Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Sword Art Online © Reki Kawahara
.
.
.
Multipairing:
Tobirama x Yuuki
Naruto x Tianyi
Kirito x Asuna
Kamis, 28 April 2016
.
.
.
CHAPTER SEBELUMNYA:
"Akhirnya semuanya selesai ... Aaaaaaaaah ..."
Kirito tersenyum lega. Dia mulai berlutut untuk menyentuh kotak kubus kaca itu. Namun ...
"Kirito, ternyata kaulah Silver Dragon yang sebenarnya."
Seseorang menyapanya dan melihat perubahannya dengan jelas sekali. Spontan, Kirito kaget setengah mati saat melihat orang yang menyapanya itu, berdiri tak jauh darinya.
Kedua mata Kirito sedikit membulat. Mulutnya ternganga lebar.
"Naruto ... Tianyi ...?!"
.
.
.
DRAGON HEART ONLINE
By Hikasya
.
.
.
Chapter 8. Bertindak
.
.
.
Sementara di istana es yang terletak di puncak perbukitan bersalju, di Ice City, wilayah White.
Terlihat pada bagian ruangan istana yaitu sebuah kamar yang sangat luas. Berbentuk seperti oval. Tinggi langit-langitnya kira-kira 6 meter. Dinding dan lantai yang terbuat dari es abadi. Perabotan yang mengisi kamar itu berupa tempat tidur, meja dan satu kursi saja. Selebihnya tidak apa-apa, selain rasa dingin yang didapatkan.
Untung, Yuuki segera membawa Tobirama dengan menggunakan Teleport Coridor agar segera cepat sampai ke istana es. Orang-orang di alun-alun Snow City, semakin ribut dengan kabar Yuuki yang sudah menikah dengan Tobirama. Hal ini terpaksa Yuuki lakukan agar para pemain pria muda tidak mengejarnya lagi. Itulah taktiknya.
Tampak Tobirama dan Yuuki yang berada di dalam kamar istana tersebut. Tobirama tergeletak tidak berdaya di tempat tidur, sehabis bertarung dengan Toneri. HP-nya sudah diisi penuh oleh Yuuki melalui item Crystal Potion - ramuan kristal berwarna biru untuk menyembuhkan HP dan bisa digunakan berkali-kali -, tapi sampai sekarang dia belum sadar dari pingsannya. Sungguh membuat Yuuki yang menunggunya, sangat mencemaskannya.
Sambil duduk di tepi tempat tidur itu, Yuuki menangis karena Tobirama tidak kunjung sadar setelah HP-nya terisi kembali. Ternyata efek serangan Toneri itu terlampau membahayakan Tobirama. Sebab serangan Toneri yang bernama "Blue Thunderbolt" itu, disamakan dengan serangan halilintar di langit. Efeknya sangat mematikan dan melumpuhkan tubuh seperti disengat petir sungguhan. Inilah serangan elemen petir yang terhebat di DHO. Hanya Toneri, satu-satunya orang yang memiliki jurus elemen petir bernama "Blue Thunderbolt" itu.
Sang Ratu Salju meletakkan kepalanya di dada Tobirama. Dia menangis tersedu-sedu sambil memeluk Tobirama erat-erat. Berharap Tobirama segera sadar dari pingsannya.
"Seto-kun ... Seto-kun ... Sadarlah ... Hiks ... Hiks ... Hiks ...," Yuuki terus menangis sambil menyembunyikan wajahnya di dada Tobirama yang terbalut jaket tebal."Aku mohon ... Sadarlah. Jangan mati ... Jangan tinggalkan aku sendirian, Seto-kun. Kalau tidak ada kamu di sini, apa artinya aku menjadi Ratu Salju yang memimpin kerajaan White ini. Hiks ... Hiks ... Hiks ... Tolonglah, buka matamu. Buka matamu, SENJU TOBIRAMA!"
Berteriak keras sambil menyerukan nama lengkap Tobirama, Yuuki menggoyang-goyangkan tubuh Tobirama itu agar Tobirama cepat bangun. Seperti yang diharapkannya, sebuah keajaiban terjadi. Perlahan-lahan kedua mata Tobirama terbuka. Jari-jarinya pelan-pelan bergerak. Mulutnya pun terbuka sambil memanggil nama sang Ratu Salju. Tapi, suaranya pelan hampir tak terdengar.
"Yu ... Yuki-sama ..."
Spontan, membuat Yuuki kaget mendengarnya. Didongakkannya kepalanya untuk melihat wajah Tobirama. Tobirama menampilkan senyumnya yang terbaik.
Sungguh, Yuuki senang melihatnya. Dia tertawa lebar sembari mengusap-usap air matanya yang mendadak berhenti.
"Seto-kun, akhirnya kamu sadar juga."
"Ng ... Yuki-sama ... A-Aku ada di mana ini? A-Ap ..."
Belum sempat Tobirama melanjutkan kata-katanya, Yuuki malah membekap bibir Tobirama dengan bibirnya. Sehingga Tobirama berhenti berbicara dibuatnya.
"...!?" Sebagai gantinya, kedua mata Tobirama membulat sempurna karena kaget dengan tindakan Yuuki yang mendadak ini. Dia benar-benar tidak menduganya sama sekali.
Di dunia nyata sana, hubungan mereka adalah pacar. Tak pernah sekalipun mereka berpelukan ataupun berciuman. Setiap kali Yuuki ingin memeluknya, pasti Tobirama akan menghindarinya dengan cepat. Sehingga membuat Yuuki geram dan kesal melihat ulah Tobirama itu. Tobirama tidak bersikap romantis pada Yuuki. Sungguh membuat Yuuki bertanya-tanya, mengapa Tobirama terkesan tidak mempedulikannya padahal dia adalah kekasih Tobirama? Tobirama cuek bebek saja dan seakan-akan menganggap Yuuki hanya sebatas teman. Bukan seorang pacar.
Tapi, di dunia DHO saat ini, hubungan mereka bukanlah pacar melainkan suami-istri. Mereka sudah menikah lewat pernikahan yang ditentukan oleh sistem game. Data akun mereka sudah saling terhubung dan terikat antara satu sama lainnya. Mereka juga bisa melacak keberadaan masing-masing lewat aplikasi "Couple Scanning", sehingga jika mereka berjauhan, maka posisi keberadaan mereka bisa dilacak dengan mudah melalui aplikasi "Couple Scanning" itu. Itulah mengapa Yuuki bisa mengetahui posisi Tobirama saat Tobirama bertarung dengan Toneri di alun-alun Snow City karena Yuuki menggunakan aplikasi "Couple Scanning" itu. Begitulah yang terjadi saat Yuuki menghentikan Toneri yang ingin menghabisi Tobirama dan mengumumkan bahwa Tobirama adalah suaminya agar Toneri segera pergi dari sana. Hasilnya Toneri memang pergi dari hadapannya. Kemudian kabar Yuuki dan Tobirama yang sudah menikah tersebar cepat hampir ke seluruh wilayah White. Semua orang gempar mendengarnya jika sang pengawal yang selalu melindungi Ratu Salju itu adalah suaminya Ratu Salju.
Kini mereka sedang berduaan di kamar istana itu. Suasana sangat dingin dan sepi.
Perasaan Tobirama semakin membaik seiring Yuuki menciumnya. Kedua matanya menutup dan menggerakkan kedua tangannya untuk merangkul leher Yuuki. Membalas ciuman Yuuki itu.
Mereka berciuman cukup lama. Tidak ada pesan sistem peringatan game yang muncul karena mereka telah melakukan kontak fisik seperti itu. Itu adalah pelecehan seksual yang dilarang di DHO. Tapi, pesan sistem peringatan pelecehan seksual biasanya akan muncul saat para pemain yang tidak terjalin dalam hubungan pernikahan, melakukan hal-hal yang menyentuh fisik pada lawan jenisnya yang tidak terikat hubungan pernikahan. Maka pesan sistem peringatan pelecehan seksual akan muncul di dekat orang yang menjadi "korban", lalu "korban" akan menekan kata [YES] agar si "pelaku" dijebloskan ke penjara bawah tanah. Itulah peraturan keamanan yang bertujuan untuk melindungi para pemain, khususnya para pemain wanita.
Beberapa detik kemudian, mereka selesai berciuman. Wajah mereka memerah seperti kepiting rebus. Yuuki tersenyum saat menegakkan badannya dan duduk di tepi tempat tidur dengan nyamannya. Sembari memandang Tobirama yang juga tersenyum ke arahnya.
"Terima kasih, Yuki-sama ...," kata Tobirama yang berwajah berseri-seri."Ini ciuman yang terasa manis."
Yuuki tersenyum malu-malu. Rona merah tipis hinggap lagi di dua pipinya.
"Ini adalah ciuman pertama kita di dunia DHO ini. Iya, kan Seto-kun?"
Sekali lagi, Tobirama tersenyum. Senyuman manis yang jarang ditunjukkannya. Karena selama ini, Tobirama selalu bersikap dingin dan datar seperti es. Sepertinya berkat ciuman dari Yuuki itu, mencairkan sikap dinginnya sejenak menjadi hangat. Seolah-olah inilah rasanya arti cinta yang sesungguhnya.
GYUT!
Tangan Tobirama menggenggam tangan Yuuki dengan eratnya. Membuat Yuuki berhenti tersenyum dengan aksi Tobirama untuk pertama kalinya.
"Jadi, apa yang terjadi? Kenapa aku bisa sampai ke sini? Bukankah aku sedang bertarung dengan Kitone?"
Yuuki menjawabnya dengan pandangan yang lembut.
"Kamu kalah dalam pertarungan itu. Kitone menggunakan Blue Thunderbolt untuk mengalahkanmu, Seto-kun. Itukan jurus elemen petir yang sangat mematikan di DHO. Aku tidak menyangka Kitone akan menggunakan jurus itu. Makanya aku segera menghentikannya setelah kamu pingsan karena terkena jurus itu. Tapi, dia malah kabur begitu saja. Dia memang laki-laki yang sangat pengecut! Padahal aku ingin menantangnya untuk bertarung! MENYEBALKAN!"
Tangan Yuuki yang satu lagi, mengepal kuat. Dia geram saat membayangkan kejadian itu. Wajahnya memerah padam karena kesal sejenak.
Tobirama terdiam mendengarkannya. Lantas dia bangkit dari baringnya dan memilih duduk sebentar di tempat tidur beralaskan seprai putih. Satu tangannya yang lain, memegang kepalanya yang masih terasa berat.
"Oh, begitu. Jadi, kamu yang membawaku ke sini pakai Teleport Koridor?"
"Ya. Aku sangat cemas dengan keadaanmu. Makanya aku membawamu ke sini sendirian. Sudah hampir satu jam, kamu tidak sadarkan diri. Aku benar-benar sangat mencemaskanmu, tahu. Kamu benar-benar payah karena mau saja bertarung dengan orang aneh macam Kitone itu. Kamu benar-benar baka!"
Wajah Yuuki menjadi muram. Kedua matanya berkaca-kaca lagi. Sepertinya dia ingin menangis lagi. Tubuhnya sudah bergetar sedikit.
Sang White Dragon tertegun melihat istrinya itu. Kemudian dia memegang dua pipi Yuuki dan langsung memiringkan kepalanya ke arah kiri. Lalu ...
DEG!
Kali ini, Yuuki yang membulatkan kedua matanya ketika mendapati Tobirama mengecup bibirnya dengan lembut. Dia benar-benar kaget. Tapi, perlahan-lahan kedua matanya melembut dan menutup rapat. Air matanya pun turun dari kedua matanya tertutup rapat.
'Seto-kun ...,' batin Yuuki yang membalas ciuman Tobirama itu. Kedua tangannya meremas dada bagian jaket yang dikenakan Tobirama.
Mereka berciuman beberapa menit. Setelah itu, Tobirama melepaskan ciumannya dari bibir Yuuki. Wajah mereka memerah lagi sambil menatap dalam jarak yang sangat dekat.
"Seto-kun ..."
"Sudah ... Jangan menangis lagi. Lupakan saja kejadian hari ini. Yang penting aku sembuh dan bisa bersamamu seperti ini. Inikan yang kamu mau, Yuki-sama?"
Yuuki mengangguk dengan perasaan yang damai. Dia merasa senang dengan perlakuan Tobirama hari ini. Tobirama bersikap romantis padanya. Inilah yang dia mau.
Bahkan Tobirama pun menghapus air mata yang mengalir dari pelupuk mata Yuuki itu. Yuuki tersenyum senang saat Tobirama melakukannya. Hatinya begitu gembira karena melihat Tobirama sudah menunjukkan tanda-tanda cintanya.
Sedang asyik-asyiknya bermesraan seperti itu, tanpa mereka sadari, sudah muncul beberapa orang yang berdiri di dekat pintu kamar istana yang terbuka. Mereka menyaksikan dua insan itu dengan wajah yang terbengong-bengong. Pasalnya mereka melihat semuanya dari awal sampai akhir. Ternyata mereka mengintip sebelum memutuskan masuk ke dalam kamar itu untuk menengok keadaan Tobirama.
Tapi, di antara mereka, tidak tahan melihatnya. Lalu berteriak kencang sehingga mengagetkan Tobirama dan Yuuki yang sedang bermesraan.
"WAAAAAH, BENAR! MEREKA SUDAH MENIKAH! BAHKAN MEREKA SUDAH BERCIUMAN!"
"SIALAN! SUARAMU KERAS SEKALI, GAI!"
"APANYA SALAH SIH?"
"HAH, KENAPA KALIAN BERISIK SEKALI SIH? DASAR, KITA KETAHUAN, KAN?"
"HASHIRA-SAMA JUGA SAMA, KAN? KAU MENGINTIP SAMPAI KE DALAM BEGITU!"
"SSSSST ... DIAM! NANTI SETO MENDENGAR KITA, TAHU!"
"HAHAHA ... KITA SUDAH KETAHUAN KOK, HASHIRA-SAMA!"
Semuanya pun berkoar-koar termasuk Hashirama yang mengintip. Sampai menyadari jika Tobirama sudah berdiri di dekat mereka. Mereka pun terdiam saat melihat Tobirama yang sudah bersidekap dada sambil memasang wajah super dingin. Kedua matanya menajam bagaikan mata naga putih.
"Hei, apa yang kalian lakukan di sini, hah?"
Spontan, pasukan Snow Knight yang dipimpin oleh Hashirama sendiri itu, kaget setengah mati melihat Tobirama. Mereka pun berteriak saking kagetnya.
"WUAAAAAAAAH! KITA KETAHUAN!"
Suara pasukan Snow Knight melengking keras sampai keluar istana dan mengguncang tempat itu. Membuat Yuuki sweatdrop melihatnya.
'Dasar, tukang ngintip,' gumam Yuuki yang berwajah sewot sekarang.
Keadaan kembali tenang. Hashirama dan pasukan Snow Knight pun berbicara serius pada Tobirama. Tobirama memandangi wajah mereka satu persatu dengan tajam.
"EHEM!" Hashirama berdehem keras untuk mencairkan suasana yang sempat memanas."Begini, kami ingin menengok keadaanmu, Seto. Kami dengar kau pingsan sehabis bertarung dengan Kitone di alun-alun Snow City. Apa itu benar?"
Ketika sang kakak yang berbicara, Tobirama memasang wajahnya yang kembali datar.
"Ya itu benar. Tapi, jangan bahas itu lagi. Keadaanku baik-baik saja sekarang. Itu semua berkat Yuki-sama."
"Oh ...," semua anggota pasukan Snow Knight manggut-manggut sambil melihat ke arah Yuuki yang masih duduk di tepi tempat tidur. Mereka menatap Yuuki dengan pandangan menggoda. Tapi, ditatap balik oleh Yuuki dengan pandangan sadis beraura membunuh.
GLEK!
Wajah seluruh anggota pasukan Snow Knight menjadi pucat pasi karena gertakan sang Ratu Salju. Membuat Hashirama dan Tobirama keheranan melihat mereka.
"Hei, kalian kenapa?" tanya Hashirama yang mengerutkan keningnya.
"Ah, tidak apa-apa, Hashira-sama ...," jawab salah satu dari mereka."Karena Seto-sama tidak apa-apa, bagaimana kalau kita segera pergi dari sini, Hashira-sama?"
Semuanya mengangguk-anggukkan kepala masing-masing dengan cepat. Hashirama semakin mengerutkan keningnya. Sedangkan Tobirama mengangkat salah satu alisnya.
"Kenapa kalian terburu-buru mau pergi begitu?"
"Hehehe ... Pokoknya kami mau pergi secepatnya dari sini. Bagaimana Hashira-sama?"
"Benar yang dikatakan mereka, sebaiknya Hashira-nii kembali ke markas. Lagian aku harus tetap di sini untuk menemani Ratu Salju."
"Hm ...," Hashirama menengok ke arah Tobirama."Benar, kamu tidak apa-apa, Seto?"
"Tidak."
Tobirama menjawabnya dengan singkat. Wajahnya datar tanpa berekspresi.
Sang kakak pun menghelakan napasnya.
"Baiklah, aku mau balik lagi ke markas sekarang! Sampai nanti, Seto. Salam buat Ratu Salju ya."
Sang adik mengangguk pelan. Hashirama menampilkan senyumannya yang terbaik dan lantas melangkah pergi meninggalkan Tobirama. Para anak buahnya pun mengikutinya dari belakang. Mereka berjalan secara tertib dan teratur.
TAP! TAP! TAP!
Tinggallah Tobirama yang terpaku memandangi kepergian mereka yang melewati lorong istana yang begitu megah dan dingin. Terdiam dan tetap menfokuskan pandangannya ke arah pasukan Snow Knight yang dipimpin oleh kakaknya itu. Entah apa yang dipikirkannya dalam beberapa menit saat kesunyian melanda tempat itu.
Datanglah Yuuki yang menghampirinya. Yuuki merangkul tangan Tobirama dengan wajah yang keheranan. Tobirama pun tersentak.
"Seto-kun, ada apa?"
Pandangan Tobirama menjadi datar saat ke arah wajah Yuuki. Dia bersikap cuek seperti biasanya.
"Ah, tidak ada."
"Masa sih?"
"Benar. Tidak ada apa-apa kok."
"Kalau begitu, sekarang kamu temani pergi."
"Kemana?"
"Kita makan di tempat biasa."
"Eh?!"
Secara langsung, Yuuki menarik tangan Tobirama dengan langkah yang tergesa-gesa. Di kedua wajahnya, sudah tercetak rona merah tipis yang menandakan kondisi hatinya sedang bahagia. Bahagia karena Tobirama sudah bersikap romantis padanya. Itulah yang diinginkannya sejak dulu.
Kini tempat itu menjadi sunyi, sesaat sepasang suami-istri itu pergi. Meninggalkan kesan yang tenang dan tiada berujung. Akhir yang begitu membahagiakan.
.
.
.
Sang Silver Dragon amat kaget setelah mengetahui bahwa Naruto dan Tianyi memergoki dirinya yang sudah berubah wujud menjadi manusia. Pasalnya, perubahan wujudnya disaksikan dari awal sampai akhir oleh mereka. Kini sang Silver Dragon tidak berkutik lagi. Dia terpaku dengan wajah yang sangat syok.
Terlebih bagi Naruto. Dia yang lebih syok daripada Kirito. Sedangkan Tianyi tidak syok karena dia sudah mengetahui dari awal jika Kirito-lah, sang Silver Dragon tersebut. Dia mengetahuinya karena dia AI dan juga seorang pemain biasa. Jadi, dia bersikap biasa-biasa saja saat melihat perubahan wujud Kirito menjadi manusia kembali.
Dengan perasaan yang masih kaget, Naruto menunjuk ke arah Kirito. Dia masih menampakkan wajahnya yang sangat syok itu.
"Kaulah Silver Dragon yang kucari selama ini. Aku tidak menyangka jika kau orangnya, Kirito."
Mendengar hal itu, Kirito cuma tertawa kikuk. Dia berusaha menguasai rasa syoknya dengan cara memegang rambut hitamnya.
"Hahaha ... Itu benar sekali. Akulah Silver Dragon yang sebenarnya. Sudah ketahuan deh."
Naruto menurunkan tangannya. Dia pun mengubah wajahnya seperti biasa.
"Tapi, kenapa kau tidak memberitahukan aku dari awal kalau kau adalah Silver Dragon itu? Bukankah kau telah menganggap aku sebagai teman baikmu, kan Kirito?"
Kirito menghentikan tawa kikuknya. Dia menurunkan tangannya. Berwajah serius dengan kedua mata yang datar.
"Ya, itu karena aku ingin mengetes kau dulu, Naruto."
"Eh, mengetes aku? Maksudmu?"
"Hm ... Aku ingin mengetes apakah kau berniat jahat atau tidak jika bertemu dengan Silver Dragon yang sesungguhnya. Aku selalu diingatkan oleh teman-temanku agar tidak terlalu mempercayai orang yang baru dikenal seperti dirimu. Tapi, setelah apa yang kita lalui sekarang ini, aku bisa menyimpulkan kalau kau memang tidak berniat jahat padaku, Silver Dragon. Aku akui kau memang orang baik. Aku tidak menyesal ber-party denganmu, Naruto."
Sang Silver Dragon menunjukkan senyumnya. Naruto terpaku melihatnya.
"Kirito ... Jadi, itu maksudmu rupanya di balik party ini."
"Ya ... Begitulah ...," Kirito berlutut sambil mengambil kubus kaca yang berisikan anak-anak Summoner Plant itu."Masalah ini tidak usah dibahas lagi. Setidaknya aku berharap kau dan Tianyi mau merahasiakan semua tentang jati diriku yang sebenarnya. Kalian mau berjanji untuk merahasiakan semua ini?"
Tatapan mata hitam Kirito beralih pada Naruto dan Tianyi secara bergantian. Mereka pun mengangguk menyetujui perkataan Kirito itu.
"Ya, kami janji," sahut Naruto dan Tianyi kompak.
Sekali lagi, Kirito tersenyum. Dia merasa senang mendengarnya.
"Terima kasih, teman-teman."
Naruto mengangguk seraya tersenyum. Begitu juga dengan Tianyi.
"Karena anak-anak Summoner Plant sudah ketemu, bagaimana kalau kita mengantarkannya pada induk Summoner Plant sekarang?" pinta Tianyi.
Kedua laki-laki mengangguk cepat.
"Baiklah."
.
.
.
Tampak induk Summoner Plant merasa bahagia setelah dipertemukan dengan anak-anaknya. Berkat kekuatan dari Tianyi, anak-anak Summoner Plant sudah bangun dari pingsannya karena disuntik dengan obat bius. Kini anak-anak Summoner Plant berbentuk seperti bola bulu putih dengan daun-daun hijau yang mengelilingi bagian bawah tubuh mereka, bermain dengan riang bersama induk mereka. Di atas kepala induk Summoner Plant itu, tertampil tanda (!) berwarna emas yang menandakan quest sudah berakhir. Lalu induk Summoner Plant menjatuhkan sebuah item langka berbentuk kristal bersisi enam berwarna hitam. Entah item apa itu.
Orang yang mengambil item langka itu adalah Tianyi. Lalu diberikannya pada Naruto.
"Ini item yang dijatuhkan oleh induk Summoner Plant. Terimalah Naruto," kata Tianyi dengan senyuman manisnya.
Naruto menerimanya dan memperhatikannya dengan seksama. Kirito pun mengarahkan window akunnya pada item itu untuk mencari tahu nama item tersebut.
"...!" kedua mata Kirito membulat sempurna saat membaca keterangan tentang item kristal hitam itu. Dia kaget setengah mati.
"Eh ... Inikan ... Dark Teleport!?"
Tianyi mengangguk untuk membenarkan perkataan Kirito. Dia tersenyum.
"Ya, itu Dark Teleport. Item yang bisa membawa kalian ke wilayah Unknown Dark di mana Raja Iblis sedang menunggu ketujuh Dragon itu. Item ini hanya ada satu di dunia DHO. Kalian bisa menggunakannya berkali-kali untuk berteleport ke Unknown Dark itu. Kalahkan Raja Iblis. Dengan begitu, kalian bisa keluar dari game kematian ini secepatnya."
"...!?"
Kedua laki-laki itu membelalakkan kedua mata masing-masing. Mereka sungguh kaget mendengar kabar ini.
Tianyi pun terus melanjutkan perkataannya.
"Jaga dengan baik Dark Teleport itu. Jangan sampai jatuh ke tangan yang lain. Aku mempercayakan item itu pada kalian berdua. Gunakanlah jika kalian sudah siap untuk melawan Raja Iblis itu. Hanya ini yang bisa kubantu sebagai AI. Karena itulah aku datang ke sini agar semua orang bisa selamat dari kekejaman GM. Aku ingin kalian menyelamatkan semua orang di sini sampai keluar dari game ini. Semoga kalian para Dragon bisa mengalahkan Raja Iblis itu. Kelemahan Raja Iblis ada di dua matanya. Ingat itu ya ...," Tianyi tersenyum seraya mundur beberapa langkah."Oh iya ... Waktuku sudah habis. Aku harus pergi. Sampai jumpa lagi, Naruto, Kirito. Aku senang berjumpa dengan kalian semua."
FWAAAAAAATS!
Tubuh Tianyi mulai bersinar terang. Membuat Naruto dan Kirito terperanjat melihatnya.
"Hei ... Tianyi! Kamu mau kemana?" tanya Naruto dengan wajah yang kusut.
Bola mata Tianyi melihat ke arah Naruto. Dia tersenyum.
"Aku harus pulang sekarang, Naruto."
"Eh ...," Naruto ternganga dan menggenggam erat Dark Teleport itu."Tapi, kita bisa bertemu lagi, kan?"
Gadis berambut hitam itu tetap tersenyum. Tubuhnya semakin bersinar terang.
"Entahlah. Aku ini AI setengah pemain. Mungkin kalau aku ditakdirkan menjadi pemain yang sepenuhnya, pasti kita akan bertemu kembali. Aku yakin itu."
Begitulah jawaban Tianyi. Tubuhnya pun diselimuti cahaya kebiruan dan sangat menyilaukan mata bagi yang memandangnya.
PAAAAAAATS!
Kedua laki-laki itu menutupi wajah mereka dengan tangan mereka. Hingga pada akhirnya, cahaya kebiruan itu lenyap dari tempat itu. Tempat di hutan raksasa yang berada dekat dengan jalan setapak.
FYUUUUSH!
Hening.
Suasana menjadi hening. Bahkan Summoner Plant dan anak-anaknya tadi sudah menghilang juga dari sana. Sepertinya mereka dibawa pergi oleh Tianyi.
Tianyi? Mengingat gadis itu, entah mengapa membuat rasa sedih hinggap di hati Naruto. Wajahnya menjadi suram. Dia merasa kehilangan seseorang yang sudah menjadi arti penting bagi hatinya sekarang. Entahlah. Apa yang telah terjadi pada bocah itu? Tiada yang tahu.
Hanya Kirito yang bisa mengetahuinya. Dia menatap Naruto dengan pandangan iba. Dia merasakan jika Naruto mulai suka dengan gadis bernama Tianyi itu.
Segera saja dia mengajak Naruto berbicara.
"Hei, kamu kenapa, Naruto?"
Naruto pun menjawabnya dengan suara yang sedikit bergetar.
"Tianyi sudah pergi."
"Terus kenapa?"
Laki-laki berambut pirang itu menengok ke arah Kirito dan menyodorkan kristal hitam itu pada Kirito.
"Tidak ada. Tidak usah dipikirkan lagi. Nih, Dark Teleport ini, kau saja yang simpan soalnya kaulah kelompok Dragon itu."
"Ah, baiklah."
Kirito mengambil kristal hitam itu. Lalu kristal hitam itu disimpan di daftar item di window akunnya agar tidak hilang. Kemudian dia menyadari kalau Naruto sudah pergi meninggalkannya. Dia terperanjat saat melihat ke belakang.
"NARUTO! KAU MAU KEMANA? JANGAN TINGGALKAN AKU DONG!"
Sang Silver Dragon mengejar Naruto yang sudah dilanda rasa galau. Naruto merasa sedih karena harus berpisah dengan gadis misterius itu. Luo Tianyi, seorang gadis AI setengah pemain. Entah siapa dia sebenarnya.
'Aku akui kalau aku benar-benar jatuh cinta pada Tianyi sekarang. Tapi, sayangnya dia adalah AI setengah pemain. Haaaaah ... Kenapa aku bisa jatuh cinta dengan gadis seperti itu? Haaaaaaaaaah ...,' batin Naruto yang berjalan gontai seperti orang bodoh. Ia galau sekarang. Wajahnya bertekuk lesu.
Sementara di belakang, Kirito bersusah payah mengejarnya. Tapi, senyuman terpatri di wajah sang Silver Dragon tersebut.
'Hm ... Sudah kuduga pasti Naruto jatuh cinta pada Tianyi. Aku tahu itu.'
Siang hari di wilayah Silver, telah berakhir dengan perasaan yang lega dan juga galau.
Itu pasti.
.
.
.
TIGA BULAN KEMUDIAN ...
Keadaan di dunia DHO semakin gawat saja setelah tersiar sebuah kabar bahwa Brass Dragon yang menjaga wilayah Brass sudah dikalahkan oleh anggota kelompok Dragon Killer. Salah satu anggota Dragon Killer kini memegang Brass Heart itu dan menguasai wilayah Brass sekarang. Hal ini membuat para pemain yang tinggal di wilayah Brass menjadi resah dan memilih pindah dari wilayah Brass. Sehingga wilayah Brass menjadi wilayah kekuasaan terbesar bagi kelompok Dragon Killer. Semua pemain takut jika berkunjung ataupun tinggal di sana sebab Dragon Killer adalah kelompok pemain berdarah dingin yang dipimpin oleh seorang pemain senior. Entah siapa pemimpin mereka itu. Tidak ada seorangpun yang tahu.
Selain kabar Brass Dragon dikalahkan, juga tersiar sebuah kabar bahwa Kitone salah satu anggota pasukan Snow Knight sudah mati saat melakukan kunjungan ke wilayah Brass. Menurut para wartawan yang meliput kabar di DHO - sejak game kematian diumumkan, sejumlah pemain memutuskan menjadi anggota wartawan di guild yang bernama "News Dragon" atau disingkat News-D - Kitone alias Toneri itu mati dalam pertarungannya melawan orang yang diduga memegang Brass Dragon itu. Mata-mata wartawan News-D, ada yang menyamar dan masuk dalam kelompok Dragon Killer untuk mencari tahu siapa orang yang menjadi Brass Dragon baru itu. Juga mencari tahu tentang pemimpin terbesar Dragon Killer itu. Untuk bisa melakukan sebuah rencana agar kelompok Dragon Killer itu cepat ditumpas dari dunia DHO itu.
Untuk itu, guild pertahanan dan keamanan DHO yaitu Guardian Knight itu juga sedang bergerak menuju wilayah Brass untuk menangkap para anggota Dragon Killer. Mereka harus berhati-hati agar jangan sampai mereka mati begitu saja jika bertemu dengan Brass Dragon itu. Brass Dragon yang juga menjadi bagian dari Dragon Killer. Dia juga harus dikalahkan.
Ini sungguh gawat. Berita ini meluas dan tersebar cepat ke seluruh dunia DHO. Baik di White, Black, Silver, Blue, Red dan Green. Para Dragon yang mendiami keenam wilayah itu, menjadi resah dan khawatir dibuatnya. Mereka ingin melakukan sebuah rencana yaitu melakukan serangan ke wilayah Brass dan merebut Brass Heart dari tangan Dragon Killer tersebut.
Tampak di wilayah Red sekarang. Wilayah yang berupa pulau di tengah laut. Berpasir merah. Di tengah-tengah pulau itu, terdapat gunung berapi yang dikelilingi hutan hijau. Di dalam hutan hijau itu, tersembunyilah sebuah kota besar dan istana merah. Kota besar itu disebut Tropic City dan istana merah disebut Red Palace.
Di istana merah tersebut, dihuni oleh beberapa anggota istana. Terdiri dari Raja, penasehat, pengawal, panglima perang, panglima penjaga istana dan sebagainya.
Sang Raja adalah seorang laki-laki berambut merah yang sewarna dengan matanya. Bertubuh tinggi sekitar 175 cm. Berpakaian zirah besi serba merah. Umur sekitar 19 tahun. Dialah pemegang Red Heart, sang Red Dragon. Namanya Kyuubi.
Sekarang Kyuubi sedang berada di ruang rapat bersama para anggota istana lainnya. Mereka adalah teman-teman sekolah Kyuubi yaitu Ichibi, Nibi, Sanbi, Yonbi, Gobi, Rokubi, Nanabi, dan Hachibi. Mereka adalah sembilan orang yang sangat kompak, setia dan saling percaya.
Dalam rapat siang ini, mereka membicarakan tentang wilayah Brass yang telah dikuasai oleh kelompok Dragon Killer. Apalagi wilayah Brass berdekatan dengan wilayah Blue. Sebagian besar pemain tengah menjalankan rencana untuk merebut wilayah Brass lagi dan juga mengalahkan Brass Dragon itu agar bisa mendapatkan Brass Heart itu. Para Dragon Killer harus segera ditumpas agar tidak meresahkan para penduduk DHO ini.
Kedelapan orang lainnya sedang sibuk beragumentasi dengan mengeluarkan pendapat masing-masing. Sementara Kyuubi tampak tenang dan diam saja saat teman-temannya berbicara. Sang Red Dragon sedang memikirkan sesuatu. Memegang dagunya dengan tangan kanannya seraya mendengarkan percakapan teman-temannnya.
Ichibi, seorang laki-laki berambut coklat muda dan bermata hitam. Berpakaian zirah besi serba coklat muda. Dia sibuk berdebat dengan Hachibi, seorang laki-laki berambut coklat tua.
"Hei ... Itu sama saja membahayakan nyawa kita. Kau tahu itu, Hachibi!" sembur Ichibi yang berwajah merah padam.
"Tapi, itu rencana yang bagus, kan? Kita suruh Kyuubi yang bergerak maju masuk ke wilayah Brass dan berubah menjadi Red Dragon. Kalau sesama Dragon yang bertarung, kekuatan mereka seimbang, kan?" tukas Hachibi seenaknya.
"Itu sangat membahayakan nyawa Kyuubi, kan? Pikirkan itu! Kau ingin Kyuubi terbunuh, hah?"
"Aku pikir itu rencana yang bagus. Red Dragon dan Brass Dragon yang bertarung. Aku yakin Red Dragon yang memenangkan pertarungan ini."
"POKOKNYA AKU TIDAK SETUJU DENGAN RENCANAMU ITU, TAHU!"
"Hei, kenapa kau malah marah, hah, Ichi?"
BLA ... BLA ... BLA ...
Antara Hachibi dan Ichibi terus berdebat dengan sengit. Teman-temannya menjadi ternganga melihat mereka berdua.
"Ini tidak akan habis-habisnya ...," sahut laki-laki berambut dark red. Namanya Yonbi.
"Hm ... Namanya juga Ichi dan Hachi. Mereka berduakan selalu ribut seperti itu," tukas gadis berambut panjang biru muda yang bernama Nibi.
"Hah? Hentikan mereka, Nibi!" seru Nanabi. Seorang laki-laki berambut biru tua. Dia duduk berhadapan dengan Nibi.
"Huh ... Biarkan saja. Mereka nanti berhenti sendiri."
Nibi mendengus pelan sambil menopang dagunya dengan tangan yang tertahan di meja. Teman-teman yang lainnya pun terpaksa melihat saja pertengkaran adu mulut yang sengit antara Ichibi dan Hachibi.
SET!
Kyuubi meletakkan dua tangannya di atas meja. Dia sudah menyelesaikan pemikirannya yang sangat keras.
"Baiklah ... Diam semuanya! Hentikan pertengkaran kalian itu, Ichi, Hachi!"
Spontan, Ichibi dan Hachibi berhenti bertengkar adu mulut. Semua orang pun mengarahkan pandangannya pada Kyuubi. Mereka penasaran dengan apa yang disampaikan oleh Kyuubi sekarang.
Dengan sikap yang tenang, Kyuubi mulai berucap,"Biar aku yang pergi sendiri ke wilayah Brass itu untuk melawan Brass Dragon. Aku akan mengalahkannya dan merebut Brass Heart darinya."
Mendengar itu, semuanya tersentak kaget. Kedua mata mereka membulat sempurna.
"A-APA?!"
.
.
.
BERSAMBUNG
.
.
.
BALASAN REVIEW:
Aikawa Tsuki: oh, maaf ya kalau duelnya kurang greget. Saya memang nggak pandai buat duel yang seru. Tapi, saya bakal belajar agar lebih baik ke depannya.
jakawahyu29: terima kasih. Nih lanjut kok.
hizanagami: kayaknya mungkin ada OC lagi. Tapi, tengok dulu deh. Terima kasih.
Yustinus224: terima kasih ya.
Ada kok alasannya kenapa pedang yuuki nggak bisa nyentuh tubuh kitone itu dikarenakan tubuh kitone dilindungi oleh pengaman sistem game. Karena kitone juga adalah ...
Maaf, nggak bisa ngasih tau kelanjutannya. Hehehe ...
Nggak. Naruto baru aja tiba di wilayah Silver sejak dua hari itu. Program AI itu baru muncul saat Naruto dan Kirito datang ke hutan raksasa. Gitu.
rizkyuzumaki603: udah lanjut kok fanfic Naruto x Tsunade. Udah baca?
River n Elena: terima kasih buat review-mu ya. Hehehe ...
.
.
.
A/N:
Chapter 8 update!
Maaf, telat update-nya karena saya hiatus untuk beberapa lama. Kini saya balik lagi dan langsung mengupdate kelanjutan cerita ini.
Jika ada waktu, saya akan lanjutkan ke chapter 9.
Salam buat Aikawa Tsuki, imouto-san saya. ^_^
Terima kasih dan sampai jumpa lagi.
Tertanda
HIKASYA
Kamis, 19 Mei 2016
