Love After Love

Cast:

Kim Jaejoong

Jung Yunho

Go Ahra

Sandara Park

Story line: giaoneesan

Genre: Hurt-complicated-family-YAOI-romance-againts

Rating: PG17

Lenght: Chaptered

Happy reading^^

.

.

.

Titik dimana kau berdiri

Disanalah aku akan berhenti ...

Chapter 8 end

Love After Love

giaoneesan

.

.

.

.

Keenam pasang mata itu saling menunduk. Sosok pria paruh baya yang berwajah tegas terlihat semakin dipenuhi gurat penyesalan. Sementara wajah namja disampngnya yang merupakan istrinya juga masih terisak dan sesegukan.

Ketiga orang yang lain mengangkat wajah dan menatap seorang pria paruh baya lainya yang tengah tampak tenang diantara yang lainnya.

"Appa, bisakah Appa jelaskan sekarang apa maksud semua ini?" seru Ahra penuh penekanan dalam pertannyaanya.

"Joeseonghamnida sajangnim." Laki-laki paruh baya yang dipanggil Appa oleh Ahra itu bangkit dan bersujud di hadapan pria lain yang menggelengkan kepalanya.

Jaehyuk meraih pundak suaminya dan menenangkannya. Pria itu belum mengatakan apapun sejak menerima hasil tes dari dokter beberapa saat yang lalu.

Semua orang melakukan tes menemukan kecocokan bagi donor sumsum tulang belakang untuk Jaejoong. menurut pendapat dokter, leukemia yang diderita namja pemilik mata doe itu sedang dalam fase medium, yang artinya tidak bisa sembarang melakukan oprasi pencakokan sumsum tulang belakang jika kondisi pasien tidak memungkinkan.

"Aku sudah mengetahui semuanya." Ucap Joongwon membuat Kang Pyo tersentak. Laki-laki itu mengangkat wajahnya dan menatap majikannya tidak percaya.

"Sajangnim ..." Joongwon menghela nafas, mengarahkan pandangannya pada Jaehyuk yang menganggukkan kepalanya seperti memberi ijin.

Ahra dan Yunho saling pandang sebelum kemudian kembali menatap ketiga orang tua yang sepertinya sedang menyimpan rahasia besar.

"Aku mendengar pembicaraan kalian malam itu. saat kau menyuruh Han Yun Ri untuk berbohong padaku dan Jaehyuk." Ahra menggeleng tidak mengerti apalagi melihat raut wajah ayahnya yang tercengang. Sama halnya dengan Yunho, namja tampan itu tetap diam dan mencoba memahami arah pembicaraan para orang tua di hadapannya.

Go Kang Pyo semakin menundukkan wajahnya, begitu pula Yun Ri.

"Appa! Keuge mwonde? Apa yang sebenarnya kau rahasiakan dariku?" ucap Ahra lantang dan menatap ayahnya.

"Kau dan Jaejoong adalah saudara seayah Ahra~ya."

Deg

Ucapan yang terlontar dari mulut Joongwon sukses menyiramkan air es di atas kepala gadis berhazel gelap itu. Ahra menggeleng tidak percaya. Bagaimana bisa? Kenapa semuanya menjadi seperti ini?

"Jadi itukah alasan kenapa tulang sumsum ku cocok dengan Jaejoong oppa?" tanya gadis itu dengan wajah linglung. Yunho meraih pundak Ahra dan menenangkannya, meskipun tidak dipungkirinya bahwa keterkejutan luar biasa baru saja menerpanya.

Kang Pyo terdiam, begitu juga ketiga orang dewasa yang lainnya.

"Lalu kenapa kalian membiarkanku dan Jaejoong oppa menjalin hubungan?" ada nada marah dalam suara gadis itu yang membuat ayahnya tertohok.

"Geure, anggaplah ini sebagai keajaiban, paling tidak aku bisa menyelamatkan Jaejoong oppa. Aku tidak peduli dia saudaraku atau orang yang kucintai. Aku pasti akan melakukan apapun untuk menyembuhkannya." Imbuh Ahra dan menutup kedua hazelnya.

"Tuan Kim Joongwon?" semua orang lantas mengarahkan perhatian pada sosok pria berseragam resmi kedokteran yang muncul dari balik pintu. Joongwon langsung bangkit begitu juga Jaehyuk.

"Iya dokter, saya ayah pasien." Ungkap Joongwon.

"kondisi putra anda sudah stabil. Kita bisa melaksanakan operasi pencakkokan sumsum tulang belakang secepatnya." Semua orang menarik nafas. Joongwon berjalan mendekati Ahra.

Grep

"Ahra~ah, tolong selamatkan putraku. Kau harapan kami satu-satunya. Berjuanglah bersamanya dan tolong bawa dia kembali secepatnya." Ahra terisak dan membalas pelukan pria paruh baya itu.

"anda tenang saja tuan, aku akan membawa Jaejoong oppa kembali dengan selamat." Joongwon menggeleng.

"Anya, kau juga putriku Ahra~ya ..." ucap Joongwon yang membuat tangis gadis dalam pelukannya pecah.

Hik

Hik

Jaehyuk berlari dan memeluk Ahra beserta suaminya. Yun Ri jatuh dalam pelukan Kang Pyo dan terisak di bahu laki-laki itu.

"Mari Ahra –san." Ucap dokter mengintrupsi. Ketiganya melepaskan pelukannya dan saling menghapus air mata yang keluar sebagai bukti kesedihan sekaligus kebahagiaan. Ahra berbalik dan menatap satu-satunya namja yang sepantaran dengannya. Yunho tersenyum, diraihnya tangan Ahra dan meremasnya menyalurkan kekuatan agar gadis itu percaya dan merasa tenang.

"Aku percaya padamu Ahra~ah." Yunho memberikan pelukan sekilas dan membiarkan Ahra memasuki pintu bersama dokter yang menemaninya.

Yunho memandang pintu yang memiliki segotak ventilasi kaca yang sangat menyesakkan itu. sudah dua kali namja bersurai brunette itu berdiri mematung di depan pintu itu. Menunggu dan berharap untuk yang kedua kalinya.

Seseorang yang memiliki paras yang sama dengan orang yang disayanginya dulu kini tengah berjuang untuk mengambil sebongkah harapan yang akan membawanya kembali di sampingnya.

'Jaejoong~ah, jangan pernah tersesat dimanapun kau berada. Dengarlah setiap bisikan suaraku yang akan menuntunmu, kau pasti akan menemukan jalan untuk kembali kesisiku. Pulanglah, aku selalu berdiri di sini menunggumu memelukku. Pulanglah ...'

Yunho terduduk di lantai rumah sakit meraup rambut yang menutupi keningnya dan menyembunyikan wajahnya dalam tundukan penuh harapan. Tidak berbeda dengan ke empat orang lainnya yang saling memberi dukungan satu sama lain. Melupakan kebohogan, kejahatan dan kebencian yang mereka rasakan beberapa saat lalu.

.

.

.

Sosok pemuda bermata musang itu berjongkok didepan sebuah pusara. Tangannya terulur menyentuh nama yang tertera dalam nisan itu.

"gomawo, atas warna yang kau tunjukkan dalam hidupku. Terimakasih telah mengenalkanku tentang cinta." Setitik air mata jatuh dari sudut mata musangnya.

"Mianhe, aku tidak bisa menjagamu dengan baik. Mianhe, aku tidak pernah mengenalmu dengan baik, aku tidak pernah mendengar keluh kesahmu dengan baik. Dan aku tidak disampingmu saat kau membutuhkanku. Tapi terimakasih sudah mengenalkanku pada cinta ..." menghapus air matanya, Yunho bangkit berdiri dan berbalik.

Senyum mengembang disudut bibir hatinya ketika obsidian miliknya menangkap bayangan sosok yang berdiri tak jauh darinya sembari tersenyum.

Cuup

Bibir cherry itu mengerucut dan mata doe yang memicing penuh peringatan ketika sebuah kecupan dilayangkan bibir hati dihapannya.

"Yak! Kenapa kau selalu menciumku di tempat seperti ini eoh?" Yunho tersenyum mendengar protes yang terlontar dari lips cherry itu.

Cup

"Aisssh ! michingoya?" Yunho tergelak dan menggeleng.

"Wae? Bukankah ini tempat yang paling tepat? Sepi dan tenang, hanya ada kita berdua tentunya." Bela Yunho pada dirnya sendiri membuat sosok di hadapannya mendengus dan memalingkan wajah.

"Lalu apa itu yang terbaring didalam tanah eoh?"

"Mereka sedang tertidur, karena itu jangan berisik, atau aku akan membungkammu dengan ciuman, untuk membuatmu diam dan kita tidak akan mengganggu mereka." Sosok bermata doe itu berjengkit dan memeluk tubuhnya sendiri dengan kedua tangannya kemudian mengedarkan matanya kesekiling tempatnya berpijak sambil kemudian menelan salivanya yang justru membuat Yunho terkekeh geli.

Seet

"Jja, kita pulang sekarang. Apa kau tidak menyapanya eum?" tanya Yunho dan sosok itu menggeleng sebelum tersenyum.

"Anieyo, aku sudah bertemu dengannya. Dia bilang dia mencintaimu, dan menyuruhku mengatakannya padamu. Saranghaeyo Jung Yunho ssi ..." mengangkat sebelah alisnya heran karena tidak mendapat jawaban, namja berkulit seputih susu itu menghentikan langkahnya.

"Kau tidak menjawabnya." Yunho memandang kedua mata doe itu.

Grepp

"Tolong sampaikan padanya, Mianhe. Aku sudah mencintai orang lain dan hanya akan mencintainya seorang. Jung Yunho hanya mencintai Kim Jaejoong." ucapnya dan memeluk tubuk yang lebih kecil itu dalam dekapannya.

"Arraseo. Nado saranghaeyo "

Kedua tangan itu saling menggengam dan bertaut dengan erat. Yunho tersenyum dan menarik tubuh pemuda yang berjalan disampingnya hingga merapat ketubuhnya dan tangannya beralih merengkuh pinggang ramping itu tanpa lupa memberikan kecupan di puncak surai almond yang beraroma vanila favoritnya.

.

.

Love After Love

giaoneesan

.

.

"Jaejooonggggg opppaaa! Bogoshipooo, saranghaeyo Ti amo."

Grep

Jaejoong tersentak saat mendapati tubuhnya yang tiba-tiba dipeluk yeoja beraroma Jasmine itu.

Srett

"Yak! Mwoaneungoya?" seru Yunho dan langsung memisah tautan tubuh namja yang telah resmi menjadi kekasihnya dengan yeoja berambut lurus diatas bahu itu.

"Yak! Namja berwajah kecil. Kenapa kau selalu mengganggu moment bahagiaku bersama Jaejoong oppa eoh? Kka, kkarago!" Yunho terkekeh.

"Mwo?" Dara mendeatglare Yunho dan meraih pergelangan tangan Jaejoong, merengkuhnya dengan erat.

"Jaejoong oppa, kapan kita akan melangsungkan pernikahan? Aku sudah tidak sabar." Ujar Dara, Jaejoong mengerjap bingung dan mengerutkan kedua garis matanya.

"Aissh! Siapa yang akan menikah denganmu hah? Jangan bermimpi. Dengar baik-baik yeoja childish, Kim Jaejoong itu hanya milik Jung Yunho arraseo!" Yunho melepaskan paksa tangan Dara dan menarik Jaejoong kesampingnya. Merengkuh pinggang ramping namja cantik itu dan melontarkan pandangan memperingatkan pada Sandara.

"Ta –tapi ... ka –kalian berdua kan namja? andwe!"

Seet

Dara tersentak saat seseorang meraih tanagnnya.

"Kau terlambat nona Park. Sekarang pemilik sah Jaejoong oppa bukan lagi Go Ahra ataupun Sandara Park, tapi Jung Yunho. Kau tau, jadi berhentilah mengejar dan bermimpi menjadi istri Jaejoong oppa." Dara mengerutkan kening.

"Yak! Sejak kapan kau menyerah begitu saja eoh?"

"Sejak aku tau kalau ... aku rasa sekarang aku tidak perlu memanggil Kim Jaejoong dengan sebutan oppa. Bukankah kau nae dongsaeng." Jaejoong tersenyum dan Yunho semakin mengeratkan pelukannya pada kekasih tercintanya itu. sementara Sandara terlihat benar-benar syok tanpa bisa mengucapkan sepatah kata hanya mulutnya yang membuka dan menutup.

"Jinjjayo? Neo, Jaejoong oppa Noona?" Ahra mengangguk dan menarik tangan Dara, membuat gadis itu hanya mampu pasrah saat diseret meninggalkan pasangan yang tampak mesra itu.

"Kau puas tuan Jung? Kau dengar barusan? Yang berhak memiliki Kim Jaejoong hanyalah Jung Yunho. Eotte?" Yunho mengangguk dan tersenyum.

"geuromnyo. Selamanya akan tetap begitu." Yunho menyentil pucuk hidung mancung namja cantik itu, membuat pemiliknya mengerucutkan bibir cherrynya. Dan mendapatkan kecupan dari bibir hati di hadapannya.

.

.

.

"Eomma ...'

"nde?" Jaehyuk dan Yun Ri sama-sama menjawab membuat Jaejoong mengangkat alisnya dan kemudian tersenyum diikuti kedua orang lainnya.

Sejak operasi pencakokan Jaejoong enam bulan yang lalu, Jaehyuk dan Joongwon memutuskan untuk memberikan tempat bagi yeoja ibu dua putra itu untuk tinggal bersama di kediaman Kim. Yun Ri resmi menjadi istri Go Kang Pyo sekalligus eomma Ahra dan Jaejoong. karena pada kenyataannya, Joongwon dan Jaehyuk memang tidak memiliki wewenang apapun atas Jaejoong yang ternyata putra kandung dari Kang Pyo dan Yun Ri.

Tapi namja cantik itu adalah separuh nyawa bagi kedua pasangan Kim itu dan sampai kapanpun tidak akan bisa berpisah dengan Jaejoong.

"Ada apa chagya?" tanya Jaehyuk.

"Anieyo, hanya saja sedikit bingung dengan kartu undangan pertunangan ini."

Cuup

"Yunnn ... kenapa kau suka sekali mengangetkanku dengan ciuman eoh? Kau membuatku geli." Yunho terkekeh dan duduk disamping Jaejoong.

Ehem

Joongwon berdehem membuat kedua pasangan muda itu menunduk menahan malu.

"Kau membingungkan apa Joongie?" Tanya Joongwon disetujui Jaehyuk dan Yun Ri dengan anggukan.

"Ini, kartu undangannya harus ditulis dengan apa? Jung Yunho dan Kim atau Han atau Go? Kim Jaejoong? Han Jaejoong? Go Jaejoong? bukankah sedikit membingungkan?" tanya namja cantik itu dan memperhatikan kartu undangan pertunangannya dengan Yunho.

"Kenapa harus bingung? Pilih saja Jung Jaejoong. itu sangat cocok untukmu, gureu?" Yunho menginstrupsi sambil tampak berfikir.

Plukk

Jaejoong menoyor kepala Yunho membuat namja tampan itu mendelik dan mencebilkan bibir hatinya.

"wae?"

"Micheoseo? Yah! Kita belum resmi menikah, mana boleh memanggilku seperti itu. aissh Jinjja! Seharusnya kau yang berubah marga menjadi Kim Yunho ha ... ha ... ha ..." gelak tawa Jaejoong membuat tiga orang lain ikut tertawa,

"Mana boleh seperti itu. sekali Jung Jaejoong tetap Jung Jaejoong tidak ada yang berubah. Titik!" Jaejoong mendegus dan membuang muka. Joongwon menggelengkan kepalanya sementara Jaehyuk dan Yun Ri masih menahan senyum.

"Sudahlah, Joongie cepat kalian pilih kartu undangan yang terbaik. Ingat, seminggu lagi acara pertunagan kalian akan segera dilaksanakan." Ujar Joongwon dan Jaejoong mengangguk.

"Kenapa harus bertunagan? Bukankah lebih baik langsung menikah?" tanya Yunho yang sukses membuat kepalanya mendapat jitakan dari Jaejoong serta membuat semua orang speecless.

.

.

Love After Love

giaoneesan

.

.

Jaejoong menatap tubuhnya didepan cermin besar dikamarnya. Sebuah jas putih dikenakannya dengan bunga mawar tersemat di dada kirinya.

'Han, sebentar lagi aku akan melanjutkan hubunganku dengan namja yang kau pilihkan untukku. Gomawo, pilihanmu sangat tepat. Aku mencintainya, sangat' ungkap Jaejoong didepan cermin.

Tok

Tok

Tok

Namja cantik itu menoleh dan mendapati yeoja dengan dress berwarna putih diatas lutut dan rambutnya yang ditata elegan.

"Oh, Ahra~ya." Ahra tersenyum dan mendekati Jaejoong. ditepuknya kedua bahu namja bermata doe itu.

"kau sangat menawan Joongie. Ah, aku benar-benar ingin memiliki pasangan sepertimu. Semoga dikehidupan yang lain nanti aku bisa memilikimu."

"Andwenikayo! Dikehidupan manapun, Kim Jaejoong itu akan selalu berpasangan dengan Jung Yunho." Ahra memutar haselnya dan menatap galak kearah namja bermata musang yang berdiri didepan pintu.

"Yak! Bukankah kau dilarang menemui Joongie sebelum acara pertungan ini resmi eoh?" tanya Ahra dan melontarkan tatapan tajamya yang tidak dihiraukan Yunho. Namja bermata musang itu justru berjalan mendekat kearah calon tunagannya.

Cuup

Jaejoong terkejut namun tidak mampu melakukan apapun bahkan menolak, saat bibir hati itu justru mulai bergerak dan menyesap cherry lipsnya, melumanya dikedua sisinya. Jaejoong mengikuti irama yang Yunho buat dan memejamkan kedua mata doenya. Keduanya saling melumat bahkan saat Yunho mencoba memasukkan lidahnya masuk melesak kedalam mulut jaejoong dan beradu lidah disana.

Ahra mendecak dan menggeleng sebelum melangkah pergi meninggalkan dua sejoli yang dimabuk cinta itu.

"Kalau kalian tetap seperti itu, aku pastikan pertunagan kalian tidak akan pernah terlaksana. Dan kau Jung Yunho, get out from here sebelum Appa Kim memukulmu dengan tongkat golfnya." Yunho mengabaikan peringatan Ahra dan justru semakin menambah intensitas ciumannya hingga semakin panas.

Urggh

"Yah! Kau mau membuatku kehabisan nafas eoh? Kka! Benar kata Ahra, cepat keluar sebelum kau lepas kendali." Ucap jaejoong dan mendorong tubuh Yunho hingga keluar dari kamarnya.

"Jaejoong~ah, saranghaeyo.. I love you." Jaejoong tersenyum dan mengangguk.

"Nado saranghaeyo ... aishiteru." Yunho berlari mengecup bibir cherry jaejoong dan langsung berhambur berlari. Membuat Jaejoong mencebilkan bibirnya, melihat hingga tubuh Yunho menghilang di undakan tangga menuju lantai bawah.

Tersenyum, namja cantik itu menutup pintu kamarnya. Di usapnya bibir cherrynya yang tampak saliva meleleh hingga dagu dan dibawah hidungnya.

Jaejoong baru saja akan kekamar mandi ketika tubuhnya tak sengaja bertemu dan bertatap dengan cermin besar dikamarnya.

Deg

Menelan salivannya, Jaejoong berjalan semakin mendekat kecermin dan melihat wajahnya di sana. Menggeleng hebat, namja bermata doe itu kembali melihat tangannya yang baru saja digunakannya untuk membersihkan salivannya.

"Anya, anya. Ini tidak mungkin. Bagaimana bisa seperti ini? Anya, anya." Berulang kali jaejoong menggeleng hebat. Wajahnya di cermin, tak bisa membohongi onix miliknya. Sebuah cairan pekat berwarna merah itu kembali mengalir dari hidungnya.

Jaejoong berulang kali melihat pantulan wajahnya dan juga telapak tanganya yang dipenuhi darah yang terus saja keluar dari lubang hidungnya. Kepalanya terus menggeleng tidak percaya.

"andwe, bukankah aku sudah sembuh? Apa ini? Ige mwoya? Kenapa darahnya tetap masih keluar? Anya, anya!"

Jaejoong berbalik dan berjalan mendekati pintu sembari kedua matanya yang tak berhenti menatap kedua telapak tanganya yang telah dipenuhi cairan darah itu.

"Yunho~ya ..."

Brukk

Tubuh berbalut jas putih itu terjatuh dan membentur lantai. Hal terakhir yang dilihat Jaejoong adalah darah di kedua telapak tanganya dan semuanya gelap sesudah itu.

.

.

.

Yunho berdiri dengan tatapan kosong sementara Yun Ri dan Jaehyuk tak berhenti terisak dan menangis. Ahra duduk disamping Kang Pyo dan Yun Ri sama halnya dengan yang lainnya yeoja itu hanya mampu tertunduk dan tak berhenti meneteskan air matanya.

Krieet

Semua orang tersentak dari pikirannya masing-masing dan langsung menghambur kehadapan dokter muda bermarga Cho itu.

"uisangnim, apa yang sebenanya terjadi? Katakan kenapa uri Joongie bisa pendarahan lagi seperti itu? bukankah dia sudah sembuh saat berhasil menjalani pencakokan tulang sumsum?" dokter muda itu menarik nafas dan menunduk saat Joongwon mengujarkan pertanyaan.

"Jangan hanya menunduk dokter. Katakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi pada jaejong." Kang Pyo meraih kerah kemeja seragam kedokteran pemuda itu dan menariknya.

"katakan apa yang terjadi." Kyuhyun menatap semua orang dan menarik nafas dalam.

"Ini sangat sulit dipahami, tapi inilah kenyatannya tuan, nyonya. Putra anda mengalami graft versus host disease ."

"mwo? Apa maksud dokter?" tanya Joongwon tidak mengarti.

"GVHD, adalah reaksi penolakan tubuh pasien penderita pada donor sumsum yang diterimya. Biasanya keadaan ini akan terdeteksi saat pengujian. Tapi ini benar-benar diluar dugaan. Reaksi ini baru muncul setelah operasi berhasil dilakukan bahkan telah lewat dari enam bulan."

"sembuhkan dia uisangnim. Aku mohon singkirkan penyakit mengerikan itu dari tubuh Jaejoong sekarang juga. SINGKIRKAN! Aku mohon padamu..." pekik Yunho membuat semua mata memandang kearahnya. Dokter Cho menggeleng, membuat Yunho terpaku dan langsung mengampiri namja dokter itu.

"Apa maksud dari gelenganmu itu HAH?"

"kami akan berusaha tuan. Tapi masalahnya sekarang kondisi pasien sangat jauh dari normal. Dan kabar buruknya, tuan Jaejoong juga mengalami pendarahan." Yunho terduduk dengan lututnya membentur lantai putih rumah sakit.

.

.

.

"gwenchana?" jaejoong mengangguk dan tersenyum. Yunho kembali mengecup punggung tangan kekasihnya dan membelai kening namja cantik yang terbaring dengan wajah pucat itu. jaejoong mengulurkan tanganya dan menghapus air mata yang baru saja terjatuh dari kelopak mata Yunho dan menggeleng.

"Jaejoong oppa, kau harus sembuh nde. Aku janji tidak akan mengejar-ngejarmu lagi. Tapi berjanjilah kau harus membuat kondisimu stabil dan melakukan operasi keduamu. Aku akan menangkap bunga yang kau lemparkan nanti saat pernikahanmu." Ucap Sandara sembari menahan air matanya. Jaejoong tersenyum dan mengangguk.

Sandara pergi keluar dari ruang rawat Jaejoong bersama Yoochun. Junsu menarik tangan Changmin agar mengikuti Yoochun.

Dara menatap nanar sosok yeoja yang berdiri di samping pintu bersama keempat orang tua lainnya.

Grepp

"Berjanjilah, kau akan membuat Jaejoong oppa sembuh total Ahra noona." Seru Dara sambil memeluk Ahra. Gadis itu mengangguk dan keduanya terisak. Dokter telah menjadwalkan ulang operasi untuk jaejoong setelah kondisi fisik namja cantik itu stabil. Dan semua orang kembali berharap agar keajaiban itu akan datang kemballi.

.

.

.

"Yun ..."

"Nde, musun illiya? Kau memerlukan sesuatu?"

"Aku ingin bertemu dengan Eomma dan Appa." Ucap jaejoong dan tersenyum. Yunho mengangguk dan bangkit dari duduknya. Mencium bibir cherry itu sejenak dan berjalan menuju pintu. Namun beberapa langkah sebelum mencapai pintu, namja bermata musang itu berhenti. Sedikit bingung bukankah Jaejoong memiliki dua orang tua? Siapa yang ingin ditemui kekasihnya itu? Kim atau Go? Yunho berbalik dan kembali berjalan mendekati ranjang jaejoong yang sudah kembali tertelap.

"Joongie~ah, kau ingin menemui Eomma, Appa Joongwon dan Jaehyuk atau atau Go ajjhusi dan eomma Yun Ri eum?" Yunho menyentuh tangan jaejoong pelan dan menunggu Jaejoong membuka kedua matanya.

1 detik

2 detik

3 detik

"Jaejoong~ah ... Joongie~ya ..." Yunho menelan salivanya dan mengulurkan tangannya menyentuh saluran pernafasan Jaejoong.

Brukkk

Tubuh Yunho terkulai dan terduduk di pinggir ranjang. Tatapannya kosong dan tubuhnya seperti tak memiliki apapun lagi bahkan setitik nafas pun sulit dihembuskannya.

"JAEJOONG~AH! ANDWEEEEEEEEEEEEE! Argggggggggghhhhhhhhhhhh!" jeritnya membuat semua orang berhambur masuk dan tercengang tak mampu mengucapkan apapun dan hanya bergeming.

.

.

.

Yunho menatap diam sosok wajah yang berada di dalam peti berwarna hitam itu. entah apa yang membuat wajah Jaejoong tarlihat bahagia dan tersenyum saat memasuki tidur panjangnya. Apa karena dia akan bertemu dengan saudara kembarnya? Entahlah, hanya Jaejoong yang tau arti senyumnya itu dan selamanya Yunho tidak akan tau sebelum bertemu sendiri dengan pemilik bibir cherry yang tampak pucat dan tak hidup itu.

Tak jauh darinya berdiri, Ahra, Yun Ri terduduk menggunakan hangbok berwarna hitam dan tak berhenti terisak. Beberapa orang menyalami Joongwon dan Jaehyuk dengan ucapan bela sungkawa. Mata musangnya terus menatap wajah pucat yang tak bergerak itu.

"Yunho~ya!" pekik Mr dan Mrs Jung yang juga menghadiri pemakaman putra keluarga Kim atau calon menantunya. Semua orang terkejut saat melihat namja pemilik mata musang itu melangkah masuk kedalam peti mati tempat bersemayam tubuh Jaejoong yang sudah tak bernyawa itu, dan berbaring disampingnya.

Yunho tersenyum dan menatap wajah cantik yang tengah terpejam itu.

"Jika aku tidak bisa menjagamu di tempat ini, maka aku akan menjagamu di tempat lain Jaejoong~ah. Saranghanda ..."

Glup

Sebuah cairan bening dalam botol kecil itu sukses meluncur masuk kedalam kerongkongan Yunho dan membuat nafas pemuda itu tersendat. Tangannya meraih tangan jaejoong yang telah dingin itu sebelum beberapa detik berikutnya, mata musangnya menutup dengan sempurna dan tubuhnya terkulai tak bernafas lagi.

"Yunho~ya!" semua orang tercengang dan melihat tubuh kedua sejoli itu didalam peti. Mr dan Mrs Jung terisak dan menggoyangkan tubuh putranya di dalam peti. Kang Pyo meraih botol kecil yang baru saja diteguk Yunho isinya dan wajahnya menggeleng saat melihat keterangan yang tertera dalam botol itu.

"Sianida ..." semua orang terduduk lemas, sebuah kata itu sudah memberitau segalanya. Karena racun itu adalah jenis yang paling cepat merenggut nyawa seseorang dalam sekejap. Tidak ada yang mampu dilakukan lagi. Semua orang tau betapa besar seorang Jung Yunho mencintai Kim Jaejoong.

Dan inilah jalan yang terbaik ketika yang satu tak bisa bersama dengan yang lain, maka keduanya akan bersatu di tempat yang tak mungkin terbayangkan.

"Saranghaeyo Kim Jaejoong ..."

Love After Love

giaoneesan

.

.

.

.

END

Uwaaaa ... aku kabur yah! Sayonara ...

Big thanks yang sudah mengikuti ff ini. LAL adalah ff pertama gia yang udah luamaaa bggd baru bisa selesai akhirnya. Dan g nyangka xl ini akan jadi Against. Apa sedihnya terasa. Gia g nyadar nulis bagian ending cerita ini. Just hope You like it.^^

Mohon sampaikan kesan kalian ^^ arigatou

Gia ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya yang sempetin RnR di Love After Love

Vic89: thx Vic dirimu g pernah absen di Fic ini #hug. Mianhe, gia g nyadar saat menulis kisah ini. Dan abang Vic g selamat sorry, V tenang ajj Yunho selalu menemani dimanapun abang Vic berada.

Guest: jawabannya, adlah kemungkinan hampir 99% kemungkinan kembar identik itu jika salah satunya memiliki suatu kelainan, maka yang lain akan berdampak sama. Thx sudah RnR yah ^^

zhe: gia udah lanjut dan chapter ini End. Ahh #bungkukbadan. G tau mianhe akhirnya against g kecewa kha? Gomawo sudah RnR. Apa zhe nangis lagi? Jangan yah, Yunjae selalu bersama dan bahagia

Yeojachingu YunJae: Unnie, iaa Jae kena penyakit yang sama dng kembarannya dan berakhir sama pula. Iaa eonni seperti jwb gia diatas kembar identik itu punya suatu kesamaan. Jae udah sembuh tapi ... mianhe eunni gia lg sedih hueeee... gomawo eon udah RnR.

Jejeje Kakkoii: MianHe T_T gia juga g tau knp bisa against ,, tp yunjae ttp bersatu kan... terimakasih yah sudah mampir dan RnR

YunHolic: Iaa bener tebakannya Jae nyusul Han ... mianhe hehehe gomawo sudah RnR. Gia juga liat dirimu g pernah absen ngikutin FF ini arigatou

SimviR: huft! Jae meninggal sama seperti Han, mianhe... thx nde SimviR udah selalu RnR di Fic ini arigatou

yoon Hyunwon: hallo Yoon ah, iaa gia udah kelarin nyp end FF ini. Jagan kejar gia yah. Semuanya ulahnya tangan gia yang ngetik hehee... gomawo sudah RnR dan ngikutin FF gia

Guest: nggak ada deat clara, tp mereka ttp bersama di tempat lain. Yunjae selalu bersama. Gomawo sudah RnR yah

Ifa. p .arunda: huweeee... jaema ternyata g sembuh, dan menyusul han, tapi ujungnya tetap bersatu Yunjae. Gomawo nde udah RnR

kim ana kumu: iaa dan ini chapter endingnya. Against yah mianhe. Gomawo nde ana-chan udah RnR di Fic ini

Dipa Woon: iaa awalnya memang baik2 saja dan berhasil tapi... tetap saja nasib itu g terduga #plak abaikan gomawo sudah RnR nde

Aaliya Shim: allo reader setia gia ^^ mianhe jangan salahin gia yah, ini ulahnya si tangan yng ngetik tanpa pikir dulu. Apakah chp ini terduga? Ternyata semuanya terungkap dalam sekejap yah ... bukan sad ending xo iaa khan? Gia g mau memisahkan Yunjae.. pokoknya Gomawo buat Aaliya-chan udah RnR dan setia sama Fic ini #hug

winnie. jjkyu: Jae oppa meninggal mianhe tapi bukan sad ending khan? Entahlah yang jelas Yunjae bersatu. Gomawo nde sudah RnR di LAL

shiva. julitresa: iaa ini nex sekaligus end chpternya. Gomawo sudah RnR dan mianhe jae ternyata meninggal.

Ichigo song: iaa Jae kena leukemia juga. Jinjja emang iaa gia cepetin alurnya yang chp kemarin. Tbece emg selalu g enak,, hahaha... itu bagian dari cerita. Semoga ini g mengecewakan nde, gomawo dirimu juga selalu RnR di Fic ini khan? Gia tau hehehe hug

isnaeni love sungmin: iaa ini udah next dan End yah, gomawo sudah meninggalkan jejakmu

(^_^)