diriku dengan baik kecuali lewat seni. Dan lukisan itu, kuharap kau bisa memahaminya meski hanya sebuah gambar kecil. Hatiku.." Kyuhyun berdiri dari kursinya. Berjalan ke arah Yesung lalu mengulurkan sebelah tangannya, "..milikmu."
"Kyuhyunie.." Yesung hanya bisa membungkam mulutnya.
Apa sekarang Kyuhyun sedang menyatakan perasaan padanya?
"Ambil tanganku jika kau mampu memahami lukisanku." Kata-kata Kyuhyun sukses membuat Yesung gugup.
Selama hampir satu menit Yesung habiskan untuk menatap tangan Kyuhyun, akhirnya namja itu melakukan sesuatu. Tangan mungilnya bergerak meraih milik Kyuhyun. Menggenggamnya erat seraya berdiri dari kursi. Bariton Yesung bersuara, "Aku mengerti semuanya."
.
Grep!
.
Sebuah pelukan erat menyapa tubuh ramping Yesung. "Syukurlah.." ucap Kyuhyun lega.
Yesung tersenyum manis membalas pelukan Kyuhyun. Ia memejamkan kedua onyx sabitnya. Menikmati kehangatan tubuh Kyuhyun yang terasa begitu pas ia dapatkan ketika musim telah berubah menjadi lebih dingin.
.
.
.
###
.
.
.
Kyuhyun menghampiri kursi ayunan yang kini ditempati oleh sosok namja manis. "Segelas susu coklat hangat untuk model terbaik kita, Kim Yesung~sshi silahkan.."
"Kkkk.." Yesung memukul pelan lengan Kyuhyun. "Terima kasih Kyuhyunie.."
"Kembali kasih.. kkk~" namja yang lebih tinggi menempati ruang kosong disamping Yesung.
Kini keduanya sibuk memandang santai suguhan alam berupa langit crimson yang ada dihadapan mereka. Jam menunjukkan pukul 4 lebih 10 ketika keduanya memutuskan untuk mengakhiri jam belajar mereka dan menikmati waktu sore bersama dengan segelas susu coklat hangat.
"Bagaimana keadaan Pangeran Choi? Apa sudah sehat total?" tanya Kyuhyun.
"Dia baik-baik saja. Kenapa kau tidak mengunjunginya belakangan ini?"
Bola matanya bergerak memutar mencari alasan yang masuk akal. "Ada sebuah pameran yang memerlukan lukisanku, jadi aku harus mengurusnya beberapa hari ini."
"Oh begitu.." Yesung meminum susu coklatnya.
"Yesung hyung..." panggil Kyuhyun.
Yesung menoleh tanpa curiga. "Kenapa?"
.
Chu ~
.
"K-Kyuhyunie..." onyx sabit Yesung melebar seketika.
Bagaimana ia tidak terkejut jika Kyuhyun baru saja mempertemukan bibir mereka secara tiba-tiba? Asal tahu saja, namja itu bukan hanya mengecupnya, tapi menghisapnya cukup kuat.
Dada Yesung serasa bergemuruh. Rasanya ia ingin berteriak marah karena perlakuan semena-mena Kyuhyun, tapi anehnya.. tak ada penolakan sedikitpun yang bisa ia sampaikan. Ia justru merasa kedua pipinya memanas dan friksi aneh yang tertinggal dibibir Yesung membuat namja manis itu menginginkannya lagi.
"Susunya benar-benar manis.." komentar Kyuhyun. Jantungnya sendiri sudah berdegub kencang sejak bibirnya berhasil menghisap bibir plum Yesung.
'Susu?' ini aneh, mengapa Yesung merasa kecewa dengan perkataaan Kyuhyun?
Kyuhyun menangkap perubahan ekspresi Yesung yang menatapnya bingung dalam diam. Syukurlah kepekaan Kyuhyun telah terasah seiring waktu. Ia tersenyum lembut, "Ah~ kurasa bukan karena susunya, tapi karena rasa manis itu benar-benar berasal dari bibirmu, hyung."
Bingo!
Kyuhyun bisa melihat pipi chubby Yesung kembali merona. Haha.. kau mendapat dua jempol karena berhasil menyelamatkan suasana hati Kim Yesung sebelum terjun ke dasar, Cho Kyuhyun.
"Langit crimson yang cantik.." Kyuhyun memandang lurus ke arah ufuk barat.
Yesung mengikutinya dan mengangguk setuju. "Kau benar.."
"Sama sepertimu, hyung.."
Kyuhyun dan Yesung saling bertukar pandang. Entah darimana awalnya, ketika sang seniman memajukan wajahnya sang model memilih menutup kedua onyxnya rapat-rapat seiring dengan terpaan hangat deru nafas Kyuhyun yang dirasakannya.
Kyuhyun meraih gelas susu dalam genggaman Yesung, menaruhkan ke meja samping dan selanjutnya ..
Penyatuan itu terjadi atas kehendak hati. Tak ada campur tangan sang logika yang membuat keduanya menyadari tindakan tersebut.
Sebuah kecupan lembut yang secara perlahan berubah menjadi hisapan halus.
Yang lebih tua melemas menerima perlakuan dongsaengnya. Mungkin hatinya benar-benar sudah terperangkap di 'ruang galeri' Cho Kyuhyun.
Menyadari tidak adanya penolakan dari Kim Yesung, naluri Kyuhyun mulai berani melumat bibir plum tersebut lebih dalam. Kedua tangannya menangkup pipi chubby Yesung.
"Eunghh.. Kyuhh.." Yesung tak mampu berbuat banyak. Kesadarannya hilang entah kemana. Ciuman Kyuhyun terlalu memabukkan untuk dapat ia tangani. Tangan mungil Yesung bergerak naik untuk mencengkram lengan sweater Kyuhyun. Tubuhnya seolah-olah akan jatuh jika ia tidak berpegangan kuat pada Kyuhyun.
Sebagai pihak yang memimpin permainan, Cho Kyuhyun juga tak mampu mengendalikan pikirannya yang telah tertutup oleh perasaan cintanya pada Kim Yesung.
.
.
.
===###Beautiful Crimson###===
.
.
.
Hyung, aku bosan. Apa kau ada waktu? Datanglah ke rumah dan temani aku minum^^
.
"Bocah ini, kkk.." Yesung baru saja mengomentari pesan masuk dari Siwon dengan jemarinya yang menari diatas layar ponsel.
Leeteuk mengunyah popcorn dalam pangkuannya sambil memandang heran ke arah namja disamping. "Kenapa tertawa sendiri? Kau tidak sedang sakit 'kan, Yesungie?"
"Sakit? Kurasa aku benar-benar sakit karena sukarela menuruti permintaan Choi Siwon jam segini." Yesung berjalan meninggalkan ruang tengah untuk masuk ke dalam kamar dan berganti baju.
Tak lama ia keluar dengan sebuah hoodie hitam dan masker abu-abu.
"Teukie hyung, hari ini aku menginap di rumah Siwon. Tak perlu menungguku.." Yesung menuju rak sepatu untuk memakai salah satu benda favoritnya.
Leeteuk menoleh masih dengan popcorn dimulut. "Menginap?"
"Eoh, Siwon mengundangku minum. Kau tahu sendiri bagaimana hebatnya adikmu ini kalau sudah minum, iyakan? Bahkan untuk berjalan saja masih meragukan, bagaimana mungkin aku mengemudi pulang?"
"Ah.. kau benar. Menginaplah di rumah Siwon, aku juga tidak ingin melihatmu pulang dalam keadaan mabuk. Sungguh merepotkan.."
Yesung mendengus kesal. "Aish hyung.. kau menyebalkan, huh! Aku pergi dulu.. annyeong~"
Bunyi pintu yang terkunci otomatis menjadi tanda bahwa Kim Yesung mulai meluncur menuju kediaman Keluarga Choi meninggalkan apartement pribadinya.
.
.
.
###
.
.
.
Bagaikan rumah sendiri, Yesung membuka pintu kamar Siwon tanpa izin sang empunya terlebih dahulu.
"Memintaku datang untuk minum jam setengah sepuluh malam, apa kau punya wine yg benar-benar lezat?" suara bariton Yesung membuat Siwon yang sedari tadi mendengarkan musik melalui headphone tersentak kaget.
"Aish hyung! Kau mengagetkanku!" omelnya kesal.
Yesung mengedikkan bahu tak peduli. Sang model menjatuhkan tubuhnya di ranjang king size Siwon tanpa permisi.
Siwon menggeleng sembari tersenyum maklum. Toh, dia tidak punya keberatan apapun mengenai sikap hyung tercintanya itu. "Aku ambil dulu minumnya, pastikan kau siap setelah aku kembali, hyung."
"Tentu Mr. Choi.. aku bahkan siap mengalahkanmu malam ini." balas Yesung santai.
Ucapan itu membuat Siwon memutar bola matanya malas. Omong kosong macam apa yang didengarnya barusan, ckc Yesung hyungnya benar-benar terlalu bermimpi tinggi.
10 menit kemudian Siwon kembali dengan satu botol wine dan dua gelas minum ditangan.
Selama sang pemilik kamar pergi mengambil minum, Yesung sudah menyiapkan sebuah meja lipat kecil didepan televisi. Mereka sering menggunakan tempat itu untuk minum bersama.
"Quivira Vineyards and Winery Zinfandel.. salah satu wine terbaik yang akan menemani kita malam ini." Siwon meletakkan botol dan gelas yang ia bawa ke atas meja.
"Apa ini mahal?" Yesung mengambil alih botol tersebut. Mengoyang-goyangnya isinya sebentar lalu membuka tutup yang ada. "Aromanya sangat kuat," ujarnya.
"Tentu.. mau mencobanya sekarang?" tawar Siwon.
Yesung mengangguk lalu membiarkan namja yang lebih muda menuangkan minuman ke dalam gelasnya.
Mereka berdua bersulang sebelum menghabiskan minumannya masing-masing.
"Aaah.." onyx sabit Yesung terpejam merasakan wine dalam gelasnya mengalir masuk melalui rongga mulutnya. Ada rasa panas yang mulai menjalar dalam tubuhnya, namun juga rasa juicy dari anggur yang kuat serta campuran berry dan buah plum mampu memberikan sensasi rasa yang membuatnya menginginkan lebih.
Jangan percaya jika Yesung mengatakan dia adalah raja dalam hal minum. Seperempat botol wine saja sudah mampu membuat namja itu hilang kesadaran.
"Bagaimana?" tanya Siwon.
"Ini lezat.. aku belum pernah mencobanya."
"Gelas kedua?"
"Ok.." Yesung menyodorkan gelasnya ke arah Siwon. Begitu gelas kosongnya terisi kembali, tanpa ragu Yesung menelannya habis.
Siwon meminum winenya dengan santai. Gelas kedua sama sekali bukan tantangan besar. "Kkk.. kenapa wajahmu sudah memerah Yesung hyung? Bukannya kau bilang siap mengalahkanmu?" godanya saat melihat wajah manis Yesung mulai memerah.
"Hik.." Yesung membalas dengan tatapan kesal. "Kau meremehkanku!" direbutnya botol wine dalam genggaman siwon. Tanpa komanda ia menenggak isinya langsung dari mulut botol.
"Omo! Geumanhae hyung, cukup!" melihat namja dihadapannya sudah hampir menghabiskan setengah botol wine, Siwon bergegas merebut minuman tersebut dari tangan Yesung. "Kau minum terlalu banyak.."
"Hik.. aku su.. hik dah katakan, Siwonieh.." wajah manisnya sudah benar-benar merah akibat pengaruh alkohol. Tak lama tubuh Yesung limbung dan jatuh terlentang di atas karpet.
Siwon berdecak. Selalu seperti ini, berakhir dengan mabuknya Kim Yesung dalam menit ke 30 acara minum mereka. Siwon beranjak dari posisinya untuk memindahkan tubuh Yesung ke atas ranjang.
"Eungh.." Sang Model melenguh lirih ketika Sang Aktor membaringkan tubuhnya ke tempat tidur. Yesung membuka kedua maniknya yang terasa berat. "Neo.. hik.. joahae.."
Tanpa aba-aba Yesung menarik wajah Siwon mendekat lalu menyerang bibir dongsaengnya tanpa permisi.
"Urgh.. hyu-eummpph.." Siwon berusaha menghentikan tindakan tersebut, tapi ciuman Yesung justru terkesan semakin menuntut.
Apalah arti semua otot yang Siwon miliki jika untuk menjauhkan bibirnya dari Yesung saja ia tak bisa? Ciuman Yesung bagaikan sebuah magnet ajaib yang membuat bibir keduanya melekat begitu kuat.
Sebagai pihak yang menyimpan perasaan khusus untuk Yesung, ciuman itu tak bisa dikatakan biasa. Ini pertama kalinya bagi Choi Siwon merasakan bibir kissable hyungnya setelah bertahun-tahun.
"Eungh.. Kyunieh.. aah.." Yesung menyudahi ciumannya dengan bisikan lirih. Bisikkan yang membuat sebuah pisau kecil seolah menggores hati terdalam Choi Siwon cukup kuat.
"H-hyung.. kau.." Siwon tertegun ditempat. "K-kyuhyun joahaeseo?"
Dalam keadaan mabuk tentu Yesung tak bisa menjalankan pikirannya secara logis. Dalam bayangannya tadi, sosok Choi Siwon adalah sosok Kyuhyun. Namja tampan yang kali ini sudah dapat dipastikan mencuri seluruh cinta milik sang model ternama.
Siwon menjauhkan tubuhnya dari Yesung. Memandang sang pujaan hati malam ini berubah menjadi rasa sakit baginya.
"Perasaan ini.. " Siwon menarik nafas panjang. "Sejak kapan cintamu berlari padanya, hyung? Kita saling mengenal lebih dulu, tapi hatimu tak pernah sekalipun berniat mendekat padaku?"
Yesung menggelengkan kepalanya yang terasa sangat berat. Pertanyaan Siwon masih terdengar kelas olehnya meskipun keasadarannya sudah hilang total.
"Kau tahu hyung, tak mudah untukku menahan semua ini. Apa kau memikirkan posisiku saat memutuskan untuk mencintainya?"
Sekuat tenaga Yesung membuka matanya lebar-lebar. Onyx sabitnya memandang kedua manik kelam Choi Siwon yang mulai berkaca-kaca. "Mian.. hae.." Yesung tersadar bahwa ia telah melakukan kesalahan.
Siwon tersenyum pahit. "Maaf untuk apa? Menyembunyikan hatimu? Menyakiti perasaaanku? Atau untuk .." sang aktor memberi jeda dalam ucapannya. "..cintaku yang tak bisa kau lihat?"
"S-siwonieh.. kau─"
"Geurae, aku mencintaimu hyung. Aku mencintaimu sejak kita SMA. Kau, kaulah namja yang membuatku tak bisa mencintai semua gadis cantik disekitarku." Lukanya sudah terlalu perih untuk disembunyikan. Cepat atau lambat aroma kesedihan itu juga akan tercium karena dinding pelindung dalam hatinya baru saja dihancurkan oleh kata-kata Yesung.
Yesung merasakan kepedihan yang sama ketika bibir Siwon mengeluarkan semua kalimat itu dengan sangat lancar. Minta maaf beribu kalipun tak akan mudah menutupi luka yang ia timbulkan dengan cepat. Yesung mengalihkan pandangannya dari sosok Siwon. "Mian, hik.. Siwonieh.."
"Lebih baik hyung tidur. Kita sudahi saja acara minumnya, kau perlu istirahat sekarang.. jalja.." tanpa memperdulikan permintaan maaf Yesung, Siwon beranjak dari posisinya lalu meninggalkan ruangan.
Yesung memejamkan kedua onyxnya dalam diam. 'Maaf Siwonie, aku menyukaimu.. tapi hatiku lebih memilih Kyuhyun tanpa bisa kucegah.. maaf..'
Jika saja cinta bisa diatur, tentu dia akan dengan senang hati menyerahkannya pada Choi Siwon. Tidak akan berpikir dua kali untuk membalas perasaan sahabatnya.
Tapi apa yang bisa dia lakukan jika faktanya, cinta bukan jam alarm yang bisa diatur sesuai kemauan kita? Bukan sebuah bus yang bisa berhenti dimanapun kita menginginkan sesuai jalur.. dan bukan sekotak coklat yang bisa dengan bebas kita berikan untuk orang terkasih di Hari Valentine.
Cinta seperti air sungai yang mengalir dari hulu. Ia mengalir sesuai alur yang ada. Bertemu dengan berbagai hal selama waktu yang ia lalui. Hingga ketika ia mencapai bagian hilir, ia bertemu dengan sang lautan luas. Sebuah tempat yang sejak awal telah ditakdirkan sebagai rumah terakhirnya. Sebuah tempat yang mau tak mau akan ia tempati selamanya.
Seperti sang lautan, Yesung merasa bahwa Kyuhyun adalah lautan luas baginya. Muara terakhir dalam hidupnya. Bersama Kyuhyun, Yesung merasa bahwa.. 'Inilah tempatnya. Disinilah rumah bagi cinta yang ia miliki.'
.
.
.
===###END/TBC?###===
.
.
.
Terima kasih banyak untuk semua review kalian di part lalu~
Maaf untuk part lalu mungkin pendek, aku bikinnya waktu dirumah sakit jd gak bisa banyak" depan laptop
ff ini bakal selesai dalam 2 part lagi hehehe semoga masih sabar menunggu cerita yg penuh kekurangan ini :)
Aku berharap siapapun yg udah baca mau review walau cuma satu kata
sampai jumpa di next chap ~ paiii paiii
