Haloha minna~
KYAAAA~ akhirnya Saki bisa balik lagi!
Gomenne karena ternyata Saki udah hiatus lamaaaaaa banget! Ah mungkin karena saki kebanyakan ikut ekskul? Ditambah saki jadi ketua kelas, dan parahnya karena kecerobohan saki SEMUA data di netbook saki hilang, ya saki langsung nangis sampe minta bantuan sana-sini dan setelah berjuang selama 6 jam akhirnya datanya bisa balik walau hanya sebagian :')
Nah karena itulah fic ini ngga bisa dipublish padahal chapter 8 sebenarnya udah selesai sejak lama eh ternyata malah error pas dibuka... dan itu menyebabkan mood saki untuk menulis menurun namun sekaran saki ngetik lagi dari awal sebagai pertanggung jawaban. Karena itu hope you like it minna~
WORDS : 6642 words bersama dengan balasan reviewnya
DESCLAIMER : Kuroko no Basuke tetap milik Fujimaki Tadatoshi-sensei dan tidak akan pernah diberikan kepada Saki meskipun Saki menawarkan segunung vanilla mikshake padanya.
RATED: T
GENRE : Friendship, School Life, Romance, Humor,
WARNING: OOT, plis saki ngga mungkin bisa membuat para chara ngga OOC, TYPO (S) everywhere, alur maju mundur, cerita abal, curhatan author,
Balas review bentar yaa~
enakeh
wew, PenName nya unik... /ditabok. Ah! Ini udah dilanjut kok! Sangkyuu sudah mau mereview~
haruki kagami
uwaaahh~ Yokatta ne kalau haruki-san sukaaa~
ini udah lanjut kok, dan yeah, memang sulit untuk menentukan pasangan ketika sedang di harem-in...mwehehehe /bakar!. Ah awas haruki-san! Kalau narik-narik rambut ntar botak loh! XD
yeah, silahkan menjawab di chapter ini yaa~ ditunggu jawabannya!
Dan terima kasih sudah mereview~
Akiyama Seira
Walah, padahal pusing tapi sempat-sempatnya mereview? Makasih yaa~ sekarang udah sembuh kan? Hehehe~
yah, makasih, untung aja hp-nya udah berhasil selamat dari maut~
Arigatou sudah mereview.
Rei Kuroshi
Hmm... apa ya? saki juga ngga tau /slap.
midorin? Ntahlah~ saki juga belum menentukan, hehehe~ nggak! Siapa yang peduli hah? *tsundere*.
walah, sampe hafal, keren!. Dan.. yeah! Saki juga setuju, fic yang banyak actionnya itu seru! XD
Hmm... udah belum ya? kayaknya udah...eh, kayaknya belum... entahlah... /silahkandibakar?
Yeah! Tenang aja! Nanti akan saki berikan beberapa tendangan ke akashi!
oke, jaga keponakannya baik-baik ya /telat.
Ah iya, OC-nya diterima dengan baik kok! Roger! Nama panggilannya Rei-dono/Rei-nee!
Terima kasih sudah mereview~
Yuichi Uta
Hehe~ sini Saki gampar~ /STOPH!. Ah, sengaja sih, biar seru aja gitu kalau Hanamiya jadi kakaknya~.
yeah, Saki juga setuju kalau dia agak mirip dengan hanji... hmm, Ayame kah? Tenang aja, dia itu baik kok, kayaknya sih...
Uwah! Ngakak ya? baguslah kalau ada yang terhibur~ awas kalau kebanyakan ketawa ntar kayak Saki yang dicap gila sama ortu.
Uwaah! Hontou ni gomenasai! Ini updatenya telat pake bangeett! Hehehe~
Semoga suka chapter kali ini, dan terima kasih sudah mereview!
koizumi ayuu
uwah! Makasih~ Saki baru liat Koizumi-san disini, baru ya? semoga suka ne~
terima kasih sudah mereview~
eutsuki sumire
aish makasih yaa~ sebegitu misterinya kah fic abal ini huh? Dan tenang saja, Saki sudah berusaha menebarkan romance kemana-mana kok~
terima kasih sudah mereview!
.
.
Oke balasan selanjutnya ada di bagian paling bawah setelah cerita selesai~
Langsung saja!
Kalau penasaran silahkan baca
Kalau tidak penasaran ya tidak usah baca
Kalau suka silahkan me-review
Suka namun tidak mau mereview silahkan nge-favourite atau nge-follow
Tidak suka tapi mau mereview, ano... nge-flamenya jangan pedes-pedes yaa~
Ah dan fic ini berdasarkan request dari Shiroi Twin –san. Semoga suka ya!
READY...
..
..
..
GO!
oOo
Hari kedua Festival
AUTHOR POV
Decakan kesal terdengar dari seorang gadis manis yang sedang berjalan sambil menghentak-hentakkan kaki jenjangnya disepanjang lorong. Ia terus berjalan, bahkan ia seolah-olah menutup telinganya dari panggilan seorang gadis berambut coklat dibelakangnya.
Penampilan gadis itu yang tidak 'biasa' menuai banyak decakan kagum dari orang-orang yang melihatnya, remaja lak-laki yang melihatnya pasti langsung terpukau seketika, sementara bila para perempuan yang melihatnya pasti langsung iri karena merasa dikalahkan.
Menghiraukan tatapan yang berasal dari segala penjuru, gadis itu terus berjalan cepat, menuju suatu ruangan dimana didepannya ada antrian orang-orang (tepatnya pelanggan), ruangan yang ia hampiri itu telah didesain sedemikian rupa dengan papan bertuliskan "Welcome to Ice Miracle Cafe", ia tanpa aba-aba langsung membuka daun pintu yang dicat berwarna biru muda dengan hiasan keping salju, masuk kedalam cafe tersebut lalu menuju ruang staf dan membuka pintunya dengan bunyi berdebam.
Tentu saja beberapa orang yang berada didalam ruang staf langsung mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara. Dan kini tampaklah dihadapan mereka seorang gadis cantik.
Gadis itu memiliki rambut berwarna putih yang dikepang kesamping dan terliat agak berantakkan, dengan mata berwarna biru yang indah, gaun panjang berbahan satin berwarna biru muda sebatas dada. Lalu sebuah jubah berwarna biru keperakan (hampir terlihat transparan) yang menyambung dengan sarung tangannya yang hampir menutupi seluruh lengannya, untuk kaki jenjangnya dipasangkan sebuah sepatu dengan heels setinggi 5 cm berwarna biru keperakan. Yeah, pakaian yang mirip dengan salah satu tokoh yang memiliki kekuatan es dari film berjudul Fr*zen.
" Eh? Ano... kenapa kamu membanting pintunya, [name]-chan? Biasa aja dong," tegur salah satu perempuan yang ada disitu. Gadis itu—yang ternyata adalah dirimu tidak menjawab melainkan melihat kesekeliling ruangan, mencari seseorang yang menjadi alasan betapa menderitanya ia sekarang.
"Minna..." panggilmu dengan pelan sambil menundukkan wajahnya, membuat tanda tanya besar bersarang diatas kepala teman sekelasnya yang lain, "Apa kalian..." lanjutmu masih dengan nada pelan dan masih menundukkan kepalanya, tapi tidak lama kemudian tiba-tiba saja kamu mengangkat wajahmu dan menampakkan kedua bola matanya yang kini berwarna biru yang penuh dengan amarah. "Melihat Akashi-kun?" lanjutmu dengan nada seram yang membuat semua yang ada di ruangan itu langsung menelan ludah mereka dan berusaha bertahan dari atmosfir ruangan yang tiba-tiba menjadi berat.
Tidak ada yang berani berbicara, mereka terlalu takut untuk mengeluarkan suara mereka, mata [name] kini berkilat dengan tajam, menilik satu persatu orang yang ada, meminta jawaban, baru saja [name] hendak mengulangi pertanyaannya sekali lagi tiba-tiba saja ada tangan yang menyentuh bahunya—membuat [name] sedikit tersentak—dan membuat kamu melihat siapa yang menaruh tangan di bahunya.
Surai berwarna merah, mata dengan iris berwarna crimson, dan wajah yang rupawan kini menghiasi pengelihatanmu. Akashi Seijuuro, orang yang ia cari sedari tadi kini muncul dengan sendirinya.
"Kenapa kamu mencariku, [name]?" tanya Akashi kepadamu yang masih terbengong-bengong. Butuh beberapa saat sebelum akhirnya jari telunjuk yang ditutupi oleh sarung tangan berwarna biru muda kini menunjuk tepat ke hidung Akashi.
"KAU! AKASHI-KUN! APA-APAAN INI?! KENAPA KAU SELALU MEMBUATKU MENDERITA HAH?!" kau berseru dengan kesal. Akashi yang memang tahu kemana arah pembicaraan ini pun hanya berpura-pura tidak tahu apa-apa. "Hm? Apa maksudmu, [name]?" dengan tampang sok polos yang entah kenapa membuat [name] ingin melayangkan setidaknya dua puluh atau lima puluh bola basket ke wajahnya.
"COBA LIHAT INI! KAU TELAH MEMBUATKU MEMAKAI PAKAIAN SEPERTI INI TAHU! DITAMBAH KENAPA KAU MENYURUHKU UNTUK MEMBAGIKAN SELEMBARAN DI LUAR?!" dengan penuh rasa kesal kau berteriak menyuarakan isi hatimu yang benar-benar penuh amarah. Tiba-tiba saja ada seorang gadis berambut coklat dikepang dua dengan pakaian berwarna hijau-hitam dan jubah berwarna ungu datang menghampiri mereka berdua, wajahnya yang tadinya ceria berubah menjad wajah seorang gadis yang dingin—berbeda dengan watak asli dari tokoh yang ia perankan—A*na dari Fr*zen.
"[name]-chan, kenapa kau meninggalkanku.." ucap gadis berkepang dua itu—tepatnya Haruka yang kini menampilkan wajah kesal kepadamu. "Aku tau kau menderita disana tapi dengan teganya kau meninggalkanku sendirian?" lanjutnya dengan nada sedikit mengambek.
Akashi yang sebenarnya tahu apa yang telah terjadi pun bertanya, "Huh? Memangnya kalian kenapa?" meskipun ia sudah tahu jawaban yang sebenarnya. Dan akhirnya kamu pun hanya bisa menghela nafas lelah, dan seketika atmosfir ruangan kembali seperti semula.
"Hahh... jadi begini..."
FLASHBACK
[name] POV
"Ohayou Gozaimasu!" ucapku saat memasuki ruang ganti, aku melihat beberapa orang temanku yang berpakaian seperti seorang putri, seekor kelinci, kucing, seorang pangeran, dan entah apalagi itu. Saat sedang melihat sekeliling aku mendengar ada yang memanggilku dan saat aku melihatnya, ternyata bendahara kelaslah yang memanggilku. Aku pun langsung menghamprinya, dan menatapnya dengan tatapan 'ada-apa?', gadis didepanku hanya tersenyum manis lalu menunjukkan sebuah tas kertas kepadaku. "Itu seragam miliku, [name]-chan!" ucapnya sambil tersenyum manis—yang membuatku merasa tidak enak badan seketika—dan benar saja, setelah aku mengganti pakaianku dengan apa yang ada didalam tas kertas itu, kini aku hana bisa terdiam didepan kaca.
Kini aku berpakaian sebagai E*sa dari Fr*zen, yah, sejujurnya tidak terlalu buruk sih, namun tetap saja dengan seperti ini aku merasa agak aneh. Tidak lama kemudian, cafe pun mau dibuka, karena itulah semua murid keas 1 – A dikumpulkan.
Kini Akashi-kun selaku ketua kelas membagikan tugas. Ada yang kebagian tugas untuk menjadi pelayan, kasir, ah untuk koki hanya orang tertentulah yang bisa mendapat bagian itu, penerima pelanggan, aku tentunya langsung deg-degan karena ingin tahu apa tugasku untuk hari ini. setelah menunggu beberapa saat akhirnya. "[full name] dan Shouma Haruka, kalian bertugas untuk membagikan selembaran dan mempromosikan cafe kita di lapangan, ah jangan lupa untuk membawa itu ya" Ucap Akashi sambil menunjuk sebuah pamflet bertuliskan 'Ice Miracles Cafe' dengan besar dan berwarna biru.
Oh my ...
Apa ada yang bisa lebih buruk daripada ini? Ada ?!
Dan ternyata memang ada yang lebih buruk daripada berkeliling sekolah untuk mempromosikan event kelas dengan pakaian yang ribet seperti ini.
"Ayo mampir sebentar di Ice Miracle Cafe!" seru ku dengan kencang sambil memegang pamflet diatas kepalaku, tentu ada banyak orang yang datang kearahku dan Haru-chan pun membagikan selembaran yang ada. Semuanya berjalan normal sebelum akhirnya ada kejadian yang tak terbayangkan.
"Woaahh! Nee-chan! Kau cantik sekali!" seru seorang gadis kecil sambil menunjuk kearahku, aku hanya tersenyum simpul kepadanya. "Hmm~ kau cantik juga ya~, boleh minta tanda tangan?" tanya seorang pemuda, akupun langsung menanda tangani kertas yang ia berikan, "Ini dia, silahkan mampir ke Ice Miracles Cafe ya." ucap ku dan dijawab dengan anggukkan.
Tidak lama kemudian, entah kenapa orang yang meminta sesuatu kepadaku jumlahnya semakin banyak.
"WAAH! Nee-san! Wajahmu mirip sekali dengan orang yang ada di film yang kutonton!", "Wah! Iya! Dia benar-benar mirip!", "Cosplayer ya?", "Kirei.." , "Aku minta tanda tangan!", "Ayo berfoto bersamaku!", "Ayo kencan denganku!"
Dan entah apa lagi yang mereka katakan sebelum akhirnya aku berlari dengan kencang—setelah memberikan pamfletnya ke Haru-chan pastinya—karena merasa tidak sanggup lagi mendengar segala permintaan dan komentar yang ada.
Yang jelas dipikiranku hanya ada satu hal.
'TEMUKAN AKASHI SEIJUURO LALU SURUH DIA MENGUBAH TUGAS DAN TOKOH YANG AKU PERANKAN!'
END OF FLASHBACK
AUTHOR POV
Akashi hanya tersenyum tipis—sangat tipis saat mendengar setiap kata serta keluhan yang diucapkan oleh gadis didepannya.
'Manisnyaa...'
Batin Akashi dengan nista-nya. Di luar sih kelihatannya normal-normal saja padahal aslinya dia sedang berfantasi menari di taman bunga, sambil memutari air mancur yang ada, menyanyikan lagu entah-apalah-itu sambil menari, oh pakaiannya normal kok tenang saja. Baju berwarna serba merah ala cewek india tergolong normal kan?
"Jadi, [name] kau mau aku merubah peranmu?" tanya Akashi yang langsung kamu jawab dengan anggukkan antusias. Akashi hanya mendengus kecil sebelum menjawab. "Tidak, aku tidak mengizinkanmu." Ucap Akashi yang membuat mood –mu yang tadinya bagus kini kembali menggelap. "Maaf [name] tapi aku tidak bisa megubah semuanya secara tiba-tiba tanpa perencanaan yang matang karena itulah, selamat menikmati harimu" ucap Akashi dengan senyuman diakhir kalimatnya dan setelah itu berlalu—meninggalkanmu masih terdiam sementara murid-murid lain yang ada disekitarnya tidak bisa berkomentar sama sekali.
"..."
Kamu masih tak bergerak sama sekali, malahan kini ia menundukkan kepalanya.
"..."
Ruangan menjadi sepi karena tidak ada satupun yang mau angkat bicara.
"..."
"..."
"Grrrrrr!" tiba-tiba terdengar geraman dari arahmu. Badanmu kini sedikit bergetar dan tiba-tiba saja kamu mengangkat wajahmu dan beteriak—tidak peduli dengan orang-orang yang akan terganggu saat mendengar teriakan membahana darimu.
"AKASHI-KUN WA BAKAAAAAAAAAAAA!"
.
.
.
.
ANOTHER PLACE
"Hee~ apa-apaan si cebol itu hm? Mengganggu my little imouto sampai marah begitu?" gumam seseorang yang kalian-tahulah-siapa sambil mengingat kembali apa yang barusan ia lihat dari teropong miliknya.
Ia teringat ketika wajah gadis itu memerah—marah.
"Ck! Dia memang manis saat marah... seandainya akulah orang yang membuatnya kesal... hmmm~" ucap pemuda berusia 21'an itu sambil menjilat bibir atasnya yang kering dengan gerakan sensual.
..
..
"Ah, ngomong-ngomong [name]-chan cantik memakai baju seperti itu..." lanjutnya dengan seringai tipis terpatri diwajahnya.
.
.
SKIP TIME
"Maaf aku ingin memesan crepe es krim coklatnya dua untuk minumnya aku ingin ice mint glace nya satu dan strawberry glace nya satu." Ucap seorang pelanggan kepada mu sementara kamu langsung mencatat apa yang ia pesan dan segera meminta undur diri lalu berjalan kearah dapur dan berkata "Crepe es krim dua, ice mint glace satu dan strawberry glace-nya satu!" serumu lalu berjalan pergi dan berjalan menuju pelanggan yang lainnya.
Yeah, kini kamu mendapat giliran untuk menjadi pelayan, hanya sementara karena kamu sedang menggantikan salah satu temanmu yang sedang ke kamar mandi sekarang.
"Cream Cheese Frozen Cake-nya satu dan bush the noelnya satu, minumnya ice lemon tea dua." Setelah megulangi pesanan kamu kembali memberitahukan pesanan ke para koki, kamu pun membawakan pesanan yang tadi diberikan sebelumnya.
"Crepe es krim coklatnya dua, ice mint glace dan strawberry glacenya sudah siap~" ucapmu dengan senyum manis lalu meletakkan pesanan di atas meja, para pelanggan yang merupakan sepasang cewek-cowok didepanmu hanya tertegun lalu berucap. "Wah~ kamu benar-benar mirip seperti di film-nya yaa~ bedanya disini bukan sebagai ratu tapi sebagai pelayan" ucap pemuda didepanmu, kamu hanya tertawa kecil lalu undur diri untuk kembali ke dapur.
Ketika berjalan masuk, kamu tiba-tiba saja melihat seseorang dengan kostum yang berbentuk seperti... wortel?. Kamu melihat baik-baik siapa yang ada didalam kostum itu lalu akhirnya kamupun tertawa saat mengetahui bahwa yang ada didalamnya dalah seorang Midorima Shintarou, yang kini merangkap sebagai sesosok wortel raksasa yang berjalan. Oh! Jangan lupakan teddy bear yang ada didalam genggaman tangan kanannya.
Diam-diam kamu membuka ponselmu lalu memotret pemandangan didepanmu diam-diam.
'Lumayan buat kenang-kenangan~ hehehehe~' batinmu nista, dan berlalu pergi meninggalkan Midorima yang kini sedang merinding karena merasa ada hal buruk yang akan terjadi padanya nanti.
SKIP TIME~
"Huuffttt... akhirnya selesai jugaaa~" ucapmu sambil duduk disalah satu kursi yang ada di dalam cafe itu, mengistirahatkan kakinya yang kelelahan. "Uhh...kakiku benar-benar pegaaaallll..." kamu mengerang sambil memijat otot kakimu yang menegang, well bayangkan saja, setelah kamu selesai menggantikan temannya yang ke kamar mandi, kamu kembali pergi kelapangan dan seharian berkeliling sekolah yang besarnya minta ampun itu tentu langsung kelelahan.
'Hm?'
Entah kenapa kamu merasa seperti ada yang memperhatikanmu, saat kamu mengalihkan pandangannya ke sekeliling, kamu dapat melihat Akashi yang terus menatapmu. Hening sejenak sebelum akhirnya kamu mengalihkan pandanganmu kearah lain—enggan menatap Akashi—oh tentu saja kini Akashi menaikkan sebelah alisnya ketika melihat gadis yang diam-diam menarik perhatiannya itu mengalihkan pandangan darinya.
'Ngambek huh?' batin Akashi sambil menyeringai kecil. Menganggap bahwa perilaku gadis yang duduk tidak jauh darinya itu begitu lucu.
Tiba-tiba Akashi melihatmu yang beradu pandang dengan Midorima, alih-alih mengalihkan pandangan seperti apa yang dialami oleh Akashi, kini kau malah tersenyum manis sambil melambaikan tangan kanannmu kearah Midorima, bahkan Akashi sempat mendengar suara "Hai Midorima-kun~ lucky itemmu lucu ya!" dan membuat Midorima terdiam dengan wajah yang err... memerah?
'What?! Kenapa si hijau itu aja yang disapa?! Kenapa aku enggak?!' batin Akashi merana dan merasa tidak adil, ia pun memberikan glare gratis kearah Midorima yang masih blushing.
'Ah...untung saja aku membawa boneka teddy bear ini, Oha-Asa memang selalu benar nanodayo' batin Midorima sambil agak nge-fly setelah disapa oleh gadis yang menurutnya menarik.
Yeah, ketahuan deh kalau kalian punya rasa sama [name].
Akashi pun segera berdiri dari tempatnya tadi lalu maju kedepan dan menghadap ke seluruh murid kelas 1-A, "Baiklah! Hari kedua sudah selesai! Terima kasih atas kerja samanya!" seru Akashi kepada seluruh murid kelas 1-A. "Untuk besok, seperti kemarin, semuanya akan disiapkan dan tugas kalian hanyalah bekerja saat festival, mengerti? Kalau begitu silahkan pulang." Ucap Akashi megizinkan murid kelas 1-A untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Tentu saja kamu juga ikut pulang, setelah berganti pakaian kamu pun langsung berjalan pulang bersama Haruka. Selama perjalanan hening menguasai sebelum akhirnya kamu angkat bicara.
"Haru-chan! Entah kenapa selama festival sekolah berlangsung kita jadi jarang ketemuan sama yang lainnya yaa~" ucapmu sambil memandang langit yang kini dihiasi warna kemerahan. "Ya, itu normal sih, mereka kan pasti sibuk di kelas mereka masing-masing." Ucap Haruka, diam sejenak sebelum ia buru-buru menambahkan "B-bukan maksudku pe-perhatian sama mereka! h-hanya saja mereka pasti sedang fokus disana!" ucapnya dengan cukup kencang.
"Haru-chan, jujur saja terkadang aku tidak bisa menangkap maksud dari perkataanmu..." ucapmu sambil menatap Haruka datar sementara yang ditatap hanya memalingkan wajah lalu menaikkan kacamatanya. Oh... ada yang aneh.
"Haru-chan, kemana bando mu?" tanyamu dengan nada agak kebingungan, "Hah? Maksudmu?" tanya Haruka sambil menelengkan kepalanya kekanan. Tanganmu terangkat, membuat gestur untuk menunjuk ke atas kepala Haruka. "Di atas kepala mu sama sekali tidak ada bando telinga kucing seperti biasanya, Haru-chan." Ucapmu yang membuat Haruka langsung berhenti seketika, lalu dengan cepat meraba kepalanya hanya untuk tidak menemukan apapun selain rambutnya.
"Heck! Bando ku ketinggalan! [name]-chan, kamu duluan saja, nanti aku akan pulang sendiri! Jaa" seru Haruka yang langsung berbalik arah lalu berlari kearah kelas, meninggalkanmu yang hanya bisa terbengong-bengong sendirian.
"Ya sudah." Ucapmu sambil menaikkan bahu, lalu berjalan untuk pulang.
.
.
Ketika berjalan pulang, kamu melewati lapangan basket yang biasanya kamu dan teman-temanmu pakai. Tadinya kamu ingin cepat-cepat pulang ke rumah namun niatmu segera kamu urungkan saat mendengar bunyi yang sangat kamu kenali. Bunyi pantulan bola. Karena penasaran kamu pun berjalan memasuki lapangan itu dan menemukan seorang pemuda, berambut kuning keemasan.
'Ah, bukannya itu Kise-kun?' batinmu saat melihat Kise Ryouta, seorang model sekaligus pemain basket yang gemar meng-copy paste gerakan orang lain.
Kamu pun terus memperhatikan gerakannya, ia melakukan dribble, shoot, lay up dan dunk beberapa kali, bahkan terkadang ia mengusap wajahnya menggunakan lengan kemeja miliknya. Kamu akui permainan cowok yang satu itu lumayan sih,tapi ada yang kurang.
Terus memperhatikan Kise, tanpa sadar ternyata ada seseorang berdiri disampingmu, lalu berbicara tepat disamping telingamu.
"Konbanwa, [name]-san" kamu bahkan bisa merasakan deru nafasnya tepat di telingamu. Sontak kamu balik badan. "SIAPA ITU?!" teriakmu kaget, bahkan Kise sampa menghentikan permainannya saat mendengar suaramu. Kamu hanya bisa berkedip beberapa kali saat menyadari bahwa yang ada dihadapanmu adalah Kuroko Tetsuya, "T-Tetsuya-kun apakah itu kau?" tanyamu untuk memastikan apakah yang ada dihadapanmu memanglah Kuroko Tetsuya. "Ha'i, ini aku, [name]-san" ucap Kuroko dengan datar, kamu yang yakin bahwa itu benar-benar Kuroko pun langsung memukul kepala Kuroko—hingga Kuroko mengaduh kesakitan.
"Baka! Jangan ngagetin kayak gitu!" ucapmu sambil berkacak pinggang, tiba-tiba saja terdengar suara dari belakangmu. "Are? [name]-cchi~ apa yang kamu lakukan disini ssu?" tanya Kise padamu.
"Hanya numpang lewat." Jawabmu singkat. "Hee? Masa? Yakin ssu? Bukannya buat ngikutin aku ya ssu?" ucap Kise dengan narsisnya membuatmu sweatdroped seketika. "Err, tidak." Jawabmu datar.
"Hm? [name]-cchi habis darimana ssu?" tanya Kise padamu. "Hm? Oh ini, aku habis dari sekolah..." jawabmu sambil tertawa kecil. "Hee~ sampai selarut ini?", "Yep!", tiba-tiba saja Kise datang menghampirimu lalu menatap wajahmu lekat-lekat. Kamu yang bingung langsung tersentak kaget ketika tiba-tiba saja Kise menangkup wajahmu menggunakan kedua tangannya yang lebih besar darimu. "Eh?" hanya itulah yang bisa kamu katakan. "Hmmm..." Kise mendekatkan wajahnya kearahmu sebelum akhirnya mengambil sapu tangan dari kantung celananya lalu mengusapkannya ke wajahmu dengan hati-hati.
"[name]-cchi, kalau sudah selesai make-up, hapusnya yang benar dong, ini masih tersisa seidikit loh ssu~" ucap Kise dengan riang sambil terus menerus mengusapkan sapu tangannya ke sekitar wajahmu. Dari dahi, pelipis, kelopak mata, hidung, pipi, dagu. Semuanya ia sentuh. " E-eh? Gitu ya, aku tadi buru-buru sih~" ucapmu sambil menggaruk kepalamu yang tidak gatal.
Kuroko yang dilupakan keberadaannya, entah kenapa merasa agak risih dan tidak suka dengan apa yang ada didepannya. "Kise-kun, sebaiknya biarkan saja [name]-san yang melakukannya sendiri" ucap Kuroko yang langsung membuat kalian berdua tersentak kecil—benar-benar lupa kalau ada tiga orang di lapangan itu. Kise pun dengan gugup langsung memberikan sapu tangan miliknya padamu dan kamu segera membersihkan wajahmu dengan cepat. "Kise-kun, sapu tangannya kubawa pulang kerumah saja ya? nanti akan kukembalikan. Ah! Nanti juga akan kucuci kok!" ucapmu sambil memegang sapu tangan itu dengan kedua tanganmu.
"Eeehh! Tidak usah ssu! Tidak apa-apa kok, sini berikan saja padaku, [name]-cchi tidak usah repot-repot mencucinya." Ucap Kise yang langsung mengulurkan tangannya padamu. Menghela nafas kamupun memberikan sapu tangan itu kembali ke pemiliknya. "Maaf merepotkanmu, Kise-kun, ah, arigatou gozaimasu" ucapmu sambil membungkukkan badanmu.
"Oh iya [name]-cchi! Kudengar katanya [name]-cchi jago main basket ya ssu? Mau one-on-one tidak? Siapa yang memasukkan bola 3 kali maka dialah yang menang ssu~" tanya Kise padamu. Berpikir sejenak sebelum akhirnya kamu mengiyakan ajakan Kise.
Beranjak dari tempatmu sebelumnya, kini disinilah kamu berada, dibawah gelapnya malam, di sebuah lapangan basket hanya diterangi dengan lampu jalan. Didepanmu kini ada seorang pemuda berambut pirang dengan mata berwara topaz, "[name]-cchi mau duluan ssu?" tawar pemuda itu—Kise kepadamu yang menggeleng pelan. "Tidak perlu, kau saja yang duluan, Kise-kun." Ucapmu yang dibalas dengan anggukkan kepala.
"Oh iya [name]-cchi! Tenang saja ssu, karena [name]-cchi itu perempuan aku pasti akan mengurangi tenagaku kok ssu!" ucap Kise dengan senyuman diwajahnya, membuat sebuah senyuman miring kini terpatri diwajahmu. Mengibaskan tanganmu beberapa kali, kau pun berucap "Oh~ tidak perlu sungkan kok Kise-kun, gunakan saja seluruh kekuatmu~ aku tidak akan keberatan kok." Ucapmu dengan santai.
Meskipun bingung, Kise pun mengangguk lalu bersiap-siap. Kuroko yang berada di pinggir lapangan hanya memperhatikan dalam diam. Tiba-tiba saja, Kise men-dribble bolanya dan berlari melewatimu dengan cepat. Tentu kamu langsung bergerak—mengejar Kise dnegan berlari cepat. Dan benar saja, kurang dari 2 detik kini kamu telah berhasil berada didepan Kise, membuat pertahanan yang hebat, bahkan Kise tidak tahu apakah ia bisa melewatinya apa tidak, Kise pun segera mundur beberapa langkah sebelum akhirnya membuat shoot dan membuatmu hanya tersenyum kecil.
Sambil membawa bola dengan cara men-dribble nya, kini kamu berucap dengan pelan "Sekarang giliranku ne, Kise-kun~" ucapmu masih dengan men-dribble sebelum akhirnya kamu berlari, melewati Kise dan memasang aba-aba melakukan shoot, tentu saja Kise langsung mencegatmu dengan cara berdiri di hadapanmu, namun tiba-tiba saja kamu berlari memutarinya maju sedikit, berhenti, lalu melakukan 3 point shoot dengan mudah.
"Woaah! Sugoi!" seru Kise kagum. "Ayo Kise-kun, masih ada 2 bola lagi." Ucapmu lalu dengan sengaja memberikan bola kepada Kise yang langsung menerima bola dan berlari menuju ring milikmu. Kise terus berlari sebelum akhirnya ketika ia sudah tepat dibawah ring, Kise melompat dan akan melakukan dunk namun batal karena tiba-tia saja kamu melompat tepat sebelum ia melakukan dunk, dan langsung menepis bola yang ada di tangan Kise, "Ah!" Seru Kise ketika ia melihatmu yang sudah berlari kearah daerah miliknya, Kise langsung mengejar, berlari tepat dibelakangmu yang sedang men-dribble cepat dengan tangan kanan dan siap melakukan steal.
Ketika merasa waktunya sudah pas, Kise langsung mengulurkan tangannya dengan cepat, bersiap untuk melakukan steal, bukannya bola yang ia dapatkan, yang ada hanyalah kekosongan, karena kamu sudah tidak ada lagi didepannya, melainkan kini sudah melompat sebelum akhirnya melakukan lay up, "Ah... sepertinya aku terlalu lama membuang-buang waktu ssu~" gumam Kise pada dirinya sendiri yang tentu bisa didengar olehmu yang kini berjalan mendekatinya.
"Ini Kise-kun, cobalah menyerang lagi" ucapmu sambil memberikan bola yang ada di tanganmu ke Kise. Kise mengangguk lalu akhirnya mengambil bola itu dan mulai men-dribble lagi. Kali ini Kise tidak bermain-main. Tidak ada lagi tatapan yang penuh keceriaan di matanya, yang ada hanyalah keseriusan yang mendalam.
Men-dribble dengan cepat, sebelum akhirnya ia maju, berlari dengan kecepatan yang lumayan cepat, kamu tentu langsung mengejarnya, saat kamu sudah berada di hadapannya tiba-tiba saja ia memutarimu, maju sedikit, dan bersiap melakukan shoot, 'Hey! Dia meng-copy ku!' batinmu sambil memutar badanmu dengan berporos pada satu kaki, dan langsung melompat didepannya. 'Ini gerakanku, dan hanya akulah yang tahu setiap detailnya, terutama kelemahan gerakan itu sendiri, Kise-kun...' batinmu lagi.
Kise yang menyadari bahwa kamu akan mengambil bola darinya langsung menarik kembali bola setelah kakinya sudah menyentuh tanah, ia langsung berlari ke arah ring mu. Iris topaznya yang serius tiba-tiba saja melebar ketika ia tidak merasakan apapun ditangannya. Saat ia melihatnya, ternyata bola sudah hilang dari tangannya dan kini berada ditanganmu yang sedang melakukan dribble.
Kamu berlari menuju ring milik Kise, berlari dengan kecepatan yang bisa dibilang agak lambat—hey! Ini bukan sengaja, salahkan orang yang menyuruhnya berkeliling sekolah sepanjang hari ini!— dan benar saja Kise langsung menyusulmu, kamu langsung berhenti berlari, kembali berlari untuk memasukkan bola kedalam ring bukanlah pilihan yang bagus. Kamu menatap Kise yang kini sedang memperhatikanmu dengan serius.
Tiba-tiba saja, kamu mempunyai sebuah ide. Membuka mulutmu, kamu pun memanggilnya. "Ne, Kise-kun..." yang dipanggilpun langsung mentap kearah matamu, kamu tersenyum manis lalu berkata lagi. "Coba perhatikan baik-baik ya~" Kise yang tidak begitu mengerti langsung waspada ketika kamu mulai memperlambat dribble pada bolamu dan mengambil bola itu dengan tangan kanan setelah dipantulkan terlebih dahulu, Kise terus memperhatikan kemana bola itu berada.
Tangan kanan. Di pass ke tangan kiri. Dipantulkan lewat belakang ke tangan kanan. Dipantulkan lewat depan ke tangan kiri.
Terus seperti itu sampai akhirnya kedua iris topaz milik sang model melebar tidak percaya ketika bola yang tadi gerakannya masih bisa ia ikuti kini hanya menjadi sekelebat warna oranye yang bergerak dengan cepat.
Kanan. Kiri. Depan. Belakang. Memutar. Atas. Bawah.
Kise bahkan benar-benar kesulitan untuk menemukan tempat keberadaan bola itu, kamu hanya menyeringai kecil ketika melihat Kise sudah masuk ke salah satu perangkap kecil mu. Semakin mempercepat gerakanmu tiba-tiba saja kamu berbicara, "Kise-kun, coba tebak." Ucapanmu dibalas dengan tatapan oleh Kise. Kamu menyeringai kecil sebelum akhirnya berkata. "Menurutmu... " kamu sengaja menghentikan kata-katamu dan saat itu juga kamu menghentikan gerakan tanganmu dan merentangkan kedua tanganmu. "Bolanya ada dimana?" lanjutmu dengan seringai tipis diwajah saat melihat ekspresi pemuda didepanmu.
Kedua iris berwarna topaz itu kembali melebar ketika ia melihatmu, kamu tidak memegang satupun bola. Tangan kanan, kosong. Tangan kiri, kosong. Belakang, tidak ada. Depan apa lagi. Belum selesai ia mencari keberadaan bola itu, tiba-tiba saja terdengar bunyi –SRETT – setelah bunyi –DRAK – dari belakangnya. Dan ketika ia melihat apa yang terjadi, Kise hanya bisa tertegun saat melihat bahwa bola yang sedari tadi ia cari ternyata sudah meluncur mulus melewati ring.
Hanya ada satu hal yang ia pikirkan saat itu.
'Bagaimana bisa?'
.
.
.
.
Kedua remaja itu berjalan dengan pelan, tidak peduli dengan angin malam yang terus berhembus. Si gadis terus berjalan sambil menatap sekitar sementara pemuda yang ada disampingnya berjalan dengan tenang dan wajah datarnya.
"Tetsuya-kun, tadi kamu ngapain di lapangan bersama Kise-kun?" tanyamu memecah keheningan diantara kalian. "Hanya latihan sedikit" jawab Kuroko dengan datar. Kamu hanya bisa tertawa kecil, "Typicall-mu sekali ya, Tetsuya-kun." kamupun melihat kearah jam tanganmu. 07.15 . Lumayan lama juga kamu berada dilapangan ya. Sekitar 2 jam lebih.
Kamu hendak berpikir kembali sebelum akhirnya kamu merasa lapar. "Tetsuya-kun, kita makan yuk..." dan tanpa mendengar jawaban dari Kuroko, kamu langsung menarik tangan Kuroko, dan membawanya ke suatu tempat. Setelah berjalan sedikit, kalian pun sampai di tempat tujuan kalian, Maju burger. Yah cuma ini tempat yang bisa kamu pikirkan sekarang. Memasuki antrian, memesan, lalu berjalan kearah salah satu meja dengan kursi yang berhadapan.
"Tetsuya-kun hanya memesan vanilla milkshake aja?" tanyamu pada Kuroko yang menjawab dengan anggukkan kepala. "Hee~" responmu sebelum akhirnya memakan burger yang kamu pesan dengan perlahan. Kalian berdua makan dalam keheningan . Kuroko yang masih meminum vanilla milkshake miliknya dan kamu yang sudah menghabiskan 2 dari 4 burger pesananmu.
Kamu sudah terbiasa dengan hal ini. makan dalam keheningan bersama Kuroko sudah sering terjadi. Tiba-tiba saja saat kamu hendak memakan burgermu yang ketiga, kamu mendengar Kuroko memanggilmu, dan saat kamu menatapnya, sebuah tangan meraih wajahmu lalu mengusap pinggiran bibirmu dengan pelan dan lembut. Kamu tahu tangan siapa itu. Itu adalah tangan milik Kuroko.
Kamu hanya terdiam sampai Kuroko melepaskan usapannya di wajahmu lalu berkata. "Tadi ada saus di wajahmu, [name]-san" ucapnya dengan datar sementara kamu langsung menganggukkan kepalamu sambil mengucapkan "Arigatou".
Ketika kamu kembali memakan burgermu tiba-tiba saja pelanggan lain yang duduk dibelakangmu berteriak dengan kencang. "HEY ITU BAGIANKU!" seru seorang anak kecil yang sontak mengagetkanmu dan burger yang masih ada didalam mulutmu langsung membuatmu tersedak.
"UHUK! A-aduh, uhuk!" batukmu sambil memukul kecil dadamu dan berusaha menurunkan burger yang tersedak di tenggorokanmu. Tiba-tiba saja Kuroko mengulurkan vanilla milkshake miliknya padamu. "Ini minumlah [name]-san"ucapnya dengan nada sedikit khawatir, tentu kamu langsung menerima segelas minuman manis berasa vanilla itu dan langsung meminumnya.
Memakai sedotan yang sama dengan yang dipakai oleh Kuroko...
Kamu yang tidak menyadarinya masih terus meminum vanilla milkshake itu, berbeda dengan Kuroko yang kini sedang menepuk-nepuk pelan punggungmu hanya bisa menahan rona merah diwajahnya.
'Indirect kiss dengan [name]-san...' batinya sambil tersenyum kecil.
Tidak lama kemudian kamu pun sudah merasa baikkan. "Arigatou ne Tetsuya-kun, gomene vanilla milkshake mu kuhabiskan, hehe~" ucapmu sambil menggaruk tengkuk mu yang tidak gatal. Kuroko hanya tersenyum kecil lalu berkata. "Tidak apa-apa, aku akan membelinya lagi."ucap Kuroko yang langsung berjalan pergi untuk memesan satu minuman kesukaannya lagi.
Meninggalkanmu sendirian dengan masih memegang gelas yang kini telah kosong itu seraya bergumam. "Manis..".
.
Tidak lama kemudian Kuroko menghampirimu dengan segelas vanilla milkshake ditangannya dan mengajakmu untuk pulang. Kamu hanya tersenyum dan segera berdiri lalu kalian pun keluar dari tempat itu.
"Hwaa! Tetsuya-kun! lihat!" serumu sambil menunjuk kearah langit. Kuroko yang penasaran dengan apa yang kamu lihat pun menengadahkan kepalanya keatas dan kedua iris baby blue itu langsung terlihat berbinar ketika melihat langit malam yang kini dipenuhi oleh bintang-bintang.
"Ada bintang! Ini benar-benar jarang sekali menemukan bintang di kota seperti ini!" serumu dengan semangat. "Oh iya Tetsuya-kun! ayo kita segera pulang!" ajakmu sambil meraih tangan kiri Kuroko lalu menariknya untuk segera berjalan pulang. Dengan kata lain selama perjalanan kalian terus berpegangan tangan. Kamu yang tidak menyadari apa-apa terus memegang tangan Kuroko dan terlihat enggan melepaskannya.
Tak menghiraukan Kuroko yang kini wajahnya sudah semerah apel yang matang dibelakangnya.
..
..
..
TBC.
.
.
Omake
Di rumah kediaman keluarga Kise
"..."
"..."
"..."
"Hei Ki-chan, kau tidak apa?" tanya Kise Ryuka, kakak dari Kise Ryouta itu menanyakan keadaan adiknya yang benar-benar aneh meskipun biasanya dia juga aneh sih. Ayolah siapa coba yang ngga akan khawatir saat melihat adikmu sedang duduk di lantai sambil menatap sapu tangan yang ada di genggaman tangannya sambil tersenyum-senyum sendiri dan bahkan tertawa sendiri dengan wajah yang memerah.
"Daijoubu ssu~ aku hanya sedang senang kok nee-cchi~" ucap Kise masih dengan senyum lebar di wajahnya.
'Kyaaaa~ sapu tangan bekas dipakai [name]-cchi ssu~ aku benar-benar beruntung! Kyaaaaa~' batin Kise dengan bunga bertebaran dimana-mana serta aura pink dan lope-lope yang berjatuhan.
Melihat adiknya yang semakin menggila, Ryuka pun lebih memilih untuk menjauh secara teratur dari adiknya lalu berlari meninggalkan adiknya di ruang tamu dan kembali ke kamar untuk menelpon seorang psikiater agar memeriksa adiknya.
.
.
Yah, sepertinya Kise juga memiliki rasa yang sama seperti si hijau dan merah. Walau tidak terlalu kelihatan sih.
.
.
Mansion Tempat Kediaman keluarga Akashi
Kini sang putra tunggal Akashi sedang berada di kamarnya yang benar-benar luas. Berdiam diri dikamar sambil tengkurap diatas kasur dengan bantal yang menutupi wajahnya. Entah kenapa aura yang dikeluarkannya benar-benar suram.
" [name]... kenapa kau tidak menyapaku tadi? Apa kau lebih memilih Midorima* daripada aku yang tampan, pintar, dan kaya ini?" gumam Akashi sambil terus mengeluarkan aura suram yang saking suramnya bahkan tidak ada satupun serangga yang berani mendekat dalam radius 5 km.
" [name] jahaaaaatt! Aku kan juga mauuuuuu!" raung Akashi sambil memukulkan kedua tangan serta kakinya ke kasur king size yang tidak berdosa itu.
Well Akashi, kamu itu cowok tapi kok galaunya kayak cewek alay yang pengen dibeliin rumah sama pacarnya.
.
.
Rumah Kediaman Keluarga Midorima
"Nii-san, kenapa nii-san senyam-senyum terus?" tanya seorang gadis kecil berambut hijau lumut sebahu dengan bando pita berwarna putih dikepalanya.
"Aku tidak apa nanodayo, kau tidak usah khawatir" ucap Midorima sambil tersenyum agak lebar dari biasanya, membuat adik perempuannya semakin bingung namun akhirnya menyerah dan memilih untuk megangkat bahu tidak peduli dan membiarkan kakaknya sendirian duduk diatas kasur sambil terus senyam-senyum..
Wah, sepertinya senyuman dan sapaan dari seorang [name] bisa membuat seorang tsundere seperti Midorima langsung tobat seketika.
Rumah Kediaman Keluarga Kuroko
Berbeda dengan yang lainnya, kini Kuroko sedang berada di kamar mandi, berdiri didepan wastafel sambil memandang pantulan dirinya dari cermin yang ada didepannya.
Bibir mungilnya terbuka, mengeluarkan suara khas miliknya yang lembut, "Indirect Kiss bersama [name]-san..." ucapnya sambil menyentuh permukaan bibirnya, semburat merah kini menghiasi wajah imutnya. Lalu beralih dari bibirnya, kini ia membuka tangan kirinya lalu kembali bergumam, "[name]-chan menggenggam tanganku... tangannya hangat..." lanjutnya tidak peduli dengan wajahnya yang kini benar-benar memerah.
Tiba-tiba saja Kuroko mengambil sesuatu dari rak kecil yang ada didekatnya. Sebuah sarung tangan. Lalu memakaikannya ke tangan kirinya. "Aku tidak akan mencuci tanganku. Tidak akan" lanjutnya sambil tersenyum manis.
Oalah, Kuroko bahkan bisa sampai segitunya, [name] memang hebat!
.
.
.
BEHIND THE SCENES
1#
Decakan kesal terdengar dari seorang gadis yang sedang berjalan sambil menghentak-hentakkan kaki jenjangnya disepanjang lorong. Ia terus berjalan, bahkan ia seolah-olah menutup telinganya dari panggilan seorang gadis berambut coklat dibelakangnya.
Penampilan gadis itu yang tidak 'biasa' menuai banyak decakan kagum dari orang-orang yang melihatnya, remaja lak-laki yang melihatnya pasti langsung terdiam seketika, sementara bila para perempuan yang melihatnya pasti langsung membelalakkan mata mereka.
Menghiraukan tatapan yang berasal dari segala penjuru, gadis itu terus berjalan cepat, menuju suatu ruangan dimana didepannya ada antrian orang-orang (tepatnya pelanggan), ruangan yang ia hampiri itu telah didesain sedemikian rupa dengan papan bertuliskan "Welcome to Ice Miracle Cafe", ia tanpa aba-aba langsung membuka daun pintu yang dicat berwarna biru muda dengan hiasan keping salju, masuk kedalam cafe tersebut lalu menuju ruang staf dan membuka pintunya dengan bunyi berdebam.
Tentu saja beberapa orang yang berada didalam ruang staf langsung mengalihkan perhatian mereka ke sumber suara. Dan kini tampaklah dihadapan mereka seorang gadis cantik.
Dihadapan mereka, seorang gadis dengan atasan baju kulit sebatas dada sampai ke tulang rusuk dilapisi dengan jaket kulit, dan bawahan hot pants berbahan kulit dengan ikat pinggang, ditangannya terdapat sebua cambuk yang panjang. Dengan topi kulit berwarna hitam diatas kepalanya. Dan sepatu boots hitam sepaha. Dengan heels 10 cm. Untuk hiasan wajah, gadis itu memakai eye shadow berwarna hitam dan lipstick berwarna merah pekat. Rambutnya diurai begitu saja di punggungnya.
..
..
..
"[name]-chan? Kenapa pakaianmu seperti itu?" dan pertanyaan dari gadis dihadapannya sukses membuat [name] langsung berlari keluar dengan wajah memerah—malu setengah mati.
2#
"Cream Cheese Frozen Cake-nya satu dan bush the noelnya satu, minumnya ice lemon tea dua." Setelah megulangi pesanan kamu kembali memberitahukan pesanan ke para koki, kamu pun membawakan pesanan yang tadi diberikan sebelumnya.
"Crepe es krim coklatnya dua, ice mint glace dan strawberry glacenya sudah siap~" ucapmu dengan senyum manis lalu meletakkan pesanan di atas meja, para pelanggan yang merupakan sepasang cewek-cowok didepanmu hanya tertegun lalu berucap. "Wah~ kamu benar-benar mirip seperti di film-nya yaa~ ah! Kamu bahkan lebih cantik dan manis dari yang aslinya!" ucap pemuda didepanmu.
Tiba-tiba saja ada gunting merah, segelas vanilla milkshake, majalah gr*vu*e, sebuah boneka teddy bear, ponsel, dan bungkus makanan terlempar kearah pemuda itu yang langsung ketakutan,
"BERANINYA KAU MENGGODA [NAME]/-CCHI!" seru Aomine dan Kise bersamaan.
"Tak bisa dimaafkan/ nanodayo" ucap Akashi dan Midorima.
"Mau aku ignite pass kai/kuhancurkan?" tanya Kuroko dan Murasakibara bersamaan sementara pemuda itu langsung berlari ketakutan. "SUMIMASEEENNN!"
3#
Tiba-tiba saja, kamu mempunyai sebuah ide. Membuka mulutmu, kamu pun memanggilnya. "Ne, Kise-kun..." yang dipanggilpun langsung mentap kearah matamu, kamu tersenyum manis lalu berkata lagi. "Coba perhatikan baik-baik ya~" Kise yang tidak begitu mengerti langsung waspada ketika kamu mulai memperlambat dribble pada bolamu dan mengambil bola itu dengan tangan kanan setelah dipantulkan terlebih dahulu, Kise terus memperhatikan kemana bola itu berada.
Tangan kanan. Di pass ke tangan kiri. Dipantulkan lewat belakang ke tangan kanan. Dipantulkan lewat depan ke tangan kiri.
Terus seperti itu sampai akhirnya kedua iris topaz milik sang model melebar tidak percaya ketika bola yang tadi gerakannya masih bisa ia ikuti kini hanya menjadi sekelebat warna oranye yang bergerak dengan cepat.
Kanan. Kiri. Depan. Belakang. Memutar. Atas. Bawah.
Kise bahkan benar-benar kesulitan untuk menemukan tempat keberadaan bola itu, kamu hanya menyeringai kecil ketika melihat Kise sudah masuk ke salah satu perangkap kecil mu. Semakin mempercepat gerakanmu tiba-tiba saja kamu berbicara, "Kise-kun, coba tebak." Ucapanmu dibalas dengan tatapan oleh Kise. Kamu menyeringai kecil sebelum akhirnya berkata. "Menurutmu... " kamu sengaja menghentikan kata-katamu dan saat itu juga kamu menghentikan gerakan tanganmu dan merentangkan kedua tanganmu. "Bolanya ada dimana?" lanjutmu dengan seringai tipis diwajah saat melihat ekspresi pemuda didepanmu.
Kedua iris berwarna topaz itu kembali melebar ketika ia melihatmu, kamu tidak memegang satupun bola. Tangan kanan, kosong. Tangan kiri, kosong. Belakang, tidak ada. Depan apa lagi. Belum selesai ia mencari keberadaan bola itu, tiba-tiba saja terdengar bunyi –SRETT – setelah bunyi –DRAK – dari belakangnya. Dan ketika ia melihat apa yang terjadi, Kise hanya bisa tertegun saat melihat bahwa bola yang sedari tadi ia cari ternyata kini menyangkut diantara ring dan papannya... hah?
"HEEEE?! B-BOLANYA NYANGKUT SSU!" seru Kise panik.
"UWAH?! G-GOMENNE! AKU TIDAK TAHU KALAU AKU SALAH LEMPAR!" seru mu dengan panik. Dan setelah itu kalian berdua pun sibuk melompat-lompat untuk menjatuhkan bola itu. Sementara Kuroko yang daritadi terus diam hanya bisa menghela nafas lalu berucap. "Baka.."
DAN FIC INI PUN BERAKHIR DENGAN GAJE-NYAA~
YATTA~ AKHIRNYA SELESAI JUGA SSU~
Setelah berjuang selama lebih dari 13 jam, akhirnya fic ini selesai dengan gaje-nya~
Ah btw, humornya berkurang drastis ya? gomenne~ sense humor saki sedang memburuk, hiksu. Dan gimana nih? Romance nya? Udah bagus belum?
Ah iya! Otanjoubi Omedetou ne Kuroko-kun! semoga kamu semakin cute, imut, baik hati, semakin tidak terlihat dan tambah tinggi yaaa~
Uhm, oke langsung aja balas review ya?
Kaede Akane
Pfftt... ngga mendoakan kok, hanya menginginkan~
Uwah, berarti Saki salah hitung ya? btw, naik beart badan tapi ngga keliatan gemuk itu keren loh!
hm? Mau latihan kah? Oke deh, selamat berlatih~
Dan terima kasih sudah mereview~
Shinju Hoshi
Nope, Saki sama sekali tidak melakukan seperti yang Shinju-chan pikirkan. Uhm yeah..gimana jelasinnya ya? bisa dibilang Saki asal nyulik aja, dipikiran Saki pas nulis adanya Hanamiya untuk jadi kakak ya jadinya Hanamiya lah yang dipilih! Mwehehehe~
Uhm! Saki jarang dipanggil 'senpai' sama yang lainnyaa~
UWOH?! TURUT BERDUKA CITA UNTUKMU SHINJU-CHAN! Kita senasib!
Okeh! OC diterima dengan baik! Silahkan menunggu penampilannya yaa~
Terima kasih sudah mereview!
Tsukuro Reiko
Uwah? Ganti nama huh? Yah kalau begitu tetap saja, review yang sebelumnya udah ada diatas loh ya~
well, kalau Tsuku-chan (?) itu keturunan titan ntar pasti sudah dhabisi oleh pasukan dari fandom sebelah loh...
Ara? Ganti lagi?...hmm, ganti ngga ya? kalau Saki pakai dua-duanya ngga apa-apa kan? Hehehe~
Terima kasih sudah mereview lagi~
Tanpa Nama
PenName-nya Tanpa Nama... kok aneh ya? /ditendang.
Un! Makasih karena sudah bilang fic abal ini keren! Dan... Tanpa Nama-san, pasti sekarang sudah lumutan ya? ini aja udah lebih dari berbulan-bulan... dan kalau ada cutter melayang Saki akan dengan senang hati menghindarinya kok!
Terima kasih sudah mereview~
29008109
Kali ini PenName-nya ribet sekali... ._.
Hehehe~ error kah? Sekarang sudah betul belum?, publish cerita lewat hp bisa kok, tapi lumayan ribet. *Hp-nya BB*
Hm? Temennya Tsuku-chan? Salam kenal!
uwoh! Makasih ya karena sudah suka cerita abal ini! dan semoga UAS-nya sukses~/TELATSEKALIIII!
Oke, OC-nya diterima kok, tenang aja. Jadi tinggal tunggu penampilanna aja~
Terima kasih sudah mereview!
Kiseki no Hosei
HEE?! TIDAK BISA MEREVIEW LAGII?!
Hweeee~ berarti nanti Saki curhat ama siapa dong? *nangis* /rasanya sedih sih. Kalau gitu jangan lupakan fic ini yaaa~
Miwa-san, plis, jangan tsundere disaat seperti ini dong~ hiksu...
Hoshi-kun kah? Itu rekor lari yang hebat sekali! terus tingkatkan ya! ^^
oke deh, kalian semua diterima dengan sangat baik kok!
Tenang saja, sepanjang apapun review kalian pasti tetap Saki baca dan balas kok!
Yeah, semoga kalian bersenang-senang! Sekali-kali jangan lupa mampir ya~
Terima kasih atas reviewnya selama ini!
Dan... Saki maklum aja sih kalau 'orang' seperti kalian tidak bisa terus mereview cerita milik Saki ini, hehehe~ JAA~
Harukichi Matsuhina
Hm? Oalah, ternyata ada juga orang yang mau promosiin fic ini?! say thanks to Tsuku-chan!
okeehh! Saran cafe diterima dengan baik! Nanti pasti akan Saki pakai!
Wew, OC nya punya alter ego~
HUWAT?! PACARNYA KUROSHI REI?! PFFTTTT!
t-tenang saja, OC nya pasti akan dipakai kok.. pfftt...
a-ah! Terima kasih sudah mereview!
Lovely-chan
Wew, benar-benar PenName yang 'lovely'~ XDD
akashi ya? oke deh~, dan yeah, rencananya memang mau dibuatkan kisah romance mereka, tapi baru beberapa saja yang sudah ditentukan pairnya~
Ah iya! Terima kasih atas saran dan reviewnya yaa~
Lavender White
Uwah! Pembaca baru kah? Salam kenaall~
okeh! OC diterima! XD
Hm? Mau jadi antagonis? Boleh kok! Boleh banget malah! Silahkan menunggu penampilan antagonisnya yaa~
Dan terima kasih sudah mereview!
.
.
BAIKLAH! Acara balas review sudah selesai~ dan, sepertinya OC yang dibutuhkan sudah cukup segini saja dulu~ hehehe~
Oke deh, langsung saja, silahkan berikan pendapat kalian serta sarannya di review ya! Saki akan dengan senang hati menunggu~
a/n: semakin banyak review yang datang semakin cepat pula Saki akan meng-update chapter selanjutnya.
Saa~ CONTINUED or DISCONTINUED it?
R n R pleaseee~
