Title : Hell's Hot for Some Reason

A Fanfiction by CussonsBaekby

CHANBAEK

Warning : YAOI! Boy x Boy! Mature content!

.

a/n : Mau berterima kasih buat reader yang bersedia baca cerita ini, dan seribu kali lipat terima kasihnya untuk yang mau review dan repot-repot nagihin update-an ke aku. Love love love …. Oh, ya! Ada pengumuman di bawah, harap untuk dibaca ya!

.

.

Happy Reading!

.

Chapter 8 – How come?

... "Aku bukan Oh Baekhyun lagi!"

.

.

Bel apartemennya berbunyi saat Baekhyun baru saja selesai mengenakan pakaiannya. Jantungnya berdebar dua kali lipat lebih kencang saat menebak-nebak siapa gerangan yang datang berkunjung.

Harapannya adalah, Chanyeol yang datang menemuinya lagi. Ia sudah melarang lelaki itu untuk datang kemari lagi karena banyak kemungkinan Sehun akan bertindak memisahkan mereka. Kemungkinan kedua, yang menekan bel pintu adalah Sehun. Walaupun Sehun sendiri yang mengatur password apartemennya, terkadang lelaki itu menekan bel hanya untuk mengerjai Baekhyun.

Dengan langkah kecil Baekhyun berjalan menuju pintu, wajah Chanyeol terlihat di intercom dan dengan cepat Baekhyun membukakan pintu. Ketika pintu terbuka, senyuman Chanyeollah yang pertama ia lihat. Ia ingin menikmati debar jantungnya yang berdentum karena Chanyeol, namun rasa cemasnya kali ini lebih mendominasi. Kepala Baekhyun melongok ke lorong apartemen, setelah memastikan tidak ada siapapun di sana, Baekhyun menarik Chanyeol untuk masuk.

"Hey, tidak perlu sekhawatir itu," ucap Chanyeol sambil terkekeh, merasa lucu karena tingkah Baekhyun. Baekhyun terlihat seperti Baekhyun yang ia kenal lima tahun lalu, sifat aslinya mulai muncul dengan perlahan. Baekhyun cemberut saat melihat Chanyeol menertawakannya, ia sedang gelisah dan takut kalau-kalau Sehun memergokinya, Chanyeol malah menertawakannya. "Ayo kita jalan-jalan!"

Raut muram di wajah Baekhyun kian kentara saat mendengar ajakan Chanyeol. Chanyeol mengernyit heran, ia dengan lembut menyentuh alis Baekhyun dan mengelusnya, menghilangkan kerutan di sana, lalu memberikan senyuman pada Baekhyun.

"Kenapa murung?" tanya Chanyeol.

"Terakhir kali aku ketahuan keluar, badanku rasanya remuk karena Sehun menghukumku," jawab Baekhyun dengan sedih. Ia menghindari tatapan Chanyeol, Baekhyun tidak mau tahu bagaimana cara Chanyeol menatapnya saat mengetahui sebuah kebenaran memalukan mengenainya. "Jangan tanya bagaimana caranya membuat badanku sakit."

Semua kenangan itu benar-benar membuat mood Baekhyun memburuk. Teringat semua rasa sakit di hati dan tubuhnya saat Sehun bertindak semena-mena padanya, itu membuatnya benar-benar merasa kotor dan berdosa.

Chanyeol berusaha menekan amarahnya, ia menghirup napas dengan dalam lalu menghembuskan napasnya perlahan. Ia menuntun Baekhyun untuk membalas tatapannya, lalu mengulas senyum di bibir. "Pantas saja kau sangat putih, seperti vampir. Ternyata kau sangat betah di dalam rumah, ya?"

Baekhyun menarik tangan Chanyeol, mengajaknya untuk lebih masuk ke dalam apartemennya. Ia mendudukkan Chanyeol di sofa panjang coklat kesukaannya, lalu menempatkan dirinya duduk di sebelah Chanyeol.

"Sekarang kau bersikap sangat baik, Chanyeol. Dulu kau sangat dingin padaku." Chanyeol tertawa karena ucapan Baekhyun, sedangkan Baekhyun menatap Chanyeol dengan binar mata senang. "Ya Tuhan, Ya Tuhan, Ya Tuhan! Seorang malaikat baru saja tertawa."

Chanyeol menghentikan tawanya dan menyadari bahwa Baekhyun yang berada di hadapannya tidak banyak berubah. Ini adalah Baekhyun yang asli, tanpa kebohongan dan senyum palsu yang terpaksa ia pasang untuk menyembunyikan kesedihannya. Chanyeol berjanji akan membuat Baekhyun tersenyum seperti itu.

"Aku berubah karenamu. Ini adalah perubahan natural, Baek. Akupun tidak menyadarinya, sikap ini muncul saat aku ada denganmu," jawab Chanyeol dengan jujur. Chanyeol juga tidak mengerti kemana hilang sikap acuhnya jika berada di dekat Baekhyun. Lima tahun lalu, ia juga sering kehilangan kontrolnya jika Baekhyun berada di sisinya, dan setelah ia menyadari perasaannya pada Baekhyun, ia tidak akan menyembunyikan perasaannya lagi.

"Mulutmu juga semakin manis saja."

"Hm? Memangnya kau sudah merasakannya?"

"Hm?" Baekhyun menggumam, belum memahami pertanyaan Chanyeol yang melenceng dari pembicaraan mereka. Chanyeol tertawa lagi dan Baekhyun mulai menyadari pertanyaan Chanyeol yang terdengar menggodanya.

Tawa Chanyeol terhenti saat secepat kilat Baekhyun mengecup bibirnya. Ketika ia sadar, wajah Baekhyun sudah menjauh darinya dengan seulas senyum manis di bibirnya. "Benar, semakin manis."

Mereka saling melempar senyum, kemudian Baekhyun mendekat, melingkarkan lengannya pada leher Chanyeol dan mencium lelaki tinggi itu dengan sangat dalam. Chanyeol memeluk punggung Baekhyun hingga tubuh mereka rapat tanpa sekat. Gerakan bibir mereka seirama dan gesekan tangan Chanyeol di tubuh Baekhyun membuat suasana memanas. Baekhyun melepas ciuman mereka dan menatap Chanyeol dengan dalam.

"Aku merindukanmu," bisik Baekhyun di depan bibir Chanyeol, napas mereka saling memburu, namun Chanyeol masih saja dengan jahil meniup bibir Baekhyun tanpa berniat menautkannya. Suara desah Baekhyun membuat hasrat Chanyeol kian muncul, tangan Chanyeol menyibak kaos Baekhyun dan mengelus dadanya dengan gerakan abstrak, punggung Baekhyun menggeliat meminta lebih, Chanyeol tertawa saat mendapati Baekhyun tergesa-gesa dalam ciuman mereka.

Ponsel Baekhyun bergetar, ia mengumpat dalam hati si penelpon karena baru saja menghancurkan momen manis antara dia dan Chanyeol. Baekhyun melirik ponselnya yang berada di atas meja. Tiba-tiba ia merasa cemas, hanya Sehun dan beberapa bawahannyalah yang tahu nomor ponselnya. Itu mungkin saja Sehun. Sudah hampir seminggu lelaki itu membiarkannya, tidak mengusik ataupun memberinya perintah, dan itu benar-benar sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Chanyeol yang menyadari perubahan raut wajah Baekhyun pun melakukan hal yang sama, melirik nama yang tertera di ponsel Baekhyun yang berkedip-kedip. Chanyeol melihatnya, tulisan Sehun terlihat dengan jelas di sana. Kini Chanyeol mengerti dengan kecemasan Baekhyun.

"Angkat panggilan itu," perintah Chanyeol.

Baekhyun menggeleng dan memaksa Chanyeol untuk berdiri. "Kau harus keluar dari sini!"

"Aku butuh bicara dengan Sehun." Chanyeol melepas tangan Baekhyun dari bahunya dan menatap Baekhyun dengan penuh keyakinan. "Kita harus bicara dengannya. Kita tidak bisa terus bersembunyi seperti ini, Baek!"

"Sehun bisa membunuhmu!" teriak Baekhyun, ia menatap Chanyeol dengan raut wajah khawatir dan mata yang berkaca. Mereka saling bertukar tatapan dengan artian yang berbeda hingga sebuah suara membuat mereka menoleh ke arah pintu.

"Atau bisa kau sendiri yang membunuhnya, Baek."

Sehun berada di sana, dengan senyum meremehkan andalannya. Berjalan selangkah demi selangkah mendekati Baekhyun dan Chanyeol yang tengah berdiri berhadapan. Baekhyun maju mendekati Sehun, Sehun tidak boleh menyakiti Chanyeol.

Chanyeol meraih lengannya, namun Baekhyun dengan keras menepisnya. Baekhyun menoleh dan memberi Chanyeol tatapan memohon, ia ingin Chanyeol pergi dari sana, ia tidak ingin Chanyeol terluka, Baekhyun ingin Chanyeol mempercayakan semua ini padanya.

"Kau akan membunuh Chanyeol seperti yang kuperintahkan, kan?" tanya Sehun, membuat Baekhyun mengalihkan kembali atensinya pada Sehun. Baekhyun berusaha untuk terlihat tenang walaupun ia gugup dan takut setengah mati.

"Aku tahu semua rahasia bisnis kotormu, Oh Sehun! Biarkan aku bersama Chanyeol, aku janji akan tutup mulut."

"Kian pintar berbicara saja kau, Oh Baekhyun!" tawa remeh Sehun terlontar mendengar ancaman Baekhyun. seseorang yang ia latih kini berusaha menjatuhkan Tuannya, huh?

"Aku bukan Oh Baekhyun lagi!" teriak Baekhyun, menyembunyikan getaran dalam suaranya. Baekhyun bergerak ke arah Sehun dengan cepat, merebut pistol yang Sehun pegang dengan gerakan kilat. Sehun tertawa saat menyadari bahwa Baekhyun telah mengambil pistolnya dan kini ujung pistol itu mengarah padanya.

Baekhyun telah terlatih sebagai penembak sebelumnya, ia belum pernah memegang pistol sampai bergetar seperti ini. Mungkin ini karena ia tengah menodongkan pistol ke arah seseorang yang telah menjaga sekaligus menyakitinya. Perasaannya campur aduk dan itu membuatnya pening.

"Baekhyun, jangan." Suara Chanyeol terdengar di belakang Baekhyun. "Kau sudah berjanji untuk tidak membunuh siapapun lagi!"

Baekhyun mendengar langkah kaki mendekat dan paniknya bertambah. Tanpa mengalihkan fokusnya dari targetnya, Baekhyun berteriak, "Jangan mendekat, Chanyeol!"

"Kau yang bunuh dia, atau aku?" Baekhyun membelalakkan matanya saat menyadari bahwa Sehun membawa satu pistol lagi di balik celananya dan itu sudah berpindah di tangan lelaki itu. Dengan tersenyum, Sehun menodongkan pistol itu ke arah Chanyeol. "Kalau kau menembaknya, aku akan membebaskanmu."

Hening kemudian, Sehun tertawa puas sembari masih menodongkan pistol di tangannya ke arah Chanyeol saat Baekhyun berbalik dan mengarahkan pistol itu ke arah yang sama. Chanyeol mengangguk, seolah menyetujui pilihan yang Baekhyun ambil. Mungkin benar, kematianlah yang bisa menebus kesalahan Chanyeol pada Baekhyun, dan Chanyeol rela jika ia mati di tangan Baekhyun.

"Kau bilang aku tidak lagi boleh membunuh orang lain lagi, Chanyeol." Air mata Baekhyun terjatuh, pandangannya membayang karena terlalu banyak air di kelopak matanya. Melihat Chanyeol yang terlihat pasrah untuk dibunuh olehnya, nyatanya malah menggores luka dalam perasaan Baekhyun. Chanyeol tidak bersalah sama sekali, inilah takdirnya yang sesungguhnya. "Aku tidak boleh membunuh orang lain."

Begitu cepat setelah Baekhyun menyelesaikan kalimatnya, ia mengarahkan pistol itu ke arahnya sendiri. Dari awal, dialah yang seharusnya mati. Harusnya begitu.

"Tidak, BAEKHYUN!"

DOR!

Mungkin Sehun lupa jika alasan Baekhyun bertahan berada di sisinya adalah karena Chanyeol.

e)(o

Bunyi stabil elektrodiagram terdengar di salah satu bangsal rumah sakit. Seseorang dengan selang oksigen di hidungnya dan beberapa alat yang menempel di tubuh itu tak bergerak kecuali dada yang kembang kempis karena bernapas.

Byun Baekhyun. Sudah sebulan lebih lamanya ia mengalami koma. Ia terkena luka tembak di bagian dada. Beruntung baginya karena peluru itu tidak menembus jantung.

Ketika itu, Chanyeol dan Sehun secara bersamaan mencegah aksi Baekhyun menembak dirinya sendiri. Namun yang terjadi adalah, peluru Baekhyun entah menuju ke mana dan peluru dari pistol Sehun mengenai dada Baekhyun.

Chanyeol jatuh terduduk, dengan cepat ia meraih Baekhyun dalam pelukannya, memanggil nama Baekhyun berkali-kali namun tidak mendapat respon. Tanpa memperhatikan sekitar ia membawa Baekhyun keluar dari tempat itu, menyetop taksi dan membawa Baekhyun ke rumah sakit terdekat.

Sebulan lebih Baekhyun terbaring koma, selama itulah Chanyeol selalu berada di sisi Baekhyun. menceritakan semua yang ia lalui seharian, mendongengkan cerita-cerita lucu, dan terkadang menggoda Baekhyun dengan pertanyaan, 'kapan kau akan merasakan manisnya bibirku lagi?'.

Chanyeol masih belum percaya Baekhyun berniat membunuh dirinya sendiri setelah ia berjanji tidak akan membunuh orang lain. Chanyeol takut kehilangan Baekhyun untuk kedua kalinya. Ia berjanji tidak akan melepas Baekhyun lagi.

Chanyeol menoleh saat mendengar pintu terbuka, ia melihat Sehun masuk dari sana. Dengan cepat Chanyeol mengalihkan pandangannya dari pria itu. Hatinya masih saja panas saat melihat Sehun, dia marah karena apa yang lelaki itu perbuat pada Baekhyun. Tapi, bukankah ini sudah waktunya untuk membiarkan Baekhyun bebas dari belenggu Sehun?

"Baekhyun adalah orang paling polos yang pernah kutemui. Dia selalu tersenyum di semua situasi." Chanyeol memulai pembicaraan, masih dengan memandangi wajah damai Baekhyun. "Aku bertemu lagi dengannya dan dia terlihat berbeda. Dia menanggung semua sakitnya sendiri."

Chanyeol berbalik, bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati Sehun. Sehun hanya diam sambil menatap wajah Baekhyun yang tertidur. Benar, ia tidak pernah benar-benar memperhatikan semua raut terluka Baekhyun karena semua yang dilakukannya. Sehun menunduk saat Chanyeol dengan penuh kerendahan diri berlutut padanya.

"Aku sangat berterima kasih kau tidak membunuhnya sejak lima tahun lalu. Aku tahu kau juga menyayangi Baekhyun. Kumohon, biarkan Baekhyun bebas menjalani kehidupannya sendiri. Bukankah kau sudah cukup puas merusaknya? Memanfaatkannya? Apalagi yang akan kauambil darinya?"

Sehun tertegun melihat kilap jejak air mata di pipi lelaki yang tengah berlutut padanya ini. Baekhyun bertahan dengan Sehun walaupun ia tersiksa pun, itu adalah karena ancaman mengenai kematian perawatnyadan juga Chanyeol. Awalnya, ia hanya ingin bermain-main dengan Baekhyun karena ia terlanjur kecewa pada sang istri. Namun seiring berjalannya waktu, Baekhyun terasa seperti seorang teman, adik, dan juga kekasihnya. Tidak sia-sia Baekhyun menjaga hatinya selama ini, akhirnya ia bertemu kembali dengan orang yang dilindunginya.

"Aku akan mengambilnya kembali jika kau berani menyakiti Baekhyun." Itu yang dikatakan Sehun sebelum keluar dari bangsal Baekhyun. Meninggalkan Chanyeol yang masih bertahan di posisinya.

Bunyi elektrodiagram terdengar tidak stabil, dengan segera Chanyeol bangkit dan mengecek kondisi Baekhyun. ia menekan tombol untuk memanggil dokter sembari menyebut nama Baekhyun berkali-kali. Beberapa saat kemudian dokter bersama rombongannya datang, mengecek semua alat vital Baekhyun dengan cepat. Chanyeol khawatir bukan main, ia takut terjadi sesuatu pada Baekhyun. Chanyeol takut Baekhyun menyerah dan meninggalkannya.

"Keadaan pasien membaik. Berdo'a saja dia akan segera sadar dari komanya."

e)(o

Chanyeol terbangun saat merasakan elusan lembut di kepalanya. Ia menegakkan tubuhnya dan menemukan mata Baekhyun terbuka walaupun sedikit, juga senyum yang terulas di bibirnya yang pucat. Chanyeol membalas senyum itu, ia genggam tangan Baekhyun dan memanggil namanya berkali-kali.

"Kau sudah menua, Chanyeol. Kapan kau akan menikahiku? Sampai tumbuh uban di kepalamu?"

Chanyeol tidak tahan untuk memeluk Baekhyun saat itu juga.

HE … HE… HE…

.

.

Hai Teman, aku punya sesuatu … Baca sampai akhir ya

"I ChanBaek U" Fanfic Fever

Welcome Chanbaek Lovers! Adakah dari kalian yang penulis? Atau yang suka nulis fanfic tapi belum percaya diri buat post?

Yups! Here we are! Kali ini kita akan 'berbagi' fanfiksi dengan kalian, dengan cast Chanbaek pastinya. Share fanfic kalian di sini!

Jadi, ada 3 gambar fanart yang disediakan buat prompt. Kalian bisa memilih SALAH SATU gambar tersebut untuk jadi ide ff kalian. Gambar bisa di cek di Instagram kami, bridawu, presiousca, cussonsbaekby

Here's the rules :

1. Cast WAJIB CHANBAEK top!chan, bot!baek,

2. BOYS LOVE, bukan brothership apalagi friendship,

3. Genre BEBAS (sesuai fanart yang dipilih),

4. Rate BEBAS,

5. Oneshoot (jumlah word BEBAS),

6. Bahasa indonesia,

7. FF blm pernah di publish dan hasil karya sendiri.

Ketentuan lain :

1. Ff beserta profil kalian (nama asli, penname, kontak personal; wa/line/ig) dikirim ke email chanbaekyou69 dengan subjek "ICU (judul fanfic) (penname) (fanart yang dipilih)"

Contoh : ICU - No Scrubs - Lalaland - fanart 1.

2. FF dilampirkan sebagai attachment (tidak di badan email).

3. Fic yg diikut sertakan akan dipost di akun ffn cussonsbaekby sesuai urutan pengiriman dan tidak dicantumkan penname di dalamnya sebelum pengumuman pemenang.

Misal : CB Fever 1, CB Fever 8

4. Penilaian 100% dilakukan oleh juri.

5. Deadline pengumpulan FF sampai tanggal 20 Desember 2017.

6. Pemenang akan diumumkan di akun ffn kami pada tanggal 23 Desember 2017

Here's the candy's for the winners!

Kategori FF:

- Juara 1 : Album Repackage EXO Power (unsealed)

- Juara 2 : Penstick EXO + Kaos EXO The ElyXiOn

- Juara 3 : Kaos EXO The ElyXiOn

Kategori Readers:

1. Pulsa total 30k untuk dua readers tercyduk

Fanfic kontes akan dipost mulai tanggal 21-22 Desember 2017 secara bertahap. So, lets join and get the happiness with Chanbaek!