Voice
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan dan Cho hanya meminjam nama mereka
Cast : DBSK dan yang lain
Rate : T
Genre : School Life, YAOI, Romance, Hurt/Comfort,
Alur kadang cepet kadang lama dan yang pasti bakal banyak typos
Enjoy it ^o^
Hati - hati ya bacanya, "..." tulisannya italic itu berarti Yunpa yang lagi ngomong lewat tulisan maupun tangannya yang gerak ^^
.
.
.
.
.
Yunho mengangguk dan tersenyum. Tiba - tiba Junsu datang menghampiri mereka dan meminta Yunho untuk masuk karena suster Tae Hee memcarinya. Yunho menggerakkan tangannya dan meminta Junsu untuk mengartikannya pada Jaejoong yang sedang bingung.
Junsu mengangguk, kemudian Yunho menatap Jaejoong, memberikan senyumnya kemudian masuk kedalam panti.
" Hyung bilang, kau bisa pulang karena dia juga harus membersihkan dirinya" Ucap Junsu datar
" O-oh baiklah. Sampaikan salamku pada suster Tae Hae"
" Ne"
" Dan Junsu yah... Terima kasih sudah menyadarkanku waktu itu dan aku minta maaf atas semua kelakukan burukku padamu" Ucap Jaejoong kemudian membungkukkan tubuhnya
Junsu menatap malas pada Jaejoong namun dia tidak tahu harus berbuat apa pada namja dihadapannya ini.
" Maafkan aku ne?"
" Hum" Akhirnya Junsu bergumam
" Terima kasih Junsu yah. Aku pamit pulang, annyeong"
" Ne"
Jaejoong tersenyum sebelum akhirnya dia pergi dari sana, meninggalkan panti dengan mobilnya. Junsu menatap datar pada mobil Jaejoong selama beberapa detik kemudian membalikan tubuhnya untuk masuk kedalam panti namun baru beberapa langkah, dia melihat Yunho menghampirinya.
" Suster Tae Hee tidak mencariku"
" Masa? Tadi aku seperti mendengar dia memanggil hyung kok"
" Dimana Jaejoong?" Tanya Yunho menggunakan tangannya, dia tidak melihat Jaejoong ada di depan panti lagi
" Dia... Pulang. Katanya ada urusan"
Yunho menganggukkan kepalanya dan kemudian mengajak Junsu untuk masuk kedalam panti karena hari sudah mulai gelap.
" Maafkan aku hyung..."
.
.
.
.
.
~ Chapter 7 ~
.
.
.
.
.
Jaejoong menoleh ke arah pintu kelasnya berkali - kali, bel masuk akan berbunyi lima menit lagi namun Yunho belum juga menampakkan batang hidungnya. Kemana namja itu? Jaejoong langsung saja khawatir, dia takut Yunho terkena masalah.
Tapi syukurlah Yunho masuk ke dalam kelas saat bel berbunyi, Jaejoong tersenyum menyambut Yunho yang dibalas anggukkan oleh Yunho. Namja itu duduk dan mengeluarkan buku pelajarannya, Jaejoong mengamati Yunho. Kenapa namja itu bermandikan keringat pagi ini? Lihat saja kemeja seragamnya terlihat basah saat ini juga jangan lupakan nafas Yunho yang masih terengah.
Jam istirahat dimanfaatkan Jaejoong untuk langsung membawa Yunho ke kantin sekolah bersama Yoochun. Jaejoong memesankan makan siang untuk Yunho hanya saja namja itu terlihat tidak bersemangat memakan makan siangnya.
" Kenapa Yun?" Tanya Jaejoong dan Yunho hanya menggeleng
" Ada yang terjadi dipanti?" Kali ini Yoochun bertanya dan Yunho menjawab pertanyaan Yoochun dengan mengerakkan tangannya
Jaejoong mengerucutkan bibirnya sebal, kenapa saat Yoochun bertanya Yunho langsung menjawabnya tapi saat dia yang bertanya Yunho hanya menggeleng? Ugh...
" Kata Yunho, Suie sakit. Dia demam dan jika Suie sakit manjanya terhadap Yunho keluar. Tadi pagi Yunho terlambat karena harus meladeni manjanya Suie dulu" Jelas Yoochun
" Suie sakit?"
" Ya, bukankah kemarin sudah dijelaskan? Suie mudah sakit jika terkena hujan?"
" Oh ya... Aku lupa"
Yunho memberikan tulisannya pada Jaejoong dan Jaejoong mengerutkan keningnya saat membaca tulisan Yunho.
" Saat aku kembali kemarin kau sudah pulang, Suie berkata kau ada urusan. Tadinya aku ingin menyerahkan sesuatu untukmu"
Eoh? Jaejoong memutar otaknya kembali, dia mengingat dengan jelas apa yang dikatakan oleh Junsu kemarin seingga dia pulang begitu saja. Lalu apa maksud tulisan Yunho?
' Tidak mungkin Junsu berbohong padaku kan? Kalaupun benar, untuk apa Suie berbohong padaku?' Batin Jaejoong
" Hey, kau melamun" Yoochun menggoyangkan lengan Jaejoong hingga namja itu tersentak
" Eh? Mian, apa yang kau ingin berikan Yun? Maaf kemarin aku pulang terlebih dahulu" Akhirnya Jaejoong menutupi kebenarannya dulu
" Sesuatu milik Minnie, sepertinya benda itu untukmu" Tulis Yunho
" Oh, baiklah. Nanti sepulang sekolah aku akan ke sana sekalian menjenguk Suie"
Yunho menganggukkan kepalanya, Jaejoong pikir dengan pergi ke panti asuhan maka dia akan bisa bertanya kenapa Junsu berboong padanya.
" Ayo pergi bersama nanti ke panti" Ajak Yoochun
" Oke" Jaejoong menganggukkan kepalanya
" Hmmm Yun, apa kau tidak apa - apa?" Tanya Yoochun
Jaejoong dan Yunho mengerutkan keningnya.
" Kau hanya tidak nafsu makan saat kau ada masalah atau kau sedang sakit. Apa kau sedang sakit?" Tanya Yoochun yang rupanya sadar jika Yunho hanya memainkan makan siangnya
" Mwo? Kau sakit Yun?" Jaejoong dengan reflek menyentuh kening Yunho dengan telapak tangannya " Omo? Hangat! Apa karena kau hujan - hujanan kemarin? Ayo! Aku akan membawamu keruang kesehatan"
Tanpa jeda Jaejoong berbicara dan langsung membawa Yunho hmm... Lebih tepatnya menarik Yunho dengan paksa keluar dari area kantin diikuti oleh Yoochun. Jaejoong membawa Yunho keruang keseatan.
Setelah diperiksa, perawat sekolah menyarankan Yunho untuk beristirahat karena suhu tubuhnya agak tinggi. Yunho akhirnya mengangguk pasrah saat Jaejoong merengek supaya Yunho mau beristirahat diruang kesehatan.
.
.
.
Jaejoong berjalan keruang kesehatan saat bel pulang sekolah berbunyi dengan membawa tas sekolah Yunho. Dia ingin memastikan kondisi Yunho, dia juga sudah menelepon appanya, memberitahu bahwa Yunho tengah sakit dan harus beristirahat.
Jaejoong memasuki ruang kesehatan dan melihat Yunho masih tertidur dengan nyenyak. Apa harus Jaejoong mengganggunya? Tentu tidak. Jaejoong mengambil kursi dan duduk disamping ranjang yang ditempati oleh Yunho, dia memperhatikan bagaimana wajah Yunho yang terlihat sempurna.
Satu hal yang ingin Jaejoong lakukan pada Yunho setelah mendengar penjelasan suster Tae Hee tentang Yunho adalah Jaejoong ingin membawa Yunho untuk terapi suara. Tapi bagaimana? Yunho sendiri seakan tidak berkeinginan untuk kembali bersuara jadi apa yang harus dilakukannya?
" Hah..."
Jaejoong menghembuskan nafasnya, dia merasa senang bisa melihat Yunho beristirahat dan memperhatikan wajah Yunho lebih lama. Yunho terlihat jauh lebih tampan saat tidur seperti ini dan membuat jantung Jaejoong kembali berdebar keras.
Jaejoong mengedipkan matanya saat melihat mata Yunho terbuka perlahan. Jaejoong langsung berdiri dan membantu Yunho untuk duduk.
" Ayo aku antar pulang?"
Yunho terdiam kemudian menyentuh kantong seragamnya, dia mengeluarkan buku kecilnya dan mulai menulis disana.
" Aku akan pergi bekerja"
" Ish! Aku sudah meminta izin pada appa. Hari ini aku akan mengantarmu pulang Yun"
" Tidak perlu"
" Aku tidak terima penolakan tuh" Jaejoong tersenyum diakhir kalimatnya
Akhirnya Yunho mengikuti Jaejoong menuju gerbang ssekolah, tapi karena Yunho yang keras kepala saat Yoochun menghampirinya Yunho malah pergi ke perusahaan Kim untuk bekerja.
Jadi disinilah Jaejoong, didepan panti membawa plastik bingkisan untuk Junsu dan anak - anak panti. Dia melangkah ke dalam bersama dengan suster Tae Hee yang tadi ada di depan halaman panti. Dia menyuruh Jaejoong untuk langsung saja masuk kedalam kamar yang ditempati oleh Junsu.
Jaejoong menurut, dia membuka sebuah pintu dan didalamnya Junsu tengah berbaring. Jaejoong melihat sekitarnya, Junsu tidur sendiri dan lihat bagaimana dia menata ruangannya. Sangat rapi dan sederhana, beberapa sudut ruangan ditempel atau dipajang foto Junsu.
Mulai bersama Yunho, anak - anak panti, suster Tae Hee bahkan dengan Changmin. Ah... Jaejoong kembali merindukan namja cilik itu.
Jaejoong duduk dipinggir tempat tidur Junsu, dia memperhatikan namja yang tengah bergerak gelisah itu. Dengan penuh perhatian Jaejoong mengambil kain kompres yang ada di kepala Junsu dan menggantinya dengan kompres instan yang tadi dia beli sebelum ke panti.
" Aku seperti memiliki adik jika seperti ini, cepat sembuh Junsu ah..."
" Nghhhh..."
Mata Junsu perlahan terbuka, dia membiasakan matanya terhadap pemandangan di depannya dan matanya terfokus pada satu titik. Jaejoong.
" Maaf kalau aku membangunkanmu. Aku hanya ingin menjengukmu"
" Ah... Ne"
Junsu mencoba bangkit untuk duduk dibantu oleh Jaejoong, dia kemudian memegang keningnya, sebuah kompres instan menempel dikeningnya.
" Aku yang menggantinya tadi, bagaimana? Ada yang kau butuhkan?"
" Ani"
" Kalau begitu kau minum dulu"
Jaejoong memberikan segelas air yang ada diatas meja nakas pada Junsu. Junsu menerimanya dan meminum air yang diberikan oleh Jaejoong.
" Yakin tidak ingin apa - apa?" Tanya Jaejoong
" Ne, tidak ada"
Jaejoong menundukkan kepalanya, dia meremas kedua tangannya. Dia ingin memulai pembicaraan pada Junsu tapi dia bingung harus memulainya dari mana.
" Jaejoong sshi..."
" Ne?"
" Mana Yunho hyung?"
" Dia pergi ke kerja"
" Keunde... Dia sedang sakit"
" Ya, tadi aku sudah memaksanya untuk pulang tapi dia bersikeras untuk tetap pergi. Maaf karena aku tidak bisa membawanya pulang Junsu ah"
" Tidak apa - apa, aku sudah cukup mengenal pribadinya yang keras kepala itu"
" Araseo... Hmm Junsu ah..."
" Ne?"
" Boleh aku bertanya?"
" Apa?"
" Kenapa kau berbohong kemarin?"
Junsu terpaku, jantungnya berdebar tidak karuan hanya saja dia mencoba mengontrol ekspresi wajahnya.
" Berbohong? Kapan?"
" Saat kau bilang Yunho memintaku untuk pulang tapi sebenarnya..."
" Ha?"
" Kenapa Su?" Tanya Jaejoong dengan lembut
" Aku tidak-"
" Aku sudah tahu semuanya Su, Yunho tadi pagi mengatakan bahwa kemarin dia mencariku tapi aku sudah pulang"
" Aku..." Junsu meremas selimutnya
" Katakan saja, aku tidak akan marah tapi aku ingin tahu alasannya"
"..."
" Kau marah padaku?"
" ..."
" Tidak menyukaiku?"
" ..."
" Masih marah karena masalah Changmin?"
"..."
" Su?"
" Jangan ambil Yunho hyung"
" Ne?"
" Jangan ambil dia dariku" Junsu mengucapkannya dengan menundukkan kepalanya, suara terdengar lirih
" Apa maksudmu?"
" Aku menyukai Yunho hyung" Junsu mulai mendongak dan menatap Jaejoong
" Eh?"
" Sejak kecil aku hanya terbiasa dengannya, aku menyayanginya dan aku mencintainya. Jangan ambil dia dariku" Ucap Junsu dengan lirih
Bibir Jaejoong terasa kelu, dia tidak bisa mengeluarkan kata - kata atau bisa dibilang dia tidak tahu harus mengatakan apa. Junsu menyukai ah bukan... Mencintai Yunho? Apa yang harus dikatakannya?
Jaejoong merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dan terasa sakit. Junsu sendiri bisa merasakan kesedihan pada mata Jaejoong tapi dia tidak boleh mundur, inilah saatnya atau dia akan kehilangan orang yang dicintainya.
" S-su... Aku tidak mengerti maksudmu. Aku tidak mengambil Yunho darimu"
" Kau melakukannya"
" Aku tidak-"
" Aku mohon Jaejoong sshi..."
" Junsu yah"
" Ini kali pertama aku memohon pada seseorang sampai seperti ini. Yunho hyung orang yang sangat berarti untukku"
Jaejoong menatap dalam mata Junsu, mata itu terlihat gelap tidak bercahaya bagi Jaejoong. Apa salah jika dia bertindak egois, tapi... Bagaimana dengan Junsu? Tunggu, Jaejoong mengakui bahwa dia menyukai Yunho?
" Aku dan Yunho hanya berteman Su" Ucap Jaejoong dengan lembut
" Tapi kau mengambil Yunho hyung dariku"
" Jadi kau marah karena mengira aku mengambil Yunho darimu?"
Junsu menatap Jaejoong kemudian dia menganggukkan kepalanya. Jaejoong mengambil tangan Junsu dan menggenggamnya.
" Aku tidak mengambil Yunho darimu Su, tidak..."
" Benarkah?" Junsu menatap Jaejoong
" Ya" Jaejoong mengucapkannya dengan sedikit ragu
" Terima kasih"
" Tapi sebagai balasannya aku mau kau berteman denganku"
" Eh?"
" Kau tahu? Aku selama ini ingin dekat denganmu tapi kau seakan menjaga jarak denganku. Jadi... Mulai saat ini kita berteman" Putus Jaejoong
Junsu mengedipkan matanya berkali - kali dan saat dia sadar Jaejoong sudah memeluknya dan menepuk pelan punggungnya.
" Tapi berjanjilah kau akan menjaga jarak dengan Yunho hyung"
Jaejoong terdiam, bagaimana ini? Menjaga jarak dengan Yunho? Tidak melihatnya sehari saja membuatnya kehilangan bagaimana bisa dia menjaga jarak dengan Yunho?
" Ku mohon"
Mendengar lirihan Junsu, Jaejoong menganggukkan kepalanya walaupun dengan ragu. Semoga saja apa yang dia lakukan benar.
.
.
.
Jaejoong menatap lesu langit - langit kamarnya. Dia sudah sampai rumah satu jam yang lalu, dia membersihkan diri kemudian berbaring menatap langit - langit kamarnya. Jaejoong merasa ada yang kosong saat ini, mengiyakan permintaan Junsu membuat dirinya malah tidak nyaman.
" Bagaimana ini? Aku sudah berjanji pada Suie"
Jaejoong menghela nafasnya kemudian membalikkan tubuhnya hingga dia berbaring tengkurap. Dia memangku wajahnya dengan kedua tangannya dan memejamkan matanya, tiba - tiba saja dia jadi teringat dengan Yunho, apa namja itu baik - baik saja? Apa sudah sampai panti?
Jaejoong mengambil ponselnya di atas meja nakas, dia melihat ada sebuah pesan masuk.
'From : Yunho
Terima kasih sudah menamaniku di ruang kesehatan tadi siang'
Jaejoong mengedipkan matanya, menemani? Bukankah dia hanya membawa Yunho dengan paksa ke ruang kesehatan tadi siang eoh?
'To : Yunho
Aku hanya membawamu dengan paksa ke ruang kesehatan Yun'
.
' From : Yunho
Apa pun yang kau lakukan hari ini padaku, terima kasih. Karena beristirahat membuatku bisa berkonsentrasi saat bekerja tadi'
Jaejoong tersenyum membaca pesan yang dikirimkan Yunho untuknya. Tapi... Jaejoong menggigit bibir bawahnya, dia tidak boleh seperti ini, dia sudah berjanji pada Junsu untuk menjaga jarak dengan Yunho bukan?
' To : Yunho
Sudah malam Yun, aku tidur ne? Jalja'
Jaejoong meremas ponselnya, dan memejamkan matanya dengan paksa. Padahal dia ingin berbalas pesan dengan Yunho lebih lama tapi... Jaejoong menggelengkan kepalanya, dia harus melakukannya.
" Minnie ah... Ottokeh?"
.
.
Sementara itu, Yunho yang telah menerima pesan dari Jaejoong hanya menatap datar pesan balasan dari Jaejoong. Jam baru menunjukkan pukul setengah sepuluh dan Jaejoong sudah mengantuk? Yunho mencoba berpikiran positif dengan berpikir bahwa Jaejoong mungkin sedang merasa lelah.
" Hyung"
Yunho menoleh, ah dia lupa sedang berada dikamar Junsu untuk menemani namja yang sudah dianggap adiknya itu. Junsu akan sangat manja jika sedang sakit dan dia meminta Yunho untuk menemaninya malam ini. Yunho mendekat dan duduk dipinggir tempat tidur Junsu.
" Tidurlah Suie, sudah malam"
" Sedang apa tadi?"
" Hanya berbalas pesan"
" Dengan Jaejoong hyung?"
Yunho menaikkan salah satu alisnya, bertanya dalam hati dari mana Junsu tahu namun dia menganggukkan kepalanya.
" Oh"
" Tapi dia sudah pamit tidur, lebih baik kau juga tidur agar besok sembuh Suie"
" Ne hyung, hyung menemaniku kan malam ini?"
" Ya, aku akan menemanimu"
" Terima kasih hyung" Junsu menguap kemudian menutup matanya " Aku sangat menyayangimu..." Lirih Junsu dan tak lama hembusan nafas keluar secara teratur dari mulutnya dan Yunho tahu bahwa Junsu sudah terlelap
Yunho berjalan kearah jendela kamar Junsu dan membukanya, menatap langit cerah malam itu dengan pandangan sendunya.
' Bogoshippo... Bagaimana keadaanmu Minnie ah? Hyung merindukanmu saeng...'
.
.
.
" Yun? Kau makan dengan Yoochun kan hari ini?"
Pertanyaan Jaejoong membuat Yunho mengangguk, biasanya saat jam istirahat Jaejoong akan mengajaknya makan bersama, kenapa hari ini Jaejoong malah bertanya hal itu?
" Aku ada urusan dengan Jiyoung dan Kris jadi tidak bisa makan bersama. Maaf ne?"
Yunho mengangguk, dia melihat Jaejoong menarik kedua sahabatnya keluar dari kelas dengan paksa. Dan hampir saja menabrak Yoochun yang baru saja akan masuk ke dalam kelas Yunho.
" Jaejoong tidak makan bersama?" Tanya Yoochun
" Dia ada keperluan dengan kedua temannya"
" Oh, kajja!"
Pulang sekolah Jaejoong memutuskan untuk ikut bersama Kris dan Jiyoung ke toko buku untuk membeli beberapa manga baru. Dan Jaejoong saat ini tengah melihat - lihat buku disana.
Matanya menatap sebuah buku bersampul putih dengan judul 'Mempelajari bahasa isyarat'. Tangannya terulur untuk mengambil buku itu dan melihat bagian belakang buku itu.
" Beli saja Jae"
" Omo! Ya Kris kenapa mengagetkanku eoh?!" Pekik Jaejoong kaget
" Kau sih yang terlalu serius melihat buku itu"
" Aish"
" Beli saja"
" Tidak"
Jaejoong menaruh buku itu kembali dan bertanya dimana Jiyoung dan mereka pun keluar ari toko buku satu jam kemudian. Mereka mengabiskan waktu dengan bermain dan makan malam bersama sebelum mengantarkan Jaejoong pulang ke rumahnya.
" Ini untukmu" Kris memberikan sebuah paper bag untuk Jaejoong
" Apa?" Tanya Jaejoong
" Buka saja jika kau sudah membersihkan tubuhmu"
" Aish! Apa sih?" Jaejoong mencoba membuka paper bag pemberian Kris namun Kris menahannya
" Buka setelah kau bersiap tidur, ini hadiah dari aku dan Jiyoung" Ucap Kris
" Aish! Arasseo! Terima kasih ne?"
" Ne"
Jaejoong turun dari mobil yang Jioung kendarai dan langsung masuk rumah untuk segera mandi. Dia ingin segera mengetahui apa yang diberikan Kris dan Jiyoung padanya.
Jaejoong duduk dipinggir tempat tidurnya setelah mengeringkan rambutnya, dia akhirnya membuka paper bag yang diberikan Kris padanya dan matanya melabar melihat buku yang tadi dia sudah taruh di toko buku sekarang ada dalam genggamannya. Buku tentang mempelajari bahasa isyarat.
" Aish! Apa lagi ini?" Jaejoong menemukan sebuah kertas kecil ada didalam paper bag itu dan Jaejoong membacanya
' Anggap saja ini cara kami mendukung hubunganmu dengan Yunho ne? Kris dan Jiyoung'
" Dasar mereka ini!"
Jaejoong hendak memasukkan buku itu kedalam meja nakasnya namun dia menghentikan gerakannya dan memandang buku itu. Tidak ada salahnya dia membaca buku itu bukan?
.
.
.
Jaejong bangun kesiangan dan itu karena dia asyik membac buku yang diberikan oleh Kris dan Jiyoung. Ternyata Jaejoong malah menikmati buku itu dan melupakan waktu tidurnya sehingga dia bangun sangat telat pagi ini.
" Aish! Lain kali jangan begadang araseo?" Sang eomma memperingati Jaejoong
" Ne eomma!" Jaejoong berdiri dan langsung mengecup pipi kedua orangtuanya dan berlari dengan menggigit sebuah roti
" Pelan - pelan saja Joongie ah!" Pekik sang eomma
" Ne!"
Jaejoong merasa sangat beruntung karena dia bisa saat dia datang bel masuk berbunyi, dia berlari menuju kelasnya dan sampai sebelum gurunya ada di kelas.
Jaejoong menaruh tasnya dan Jiyoung langsung bertanya kenapa Jaejoong datang terlambat.
" Ini semua karena buku yang kalian berikan! Aku begadang membacanya tahu!"
" Salah sendiri"
" Ish!"
Jaejoong mempoutkan bibirnya dan itu mengundang rawa Jiyoung dan Kris bahkan Kris mengacak rambut Jaejoong hingga sang pemilik mengerang tidak suka.
Sementara itu Yunho menatap dalam diam apa yang dilakukan Jaejoong, namja itu bahkan tidak menyapa Yunho pagi ini. Jadi, apa dia harus menyapa Jaejoon terlebih dahulu?
Jaejoong yang merasa diperhatikan menoleh kearah Yunho dan melihat namja itu tengah menatapnya. Jaejoong mengerutkan keningnya dan bertanya ada apa.
" Pagi"
Yunho menggerakkan tangannya, mungkin dia lupa bahwa Jaejoong tidak bisa mengerti bahasanya. Jaejoong tersenyum, kemarin malam dia sudah mempelajari bahasa isyarat itu.
" Pagi Yun"
Mata Yunho melabar, apa Jaejoong sudah terbiasa melihat gerakan tangannya saat menyapa hingga tahu apa yang dia ingin ucapkan?
" Ada apa?" Tanya Jaejoong bingung karena Yunho masih menatapnya
Yunho segera sadar dan menggelengkan kepalanya, di kemudian melihat dasi Jaejoon yang berantakan. Dia menggeser sedikit bangkunya dan tangannya terulur untuk merapikan dasi yang Jaejoong pakai.
Jantung Jaejoong berdegup kencang saat tangan Yunho menyentuh dasinya dan merapikannya. Benar - benar merasakan debaran menyenangkan yang disangkal oleh Jaejoong. Jaejoong beranggapan dia tidak boleh lagi berdebar untuk Yunho, dia harus menepati janjinya pada Junsu.
" Te-terima kasih Yun"
" Ya"
Jaejoong bersyukur guru jam pertama dan kedua berhalangan hadir sehingga dia bisa menaruh kepalanya diatas meja dan memejamkan matanya, dia mengantuk. Saat terlelap tanpa sadar dia menghadapkan wajahnya kearah Yunho dan Yunho memandangi wajah pulas Jaejoong dengan kagum.
Bolehkah dia merasakan hal lain untuk Jaejoong? Bolehkan jantungnya berdebar untuk Jaejoong?
.
.
.
Satu hal yang Yunho sadari seminggu ini, Jaejoong menghindarinya! Dia sadar! Namja cantik itu sebisa mungkin tidak berdekatan dengannya jika tidak ada urusan seperti belajar bersama atau ada hal penting yang Jaejoon ingin tanyakan.
Selebihnya Jaejoong akan menghabiskan waktu bersama dua sahabatnya. Makan siang bersama, bercanda, mengobrol. Dan Jaejoong benar - benar mengurangi banyak waktunya dengan Yunho hingga membuat tanda tanya besar dalam diri Yunho.
Apa salahnya?
Bahkan Yoochun bertanya apakah Yunho sedang bertengar dengan Jaejoong karena ada jarak yang terlihat antara keduanya.
Yunho tidak tahu, apa salahnya. Jaejoong tidak membahasnya atau tidak ingi membahasnya. Dan itu membuat Yunho sedih, dia sudah sangat nyaman berada disamping Jaejoong, menikmati perhatian yang sering Jaejoong berikan padanya, senyum yang selalu Jaejoong berikan padanya.
Akh...
Semua itu tidak ada untuknya seminggu ini dan membuat Yunho tidak bersemangat. Jaejoong bahkan membalas pesannya dengan singkat.
Tapi...
Saat Jaejoong berada dipanti, suster Tae Hee bercerita bahwa Jaejoong sudah akrab dengan Junsu. Mereka bermain bersama, makan es krim bersama dan mengobrol dengan riang. Yunho senang akhirnya Junsu bisa akrab dengan Jaejoong tapi Yunho sedih dengan adanya jarak antara dia dan Jaejoong.
.
.
Ini hari minggu dan Yunho, Junsu serta Yoochun tengah bermain dengan anak - anak panti saat Jaejoong dan keluarganya datang berkunjung. Kunjungan rutin, keluarga Kim akhirnya menjadi donatur tetap untuk panti asuhan yang dikelola oleh suster Tae Hee.
Jaejoong membawa banyak mainan baru untuk anak - anak panti dan sekarang dia tengah bermain dengan mereka, bermain puzzle. Sedangkan kedua orangtua Jaejoong tengah mengobrol dengan suster Tae Hee.
Yunho memperhatikannya dari jauh, tidak ingin mengganggu kesenangan Jaejoong atau mungkin karena Yunho ingin terus bisa melihat senyum yang terpantri pada wajah Jaejoong?
Melihat Jaejoong tersenyum membuat hati Yunho damai dan tenang bukan berlebihan tapi itulah kenyataannya. Oke, Yunho mulai sadar dia memiliki perasaan lain pada Jaejoong. Tapi dia berusaha sadar diri bahwa dirinya tidak pantas untuk Jaejoong karena Jaejoong bisa mendapatkan seseorang yang lebih baik dari pada dirinya.
Lain lagi dengan Junsu yang merasakan sakit pada dadanya saat melihat Yunho tengah memperhatikan Jaejoong. Dia terlambat, dia tahu Yunho pasti memiliki perasaan lebih untuk Jaejoong padahal dia tahu Jaejoong sudah menjaga jarak dengan Yunho.
Jadi, saat anak - anak panti pergi tidur siang dia mengajak Yunho kehalaman belakang dan berdiri berhadapan.
" Ada apa Suie?" Tanya Yunho
" Hyung..."
Yunho mengerutkan keningnya saat Junsu menatapnya dengan tatapan yang tidak dia mengerti.
" Aku... Aku menyukaimu"
" Aku pun menyukaimu Suie, kau adikku"
" Tidak hyung... Aku menyukaimu lebih dari sebatas adik, sa-saranghae"
" Suie?"
" Jangan tinggalkan aku hyung, aku hanya memilikimu"
Belum hilang kekagetan Yunho, namja itu makin kaget kala Junsu berjinjit untuk bisa mencium pipinya kemudian memeluk Yunho erat.
Yunho membeku, tidak membalas pelukan Junsu karena dia sendiri masih kaget. Junsu adalah adiknya, adik kesayangannya dan dia tidak menganggap Junsu lebih dari seorang adik. Mungkin Junsu hanya sedan bingung denga perasaannya sehingga tidak bis membedakan sayang dan cinta.
Tangan Yunho akirnya terangkat untuk menepuk punggung Junsu dan mengelus punggung itu. Junsu tersentak da makin memeluk pinggang Yunho dengan erat.
Tanpa mereka sadari dua pasang mata memandang mereka dengan sedih. Ya, dua pasang mata. Jaejoong dan Yoochun, mereka memang sedang mencari Yunho dan Junsu tapi malah melihat kejadian itu.
Yoochun tidak tahu bahwa Junsu mencintai Yunho karena menyangka bahwa Junsu menganggap Yunho sebagai kakaknya. Kalau boleh jujur Yoochun tertarik dengan Junsu tapi kejadian ini membuat hatinya sakit.
Sedangkan Jaejoong langsung membekap mulutnya dengan air mata terus mengalir pada kedua mata indahnya, dia tidak sanggup melihat orang yang dia sukai berpelukan dengan orang lain walaupun Jaejoong sendiri sudah berjanji pada Junsu tapi dia masih belum rela jika Yunho menjadi milik orang lain.
" Ottokeh..."
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Oke, annyeeeeeoooongggg!
Si oom bebek udah beraksi, jadi gimana selanjutnya? Yunpa pacaran sama oom bebek? Kasian jaemma dong?! Hiks...
.
Special Thanks :
.
Mayorinchan760, ismi mimi, RereYunjae Pegaxue, babywuzidy,, Choi ann, elite Minority. 1111, Uchiha Tachi'4'Sora, Park Rinhyun-Uchiha, D2121, akiramia44, himeryo99, Park honggie, Yunjae Heart, Alif, danatebh, kimRyan2124, eL Ree,
GaemGyu92, vichi. Vhan, JonginDO Sayuri Jung, ChubbyMinland, JRenTastic, Bestin84, dheaniyuu, Princess Jae, Avanrio 11, fyodult, Leemomo. Chan520, choikim1310, birin. Rin, yunacho90, Chwang, lee sunri hyun, Indy, mha. Feibudei,
Yang udah follow, fav, Guest dan Sider
.
Makasih ya #bow
.
Maaf ya kalo mengecewakan, tiba - tiba otak Cho stuck dan ga bisa mikir. Jadi file ff Voice terbengkalai gt aja d bb. Hehehehehe...
.
Maaf juga cho blm bisa bales ripiu kalian, chap depan cho bales in satu - satu dah, trus~ sekarang cho juga udh ada akun wattpad ya... shimjaecho.
Hehehehehe #promosi
.
Jja, see u next chap?
Chuu~~
.
.
.
.
Senin, 20 Juni 2016
