CHAPTER 8

"Baekhyun, maafkan aku mengatakan ini. Tapi, sebenarnya," ucap Suho dengan gugup.

Baekhyun pun bingung pada Suho.

"Aku mencintai Bwon Jin Young!" teriak Suho.

Baekhyun pun terkejut. Jin Young yang berada di sisi Baekhyun juga terkejut. Baekhyun pun semakin erat menggenggam tangan Jin Young. Pertanda bahwa Baekhyun mencintai Jin Young dan tidak ingin ada orang yang mengganggu hubungan mereka. Suho, Baekhyun, dan Jin Young terlihat saling tatap menatap dan penuh emosi.

"Kau ini sedang bicara apa?" tanya Baekhyun dengan mata memerah.

"Maaf, mungkin aku terlalu seperti anak kecil, tapi ini benar. Aku tidak bisa membohongi perasaanku." Ucap Suho gugup.

Baekhyun marah dan langsung menarik kerah baju Suho.

"Aku sangatlah bodoh memiliki teman penghianat sepertimu!" teriak Baekhyun memukul wajah Suho.

Seketika wajah Suho memar. Hidungnya mimisan. Jin Young yang memperhatikan dari belakang Baekhyun pun langsung berusaha menarik tangan Baekhyun.

"Baekhyun oppa! Geumanhe! Berhenti kumohon!" teriak Jin Young memohon pada Baekhyun.

Sedangkan Baekhyun tidak mendengarkan Jin Young dan terus saja memukul Suho. Seketika Suho terjatuh dan pingsan.

"Suho!" panggil Lay yang melihat dari belakang.

"Suho! Sadarlah!" ucap Lay menggoyangkan badan Suho.

"Baekhyun! Aku tidak percaya kau melakukan semua ini." Ucap Lay memanggil supir taksi dan membawa Suho ke rumah sakit.

Baekhyun pun ternganga. Ia menatap tangannya dengan rasa sangat bersalah. Tak lama kemudian Baekhyun meneteskan air matanya. Jin Young pun memegang tangan Baekhyun.

"Apa yang baru saja aku lakukan?" tanya Baekhyun sambil menangis.

"Eh? Kau menangis? Yang benar saja! Seorang Byun Baekhyun yang dingin dan kejam menangis?" tanya Jin Young.

"Entahlah, aku mencintaimu. Aku hanya tidak ingin kau pergi dariku." Ucap Baekhyun memeluk Jin Young.

"Gwenchana. Sekarang kita harus menengok Suho di rumah sakit oke?" ucap Jin Young.

Baekhyun pun mengangguk. Sementara anggota tim Exo datang menengok Suho di rumah sakit.

"Suho baru saja bertengkar dengan Baekhyun. Dan Baekhyun memukul wajah Suho. Aku rasa ini membuat Suho pingsan." Jelas Lay.

"Ini semua karena cinta segitiga?" tanya Xiumin.

"Yang benar saja," ucap D.O tidak percaya.

Kemudian tiba tiba Baekhyun dan Jin Young datang bersama. Semua yang melihat mereka datang langsung pura pura tidak tahu.

"Apakah Suho baik baik saja?" tanya Baekhyun.

"Jadi kau masih peduli?" ucap Lay melecehkan Baekhyun.

"Hey, ayolah kita se-tim! Kita tidak boleh bertengkar seperti ini!" ucap Chanyeol melerai.

"Chanyeol hyung benar juga. Kalo kita terus terusan bertingkah bodoh seperti ini, kita akan terlihat seperti anak kecil." Ucap Sehun.

Lay terdiam. Kemudian dokter keluar dari ruang pemeriksaan.

"Bagaimana dokter?" tanya Lay.

"Um, dia hanya pingsan biasa. Nanti juga akan sadar. Silahkan tunggu di dalam." Jawab dokter tersebut.

Semuanyapun langsung memasuki ruangan tersebut. Tapi tiba tiba Lay menghalangi jalan Baekhyun.

"Aku tidak ingin Suho tambah parah saat melihatmu. Kau tunggulah disini." Ucap Lay menutup pintu ruangan.

Jin Young pun menunggu bersama Baekhyun diluar ruangan.

"Kau tidak masuk?" tanya Baekhyun.

"Aku akan menemanimu. Apapun yang terjadi aku akan di sampingmu. Lagipula aku yakin Lay hanya sedang sensitif. Setahuku, Lay adalah sahabat karib Suho." Jawab Jin Young.

"Aku seharusnya tidak membawamu ke dalam masalah ini. Mianhae." Ucap Baekhyun meneteskan air mata.

"Aku memang bodoh. Aku sebenarnya tidak mengerti. Cinta ini menyesatkan! Aku benci diriku. Setiap harinya aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Aku sangat tidak layak untuk menjadi seorang teman. Mungkin aku seharusnya hidup sendiri." Ucap Baekhyun.

Jin Young pun memeluk Baekhyun.

Jin Young POV

Aku juga tidak mengerti. Aku juga merasa bodoh. Karena cinta ini menyesatkan. Aku benci kehidupanku. Yang berada antara hidup dan mati. Mungkin aku tidak layak menjadi kekasih seorang manusia sepertimu, Byun Baekhyun.

Reader POV

"Maafkan aku. Kita tidak punya kenangan indah masa pacaran ya?" tanya Baekhyun.

"Um, ada. Bagiku setiap hari semuanya, segalanya yang telah kita lakukan bersama, bagiku itu adalah kenangan indah." Jawab Jin Young.

"Benarkah? Kalau begitu apakah ketika suatu hari nanti aku menjadi seorang idol superstar, apakah kau tetap mengingatku?" tanya Baekhyun.

"Entahlah. Mungkin." Ucap Jin Young tertawa.

Jin Young pun melepas pelukannya.

"Tahun ini kita lulus. Setelah itu kau akan lanjut kemana?" tanya Baekhyun.

"Um, aku akan lanjut kuliah. Kau?" jawab Jin Young.

"Woah keren. Aku akan masuk ke dunia permusikkan. Mungkin." Jawab Baekhyun.

"Benarkah? Kuharap kau selalu mendapat yang terbaik!" ucap Jin Young.

Tak lama, anggota tim Exo keluar. Begitu juga Suho.

"Suho kau sudah sadar?"tanya Jin Young menghampiri Suho.

"Um, ya. Aku tak apa." Jawab Suho.

Baekhyun pun malu malu mendekat pada Suho.

"Suho. Aku minta maaf. Oke, aku tahu ini sangatlah memalukan tapi, dengarlah. Yang tadi aku lakukan aku benar benar minta maaf. Aku hanya. Aku hanya tidak ingin ada orang yang merebut Jin Young. Aku sungguh minta maaf." Ucap Baekhyun.

"Aku juga minta maaf. Aku tahu. Perasaan ini salah. Aku tidak seharusnya memiliki persaan ini pada kekasih temanku sendiri. Aku lega bisa mengatakan ini. Aku sungguh minta maaf. Tapi aku tidak akan mengejar Jin Young lagi. Aku akan, membiarkannya untukmu." Ucap Suho.

"Jadi, kau tidak akan mengambil Jin Young dariku?" tanya Baekhyun.

"Tentu saja tidak. Lagipula untuk apa? Bukankah dia kekasihmu?" ucap Suho.

Baekhyun pun tersenyum.

"Berpelukan?" tanya Baekhyun.

Suho pun tersenyum. Kemudian mereka berpelukan dengan erat tanda pertemanan mereka yang sangat utuh. Kemudian mereka semua pun kembali ke asrama. Baekhyun dan Jin Young tetap berpacaran. Sedangkan Suho berteman dekat dengan Wendy. Seulgi dan Chanyeol seperti kakak dan adik yang sering bertengkar.

Jin Young POV

Kehidupan manusia ini semakin baru saja setiap harinya. Dunia ini tidak berubah. Tapi waktu yang berubah. Semua kenangan, yang pedih dan yang bahagia. Semuanya luar biasa.

Reader POV

Liburan musim dingin pun berlalu dengan sangat cepat. Jin Young menjalani hari hari sekolahnya dengan sebuah hal baru. Yakni, di hari pertama ia masuk sekolah setelah libur musim dingin, ia bergandengan tangan bersama Baekhyun memasuki sekolah. Seketika, hal itupun membuat semua orang yang melihatnya kaget.

"Hey, aku sudah bilang jangan menggandeng tanganku seperti ini di sekolah." Ucap Jin Young berusaha melepaskan genggaman tangan Baekhyun.

"Ini memberi tanda bahwa artinya kita sudah berpacaran." Ucap Baekhyun memandang Jin Young seperti anak kecil.

Sementara, di belakang kejadian tersebut, Suho dan Sehun memperhatikan.

"Aku percaya bahwa hyung masih memiliki perasaan pada Jin Young." Ucap Sehun memandang Suho dengan sedih.

"Perasaan apa? Lagipula Jin Young sudah bahagia dengan Baekhyun. Jika Jin Young bahagia, aku juga." Jawab Suho.

"Oke. Itu sangat menyakitkan. Jika Luhan bahagia maka aku juga bahagia." Ucap Sehun yang tiba-tiba sedih.

"Hey, aku yakin Luhan baik-baik saja di Cina. Tenanglah bocah kecil!" ucap Suho mengusap rambut Sehun.

Sehun hanya mengernyitkan dahinya.

Suho POV

Mungkin jika aku bisa jujur, aku ingin bilang bahwa aku ingin memiliki Jin Young. Tapi apalah artinya diriku. Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuk hubungan kalian.

Reader POV

Bel tanda masuk kelas berbunyi. Semua siswa sibuk berlari memasuki ruangan mereka. Baekhyun menggandeng Jin Young masuk ke kelas. Kelas Baekhyun dan Jin Young memang tidak sama. Bahkan berjauhan. Tapi Baekhyun tetap mengantar Jin Young ke kelasnya dan memilihkan satu tempat duduk untuk Jin Young.

"Kau pergilah." Ucap Jin Young mengusir Baekhyun.

"Tak perlu mengusirku seperti itu. Aku akan pergi. Lagipula guru pasti sudah masuk kelas." Jawab Baekhyun.

"Kalau begitu, cepatlah! Kau bisa dapat masalah nanti!" ucap Jin Young meneriaki Baekhyun.

"Baiklah aku pergi dulu. Jaga dirimu!" ucap Baekhyun yang tiba tiba mengecup pipi Jin Young.

Seketika teman-teman yang melihatnya pun mentertawainya. Baekhyun langsung berlari meninggalkan kelas Jin Young. Jin Young tampak sangat malu. Sementara, sesampainya Baekhyun di kelasnya, ia dimarahi oleh guru di kelasnya karena terlambat masuk. Baekhyun pun mendapat hukuman untuk berlari mengelilingi lapangan selama 10 kali putaran. Sementara Jin Young terbengong saat gurunya sedang menjelaskan. Jin Young terbangun dari bengongannya saat gurunya datang ke mejanya sambil membawa sebuah penggaris kayu. Guru tersebutpun menghukum Jin Young dan menyuruh Jin Young berdiri di tengah lapangan yang mulai panas karena matahari mulai naik. Jin Young pun terpaksa berjalan menuju lapangan. Di lapangan ia kaget melihat Baekhyun ada disitu juga.

"Baekhyunee! Kau disini?" tanya Jin Young.

"Uh? Ya. Aku mendapatkan hukuman karena terlambat masuk kelas." Jawab Baekhyun dengan nafas terengah-engah.

"Kau dapat hukuman juga?" tanya Baekhyun balik.

"Iya!" teriak Jin Young berjalan menuju tengah lapangan.

Baekhyun pun mengangguk, dan melanjutkan larinya. 1 jam kemudian, Baekhyun melihat Jin Young yang hampir pingsan karena berjemur di tengah terik matahari.

"Jin Young-ah! Apakah kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun.

Jin Young tidak menjawab dan malah jatuh ke badan Baekhyun. Baekhyun pun kaget dan langsung menggendong Jin Young menuju UKS. Baekhyun berlari sekencang mungkin menuju UKS.

"Permisi, ada temanku yang pingsan. Bisa kau mengobatinya?" tanya Baekhyun yang masih terengah-engah menggendong Jin Young ke UKS.

"Ya taruh dia disini." Ucap seorang perawat.

Kemudian, Baekhyun pun menunggu Jin Young di UKS. 30 menit kemudian, jam istirahat berbunyi. Semua anak keluar dari kelas. Tiba tiba Suho kaget melihat Jin Young yang tengah terbaring lemas di UKS.

"Jin Young-ah! Kau tak apa?" tanya Suho buru-buru.

"Dia belum sadar. Dia pingsan saat sedang mendapat hukuman." Jawab Baekhyun.

Tiba tiba guru kelas Baekhyun datang dan menarik lengan Baekhyun.

"Kenapa kau ada disini?! Memangnya kau sudah selesaikan hukumanmu?!" tanya guru tersebut.

"Sudah. Bahkan lebih dari 10 putar. Tadi Jin Young pingsan, jadi aku membawanya kemari." Jawab Baekhyun.

"Jin Young pingsan? Dia belum sadar juga?" tanya Guru tersebut.

"Belum pak." Jawab Suho.

"Kalau begitu, kita harus segera membawanya ke rumah sakit!" ucap guru tersebut ketakutan.

Kemudian Jae Joon datang dan menghentikan waktu.

"Dasar manusia bodoh! Kau bahkan tidak tahu bahwa seorang pencatat kematian alergi terhadap sesuatu yang menyengat. Haaiisshh! Sadarlah! Bwon Jin Young!" ucap Jae Joon menyadarkan Jin Young.

Tapi sayangnya Jin Young tidak kunjung sadar. Kemudian, Jae Joon menempelkan sebuah alat pengetes oksigen ke mulut Jin Young. Jae Joon benar-benar kaget saat melihat kadar oksigen Jin Young di bawah rata-rata. Jae Joon pun langsung mengambil sebuah kantung berisi oksigen dan memompanya ke mulut Jin Young. Jae Joon benar benar khawatir. Apalagi setelah pompaan oksigen tersebut, Jin Young tetap tak kunjung sadar. Jae Joon semakin saja khawatir. Kemudian Jae Joon melirik ke arah Baekhyun.

"Kalau Kyung Soo dapat membuat permohonan abadi, setidaknya kau juga bisa." Ucap Jae Joon.

Kemudian Jae Joon pun memegang pundak Baekhyun.

"Jin Young akan mati. Dan jika kau tidak memberikan sebuah permohonan abadi, dia akan mati sekarang. Hanya kau yang bisa, karena," Jae Joon terputus.

"Karena. Karena Jin Young mencintaimu! Dan kau mencintai Jin Young!" lanjut Jae Joon yang sebenarnya tidak rela mengatakan kata-kata tersebut.

Kemudian suara batin itu membuat Baekhyun tersadar dan langsung mendekat pada Jin Young.

"Bangunlah. Kita masih punya banyak waktu untuk dilakukan bersama. Kau tidak boleh terlelap seperti itu. Bangunlah Jin Young-ku." Ucap Baekhyun mengusap lembut rambut Jin Young.

Semua orang yang mendengar kata-kata Baekhyun pun langsung terdiam dan menatap Baekhyun dengan heran.

"Jin Young-ku?" ucap Suho yang memiliki seribu pertanyaan di benaknya tentang sikap Baekhyun tersebut.

Love and Death-