15 Juli 2013

CHAPTER 8

.

.

XXXXX BROTHER COMPLEKS XXXXXX

.

.

Naruto © Masashi Kishimoto

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto, saya cuma numpang minjem

.

.

Author: Saku-chan NaruFhia

Rate: T

Genre: Drama & Romance

.

.

Main char & usianya: Gaara (15), Sasuke (15), Itachi (17), Sakura (15), Matsuri (15), Naruto (15), Hinata (15), Shikamaru (15), Temari (16), Hana (17), dll

Warning: AU, OOC, gaje, Typo

.

.

Kalau kalian merasa pernah baca yang seperti ini, jangan anggap aku ngejiplak dari situ ya.. aku cinta karyaku sendiri.. ^_^

.

.

Selamat membaca^o^

.

.

Chapter 8

.

.

.

.

.

.

.

Kini dikelas Matsuri sedang diisi dengan mata pelajaran Biologi yang diajarkan oleh Kurenai, seorang guru wanita cantik berambut hitam.

"Baiklah anak-anak, setelah kalian selesai mencatat. Ibu akan membacakan nama nama kelompok dalam tugas kelompok minggu ini." Ujar Kurinai dari depan kelas.

"Haaah~ tugas lagi~" terdengar Kiba mengeluh dari kursinya.

"Tugas kali ini apa bu ?" tanya Tenten semangat

"Hemm.. sesuai materi kita minggu ini, tugas kalian adalah mengamati mahkluk hidup disekitar kalian !" jawab Kurenai

"Aaa.. sepertinya sudah selesai mencatat semua bu, silahkan ibu sebutkan nama nama kelompoknya !" ujar salah seorang siswi berambut hitam panjang—Yukata.

"Ya baiklah, yang pertama Tenten.. kau dengan Sai."

"Ya bu !" jawab Tenten bersemangat.

"Shino dengan Yukata."

'Siapa yang akan jadi kelompokku ya?' pikir Matsuri gelisah

"Hinata.. emm dengan Kiba."

"Matsuri.." ujar Kurenai terhenti, nampak sedikit berfikir..

Matsuri berkesiap mendengar namanya disebut..

"Kau dengan.." Kurenai mulai berkata lagi

'Semoga bukan dengan Gaara, jangan Gaara, jangan Gaara.. kumohon' Matsuri membatin.

"Gaara," Lanjut Kurenai.

DEGH

'Oh tidaak~' Matsuri menundukan kepalanya lesu.. 'Apa yang harus kukatakan pada nii-chan. Kemarin aku sudah berbohong, sekarang bagaimana ?' ujarnya dalam hati.

.

.

.

.

Lapangan basket dijam istirahat kedua ini nampak ramai, banyak gadis gadis yang bersorak ramai dipinggir lapangan mengerumuni lapangan basket tersebut.

Ah ternyata tim basket yang diketuai oleh Sasuke sedang berlatih disana, memang sebentar lagi akan ada turnamen basket antar SMA se-Konoha. Mau tak mau mereka harus sering berlatih, bahkan menggunakan jam istirahat mereka untuk berlatih.

Dalam latihan kali ini Tim itu dibagi dalam dua kelompok, yang pertama Sasuke, Kiba, Lee, dan yang menjadi kapten adalah Sasuke.

Di kelompok kedua ada Gaara, Naruto, Shikamaru. dan Gaara lah kapten tim ini.

"Sasuke sebelah sini !" teriak Kiba dari sisi lapangan sambil melambaikan tangan meminta untuk mengoper bola padanya.

"Ayoo kawan semangaat !" kini teriakan Naruto yang terdengar memberi semangat pada timnya.

Nampak Sasuke mengibaskan poninya kebelakang, dan sontak membuat para gadis yang menonton latihan mereka berteriak histeris.

"Kyaaaa Sasukeeee.."

"Sasuke-kuuuuuunn"

"Cih, apa apaan sih mereka, tak tau Sasuke-kun itu milik ku, heuh?" Sakura mendumel sendiri, kesal melihat gadis gadis itu menyoraki nama kekasihnya.

"Sudahlah Sakura, kau harusnya sudah biasa dengan hal ini kan?" ucap Ino disebelahnya.

"Huh.. iya~" Tanggap Sakura malas.

Kini terlihat Gaara mendribel bola, menembus pertahanan tim yang sedang dipimpin oleh Sasuke.

"Ayooo Gaara-kuuuunn~" dukungan dari gadis-gadis dipinggir lapangan terdengar.

Sasuke mencoba menghadang dan saat mereka berhadapan dengan saling menatap tajam Gaara langsung mengoper bolanya kesamping dan ada Naruto disana yang menerima operan dari Gaara.

Naruto langsung melompat melakukan tembakan kearah ring. Yup dan bola masuk.

"Hebat kau Naruto !" seru Lee dari tengah lapangan dan beberapa gadis pun ikut bersorak. Padahal timnya kemasukan tapi Lee tetap senang saat temannya bisa memasukan bola.

Namun ternyata Naruto tak bisa mengendalikan keseimbangannya saat melompat tadi dan begitu kakinya kembali mendarat, dia oleng dan terjatuh. sepertinya kakinya sedikit terkilir.

"Kuso kakiku." Naruto mengumpat masih sambil terduduk dan memegang kakinya yang sulit digerakan.

Kiba dan Shikamaru pun menghampiri Naruto diikuti Lee yang sedikit berlari dari ujung lapangan, "Kau tidak apa-apa Naruto ?" tanya Shikamaru.

Sasuke dan Gaara yang masih adu deathglare pun menoleh melihat Naruto yang kini sedang dikerumuni tim basket mereka. Sasuke berjalan menuju Naruto diikuti Gaara dari belakang.

"Kau kenapa, Dobe ?" kini Sasuke yang bertanya.

"Kuso, sepertinya kakiku terkilir." Jawab Naruto, sambil mengernyit menahan sakit.

"Naruto-kun, Naru-" Seorang gadis berambut panjang menghampiri kerumunan pemain basket tersebut. "ah astaga~ kau tidak apa apa Naruto-kun ?" tanya gadis itu seraya berjongkok didepan Naruto.

"Ah, aku tidak apa apa Shion-nee." jawab Naruto sambil menunjukan cengiran khasnya.

"Hey, sudah kubilang jangan panggil aku kakak !" ujar Shion dengan nada seolah kesal.

"Ah iya gomen ne, Shion," Naruto tersenyum canggung.

Yang lain melihatnya hanya memutar bola mata bosan, "Hey sudahlah, ayo kuantar kau ke UKS Naruto !" ujar Kiba mulai jengah.

"Ah tidak usah Kiba, biar aku saja yang mengantar Naruto-kun ke UKS. Kalian lanjutkan saja latihannya." Shion tersenyum manis sambil merangkul Naruto, membantunya untuk berdiri. Gaara yang melihatnya pun ikut membantu Naruto berdiri dari sisi berbeda.

"Kau tak apa Naruto ?" tanya Gaara

"Sudah ku bilang, paling ini hanya terkilir biasa, kau tenang saja Gaara di turnamen nanti aku pasti sudah sembuh." Ujar Naruto semangat meyakinkan yang lain.

"Bukan itu," Naruto mengernyit bingung dengan perkataan Gaara selanjutnya. Lalu Gaara melirik ke arah Shion. Naruto pun mengerti maksud Gaara.

"Ah, biarkanlah.." jawab Naruto malas.

Selanjutnya Naruto meninggalkan lapangan bersama Shion yang menggelayut ditangan Naruto untuk membantunya berjalan menuju UKS.

(^/_\^) (='_'= ) ( ^::^)

Sementara dikantin nampak Hinata dan Tenten tengah berbincang sambil meminum Moca Float dihadapan mereka.

"Hey apa si Naruto itu tidak apa-apa?" ujar seorang gadis berambut hitam pendek pada teman disebelahnya sambil berjalan melewati meja Tenten dan Hinata.

"Memangnya kenapa?" tanya teman si gadis berambut hitam tadi.

"Bodoh kau, tadi dia kan jatuh saat bermain basket !" ujar si gadis berambut hitam lagi sambil terus berlalu dari kantin.

"Kau dengar itu Hinata ?" tanya Tenten, menatap lekat Hinata yang sedikit terkejut mendengar dua siswi yang baru saja berlalu.

"Ah.. i-iya Tenten.." ujarnya masih agak terkejut, "Naruto-kun, jatuh?"

"Kau harus melihatnya Hinata, bagaimana jika terjadi sesuatu pada Naruto?" ujar Tenten mencoba memberi saran.

"Ah ja-jangan sampai terjadi apa-apa dengannya Tenten.." Hinata nampak cemas.

"Kalau begitu sana pergi, dan lihat keadaannya !" titah Tenten.

Hinata menatap ragu kearah Tenten, "Sudahlah tinggalkan saja aku ! aku masih harus mengabiskan 2 mangkuk ramen ini dulu." Ujar Tenten yang mengerti maksud Hinata.

"Ba-baiklah, aku pergi dulu, Tenten."

"Hemm.." Tenten tersenyum penuh arti melihat kepergian Hinata yang semakin menjauh dari kantin.

Dari berjalan biasa Hinata mulai mempercepat langkahnya, dan rasa cemas serta khawatir terhadap Naruto makin memburu jantunganya untuk berdebar lebih kencang. Pikirannya tak lepas dari bayang Naruto dan pertanyaan 'bagaimana kondisi Naruto?' terus berputar hebat dipikirannya.

Itu semua membuat langkahnya semakin cepat hingga ia sedikit berlari kecil disepanjang koridor menuju lapangan basket yang berada dibelakang gedung sekolah.

Hingga langkahnya sapai disebuah belokan koridor, dan..

BUKH

"Kyaa.. "

"Aduh," Hinata meringis menahan sakit dibokongnya, dan saat dia dongakan kepalanya menatap siapa yang telah ia tabrak. Matanya membulat, amat terkejut dengan dua orang dihadapannya.

Dua orang itu pun tak kalah terkejutnya dengan Hinata. "Astaga.. kau baik-baik saja Hinata-chan ?" tanya seorang pemuda yang berada dirangkulan seorang gadis disebelahnya.

"Na..Naruto-kun ?" suara Hinata pelan lebih persis sebuah Gumaman.

Naruto—pemuda tersebut mengulurkan tangannya, berniat membantu Hinata untuk berdiri. Namun sebuah tangan lain dengan cepat menarik tangan Hinata yang baru saja akan menggapai uluran tangan Naruto.

Shion—gadis yang merangkul Naruto, dengan cepat menarik tangan Hinata untuk membantunya berdiri, nampaknya Shion tak membiarkan Naruto untuk membantu Hinata tadi.

"Astaga, jangan berlari dikoridor ya, lain kali !" Ujar Shion memperingati dengan nada selembut mungkin.

"Go-gomen ne Shion senpai." Hinata hanya menundukan kepala, hatinya makin bergemuruh hebat. Rasa cemas yang tadinya membucah kini tergantikan dengan rasa sakit yang amat sangat karena melihat Naruto bersama gadis lain.

Apalagi saat teringat dengan perkataan Ino tempo hari, bahwa Naruto sedang dekat dengan gadis ini—Shion.

"Kau tidak apa-apa Hinata-chan ?" tanya Naruto lagi, raut cemas nampak diwajahnya.

Hinata hanya menggeleng pelan sebagai jawaban, masih sambil menundukan kepalanya. Ragu untuk menatap kedua orang dihadapannya.

Naruto hanya menatap sendu gadis dengan surai indigo dihadapannya itu, ia mulai mengerti sikap Hinata kini. Teringat pula dengan perkataan Ino tempo hari. Sempat bertanya-tanya apa benar Hinata menyukainya?

"Ah, sudahlah Naruto-kun. Sepertinya dia tidak apa-apa." Ujar Shion membuyarkan pemikiran Naruto dan Hinata. "Kita harus segera ke UKS kan ?" lanjutnya.

Naruto masih menatap Hinata yang menundukan kepalanya dengan cemas. Namun tarikan Shion pada lengannya membuatnya mau tak mau ikut bergerak menjauh dari hadapan Hinata.

Disaat Naruto dan Shion menjauh, Hinata mulai mengangkat kepalanya, menatap punggung Naruto yang makin menjauh dan menghilang dibelokan koridor.

Hinata memegang dadanya yang tersa sesak, Sungguh melihat kedekatan Naruto dengan Shion membuat hati Hinata seperti dicubit, pilu dan sakit rasanya..

(^/_\^) (='_'= ) ( ^::^)

"Hey Hana pinjamkan aku yang itu unn !" seru Deidara sambil berusaha merebut sebuah Komik dari tangan Hana.

"Tidak bisa, aku baru membelinya kemarin, dan sekarang aku baru akan membacanya. Bisa kah kalian diam !" Hana menarik Komik yang ada ditangannya berusaha menghindari dari jangkauan Deidara.

"Huh kau ini pelit sekali unn." Deidara nampak kecewa, pandangannya beralih pada Sasori yang ada disebelahnya "Hey Sasori danna, kita ke kantin yuk haus nih unn." Ajaknya.

"Tidak mau." Jawab Sasori ketus.

"Huaaahh kalian menyebalkan unn.." Deidara frustasi dengan dua teman yang sedang duduk bersamanya disebuah bangku taman belakang sekolahnya. Pandangnya tiba tiba terpaku dengan dua sosok yang berapa agak jauh didepannya.

Dibalik sebuah tembok samping gedung sekolah, nampak sosok pemuda berambut raven panjang terkuncir, sedang berhadapan dengan sesosok gadis berambut biru.

"Loh.. itu Itachi kan ?" Deidara menajamkan matanya untuk memastikan penglihatannya

Hana dan Sasori pun ikut memandang kearah pandang Deidara, "Sedang apa dia ?" tanya Sasori menanggapi

"Gadis itu Konan ya ?" tanya Deidara lagi, "Sedang apa mereka..?"

Hana hanya menatap nanar Itachi dan Konan dari kejauhan, nampak raut tak suka diwajahnya.

"Entahlah bukan urusanku," jawab Sasori cuek.

"Haah Sasori danna, kau cuek sekali unn.."

(^/_\^) (='_'= ) ( ^::^)

"Matsuri.."

Panggilan Gaara menghentikan langkah Matsuri dan Itachi yang sedang berjalan menuju parkiran sekolah.

Matsuri pun menoleh diikuti Itachi disebelahnya, "Ga.. a-ada apa?" Matsuri berusaha menyembunyikan keterkejutannya.

"Mengenai tugas kelompok itu, kapan kita akan mulai ?" tanya Gaara.

"Ah.. kalian masih mengerjakan tugas kelompok kemarin ?" tanya Itachi, mengingat Matsuri kemarin bilang ia mengerjakan tugas kelompok.

"Aaa Ah i iya nii-chan hehe.." jawab Matsuri agak kikuk.

"Kapan akan kalian kerjakan ?" tanya Itachi lagi.

Matsuri dengan ragu menatap Gaara dengan tatapan bertanya, "Terserah kau." Jawab Gaara yang mengerti maksud tatapan Matsuri

"Hn, kalau begitu sekarang saja !" ujar Itachi cepat, lalu dia merangkul pundak Gaara. "Sekarang kau yang harus kerumah kami !" ujarnya kemudian

Itachi masih mengira Matsuri kemarin kerumah Gaara untuk mengerjakan tugas.

"Ah ta..tapi nii.. nii-chan.." Matsuri agak ragu.

"Ayo !" nampak Itachi tak memperdulikan Matsuri yang ingin mengelak.

Gaara sendiri hanya diam saja seolah menurut.

'Bagaimana ini..?' benak Matsuri cemas.

Mereka pun kembali berjalan menuju parkiran, nampak Sasuke sudah melajukan motornya menjauh menuju gerbang sekolah dengan Sakura yang ada diboncengannya.

(^/_\^) (='_'= ) ( ^::^)

"Bagaimana kami bisa berkonsentrasi kalau nii-chan terus menatap kami dengan tatapan seperti itu ?" seru Matsuri frustasi dalam satu tarikan nafas.

"Kerjakan saja tugasmu !" ujar Sasuke cuek.

Sasuke benar benar shok saat mendapati Gaara ada dirumahnya sepulang ia mengantar Sakura tadi. Kini mereka sedang berada dihalaman belakang kediaman Uchiha. Sasuke sejak tadi hanya duduk dibangku taman sambil mengawasi kegiatan Gaara dan Matsuri.

'Huh dasar menyebalkan.' dumel Matsuri dalam hati dengan wajah kesal.

Lalu Matsuri kembali memperhatikan sarang lebah yang ada dihadapannya, "Hati-hati Matsuri, jika mereka merasa terganggu mereka akan sangat berbahaya." Gaara dengan datar memperingati.

Kini Matsuri dan Gaara sedang mengamati sarang lebah yang ada dipohon besar yang tumbuh dihalaman belakang kediaman Uchiha.

Matsuri sedikit merona karena diperhatikan oleh Gaara.

"Ehemm.." namun deheman keras dari Sasuke sontak merusak suasanya hati Matsuri.

"Ayolah nii-chan, kalau kau terus begitu kami tidak akan bisa menyelesaikan tugas ini !" seru Matsuri pada Sasuke yang hanya memandang datar kearah mereka.

"Aku hanya sedang melihat sarang lebah dipohon itu." Sasuke asal menanggapi.

'Alasan yang buruk..' batin Matsuri sweatdrop.

"Engh haaah.." terdengar lenguhan dan buangan nafas panjang dari Itachi yang baru saja muncul dari beranda belakang rumah. Nampak ia sedang merenggangkan ototnya dengan mengakat kedua tangannya keudara.

"Wah disini kau rupanya Sasuke.." ujar Itachi saat melihat Sasuke yang masih sedang menatap kearah Matsuri dan Gaara, tanpa menghiraukan Itachi yang muncul.

Sasuke kemudian hanya melirik sedikit kearah Itachi dan kembali menatap Matsuri.

"Ayo kita membantu kaa-san, memindahkan beberapa barang !" seru Itachi.

"Tidak mau !" tolak Sasuke cepat.

"Ayolah otouto, enak saja kau malas-malasan disini sementara aku capek sendiri." Kini Itachi sedikit memaksa.

"Aku bilang aku tidak mau, baka !" ujar Sasuke ketus.

"Kau ini !" geram Itachi yang ternyata sudah berada dihadapan Sasuke dengan tatapan mengerikannya yang dibilanng Deidara adalah Mangekyou Sharingan. tak menyangka Itachi menggunakan tatapan itu untuk Sasuke.

Sasuke sedikit bergidik melihatnya, kemudian ia menghela nafas "Tsk, kau mengganggu !" ujar Sasuke seraya beranjak meninggalkan Itachi.

Itachi hanya tersenyum puas karena berhasil mengajak Sasuke.

"Ayolah kita bantu kaa-san, my lovely otouto..~" seru Itachi seraya menyusul Sasuke dari belakang.

"Berhenti memanggilku seperti itu !" tegas Sasuke tak suka.

Setelah kepergian Sasuke dan Itachi dari sana, kini tinggalah Matsuri dan Gaara yang masih mengamati sarang lebah. Matsuri bertugas mencatat segala yang Gaara sebutkan dan ia lihat disana.

Satu jam kemudian..

"Sepertinya ini sudah cukup." Ujar Gaara sambil mengamati catatan yang Matsuri catat tadi, "Hanya tinggal menyalinnya saja." Ujarnya kemudian.

"Gaara.."

"Hmm?" Gaara bergumam menanggapi Matsuri tanpa memalingkan matanya dari catatan tadi, green sea-nya tampak bergerak membaca setiap tulisan yang ada.

"Anu, aku.. aku tau masalahmu dengan Sasuke-nii.?"

Perkataan Matsuri sontak menghentikan kegiatan membaca Gaara, "Masalah ?" Gaara mngernyit bingung, masih tak berpaling dari catatan ditangannya.

"I iya, saat kalian SMP dulu.." jawab Matsuri agak ragu.

"Aa.. lalu ?"

"Tidak apa, hanya saja.. hubungan kalian nampak masih kurang baik hingga sekarang.."

"..." Gaara tak bergeming, ia memilih melanjutkan kegiatan membacanya yang sempat tertunda tadi.

'Kenapa dia diam saja? Apa aku salah bicara ?' pikir Matsuri bingung.

"apa.. aku mengucapkan hal yang salah..?" tanya Matsuri ragu.

Hening sejenak hingga Gaara menghentikan kegiatan membacanya..

Gaara menghela nafasnya, lalu ia menyerahkan catatan yang selesai ia baca pada Matsuri. "Salinlah !" perintahnya sambil berjalan menuju bangku taman yang tadi diduduki Sasuke.

Matsuri menerima catatan itu dan berjalan menyusul Gaara, kemuadian ia duduk dihadapan Gaara sambil mulai menyalin catatannya tadi, mengetikannya ke laptop yang ada dimeja dihadapannya.

Sementara Gaara hanya duduk memperhatikan.

"Maaf.." ujar Matsuri pelan

Gaara mengerutkan dahinya, nampak bingung.

"Jika tadi aku salah bicara.." lanjut Matsuri masih sambil terus mengetik catatannya.

"Tidak, tak perlu minta maaf, tidak ada yang salah.."

"Tapi.."

"Ini bukan masalahmu.. jadi lupakanlah." Titahnya memotong perkataan Matsuri.

Selanjutnya Matsuri hanya diam dan meneruskan ketikannya, walau hatinya terasa tak enak, dan ingin segera mengakhiri momen menyesakan ini..

Setelah agak lama keduanya terdiam, Gaara melirik ke jam hitam yang ada dipergelangan tanganya.

"Sudah hapir malam, aku harus pulang.." ujarnya sambil bangun dari bangku yang ia duduki.

Matsuri menghentikan kegiatan mengetiknya, lalu ia tekan tombol save pada hasil ketikannya tadi di Microsoft Word

"Baiklah, ayo kuantar sampai depan.."

Selanjutnya mereka berjalan memasuki rumah, bermaksud ingin pamit dengan Mikoto.

"Matsuri-chan, bisa bantu kaa-san menyiapkan makan malam..?" seru Mikoto saat ia melihat Matsuri jalan mendekat kearahnya.

"Eh Gaara-kun, kalian sudah selesai kan dengan tugas kalian ?" tanyanya saat melihat Gaara yang berjalan dibelakang Matsuri.

"Iya kaa-san, aku akan membantumu nanti, tapi Gaara ingin pamit pulang dulu.." jawab Matsuri

Dirumah besar kediaman Uchiha ini memang ada beberapa pembantu, tapi mereka hanya bertugas membersihkan dan mengurus rumah saja, sementara untuk urusan memasak Mikoto lebih suka memasak sendiri untuk keluarganya jika memang ia sempat. Lagi pula keluarganya memang lebih senang dengan masakannya yang sangat lezat.

"Loh, Gaara-kun sudah mau pulang, kenapa tidak makan malam disini saja ?" tanya Mikoto, lalu ia mematikan kompornya dan berjalan mendekat ke Matsuri dan Gaara.

"Tidak, terima kasih bi. Saya tidak ingin merepotkan.." tolak Gaara halus.

Mikoto menggeleng, "Hemm tidak tidak, bibi akan sangat senang jika kau mau menerima ajakan bibi ini." Ujarnya sambil tersenyum.

"Sudahlah iya-kan saja, kau tidak akan menyesal, karena masakan kaa-san ku ini sangat lezat haha.." Itachi tiba-tiba muncul dan langsung merangkul pundak Gaara.

Matsuri hanya menghela nafasnya melihat sikap kaa-san dan nii-chan nya ini.

"Hahaha kau bisa saja Ita-kun, masakan kaa-san biasa saja kok." Mikoto merendahkan dirinya karena merasa tak enak dipuji oleh putra sulungnya, "Loh, dimana Sasu-kun..?" tanyanya pada Itachi.

Itachi hanya mengangkat bahunya tanda ia tak tahu.

"Hemm ya sudah, kalian tunggu sebentar ya, kaa-san dan Matsuri akan menyelesaikan masakannya sebentar lagi." Ujarnya seraya menuju kompor yang tadi sempat terabaikan, Matsuri mengikuti dan langsung membantu Mikoto memasak makan malam mereka.

"Yasudah kita tunggu dihalaman belakang saja.." ujar Itachi sambil mengajak Gaara meninggalkan dapur dan menuju halaman belakang.

Kini Gaara dan Itachi duduk berhadapan dibangku dihalaman belangan kediaman Uchiha..

"Aku tau, kau punya masalah dengan Sasuke.." tanpa basa-basi Itachi langsung membuka topik pembicaraan.

Gaara terkesiap mendengar ucapan Itachi, "Hm.." gumamnya merespon.

"Tapi aku tak tau, apa yang membuat Matsuri jadi berbeda belakangan ini," Ujar Itachi menambahkan.

Gaara mengernyit bingung, sedikit mengerutkan dahinya sambil menatap Itachi.

"Apapun yang terjadi, aku harap masalahmu dengan Sasuke segera berakhir.." Itachi kemudia tersenyum tipis.

Gaara kini mengerti maksud Itachi, dia pun hanya sedikit menarik sudut bibirnya. "Hm, aku tau.."

"Hooyy Itachi.." seruan terdengar dari kejauhan, terlihat dua pemuda berjalan mendekat kearah Itachi dan Gaara.

"Sedang apa kalian..?" tanya Itachi sinis.

"Haaah kau ini, teman baik mu datang malah sinis begitu," dumel Deidara, saat sudah sampai dihadapan Itachi.

Sasori sendiri langsung duduk disebelah Itachi, "Dia yang mengajakku mampir kesini." Ujarnya dengan sikap santainya.

"Yaa kebetulan kami lewat sini, jadi kuputuskan untuk mampir mengunjungi temanku yang paling baik unn." Deidara ikur duduk disebelah Gaara.

"Jujur sajalah, seperti biasakan.." Itachi memutar bola matanya bosan.

"Ya, dia bilang ingin menumpang makan malam dirumah mu !" jawab Sasori malas.

"Huh, kau ini jujur sekali sih Sasori danna.." Deidara sweatdrop sendiri jadinya.

Itachi hanya menghela nafasnya, melihat temannya yang memang suka menumpang makan malam dirumahnya, entah karena memang keadaan atau memanng ia menyukai masakan Mikoto.

Deidara menoleh kesebelahnya, "Loh, apa yang kau lakukan disini unn.." Deidara baru sadar ada sosok lain diantara mereka, kemudian ia menatap Itachi dengan penuh tanya karena tak dapat jawaban dari Gaara.

"Tadi dia mengerjakan tugas sekolah bersama Suri-chan." Jawab Itachi.

"Oh.." Deidara hanya manggut-manggut mengerti.

"Eh, ada yang lupa kutanyakan padamu." Ujar Deidara pada Itachi.

"Hn ?" Itachi mengerutkan dahinya.

"Tadi siang apa yang kau lakukan dengan Konan ?"

Itachi tak menjawab, pikirannya malah kembali mengingat perkataan Konan padanya siang tadi saat jam istirahat.

Sekelibat-kelibat perkataan konan melintas dipikirannya..

'Maaf,'

'Aku sungguh menyesal,'

'Bisakah kita mulai lagi dari awal ?'

'Aku tak akan membuatmu kecewa untuk kedua kalinya'

"Hey kalian.. makanannya sudah siap, ayo masuk !" seruan Matsuri dari ambang pintu beranda belakang, membuyarkan lamunan Itachi.

Keempat pemuda itu pun menoleh, "Iya, kami segera datang Suri-chan.." jawab Deidara bersemangat, lalu Deidara kembali menatap Itachi.

"Hey kau tak menjawab pertanyaanku unn.." Deidara nampak kesal, sementara Itachi hanya diam dan beranjak dari kursinya menuju kedalam rumahnya, diikuti tiga pemuda lainnya—Deidara, Gaara dan Sasori. Deidara masih merengutkan wajahnya kesal dengan sikap cuek Itachi.

Sesampainya diruang makan kediaan Uchiha, nampak Sasuke sudah duduk dengan tenang dikursinya, lalu ada Matsuri pula disebelahnya, dan Mikoto diujung meja makan.

"Tou-san tak bisa makan malam dirumah lagi, eh?" tanya Itachi seraya menarik kursi dan kemudian mendudukinya

"Ya, tou-san mu sangat sibuk akhir-akhir ini.." jawab Mikoto, "Ayo silahkan duduk, Gaara-kun, Sasori-kun, Deidara-kun !"ujarnya saat melihat tiga pemuda yang masih berdiri dibelakang Itachi.

Sasuke sendiri terlihat tak suka dengan kehadiran tiga pemuda yang dianggapnya tak penting dan menyusahkan itu, terutama pada.. Gaara.

"Wah.. bibi masak apa ?" tanya Deidara sambil menatap masakan yang berjajar diatas meja, kemudian ia duduk di sebelah Itachi diikuti Sasori dan Gaara yang menempati kursi yang masih kosong.

"Sup tomat kesukaan Sasuke-kun dan kari.." jawab Mikoto sambil menyendok sup tomatnya untuk Sasuke.

"Wah.. pasti enak bi.." Deidara terlihat sudah tak sabar menyantap hidangan dihadapannya, ia memang suka sekali dengan setiap masakan Mikoto. Makanya sudah bukan hal yang heran jika ia sengaja datang untuk makan malam dirumah Itachi seperti kali ini.

"Ittadaikimasu.." seru Matsuri dan Deidara berbarengan

Makan malam pun terlihat berjalan hikmat dengan dihiasi canda gurau sesekali karena tak ada Fugaku Uchiha, jika ada beliau pasti mereka akan makan dengan tenang tanpa suara. Karena Fugaku sangat tak suka acara makan diselingi dengan pembicaraan tak berguna baginya.

.

.

.

"Baiklah bi, kami pulang dulu.." ujar Sasori sambil berojigi, berpamitan pada Mikoto, diikuti oleh Gaara dan Deidara.

"Ya kalian hati-hati ya.." Mikoto tersenyum lembut, "Lain waktu mampir lagi ya."

"Dengan senang hati bibi.." ujar Deidara bersemangat.

Dibelakang Mikoto, Itachi hanya memutar bola matanya 'huh.. itu sih maumu.' Dengusnya dalam hati.

"Terima kasih untuk makan malamnya bi." Ujar Gaara.

"Ya.. sama-sama," sebuah senyuman lembut tak pernah pudar dari bibir Mikoto.

Lalu mereka pun pergi meninggalkan kediaman Uchiha dengan kendaraan mereka masing-masing. Gaara dengan motornya dan Deidara dengan mobil sport milik Sasori.

(^/_\^) (='_'= ) ( ^::^)

.

.

.

Esok malamnya, dikediaman Uchiha yang tenang ini, nampak suasana yang tak biasa. Uchiha Fugaku sang kepala keluarga nampak terlihat diantara ketiga anaknya dan istrinya Mikoto ada disebelanya.

Mereka sedang menghabiskan waktu sehabis makan malam, dengan menonton film dari CD yang baru dibeli Itachi tadi sepulang sekolah,

Film tentang action yang jadi favorite mereka.

"Tou-san.." panggil Matsuri, memecah keseriusan Fugaku dalam menonton film.

"Hn ?"

"Tentang acara liburanku akhir pekan ini bagaimana ?" tanya Matsuri.

Sasuke yang awalnya fokus pada film dilayar LED dihadapannya ikut mengalihkan perhatiannya dengan pertanyaan Matsuri pada tou-san nya.

"Aa soal itu, memang mau kemana ?" tanya Fugaku sambil menoleh menatap putri satu-satunya itu.

"Kata pihak sekolah kita akan kepantai, Tou-san." Jawab Matsuri.

Mikoto yang mendengar kata 'pantai' sontak menatap Sasuke dengan tatapan khawatir.

"Wah pasti menyenangkan, aku boleh ikut tidak ya..?" ujar Itachi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar TV LED dihadapannya.

"Tentu saja tidak, nii-chan kan kelas 3." Jawab Matsuri.

Itachi hanya menghela nafasnya panjang, nampak kecewa.

"Tentu boleh.." ucapan Fugaku membuat Mikoto menoleh cepat kearah suaminya dengan tatapan terkejut.

"tapi kau harus hati-hati, dan jangan jauh dari aniki mu !" ucap Fugaku tegas dengan suara beratnya.

"Hn, tentu.." Matsuri tersenyum senang.

Mikoto masih nampak khawatir lalu dia memegang lengan suaminya, Fugaku menoleh menatap istrinya yang ada disisi kanannya, Fugaku kemudian memegang tangan Mikoto yang memengang lenganya. Matanya yang menatap sang istri seolah berkata 'tak perlu cemas'

"Jangan membuatku repot disana nanti !" ucap Sasuke memperingati.

"Huh.. iya Sasuke-nii tenang saja." Dengus Matsuri sambil menggembungkan pipinya.

"Oh iya, kalian berapa hari disana?" tanya Mikoto.

"Dua hari semalam, kaa-san." Matsuri menjawab, "Minggu sore kita sudah pulang."

"Wah.. kalau begitu banyak yang harus kau siapkan ya Suri-chan. Kalian berangkat hari Sabtu pagi kan?" Mikoto menjentikan jari telunjuknya didagunya, nampak seolah berpikir. "Sekarang sudah hari Kamis.. sebentar lagi ya.."

"Iya kaa-san, hah.. aku jadi tak sabar.." ujar Matsuri riang.

.

.

.

(^/_\^) TBC (='_'= ) ( ^::^)

.

.

.

.

*Bacotan Saku-chan ^_^

Yosh ! akhirnya selesai juga chap 8 unn :D *yip yip hooorreeeeee

Gak kaya chap 7 kemarin yang ngabisin 28 halaman, sekarang di chap 8 ini Cuma 20 halaman minna..

Saku ngerasa kurang dapet feel di chap ini, iya gak sih minna? :/

Kalo iya, gomen ne

Saku terus berusaha meningkatkan kemampuan agar lebih baik lagi hehe

Oh iya, ada yang penasaran ga sih sama Apa yang terjadi antara Konan dan Itachi..?

Terus gimana ya sama Hinata yang sakit hati melihat kedekatan Naruto dengan Shion?

Hemm kedekatan antara Matsuri dengan Gaara?

Atau masalah Sasuke dengan Gaara yang uhh RIBET -_- ?

Ayoooo gimana nih –KONAITAHANA- dan –SHINARUHINA- ?

Kalo penasaran silahkan tinggalkan jejak REVIEW

Silahkan tuangkan pendapat kalian tentang chap ini ya minna-san

Review kalian sangat membantu untuk semangat dan membangun mood saku ^_^

dan makasih juga buat yang udah Review di Fic ini :* love you all..

Akhir kata Arigatou ;)

.

.

Sign

Saku-chan NaruFhia

23