Previous Chapter: Kyuhyun mulai menyadari bahwa ada banyak rahasia yang disembunyikan Sungmin rapat-rapat.


Sungmin melangkahkan kakinya dengan gontai ke dalam kelasnya. Pagi ini ia kembali berbohong pada Heechul. Seperti biasanya, Heechul sudah menyiapkan sarapan untuk Sungmin. Tapi Sungmin mengatakan akan memakannya di kamar, Sungmin pun membawa piring sarapannya ke kamar. Tanpa sepengetahuan Heechul, bahwa sarapan itu diberikannya pada Kyuhyun.

Sungmin sedikit lemas karena selama ini ia termasuk orang yang selalu sarapan sebelum beraktivitas. Sungmin semakin lemas saat melihat ada kertas di atas mejanya. Seperti kemarin. Sungmin membuka dan membacanya.

AKU TIDAK MAIN-MAIN! JAUHI CHOI SIWON!

Sungmin mengerutkan keningnya. Lagi-lagi surat kaleng berisi ancaman.

'Siapa pelakunya?' Sungmin bertanya dalam hati.

"Sungmin," seseorang memanggilnya dari arah pintu kelas. Choi Siwon rupanya, sedang tersenyum ke arah Sungmin. Sungmin melipat kertas itu dan menyimpannya ke saku seragamnya. Sungmin merasa belum saatnya ia memberitahu Choi Siwon tentang surat kaleng yang diterimanya kemarin dan hari ini.

"Pagi-pagi begini putri cantik sudah melamun. Apa kau sedang melamunkan pangeranmu ini, eoh?" Siwon mencubit pelan pipi Sungmin.

Sungmin tersenyum dengan perlakuan manis Siwon padanya.

"Kau sudah sarapan?" tanya Siwon pada Sungmin.

"Belum."

"Kalau begitu kita sarapan bersama. Kajja," ajak Siwon sambil menggandeng tangan Sungmin menuju kantin.

Tanpa Sungmin dan Siwon sadari, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari jendela kelas.

"Cih. Sudah kubilang jauhi Siwon."


"Kemarin kau ke mana? Kenapa tidak menontonku latihan basket?" tanya Siwon saat dirinya dan Sungmin sudah berada di kantin sekolah.

"Ada yang harus kukerjakan di rumah. Jadi aku terburu-buru, sampai aku lupa bilang padamu," sahut Sungmin.

Siwon menganggukkan kepalanya mencoba mengerti.

"Lain kali kau harus memberiku kabar, ne? Biar aku tidak khawatir."

"Ehem." Sooyoung, salah satu siswi paling cantik di sekolah ternyata sudah berdiri di samping mereka. Sooyoung adalah model yang sekarang sedang naik daun. Satu tahun yang lalu, saat Sooyoung baru merintis karir, ia pernah berpacaran dengan Siwon. Namun hubungan mereka berakhir setelah Sooyoung mulai sibuk dengan dunia modelnya.

"Mau apa kau?" tanya Siwon ketus.

"Aku tidak menyangka kau memilih yeoja seperti ini setelah putus denganku," Sooyoung menatap sinis pada Sungmin.

"Setidaknya dia lebih baik darimu. Ayo Min, kita pergi saja dari sini," ajak Siwon sambil menggandeng tangan Sungmin.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sangat tidak suka melihat kepergian mereka.


Sungmin baru saja keluar kamar mandi saat dilihatnya Kyuhyun yang sedang menikmati mie sayur yang dibawakan Sungmin untuknya. Sungmin memang sempat mampir di kedai mie setelah pulang sekolah untuk membelikan Kyuhyun makan.

Sungmin mendekati meja belajarnya, mengeluarkan buku-buku untuk mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Sekitar lima menit kemudian, Sungmin sudah tenggelam dalam pekerjaan rumahnya. Sementara Kyuhyun baru saja menyelesaikan makannya.

"Kau sedang apa, Min?" tanya Kyuhyun sambil membuka kulit pisang.

"Mengerjakan PR-ku," jawab Sungmin sekenanya. Ia sibuk membolak-balik buku. Mencari rumus untuk menyelesaikan soal logaritma yang cukup sulit.

"Boleh aku membantumu?" Kyuhyun bertanya dengan mulut yang ditutup karena sedang mengunyah pisang.

Sungmin menghentikan kegiatannya membolak-balik buku dan menatap Kyuhyun yang sedang menunggu izin dari Sungmin. Sungmin bukan meremehkan Kyuhyun, tapi hanya ragu.

"Setidaknya pendidikan senior high-school sudah aku tamatkan," ujar Kyuhyun menjawab pertanyaan yang melintas di pikiran Sungmin. Sungmin diam saja, diamnya Sungmin diartikan "iya" oleh Kyuhyun. Kyuhyun menggeser tubuhnya persis di samping Sungmin. Melihat soal-soal yang sedang dikerjakan Sungmin, lalu tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipitnya.

'Aroma buah dan lesung pipit. Khas sekali.'

Tanpa sadar Sungmin berusaha untuk menghirup aroma buah yang menguar dari tubuh Kyuhyun.

"Kau harusnya menggunakan rumus cosinus untuk menyelesaikan soal nomor lima ini. Begini..." Kyuhyun mulai menulis-nulis deretan angka di buku.

Sementara Sungmin? Sungmin sibuk memperhatikan Kyuhyun.

'Kenapa banyak yeoja mengagumimu? Kau tahu, bahkan Bummie sudah mulai mengkliping surat kabar yang memuat beritamu. Sebenarnya kau tidak jelek sih, bahkan kau cukup tampan. Cukup? Kurasa kau sangat tampan. Lho? Aku ini kenapa sih?'

"Sungmin, kau mengerti kan? Min, Min?" Kyuhyun mengibaskan tangannya di hadapan wajah Sungmin.

"Ah iya, aku mengerti. Gomawo, ne," ujar Sungmin sedikit memerah karena tertangkap basah sedang memperhatikan Kyuhyun.

"Kalau ada yang sulit, katakan saja. Siapa tahu aku bisa membantu," ujar Kyuhyun sambil mengunyah pisang terakhirnya. Kyuhyun menjauh dari Sungmin untuk menuju kamar mandi sambil bersiul pelan. Lagu yang sama seperti sebelumnya. Pintu kamar mandi tertutup. Tapi lima detik kemudian terbuka lagi.

Kyuhyun mendekati Sungmin. "Kertas ini jatuh di kamar mandi." Kyuhyun menyerahkan sebuah kertas yang terlipat. Surat kaleng itu. Mungkin terjatuh dari saku seragam saat Sungmin mengganti bajunya. Sebenarnya ini bukan kertas pertama yang Kyuhyun baca.

"Kau melihat isinya?" Sungmin jadi berhenti mengerjakan soal-soalnyanya dan menatap Kyuhyun tajam.

Kyuhyun mengangguk. "Mian, Min."

"Sudahlah, kau juga tidak akan paham," ujar Sungmin merebut kertas itu dari Kyuhyun.

"Apa kau sedang dalam bahaya, Min?"

"Ani. Hanya surat kaleng tidak jelas dari orang yang tidak jelas juga," Sungmin mngalihkan perhatiannya kembali pada soal-soalnya yang belum selesai.

"Andai aku bisa menjagamu, Lee Sungmin."

"Mwo?"

"Kau orang baik, Min. Aku hanya tidak mau ada orang yang melukaimu," ujar Kyuhyun sambil menatap Sungmin.

Sungmin tidak berkedip saat ditatap seperti itu oleh Kyuhyun. Terlalu lembut, terlalu dalam. Ada desir yang mencoba mengusik perasaan Sungmin, tapi ditepisnya paksa dan segera.

'Ja… jantungku?' tanya Sungmin pada dirinya saat merasakan kerja jantungnya yang berdetak seakan memburu detik.

"Tidak ada yang bisa aku lakukan untukmu, tapi kuharap kau selalu baik-baik saja."


Pagi ini, Sabtu yang tidak terlalu cerah. Mendung menggelayuti langit kota Seoul.

Sebelum hari ini, sudah hampir dua minggu ini Sungmin selalu bangun dengan mendengar suara yang berasal dari kamar mandi. Ya benar, sudah hampir dua minggu ada seorang namja yang menghuni kamar mandinya.

Sungmin tidak lagi terbangun karena suara wekker, suara Cho Kyuhyun yang membangunkannya. Setelah bangun tidur, Sungmin selalu membuka kunci pintu kamar mandinya. Dan senyum Kyuhyun dengan lesung pipitnya, selalu menyapa, "Selamat pagi."

Lalu Sungmin menjalankan rutinitasnya. Merangkai berbagai macam alasan untuk bisa mengelabui Heechul yang sudah terlalu menaruh curiga. Mulai dari porsi makan, buah pisang, membersihkan kamar, dan lainnya. Apapun, yang penting Heechul tidak masuk ke dalam kamarnya.

Beberapa hari ini Sungmin juga lebih sering membiarkan Kyuhyun berada di kamarnya daripada di kamar mandi. Kyuhyun kadang membantu Sungmin mengerjakan PR-nya, atau sekadar menemani Sungmin yang belajar hingga larut malam. Seperti tadi malam, Sungmin dan Kyuhyun membahas surat-surat kaleng yang selama ini diterima Sungmin. Isinya tetap sama, Sungmin harus menjauhi Choi Siwon atau hidupnya tidak akan tenang.

"Kau tidak bilang pada kekasihmu?"

Sungmin menggelengkan kepalanya. "Percuma saja. Dia tidak akan tahu siapa pelakunya. Terlalu banyak yang tidak menyukai hubungan kami."

"Setidaknya dia bisa menjagamu. Kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana?"

"Aku bisa menjaga diriku."

"Tapi, Min, aku tidak mau kau kenapa-kenapa."

"Aku membolehkanmu tinggal di kamar mandiku, bukan berarti kau boleh mencampuri urusanku!" Sungmin bicara dengan nada tinggi.

Tanpa sadar Sungmin membentak Kyuhyun. Sungmin sama sekali tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja Sungmin mulai tidak nyaman saat Kyuhyun mengkhawatirkannya seperti itu. Lebih tepatnya, tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Seperti ada bagian lain dari dirinya yang sedang mengajak bergulat.

Dan pagi ini Sungmin bangun seperti biasanya, walaupun tanpa wekker dan tanpa nyanyian Kyuhyun. Dibawanya langkah menuju kamar mandi untuk membuka kuncinya. Kyuhyun tetap menyapa Sungmin dengan senyumnya. Sungmin hanya menghindari bertatap muka dengan Kyuhyun. Sungmin masuk ke dalam kamar mandinya sementara Kyuhyun seperti pagi yang lain; merapikan tempat tidur Sungmin.

Sungmin masih belum juga menyapa Kyuhyun dan memilih untuk sarapan setelah ia mandi.

"Minnie, hari ini apa kau ada rencana pergi?" tanya Heechul saat sarapan bersama Sungmin juga Shindong.

"Sepertinya tidak ada. Memangnya kenapa?"

"Begini, saudaraku pagi-pagi sekali menghubungiku. Ada sanak keluargaku yang meninggal di daerah timur. Bukan keluarga dekat sih, tapi aku ingin datang ke pemakamannya untuk penghormatan terakhir kali. Bagaimana menurutmu?"

"Apa kau akan menginap?" Sungmin balik bertanya.

"Tidak, Minnie. Kalau kau mengizinkan, aku akan berangkat setelah sarapan bersama Shindong, agar lebih cepat sampai dan cepat kembali. Kami usahakan sebelum malam sudah kembali," Heechul menjelaskan.

"Kurasa aku akan baik-baik saja," ucap Sungmin yakin.

"Ne, terima kasih, Minnie. Ah iya, apa kau ingin kubuatkan satu porsi dadar gulung dan susu tambahan?"

Sungmin menganggukkan kepalanya.

"Belakangan ini makanmu tambah banyak, Min," Heechul tidak tahan untuk berkomentar.

"Benarkah? Mungkin aku sedikit bersemangat belakangan ini."


Sungmin menggonta-ganti saluran televisi dengan tidak sabaran. Hanya satu detik, kemudian diganti ke saluran lain. Sudah berjam-jam Sungmin menghabiskan waktunya di ruang televisi. Sungmin sedang malas berada di kamarnya karena terus teringat tentang percakapan terakhirnya dengan Kyuhyun semalam. Sungmin hanya dua kali ke kamarnya, untuk membawakan sarapan dan makan siang untuk Kyuhyun. Lalu membiarkan Kyuhyun keluar dari kamar mandi, dan Sungmin keluar dari kamar.

Sebenarnya apa yang terjadi bukan karena perkataan Kyuhyun ataupun perkataan Sungmin. Tapi lebih karena Sungmin mulai merasa ada yang tidak biasa saat dirinya ada di dekat Kyuhyun. Sesuatu yang tidak dikenalnya, padahal ini tentang dirinya sendiri.

Kring.

Telepon yang ada di dekat Sungmin berbunyi. Sungmin menjawabnya dengan malas-malasan.

"Yoboseyo?"

'Minnie, kau baik-baik saja?' suara Heechul terdengar khawatir.

"Ne, waeyo, Ahjumma?"

'Di sini sedang ada badai Minnie, kami tidak mungkin pulang. Bahkan badai mulai bergerak ke kota Seoul. Bagaimana ini?'

Sungmin mengganti saluran televisi. Mencari saluran berita, benar saja, Korea Selatan sedang dilanda badai, bahkan badai itu sudah mulai bergerak ke kota Seoul.

"Kalau begitu Ahjumma dan Ahjussi sebaiknya menginap saja. Jangan mengambil risiko yang berbahaya," kata Sungmin sebenarnya tidak yakin.

'Baiklah, kau hati-hati ya di rumah. Kunci pintu dan jendela rapat-rapat, ne?'

"Ne, Ahjumma." Sungmin mengakhiri pembicaraannya dengan Heechul dan menghela napasnya berat.

Sungmin melangkahkan kakinya ke kamar. Sungmin tidak melihat ada Kyuhyun di sana. Sepertinya Kyuhyun berada di dalam kamar mandi. Sungmin mendekat ke kamar mandinya. Lalu menguncinya karena ia sedang tidak ingin melihat Kyuhyun. Tidak ingin melihat apa yang mungkin sudah hadir di hatinya.


TBC