Disclamer: Naruto [Masashi Kishimoto] Tokyo Ghoul [Sui Ishida]HS DxD [Ichie Ishibumi]

Rate: M (Untuk beberapa kekerasan)

dianrusdianto39: Untuk mode kakuja Naruto sama kayak Juubi dicannon dan pasti saya akan membuat Flashback kenapa Eto membenci Naruto, tapi masih lama karena ini Flashback yang panjang.

TheFourtySeventh: nggak papa hanya dengan Review saya sudah berterimakasih dan itu membuat saya lebih bersemangat menulis fic ini

Baiklah langsung saja..

…..

"Baiklah mari kita mulai pelajaran" kata Naruto dan merekapun bersiap menerima pelajaran yang akan Naruto berikan. Skip Time Kring! Kring! Kring! Bel pertanda istirahat sudah berbunyi.

"Baiklah karena bel sudah berbunyi kalian boleh istirahat" kata Naruto pada murid-muridnya yang terlihat sangat kelelahan akibat pelajaran olahraga Naruto yang tergolong ekstrim.

Setelah itu mereka pergi untuk mengistirahatkan tubuh mereka dan disana hanya meyisakan Naruto dan Kaneki. "Naruto-nii, kenapa kau tiba-tiba menjadi guru disini?" tanya Kaneki. "Ya, karena aku malas dirumah jadi mencoba menjadi guru disini, ternyata menjadi guru cukup menyenangkan"

"Kaneki sebaiknya kau pergi keruang klubmu sepertinya akan ada hal yang menarik" kata Naruto. "Hah, baiklah" kata Kaneki dan beranjak pergi.

Beberapa saat setelah Kaneki pergi seseorang mendatangi Naruto.

"Juubi-sama" panggil orang itu. "Ada apa Madara-sensei" kata Naruto pada orang itu yang ternyata adalah Madara

"Sebenarnya apa tujuanmu menjadi guru disini?, tak mungkin hanya karena kau malas dirumah." tanya Madara.

"Ya, sebenarnya tujuanku untuk mengawasi Kaneki saat berada disini" kata Naruto. Madara hanya menaikkan alisnya bingung. "Memangnya ada apa dengan anak itu, dia terlihat baik-baik saja"

"Ya, Kaneki melakukan kanibalisme" kata Naruto yang membuat Madara cukup kaget karena kanibalisme sangat jarang terjadi dan hanya sedikit Ghoul yang melakukannya itupun jika dalam keadaan tertentu. "Apa, berarti dia"

"Ya, Kaneki mendapat mode Kakuja dan mode Kakujanya dapat keluar kapan saja, jika dia sampai lepas kendali akan menjadi masalah"

Kaneki PoV

Saat ini aku sedang berjalan menuju klub Penelitian Ilmu Ghaib. Setelah beberapa saat berjalan akhirnya akupun sampai dan membuka pintu dan masuk, tapi saat aku masuk disana tidak ada siapapun. 'Kemana mereka semua' batinku saat melihat ruang klub yang kosong.

Tapi sepertinya aku mendengar keributan diluar. Setelah itu aku melihat keluar jendela, dihalaman sekolah aku melihat Rias dan peraggenya disana aku melihat Issei dan Kiba yang sedang melawan dua orang berpakaian hitam ketat. Kulihat Kiba yang melawan seorang wanita berambut biru pendek sedangkan Issei melawan yang satunya lagi yaitu wanita berambut twinstail. Kulihat Kiba dan Issei yang kualahan melawan dua wanita itu.

Beberapa saat kemudian pertarungan mereka dihentikan oleh Rias, setelah itu terlihat Rias membicarakan sesuatu dengan kedua wanita itu, kemudian kedua wanita itupun pergi entah kemana.

Setelah kedua wanita itu pergi terlihat Rias yang membuat lingkaran sihir, sepertinya mereka akan kembali kesini.

Kaneki PoV End

Didalam ruang klub muncul lingkaran sihir yang memunculkan Rias beserta peraggenya. "Kaneki-kun, ternyata kau sudah disni" kata Rias saat melihat Kaneki sudah ada disana. "Ya Buchou, Buchou siapa mereka berdua?" tanya Kaneki. "Jadi kau melihatnya, mereka utusan dari Gereja, Xenovia dan Irina" jawab Rias. "Untuk apa mereka kemari?" tanya Kaneki lagi. "Mereka sedang mencari pecahan pedang suci yang dicuri dan mereka meminta agar pihak Iblis untuk tidak ikut campur" kata Rias menjelaskan dan Kaneki hanya ber'oh'.

"Baiklah, sebaiknya kalian kembali kekelas kalian, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi" kata Rias pada semua peraggnya dan mereka hanya mengangguk dan pergi kekelas mereka masing-masing.

…..

"Sekarang waktunya mengajar dikelas 3-B" Gumam seorang pria berambut kuning jabrik sambil melihat jadwal mengajarnya. Lalu pria berambut kuning itu atau bisa dipanggil Naruto berjalan menuju kelas 3-B.

Sementara itu 3-B

"Hey kudengar dikelas ini akan ada guru baru" kata salah satu Siswi kelas 3-B. "Ya, kudengar dia sudah mengajar kelas 2-B, kata mereka dia sangat tampan dan masih" kata teman Siswi tadi.

Rias yang baru datang dan mendengar percakapan dua Siswi tadi bertanya pada pada sahabatnya. "Sona, apa benar disini ada guru baru?" tanya Rias pada sahabat sekaligus Rivalnya. "Ya" jawab Sona singkat. "Apa kau tau siapa dia?" tanya Rias. "Tidak, aku juga baru tau dari Tsubaki" jawab Sona. Beberapa saat kemudian terdengar seseorang yang membuka pintu kelas.

Krek

Setelah pintu terbuka muncul seorang pria berambut kuning jabrik "Baiklah anak-anak, cepat ganti seragam kalian dengan seragam olahraga, akan kutunggu dilapangan" kata pria itu sambil berjalan keluar kelas.

"Jadi guru baru itu

,, ,, , NARUTO-KUN" Teriak Rias dan Sona bersamaan.

Skip Time

Dilapangan terlihat semua Siswa 3-B dan juga Naruto yang sudah berada disana.

"Baiklah, perkenalkan Namaku Uzumaki Naruto, mulai hari ini aku akan menjadi guru olahraga baru kalian, apa ada pertanyaan?" kata Naruto memperkenalkan diri pada murid-murid barunya.

"Sensei, apa kau sudah punya pacar?" tanya salah satu siswi yang ada disana dan membuat semua yang ada disana sweetdrop dengan pertanyaan yang Siswi tadi lontarkan. "Belum" jawab Naruto singkat. "Apa sensei mau jadi pacarku?" tanya Siswi tadi dengan semangat. "Tidak" jawab Naruto singkat, padat dan menyakitkan yang membuat Siswi tadi menjadi suram. "Jika tidak ada pertanyaan yang lebih bagus, kita mulai pelajaran pertama kita"

"Kita akan memulai dengan lari dengan jarak 50 meter, dimulai dari nomer 1 Akeno Himejima" kata Naruto dan Akeno yang mendengar namanya dipanggil langsung mengambil posisi.

Naruto yang melihat Akeno sudah berada diposisinya langsung memberi aba-aba untuk mulai.

",,,,Mulai" setelah mendengar aba-aba dari Naruto, Akeno langsung berlari. "Cukup bagus Akeno" kata Naruto dan memberi Akeno nilai. "Baiklah, selanjutnya,,,

Selanjutnya nomer 11 Rias Gremory" Rias yang mendengar namanya dipanggil langsung mengambil posisi

'Karena ada Naruto-kun, aku menjadi bersemangat' batin Rias dengan semangat. "Rias apa kau sudah siap" "Ya Naruto-ku-eh maksudku Naruto-sensei" kata Rias dengan semangat bahkan sampai lupa hampir memanggil Naruto dengan suffix 'kun'.

",,,,Mulai" Naruto langsung memberi aba-aba sontak membuat Rias berlari dengan kencang. "Sangat bagus Rias" kata Naruto dan memberi Rias nilai, Rias yang mendengar pujian dari Naruto hanya tersenyum senang.

"Baiklah, selanjutnya nomor 12 Sona Sitri" Sona yang mengengar namanya dipaggil langsung mengambil posisi. ",,,,,Mulai" Setelah mendengar aba-aba dari Naruto, Sona langsung berlari.

Tapi baru beberapa meter Sona, entah disengaja atau tidak, tiba-tiba ia terjatuh.

BRUKH

Naruto yang melihat salah satu Siswanya terjatuh langsung menghampirinya. "Sona apa kau tidak apa-apa?" tanya Naruto. "Ya, Naruto-sensei mungkin hanya kakiku yang tergilir." kata Sona. "Sini biar kulihat" kata Naruto dan melihat kaki Sona.

'Yay, Rencanaku berhasil padahal aku hanya pura-pura jatuh agar Naruto-kun perhatian padaku' batin Sona girang dengan wajah yang memerah. Sementara itu wajah Rias sudah memerah karena kesal saat melihat Naruto dan Sona. Akeno yang melihat ada yang aneh dari Buchounya langsung bertanya. "Ada apa Buchou kenapa wajahmu memerah?" "Sialan, Sona hanya pura-pura jatuh agar mendapat perhatian dari Naruto-kun" kata Rias geram.

"Sona lututmu berdarah, baiklah aku akan mengantarmu keUKS" kata Naruto dan Sona yang mendengar itu wajahnya tambah memerah. "Terimakasih Naruto-sensei"

Setelah itu Sona mencoba berdiri tapi entah disengaja atau tidak Sona kembali terjatuh, Naruto yang melihat Sona masih tidak bisa berdiri langsung membantunya. Sebenarnya Sona kembali berpura-pura agar mendapat perhatian dari Naruto. Jangankan berdiri bahkan dia masih bisa berlari dengan kencang.

Dan semua itu membuat semua yang ada disana merasa iri terutama Rias yang wajahnya semakin memerah bahkan seluruh wajahnya memerah hampir menyamai rambutnya sendiri karena menahan kekesalannya.

"Baiklah anak-anak kalian lakukan pemanasan terlebih dahulu agar tidak terjadi seperti ini, sementara aku akan mengantar Sona keUKS" kata Naruto sambil memopong Sona menuju UKS. Sementara itu Sona berbalik dan tersenyum kearah Rias seolah mengatakan bahwa ia satu langkah lebih maju dalam mendapatkan Naruto.

Rias yang mengerti apa maksud dari tatapan Sona semakin geram. 'Lihatlah Sona aku akan mendapatkan Naruto-kun lebih dulu' batin Rias bertekat.

…..

SKIP TIME Sepulang Sekolah diruang klub Penelitian Ilmu Gaib. Seperti biasa seluruh anggota klub berkumpul.

"Buchou kenapa denganmu?" tanya Issei pada Buchou tercintanya karena dari tadi hanya diam dengan wajah cemberut. "Mungkin karena masalah cinta, Issei-kun" bukan Rias melainkan Akeno. "APA! Jadi Buchou sudah mencintai orang lain" kata Issei kaget karena salah satu calon Haremnya sudah mencintai orang lain.

"Memangnya siapa orang yang dicintai Buchou?" kali ini Kiba yang bertanya. "Ara,,, Ara,,, Buchou sedang mencintai Naruto-san" kata Akeno yang membuat semua yang ada disana kaget kecuali Kaneki karena ia sudah lebih tau.

"APA! Jadi Buchou mencintai Naruto-san"

Sedangkan Rias hanya mengangguk dengan wajah yang memerah. "Tapi kenapa dari tadi Buchou hanya diam dengan wajah cemberut?" tanya Issei.

"Ara,,, sebenarnya Buchou kalah dengan saingannya" kata Akeno. "Memangnya siapa saingan Buchou?" kali ini Kaneki yang bertanya. "Kaichou menjadi saingan Buchou untuk mendapatkan Naruto-san" kata Akeno sontak membuat semua yang ada disana termasuk Kaneki kaget. "APA! Jadi Kaichou juga mencintai Naruto-san"

"Ya begitulah"

"Buchou, aku punya rencana agar kau tidak kalah dengan Kaichou" kata Kaneki yang membuat wajah Rias menjadi lebih ceria.

"Apa rencanamu Kaneki-kun" "Jadi begini..." setelah itu Kaneki menjelaskan rencananya. "Tapi apa ini akan berhasil" kata Rias masih ragu dengan rencana yang Kaneki berikan. "Tenang saja jika tidak berhasil aku masih punya banyak rencana"

SKIPE TIME

Keesokan harinya, saat jam istirahat dikantin Kuoh Gakuen "Apa ini akan berhasil?" tanya Rias pada dua temannya yaitu Kaneki dan Akeno yang membantu Rias menjalankan rencana yang Kaneki berikan.

"Tenang saja Buchou kami akan mengawasimu, ya kan Akeno-chan" kata Kaneki. "Ya Kaneki-kun" "Tapi,,," gumam Rias yang sepertinya masih ragu sambil melihat Naruto yang sedang duduk sambil meminum secangkir kopi.

Setelah itu Rias pergi mendekati Naruto. "Berjuanglah Buchou. Akeno-chan sebaiknya mencari tempat persembunyian yang tepat" kata Kaneki sambil pergi mencari tempat yang tepat untuk mengawasi Rias dan Naruto.

Rias terus berjalan kearah Naruto dengan jantung yang berdetak dengan kencang. "Naruto-sensei" "Ada apa Rias?" tanya Naruto. "A-ano,, A-apa aku boleh duduk disampingmu?" tanya Rias terbata-bata karena gugub.

DEG DEG DEG DEG

Jantung Rias terus berdetak lebih cepat dari biasanya karena Naruto tak kunjung menjawab. "Tentu saja" jawab Naruto sambil menggeser tubuhnya kesamping membiarkan Rias untuk duduk disampingnya.

Mendengar jawaban dari Naruto, Rias langsung menjadi lega, setelah itu Rias langsung duduk disamping Naruto. "Ano,,, Naruto-sensei apa kau mau memakan ini" kata Rias sambil menunjukan sekotak bento yang ia bawa.

"Maaf Rias tapi aku tidak lapar" kata Naruto menolak bento yang Rias tawarkan Rias. "Begitu ya" gumam Rias kecewa. 'Tapi Rias kau harus berusaha agar Naruto-kun memakanya walau hanya sedikit' batin Rias menyemangati dirinya sendiri. "Tapi Naruto-sensei kau boleh memakanya walaupun sedikit" kata Rias membujuk atau lebih tepatnya memaksa Naruto agar memakan bentonya.

"Tap-" belum sempat Naruto menyelesaikan perkataanya sudah terlebih dulu dipotong Rias. "Ayolah Naruto-sensei, sedikit saja" kata Rias sambil menyodorkan sesumpit nasi.

"Baiklah" kata Naruto akhirnya setuju yang membuat Rias senang.

Sementara itu ditempat persembunyian Kaneki dan Akenn.

"Sepertinya rencanamu berhasil Kaneki-kun" kata Akeno saat Rias akan menyuapi Narutn. "Ya, tapi sepertinya rencanaku sebentar lagi akan gagal" kata Kaneki saat merasakan bahwa rencananya tidak akan berjalan dengan mulus. "Apa maksudmu Kaneki-kun?" kata Akeno bingung karena Kaneki mengatakan bahwa rencananya akan gagal, sudah jelas Rias sudah berhasil mendekati Naruto. "Kita lihat saja nanti"

Kembali ke Naruto dan Rias. Terlihat Rias yang akan menyuapi Naruto, tapi sebelum nasi itu sampai kemulut Naruto tiba-tiba "Tunggu Naruto-sensei" tiba-tiba seseorang datang dan menghentikan aksi Rias. "Apa maksudmu Sona tiba-tiba kau datang dan mengganggu" kata Rias kesal pada seseorang tersebut yang sudah kita ketahui bernama Sona Sitri.

"Aku hanya ingin agar Naruto-Sensei juga memakan Bentoku" jawab Sona santai sambil duduk di sebelah Naruto. "Oi! Sona ngapain kau duduk disebelah Naruto-sensei" kata Rias kesal karena tiba-tiba tanpa disuruh Sona duduk disebelah orang yang dicintainya.

"Memangnya kenapa Rias, Naruto-sensei tidak keberatan" kata Sona sambil menyodorkan sesumpit nasi. Rias yang melihat itu tidak mau kalah, ia juga menyodorkan sesumpit nasi pada Naruto.

HAP!

Rias dan Sona langsung memasukan makanan itu kedalam mulut Naruto secara bersamaan sehingga membuat Naruto terpaksa menelan makanan itu.

GLEK

Dengan agak rasa mual Naruto berusaha agar tidak memuntahkan makanan yang baru saja ia telan. "Makanan siapa yang lebih enak Naruto-sensei?" tanya Rias dan Sona bersamaan. "Makanan kalian sama enak" kata Narto dengan mencoba tersenyum saat mengatakanya.

"Dengar Sona, Naruto-sensei mengatakan milikku yang lebih enak" "Jangan becnda Rias, sudah jelas Naruto-sensei mengatakan bahwa milikku yang lebih enak" "Kau yang jangan becanda Sona, sudah jelas Naruto-sensei memakan milikku lebih dulu" "Apa maksudmu Naruto-sensei memakan milikku 0,1 detik lebih cepat" Sementara Naruto sudah pergi entah kemana meninggalkan Rias dan Sona yang masih adu mulut.

"Lebih baik tanyakan langsung pada Naruto-sensei" kata Sona memberi solusi. "Baiklah, Naruto-sensei makanan siapa yang lebih enak milikku atau milik Sona" kata Rias yang masih tidak sadar bahwa Naruto sudah pergi sedari tadi.

Karena tak kunjung ada jawaban, Rias dan Sona langsung menoleh kearah Naruto dan mereka langsung kaget karena Naruto sudah pergi. "Naruto-sensei"

"Sona, pasti Naruto-sensei pergi karena makan milikmu"

"Apa maksudmu, sudah jelas makananmu sangat tidak enak, dasar dada besar" kata Sona mulai memancing emosi Rias. "Siapa yang kau panggil dada besar, dasar dada rata" kata Rias mulai emosi. "Tentu saja kau, siapa lagi disini yang mempunyai dada sebesar milikmu. Dan siapa yang kau panggil dada rata"

Rias dan Sona terus-menerus saling melontarkan ejekan, tapi untung saja disana sepi sehingga tiadak ada yang mengetahui.

Ditempat Kaneki dan Akeno.

"Kaneki-kun sepertinya rencananya gagal" kata Akeno. "Ya, sebaiknya kita ketempat Buchou sebelum pertengkaran mereka memanas" kata Kaneki.

Kembali ke Rias dan Sona.

Terlihat Rias dan Sona yang masih saling mengejek. "Sona kau ngajak berkelahi" kata Rias menantang Sona. "Ayo siapa takut" kata Sona menerima tantangan Rias, bahkan ia sudah membuang imagenya sebagai ketua OSIS. "Tunggu Buchou" sebelum pertengkaran antara Rias dan Sona lebih memanas seseorang tiba-tiba melerai mereka.

"Tunggu Buchou, sebaiknya tenangkan dirimu dulu" kata Kaneki mencoba menenangkan Rias.

Lalu Rias mencoba mengatur nafasnya yang tak beraturan karena menahan kekesalan. "Buchou sebaiknya kita kembali keruang klub" ajak Kaneki. "Hah, baiklah ayo pergi" kata Rias sambil berjalan pergi yang diikuti Kaneki dan Akeno.

Skipe Time diruang klub.

KLEK

Pintu ruang klub terbuka yang memunculkan Rias yang masuk dengan wajah yang kusut yang diikuti Kaneki dan Akeno dibelakangnya. Issei yang melihat Rias datang dengan wajah yang kusut langsung bertanya. "Buchou apa rencananya berhasil?" tanya Issei pada Rias tapi Rias hanya diam dan berjalan kekursinya dan duduk disana.

Karena tak kunjung ada jawaban akhirnya Isse bertanya pada Kaneki. "Kaneki, apa rencananya berhasil?" tanya Issei.

"Rencananya gagal" jawab Kaneki. "Memangnya kenapa, apa Buchou gagal mendekati Naruto-sensei?" tanya Issei. "Tidak, Buchou sudah berhasil mendekati Naruto-sensei, tapi Kaichou datang dan mengacaukan semuanya" jawab Kaneki.

"Jadi apa yang akan dilakukan selanjutnya" kali ini Kiba yang bertanya. "Yosh, tentu saja kita akan menjalankan rencanaku selanjutnya, agar Buchou dapat mendekati Naruto-nii" kata Kaneki bersemangat yang membuat semua yang ada disana Sweetdrop kecuali Rias yang terlihat masih kesal.

'Padahal Buchou yang mendekati Naruto-sensei, kenapa Kaneki-kun/san/senpai yang bersemangat' batin mereka sweatdrop.

Skipe Time 1 minggu kemudian.

"Hah, sepertinya semua yang kita lakukan sia-sia" keluh Rias karena sudah satu minggu ia menjalankan rencana Kaneki untuk mendekati Naruto tapi hasilnya nihil, dan semua rencana itu selalt berakhir dengan pertengkaran antara Rias dan Sona, karena setiap Rias hampir berhasil Sona selalu datang dan mengacaukan semuanya.

"Hah, sepertinya aku sudah menyerah" kata Rias yang membuat semua yang ada disana kaget. "Tapi Buchou kenapa kau menyerah, mungkin kita bisa mencoba sekali lagi" kata Kaneki. "Tapi Kaneki-kun, semua rencanamu sudah dicoba, apa kau punya rencana, aku juga tak habis pikir kenapa Sona bisa tau semua rencana kita"

"Aku juga tidak punya rencana lagi, tapi tunggu,,," pikir Kaneki. "Buchou aku masih ada rencana lagi, ini pasti akan berhasil" kata Kaneki yang membuat Rias kembali bersemangat.

"Memangnya apa rencanamu?" tanya Rias. "Besok ajak Naruto-nii kencan" kata Kaneki yang membuat seruangan kaget.

"APA! Tapi bagaimana caranya"

"Tenang saja besok Buchou tinggal ajak Naruto-nii, kami akan membantumu, ya kan Minna?" kata Kaneki dan yang lainya hanya mengangguk tanda setuju. "Tapi apa Naruto-sensei mau dan aku bingung bagaimana mengatakannya" kata Rias. "Kalau itu bisa kujamin kalau Naruto-nii akan mau dan bagaimana mengatakannya Buchou bisa memberinya surat ajakan kencan" jelas Kaneki. "Baiklah aku setuju"

SKIPE TIME

Sepulang sekolah terlihat Naruto dan Kaneki yang sedang berjalan pulang kerumah mereka, tapi perjalanan mereka harus terhenti karena seseorang memanggil Naruto. "Naruto-sensei" panggil seseorang itu. Naruto yang mendengar seseorang memanggilnya langsung menoleh kebelakang dan mendapati Rias yang berlari kearahnya. 'Mau apa lagi dia' batin Naruto saat melihat siapa yang memanggilnya. "Ada apa Rias?" tanya Naruto.

"A-ano,,, Naruto-sensei ini" kata Rias dengan menundukkan kepalanya mencoba menyembunyikan rona merah yang menghiasi wajahnya sambil memberikat sepucuk surat pada Naruto. "Apa ini?" tanya Naruto sambil menerima surat itu. Setelah Naruto menerima suratnya, Rias langsung berlari meninggalkan Naruto dan Kaneki yang masih cengo.

"Surat apa itu Naruto-nii?" tanya Kaneki pura-pura tidak tau. "Entahlah" kata Naruto dan melanjutkan perjalanan mereka sambil membuka dan membaca surat itu. 'Hah, merepotkan' batin Naruto setelah membaca surat itu. '

Semoga Naruto-nii menerima ajakan kencan itu' batin Kaneki. Saat berjalan Naruto melihat sebuah tempat sampah, tanpa diduga Naruto meremas surat itu sehingg menyerupai bola dan melemparnya kedalam tempat sampah itu. Betapa kagetnya Kaneki saat Naruto membuang surat itu kedalam tempat sampah itu. "Naruto-nii kenapa kau membuangnya?" tanya Kaneki. "Memangnya kenapa? merepotkan saja" jawab Naruto dengan santai.

Skipe Time

Dirumah Naruto, tepatnya didalam kamar Naruto terlihat Naruto yang sedang mempersiapkan diri untuk kencannya dengan Rias. Kini Naruto memakai jaket orange pendek dan membiarkan resleting jaketnya terbuka yang menampilkan kaos warna hitam dan memakai celana Jeans panjang serta sepatu hitam yang membuat penampilan Naruto semakin menawan.

"Hah, merepotkan sekali" kata Naruto sambil keluar kamarnya. "Naruto-nii penampilan cocok sekali, tapi kenapa wajahmu malas sekali" kata Kaneki saat melihat penampilan Naruto. "Hari ini aku malas Kaneki, lebih baik tidur" kata Naruto malas. "Ayolah Naru-nii, nikmati kencanmu, lagi pula hari ini hari minggu" kata Kaneki.

"Terserah, aku pergi dulu?" kata Naruto sambil pergi karena sudah pukul 09.30. "Karena Naruto-nii sudah pergi sebaiknya aku ketempat teman-teman" kata Kaneki dan pergi menuju teman-temannya.

Ditaman Kota Kuoh Terlihat Rias yang sedang duduk disalah satu tempat duduk disana. "Hah, kenapa Naruto-kun belum datang juga, apa dia tidak akan datang" gumam Rias yang terlihat mulai khawatir jika Naruto tidak datang. 'Rias kau harus yakin kalau Naruto-kun akan datang, dia pasti datang' batin Rias menyemangati dirinya sendiri. Sementara itu beberapa meter didekat Rias berada.

.

Terlihat disana segerombol remaja yang sepertinya sedang mengintai Rias dari kejauhan. "Bagaimana ini Kaneki-kun, Naruto-sensei tidak kujung datang" kata gadis berambut biru diikat ponitails pada temannya yang ia panggil Kaneki.

"Tenang saja Akeno-chan, Naruto-nii pasti akan datang" kata Kaneki pada gadis berambut biru tadi. "Tapi Kaneki apa kau tidak kasihan pada Buchou, dia sudah dari tadi" kata Issei yang sepertinya tidak terima jika Buchou kesayangannya dibuat menunggu terlalu lama. "Tenang saja Naruto-nii pasti datang" kata Kaneki sambil melihat Rias yang sesekali melihat jam tangannya.

15 menit kemudian

'Mungkin Naruto-kun tidak akan datang' batin Rias kecewa karena orang yang ia tunggu tak kunjung datang. 'Mungkin aku terlalu berharap untuk mendapatkan Naruto' batin Rias yang terlihat kedua bola mata indahnya yang mulai berkaca-kaca, mungkin Rias sangat kecewa karena terlalu berharap padp Naruto. 'Mungkin sebaiknya aku kembali' batin Rias sambil beranjak pergi dari duduknya. "Rias" Tapi beberapa langkah Rias akan pergi ia mendengar seseorang yang memanggilnya, lalu Rias membalikkan tubuhnya dan betapa senangnya Rias saat melihat siapa yang memanggilnya.

"NARUTO-KUN" kata Rias yang terlihat sangat senang. Saking senangnya Rias langsung berlari dan memeluk Naruto.

GREP

"Naruto-kun aku senang sekali kau datang" kata Rias senang sambil memeluk Naruto dengan erat.

"Hem!" Naruto sengaja berdehem karena tiba-tiba saja Rias memeluknya. Rias yang mengerti arti dari deheman Naruto langsung melepaskan pelukannya. "Maaf" kata Rias meminta maaf dengan wajah memerah karena baru sadar apa yang ia lakukan.

"Ya, tak apa" kata Naruto. "Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Naruto. "Sebaiknya kita mencari Cafe untuk memesan sesuatu" usul Rias. "Baiklah, ayo" kata Naruto menyetujui usulan Rias dan Rias yang mendengar itu langsung menarik tangan Naruto dan mengajaknya pergi.

Sementara itu ditempat Kaneki Dkk. "Baiklah karena Naruto-nii dan Buchou sudah pergi kita akan bagi tugas. Aku dan Akeno-chan akan mengikuti Naruto-nii dan Buchou sedangkan yang lainnya akan menjaga kondisi agar tidak ada yang mengganggu kencan mereka, terutama Kaichou jangan sampai dia bertemu Naruto-nii dan Buchou jika mereka bertemu rencana kita akan gagal seperti sebelumnya" kata Kaneki menjelaskan dan diberi anggukan setuju oleh yang lainya. "Baiklah ayo kita mulai" kata Kaneki memberi aba-aba. "Ha'i" setelah itu mereka langsung berpencar untuk menjalankan tugas mereka.

Kembali keNaruto dan Rias.

"Naruto-kun bagaimana kalau cafe yang ada disana" kata Rias sambil menunjuk sebuah cafe. "Baiklah" lalu mereka masuk kedalam cafe yang Rias maksud.

KRING

Terdengar suara lonceng yang terdapat diatas pintu saat pintu tersebut terbuka yang menandakan ada seseorang yang masuk. Setelah Rias membuka pintu dan masuk, mereka langsung mencari tempat yang kosong dan mereka menemukan tempat yang kosong.

Tak lama setelah Naruto dan Rias duduk seorang pelayan langsung menghampiri mereka. "Maaf, apa kalian akan memesan sesuatu?" tanya pelayan itu. "Ya aku mau pesan kue strawberry dan coklat panas!, kalau kau Naruto-kun" tanya Rias.

"Aku pesan kopi saja" jawab Naruto. "Apa hanya itu Naruto-kun, tenang saja aku yang bayar" kata Rias. "Tidak, kau tak perlu repot-repot" kata Naruto, dan Rias yang mendengar itu hanya diam. "Apa hanya itu?" tanya pelayan itu. "Ya" Jawab Naruto singkat.

"Baiklah pesanan akan segera siap" kata pelayan itu dan meninggalkan Naruto dan Rias. Tak selang lama setelah pelayan itu pergi, muncul pelayan lain yang membawa apa yang Naruto dan Rias pesan. "Silahkan dinikmati" kata pelayan itu sambil memberikan apa yang Naruto dan Rias pesan. "Ya, terimakasih" jawab Naruto dan Rias bersamaan. Saat mereka menikmati pesanan mereka hanya suasana canggung yang ada tidak ada yang memulai pembicaraan dan hanya ada suara sendok dan piring saat Rias akan memakan kuenya Rias yang mulai resah dengan suasana ini, mencoba memecah keheningan.

"Naruto-kun, apa boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Rias. "Memangnya apa yang ingin kau tanyakan?" "Apa benar Kaneki-kun itu adikmu?" tanya Rias dengan pertanyaan yang tidak masuk akal. tapi Naruto tak kunjung menjawab dan itu membuat Rias takut jika Naruto marah karena pertanyaannya yang mungkin menyinggung perasaan Naruto. 'Rias kau bodoh sekali, kenapa kau bertanya seperti itu, Naruto-kun pasti marah' batin Rias merutuki kebodohanya. "Memangnya ada apa Rias?" tanya Naruto. "Karena, Naruto-kun tidak ada kemiripan sama sekali dengan Kaneki-kun" jawab Rias. "oh, ya Kaneki memang bukan adik kandungku, meski begitu Kaneki kuanggap adik kandungku sendiri" jawab Naruto dan Rias yang mendengar itu hanya ber'oh'.

Naruto lalu meminum kopinya sampai habis "Baiklah, Rias ayo kita kembali dan mencari tempat yang menyenangkan" kata Naruto setelah menghabiskan kopinya. "Baiklah ayo" kata Rias sambil mengambil uang untuk membayar apa yang mereka pesan.

"Tunggu Rias biar aku yang bayar" kata Naruto. "Tapi" "Tak apa, tidak pantas jika wanita yang membayar" kata Naruto sambil berjalan kekasir untuk membayar semuanya. "Kalau begitu terimakasih!"

Sementara itu ditempat Kaneki dan Akeno.

Terlihat Kaneki dan Akeno yang sedang menunggu Naruto dan Rias. diluar cafe. "Aku penasaran yang sedang mereka bicarakan, Kaneki-kun kenapa kita tidak masuk kedalam juga" kata Akeno pada Kaneki. "Jangan!, jika kita ikut masuk kedalam Naruto-nii pasti akan tau kalau kita sedang mengintai mereka" kata Kaneki dan Akeno yang mendengar itu hanya ber'oh'

"Akeno-chan sepertinya mereka sudah selesai" kata Kaneki saat melihat Naruto dan Rias yang baru saja keluar dari cafe.

Kembali keNaruto dan Rias. "Rias kita selanjutnya akan kemana?" tanya Naruto. "Kita akan ketaman bermain" jawab Rias tapi sepertinya Naruto tidak begitu setuju dengan tempat yang Rias katakan. "Tapi, Rias apa tidak ada tempat yang lebih baik daripada taman bermain" kata Naruto tidak setuju. "Tidak Naruto-kun, itu adalah tempat yang sempurna untuk bersenang-senang, kamu pasti suka Naruto-kun" kata Rias dan tanpa menuggu persetujuan dari Naruto ia langsung menarik tangan Naruto dan mengajaknya pergi.

SKIP TIME DiTaman Bermain.

Kini Naruto dan Rias sudah berada ditaman bermain. 'Ayolah kenapa harus taman bermain' batin Naruto saat sudah sampai ditaman bermain. "Baiklah Naruto-kun ayo kita bersenang-senang" kata Rias sambil menarik tangan Naruto dan mengajaknya berkeliling.

Mereka berjalan menelusuri tempat-tempat yang ada disana tak lupa mereka juga menaiki beberapa wahana yang ada. Mereka terlihat sangat menikmati tapi sepertinya hanya Rias yang benar-benar menikmatinya. Rias yang sadar akan hal itu bertanya pada Naruto. "Naruto-kun apa kamu menikmati kencan ini?" tanya Rias.

"Apa maksudmu Rias, tentu saja aku menikmatinya" jawab Naruto. "Meskipun Naruto-kun terlihat menikmatinya, aku yakin kamu tidak menyukai semua ini" kata Rias

"Apa maksu-" belum sempat menyelesaikan ucapanya sudah lebih dulu terpotong dengan perkataan Rias

"Naruto-kun, kalau kamu memang tidak menyukai kencan kita, kau tidak perlu repot-repot menemaniku kencan kalau kau tak menyukainya" kata Rias memotong ucapan Naruto.

"Tapi Rias aku menikmati semua ini" kata Naruto. "Tidak Naruto-kun, aku tau kau berbohong. Kalau begini lebih baik aku kembali" kata Rias sambil berbalik dan pergi meninggalkan Naruto. Entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal perasaan Naruto saat melihat Rias berjalan menjauh.

'Perasaan apa ini, kenapa perasaanku menjadi seperti ini saat melihat Rias pergi, apakah aku mulai,,,' batin Naruto sambil memegang dadanya.

"Rias tunggu" kata Naruto sambil berlari mengejar Rias. Setelah sampai dibelakang Rias, Naruto langsung menarik tangan Rias dan menarik tubuh Rias kedalam pelukannya.

GREP "Na-naruto-kun" kata Rias kaget karena tiba-tiba Naruto memeluknya. Sementara itu wajah Rias memerah 'Naruto-kun memelukku' batin Rias yang semakin membenamkan tubuhnya kedalam pelukan Naruto.

Dan Naruto pun semakin mengeratkan pelukannya bahkan ia tidak memperdulikan banyak pasang mata yang melihat aksinya. Setelah beberapa saat Naruto pun melepaskan pelukannya. "Rias ayo kita lanjutkan kencan kita dan bersenang-senang" kata Naruto dengan senyumannya, senyuman tulus yang baru pertama kali ia tunjukan pada seorang wanita.

"Ya, Naruto-kun" jawab Rias dengan wajah sumringah. "Ayo kita bersenang-senang" kata Naruto sambil menarik tangan Rias dan mengajaknya pergi.

Sementara itu di tempat Kaneki dan Akeno.

"A-apa aku tak percaya Naruto-nii melakukanya" kata Kaneki tidak percaya apa yang ia lihat "Aku tak menyangka Buchou dapat meluluhkan hati Naruto-nii" kata Kaneki yang diberi anggukan setuju oleh Akeno. "jadi apa yang akan kita lakukan sekarang" tanya Akeno.

"Rencana kita sudah berhasil jadi kita tak perlu mengikuti mereka. Jadi lebih baik kita juga bersenang-senang" kata Kaneki. "Baiklah, ayo Kaneki-kun" kata Akeno setuju dengan perkataan Kaneki.

Kembali keNaruto dan Rias

Terlihat Naruto dan Rias yang berjalan dengan tangan yang saling menggenggam erat layaknya sepasang kekasih "Naruto-kun bagaimana kalau kita mencari tempat untuk beristirahat sebentar" ajak Rias karena ia sudah merasa kedua kakinya pegal karena mereka sudah berjalan cukup lama. "Baiklah, ayo" kata Naruto menyetujui ajakan Rias. Setelah itu mereka langsung mencari tempat untuk beristirahat, setelah beberapa saat mencari akhirnya Naruto menemukan tempat yang cocok untuk beristirahat.

"Rias bagaimana kalau kita beristirahat disana" kata Naruto sambil menunjuk sebuah pohon yang cukup besar yang biasanya digunakan para pengunjung taman bermain beristirahat. "Baiklah" kata Rias setuju, lalu mereka menuju pohon itu untuk mengistirahatkan tubuh mereka.

"Tak kusangka berkeliling Taman bermain ini cukup melelahkan" kata Rias sambil menyandarkan tubuhnya dipohon besar itu begitupun dengan Naruto

PLUK!

Tiba-tiba Rias menyandarkan kepalanya dibahu Naruto, dan Naruto hanya membiarkan Rias bersandar dibahunya. Setelah beberapa saat Naruto mendngar dengkuranhalus yang berasal dari sosok yang berada disampingnya, lalu Naruto menoleh kesamping dan mendapati Rias yang tertidur pulas disamping nya

"Padahal baru beberapa menit ia sudah tertidur, hah! Biarlah lebih baik aku juga tidur" kata Naruto sambil menyandarkan tubuhnya pada tubuh Rias sehingga tubuh mereka saling bersandar yang membuat kesan romantis dalam tidur dan mereka membuat pengunjung taman bermain melihat iri dengan mereka.

"enggh" lenguh Rias saat ia terbangun dari tidurnya. "Hangat dan nyaman" Gumam Rias saat merasakan kehangatan dan kenyamanan yang mendera tubuhnya. "KYAA" Teriak Rias saat baru sadar dengan possisinya sekarang

Ya, kini Rias tidur dengan posisi saling berpelukan. 'Jadi aku tadi tidur sambil berpelukan dengan Naruto-kun' batin Rias dengan wajah yang sangat memera. "Rias kau berisik sekali" kata Naruto ylang baru saja terbangun karena mendengar teriakan Rias.

'Memangnya ada apa Rias?" "Bukan apa-apa kok Naruto-kun" jawab Rias dengan wajah yang masih memerah. "Kalau begitu ayo kita lanjutkan kencan kita, tapi ngomong-ngomong sekarang su dah jam berapa " kata Naruto sambil melihat jam tangannya'' "APA, jam 16.30" kata Naruto kaget saat melihat jam tanganya , tapi karena masih belum percaya dengan apa ia lihat dijam tangannya ia pun melihat langit untuk memastikannya. Ya langit sudah berwana jingga yang menandakan hari sudah sore.

"Berarti kita tidur lama sekali" "Ya begitulah. Jadi apa kita akan pulang sekarang Naruto-kun!" "Tentu saja tidak!. Kita akan bersenang-senang disini sampai malam, lagipula Taman Bermain ini dibuka sampai malam" jawab Naruto yang sontak membuat Rias senang.

Setelah itu mereka pun bersenang-senang sampai lupa bahwa hari sudah malam. "Rias sebaiknya kita kembali karena hari sudah malam, lagipula kau besok harus sekolah" kata Naruto sambil melihat jamnya yang sudah menunjukkan pukul 20.45.

Rias yang mendengar itu sedikit kecewa karena ia masih ingin dekat lebih lama lagi dengan Naruto. Tapi setelah ia pikir perkataan Naruto ada benarnya juga, Naruto yang melihat sedikit raut kecewa diwajah Rias mencoba menghiburnya.

"Rias kau jangan kecewa seperti itu, tenang saja lain kali kita akan kencan lagi" kata Naruto sambil mengacak pelan rambut Rias yang membuatnya agak kesal. "mou Naruto-kun jangan acak rambutku seperti itu, Aku jadi seperti anak kecil, tapi apa benar kita akan kencan lagi"

"Tentu saja, ayo kuantar kau pulang" kata Naruto yang membuat Rias kembali senang. "Baiklah ayo"

SKIP TIME

KIni Naruto dan Rias sudah sampai didepan ruang klub penelitian ilmu gaib. "Jadi Rias apa kau tinggal disini" kata Naruto yang baru tau kalau Rias tinggal diruang klubnya. "Ya begitulah memangnya kenapa Naruto-kun?" tanya Rias. "Bukan apa-apa hanya heran kalau gadis sepertimu tinggal diruang klub sekolah" jawab Naruto. "Baiklah kalau begitu aku kembali, jaa ne" kata Naruto sambil berjalan pergi.

Setelah melihat Naruto yang sudah berjalan menjau Rias lalu masuk ruang klubnya, saat masuk Rias sudah mendapati Akeno yang sedang berdiri disana. "ara ara Buchou kau romantis sekali" kata Akeno dengan senyumannya. "Apa maksudmu Akeno?" "ara kau tidak usah berpura-pura, aku jadi iri denganmu" kata Akeno menggoda Rias, sementara Rias wajahnya sudah sangat memerah.

"Diam kau Akeno"

"ara ara"

Sementara itu disuatu tempat terlihat seorang wanita bersurai hijau panjang yang sedang berdiri diatas sebuah gedung.

TAP!

Tiba-tiba dibelakang wanita bersurai hijau tadi muncu seseorang yang memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. "Jadi apa kau sudah mendapatkannya?" tanya wanita berambut hijau tadi.

"Tenang saja Eto, aku sudah mendapatkannya, meskipun dia melakukan banyak perlawanan" jawab pria berjubah tadi pada wanita yang ia panggil Eto. "Apa dengan itu rencanamu akan berhasil?" tanya Eto. "Tentu saja setelah rencananya berhasil kita dapat menguasai dunia" kata seseorang tadi sambil membuka jubahnya dan memperlihatkan wujudnya, seorang pria berambut hitam panjang yang memakai topeng spiral berwarna orange.

'setelah rencanaku berhasil, aku akan menguasai dunia ini, khu khu khu' batin pria bertopeng spiral tadi dengan seringai yang muncul dibalik topengnya.

Kembali ke Naruto.

'Ada apa denganku, kenapa aku tiba-tiba merasa sesenang ini, terlebih saat aku mengingat kencanku bersama Rias tadi, bahkan aku sampai tidak bisa berhenti tersenyum' batin Naruto merasa aneh pada dirinya sendiri karena ia baru pertama kali merasakan perasaan sesenang itu.

'hah, biarlah' batin Naruto tidak mau memikirkan apa yang mendera perasaannya. Saat Naruto berjalan ia melihat gadis kecil yang sepertinya sedang pingsan dipinggir jalan. Naruto yang tiba-tiba rasa kemanusiaannya muncul langsung menuju gadis itu berniat untuk menolognnya.

Sebelum membawanya Naruto mencoba melihat kondisi gadis itu memastikan apa dia masih hidup atau sudah mati. 'Dia masih hidup, sebaiknya aku membawanya kerumah' batin Naruto sambil mengangkat gadis itu dan menggendong gadis itu dipunggungnya dan berjalan menuju rumahnya.

Dirumah Naruto. "Oi, Kaneki bukakan pintunya" teriak Naruto saat ia sampai didepan rumahnya. "Ya sebentar" kata seseorang dari dalam. Klek pintu terbuka dan orang yang membuka pintu itu kaget saat Naruto membawa gadis dengan keadaan pingsan.

"Oi, Naruto-nii apa kau masih belum puas dengan Rias?, dan kau pulang-pulang bawa gadis lain, dia pingsan lagi, habis kau apakan dia" celoteh Kaneki yang sukses mendapat hadiah pukulan dikepalanya.

PLETAK!

"Oi, Naruto-nii kenapa kau tiba-tiba memukulku"

kata Kaneki sambil memegangi kepalanya yang masih sakit. "Kau itu yang kenapa, tiba-tiba nyeloteh gak jelas dan menuduhku sembarangan'

"Memangnya siapa dia?" tanya Kaneki

"Aku juga tak tau. aku tadi menemukannya pingsan dipinggir jalan, jadi aku membawanya kesini" jawab Naruto. "Tumben kau mau menolong orang lain" kata Kaneki yang membuat perempatan didahi Naruto yang menandakan ia sedang kesal.

"Apa maksudmu?" tanya Naruto dengan nada tak bersahabat. Kaneki yang mendengar itu mencoba mengalihkan perhatian.

"Bukan apa-apa, lebih baik kau taruh saja gadis itu dikursi dan menunggunya sampai sadar" kata Kaneki. setelah itu Naruto menaruh gadis itu

di kursi panjang yang ada diruang tengah.

"Naruto-nii apa yang membuatmu menolong gadis itu? sepertinya dia hanya manusia biasa" kata Kaneki. "Aku merasakan firasat baik jika aku menolongnya" kata Naruto.

Tak selang lama gadis itu mulai sadar, "enghh" lenguh gadis itu sambil mengerjabkan matanya.

"Ugh, dimana aku?" tanya gadis itu sambil berusaha duduk. "Kau berada dirumah kami" jawab Naruto.

"Siapa kau?" tanya gadis itu lagi. "Aku Uzumaki Naruto dan dia adikku Uzumaki Kaneki" kata Naruto memperkenalkan dirinya dan adiknya. "Lalu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya gadis itu, "Aku menemukanmu pingsantdipinggir jalan, dan seharusnya aku yang

bertanya seperti itu, kenapa kau sampai pingsan dipinggir jalan? lalu siapa namamu?" tanya Naruto.

"Namaku, Ophis" kata gadis itu mengaku bernama Ophis yang sontak membuat Naruto terkejut. "A-apa" kata Naruto kaget karena yang ia tau Ophis adalah Ouroboros Dragon yang tak terbatas tapi apa yang ia lihat sekarang adalah gadis kecil biasa bahkan Naruto

tak merasakan sedikit aura naga darinya. "Kalau kau Ophis berarti kau adalah Ouroboros Dragon?" tanya Naruto.

"Tentu saja, tapi darimana kau tau kalau aku Naga?" tanya Ophis.

"Tentu saja aku tau, tapi aku tak merasakan sedikitpun aura Naga dari tubuhmu" kata Naruto. "Apa maksudmu?" tanya Ophis sambil merentangkan tanganya mencoba mengeluarkan kekuatan sihirnya, tapi setelah beberapa kali mencoba hasilnya nihil.

"A-apa kekuatanku menghilang" kata Ophis membulatkan matanya kaget karena tidak bisa mengeluarkan kekuatannya atau bisa dikatakan kekuatannya sudah menghilang.

"Memangnya apa yang terjadi sebelum kau pingsan tadi?" tanya Naruto. "Sebelum aku menjawabnya, aku ingin tau siapa kau sebenarnya? kau sepertinya bukan manusia biasa."

"Ya, kau benar aku memang bukan manusia" kata Naruto. "Kalau kau bukan manusia, apa kau Iblis, Malaikat Jatuh atau Malaikat" "Tidak, aku bukan apa yang kau sebutkan itu. aku adalah Ghoul"

"Ghoul?"

"Ya begitulah, apa kau tak mengetahuinya?" "Tunggu,,," kata Ophis yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. "Berarti kau adalah makhluk pemakan manusia itu. jadi kau akan memakanku" kata Ophis was-was jika makhluk didepannya menjadikannya sebagai santapan.

"Tenang saja aku tak akan memakanmu, lagipula kau belum menceritakan apa yang terjadi denganmu?" tanya Naruto.

"Baiklah aku akan menceritakanya. saat itu aku sedang berada dimarkasku, tiba-tiba salah satu anak buahku datang dan memberitau kalau kami diserang oleh seseorang. Lalu aku pergi untuk menemui orang itu dan aku mendapati seorang pria berambut hitam panjang

dan memakai topeng spiral bewarna orange yang sedang melawan anak buahku, aku yang melihat itu langsung menyerang orang itu dan kami terlibat pertarungan yang cukup. Setelah beberapa saat bertarung dia berhasil mengalahkanku dan dia memegang kepalaku dan

aku merasakan sesuatu yang keluar dari tubuhku, setelah itu aku tidak tau apa yang dia lakukan karena aku sudah pingsan" kata Ophis menjelaskan apa yang terjadi dengannya.

"Kalau begitu kemungkinan pria yang kau lawan itu yang menggambil kekuatanmu" kata Naruto. "Kalau memang benar dia yang mengambil kekuatanku, aku akan mengambilnya kembali" kata Ophis sambil beranjak pergi.

Naruto yang melihat Ophis pergi langsung mencegahnya. "Ophis, kau mau kemana?". "Tentu saja menggambil kekuatanku kembali" kata Ophis. "Apa kau sudah gila kau mau melawannya dengan apa?, apa kau ingin mati konyol"

Ophis yang mendengar perkataan Naruto sadar kalau ia tidak akan bisa mengalahkan pria yang sudah mengambil kekuatannya. Jangankan mengalahkannya, mengeluarkan kekuatannya ia tak bisa, tapi meski begitu Ophis tidak bisa membiarkannya begitu saja.

"Tapi aku tidak bisa membiarkan orang itu menggunakan kekuatanku seenaknya" "Lebih baik kau tinggal disini untuk beberapa saat sampai kekuatanmu kembali, bagaimana" tawar Naruto, Ophis memikrkan sejenak penawaran Naruto.

"Baiklah aku setuju, tapi apa

yang harus kulakukan untuk kalian?" tanya Ophis karena orang didepannya tidak akan menolongnya tanpa alasan. "Kau hanya perlu melayani kami" kata Naruto yang membuat Ophis kaget. "Oi, apa maksudmu dengan melayani kalian?" tanya Ophis yang mulai berpikir yang tidak-tidak. "Kau jangan berpikir yang tidak-tidak, maksudku kau harus membantu kami seperti membersihkan rumah, mencuci pakaian dan menyiapkan kebutuhan kami, jadi apa kau setuju"

"Apa! aku tak mungkin melakukan hal seperti itu" kata Ophis tidak setuju. "Kalau kau tidak setuju tak apa-apa dan kau boleh pergi dari sini" kata Naruto yang membuat wajah Ophis memerah karena kesal 'Sial! dia mempermainkanku, awas saja kalau kekuatanku sudah kembali aku akan mencingcangnya" batin Ophis kesal sementara Naruto yang melihat itu hanya tersenyum senang.

Keesokan Harinya.

Matahari sudah mulai menunjukkan sinarnya yang menandakan dimulainya aktivitas dipagi hari, tapi sepertinya tidak untuk pria berambut kuning ini yang terlihat masih tertidur dengan pulas dikasurnya.

Terlihat seorang gadis kecil yang baru saja masuk kedalam kamar pria berambut kuning tadi. 'Hah, dia masih tidur, dasar pemalas' batin gadis itu yang kita ketahui bernama Ophis. "Oi, Naruto bangun hari sudah pagi apa kau tidak bekerja" kata Ophis

membangunkan Naruto sambil menggoyangkan tubuh Naruto dengan kakinya. Karena belum juga mendapat respon, tiba-tiba senyum licik terukir diwajah cantiknya. Lalu Ophis beranjak pergi dan beberapa saat kemudian Ophis kembali dengan satu ember besar yang terisi penuh oleh air dan,,,,

BYUURR

"HUWWAH" terdengar teriakan dari Naruto setelah Ophis mengguyur seember air tadi tepat pada kepala Naruto.

"Oi, Ophis apa-apa kau" kata Naruto dengan mata melotot yang ditujukan pada sang pelaku pengguyuran, sementara Ophis yang dipelototi hanya diam sambil tersenyum senang.

"Tentu saja aku membangunkamu agar kau tak terlambat" kata Ophis masih dengan senyamannya. "Apa maksudmu dengan terlambat ini masih jam 6 pagi, dan aku berangkat jam 07.30"

"Kau ini seorang guru jadi kau harus memberi contoh yang baik pada murid-muridmu dengan datang lebih" kata Ophis layaknya seorang penceramah, sedangkan Naruto yang mendengar itu hanya mengumpat tak jelas.

Karena merasa tidak ada gunanya berdebat dengan gadis didepannya Naruto memilih mengalah dan melakukan ritual paginya. "Baiklah kau menang jadi cepat pergi dari kamarku aku mau mandi" kata Naruto menyuruh atau lebih tepatnya mengusir Ophis untuk pergi.

SKIPE TIME

Di Ruang Makan. Terlihat Naruto yang baru saja keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang makan, dan disana ia melihat Kaneki yang sudah memakai seragam Kuoh Gakuen dan juga melihat Ophis yang sedang membuat dua cangkir kopi untuk Naruto

dan Kaneki. "Oi, Naruto-nii kau kenapa?" tanya Kaneki yang melihat Naruto yang sepertinya sedang kesal.

"Tentu saja karena dia" jawab Naruto sambil melirik Ophis yang baru saja selesai membuat kopi, sepertinya Naruto masih kesal dengan cara Ophis membangu

nkannya tadi. "Ini" kata Ophis sambil memberikan kopi yang ia buat pada Naruto dan Kaneki.

"Baiklah, ayo Kaneki kita berangkat" kata Naruto setelah menghabiskan kopinya dan beranjak pergi yang diikuti Kaneki. "Oh ya, Ophis kau jangan lupa cuci semua

pakaianku" kata Naruto. "Baiklah, baiklah" kata Ophis dengan nada malas. setelah melihat Naruto sudah pergi Ophis langsung pergi untuk melihat pakaian yang akan ia cuci dan betapa kagetnya saat melihat banyaknya pakaian yang akan ia cuci.

A-apa banyak sekali, SIALAN KAU NARUTO" Sementara itu Naruto yang mendengar teriakan Ophis dari luar rumahnya hanya tersenyum senang. "Naruto-nii kenapa dia sampa berteriak begitu?" tanya Kaneki. "Bukan apa-apa, ayo kita pergi sebelum terlambat"

TBC

Sebelumnya saya minta maaf karena saya sudah 1 bulan lebih tidak update dan saya berterimakasih untuk yang sudah mereview dan yang sudah membaca fic saya. Kalau ada yang ingin ditanyakan bisa tanya dikolom Reviewx maupun diFB, bagi yang belum tau FB saya.

Nama: Kira Yagami, Foto Profil Kaneki dan Foto Sampul Death Note.

Sampai ketemu di CH selanjutnya.