Title: Bitter Sweet Love
Author: failedssaeng & heeyeoreumi
Genre: Angst Romance
Pairing: Shim Changmin x Cho Kyuhyun~ ChangKyuisREAL! :p
Cast: Shim (Siwon, Heechul, Changmin) Cho (Yunho, Jaejoong, Kyuhyun) Lee (Yoochun, Junsu, Sungmin) and other cast
Rating: M / NC21
Warning: typo, OOC, GS, BoysLove / Yaoi, MPreg, creepy bahasa!
Chapter 7
[background music: BEAST – Shadow]
#AuthorPOV
"ada apa Max? jangan mengagetkanku!"
"…"
"jinjja? Baiklah aku akan segera kesana, tunggu aku.."
"…"
Pip!
Dengan setengah berlari Daiki mengambil coat dan kunci mobilnya, ia harus segera pergi ke Cho Mansion sebelum Mansion itu habis oleh amukan boss nya. Daiki mempercepat laju mobilnya, untungnya malam ini lalu lintas lancar tanpa hambatan, tak butuh waktu lama ia sampai di Mansion megah kepunyaan Cho family. Tanpa basa – basi ia langsung membuka kasar pintu kamar Changmin, dan menemukan Changmin yang sedang duduk membungkuk bertumpukan kedua tangannya yang sesekali mengusap kasar wajah lelahnya.
"ah, kau sudah sampai.. bisa kah kau membantu ku untuk tenang?"
Daiki menghampiri Changmin dan meletakkan tangannya di bahu Changmin, menandakan bahwa ia ingin memberi kekuatan pada Changmin. "kenapa kau berkata seperti itu Max?"
Changmin tak banyak bicara, ia hanya memberikan iPhone nya pada Daiki, Daiki yang mengerti maksud Changmin, langsung membaca pesan yang terdapat di dalam iPhone tersebut. Pesan itu berisi foto Kyuhyun yang terikat di sebuah pilar kayu dengan kondisi yang menyedihkan, di bawah foto tersebut tertulis permintaan si pengirim pesan, ia ingin Changmin menemui nya di sebuah tempat dan memenuhi permintaannya jika ingin ia melepaskan Kyuhyun. "aku tak bisa mencari tahu terlalu dalam, yang jelas hanya dua orang dari penggemar mu yang mampu berbuat sekejam ini.. Yoona Im atau Victoria Song.."
"..mereka? apa kau yakin?"
Daiki mengangguk "ya aku yakin, maaf aku memberi mu dua nama, pekerjaan mereka sangat bersih, aku sama sekali tak bisa menyentuh Nona muda mereka.."
Changmin hanya mendesah pelan, kesal, pusing, marah, ia tak tau harus berbuat apa. "arrgghh! Ini membuat ku gila! Bila memang benar ini perbuatan Yoona atau Vic, aku tak bisa menghabisi mereka secara langsung! Keluarga mereka cukup memegang peranan penting dalam pemerintahan.." lenguh Changmin pelan.
"Max.. jangan.. berhenti melukai diri mu sendiri.." ujar Daiki memegang tangan Changmin yang sudah mengepal, siap untuk memukul apapun yang berada di dekatnya "OK, aku memberi mu dua pilihan, apakah kau ingin mengikuti permainan penggemar mu itu atau langsung menghabisi mereka..?"
"aku tak bisa gegabah Daiki.. ini Kyunnie ku.. entah lah, mungkin aku akan menemuinya, aku ingin tau, siapa yang berani berlaku seperti ini terhadap kekasihku.." tanpa aba – aba Changmin bangkit dari tempat tidurnya lalu mengambil kunci mobilnya yang terletak di meja nakas.
"wait, kau mau kemana Max? ini sudah malam!"
"aku ingin menemui wanita itu, apa kau lupa? Ia ingin bertemu di Dongdaemun jam 12 ini, jika aku tak berangkat sekarang, aku akan terlambat.."
"arraseo, I get it.." Daiki merogoh saku celana nya dan mengeluarkan sebuah liontin dan memberikannya kepada Changmin
"apa ini..?" Tanya Changmin sambil memperhatikan benda silver yang kini berada di tangannya
"device tracker, hanya untuk jaga – jaga, aku akan menyiapkan semua nya selagi kau menemui wanita itu.." jelas Daiki
"thanks, kau yang terbaik.." ia memakai kalung itu lalu memeluk Daiki dan berlalu meninggalkannya.
===BSL===
Changmin memasuki sebuah café yang disebutkan oleh si pengirim pesan. Malam ini Dongdaemun tak terlalu ramai, dan si pengirim pesan memilih café yang letaknya cukup jauh dari keramaian, pintar.. itu lah yang terlintas di pikiran Changmin.
"menunggu ku?" seorang wanita menghampiri tempat duduk Changmin, Changmin hanya menyeringai mendengar pertanyaan wanita tersebut, ternyata dugaannya benar..
"tidak juga, aku baru saja sampai.. lama tak jumpa, apa kabar mu Ms. Song? atau harus kupanggil Vic supaya terdengar lebih akrab hmm?" sinis Changmin yang dibalas senyuman oleh Victoria
"sudah ku duga, sapaan hangat dari seorang Shim Changmin, kau memang yang terbaik oppa" ujar nya sambil tersenyum manis, Changmin ingin sekali melepas topeng manis itu dari mukanya. "mau pesan apa?" Tanya nya sambil memposisikan duduk di seberang Changmin
"tidak perlu, dan tak usah basa – basi Vic, apa mau mu?"
"pilih mana? Ice Cappuccino atau Macchiato? atau oppa mau Americano saja?"
"Vic…" geram Changmin
"baik baik! Oppa tidak menyenangkan!" Victoria mem-pout-kan bibirnya lalu menutup buku menu dan mengalihkan pandangannya pada Changmin
"apa mau mu?"
"Kau!" ucap Victoria sambil tersenyum
"aku tidak bercanda.."
"aku juga oppa!"
"jangan keras kepala, apa mau mu Song-sshi?" Changmin yang mulai kesal dengan sikap Victoria, tanpa sadar menaikan nada suara nya
"aku tak bercanda oppa, aku mau dirimu! Kau ingin namja itu selamat? Easy, just be my fiancée.." ujar Victoria sambil menunjukkan senyum kemenangannya
"kau gila Song-sshi? Apa kepalamu baru membentur tembok?" jawab Changmi kasar, saat seperti ini masih saja bisa bercanda? Wanita ini memang gila!
"pilihan ada padamu oppa, jika kau memang mencintai namja kutu buku itu, bertunanganlah denganku, dan tinggal bersama ku di China, jika oppa tak mau juga tak apa – apa, aku akan tetap mengembalikan namja itu, dan mungkin aku akan memberikan bonus kepada oppa, peti mati mungkin?" kekeh nya pelan sambil menyodorkan selembar ticket pesawat kepada Changmin
"kau.." jika Changmin tidak ingat bahwa ia sedang berada di keramaian, mungkin leher Victoria sudah patah sekarang
"so.. how?" Tanya Victoria sambil mengaduk – aduk Ice Americano nya yang baru saja di antar oleh seorang pelayan
"tck! Baiklah aku akan mengikuti permainan mu, tapi dengan satu syarat, pertemukan aku dengan Kyuhyun terlebih dahulu.." ujar Changmin sambil meremas ticket yang ada di dalam genggamannya
"Call! Pai pai oppa.." Victoria mengambil tas jinjing nya dan hendak pergi meninggal kan Changmin
"wait! Kau mau kemana? Bukan kah kau akan mengantar ku untuk menemui Kyuhyun?" Changmin menarik tangan Victoria, mencegahnya untuk melangkah lebih jauh
"siapa? Aku? Aku tak pernah bilang kalau kita akan pergi hari ini, kita akan pergi besok oppa, 3jam sebelum kita berdua pergi ke bandara, meninggalkan Korea.. OK? Sampai jumpai besok!" Victoria melepas genggaman Changmin lalu mengecup pipi Changmin pelan "bye yeobo.." ujar nya sambil tersenyum layaknya anak kecil yang baru saja mendapatkan sebuah chocolate
===BSL===
Changmin melajukan kuda besi nya dengan kecepatan tinggi melewati district Gwangjin, dalam kondisi seperti ini ia tak mungkin kembali ke Mapo, ke Cho Mansion lebih tepatnya, ia lebih memilih untuk kembali ke Shim Palace, ke rumah nya atau lebih tepatnya hotel nya. Ia masih ingat kata – kata Daiki tadi, Daiki menjamin Kyuhyun akan selamat dan menjamin Changmin pasti akan bisa melenyapkan keturunan Song bila ia mau, sebenarnya apa yang di rencanakan Daiki?
Ia memarkirkan asal Ferrari merah nya lalu melempar kunci mobil nya ke salah satu staff hotel. "apa Daiki sudah sampai?" Tanya Changmin pada salah satu staff yang sednag berjaga di lobby
"Daiki-sshi sudah sampai sekitar setengah jam yang lalu Presdir" dengan itu Changmin melangkahkan kaki nya menuju lantai 88, setelah memasukan password dan membuka pintu apartment, Changmin langsung masuk ke ruangan Daiki dan menghempaskan tubuhnya yang lelah di sofa ruang tamu Daiki, Chang yang sedari tadi bersandar sambil memijit pelan keningnya, tak menyadari kehadiran Daiki
"minumlah.." ujar Daiki menempelkan sebotol air mineral dingin lalu memberikan sebuah obat kepada Changmin
Changmin bangun dari duduknya dan mengambilnya "apa ini..?"
"kau pusing bukan? Itu akan meringankan sakit kepala mu, minumlah terlebih dahulu, baru aku akan menjelaskan rencanaku padamu" Changmin yang memang pusing sedari tadi hanya menurut, meminum obat yang di berikan Daiki
"sudah merasa lebih baik..?" Changmin mengangguk, ia merasa tak mempunyai tenaga walau hanya untuk sekedar berbicara
"wanita itu.. gila.. sangat gila.." ujar Changmin sambil kembali memijit keningnya
"ya aku tau, aku mendengar semua percakapan kalian, sepertinya penggemarmu yang satu itu memang sudah kehilangan akal sehatnya"
"ya.. sepertinya.." eluh Changmin pelan
Desahan lelah Changmin memulai malam panjang mereka berdua, entah apa saja yang mereka bicarakan.. tak terasa sudah jam empat pagi dan ya, Changmin masih setia duduk manis di sofa kamar atau ruangan Daiki. Sebenarnya percakapan mereka telah selesai dari setengah jam yang lalu dan Daiki sedang bersiap – siap untuk tidur, tapi seperti nya Tuan muda Shim Changmin masih enggan untuk bangun dari sofa Daiki yang cukup nyaman untuk di jadikan tempat tidur itu.
"eoh? Kau masih disini? Aku pikir kau sudah masuk ke kamar mu" ujar Daiki ketika ia melewati ruang tamu untuk pergi kedapur, mengambil minum.
"Hyung.. lapar.." ucap Changmin sambil sambil menutup mata
"hah? Are you serious? Aku sedang malas memasak Max, and for fuck sake ini jam setengah lima pagi Max.. aku tak mau menyiksa chef hotel yang sedang berjaga untuk melayani nafsu makan mu itu.." Daiki menaruh air botol mineral nya di meja yang penuh dengan kertas berserakan, lalu duduk di sebelah Changmin.
Menyerah, akhirnya Daiki bertanya.. "baiklah, kau mau makan apa Max?"
"apapun hyung, cukup tiga porsi saja.." Changmin tersenyum lalu kembali tertidur
Tck, cukup tiga porsi saja? Daiki meninggal kan Changmin entah pergi kemana, lalu kembali setelah sejam berlalu. Ia membawa trolly berisi makanan. Changmin terbangun mendengar suara pintu terbuka dan tentunya aroma makanan yang tak bisa ia lewatkan.
Changmin membetulkan posisi duduknya "ini apa hyung? Katanya kau tak mau mengganggu chef hotel.."
"veggies salad, sunny side up, bacon and ham, cream soup dan beberapa roti, karena aku tak mau menyiksa mereka makanya aku hanya meminta mereka membuatkan yang simple simple saja" ujar Daiki meningalkan Changmin
"thanks hyung" Daiki hanya tersenyum lalu menutup pintu kamarnya, sekedar untuk memejam kan matanya.
Changmin yang telah selesai menghabiskan semua yang di bawakan Daiki, perlahan bangkit dari duduk nya lalu menuju pintu yang terletak di sebelah ruang kerja Daiki, ya tebakan kalian benar, itu adalah pintu menuju kamarnya. Setelah membuka pintu tersebut dengan sidik jari nya, ia masuk ke dalam, tapi tak langsung menuju tempat tidurnya, melainkan Changmin masuk ke dalam ruangan pakaiannya. Ia mengambil koper yang tak terlalu besar, lalu mulai memasukan beberapa pakaiannya dan beberapa pasang baju baru. mau kemana dia? Apakah Shim Changmin benar – benar akan mengalah pada Victoria?
===BSL===
"kajja oppa!" uajrnya menarik tangan Changmin
Changmin kesal, ia lengah, ternyata Victoria membawanya ke bandara bukan ke tempat Kyunnie nya "bukankah perjanjiannya kau akan memperbolehkan aku bertemu Kyuhyun terlebih dahulu?"
"relax oppa, aku hanya tak ingin kau mengingkari janji mu, kita akan early check-in, lalu setelah itu aku akan mengantarkan mu menemui namja itu" kekeh Victoria sambil menarik – narik tangan Changmin
Changmin menepis tangan Victoria "arra, lepaskan. Aku bukan hewan peliharaan yang bisa kau tarik – tarik, kemarikan passport mu, biar aku yg mengurus"
Ingin cepat – cepat bertemu eoh? tersenyum, Victoria memberikan passport nya, lalu membiarkan Changmin mendorong trolly yang berisi koper nya dan Changmin, ia memperhatikan Changmin yang sedang mengurus keperluan mereka dari jauh, aku menang Cho.. pada akhirnya oppa lebih memilihku dibanding dirimu.. pikirnya
Perjalanan dari bandara Incheon menuju district Yongsan menghabiskan waktu sekitar satu jam, tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di pusat kawasan industry, setelah cukup lama berputar, akhirnya mobil mereka berhenti di sebuah gudang tak terpakai. Changmin menebak gudang itu adalah gudang milik keluarga Song yang sudah lama tidak terpakai, terlihat dari tak terawatnya lingkungan sekeliling gudang tersebut.
Victoria keluar dari mobil meninggalkan Changmin yang masih berkutat dengan iPhone nya "Kajja oppa, kita tak punya waktu banyak, hanya setengah jam waktu yang kuberikan untuk oppa menemui namja sialan itu"
"Vic jaga ucapan mu.." geram Changmin kembali menepis tangan Victoria
"terserah padamu.." gumam Victoria meninggalkan Changmin yang menahan amarahnya
Gudang itu hanya di jaga sekitar lima orang, masing – masing dari mereka membawa senjata. Changmin yang sedang di geledah hanya bisa menatap tajam bawahan Victoria, bukannya Changmin tak bisa melawan mereka, tapi keselamatan kekasihnya adalah hal yang paling utama sekarang.
Victoria menunjuk sebuah pintu di ujung lorong gudang tersebut "setengah jam oppa, tak lebih.."
Tanpa aba – aba, Changmin masuk ke ruangan tersebut yang tampak seperti sebuah kamar tidur yang sudah lama tak terpakai, seketika itu juga ia menemukan Kyuhyun yang tak sadarkan diri bersandar pada tembok dekat tempat tidur, sepertinya ia sudah tak mempunyai tenaga lebih untuk naik ke tempat tidur tersebut. Darah kering menghiasi pelipis dan sudut bibirnya, peluh tak henti – henti nya mengalir dari sekujur tubuhnya, seragam nya pun sudah tak berbentuk lagi. "Shit!" Changmin membanting sembarang pintu ruangan tersebut dan menghampiri Kyuhyun
"Kyu, Kyuhyun-ah.. ireona.. hey, aku disini.." Changmin membawa Kyuhyun kedalam dekapan nya, Changmin terus menepuk – nepuk pelan pipi Kyuhyun berharap Kyunnie nya sadar. Changmin menyeka peluh Kyuhyun dengan lengan baju nya, sungguh penampilan Kyuhyun saat ini sangat menyedihkan
"h-hyung.. k-kena..pha… kk-kau.. da..thang…" ujar Kyuhyun setengah sadar, mencoba menyentuh pipi Changmin yang basah.. ya, Shim Changmin menangis.
"aku datang menjemput mu, baby.. jangan bicara lagi ok? Biar aku menyelesaikan semua ini.."
"seharus..nyahh.. k-khau.. tak.. da..thang hyung.. se..h-harus..nyahh.. k-kau.. pergihh.."
Changmin mengangkat tubuh mungil Kyuhyun dan membawanya ke tempat tidur "never, aku tak akan meninggalkan mu, apalagi dalam keadaan seperti ini.."
"aarrghh.. appohh.. h-hyung.." Kyuhyun mengeluh pelan saat Changmin meletakkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Changmin mengeluarkan sebuah tablet dari saku nya dan mengambil air dari meja nakas, sepertinya Kyuhyun tak menyentuh makanan yang disediakan oleh bawahan Victoria. Ia membantu Kyuhyun untuk meminumnya "minumlah, ini akan mengurangi rasa sakitnya.. aku hanya meminta satu hal, pejamkan mata mu, dan tidurlah, aku berjanji pada mu, saat kau membuka mata mu nanti, semua ini sudah berakhir.." Changmin mengecup pelan kening Kyuhyun, turun ke hidung nya, lalu melumat pelan bibir manis Kyuhyun
Kyuhyun tersenyum lemah "jae..bal hyung.. euungghh ber..hentihh.. me..n-na..ngiss.." ia menggapai pipi Changmin, mencoba menghapus bulir – bulir air mata yang masih setia mengalir dari pipi mulus Changmin
Changmin menangkap tangan mungil itu lalu mencium nya perlahan "percaya pada ku ok?"
BRRAAKK!
Kangin mendobrak pintu kamar itu dan langsung menarik Changmin, memukul nya. Tidak mampu menangkis tinju Kangin, Changmin jatuh terduduk ke lantai. Tapi tak butuh waktu lama bagi Changmin untuk mulai membalas pukulan Kangin
"bukankah boss mu memberi waktu setengah jam? Apa maksudmu dengan tiba – tiba menyerang ku?!" teriak Changmin sambil mengatur nafasnya
Kangin yang jelas – jelas kalah telak dari Changmin hanya bisa menjawab terbata – bata sambil memegangi perutnya yang nyeri "hhngg.. hh.. apa guna nyah.. waktu.. jika.. nantinya.. hh.. kau.. akan kabur..?"
Satu tinju terakhir Changmin, cukup membuat Kangin benar – benar tak sadarkan diri. Tapi satu hal yang tak Changmin sadari, saat ini Victoria sedang mencekik Kyuhyun dari belakang sambil menodongkan pistol kecil tepat ke kepala Kyuhyun. Dia masih berusaha, ya, Victoria masih berusaha untuk membujuk Changmin untuk pergi bersamanya. Hanya ini kesempatanku terakhirku, aku tak mungkin mundur kebelakang, aku kalah, aku pasti mati! Mengapa Victoria berfikir seperti itu? Satu yang tak kalian tau, selama Changmin menemui Kyuhyun, ternyata gedung ini dikepung dan para bawahan Victoria sudah dikalahkan, dikalahkan oleh orang – orang suruhan yang Victoria yakini adalah orang suruhan Changmin. Sungguh, ini diluar pemikirannya.
"OPPA!" satu teriakan Victoria, cukup membangunkan Changmin dari lamunannya
"Vic! Mau apa kau?! Lepaskan dia!"
"Berhenti! Atau ku bunuh namja ini!" Changmin mengurungkan niatnya untuk menghampiri Victoria, ia diam mematung, takut yeoja gila itu nekat dan berbuat apapun yang ia pikirkan sekarang
"Vic.. jangan gila.. turunkan pistol itu sekarang.."
"NO! jika kau tak mau pergi bersama ku ke China, berarti aku memang tak boleh memiliki mu, dan begitu pula dengan namja ini!" teriak Victoria, tangis sudah membasahi seluruh pipi chubby nya, ia sudah hilang kendali sekarang. Victoria menarik pelatuk pistol tersebut dan..
DORR!
Changmin diam, otak nya tak mampu mencerna semua ini
Satu detik..
Dua detik..
Tiga detik..
"kekasih mu masih bernafas Max.." suara Tenor Daiki memecah keheningan, seketika itu juga tubuh Kyuhyun terhempas ke lantai, tertarik oleh tubuh Victoria yang sudah terlebih dahulu mencium lantai
"KAU GILLAA EOH?!" Changmin berlari, menarik Kyuhyun ke pelukannya "KAU HAMPIR SAJA MEMBUNUHNYA!"
"kau meragukan keahlian ku? Tembakkanku tak pernah meleset Max.. setidaknya penggemarmu itu takkan mengganggu mu lagi.." Daiki menunjukan deretan gigi putihnya, tersenyum tanpa merasa bersalah sedikit pun
"tck! Kau hampir membuatku terkena serangan jantung!"
#Flashback
-Apartment Changmin & Daiki-
"besok ketika penggemar mu mengantar mu menemui kekasih mu, aku akan mengikuti mu.. ikuti saja apa yang dia mau, tapi ketika kau sudah bertemu dengan Kyuhyun, aku akan mengambil alih. tak perlu melibatkan polisi, hitung – hitung 'hit two birds with one stone', aku yang akan menyelesaikannya.." jelas Daiki enteng
"maksudmu?"
"kau ingat Max? sepuluh tahun lalu orang tua ku dinyatakan tewas dalam sebuah kebakaran, dirumahku.. di Saipan.. tapi nyatanya, Mr. Song lah yang membunuh mereka, ia tak suka appa ku terpilih menjadi penerus Mitsukosi group. Anggap saja aku ingin menenangkan arwah kedua orang tua ku.. jika kau ingin membunuh penggemar mu, lakukan saja.. aku yang akan menghabisi orang tua nya, sudah lama aku menunggu kesempatan ini.." seringai Daiki terpatri jelas di bibir tipis nya
#EndOfFlashback
"susul aku setelah kau membereskan semuanya, jangan sisakan apapun!" perintah Changmin. Daiki hanya memberi salute menyanggupi permintaan Changmin. Changmin membopong Kyuhyun yang masih tak sadar masuk kedalam mobil. Mobil itu melaju ke sebuah tempat, yang tak lain adalah bandara Incheon.
Dengan masih membopong Kyuhyun a la Bridal style, Changmin membawa Kyuhyun masuk ke dalam bandara menuju landasan terbang. Di bantu oleh beberapa staff dan pramugari, Changmin menaiki Jet pribadi nya. Ia menusuri lorong pesawat tersebut dan memasuki satu – satu nya kamar yang ada di pesawat itu. Changmin menaruh tubuh Kyuhyun secara perlahan dan membuka koper nya, ia mengambil sepasang baju baru yang dulu sengaja ia beli untuk Kyuhyun, mengganti baju nya, lalu mengobati luka serta memar di tubuh Kyuhyun.
Bagaimana bisa Changmin membawa koper? Ingatkah kalian ketika Changmin bersih keras untuk mengurus passport Victoria untuk early check in? sebenarnya Changmin hanya tak mau Victoria curiga kepadanya, karena seperti yang kalian tau, Victoria berbohong dengan memaksa Changmin melakukan check in terlebih dahulu, Victoria tak mau Changmin kabur, dan untuk menyempurnakan rencananya, Changmin mengikuti permainan Victoria.
"Jaa! Kajja kita berangkat!" Daiki menyembulkan kepalanya masuk kedalam kamar tersebut
"cepat sekali, apa yakin semua sudah bersih?"
"hahaha.. seperti biasa, kau selalu meragukan pekerjaan ku Max!" tawa renyah keluar dari bibir tipis Daiki
"hanya memastikan hyung.. kalau begitu, suruh mereka bersiap, kita berangkat sepuluh menit lagi.."
===BSL===
Lenguhan lemah Kyuhyun terdengar sesaat setelah dokter selesai memeriksanya, Changmin yang menyadari bahwa Kyuhyun akan sadar, segera duduk di pinggir Kingbed miliknya sambil menggenggam tangan mungil Kyuhyun
"hyung.. inih.. d-dimanaa.."
"Saipan, Apartmentku baby.. kita akan kembali bersama Yunho ahjussi dan Jaejoong ahjumma, dan mungkin kita akan tetap disini sampai kondisi mu membaik.. apa yang kau rasakan?" ujar Changmin lembut sambil sesekali memainkan rambut brunette Kyuhyun
"rasanya.. seperti habis.. t-ter.. tabrak mobil.. hyung.." Changmin tersenyum mendengar jawaban polos kekasihnya "..apa umma.. baik – baik.. saja..?" saat seperti ini pun, Kyuhyun masih memikirkan orang lain ketimbang dirinya
Changmin terkekeh pelan "hanya pingsan Kyu-ah.. mungkin besok mereka akan kesini, tadinya Jaejoong ahjumma memaksa ingin menemui mu hari ini, tapi tampaknya mereka tak bisa meninggalkan pertemuan penting hari ini.."
"J-jinjja..?" desah Kyuhyun pelan saat dirinya mencoba bangun, ia baru sadar ada IVdrop yang terpasang di permukaan tangan kiri nya
"jangan bangun Kyu, tubuh mu masih belum kuat, tidurlah sebentar lagi.. dan ya, itu yang di katakan Yunho ahjussi kepadaku tadi malam.."
"tadi malam? Sudah.. berapa hari.. aku tidur hyung..?"
"hanya dua hari Kyu.." Changmin bangkit dari Kingbed nya, menyelimuti tubuh Kyuhyun. Changmin menarik sebuah kursi yang terletak tak jauh dari tempat tidurnya, meletakkannya persis di sebelah kanan Kingbed nya. Ia membungkukkan tubuhnya sehingga kini wajahnya dan Kyuhyun hanya terpisah beberapa centi meter. Ia menaruh kedua tanganya di samping kepala Kyuhyun, dan perlahan Changmin menundukkan kepalanya, mencium bibir kekasihnya itu, tanpa paksaan dan tuntutan, hanya ingin menunjukkan rasa sayang nya, ia menekan lembut dan sesekali melumat bibir manis kepunyaan Kyuhyun itu. Kyuhyun diam, menikmati setiap sentuhan yang di berikan Changmin. Sekali lagi Shim Changmin berhasil meluluhkan hatinya.
"tidurlah, aku akan menjaga mu"
TBC..
a/n aduh serius bingung mau bales review nya gimana, yang jelas author minta maaf sama readers kalo readers bingung baca nya karena kebanyakan tokoh, dan soal Daiki, yes he just fiction. Dan saya adalah tipe author yang slow update, jadi maaf kalo mengecewakan. Disini Minnie memang emosian, karna buat author, cowo yg "bad boy" itu hot! #ngiler xD untuk Kyunnie yang terlalu uke, hehehee bad me, author memang lagi pengen ngeluarin sisi manly Minnie, dan pengen ngasi liat ke-tidak-berdayaan Kyunnie /? ke readers.. Oke abaikan =3=
author lagi males pake first/second point of view, makanya author pake third point of view, udah kaya novel belum? LOL#digamparreaders XD dan kalo twist nya jadi anti-klimaks, author minta maap yah, dan kalo chapter ini gaje pake boring juga…MIAANNNNN TT_TT)/ author udah minta author heeyeoreumi untuk lanjutin, tapi yang bersangkutan masi sibuk, alhasil hanya segini yang bisa author kasi buat readers, maap kalo terlalu gaje =3=
author tau ada beberapa readers yang kecewa sama author karena author kesannya ngejelekin Ming, ada yg ngomong directly ada juga yg approached author via twitter, author minta maaf, tapi yang jelas disini chara nya Ming adalah protagonist, bukan antagonist, jd ga akan ada yg tersakiti disini, hanya awalnya aja :3
yang nunggu NC.. dugun dugun dugun… CHAPTER DEPAN YAW! :3
btw selamat lebaran bagi yang merayakan yah! Lebaran hari ke empat nih, author minta nastar dong~ *nodong author heeyeoreumi*:p
-?-
Fiancée – tunangan
Sunny side up – hmm gimana jelasinnya yah? Bentuknya kaya telur mata sapi, cuma masii setengah mateng kuning telur nya, ini sarapan favourite kebanyakan bule ;p
Device tracker – alat pelacak
Salute – gesture memberi hormat
IVdrop - infus
