CHAPTER 8

FAST UPDATE

THE CHARACTERS ISN'T BELONG TO ME BUT IT'S OWNED BY YAMAHA COOPERATION :( WHAT A PAIN FACT

WARNING:

-OOCness

-Gaje

-Fail romance

-Full of typo

- Crack pair

-ChikaftNeiyha-

Hening.

Masih Hening.

Tetap Hening.

" Luka ? ", tanya Kaito memecah keheningan di antara mereka.

" Upph ", lagi-lagi Luka menutup mulutnya dengan kedua tangannya. " HAHAHAHAHA ", Luka tidak dapat lagi menahan tawanya dan akhirnya terlepas begitu saja.

" Apa ada yang lucu? Aku kira tidak! ", ucap Kaito sarkasme karena memang sedang tidak dalam mood bercanda.

" Ha-habisnya kau bilang cemburu? Aku? Cemburu? Sama om-om ini? MUSTAHIL! ", jawab Luka tegas, yang Luka tahu bahwa tawanya tadi hanya dibuat-buat karena sebetulnya Luka kesal dengan prediksi Kaito yang mengatakan bahwa dirinya sedang cemburu. Demi apapun yang ada didunia ini, ITU NGGAK MUNGKIN!

" Lalu untuk apa kau menghindar dariku? Dan barusan bukannya kau menangis? ", balas .Kaito.

Luka tersentak menyadari bahwa yang dikatakan Kaito memang benar adanya. Kalau memang tidak cemburu, kenapa dia tidak bisa menyapa Kaito dengan sewajarnya saat berada bersama wanita itu? Lalu, kenapa tadi saat menyebutkan wanita itu membuatnya sampai menangis?

" Ti-tidak apa-apa kok! Bukan urusanmu! ", bentak Luka pada Kaito.

Luka cepat-cepat berdiri dari kasur Kaito dan berlari menuju pintu keluar. Tetapi langkahnya terhenti setelah Kaito memegang pergelangan tangannya dan sepertinya tidak puas dengan jawaban yang baru saja Luka ucapkan.

" Alasanmu tidak masuk akal. ", ujar Kaito lirih.

" Baiklah, baiklah! ", Luka menyerah melihat wajah Kaito yang kelihatannya haus akan jawaban darinya. " Jadi begini, kalau misalnya kita bersama sedang bersama orang yang disukai pasti tidak mau diganggukan? Nah, tadi aku melihat sepertinya kamu sedang butuh waktu berdua dengannya, jadi- ", kalimat Luka terputus menyadari perubahan raut muka Kaito.

" Orang yang disukai? Jadi yang kau maksud dengan "PACAR"? ", potong Kaito cepat.

" I-iyakan? Tadi pasti pacarmukan? Nah aku sudah menjelaskan semuanya bukan. Sekarang lepaskan aku ", perintah Luka sambil mengibaskan tangan Kaito.

" Tunggu, Luka kau salah pa- ", ucapan Kaito tertahan ketika melihat pintu kamarnya terbuka karena ada seseorang yang masuk.

" Kau disini rupanya. Cepatlah keluar, Sir Gakupo mencarimu ", racau seorang wanita yang dengan santai masuk ke dalam kamar Kaito.

Luka membalikkan badannya untuk melihat siapa yang datang. Ternyata, yang datang adalah wanita yang tadi dilihatnya dipesta. Wanita itu berjalan memasuki kamar Kaito tanpa rasa canggung menghampiri Kaito yang sedang duduk dipinggir kasurnya.

" Ah- Gumi-san, tunggu sebentar ", pinta Kaito pada wanita yang dipanggilnya Gumi itu.

" Wah? Aku menganggu ya? ", tanya Gumi bingung dan mulai membalikan badannya untuk keluar dari kamar tersebut.

" Tidak-tidak! Aku yang menganggu! ", sergah Luka " Maaf sekali lagi merepotkanmu Shion-sama ", ucap Luka mencoba untuk terlihat sopan didepan orang lain yang sedang melihatnya. " Saya permisi dulu ", Luka membungkukan badannya sejenak kemudian berjalan keluar dari kamar itu.

-ChikaftNeiyha-

Kamar itu kembali hening begitu Luka menapakan kakinya keluar menjauh dari sana. Tinggalah disana seorang pria berambut biru dan wanita berambut hijau yang sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu.

" Kaito, jangan bilang tadi itu- ", tanya Gumi yang disela Kaito dengan sedikit anggukan. " Kalau begitu, kau sudah menemukannya ya? ", tanyanya lagi.

" Tapi sayangnya dia salah paham ", jawab Kaito singkat.

" Wah, begitu ya? Kalau begitu aku harus menjelaskannya sekarang", ujar Gumi santai.

" Yah, semoga dia bisa paham. Kau tahu, dia orangnya sangat keras kepala! ", terang Kaito pada Gumi yang disambut dengan gelak tawa yang keluar.

" Hahaha, tipikal remaja saat ini. Tapi bagaimana kau bisa menemukannya? Bukankah selama ini kau tidak bisa menemukannya walau sudah mencarinya kemanapun ", sekali lagi Gumi menanyakan hal tentang Luka pada Kaito.

" Dia datang ke pestaku yang aku adakan sebulan yang lalu. Aku juga tidak tahu kalau ternyata dia anak dari keluarga Megurine yang sedang dilanda masalah itu. Sepertinya sebulan yang lalu dia mengantikan ibunya untuk menghadiri pestaku, dan begitu juga malam ini ", Kaito mencoba menjelaskannya pada Gumi.

" Ah, pantas saja aku tidak tahu. Waktu itukan aku sedang ada bisnis di Amerika ", Gumi bersungut-sungut tanda mengerti. " Tapi kenapa dia kelihatan tidak suka padamu? Sebelum aku masuk tadi, aku bisa mendengar suara-suara kalian yang sepertinya sedang bertengkar! "

" Pertemuan pertamaku dengannya tidak begitu baik. Dan selanjutnya untuk bertemu saja aku harus menggunakan ancaman ", ucap Kaito lirih.

" Hah? Seorang Kaito Shion yang selalu dihampiri oleh wanita sekarang harus mengancam seorang gadis hanya untuk bertemu ? ", lagi-lagi pertanyaan Gumi hanya dijawab dengan sedikit anggukan dari Kaito, " Apa yang kau lakukan padanya? ", penasaran akhirnya Gumi tetap menghadiahkan sebuah pertanyaan untuk Kaito.

Sesaat Kaito terlihat ragu untuk mengatakan alasannya pada Gumi. Jarinya disilangkan satu sama lain, sedangkan posisi tubuhnya terlihat sedang bungkuk dengan kepala tertunduk. Gumaman-gumaman tidak jelas pun mulai keluar dari bibirnya. Gumi pun menyadari bahwa Kaito tidak akan berbicara kalau dia tidak segera mendesaknya. Didekatinya Kaito yang sedang tertunduk lesu, kemudian ditepuknya pundak Kaito dengan tangannya.

" Kau tidak mau cerita ? Ayolah, aku pasti akan membantumu! ", tanyanya sekali lagi.

Kaito mengangkat kepalanya yang tertunduk dan langsung mendapati matanya melakukan kontak mata dengan mata Gumi yang ada didepannya. Pelan-pelan mulutnya mulai terbuka dan dengan suara yang lirih diselingi helaan nafas, akhirnya kalimat itu terucap.

" Aku melamarnya ", ujarnya. " Tapi, aku melamarnya dengan mengatakan bahwa akan memberikan uang untuk membantu keluarganya yang bangkrut asal dia menikah padaku ", lanjut Kaito.

Gumi sedikit tidak percaya apa yang barusan tadi didengarnya. Bagaimana bisa, pria yang dia kenal penuh dengan perhitungan ini mengatakan hal seperti itu? Gumi tahu bahwa Kaito tidak akan melepaskan apa yang telah dia incar dari awal. Tapi cara yang Kaito katakan tadi benar-benar kekanak-kanakan sekali. Seolah-olah ingin secepatnya menangkap mangsanya tanpa peduli apapun caranya.

" Lalu? ", lanjut Gumi menyadari bahwa cerita itu belum selesai.

" Tentu saja dia menolaknya ", Kaito menepis tangan Gumi yang ada dipundaknya. " Dan sejak saat itulah dia membenciku karena mengira bahwa diriku mencoba membelinya. ", terang Kaito sambil mengacak-acak rambutnya sedikit. Frustasi! Itu yang dia rasakan sekarang.

" Kau bodoh sih ", balas Gumi yang membuat Kaito semakin frustasi. " Bagaimana bisa kau melamarnya dengan kata-kata seperti itu. Perempuan mana yang tidak marah dengan lamaran seperti itu. Kenapa tidak kau ceritakan saja kejadian "itu" padanya? "

" Gumi-san, bisakah kau diam dan tidak membicarakan hal itu! ", perintah Kaito mulai geram.

" Iya iya, kau pasti menganggapnya tidak gentle-kan? ", Gumi pun hanya bisa menuruti kemauan Kaito yang sedang dalam keadaan badmood berat itu. " Kalau begitu aku akan keluar, sepertinya aku harus menjelaskannya sendiri padanya! Tidak apa-apa? Dan jangan lupa, Sir Gakupo mencarimu! "

" Terserah kau saja. Nanti aku menyusul ", jawab Kaito malas.

Gumi pun segera keluar dari kamar yang sekarang dipenuhi oleh aura negatif itu. Sebelum keluar dari ambang pintu, Gumi sempat melambaikan tangannya pada Kaito dan akhirnya menghilang dibalik pintu. Gumi berjalan kembali menuju tempat pesta berlangsung, berharap bahwa Luka masih ada disana.

-ChikaftNeiyha-

Luka yang sudah kembali ke tempat pesta itu segera bergegas menuju tempat penitipan barang yang berada di pintu masuk rumah itu karena ingin segera pulang kerumahnya. Dirinya tidak habis pikir kenapa tadi dia bersikap seperti itu didepan Kaito. Pasti kelakuannya tadi kekanak-kanakan sekali, mengingat bagaimana bersemangatnya dia waktu menyangkal kecemburuannya pada Kaito. Bukankah ada pepatah yang mengatakan, semakin disangkal maka semakin beda dengan kenyataannya.

" Ya ampun, apa sih yang aku lakukan ? ", tanya Luka pada diri sendiri.

Ditengah kesibukannya bertanya-jawab dengan dirinya sendiri. Luka pun bisa mendengar obrolan para tamu yang sedang menikmati pesta. Sebenarnya Luka tidak ingin mendengar percakapan tamu-tamu tersebut, karena obrolan yang sedang mereka lakukan bukanlah obrolan yang ingin Luka dengar untuk saat ini. Kalau ditanya kenapa, kira-kira seperti inilah obrolannya.

" Kau lihat tadi? Sepertinya Lord Kaito memang ada hubungan khusus dengan Miss Gumi "

" Mereka benar-benar pasangan yang serasi, kapan mereka akan menikah ? "

" Aku dengar Gumi-san yang memberikan modal kepada Shion-sama sampai bisa sukses seperti ini. Pasti Gumi-san menyukai Shion-sama! "

" Kau lihat tadi ciuman mereka, bahkan mereka tidak canggung untuk berciuman didepan umum. Rumornya mereka sudah menikah "

' TIDAK! TIDAK MUNGKIN! ' teriak batin Luka mendengar semua obrolan tadi,

Luka kembali terdiam dalam langkahnya. Ada yang aneh? Kenapa dia harus merasa sakit ketika mendengar semua obrolan tersebut? Tuhkan, otaknya mulai tidak beres gara-gara terlalu lama tertidur diluar ruangan dan diterpa oleh angin malam.

" Hahahaha ", tawanya hambar menyadari keanehan pada dirinya.

Dipaksanya kakinya yang kecil untuk melangkah cepat-cepat menuju tempat dimana dia tadi menitipkan mantelnya. Yang ada dipikirannya sekarang adalah keluar, keluar, dan keluar. Luka tidak mau kehilangan udara untuk kedua kalinya diruangan tersebut. Sesampainya ditempat itu segara Luka meminta untuk diambilkan mantelnya. Dan setelah mendapatkannya, Luka segera memakainya dan hendak pergi keluar.

" Luka, syukurlah ketemu ", ucap Gumi lega ketika menemukan Luka yang hendak pergi meninggalkan ruang pesta.

Luka yang mendengar namanya dipanggil otomatis membalikan badannya untuk melihat orang yang memanggilnya tersebut. Luka sendiri sebetulnya sudah siap meninggalkan pesta tersebut karena sekarang dirinya sudah lengkap memakai mantel untuk keluar.

" Ada apa? ", tanya Luka sedikit kaget mengetahui siapa orang yang memanggilnya.

" Bisa kita bicara sebentar ? ", pinta Gumi.

" Tapi aku mau pu— "

" 10 menit saja, kalau misalnya kau takut pulang kemalaman. Nanti aku yang akan bicara dengan ibumu! ", bujuk Gumi meyakinkan.

" Baiklah ", Luka yang kalah bicara pun akhirnya hanya bisa menuruti keinginan orang yang mengajaknya itu.

" Bagus! ", sahut Gumi senang " Kalau begitu silahkan ikut aku, aku tidak mau pembicaraan kita didengar orang lain "

Luka pun mengikuti kemana Gumi akan pergi mengajaknya. Dalam pikirannya berkecamuk negative thinking yang mungkin akan terjadi padanya setelah nanti akan langsung berbicara empat mata. Akankah Gumi akan mendampratnya karena ketahuan berduaan dengan Kaito di dalam kamarnya? Bukankah itu sudah pasti terjadi, wanita mana yang tidak marah melihat pacarnya berduaan dengan wanita lain dikamarnya.

TAKUT.

Itulah yang mengiringi langkah Luka sampai akhirnya Gumi menghentikan langkahnya dan mempersilahkan Luka masuk kedalam ruangan didepannya.

-ChikaftNeiyha-

CHAPTER 8 DONE :3

Senangnya bisa fast update gini tiap hari XD
coba kalau weekendnya tiap hari, pasti kan enak /dihajar massa

Kalau ditanya apa yang sebenarnya Kaito dan Gumi bahas sih? View at the next chapter ya, hwahahahaha :p

OK! For the reviews XD

Hikari-me :

Hahaha, iya mumpung weekend, soalnya target ini kelar sebelum UAS, kalau nunggu selesai UAS nanti idenya keburu nguap entah kemana :D Hahaha, makasih bagus deh kalau tanggapannya positif. Soalnya aku takut kalau nanti monoton jadinya malah bosen

Happy ending ya? Tapi sad ending juga boleh? Kalau gitu nanti 2-2nya dipost aja deh :D terserah readers saja, hahahaha. O ya, tadi aku sempet lihat review kamu di ff punya Chika. Maaf ya, yayang saya itu komputernya sedang ada masalah ==a /katanya. Jadi untuk beberapa saat dia nggak bisa ngepost ff, katanya sih kemarin datanya juga hilang. Mari kita do'akan komnya cepet sembuh.

Hiwazaki Evelyn :

Hai Hai XD ini udah update looh, gimana tanggapannya? Perkembangan ceritanya lambat ya? Gomen-ne, nggak tahu napa makin lama makin panjang. Ini juga tiap hari update kalau diriku sedang ada waktu senggang.

Wah, iya ya Lukanya jadi tsuntsuntsundere tingkat max XD tapi memang sebenernya juga gitukan? Hahahaha. Nang neng nong :P tebakan anda salah! Yang bener Gumi, bukan Miku. Soalnya diriku nggak suka sama dia, jadi sebisa mungkin nggak akan ngemunculin dia di ffku /dihajar penggemarnya Miku.

Veline Shee :

Maunya juga gitu, tapi bad endnya juga sudah kepikiran XD jadi mungkin bakal publih 2-2nya, hahaha /author maruk

THANKS FOR READING

Mind to RnR?

REVIEW DARI ANDA ADALAH PENYEMANGATKU DALAM BERKARYA XD