"Hae, bagaimana kalau kau mencoba untuk memohon kembali kepada hyung-nya?" usul Zhoumi.

Donghae menggeleng. "Mana mungkin ia memberikan izin. Ia saja sudah memberikanku kesempatan, namun aku gagal."

"Kau sudah mencoba?"

Donghae kembali menggeleng. Kangin memukul kepala Donghae, membuat si pemilik kepala meringis kesakitan.

"Cobalah! Ikuti kata Zhoumi! Kalau belum dicoba mana tau? Kita akan membantumu jika kau kesulitan." semangat Kangin, yang membuat Donghae malah semakin tidak bersemangat.

"Tapi-"

"Kalau kau tak mau mencoba, tidak akan ada gaji untuk 1 tahun ke depan." ancam Kibum, "Dan juga tidak akan ku-izinkan kau melanjutkan kerja disini. Kau malah membuat pelanggan tidak selera makan jika seperti ini."

Semuanya mengangguk meng-iyakan, dan saling menyemangati Donghae, agar Donghae mau menyetujui ide Zhoumi.

"Hah... baiklah." putus Donghae. "Aku akan mencoba."

.

.

.

.

My Innocent Hyukkie

By: CLA

Rated: T

Genre: Romance, Humour, brothership, friendship, etc

Disclaimer: seluruh cast disini

milik Tuhan dan mereka sendiri

Cast: Eunhyuk, Donghae(main), Super Junior. Possible for another cast

Warning: OOC, BL, EYD, Typos, Super Innocent!Hyuk, Impossible things, etc

.

.

.

.

Kyuhyun tak bisa berhenti untuk sekedar beristirahat. Sedari tadi, ia terus berjalan mengitari ruangan tanpa henti. Eunhyuk yang melihatnya pun pusing. Jangankan Eunhyuk. Choco saja pusing karena sedari tadi sibuk berputar-putar mengikuti kearah mana Kyuhyun berjalan.

Kyuhyun tak bodoh. Ia tau, sedari tadi adiknya dan peliharaannya itu terus memperhatikannya dengan tatapan bingung. Ia sendiri juga merasa, kalau ia terlihat seperti orang putus asa, iseng, bosan hidup, atau bahkan gila. Tapi, memang beginilah ia jika merasa resah.

Resah

Ia resah, karena adiknya yang kelewat polos tak henti-hentinya menyebut nama Donghae, kangen, dan semacamnya. Dan yang membuatnya merasa telinganya gatal adalah, setiap ia bertanya mengapa Eunhyuk memanggil nama Donghae terus menerus, Eunhyuk akan menjawabnya dengan 'karena Hyukkie sangat cinta kepada Hae.' Miris sih, mengingat posisinya sebagai namja nomor satu dihati Eunhyuk sejak kecil, kini digeser oleh orang yang baru hidup bersama namja manis itu selama 4 sampai 5 bulan.

"Hyung, mengapa daritadi tidak duduk? Hyukkie pusing melihatnya. Hyung tidak apa-apa?"

"Tak apa. Hyung sedang malas untuk duduk saja." jawab Kyuhyun sekenanya. Ia tak berbohong. Kalau ia resah, ia memang sangat malas untuk duduk.

"Eung... kapan Hae datang kesini?"

Kyuhyun tersenyum miris. Ini sudah ke-493 kalinya Eunhyuk menanyakan hal itu, semenjak pisah tempat tinggal dan tak bertemu lagi dengan Donghae. Somehow, Kyuhyun merasa dirinya jahat karena memisahkan mereka.

"Hyung tidak tau. Mungkin besok? Hyukkie tunggu saja."

Hanya itulah jawaban yang terucap dari mulut Kyuhyun. Ia sendiri ragu, apakah Donghae benar-benar mencintai Eunhyuk. Buktinya, sampai sekarang, tak sekalipun Donghae mencoba untuk meminta Eunhyuk agar kembali tinggal bersamanya. Padahal, besok adalah hari penentuan, apakah ia akan menolak atau menerima tawaran kerja dari perusahaan asing itu.

TING TONG

Mendengar bel rumah yang berbunyi, semangat Eunhyuk seakan bertambah 5 kali lipat. Bunyi bel, bisa jadi itu Hae-nya kan?

Baru saja Eunhyuk ingin berdiri, Kyuhyun menahannya agar tetap duduk. "Hyung yang akan membukanya. Hyukkie disini saja, kecuali jika hyung panggil arraseo?"

Eunhyuk mengangguk, menuruti perintah Kyuhyun. Kyuhyun sendiri, langsung pergi ke lantai bawah, membuka pintu rumahnya, meninggalkan Eunhyuk bersama Choco di kamar.

CKLEK

Betapa senangnya Kyuhyun, begitu melihat siapa yang ada di depan pintu rumahnya. Meskipun rasa senang Kyuhyun disembunyikan olehnya, agar terkesan seperti datar dan tak menerima tamu dihadapannya. Ini dia yang ia tunggu sedari tadi.

Lee Donghae.

Dengan... Sungmin?

Huh? Mengapa Sungmin juga ada bersamanya? Bukankah ia biasanya berdua dengan Henry?

"Annyeong, hyung." sapa Donghae. "Seharusnya kau memeriksa terlebih dahulu siapa yang bertamu dan tidak langsung membukakan pintunya, apalagi mengingat rumah ini benar-benar terasa seperti rumah orang kaya. Bukan tak mungkin perampok bisa masuk, meskipun keamanannya tinggi." lanjutnya, menasehati.

Kyuhyun tak mendengar nasihat Donghae. Ia tak peduli. Yang lebih ia pedulikan adalah, mengapa Donghae dan Sungmin berpegangan tangan tepat dihadapannya. Setahunya, Sungmin tak mau sembarang dipegang orang. Apa jangan-jangan setelah ditinggalkan Eunhyuk, Donghae malah merebut Sungmin darinya, lalu sekarang ingin memamerkannya kepada Kyuhyun? Tunggu dulu. Kyuhyun tak seharusnya berpikiran negatif terlebih dahulu. Baiklah, ia memutuskan untuk bertanya.

"Kalian bergandengan tangan itu maksudnya apa?"

Donghae dan Sungmin menatap Kyuhyun bingung, lalu Donghae dan Sungmin saling bertatap mata. Lama-lama, tatapan mata mereka menurun, ke arah tangan mereka masing-masing. Begitu sadar, mereka langsung melepaskan tangan masing-masing.

"Ehm... mudah saja. Tadi saat perjalanan kesini, kami dicegat kawanan perampok. Karena kesal tak dibiarkan lewat, Sungmin menghajar mereka semua, lalu setelah itu mengajakku untuk kabur, agar tidak ketahuan oleh polisi." jujur Donghae, menceritakan apa yang benar-benar dialaminya barusan. Kyuhyun menatap mata Donghae dalam, mencari tahu apakah ada kebohongan yang tersembunyi di baliknya, namun sepertinya Donghae jujur.

"Wae, Kyu? Cemburu?" goda Sungmin. Kyuhyun mendadak salah tingkah dan gugup.

"Ti-tidak! Cepat katakan! Kalian ingin membicarakan apa kesini? Ah maaf, maksudku, mengapa Lee Donghae ikut kesini?"

"Aku ingin membicarakan tentang Hyukkie, tapi sebelumnya, apa hyung tega membiarkan kita terus berdiri di luar?" jawab Donghae. Sungmin ingin sekali tertawa, jika saja di depannya tidak ada kejadian yang menegangkan. Semenjak ditinggal Eunhyuk, ucapan Donghae jauh lebih frontal dibandingkan sebelumnya.

"Baiklah, cepat masuk."

~My Innocent Hyukkie~

"Jadi, kau memohon kepadaku, agar membiarkan Eunhyuk untuk tinggal bersamamu?"

Donghae mengangguk yakin. "Ya, benar. Kumohon izinkan kami untuk tinggal bersama. Aku... agak sulit bagiku untuk menjalankan rutinitas seperti biasanya semenjak Eunhyuk tidak bersamaku."

Kyuhyun terdiam, terlihat berpikir. Senang sih, saat tau ternyata Donghae benar-benar mencintai Eunhyuk, tapi bukankah lebih menyenangkan jika kita sedikit melakukan... permainan?

Tanpa disadari oleh Sungmin maupun Donghae, Kyuhyun samar menyeringai. Ia rasa, ia sudah mendapatkan keputusan yang sangat tepat.

"Baiklah, sekali lagi kesempatan. Tapi kali ini, Eunhyuk akan tinggal bersamaku. Aku akan memberikannya kepadamu, jika kau lulus kali ini. Mudah saja. Sebentar lagi, Eunhyuk akan berulang tahun. Jika kau dapat membuatkannya kejutan, yang dapat menggerakkan hatiku, kau menang."

Donghae terlihat berpikir, menimbang. Sebentar lagi, Eunhyuk memang akan berulang tahun, ia tau itu. Masalahnya, kejutan jenis apa yang membuat Kyuhyun tergerak? Tapi, sudahlah. Setidaknya, tantangan kali ini, jauh lebih mudah dibandingkan yang sebelumnya. Sayang sekali jika dilewatkan.

"Baiklah, aku terima. Sekarang, bolehkah aku bertemu Hyukkie?"

Kyuhyun kembali berpikir. Kalau ia mempersilahkan Donghae bertemu Eunhyuk begitu saja, tidak akan seru. Ia pasti akan di cap sebagai seorang malaikat yang baik hati. Kalau ia tidak memperbolehkan mereka bertemu, ia seakan sebagai penghancur takdir seseorang. Benar-benar jahat.

"Apa yang akan kau berikan, untuk bertemu dengan Hyukkie sekarang?"

Kali ini, Donghae yang berpikir. Apa yang harus ia berikan? Ia tidak membawa apa-apa yang unik. Semua yang ia bawa, pasti Kyuhyun sudah memilikinya. Tiba-tiba saja, Donghae mendapat ide. Ia melirik ke samping kirinya, dimana Sungmin sedang terduduk meresapi nikmatnya teh hangat.

"Sungmin untukmu hari ini." jawab Donghae tegas. Kyuhyun menyeringai, sementara Sungmin nyaris tersedak.

"Baiklah, sepertinya seimbang. Hyukkie ada di kamarku. Cepat, sebelum aku berubah pikiran."

Donghae segera berlari menaiki tangga, dan mencari kamar Kyuhyun. Begitu merasa menemukannya, ia langsung menghambur ke dalam, disambut dengan suara gonggongan anjing, dan juga Eunhyuk yang tiba-tiba saja melompat memeluknya. Benar-benar bahagia bukan?

Namun bagaimana dengan Sungmin, yang dikorbankan Donghae demi bertemu Eunhyuk?

"Lee Donghae sial! Kau tak pantas kupanggil hyung! Argh! Kau mengurungku dikandang buaya!"

Kyuhyun berpindah tempat duduk, menjadi disamping Sungmin, lalu duduk berdempetan. "Siapa yang maksudmu buaya? Kau mau aku menjadi liar seperti buaya? Mau melakukan apa yang pernah Eunhyuk dan Donghae lakukan? Lumayanlah, untuk pertama kalinya." candanya.

Sungmin menatap Kyuhyun horor. Ia benar-benar menganggap candaan Kyuhyun itu benar.

"ANDWAEEEEEEEE!"

~My Innocent Hyukkie~

"Hyahaha. Hae, geli. Ahaha. Aduh geli. Jangan! Hyukkie geliiii~"

Semenjak masuk ruangan dan berpelukan layaknya teletubies tidak bertemu 10 tahun, Donghae dan Eunhyuk saling mengungkapkan kerinduannya masing-masing. Mungkin karena terlalu gemas, Choco di biarkan bermain sendirian di lantai begitu saja, sementara Donghae mencubiti pipi Eunhyuk, membuat wajahnya menjadi aneh dan lucu. Eunhyuk yang tidak terima, menggelitiki Donghae. Donghae juga tidak terima, sehingga ia balik menggelitiki Eunhyuk, hingga terjadilah adegan gelitik sana gelitik sini.

"Hahahah, aduh sudah. Lebih baik kita berhenti. Aku juga tidak tahan geli." ujar Donghae, menghentikkan kegiatan gelitik-menggelitiki mereka berdua. Eunhyuk dan Donghae yang capek tertawa, membaringkan tubuh mereka di ranjang Kyuhyun dengan nafas terengah-engah, menatap langit-langit kamar.

"Hah, rasanya lega begitu bertemu lagi denganmu."

"Hae sudah mengatakan itu daritadi."

Keduanya lalu kembali tertawa, padahal tidak ada perkataan yang lucu. Begitu selesai dari acara tawa lepas, Donghae menghadapkan tubuh Eunhyuk dengannya, sehingga mereka berhadapan. Ia juga menarik Eunhyuk agar lebih mendekat dengannya, sehingga mudah dipeluk.

Donghae mencium kening Eunhyuk, membuat wajah namja manis itu memerah. "Saranghae." ucapnya, lalu kembali mencium Eunhyuk, namun kali ini bukan di kening, namun di bibir. Membuat wajah Eunhyuk semakin memerah karenanya.

"Hyukkie... tau... nado saranghae, Hae." balasnya, malu-malu. Donghae tersenyum manis, lalu bangun, mendudukkan dirinya di ranjang. Tak lupa, ia menarik Eunhyuk agar ikut terduduk sepertinya.

"Aku haus." ujar Donghae, "Bisakah Hyukkie ikut, untuk memberitahuku letak dapur?"

Eunhyuk mengangguk, lalu berdiri dan menarik tangan Donghae. "Ayo kita turun! Choco disini ya~"

BLAM

Pintu kamar ditutup, meninggalkan Choco yang harus bermain sendirian di kamar karena ditinggalkan oleh majikannya.

~My Innocent Hyukkie~

"Jadi bagaimana? Happy ending?"

Sungmin mengangguk, menggantikan Donghae untuk menjawab. Semenjak bertemu dengan Eunhyuk 2 hari yang lalu, Donghae menjadi gila. Bukan gila dalam arti yang sebenarnya sih, tapi gila dalam arti tanda kutip. Tak heran yang lain ada yang mengira Donghae gila karena namja itu selalu menatap benda apapun di depannya, terbengong, lalu tiba-tiba tersenyum sendiri. Atau lebih parahnya, mungkin ia bisa terkekeh sendiri. Seram.

"Hae." panggil Heechul. Donghae tak menjawab.

"Hae." Kali ini, Heechul menepuk pundaknya, berharap namja itu sadar, namun tetap sama saja.

"Hae." panggil Heechul lagi, kali ini geram. Masa sudah ditepuk-tepuk pundaknya tidak sadar-sadar juga?

"HAE!" bentak Heechul, namun Donghae, tetap tidak sadar. Malahan sekarang ia tersenyum-senyum kepada botol air minum.

Amarah Heechul benar-benar sudah sampai di puncaknya. Tanpa sepengetahuan yang lain, Heechul pergi diam-diam ke toilet, lalu mengambil gayung beserta airnya, kembali, dan...

BYURR

"Uwohhhh! Banjir! Banjir!" pekik Donghae heboh. Yang lain menoleh begitu melihat Donghae memekik kaget. Mereka lalu menggelengkan kepala, dan tak jarang ada yang mensyukuri Donghae.

"Makanya, jangan suka membuat Chullie-hyung kesal."

Donghae yang berdiri karena sudden attack tadi, membuka bajunya yang basah karena air. Beruntung, celananya tak basah.

"YA! Kau mau pamer tubuh?" protes Yesung, menutup mata Ryeowook. Siapa tau namja manis itu akan berpindah hati secara tiba-tiba karena melihat pemandangan hot di hadapannya. Zhoumi sangat bersyukur kekasihnya beserta Sungmin tidak datang hari ini. Dan untung saja, Heechul sudah kebal melihat segala jenis tubuh orang.

"Jangan mentang-mentang sedang tidak ada pelanggan dan bentuk tubuhmu bagus, kau jadi buka-bukaan." sindir Kangin iri, yang merasa perutnya bukannya mengotak, namun membuncit. Siwon hanya bisa pura-pura tidak memiliki bentuk tubuh yang bagus seperti Donghae.

"YA! Bajuku basah! Masa harus kubiarkan? Kalau aku masuk angin bagaimana?" protes Donghae, tak terima dikatai Kangin. "Kau kan seperti badak. Mana mungkin sebegitu cepatnya sakit?"

Kibum melemparkan baju ke wajah Donghae, membuat Donghae ingin sekali mencekik bos-nya itu, tapi juga berterima kasih secara bersamaan. Bagus sih, bos-nya peduli terhadapnya, tapi mengapa dilemparnya harus ke wajah?

"Pakai baju itu. Aku tidak mau pelanggan datang kesini hanya karena melihat namja bertubuh model." perintah Kibum, yang dituruti Donghae karena menurutnya masuk akal. "Ah iya, kau sudah menemukan rencana untuk ulang tahun Hyukkie nanti?" lanjutnya. Donghae menggeleng.

"Setelah beberapa waktu aku memperhatikan sifat hyung-nya, aku jadi ragu dengan semua ideku. Sepertinya akan sulit sekali untuk membuatnya tergerak." jawab Donghae pasrah. Yang lainnya sih memakluminya, karena mereka sendiri juga sudah pernah mengalami bagaimana hidup berhadapan dengan Kyuhyun, meskipun tak selama Donghae.

"Perlu bantuan dari kami?" tawar Leeteuk. Donghae menatap Leeteuk dengan mata berbinar-binar. "Benarkah? Kalian akan membantuku?"

Leeteuk mengangguk mantap. "Tentu saja. Kau kan termasuk dari bagian keluarga kami. Kami harus membantumu." jawabnya. Donghae langsung merasa yakin dan mempercayai Leeteuk. "Paling tidak, kau hanya perlu memberi kami sepertiga gaji-mu. Nanti kami bagi-bagi lagi. Bagaimana? Sedikit kan?" sambung Leeteuk, membuat Donghae mendecih kesal. Ternyata, ada maunya.

"Tidak jadi. Aku akan memikirkannya sendiri." jawab Donghae ketus, karena merasa teman-temannya tidak ada yang ikhlas ingin membantunya.

Leeteuk tertawa, lalu menepuk pundak Donghae, mencoba untuk menenangkannya, meskipun ia yakin, akan sangat sulit sekali.

"Aku hanya bercanda Hae, jangan dianggap serius. Aku ikhlas kok membantumu. Yang lainnya juga. Mau tidak? Aku berjanji, tidak akan dipungut biaya, kecuali untuk menyiapkan kejutan nanti."

Donghae menatap Leeteuk dengan pandangan yang sulit diartikan. "Benarkah itu? Kurasa kau berbohong."

Leeteuk memutar bola matanya, kesal. Tak bisakah Donghae mempercayainya? Meskipun ia terkenal pelit, tapi ia masih punya hati kok!

"Kau tak percaya kepadaku? Begini saja. Jika aku berbohong, aku akan membelikanmu satu macbook. Bagaimana?"

Donghae terlihat berpikir, menimang-nimang tawaran Leeteuk. Hanya demi mendapat kepercayaan, Leeteuk yang terkenal pelit bisa menjanjikannya barang. Macbook pula. Kesempatan itu tidak boleh disia-siakan!

"Baiklah, aku terima."

~My Innocent Hyukkie~

Pagi ini, tak hentinya Kyuhyun mengoceh. Bagaimana tidak? Sekarang baru saja jam 4 pagi! Dan 15 menit yang lalu, Sungmin baru saja membongkar seluruh isi lemarinya dan menyuruhnya menunggunya di luar. Jika saja yang melakukan itu bukanlah Sungmin ataupun Eunhyuk, Kyuhyun pasti sudah akan menendangnya masuk ke kandang singa.

"Kyunnie! Bangunkan Hyukkie! Aku akan membawa apa yang kubutuhkan disini! Tidak terima protes! Cepat naik ke mobil!"

Entah mengapa, Kyuhyun merasa seperti seorang ayah yang harus membangunkan anaknya untuk pergi bertamasya ke luar kota. Seorang ayah... Ah. Apa yang kau pikirkan?

Kyuhyun berjalan memasuki kamar Eunhyuk dan membangunkan namja manis yang sedang terlelap dengan seekor anjing dalam pelukannya itu. Sungmin sendiri, sudah bergegas menaruh barang-barang yang ia ambil semaunya di dalam mobil.

TIIINNN TIIIIIINNNNN

"Kyunnie, cepat! Apa membangunkan Eunhyuk butuh waktu lebih dari setengah jam?" teriak Sungmin dari bawah sana. Kyuhyun segera bergegas turun bersama Eunhyuk yang baru saja sadar sepenuhnya dari tidurnya. Tak lupa Choco ia bawa.

Kyuhyun dan Eunhyuk lalu masuk ke dalam mobil. Kyuhyun duduk di kursi penumpang bagian depan, Eunhyuk di tengah, Sungmin di kursi kemudi, sementara barang-barang di bagasi.

"Ayo jalan!"

~My Innocent Hyukkie~

"Minnie-ah. Sebenarnya kita mau kemana?"

Setelah memakan waktu kurang lebih 4 jam perjalanan di dalam mobil, mereka sampai ke game center. Aneh memang, karena di dekat rumah mereka ada game center, sementara Sungmin mengajaknya ke game center yang terletak 4 jam dari kota ia berasal. Ini dimanapun Kyuhyun tak tau.

"Sudahlah, masuk saja. Hanya disini yang buka pagi! Begini-begini, tempat ini ramai loh!" terang Sungmin, mendorong Kyuhyun masuk ke dalam game center. "Disini juga boleh membawa peliharaan." lanjutnya.

Tanpa perlu berdebat, Kyuhyun yang masuk paling pertama dan paling bersemangat. Benar kata Sungmin, di dalam ramai. Dan karena ramai itu, banyak yang bisa ia tantang. Sungmin dan Eunhyuk yang kurang tertarik sendiri, lebih memilih untuk menyemangati Kyuhyun, dan tak jarang mereka numpang makan dan minum sementara Kyuhyun tidak membutuhkannya.

Kurang lebih selama 3 jam, mereka keluar dari game center, dengan Kyuhyun yang seperti orang idiot kegirangan berjalan sambil melompat-lompat. Kyuhyun sangat senang. Seluruh orang yang ditantangnya, kalah telak. Berarti, ialah yang terhebat. Tapi sayangnya, 2 orang yang heboh di belakang Kyuhyun dan tak sempat Kyuhyun lihat wajahnya, tak mau ikut bertanding dengannya. Padahal hanya mereka berdua yang belum melawannya.

Sungmin kembali mengajak Kyuhyun dan Eunhyuk ke mobil, lalu berangkat ke suatu tempat. Dan tanpa mereka sadari, ada 2 manusia yang tersenyum-senyum sendiri setelah melihat foto-foto yang mereka hasilkan sendiri. Tak buruk. Cukup untuk dikirim kepada seseorang.

"Hei gembul, kau dapat yang seperti apa?"

"Sadar diri kau! Perutmu juga buncit! Sekarang saja baru kurusan huh!"

"Aish, aku tanya, fotomu bagus tidak? Pasti bagusan milikku."

"Diam kau. Daripada seperti itu, lebih baik kita berlomba siapa yang terlebih dahulu mengirim foto ini dan sampai, Kangin."

"Baiklah, jika itu mau-mu Shindong! Aku terima!"

"1, 2, 3, send!"

~My Innocent Hyukkie~

Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan heran. Tempat apa ini? Mengapa Sungmin menghentikan mobilnya jauh di belakang, sementara mereka bertiga masuk ke dalam... hutan? Entahlah apa itu, yang jelas banyak sekali pepohonan tinggi tersuguhkan di mata seorang Kyuhyun.

"Kau mau membawa kami kemana sih? Berapa jauh lagi?" protes Kyuhyun. Barang bawaannya memang tak seberat Sungmin, namun tetap saja ia lelah berjalan atau lebih tepatnya mendaki hutan atau gunung atau apalah itu.

"Diam sajalah. Kalau alasanmu hanya lelah, lihatlah aku yang membawa banyak barang. Anggap saja ini olahraga."

Kyuhyun lalu terdiam, dan melanjutkan perjalanan. Eunhyuk saja sedari tadi tidak protes, mengapa ia protes? Dan lagipula... Sungmin saja lebih memilih mendaki dengan barang bawaan yang jelas lebih banyak di banding dirinya dengan diam, mengapa ia begitu ribut?

Kyuhyun, Eunhyuk, dan Sungmin, terus mendaki tanpa henti. Tak jarang mereka berhenti sebentar untuk mengambil nafas, atau sekedar minum. Hingga sampailah mereka, ke suatu tempat, yang sangat Kyuhyun dambakan dan ingin lihat secara langsung, namun tetap tak terwujud. Air terjun.

"Woohoo! Air terjun! Minnie, ijinkan aku bermain dulu. Hyukkie ikut yuk!"

Kehebohan Kyuhyun, membuat Sungmin tersenyum dan geleng-geleng kepala. Benar-benar, namjachingunya satu ini. Sifat kekanakannya menggemaskan.

"Kyunnie! Kita lanjut perjalanan yuk! Masih agak jauh loh. Sudah lewat setengah jam! Keringkan badanmu! Ini! Aku membawa bajumu dan Hyukkie beserta handuknya!" Sungmin berseru, menyodorkan pakaian dan handuk yang terlipat rapih kepada Kyuhyun, untuk diberikan kepada Eunhyuk juga. Kyuhyun menurut, begitu mendengar perjalanan mereka masih panjang. Daripada nanti ia tak kunjung sampai dan malah terus terjebak disini, lebih baik ia mengikuti kata-kata Sungmin.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan, dengan pakaian yang telah berganti. Tanpa mereka ketahui, 2 sosok manusia tersenyum begitu selesai memfoto sesuatu, dari balik pohon. Entah mereka bisa dikatakan stalker atau apa, mereka tak peduli.

"Ah, Bummie-ah. Tumben foto yang kau hasilkan bagus."

"Terima kasih atas pujiannya yang sebenarnya berniat menyindir itu. Aku merasa tersanjung. Setidaknya fotoku bagus."

"Kalau saja Sungie tau, mungkin ia akan mengoceh, Bummie-ah. Bagaimana? Langsung kirim saja?"

"Yap. Kita tak boleh bergerak terlalu lama. Nanti 'dia' kecewa. Lagipula aku capek menunggu mereka sedari tadi."

"Baiklah, sekarang, send!"

~My Innocent Hyukkie~

Seperti apa yang dialami mereka tadi, capek. Sedari tadi mereka tak kunjung sampai. Apalagi sekarang sudah lewat jam 1 siang, dan Eunhyuk lapar, membuat Sungmin mau tidak mau menghentikkan perjalannya. Lagipula, Kyuhyun juga sudah bisa merasakan kakinya yang lemas. Adakalanya, mereka beristirahat sementara.

"Ah~ kenyang! Untung sudah ada makanan! Hyukkie mau tidur dulu~" oceh Eunhyuk, lalu bersandar seenaknya di paha Kyuhyun manja. Kyuhyun sendiri, tak kalah manja, dan bersandar di pundak Sungmin, membuat Sungmin geleng-geleng kepala. Karena merasa bertanggung jawab dengan perjalanan ini, Sungmin tak bisa dan tak boleh tidur. Karena itu, ia lebih memilih untuk mengambil gitar yang tak jauh dari tempatnya terduduk, dan mulai memainkannya dengan tenang, berharap Kyuhyun dan Eunhyuk tertidur pulas.

.

.

.

.

_Sementara itu, disuatu tempat_

"Hyung, mereka lama sekali. Meskipun kita sangat sabar, tapi mereka sudah terlalu lama."

"Aku juga tak tau mau melakukan apa Wonnie-ah. Aku-"

Siwon menatap Hankyung dengan tatapan meminta lanjutan dari kalimat yang terputus. "Aku?"

Hankyung menjentikkan jarinya. Ide cemerlang hinggap di kepalanya. "Aku ada ide! Aku akan mengecek ke bawah sebentar, setelah itu naik lagi. Kau mau ikut?"

Siwon mengangguk. "Mungkin itu lebih baik dibanding harus berdiam layaknya batu di tempat ini. Ayo kita jalan hyung!"

Siwon dan Hankyung turun, untuk melihat situasi di bawah. Mungkin mereka turun sekitar 100 meter? Entahlah, tapi bagi Hankyung yang sering berjalan kaki, ini tak jauh.

Hankyung dan Siwon tersenyum, begitu melihat pemandangan di bawah sana. Mereka baru tau, yang membuat segalanya menjadi lama adalah, Kyuhyun dan Eunhyuk tertidur. Hankyung memfoto dari jarak jauh, setelahnya menarik Siwon untuk menemui Sungmin yang sedang asik bermain gitar. Siwon sendiri lebih memfokuskan dirinya untuk memfoto Kyuhyun dan Eunhyuk dari jarak dekat.

"Minnie-ah. Cepat berangkat dari sini 15 menit lagi. Jangan terlalu lama mengulur waktu. Capek menunggunya. Ah, aku dan Siwon akan membawa seluruh barang yang kalian ke atas. Sampai jumpa." bisik Hanyung, setelahnya ia kembali ke tempat asalnya bersama Siwon, hanya saja sekarang ada beberapa barang bawaan yang tengah mereka pikul. Sungmin sendiri segera membangunkan Kyuhyun dan Eunhyuk, selepas kepergian mereka, setelahnya melanjutkan perjalanan.

.

.

.

.

"Masih 100 meter. Dan barang kalian tadi kubawa keatas terlebih dahulu." jawab Sungmin, yang mendengar keluhan-keluhan terlontar dari mulut Kyuhyun. Benar-benar. Sunbae-nya yang sangat dewasa dan terkesan cool dulu, ternyata memiliki sifat asli seperti ini.

"Nah, kita sampai! Ah, ani. Maksudku, kita harus melewati tempat ini, tapi kalian boleh mengambil stroberi sepuas kalian!"

Sungmin mendorong Eunhyuk dan Kyuhyun untuk masuk ke dalam rumah kaca yang seluruhnya berisikan tanaman stroberi, sementara Choco ia rebut ke dalam pelukannya. Eunhyuk langsung berhambur kegirangan begitu masuk ke dalam, dan memetik serta memakan stroberi sebanyak yang ia mau dan ia bisa. Kyuhyun saja, sampai geleng-geleng kepala. Kekuatan stroberi jauh lebih tinggi dibandingkan cinta kasihnya kepada sang adik.

"Diatas masih banyak loh." pancing Sungmin, membuat eunhyuk menoleh dengan mata berbinar-binar. Menggemaskan. Coba ada Donghae disini, pasti Eunhyuk sudah- Ah, sebaiknya tak perlu dilanjutkan.

"Kalau mau, ikuti aku!" suruh Sungmin, berjalan keluar dari pintu belakang rumah kaca itu, diikuti Eunhyuk dan Kyuhyun. Dimana ada Eunhyuk, disitu ada Kyuhyun. Mungkin itulah pepatah yang sangat tepat bagi mereka untuk sekarang ini.

Dibalik semak-semak, Siwon dan Hankyung saling terkekeh dan bersikutan.

"Kita berhasil hyung!"

"Eum. Sekarang, kita hanya perlu mengirimkan foto ini Wonnie-ah. Kirim saja yang banyak. Semakin banyak, semakin baik."

~My Innocent Hyukkie~

Kyuhyun dan Eunhyuk terdiam kagum, begitu memasuki ruang pertama dari sebuah rumah, atau villa, atau apalah itu. Alunan nada yang terlontar dari biola dan piano yang begitu indah, melebur menjadi satu dengan merdunya suara Yesung, Zhoumi, dan Ryeowook, yang seakan menyambut kedatangan mereka. Benar-benar menakjubkan. Alunan lagu itu, seakan memanggil jiwa mereka untuk terus terdiam dan tak ingin meninggalkan ruang itu. Mungkin saking bersemangatnya mendengar lagu itu, Kyuhyun ikut bernyanyi. Untung saja Kyuhyun bisa dengan mudahnya menghafal, sehingga ketiga kalinya lagu itu dimainkan, Kyuhyun ikut mengambil bagian. Lengkaplah sudah. Tinggal menunggu ada mempelai pria dan wanita yang masuk ke villa itu, beserta para tamu, makan bersama, dan lainnya, lalu Kyuhyun, Henry, Zhoumi, Yesung, dan Ryeowook mendapat upah atas kerja keras mereka karena rela bernyanyi di acara pernikahan orang. Tapi masalahnya, tak ada yang menikah di villa ini hari ini. Menggapainya saja sudah sulit. Mungkin para tamu akan pingsan terlebih dahulu sebelum sampai ke villa ini.

"Hyung! Wookie bawa papan tuh! Tulisannya, masuk terus ke dalam!"

Kyuhyun yang mendengarkan panggilan Eunhyuk, menghentikan nyanyinya, membuat Sungmin mendesah kecewa. Padahal tadi itu sangatlah keren...

"Tidak. Tidak perlu. Hanya Hyukkie saja yang masuk! Hyukkie harus masuk duluan. Kyunnie tetap disini saja." sela Sungmin. Eunhyuk sendiri hanya mengangguk dan segera memasuki ruang berikutnya, bersama Choco.

CKLEK

Ingin sekali Eunhyuk berteriak, begitu melongokkan kepalanya dan melihat isi di dalamnya. Meskipun ruang ini terkesan biasa saja dan tak se spektakuler tadi, tapi banyak sekali kue-kue yang tersebar, dan mungkin cukup untuk persediaan makannya 3 hari. Dan 70 persen kue itu... stroberi.

Eunhyuk memeluk Choco erat, dan berjalan mengendap-ngendap, menuju ke salah satu kue yang menurutnya paling menarik, lalu mencoleknya dan mencicipinya. Enak. Eunhyuk kembali mencoleknya, dan menyodorkannya ke Choco, agar anjingnya itu bisa merasakannya juga, yang tentu saja Choco makan.

Kegiatan Eunhyuk terhenti ketika seseorang, tiba-tiba saja memeluknya dari belakang, membuat Eunhyuk kaget. Eunhyuk ingin sekali memprotes, namun suara orang itu membuatnya terdiam. Suara ini, ia sangat mengenalinya. Ia tak bodoh. Ia tau, suara ini...

"Hae?"

Namja itu segera memutar balik tubuh Eunhyuk, dan mengelus pipinya lembut, lalu memeluk namja manis itu, tanpa peduli dengan anjing yang merasakan sesak di bawah sana karena tergencet dua tubuh manusia yang menurut anjing itu seperti raksasa. "Kau suka?"

Eunhyuk memiringkan kepalanya imut. Huh? Suka? Suka apa? Memang ada apa?

"Suka apa Hae?"

"Kuenya."

Eunhyuk mengangguk mantap. "Enak! Hyukkie suka~ Hyukkie boleh makan?"

"Yang membuat seluruh desain yang diperlukan untuk pesta di ruang depan itu Chullie-hyung loh." jujur Donghae, entah kenapa. "Hyukkie suka sama Hae?" lanjutnya.

Eunhyuk memeluk Donghae erat dengan sebelah tangannya, menyembunyikan rasa malu. Memang dasar, Eunhyuk sudah dewasa~

"S-s-suka... Hyukkie suka..."

Donghae yang gemas dengan tingkah laku Eunhyuk, mengecup bibirnya kilat, membuat wajah Eunhyuk semakin merah mendadak. Donghae terkekeh geli, melihatnya.

"Kita keluar yuk. Setelah itu, Hyukkie baru boleh makan kue-nya arraseo? Yang lain lapar loh, mereka belum makan. Nanti setelah itu, ada urusan yang perlu kita selesaikan."

Eunhyuk sebenarnya bingung, yang lain yang dimaksud Donghae itu siapa saja. Kok terkesan banyak? Namun Eunhyuk tak memperdulikannya. Yang penting, ia bisa memakan kuenya lebih awal~

~My Innocent Hyukkie~

Pesta ulang tahun Eunhyuk sukses terjalankan. Tak bisa dipungkiri, terjadi sedikit kekacauan tadi. Kangin membawa wine, dan mabuk, tapi mengajak orang lain untuk ikut mabuk bersamanya. Hampir setengah dari mereka seperti orang gila karena berlarian kesana-sini akibat mabuk. Tak jarang juga mereka bertubrukan seperti adegan idiot antara Spongebob dan Patrick yang saling bertabrakan satu sama lain.

Sekarang, yang perlu Donghae lakukan adalah, menanyakan masalah tantangan yang Kyuhyun berikan kepadanya. Ini benar-benar menyangkut hidup matinya. Oke, sepertinya Donghae agak berlebihan.

Sayang sekali, Kyuhyun sudah tertidur karena kecapekan, dan hal yang sama berlaku kepada yang lainnya. Hanya ia sendirilah satu-satunya manusia yang masih terjaga, dan malah duduk di balkon sambil memandang indahnya bulan. Mungkin ada kalanya ia harus bertanya besok. Ia harap, Kyuhyun jujur terhadapnya.

"Semoga saja, kami bisa tinggal bersama lagi..."

.

.

.

TBC

.

.

.

Author's Territory:

Mungkin chap depan END ._. tapi CLA ada penggantinya kok xD kalau pada minat ya.

Mian chingudeul, kali ini CLA ga bisa bales ripiu QAQ hari senin ada ulangan biologi n math, jadi... gitu deh. Ini aja ngetiknya super ngebut.

Sebagai gantinya(?) CLA meminta pendapat readers tentang pernyataan dan pertanyaan di bawah ini okey? Dan mungkin saja chap depan apdet 2 minggu lagi. Soalnya CLA belum sempet ketik chap lanjutannya ._.

1, Ada 2 cerita baru. Yang satu, genre family, brothership, dll. Pairnya TeukHaeKyu-Hyuk. Loh? Nama Hyukkie nyempil? Iya dong, dimana ada Kyuhyun, disitu ada Donghae, disitu ada juga Eunhyuk #plak#apatuh?

2, Satu lagi cerita fantasy, romance. Tapi masih perencanaan ya readers, karena itu CLA butuh bantuan cast dll. Mau GS atau BL? Yang mati, Kyu, atau siapa? Untuk sementara sih, idenya Kyu. Pokoknya, dibutuhkan cast yang penuh aura kegelapan(?) selain Kyu.

Kira-kira summary ver. panjangnya seperti ini:

Bermula dari seorang malaikat suci bernama Donghae yang jatuh cinta kepada manusia. Donghae telah melanggar janji para malaikat, dan akhirnya terlahir kembali sebagai manusia, sementara manusia yang ia cintai, Eunhyuk, menjadi seorang manusia kucing terkutuk generasi terakhir, budak dari kaum vampir. Donghae hanyalah seorang manusia biasa, sampai seorang vampir terakhir, mengubah Donghae menjadi memiliki 2 kepribadian ganda, dan salah satunya adalah Aiden, seorang vampir. Merasa dendam juga keserakahan yang dimiliki naluri vampir, ia membunuh Kyu(?). Dan sangat kebetulan, Kyuhyun(?) baru saja menemukan 'mainan' baru, yang disembunyikan oleh keluarga manusia kucing terkutuk itu, yakni, Eunhyuk. Karena tak tahan, Eunhyuk kabur dan menyembunyikan diri di dunia manusia, sementara Donghae mencari Eunhyuk, dengan kepribadian manusianya, sehingga ia lupa siapa Eunhyuk dan Aiden. Hingga akhirnya, takdir kembali mempertemukan mereka berdua, dengan kesialan karena masih ada Aiden dalam diri Donghae.

Aneh ya? Iya, emang. Kalau pada mau, CLA buatin. Kalo gak mau, ya sudah.

3, Ratednya bakalan T - T+. Palingan nyenggol-nyenggol dikit. Hae gak pervert kok. Cuma, sebagai the master and the... slave? Duh, gak enak ngetiknya ._. yah pokoknya begitulah. Peran, menuntut cerita menjadi senggol-senggol dikit.

4, Perlukah adanya preview previous chapter?

5, CLA cuma bisa buka kompi tiap jumat malem, sampe minggu pagi doang. Kalau ada ulangan, pasti separuh lebih waktunya kepotong, jadi harap di maklumi ._.

Udah sih, segitu aja kayaknya. Tadi lupa mau ketik apa ._.

Special thanks to chapter 7's reviewer:

RuCho D'Evil | anchofishy | reaRelf | Exotic fantastic | jiyoung | maria8 | park chaesoo | BoPeepBoPeep137 | Saranghaehyukkie | miho | Cho Kyura | nurul. p. putri | RieHaeHyuk | love haehyuk | Lee Ah Ra | bebe fujo | Evil Roomate | Elfishy | yeye | bjewELFishy | BlaueFEE | myhyukkiesmile | desi2121 | Daevict024 | Arit291 | KyoKMS26 | yearrika | FishyMonkey | FeiLin | nvyptr | myfishychovy | ChocoGirls | Hyukkie'sJewels | Guest | Lee Eun In | ina. khuzairina | AnggiHaeHyukELF | casanova indah

Thanks untuk Favorite, Review, Follow, Read, dan Visitors! Mian kalau mengecewakan, CLA akan mencoba membuat yang lebih baik^^

See U~