Hai readers! XD
Sepertinya makin banyak yang berminat mampir hanya sekadar untuk membaca dan mereview (meski hanya sebagian) fic saia ini… XD
Oh ya, untuk chapie ini author sengaja gak memasang humor sedikitpun (mungkin sih, biasanya nyelip dikit). Bukan karena rasa humor author berkurang, tapi untuk chapie ini author pengen ngebikin cerita tentang masa lalu Yuu. XD
Bagi yang penasaraan baca aja ya! Dan bagi yang bingung ma jalan ceritanya jangan khawatir, karena author sendiri juga bingung. *plak
Sebelum kecerita author mau ngebalas reviewnya dulu…
Miki Abaddonia Lucifen : Gak kepikiran, coz saia sendiri orangnya kaleman. XD (bukan daleman ya, ntar dikira pantsu)
4386takumiyu : Ok deh! Tapi OC lainnya muncul lagi di chapie depan. DX
Sabar aja ya… :D
IchigoMei-Chan : LenTahlea udah jadian kok. Yang sebelumnya ada kesalahan, jadi publish ulang. DX
Padahal rencana awalnya LenYui, tapi saia malah ngebikin adegan Tahlea nyeret paksa Len, jadinya kalian pada salah paham. Ya udah pairnya berubah. XD
DT-Demon-Trigger : Para chara utama musti dapen pairnya, tapi para OC gak semuanya. XD
Maaf deh law ada yang gak kebagian. (_ _")
mikan the childish vampire : Law mau jadi sensei sih boleh, soalnya muridnya dah kebanyakan. ._.
Ok, balasan review udah!
Sekarang disclaimer!
Vocaloid ©Yamaha Corp. dkk
Vocaliod Go To School ©Kyouko-nyan Kawaii Neko
Rate:
T always from now to selanjutnya! *bahasa ngawur mode
Genre:
Friendship, Romance, Tragedy (khusus chapie ini aja ada tragedy dan gak ada humornya)
Pairing:
Voca/Utau x OC
YuuRin
TahleaLen
Sisanya menyusul!
Warning:
Kayaknya gak bisa dibilang OOC, soalnya para Vocaloid gak punya sifat yang tetap (kecuali chara item dan couplenya *berdasarkan pengetahuan author yang sangat minim*), OC, miss typo, bahasa gak baku, little crossover, crack pair, bahasa campuran (lo-gue, aku-kamu, saya-anda tergantung karakter yang diajak bicara), gak jelas, gak terima flame karena itu tindakan pengecut! Don't like don't read!
Summary:
Para chara Vocaloid disuruh oleh Master untuk sekolah. Bagaimana kisah mereka saat bertemu dengan teman-teman yang baru disekolah mereka? Don't like don't read!
~(^o^~)Vocaloid(~^o^)~
Di kelas 3 A Crypton Academy, semuanya berjalan normal seperti biasa. Contohnya mereka yang biasanya ribut dikelas sekarang masih ribut, yang biasanya berdandan sekarang berdandan, tapi tidak untuk cowok cantik berambut merah itu. Dia yang biasanya memakai pakaian perempuan hari ini entah kenapa tidak memakainya. Tentu saja semua murid dikelas itu (-Rin dan kawan-kawan) tidak mengetahuinya kalau sosok yang sekarang berdiri didepan kelas itu ternyata Tsukiyomi Yuu. Bahkan Tahlea yang selalu mendandaninya juga tidak sadar.
"Eh? Siapa anak itu? Anak Crypton Junior High School?" tanya seorang murid cewek pada temannya. Temannya hanya menggeleng tanda dia tidak tahu apa-apa. Tapi pandangan mereka tidak lepas dari 'anak yang berdiri didepan kelas' itu. Mereka merasa kenal dengan anak itu. Tentu saja karena anak itu adalah Tsukiyomi Yuu, satu-satunya cowok cantik dikelas itu sebelum Len memasuki kelas itu.
"Ehm! Dik, ada yang bisa saya bantu?" tawar Gakupo. Tentu saja sebagai ketua kelas yang baik 'dan dia merasa sebagai senpai dari anak itu' langsung menawarkan bantuan yang disambut dengan tatapan mengerikan dari anak itu. Gakupo kaget karena anak itu bukannya menjawab dengan baik tapi dengan deathglare.
"Aku ini Tsukiyomi Yuu! Masa cuma gara-gara aku gak pakai pakaian perempuanku kalian jadi tidak mengenaliku?" rengek Yuu setelah dia memberitahu identitasnya. Kontan satu kelas (-Rin dan kawan-kawan) kaget saat mendengar pengakuan dari anak itu. Salah satu anak berciri-ciri rambut hijau pendek yang sedang meminum jus wortel yang bernama Gumi menghampiri anak itu. Gumi lalu memperhatikan anak itu dari atas kebawah. Tentu saja Yuu merasa risih karena diperhatikan seperti itu. Melihat Yuu yang merasa risih, Gumi lalu menghentikan penyelidikannya dan memilih untuk mengatakannya langsung.
"Tsukiyomi yang berada dikelas ini selalu memakai pakaian perempuan! Meskipun ciri-ciri lo persis dengannya, gue gak yakin kalau lo itu Tsukiyomi Yuu!" kata Gumi. Yuu pun hanya mendengus kesal sambil membatin 'Mentang-mentang tubuh dan umurku yang masih muda aku jadi gak bisa dipercaya gitu?' Kenyataannya sih orang tua (maksudnya yang lebih tua misalnya bapak-bapak dan ibu-ibu) jarang sekali percaya dengan yang dikatakan oleh anak-anak. Padahal anak-anak paling tidak bisa berbohong karena mereka masih polos (kecuali kalau disuruh berbohong).
"Rin-chan, bantu aku!" rengek Yuu sambil berlari menuju tempat duduk Rin. Semua siswa yang ada disana (dan lagi-lagi –Rin dan kawan-kawan) terbelalak kaget karena anak itu memanggil Rin dengan sebutan '-Chan'. Itu semakin membuat mereka yakin kalau anak itu bukanlah Yuu, sebab Yuu selalu memanggil orang lain dengan marganya, bukan nama kecilnya. Yah, kecuali untuk Tahlea yang sudah dianggapnya seperti nee-san nya sendiri.
"Ano… Minna, anak ini benar-benar Tsukiyomi Yuu. Dia tidak memakai pakaian perempuannya karena…" Rin menggantungkan kalimatnya. Bukan karena ingin membuat teman-temannya penasaran, melainkan dia sendiri tidak tahu alasannya selain karena orang tuanya ada dirumah. Tidak lucu jika seseorang tidak melakukan crossdress hanya karena alasan konyol seperti itu. "Karena… Yuu sedang tidak mood…" lanjut Rin. Mereka yang tadinya meragukan identitas sebenarnya anak itu adalah Yuu sekarang percaya kalau anak itu adalah Yuu.
"Tapi, kalau Yuu-chan berpenampilan seperti itu jadinya gak kawaii…" keluh Tahlea dari pojok kelas. Dia terlihat sedang berduaan dengan Len. Yah, mereka semua sudah mengetahui kalau Tahlea sudah jadian dengan Len tanpa paksaan dari salah satu pihak, melainkan sama-sama suka. Tahlea suka pada Len karena tampang Len yang shota dan juga menjadi cantik saat dia melakukan crossdress, sedangkan Len menyukai Tahlea karena dandanan Tahlea telah mengubah dirinya menjadi sangat cantik.
"Tahlea-san, tolong jangan bercanda. Aku sedang tidak ingin bercanda…" ucap Yuu tegas, lalu menuju tempat duduknya. Tahlea yang tadinya bengong karena ucapan Yuu tadi akhirnya tersadar setelah mengingat kalau hari ini adalah tanggal 12 Mei. 'Benar juga, besok adalah hari 'itu'. Hari ini pasti orang tuanya ada dirumah,' batin Tahlea. Dia juga merasa sedikit sedih kalau mengingat tanggal 13 maret. Yah, hanya Yuu dan keluarganya beserta Tahlea yang tahu apa yang terjadi pada tanggal 13 maret, meskipun Tahlea tidak begitu tahu, setidaknya dia tahu intinya.
"Kalau diperhatikan lagi, ternyata Tsukimiyo lumayan kakoi kalau tidak menggunakan pakaian perempuan…" komentar Yuiki saat memperhatikan Yuu. Satu kelas hanya sweatdrop karena heran kenapa Yuiki tidak pernah menyebutkan nama orang dengan benar. Jangan-jangan nama sendiripun dia tidak bisa menyebutnya dengan benar.
"Akira-san, tolong jangan menambah masalah!" ucap Tahlea gemas dengan tingkah Yuiki yang seperti anak kecil itu. Yuiki bingung dengan yang dikatakan Tahlea karena dia tidak merasa membuat masalah. Kenapa dia tidak pernah sadar kalau dia selalu salah saat memanggil atau menyebutkan nama seseorang?
"Baik! Sekarang kembali ke tempat duduk kalian!" teriak Meiko-sensei sedikit keras. Para murid yang tadinya mengerubuti meja Yuu bak semut ketemu gula langsung kembali ke habitatnya masing-masing. Meiko-sensei melihat sekeliling untuk memastikan kalau semua murid sudah kembali ketempat duduknya masing-masing. Lalu matanya tertuju pada Yuu yang sedang melihat kearah keluar kelas. (Ingat di chapie 2 kan? Semua dinding kelasnya terbuat dari kaca anti pecah) Dia agak kaget karena melihat Yuu yang biasanya tidur sekarang tidak terlihat mengantuk sama sekali, bahkan untuk pertama kalinya semenjak dia mengajar dikelas Yuu, dia melihat Yuu memakai pakaian laki-laki. Meiko-sensei mencoba mengingat-ngingat barangkali ada kejadian yang menyebabkan Yuu seperti itu, tapi dia tidak bisa mengingatnya. 'Ah sudahlah. Mungkin dia hanya ingin mengganti suasana…' batin Meiko-sensei. "Baiklah! Sekarang kita mulai pelajarannya… Buka halaman 142!" perintah Meiko-sensei. Para murid langsung membuka buku paket pelajaran seni halaman 142. Yap! Meiko-sensei mengajar kelas seni.
-Skip time, break time-
"Yuu-chan! Kau mau kemana?" tanya Rin yang melihat Yuu meninggalkan kelas. Yuu menoleh ke arah Rin lalu menjawab "Atap sekolah…" Rin yang penasaran dengan apa yang ingin dilakukan oleh Yuu mencoba untuk membuntuti Yuu ke atap sekolah. Tentunya sulit baginya untuk membuntuti tanpa ketahuan, sebab lorong sekolah yang biasanya ramai saat jam istirahat sekarang sepi. Entah para murid sudah terlebih dahulu kekantin atau mereka yang memang malas keluar kelas dan lebih memilih untuk bermalas-malasan didalam kelas.
'Yuu-chan mau apa diatap kelas ya? Biasanya kan dia lebih memilih untuk tidur didalam kelas…' batin Rin. Tidak ada yang tahu tentang kebiasaan Yuu yang ini, sebab Yuu sendiri sering lompat kelas sehingga teman-temannya yang sewaktu kelas 1 SMA berada dikelas yang sama dengannya sekarang menjadi kohainya. 'Eh? Kotak apa itu?' tanya Rin didalam batinnya. Saat kotak tersebut terbuka, terdengar sebuah lagu yang sangat disukai oleh Yuu. Judulnya adalah Connect – Claris (author: Yang penasaran ma lagunya cari aja di google dengan search key Connect – Mahou Shoujo Madoka Magica) dan juga lagu yang mengingatkannya pada orang yang paling dia sayangi, yaitu orang yang memberikan kotak itu.
"Rin-chan, kau mengintipku dari tadi?" tepat sasaran! Yuu mengetahui kalau Rin membuntutinya sejak tadi. Rin keluar dari tempat persembunyiannya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yuu langsung menutup kembali kotak yang ada ditangannya itu lalu menyimpannya kembali ke dalam tas kecil yang sering dia bawa-bawa. "Apa ada yang membuat Rin-chan penasaran sehingga ingin mengetahui apa yang aku lakukan?" tanya Yuu. Rin hanya mengangguk. "Yuu-chan, kau sudah janji kan ingin menceritakan kenapa kemarin kau tidak menggunakan pakaian perempuan? Aku yakin alasannya bukan hanya karena orang tuamu ada dirumah, benar kan?" tanya Rin balik. Yuu hanya mengangguk kecil.
"Aku sudah berjanji kan? Jadi aku harus menepatinya…" kata Yuu sambil menghela nafas. Sepertinya dia merasa berat menceritakan alasannya, tapi karena dia sudah berjanji, dia akan menceritakannya.
-Flashback, 5 years ago-
(Yuu POV)
"Nee-san, ini tidak sakit kan?" tanyaku yang saat itu berumur 8 tahun. Nee-san ku yang bernama Tsukiyomi Hime itu hanya tertawa mendengar pertanyaanku itu.
"Yuu-chan, ini tidak akan sakit. Kalau ini sakit tidak mungkin nee-san mau memakaikan ini padamu…" jawab nee-san. Akupun hanya ber'oh' mendengar jawaban dari nee-san. "Yuu-chan, kau siap kan? Sebagai laki-laki dan juga adik dari nee-san, kau harus siap!" teriak nee-san semangat. Nee-san orangnya memang energik. Seakan-akan tidak pernah lelah meskipun baru saja selesai keliling lapangan sebanyak lima putaran. "Baik! Aku siap!" jawabku mantap sambil menutup mataku. Selama aku menutup mataku, aku merasa nee-san mulai melepaskan pakaianku, lalu memakaikan pakaian yang tadi ditunjukannya padaku. Lalu nee-san melakukan sesuatu pada wajahku. Aku tidak tahu karena mataku tertutup.
"Nah, selesai! Sekarang buka matamu…" kata nee-san. Aku membuka mataku. Saat melihat bayangan dicermin, aku seakan tidak percaya apa yang aku lihat di cermin itu. Yah, aku melihat bayanganku sendiri. Tapi, aku terlihat sangat cantik. Bahkan mungkin aku lebih cantik dari Yui.
"I… Ini… Aku?" tanyaku yang masih tidak percaya kalau itu adalah aku. Kulihat nee-san hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum tulus. Nee-san lalu menggambil benda semacam bedak lalu menyuruhku untuk memejamkan mata lagi. "Sekarang sentuhan akhirnya… Nah, sekarang sempurna!" teriak nee-san bangga. Aku hanya tersenyum melihat nee-san yang seperti itu. Selama ini memang hanya nee-san yang menemaniku dirumah karena papa dan mama terlalu sibuk dengan perkerjaan mereka sementara Yui tinggal diluar negeri bersama mama. "Ayo Yuu-chan, kita jalan-jalan sekalian bersiap-siap untuk ulang tahunmu besok. Nee-san akan mentraktirmu…" mendengar kata-kata nee-san, aku jadi bersemangat dan langsung mengatakan 'Aku mau!'. Tingkahku saat itu seperti anak kecil saja meskipun sebenarnya aku memang masih anak-anak.
Kami langsung pergi ketaman Yamaha, taman bermain nomor satu di Crypton City. Aku langsung lari-lari kecil saat sampai disana.
"Yuu-chan, jangan lari-lari seperti itu! Kalau kau nanti jatuh gimana?" kudengar suara nee-san memanggilku. Aku lalu mendekati nee-san sambil meminta maaf. Nee-san hanya menggosok-gosokan tangannya dikepalaku sembari berkata 'Dasar anak nakal!' sambil tertawa. Aku pun ikut tertawa karena aku tahu nee-san sedang bercanda. "Ayo, kita sekarang ke toko hadiah dulu. Nee-san mau membelikan hadiah ulang tahunmu besok!" kata nee-san. Aku langsung bertanya pada nee-san seperti apa hadiahnya, tapi nee-san hanya menjawab 'Rahasia!' Aku langsung mengembungkan pipiku, tapi nee-san langsung berkomentar kalau aku jadi kawaii saat melakukannya.
-Skip time-
"Aku capek nee-san…" rengekku manja sambil memeluk nee-san. Nee-san hanya tersenyum saja sambil memakan buah apel kesukaannya. Aku jadi suka apel karena aku sering melihat nee-san memakannya.
"Tumben Yuu-chan sekarang tidak semangat. Ada apa?" tanya nee-san. Sepertinya dia khawatir. "Aku gak apa-apa kok nee-san. Aku hanya capek," jawabku. Kulihat nee-san menghela nafasnya lega.
"Jangan membuat nee-san cemas dong. Nee-san kira kamu sakit…" kata nee-san sambil mencubit pipiku. Aku mendengus kesal sembari berkata "Pipiku akan sakit kalau dicubit seperti itu!" kataku dengan nada sok tsundere. Nee-san hanya tertawa.
"Oh ya, nee-san mau membelikanmu pakaian perempuan. Kamu mau kan?" tanya nee-san. Aku langsung mengiyakannya sambil tersenyum. Kami pun masuk ke salah satu toko pakaian di taman itu.
"Nee… Nee-san membelikanku ini?" tanyaku kaget sambil memegang sebuah benda yang dibelikan oleh nee-san. Nee-san membelikanku sebuah… Bra? Cupnya tidak terlalu besar, sekitar untuk anak-anak SMP. Mungkin tujuan nee-chan hanya agar dadaku terlihat menonjol. Membayangkannya saja pipiku terasa panas.
"Jadi… Yuu-chan tidak suka ya?" tanya nee-san 'sok' sedih. Aku tahu kalau itu hanyalah akting, tapi aku tidak tahan kalau melihat nee-san sedih meskipun hanya pura-pura. "Bu… Bukan begitu nee-san! Hanya saja aku kan tidak mengerti cara memakainya…" jawabku jujur. Nee-san lalu membawaku ke salah satu kamar ganti yang ada di toko itu. Nee-san lalu mengajariku cara memasangnya. (Author : Karena ini sepertinya memalukan kalau dibaca, jadi author tidak menjelaskan cara memakainya meskipun kalian para cowok mesum mungkin tahu cara memakainya) "Bagaimana Yuu-chan? Apa dadamu merasa sesak?" tanya nee-san setelah memakaikannya. "Tidak… Malah aku merasa sangat bebas…" jawabku riang. Nee-san lalu membawaku keluar setelah melepaskan branya lalu mengambil sekitar tiga bra lagi berikut celana dalamnya. Aku yakin itu dibelikan untukku karena ukurannya yang kecil. Karena hari sudah mulai gelap, kami akhirnya memutuskan untuk pulang. "Yuu-chan , nee-san akan meletakkan kotak hadiah ini di meja nee-san. Yuu-chan tidak boleh membukannya sebelum jam 12 malam! Kalau Yuu-chan membandel nee-san gak akan mentraktir Yuu-chan lagi!" ancam nee-san. Aku langsung teriak histeris dan mengatakan kalau aku tidak akan membandel.
-11.55 P.M-
"Sebentar lagi jam 12 malam! Sebaiknya aku kebawah saja…" kataku lalu berjalan menuju lantai bawah. Kamarku berada dilantai atas bersama nee-san, tepatnya satu kamar. Saat aku sedang berada ditangga, aku seperti mendengar suara papa dan nee-san yang sedang bertengkar. Karena penasaran aku pun berusaha menempelkan telingaku sehingga suaranya menjadi jelas.
"Kenapa kau melakukannya pada Yuu?" tanya papa yang sepertinya membentak nee-san. 'Melakukan apa? Apakah memakaikanku pakaian perempuan?' batinku. Aku pun melanjutkan acara mengupingku.
"Tapi Yuu-chan tidak keberatan! Kenapa papa tidak suka?" tanya nee-san. Aku pun lebih memilih untuk mendengarkannya terlebih dahulu.
"Dia itu laki-laki. Kalau kau mau kau kan bisa memakaikannya pada Yui…" "Tapi Yui-chan sekarang diluar negeri. Lagipula aku memang membelikannya untuk Yuu-chan!" kudengar nee-san kembali menjawab perkataan papa. Kudengar ada sesuatu seperti meja yang digebrak dengan kasar.
"Turuti kata-kata papa!" "Memangnya papa sendiri mau mendengarkan perkataan kami?" tanya nee-san balik. Sepertinya nee-san menangis jika kudengar dari suaranya yang sesenggukan.
"Dasar anak tidak tahu diri!" *plak* setelah papa mengatakan hal itu terdengar seperti suara tamparan. Aku kaget karena papa menampar nee-san. Aku pun mencoba untuk masuk ke dalam ruang keluarga, tapi nee-san sudah keluar dari sana setelah berteriak 'Papa jahat!' sambil menangis. Kulihat nee-san pergi menuju pintu depan, bukan kekamar kami. Aku mengikuti nee-san karena diluar sedang hujan deras. Saat aku membuka pintu, kulihat nee-san berada ditengah jalan sedang menuju kesebrangnya. Saat aku mencoba memanggilnya, terdengar suara klakson mobil dan sesaat setelahnya terjadi kejadian yang paling tidak kuinginkan didunia ini. "KYAAAAA!" terdengar teriakan keras dari nee-san saat mobil tersebut hamper menabrak nee-san. Satu detik kemudian mobil tersebut telah menabrak nee-san sehingga membuat nee-san terkapar bersimbah darah. Aku yang melihat kejadian itu secara langsung tidak dapat membendung air mataku, sehingga aku langsung menangis sejadi-jadinya. "NEE-SAAAAAN!" teriakku berulang kali sambil mengguncang-guncangkan tubuh nee-san. Kulihat mobil yang menabrak nee-san langsung melarikan diri, sementara sekilas kulihat papa memencet tombol hape sebanyak tiga kali. Aku masih tetap mencoba untuk membangunkan nee-san.
"Yu… Yuu-ch… Chan…" kudengar suara nee-san yang terputus-putus. Aku langsung menoleh ke wajah nee-san. "Maaf ya… Yuu-chan… Nee-san sepertinya… Tidak bisa… Menepati janji nee-san…" kata nee-san lagi.
"Nee-san! Bukankah nee-san sudah janji akan datang setiap hari ulang tahunku?" kataku sambil menangis terisak-isak.
"Yuu-chan… Nee-san… Minta maaf ya…" kata nee-san sambil tersenyum lembut. Aku masih menangis melihat keadaan nee-san yang sepertinya semakin parah. "Yuu-chan… Sepertinya… Nee-san sebentar lagi… Akan pergi… Ugh…" kata nee-san lagi. Aku kaget karena nee-san mengatakan hal itu.
"Nee-san! Jangan berkata seperti itu!" teriakku. Kulihat nee-san kembali tersenyum.
"Kemarikan… Wajahmu…" aku menuruti permintaan nee-san. Lalu *cup* nee-san mencium bibirku dengan lembut dan penuh perasaan. Aku yang saat itu tidak mengerti hanya mencoba memejamkan mataku. Tak beberapa lama nee-san melepaskan ciumannya. "Itu adalah… Harta nee-san… Yang berharga… Uhuk uhuk…" kata nee-san sambil batuk-batuk. "Nee-asn memang berencana… Untuk memberikannya padamu… Besok…" lanjut nee-san. AKu masih tetap menangis.
"Yuu-chan, jadilah anak baik… Jangan kecewakan nee-san ya… Aku menyayangimu… Yuu-chan…" kata nee-san dengan suara yang sangat lemah. Kulihat mata nee-san tertutup. Menutup untuk selamanya. Tepat jam 12 malam bersamaan dengan menutupnya mata nee-san, kulihat hape nee-san berbunyi dengan suara alarmnya yaitu suaranya sendiri yang berbunyi 'Ottanjoubi Omedettou Yuu-chan!' disertai dengan tulisan 'Yuu-chan Birthday! ^_^'. Aku kembali menangis keras sambil memeluk tubuh nee-san yang sudah tidak bernyawa itu. Sejak saat itu aku tidak punya semangat hidup lagi. Mataku yang dulu selalu terbuka lebar sekarang hanya terbuka setengahnya, seperti mata yang kosong.
-End flashback and Yuu's POV-
Setelah mendengar cerita dari Yuu, Rin terlihat sangat sedih. Rin pun langsung memeluk Yuu yang sepertinya menangis setelah menceritakannya.
"Yuu-chan, aku minta maaf sudah memaksamu untuk menceritakan hal yang membuatmu sangat sedih…" kata Rin sambil mengelus kepala Yuu. Yuu sedikit lebih tenang setelah Rin mengelus kepalanya.
"Hiks… Tidak apa-apa kok Rin-chan… Hiks…" jawab Yuu sambil menghapus air matanya. "Sekarang… Aku sudah punya banyak teman. Bahkan Meiko-sensei yang dulunya merupakan teman nee-san juga sesekali berkunjung…" kata Yuu. Rin merasa sedikit tersentuh. Lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Yuu. Yuu yang sepertinya tahu maksud Rin hanya memejamkan matanya. Tapi, disaat wajah mereka tinggal beberapa senti lagi…
"Apa yang kalian lakukan diatap sekolah?" bentak seorang sensei yang bernama Kiyoteru. Rin dan Yuu yang kaget langsung melepaskan pelukan mereka lalu berusaha menyembunyikan muka mereka yang sudah sangat merah. "Jangan berbuat mesum dilingkungan sekolah! Kenapa aku bisa lupa membuat peraturan itu? Apa karena aku terlalu lama bersama Yuki?" tanya Kiyo pada dirinya sendiri, lalu kembali kelantai bawah.
"Ta… Tadi itu nyaris saja ya, Yuu-chan?" tanya Rin dengan muka memerah, sementara Yuu masih belum kembali ke bumi alias dia masih berada di dunianya (bengong).
"Ano… Yuu-chan?" "Eh? I… Iya… Ada apa?" tanya Yuu balik. "Kita sebaiknya segera kekelas…" kata Rin lalu menarik Yuu kekelas mereka.
-To Be Continued-
Sumpah saia gak sadar dengan apa yang terjadi dichapter ini! Saia minta maaf law misalnya kalian gak berkenan! *bungkuk-bungkuk* Entah kenapa tiba-tiba saia kepikiran buat ngebikin chapie 8 jadi kea gini… DX
Tapi jangan khawatir! Chapie depan gak ada lagi tragedi kayak gini kok! Saia janji!
Oh ya, untuk menghindari typo yang suka seenaknya muncul, author mengetik chapie ini tanpa melihat keyboard (sesekali sih, tapi jarang) dan lebih fokus melihat monitornya. Sehingga tulisan yang ter-auto correct atau ada hurufnya yang salah bisa langsung diperbaiki. Tapi author juga manusia, mungkin masih ada yang luput. DX
Akhir kata…
Review
V
V
V
