This is not what I intended
I always swore to you I'd never fall apart
You always thought that I was stronger
I may have failed, but I have loved you from the start
.
.
Between Black and White Desire
Chapter 8 (Doubt a Heart)
Tubuh Sungmin menggeliat resah di bawah kungkungan tubuh Kyuhyun. Ia tidak ingin seperti ini, bercinta dengan orang yang ingin dijauhinya bukan hal yang baik. Sekuat tenaga Sungmin mencoba mendorong tubuh Kyuhyun agar melepaskan pelukannya.
"Ku..mohon..nnhh" Kyuhyun menjilat perpotongan leher Sungmin membuat tubuh namja manis itu menegang.
Tidak! ia harus melawan semua ini. Dirinya tidak sanggup harus merasakan sakit untuk kesekian kalinya.
Bruk..
Tangan Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun dengan kuat. Tubuh namja jangkung itu terhempas kembali di ranjangnya dengan posisi terlentang. Nafas nya memburu karena ia tidak cukup banyak menghirup oksigen ketika Kyuhyun menciumnya dengan liar.
"Hiks.." satu isakan lolos dari bibir mungil bersahpe M itu.
~000oo000~
"Ahjussi, Kyuhyun di mana?" Yura menggerutu kesal karena dari tadi malam ponsel Kyuhyun tidak aktif. Yura pun memutuskan untuk mendatangi rumah Kyuhyun.
Hankyung memijit pelan dahinya. Para bodyguard yang bertugas mengintai keberadaan Kyuhyun sama sekali tidak mendapat informasi apapun tentang keberadaan putranya. Kyuhyun menghilang sejak kemarin sore.
"Coba kalian cek apartemen nya" titah Hankyung dan langsung dipatuhi oleh para pengawalnya.
"Ahjussi~" Yura kembali merengek. Yeoja manja itu benar-benar tidak suka ketika dia diacuhkan.
Hankyung berdecak kesal. Walau ia menyetujui perjodohan antara Kang Yura dengan putranya, tapi sebenarnya Hankyung tidak menyukai sifat Yura yang terkesan sangat manja. Kalau bukan karena iming-iming kekuasaan yang menjanjikan dari keluarga Yura.
"Sabarlah sedikit" suara Hankyung terdengar sedikit dingin membuat Yura langsung menghentikan rengekkan nya dan memilih diam.
.
.
.
Kyuhyun menyibakkan selimutnya ketika merasakan tubuhnya menghangat karena terpaan sinar mentari pagi yang menyapa kamar apartemennya.
Walau enggan, kelopak mata itu perlahan terbuka. Kyuhyun terkejut mendapati dirinya yang telah berganti pakaian. Seingatnya, semalam ia masih mengenakan kemeja dan mabuk di bar lalu sekarang ia telah memakai pakaian santai dan berada di apartemennya.
"Siapa yang membawa ku ke sini?" Tanya Kyuhyun. Karena merasa tenggorokan nya kering akhirnya ia memutuskan untuk ke dapur dan meminum seteguk air.
Langkah Kyuhyun terhenti ketika di mejanya telah tertata rapi beberapa hidangan. Aroma dari masakkan itu membuat Kyuhyun tergoda dan mendekati meja makannya.
Ketika Kyuhyun tengah menyantap sarapan paginya. Ia dikejutkan dengan suara pintu terbuka dari apartemen nya. Dan matanya terbelalak seketika ketika ia mengetahui siapa yang datang. Begitupun sosok itu sama terkejutnya.
Kyuhyun merasa detakan asing itu kembali ia rasakan. Kyuhyun tidak memungkiri bahwa detakkan itu selalu menghampirinya ketika sosok itu datang. Tapi sayangnya, Kyuhyun harus berusaha untuk melenyapkan rasa itu. Walau sangat susah.
"Untuk apa kau kemari?" Kyuhyun berusaha untuk bersikap dingin pada sosok yang terlihat manis itu.
Sosok itu hanya terdiam dan duduk dengan posisi berhadapan dengan kursi Kyuhyun.
"Ya! Kau_"
"Panggil namaku, Kyu!"
Kyuhyun terdiam. Sosok itu menatap nya sangat dalam. Tubuh nya menegang ketika tatapan teduh itu menatap dirinya. Ayolah.. ia mencoba melenyapkan semuanya, tapi kalau seperti ini akan membuat dirinya semakin sulit.
"Lee Sungmin silahkan pergi dari sini!" suara Kyuhyun terdengar sangat dingin.
Sungmin hanya tersenyum miris. Kyuhyun tetap seperti kemarin. Apartemen Kyuhyun yang Sungmin pikir akan mengembalikan kenangan indah mereka pada saat Sungmin pertama kali berkunjung kini telah berubah. Sang pemilik tidak sehangat yang dulu.
"Makanan nya enak kan? Aku membuat nya untuk mu.. sepertinya kau sangat menyukai nya"
Kyuhyun terdiam dan menatap beberapa hidangan yang kini telah tersisa sebagian saja, tentu saja Kyuhyun sangat menikmatinya. Masakan ini sangat lezat. Tapi Kyuhyun tercengang ketika tahu bahwa Sungmin yang membuat nya.
Kyuhyun menatap Sungmin dengan datar. "Terima kasih. Dan sekarang kau boleh pergi!"
Untuk kesekian kalinya hati Sungmin harus merasakan sakit itu lagi. Kyuhyun memang berubah. Tapi apa penyebabnya. Bisakah ia mengetahui apa alasan dari Kyuhyun bersikap seperti ini padanya.
Sungmin mengepalkan kedua tangannya erat. Mencoba menguatkan hatinya. Ia yakin apa yang sekarang menjadi keputusannya saat ini adalah yang terbaik. "Baiklah. Aku akan pergi dari sini. Meskipun aku tidak mengetahui banyak tentang dirimu, aku tidak tahu apa alasan kau berubah seperti ini, tapi setidaknya aku mengucap banyak terima kasih karena berkat kau, aku mengenal apa itu cinta. Saranghae…. Kyuhyun-ah"
Kyuhyun memejamkan matanya. Perasaan nya bersorak gembira ketika Sungmin mengutarakan hal itu padanya. Tapi sangat tidak mungkin jika Kyuhyun menunjukkan rasa bahagia nya itu. Ia sudah bertekad untuk mulai belajar hidup tanpa melihat Sungmin di sampingnya.
Kyuhyun membuka matanya dan menyadari bahwa Sungmin telah meninggalkan apartemen nya. Seandainya ancaman itu tidak mengikat dirinya, mungkin sekarang Kyuhyun akan mengejar Sungmin dan memeluknya dengan erat, mencium nya dan mengucapkan terima kasih karena telah membalas perasaannya. Tapi itu semua hanya dapat ia utarakan dengan kata 'Seandainya.'
Tes..
Liquid bening itu turun menyentuh pipi tirus Kyuhyun. Ya, Kyuhyun menangis karena Sungmin, Kyuhyun menangis karena cinta nya telah ia biarkan pergi. Tapi di sisi lain Kyuhyun berfikir bahwa cinta itu adalah pengorbanan, bagaimana ia harus rela mengorbankan perasaannya hanya karena harus melindungi orang terkasihnya dari ancaman kematian.
"Cinta tidak harus memiliki"
~000oo000~
"Kau pulang Sungmin-ah. Semalam Hyukjae memberitahu appa bahwa kau menginap di apartemen Kyuhyun. Benarkah itu?"
Sungmin mengangguk dan memeluk erat sang appa. "Bogoshippo appa" suara Sungmin terdengar sangat lirih.
"Nado.. nado bogoshippo" Kangin membalas pelukan Sungmin tak kalah erat nya.
Kangin merasa bahunya sedikit basah. Ia yakin Sungmin tengah menangis, meskipun tanpa suara, Kangin merasa tubuh putranya bergetar.
'Maafkan aku yeobo. Aku kembali membuat putra kita mengeluarkan air matanya lagi' gumam Kangin dalam hatinya. Kangin bersyukur ketika Sungmin mulai masuk universitas barunya, putranya itu menjadi anak yang mulai terbuka dengan bukti Hyukjae dan Donghae yang kini telah menjadi sahabat Sungmin.
Tapi Kangin serasa menelan pil pahit karena setelah nya Sungmin kembali menangis, putranya kembali terpuruk di kehidupan barunya. Hanya karena Cinta. Tapi Kangin tidak bisa menyalahkan begitu saja takdir cinta yang dirasakan Sungmin, dan juga namja yang dicintai putranya. Ia yakin semua ini adalah takdir Tuhan yang telah diatur untuk keluarga nya.
"Aku akan melupakan Cho Kyuhyun" ucap Sungmin.
Kangin tersenyum ke arah Sungmin. Semua keputusan ia serahkan pada Sungmin, sementara dirinya hanya bertugas untuk terus berada di sisi putranya itu. Karena Sungmin berhak mengatur hidup nya sendiri. Ia yakin, apapun keputusan Sungmin adalah yang terbaik.
"Apa kau yakin?"
Sungmin mengangguk kecil. "Aku akan melupakan semuanya. Walaupun dia keturunan dari keluarga Cho. Kyuhyun itu berbeda. Aku merasa sangat nyaman. Tapi mungkin dia bukan jodohku dan aku akan melepasnya" Sungmin berujar dengan lirih.
"Apa dia menyakitimu?"
"Ani" balas Sungmin yang tentu saja bohong. Ia tidak ingin berurusan dengan keluarga Cho lagi. Cukup! Sudah cukup keluarga nya disakiti dua kali oleh keluarga itu.
"Oh ya.. aku sampai lupa menanyakan ini. Appa mengenal chullie eomma?"
Kangin terdiam. Memang benar apa yang dikatakan Heechul bahwa Sungmin belum mengetahui siapa sebenarnya sosok cantik itu.
'Apa harus ku beritahu sekarang' Kangin membatin.
"Appa akan menceritakan semuanya."
Kangin berjalan menuju ruang tengah, mengajak Sungmin duduk di sofa yang terletak di sana. Sungmin tahu ada yang disembunyikan Kangin dari dirinya.
"Appa mengenalnya. Tapi tidak terlalu dekat. Karena dia_"
Kangin menarik nafasnya sebelum melanjutkan kalimatnya. "Karena dia juga bagian dari keluarga Cho. dia Cho Heechul, eomma dari Cho Kyuhyun, istri dari Cho Hakyung" jelas Kangin.
Tubuh Sungmin membeku. Kenapa ia baru tahu sekarang. Kenapa ia harus menerima kenyataan bahwa orang yang telah dirinya anggap seperti eomma nya sendiri adalah ibu dari orang yang akan Sungmin lupakan.
"A.. apa?" Sungmin sangat terkejut tapi ekspresi yang tunjukkan adalah ekspresi kepedihan. "B..ba.. bagaimana bisa?" Sungmin tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Kenapa saaat ia menceritakan pada Heechul prihal hubungannya dengan Kyuhyun, namja cantik itu seakan tidak tahu menau.
"Appa mengenalnya jauh sebelum eomma mu meninggal. Kami memang tidak terlalu dekat, tapi appa sangat berterima kasih padanya. Karena saat kau dan eomma mu diculik oleh orang suruhan Hankyung, Heechul lah yang menghubungi appa agar segera mencari mu. Tapi appa terlambat, hanya kau yang bisa appa selamatkan"
Sungmin menangis dalam diam. Heechul memang orang yang baik dan penyayang, Sungmin sangat mengetahui itu. Sungmin ingin semuanya segera dijelaskan secara gamblang. Ia tidak ingin ada kebohongan lagi.
Sungmin pun memutuskan untuk menemui Heechul. Meminta namja cantik itu menceritakan semuanya dari awal.
~000oo000~
"Kau masih ingat punya rumah rupanya?" sindiran halus yang Hankyung layangkan pada Kyuhyun yang baru tiba di mansionnya setelah hampir dua hari namja februari itu tidak pulang.
Kyuhyun memilih untuk mengacuhkan Hankyung, ia sedang tidak ingin beradu mulut dengan appa nya itu.
"Berhenti di situ Kyuhyun-ah!"
Kyuhyun menghentikan langkahnya namun tetap tidak menoleh untuk sekedar bertatap muka dengan sang appa. "Aku sedang lelah. Bisakah bicara besok saja?"
"Tidak!"
Kyuhyun mendengus. Watak Hankyung yang keras kepala membuat ia mau tidak mau harus mengalah untuk kesekian kalinya.
"Kau bersama Sungmin di apartemen mu?" Tanya Hankyung.
"Appa sudah tahu kenyataannya apa, lalu kenapa harus menanyakan lagi padaku" jawab Kyuhyun dingin. Wajah itu tidak menunjukan ekspresi apapun. Tidak terlihat marah dan juga tidak terlihat sedih.
Hankyung sangat emosi dengan pernyataan yang dituturkan putranya itu. Jika saja Yura tahu bahwa Kyuhyun bersama Sungmin, bisa saja Yura akan langsung melaporkan hal itu pada ayah nya yang notabane adalah pemilik Kang Corp. Dan tidak menutup kemungkinan kalau kerja sama yang dijalin Kang Corp dengan Cho corp akan dibatalkan.
"Appa tahu kau mencintai Sungmin, tapi bisakah kali ini mengerti appa? Ini target appa, kalau perusahaan kita berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan Kang Corp, perusahaa kita akan mendapatkan untung yang sangat besar."
Kyuhyun menepis tangan Hankyung yang bertengger di bahunya. Kilatan kebencian sangat terpancar dari sorot mata namja berkulit pucat itu. "Aku selalu mengerti appa, tapi apakah appa pernah mengerti tentang apa yang anak mu ini rasakan? Aku mencintai Sungmin bukan Yura, aku menyayangi Sungmin bukan Yura. Apa appa pernah berfikir kekuasaan dan kekayaan yang keluarga kita punya membuat keluarga kita bahagia? Tidak! aku, eomma tidak merasakan kebahagiaan itu. Sama sekali tidak. Jadi berhenti mengejar kekuasaan dengan mengorbankan keluarga mu"
Kyuhyun berlalu dari hadapan Hankyung. Sosok itu hanya terdiam mendengar kalimat dari Kyuhyun. Anak nya sangat marah anak nya benar –benar membencinya sekarang. Ini adalah hasil yang Hankyung dapatkan dari apa yang ia tanam sejak dulu. Istri tercintanya meninggalkan nya selama 3 tahun lamanya, dan hanya Kyuhyun yang masih setia di sisinya, tapi sekarang? Kyuhyun juga membencinya.
Hankyung merasa sedikit pening di kepalanya. Terlalu banyak pikiran yang difikirkan pria itu. Perlahan ia dudukan dirinya di sofa yang berada tepat di belakangnya. Ia memijit pelah keningnya yang masih merasakan pening itu.
~000oo000~
"Kau sangat ingin mengetahui semuanya? Kau yakin?"
Sungmin yang telah berada di apartemen Heechul itu mengangguk. Ia sudah menyiapkan dirinya untuk kejutan demi kejutan dari cerita Heechul.
Heechul terdiam sebentar. Lalu merapikan beberapa buku yang sedikit berserakkan di mejanya. Setelah selesai, ia kembali menatap Sungmin yang masih menunggu penjelasan darinya itu.
"Mianhae Minnie-ah.. aku tidak menceritakan semuanya padamu. Kangin benar, aku memang eomma Kyuhyun dan istri dari Cho Hankyung. Kau patut membenci ku Minnie-ah.. keluarga ku terlalu banyak menyakiti keluarga mu" ujar Heechul lirih.
Sungmin tersenyum lalu perlahan memeluk tubuh Heechul. "Mana mungkin aku marah pada orang yang telah ku anggap sebagai eomma ku sendiri. Eomma menyayangi ku, lalu apa alasanku untuk membenci eomma"
Heechul menangis, lalu membalas pelukan Sungmin. Pelukan yang diberikan Sungmin mengingat kan nya pada Kyuhyuun kecil yang selalu seperti ini jika ia sedang merajuk, memeluk Heechul dengan erat. Heechul bersyukur karena Kyuhyun memilih orang yang tepat. Sungmin adalah namja manis yang baik dan perhatian, ia juga sosok yang lembut akan mengimbangi Kyuhyun yang sedikit keras kepala.
Heechul melepas pelukannya dan mengusap pelah air matanya. "Aku pergi meninggalkan keluarga ku secara diam-diam sejak tiga tahun yang lalu. Awalnya aku ingin mengajak Kyuhyun tapi mengingat aku yang pergi menjauh ke desa terpencil membuat ku enggan untuk melakukannya. Aku membiarkan Kyuhyun untuk tetap tinggal bersama appa nya di Seoul. Dan setahun setelah peristiwa itu aku mendapatkan kabar dari suami sahabat ku bahwa Hankyung mempunyai rencana untuk menghancurkan keluarga pesaing bisnisnya. Aku gelisah, karena lagi-lagi akan jatuh korban akibat ulah suami ku. Dan akhirnya aku meminta bantuan pada sahabat ku untuk mencarikan nomor ponsel Kangin untuk menghubunginya dan memberitahu semua rencana suami ku. Tapi sepertinya apa yang telah ku lakukan itu sia-sia. Eomma mu tidak bisa diselamatkan. Maafkan aku Sungmin-ah"
Cerita heechul cukup membuat Sungmin tidak dapat menahan air matanya untuk tidak keluar. Sungmin menangis entah karena mendengar cerita Heechul yang tidak disangkanya begitu berat. Heechul tetap mencintai Hankyung apapun yang terjadi.
"Aku telah memaafkan Hankyung ahjussi. Karena appa menyuruh ku untuk tidak menyimpan dendam. Ini adalah takdir Tuhan."
~000oo000~
Yura benar-benar jengah dengan tingkah laku Kyuhyun yang selalu saja mengacuhkan nya. Tapi ambisi yang membuncah untuk membuat Kyuhyun menjadi miliknya membuat Yura tetap bertahan di sisi Kyuhyun, walau ia tahu bahwa Kyuhyun tidak pernah menganggap Yura ada.
"Oppa.. temani aku ke kantin ne.. kita makan bersama" Yura bergelayut manja di pergelangan tangan Kyuhyun. Berharap namja itu terpesona dan mau mengikuti permintaan Yura.
Sementara Kyuhyun memandang dingin yeoja di samping nya itu. Tingkah manja Yura tidak sama sekali membuat Kyuhyun tertarik dan malah terlihat sangat menjijikkan di mata Kyuhyun.
Kyuhyun ingin sekali membentak yeoja manja itu. Tingkah sok manis yang ditunjukan Yura membuat Kyuhyun merasa risih, bahkan wajah Sungmin jauh lebih manis dari nya. Aegyo yang dilakukan Sungmin juga tampak natural tidak seperti yeoja itu.
Srattt
Kyuhyun melepas tangan Yura yang sedang menggandeng tangan Kyuhyun dengan kasar. Yeoja itu sedikit meringis merasakan nyeri yang sedikit mendera di bagian tangannya.
"ENYAH KAU DARI SINI YEOJA MURAHAN! MENJIJIKAN!" bentak Kyuhyun tepat di depan wajah Yura.
Tubuh yeoja itu membeku merasakan kilatan amarah yang dipancarkan Kyuhyun terhadapnya. Tapi Yura tetaplah Yura, yang akan tetap berusaha untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
"O..oppa" meski gugup ia tetap berani membalas pandangan Kyuhyun dengan tatapan menyedihkan berharap Kyuhyun luluh.
"Kau hanya diperalat oleh appa ku demi kekuasaan. Lagipula jangan harap sedikitpun untuk mendapat hatiku. Mungkin kau sudah tahu bahwa di sini sudah terisi oleh seseorang"
Yura mengepalkan tangannya. "Aku tahu. Lee Sungmin bukan? Apa kau fikir appa mu akan menyetujuinya? Mengingat Sungmin adalah anak dari musuh besar appa mu. Memangnya apa kelebihan dari Lee Sungmin itu. Dia namja dan kau juga namja"
"KAU PIKIR EOMMA KU JUGA APA? DIA NAMJA, APPA KU YANG KAU ANGGAP SEBAGAI CALON MERTUAMU ITU BERISTRIKAN SEORANG NAMJA!"
"Kyuhyun oppa kau_"
"Apa?! Mulai sekarang jangan pernah mendekati ku, jangan pernah mengaku sebagai yeojachingu ku. Setelah ini bilang pada appa mu untuk membatalkan kerjasama dengan perusahaan appa ku karena aku menolak untuk dijodohkan dengan yeoja murahan seperti mu" penjelasan Kyuhyun membuat Yura terdiam. Tubuh nya menegang karena takut.
Sementara Kyuhyun sudah pasrah. Mungkin setelah ini appa nya akan marah besar dan nekat mencelakai Sungmin. Dan kalau itu terjadi, maka Hankyung juga harus siap kehilangann Kyuhyun. Jika Sungmin harus mati maka Kyuhyun dengan senang hati menyusul Sungmin ke surga. Mereka akan hidup bahagia di sana tanpa bayang-bayang ancaman dari siapapun.
Batin Yura terguncang. Kalimat yeoja murahan, menjijikan yang dilontarkan Kyuhyun kepadanya membuat Yura sangat sakit hati. Selama ini Yura lah yang dikejar para namja karena kecantikkan nya, tapi sekarang ia dibuat frustasi karena Kyuhyun menolak nya. Yeoja itu menjambak kuat rambutnya berteriak dan meracau tidak jelas. Jiwa yeoja itu benar-benar sedang terguncang.
"LEE SUNGMIN KAU HARUS MATI!" teriak Yura histeris di tengah suasana sepi di sekelilingnya.
.
.
.
Sungmin tengah mengadakan tugas kuliah bersama Hyukjae di taman belakang kampus mereka. Di sana juga ada Donghae, entahlah sejak resmi menjadi kekasih Hyukjae, Donghae selalu berada di samping Hyukjae membuat adegan mesra di depan Sungmin dan membuat namja manis itu menggerutu sebal.
"Ming.. aku akan pergi bersama Donghae untuk membeli map agar tugas kita bisa diletakan di sana nantinya." Ujar Hyukjae
Sungmin menatap Hyukjae dengan tatapan tidak terima. Kalau pergi dengan Donghae biasanya janji hanya beberapa menit saja ternyata dirinya harus menunggu berjam-jam entah apa yang dilakukan pasangan ini.
"Dan meninggalkan ku sendiri?" Tanya Sungmin
"Bukan begitu. Kalau kau juga ku ajak, tugas kita akan lama selesai. Kita akan bagi tugas. Kau yang buat deskripsi nya aku yang membeli bahan-bahannya. Oke Minnie chagi?"
"…"
Sungmin tetap tidak menjawab. Walau perkataan Hyukjae ada benarnya, ia tetap tidak terima. Membiarkan Hyukjae pergi itu sama saja membuat sahabat nya itu bebas berpacaran sementara dirinya harus merana karena tugas kuliah ini cukup sulit.
"Baiklah kau boleh pergi" walau setengah hati, Sungmin mengijinkan Hyukjae pergi.
"Gomawo Minnie-ah, aku janji akan pulang dengan membawa ice cream dan juga gula kapas yang banyak untuk mu …" Donghae bersorak gembira ketika ia diijinkan pergi berdua dengan kekasihnya.
"Janji?"
"Janji" sahut sepasang kekasih itu dengan kompak.
"Yasudah sana pergi" Sungmin pun mengibas-ngibaskan tangannya menryuruh Donghae dan Hyukjae pergi.
.
.
.
Sosok it terus mengamati dari kejauhan tingkah pola Sungmin. Mulai dari ekspresi Sungmin yang seperti kebingungan, menyetuk-nyetukan pulpennya di kepala sambil mempoutkan bibirnya lucu. Membuat sosok itu tak bisa untuk tidak tersenyum melihat tingkah semenggemaskan itu.
"Kau sangat indah, Ming." Tanpa Sungmin ketahui, sosok itu selalu memperhatikan nya dari kejuahan. Melihat Sungmin seperti hiburan tersendiri baginya, hatinya teduh ketika melihat senyum itu terbentuk sempurna di bibir cherry itu.
"Aisshh aku menyerah ini sangat susah" Sungmin mengambil ponselnya untuk melihat jam yang tertera di sana. "Tuh kan.. selalu seperti ini" Sungmin mendengus ketika Hyukjae dan Donghae tidak kunjung datang.
Sungmin mulai merasakan kantuk mendera dirinya. Sungmin memutuskan untuk menempatkan kepalanya di atas meja taman itu. Tidur sebentar tidak masalah kan.
Sosok namja itu tahu Sungmin tertidur pun segera menghampiri namja cantik itu. Ia penasaran, tugas apa yang dikerjakan Sungmin sehingga tampak frustasi sekali.
Ia ulurkan tangannya untuk mengambil salah satu buku catatan Sungmin.
Sosok namja tampan itu menggeleng-gelengkan kepalanya. "Tugas seperti ini sampai membuat mu seperti orang yang tersesat hm? Dasar kelinci bodoh." Namja misterius itupun mulai mengambil pulpen di sebelah buku catatan itu. Menulis beberapa deksripsi yang Sungmin kerjakan. Walau tidak satu jurusan, setidaknya ia paham apa yang sedang dikerjakan Sungmin.
Karena pada dasarnya otaknya memang jenius, sehingga dengan cepat ia menyelesaikan tugas deskripsi itu. Karena ia tidak mau Sungmin mengetahui keberadaan nya ini.
"Tugas mu sudah kuselesaikan. Mianhae Ming, saranghae"
Chup.
Setelah mengecup pipi gembul Sungmin sosok itu pun melangkah pergi. Dengan meninggalkan buku catatan Sungmin yang telah penuh oleh tulisan.
Selang beberapa menit Hyukjae da Donghae datang dan mendapati sahabat imutnya itu tertidur.
"Eh? Sungmin tertidur. Tapi woaahh tugasnya telah selesai. Daebak!" sahut Hyukjae kagum ketika melihat tugas deskripsi itu telah selesai.
Tapi Hyukjae merasa janggal dengan tulisan itu. Seperti bukan tulisan Sungmin, tapi siapa?
"Hae-ah, ini bukan tulisan Sungmin. Aku yakin itu" ujar Hyukjae sambil menyerahkan buku catatan Sungmin pada Donghae.
Donghae mengernyitkan dahinya. Ia sangat kenal tulisan ini. Namja pecinta ikan itupun langsung mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari sosok yang mungkin masih berada di sekitar taman itu.
'Kyuhyun. Tapi.. apa mungkin dia?' batin Donghae terus bertanya-tanya
~000oo000~
Hari ini Heechul berniat untuk kembali mengunjungi rumah keluarga kecil nya. Entah sampai kapan Heechul harus terus bersembunyi memantau kegiatan suami beserta anaknya.
Heechul mengetahui bahwa Hankyung tengah tidak berada di rumah, jadi ia memutuskan untuk menunggu Kyuhyun pulang meski harus menyembunyikan dirinya agar tidak ketahuan.
"Permisi"
Heechul yang terkejut membalikan badannya. Matanya terbelalak ketika salah mengetahui siapa yang menegurnya.
"Tuan Cho Heechul?"
"Pak Hwang?"
Dua sosok itu sama-sama terkejut, Heechul terkejut karena salah satu orang yang bertugas menjaga rumah nya bertemu langsung dengan dirinya. Sedangkan sosok satu lagi yang diketahui bernama pak Hwang itu terkejut ketika melihat istri dari majikannya akhirnya muncul setelah sekian lama pergi meninggalkan rumah.
"Pak Hwang ku mohon jangan memberitahu suami dan anak ku kalau aku sudah kembali"
Pak Hwang menatap Heechul dengan seksama terlihat jelas raut kekhawatiran dari namja cantik itu.
"Situasi belum memungkinkan aku muncul sekarang. Ku mohon hanya kau yang aku percaya di rumah ini" Heechul kembali memohon.
"Kepercayaan anda adalah amanat bagi saya. Tuan Heechul tenang saja saya tidak akan memberitahu siapapun.
Heechul tersenyum, Pak Hwang memang orang kepercayaan nya sejak dulu. "Bisakah aku meminta sesuatu?"
"Tentu saja boleh"
"Bolehkah kau mengabarkan ku setiap waktu, apa-apa saja yang terkait dengan suami dan anak ku. Beritahukan apapun yang mereka lakukan." Pinta Heechul.
"Baik tuan, saya akan melaksanakannya."
"Terimakasih Pak Hwang. Aku akan memberikan nomor ponsel ku agar lebih mudah untuk kita berkomunikasi."
Pak Hwang mengangguk. Ia memang orang yang bisa dipercaya oleh Heechul. Bagi pak Hwang, melihat istri majikannya kembali dengan keadaan sehat saja sudah cukup membuat kekhawatiran yang selama ini menggerayangi pikirannya mulai menghilang.
"Aku pergi dulu. Segera kabari aku jika Kyuhyun telah pulang"
~000oo000~
Sosok itu terus mengekori Sungmin setelah namja manis itu selesai dengan tugas nya bersama Hyukjae. Ia menyadari langkah Sungmin yang akan menuju sebuah restoran di mana sosok itu pertama kali melihat Sungmin.
Ketika Sungmin masuk dan duduk di salah satu meja, sosok itu juga mengikutinya walau ia memilih duduk lebih jauh demi menghindari kecurigaan dari Sungmin.
"Kebiasaan mu memang senang sekali memandang orang dari luar seperti itu, Ming" gumam sosok itu ketika melihat Sungmin yang tengah larut dalam suasana luar yang ia pandangi melalui kaca transparan.
Sosok itu memanggil seorang pelayan untuk mendekat dan meminta secarik kertas dan pulpen pada pelayan itu.
Sosok misterius itu menuliskan kata demi kata sambil tersenyum penuh arti. Tak lupa diakhirnya ia sematkan gambar hati dan wajah kelinci yang lucu.
"Berikan pada tamu yang duduk di meja 9. Jangan beritahu bahwa aku yang memberikannya. Buatlah alasan agar ia tidak curiga" sosok itupun memberikan beberapa lembar uang pada pelayan itu.
.
.
"Permisi tuan ini ada secarik kertas ucapan untuk tuan" kata pelayan itu pada Sungmin.
Sungmin heran melihat pelayan itu menyodorkan secarik kertas berwarna pink yang telah dilipat rapi. "Apa ini?"
"Itu adalah kertas ucapan yang disiapkan pihak restoran kami, khusus untuk hari ini karena restoran kami sedang berulang tahun" ucap pelayan itu setengah berbohong dan setengahnya tidak. Berbohong karena bukan pihak restoran yang menyuruhnya, dan memang kebetulan restoran itu sedang berulang tahun.
Sungmin membuka kertas itu dan membaca isinya.
Hay.. teruslah tersenyum. Kau tahu? Senyuman mu itu sangat indah
Sungmin terkekeh kecil usai membaca pesan singkat dari kertas itu. Entahlah Sungmin merasa sedikit bahagia membacanya, ditambah dengan gambar-gambar lucu yang disematkan di kertas itu.
"Tapi tunggu dulu. Tulisan ini seperti tulisan di catatan ku itu" Sungmin pun merogoh tas nya dan mencari buku catatan itu.
Hyukjae tadi memang menceritakan bahwa tugas mereka telah selesai. Sungmin yang mendengarnya terkejut, seingatnya ia belum menulis apapun. Siapa orang yang telah berbaik hati membantu Sungmin?
"Benar! Sangat mirip.. " tulisan di catatan Sungmin dengan tulisan di kertas kecil itu benar-benar mirip. Sungmin mengedarkan pandangannya. Mencoba mencari sosok yang entah siapa itu.
Tapi tidak dipungkiri hati Sungmin terasa senang. Ia seperti sedang dilindungi jarak jauh oleh seseorang yang Sungmin pun tidak tahu siapa.
~000oo000~
"Yura?"
"Appa"
Kang Junho –appa Yura- terkejut melihat kepulangan anak nya dengan penampilan yang bisa dikatakan tidak baik. Raut wajah putrinya sangat kacau. Apa yang telah terjadi pada putri semata wayang nya itu.
"Appa. Dia menolakku hikss.. Kyuhyun menolaku hiks.." Yura menangis di depan sang appa membuat Kang Junho geram. Berani-beraninya Cho Kyuhyun itu membuat keadaan putri nya menjadi kacau begini.
"Appa akan menarik kerja sama _"
"Tidak! bukan Kyuhyun yang patut disalahkan. Tapi Lee Sungmin" desis Yura
"Lee Sungmin? nugu?"
"Orang yang dicintai Kyuhyun. Jika saja Sungmin itu tidak muncul di dalam kehidupan Kyuhyun. Sudah pasti aku yang akan bersama Kyuhyun oppa"
"Begitukah?"
"Aku benar-benar merasa gila…. Aku benci kau Lee Sungmin, kau akan mati!" Yura kembali menjambak rambutnya.
Appa Yura meringis ketik melihat helaian rambut Yura yang telah rontok akibat jambakan itu. "Tenanglah.. appa akan membuat perhitungan pada orang yang telah merenggut kebahagiaan mu"
Yura menghentikan jambakannya dan menatap sang appa. "Benarkah? Appa akan membunuh Lee Sungmin untuk ku?"
Kang Junho mengangguk pasti. "Apapun akan appa lakukan untuk mu"
'Kalau aku tidak bisa mendapatkan Kyuhyun. Maka tidak ada seorang pun yang boleh mendekatinya juga' Batin Yura
.
.
.
Kang Junho telah mendapat informasi tentang orang yang bernama Lee Sungmin. Satu point penting baginya karena Lee Sungmin adalah anak dari musuh besar Hankyung. Jadi Junho berencana untuk mengajak Hankyung kerja sama memusnahkan Sungmin sesuai dengan kemauan Yura.
"Ada apa kau mengajak bertemu di sini" Hankyung yang tadinya masih mengadakan rapat, mendadak menghentikan rapat karena Junho menghubunginya untuk bertemu di salah satu café.
Kang Junho tersenyum penuh misteri. "Putra mu menolak perjodohan yang kita lakukan"
Tubuh hankyung menengang. "Apa itu berarti kau akan memutuskan kerja sama antara kita?"
Kang Junho tertawa kecil. "Awalnya seperti itu, tapi Yura tidak mengizinkannya. Namun putri ku itu mengajukan syarat. Kalau syarat itu terpenuhi maka kerja sama akan tetap terjalin dan pertunangan tidak akan terjadi"
Hankyung mencoba menerka-nerka rencana apa yang akan Kang Junho ajukan padanya. "Syarat?"
"Ya.. Kau bisa membantu ku untuk membunuh Lee Sungmin"
DEG
"Apa? Darimana kau_"
"Yura memberitahu ku alasan Kyuhyun menolak anakku karena masih mencintai Sungmin. Jadi Yura menginginkan Sungmin mati dengan begitu Kyuhyun bisa hidup tanpa bayang-bayang orang yang telah merusak kebahagiaan anak ku"
Hankyung mendadak terdiam. Batinnya memberontak antara mengiyakan ajakan Kang Junho atau malah menolaknya. Memang itu rencana awal Hankyung apabila Kyuhyun berani melawan perintah nya. Tapi sekarang? Hankyung mulai meragukan rencana nya itu.
"Tapi_"
"Pikirkan itu baik-baik Hankyung-ssi. Pikirkan berapa keuntungan yang akan kau dapatkan jika kau mau membantu ku"
.
.
.
.
TBC
Chap 8 dataanngg #tentengtumpeng
Pada nanyain ya kapan Heechul muncul. Maaf dehh kalau sampe chap ini Heechul belum saya ijinkan buat muncul di depan Hankyung dan Kyuhyun karena ini emank sudah alurnya TT jadi harap maklum.
Q: waktu Kyuhyun bilang benci Sungmin?
A: hahah…. Kyuhyun kan lagi mabuk berat jadi ngomong agak sedikit ngelantur.. walaupun orang mabuk itu kemungkinan besar akan bicara jujur, tapi gak sepenuhnya sesuai kenyataan kan? Namanya juga di bawah pengaruh alkhohol..
Q: Kangin dan Heechul udah saling kenal?
A: kalo kenal iya.. tapi gak terlalu deket.. udah di jelaskan di chap ini..
Q: chap depan nc?
A: maaf jika yang berharap nc di chap ini masih belum bisa saya kabulkan.. xD #dijitak# saya harus merilekskan pikiran.. karna jujur loh.. gak kuat buat ngetik, kalo baca sih seneng #Joyerslepassendal
Special thanks for: (chap 7)
ayyuannisa1, delimandriyani, Cho Adah Joyers, Yc KSH, Rahma Lau137, Ami Yuzu, Cho MeiHwa, zagiyajoyers, Kim Yong Neul, henlicopter, ratu kyuhae, ShinJiWoo920202, abilhikmah, gyumin4ever, reiasia95, ChuteKyuMin, 5351, Chika sparkyu, kitty ming90, Guest, fariny. *hug
Special thanks for : (chap 6)
lee sungmin, ChuteKyuMin, cho manda. *hug
Okay.. semoga gak pada bosen sama ff saya ini yaaa ^^ heheheh..
SEE YOU AT NEXT CHAP~
