Us

.

.

.

.

Cast : Yunho, Jaejoong, Changmin, dll

Genre : Romance, Drama, Slice of Life, YAOI

Rate : T

Happy Reading...

.

.

.

.

.

Tiba -tiba saja kebun bunga lili di depanku menghilang kemudian berubah menjadi gelap, sangat gelap. Nafasku terasa sesak, pergerakanku pun terasa terbatas.

"Hah..."

Aku membuka mataku, mimpi barusan membuatku terbangun apa lagi sekarang tubuhku tidak bisa bergerak bebas. Aku menoleh ke bawah, sepasang lengan melingkar erat pada pinggangku. Aku mengusapnya karena aku tahu siapa yang memelukku, Yunho. Beruang kesayanganku.

"Yun... Sesak"

"..."

Tidak ada kata yang keluar dari mulutnya, dia malah makin menyelusupkan wajahnya pada tengkukku, menciumi tengkukku berulang kali.

"Yun~"

"..."

"Mimpi buruk lagi?"

Dan sebuah anggukkan aku dapatkan sebagai jawabannya. Aku tersenyum, ini sudah sembilan tahun tapi Yunho masih belum bisa melupakan kejadian itu. Kejadian yang mengerikan yang hampir menghilangkan nyawaku.

"Lepas Yun"

"Andwe..." Suara beruangku itu terdengar sangat lirih

"Aku ingin memelukmu"

Akhirnya dia melepaskan pelukannya dan aku segera membalikkan tubuhku, aku mengambil tangannya dan menaruhnya di atas pipiku.

"Aku nyata, kan?"

Yunho mengangguk.

"Itu masa lalu Yun, aku ada... Aku hidup untukmu"

Yunho menatap mataku, memandangiku seakan aku akan hilang jika dia berkedip. Aku merasakan usapan lembut pada pipiku dan aku tersenyum. Perlahan aku usap punggungnya dan mengatakan bahwa semuanya baik - baik saja jadi tidak ada yang perlu dia khawatirkan lagi.

Butuh waktu setengah jam sampai Yunho bisa kembali tidur dan kali ini aku ada dalam dekapan hangatnya. Kejadian itu... Kenapa masih membekas dalam otak Yunho, beruangku yang malang...

Kejadian itu terjadi sembilan tahun yang lalu saat kami masih berusia lima belas tahun. aku dan Yunho memang bersahabat sejak kecil. Kemana - mana selalu berdua dan saat itu aku pergi setelah bertengkar dengan Yunho karena aku ingin makan tteokbokki sedangkan Yunho menyuruhku untuk pulang.

Aku berlari tanpa memperdulikan Yunho yang terus mengejar dan memanggil namaku. Sampai aku tidak melihat lampu merah di depanku dan sebuah mobil menabrakku dengan keras, menghantam kepalaku hingga terbentur kencang di aspal.

Yang aku tahu, aku mengalami koma. Dua minggu. Dan saat aku terbangun, ada Yunho yang tertidur dengan kepala bersandar pada pinggir tempat tidurku. Dan itu kali kedua aku melihatnya menangis saat mata kami bertatapan. Sejak saat itu dia protektif padaku, sangat. Bahkan untuk memiliki kekasih saja dia akan menilai apakah orang itu cocok untukku atau tidak. Sekarang malah kami berakhir berpacaran.

Sisi lemah Yunho yang satu ini adalah salah satu kelemahanku juga, mana sanggup aku meninggalkan seseorang yang sangat mencintaiku begitu dalam?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Paginya aku menyiapkan makan, hanya krim sup tapi buatan tanganku karena Yunho tidak terlalu suka makanan beli atau cepat saji.

"Tidak enak"

"Huh?"

Aku yang sedang mencuci buah tentu saja menghentikan pekerjaanku dan membalikkan tubuhku menghadapnya. Apa katanya? Tidak enak?

Heol...

Selama ini aku selalu tahu selera Yunho dalam hal makanan, dan dia berkata tidak enak?

Aku menghampiri meja makan dan duduk berhadapan dengannya, menarik mangkuk krim sup itu dan mencicipinya sesendok.

"Rasanya pas, kau salah? Atau kau sakit lagi?"

Aku yang seorang chef tentu tidak terima makananku yang enak itu dibilang tidak enak! Aku itu tahu persis seberapa banyak bumbu yang harus dimasukkan ke dalam sup! Belum lagi aku selalu menambahkan cinta dan kasih sayang pada masakan yang aku buat untuk Yunho!

Sekarang kekasihku sendiri yang mengatakan bahwa masakanku tidak rasanya tidak enak, perasaanku sakit - sakit nyelekit gimana gitu~~

Yunho menarik lagi mangkuk krim supnya dan menatapku dengan datar, tangannya meraih sendok dan menyuapkannya ke dalam mulutnya sendiri dan matanya tidak lepas memandangiku.

"Ini baru enak! Rasanya indah" Ucapnya kemudian tersenyum lebar, senyum yang selalu membuatku luluh dan jantungku berdebar kencang karena melihatnya

Tuhan...

Harus aku apakan mager tukang modus ini!

Tentu saja aku tahu maksudnya! Dia ingin aku menemaninya makan tapi... Caranya tidak harus membuat pipiku merona dihari yang masih sangat pagi ini bukan?!

.

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

Yuhhuuu~~~
Cho update tapi jangan banyak - banyak... Nanti pada minta tambah~~

See u next chap?

Chhuuu~~

.

.

.

.

.

.

Selasa, 29 Mei 2018