BROTHER AND SISTER
Chapter 8
Author: ByunniePark
Genre: Family, Romance
Rate: T
Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, LuHan (Park Luhan), Oh Sehun
Other Cast: Kim Jongin (Byun Jongin), Wu Yi Fan (Kris Wu), dll.
Pair: Baekyeol, Hunhan, Taoris, Kaisoo, Sulay, Chenmin
Slight: Krishan
Disclaimer: Semua member EXO milik Tuhan (maunya sih milik saya) #abaikan, ff ini murni dari imajinasi saya.
Warning: OOC, GS, typo (dimana-mana)/ gaje/ ngebosenin/ don't like, don't read.
Summary: Dua saudara kandung yang mempunyai marga berbeda (summary berantakan)
Oke author kembali lagi... dengan part yang lumayan panjaaaaaang walau pun masih panjaaaaaangan yang kemarin #plaaak... kalau kemarin author ngetik chap 7 sambil jambak-jambak rambut, di chap 8 ini author ngetik sambil gigit-gigit kayu #persis rayap #plaaak #abaikan corcol gak penting author...moga di chap 8 ini gak mengecewakan deh amiin...oke cuuuuuusss...
LET'S START
HAPPY READING
AUTHOR POV.
"Sehunnie... palli!" seru Luhan yang saat ini tengah berdiri di depan pintu kelas Sehun.
"iya sebentar Lu...aku bereskan buku-buku ku dulu, atau kau pergi duluan saja nanti aku menyusul" tawar Sehun yang saat ini sedang membereskan buku-buku nya yang berserakan di meja.
"ani... hari ini aku pulang denganmu jadi sekalian saja ikut aku menemui Kris sebentar untuk memberikan buku ini, kata Minho setelah bell pulang dia langsung ke ruang OSIS" kata Luhan sambil menunjukkan buku Teknik Otomotif pada Sehun.
Sehun yang sudah selesai membereskan buku-bukunya pun segera menghampiri Luhan.
"o.. iya aku hampir lupa..." seru Luhan sambil tangannya merogoh tas nya dan kemudian mengeluarkan sebuah buku berjudul Einstein's Dreams, "...ini untukmu Hunnie" kata Luhan sambil menyodor kan buku itu pada Sehun.
"waaaah kau dapat dimana buku ini Lu... aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu-ketemu, gomawo Lu" mata Sehun berbinar dan tersenyum lebar ketika mendapat buku yang selama ini ia cari.
Luhan pun terkekeh melihat tingkah Sehun, "ne ... kau suka?"
Dan Sehun pun mengangguk-anggukan kepalanya sambil terus menatap buku itu.
"haha ya sudah kalau begitu, kajja kita temui Kris sekarang" ajak Luhan seraya menarik tangan Sehun pergi menuju ruang OSIS.
Sesampainya di ruang OSIS, manik mata Luhan menjelajah setiap sudut ruang OSIS yang sudah sepi, Luhan pun segera melangkahkan kakinya menuju sebuah pintu yang bertuliskan ruang ketua OSIS dengan di ikuti Sehun dibelakangnya. Namun saat Luhan hendak membuka pintu sayup-sayup terdengar oleh nya suara desahan yeoja yang mungkin berasal dari dalam ruang ketua OSIS. Berbagai pikiran negatif muncul di otaknya, tapi sebisa mungkin ia tepis pikiran itu, tangannya yang sedikit bergetar perlahan terangkat dan medaratkannya di kenop pintu, ia putar kenop pintu itu dan pintu pun terbuka tanpa suara, menciptakan celah kecil yang menampakkan dua sejoli tengah berciuman panas di atas meja. Mata Luhan membulat, wajahnya memerah, tubuhnya bergetar dan detak jantungnya tak beraturan kala melihat namjachingunya tengah berciuman panas dengan yeoja lain. Begitu pula dengan Sehun yang tengah menahan emosinya di belakang luhan. Dengan kasar ia buka lebar pintu itu sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.
BRAAAKK
"KRIIIIS..." teriak luhan dengan suaranya yang bergetar dan matanya yang mulai memerah.
Kris pun terlojak kaget kala mendengar suara teriakan Luhan dan segera melepaskan tautan bibirnya pada Zitao.
"LU-LUHAN..."
"jadi ini yang kau lakukan dibelakangku? Kau jahat Kris... ku kira kau sudah berubah...tapi ternyata aku salah, aku benci padamu, jangan pernah hubungi aku lagi, kita sudah selesai" kata Luhan dengan airmatanya yang sudah berjatuhan dan berlari meninggalkan ruang OSIS.
"Lu.. aku bisa jelaskan semuanya, dengarkan aku dulu..." teriak Kris seraya ingin mengejar Luhan tapi langkahnya berhasil ditahan oleh Sehun yang sedari tadi menahan amarahnya.
"BRENGSEK KAU... BAJINGAN..."
BUUGH
Tanpa aba-aba Sehun langsung melepaskan tinju nya ke arah muka Kris, seketika itu juga tubuh Kris tersungkur ke lantai.
Sedangkan Zitao yang melihat namjachingu nya dipukul orang hanya menatap kosong dengan tubuhnya yang bergetar.
Sehun pun menghampiri Kris dan mencengkeram kerah kemeja namja itu, terlihat sekarang sudut bibir Kris mengeluarkan darah.
"berani-beraninya kau menyakaitinya, kau tau, aku sudah berjanji pada diri ku sendiri akan membunuhmu jika kau melukainya, dan sepertinya sekarang aku akan menepati janji ku" teriak Sehun tepat didepan wajah Kris.
BUUGH
BUUGH
BUUGH
Sehun terus saja menghujani pukulan ke wajah Kris. Tidak ada perlawanan dari Kris, karena ia merasa pantas mendapatkannya. Tetapi berbeda dengan Zitao, gadis itu sudah tidak tahan melihat namja yang dicintainya dipukuli bertubi-tubi.
"HENTIKAAN!" teriak Zitao sambil berusaha menahan tangan Sehun yang hendak memukul Kris, tanpa sadar dengan kasar Sehun mendorong tubuh yeoja itu sehingga menyebabkan punggung yeoja itu terbentur tembok cukup keras.
"TAO..." teriak Kris melihat tubuh Zitao yang tersungkur ke lantai.
Kris yang tadinya hanya pasrah menerima pukulan Sehun sekarang dengan sekuat tenaga membalikkan posisi nya yang sekarang berbalik menindih Sehun.
BUUGH
Ia lepaskan pukulannya ke wajah Sehun.
"kau boleh membunuhku tapi jangan sekali-kali kau menyentuhnya brengsek" geram Kris seraya memukul wajah Sehun kembali
BUUGH
BUUGH
Dengan sekuat tenaga Sehun mendorong tubuh Kris dan membalas pukulan namja itu.
"cih bahkan sakitnya tidak sebanding dengan rasa sakit yang Luhan rasakan" Dan Sehun pun kembali menghujani Kris dengan pukulannya. Kali ini Kris tidak tinggal diam, ia pun juga membalas pukulan Sehun.
"kenapa kau marah Oh Sehun? Harusnya kau senang Luhan memutuskanku" kata Kris dengan senyum remehnya.
#
#
Baekhyun sesekali melirik Chanyeol yang sedang berjalan di samping nya dengan tatapan bingung. Bagaimana tidak, pasalnya sejak mereka berjalan dari kelas Baekhyun dan sekarang hampir saja sampai di gerbang utama Yonsang, sudah 5 pisang yang di makan Chanyeol. Terlihat Chanyeol memakan pisang-pisangnya dengan gusar dan ia tidak banyak bicara hari ini.
'aneh' batin Baekhyun.
Baekhyun pun memutuskan untuk menghentikan langkahnya sejenak. Seketika Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dengan pisang yang masih tertancap di mulutnya.
"wae-waeyo Baby?" tanya Chanyeol setelah melepas pisang dari mulut nya.
"seharusnya aku yang tanya, kenapa hari ini kau aneh sekali, dari tadi kau hanya diam saja dan kau sudah memakan 9 buah pisang hari ini, kata Luhan eonnie jika kau seperti itu pasti kau sedang gugup atau ada yang menganggu pikiranmu, sekarang katakan pada ku apa yang mengganggu pikiranmu saat ini?" introgasi Baekhyun sambil melipat tangannya didada.
DEG
Denyut jantung Chanyeol semakin tak beraturan. Yaaah ia memang gugup sekarang, karena hari ini ia berencana untuk menyatakan perasaannya pada Baekhyun, ia ingin meresmikan hubungannya dengan gadis imut itu. Tadinya ia berencana menembak Baekhyun pada waktu istirahat tetapi gagal karena mendadak perutnya mulas efek samping dari nervousnya. Tapi sudah ia bulatkan tekatnya untuk menembak Baekhyun saat pulang sekolah. Cepat-cepat ia memakan sisa pisangnya, sedangkan Baekhyun tengah mengerutkan keningnya melihat tingkah Chanyeol yang semakin aneh. Secepat kilat pisang itu pun habis tak bersisa. Setelah membuang kulit-kulit pisangnya Chanyeol menghirup nafas perlahan dan mengeluarkannya secara perlahan pula. Kedua tangannya tergerak meraih tangan Baekhyun. Baekhyun hanya diam menunggu apa yang akan dikatakan Chanyeol, ia tidak kaget saat Chanyeol tiba-tiba menggenggam tangannya, karena itu memang yang selalu Chanyeol lakukan saat bersamanya, tapi ia agak sedikit bingung dengan sikap Chanyeol hari ini yang lain dari biasanya.
"Baekkie dengarkan aku, mungkin ini terlalu cepat, tapi aku sudah merasakannya saat aku pertama kali bertemu denganmu, jantungku tidak pernah beres jika aku dekat denganmu, setiap hari aku selalu memimpikanmu, dan hari yang paling aku benci adalah hari Minggu karena pada hari Minggu aku tidak bertemu denganmu, bayanganmu selalu ada dipikiranku .." Chanyeol berhenti sejenak kemudian menarik nafasnya, " ...jadi Byun Baekhyun maukah kau...eummm menjadi...menjadi...LU NOONAAA!" teriak Chanyeol tiba-tiba dengan matanya yang membulat
"MWO?" Baekhyun pun kaget dibuatnya, di pikiran Baekhyun, bagaimana bisa Chanyeol memintanya untuk menjadi Luhan. Tapi tunggu ...pandangan Chanyeol tidak terfokus padanya saat ini. Seketika Baekhyun pun mengikuti arah pandang Chanyeol. Dan matanya ikut membulat kala mendapati Luhan tengah berlari sambil menangis menuju gerbang utama.
Secepat kilat Chanyeol pun lari ke arah Luhan dengan di ikuti Baekhyun dibelakngnya.
GREEB
Chanyeol menahan tangan Luhan dan menghentikan larinya, ia pun menarik Luhan dalam pelukannya, tangannya perlahan mengusap punggung Luhan yang bergetar.
"noona kenapa menangis? Katakan padaku?" tanya Chanyeol, ia merasa kemeja hijau toscanya sudah mulai basah terkena air mata Luhan.
"hiks mianhae, Channie mianhae, mianhae jeongmal mianhae.." Luhan terus menggumamkan kata maaf disela isakannya.
Chanyeol pun bingung di buatnya, "mianhae? Untuk apa noona?" tanya Chanyeol, terlihat sekarang ekspresinya mulai curiga.
"mianhae seharusnya aku mendengarkanmu dari awal hiks mianhae"
Chanyeol tau sekarang kemana arah pembicaraan itu, wajah nya memerah, emosinya pun mulai meluap.
"brengseek..." geram Chanyeol sambil melepas pelukannya dan mencengkeram bahu Luhan, "...katakan padaku dimana bajingan itu sekarang!" bentak Chanyeol.
Luhan pun menggelengkan kan kepalanya dengan bulir air mata yang semakin deras membanjiri pipinya, "andwae Channie, jangan..."
Mata Chanyeol beralih menatap Baekhyun yang melihat mereka dengan tatapan iba, "Baekkie jaga Lu noona, aku mau membereskan bajingan tengik itu dulu" kata Chanyeol dingin dan segera bergegas pergi meninggalkan Luhan dan Baekhyun di halaman sekolah.
"Channie andwaee... kumohon" ucapan Luhan melemah karena Chanyeol sama sekali tak mengindahkan larangannya.
Baekhyun yang melihat keadaan Luhan yang kacau itu pun segera memeluknya erat.
"uljima eonnie, kau harus tenang ne, semuanya akan baik-baik saja" kata Baekhyun berusaha menenangkan Luhan yang semakin terisak di pelukannya.
#
#
#
"apa maksudmu haaah?" geram Sehun sambil mencengkeram kerah kemeja Kris.
"cih ... jangan kau pikir aku tidak tau Oh Sehun, selama ini kau mencintai Luhan kan?" teriak Kris tepat di depan wajah Sehun.
Sehun pun kaget dibuatnya, matanya menatap tajam ke arah Kris dan seketika itu cengkeramannya melemah. Sungguh ia tak menyangka kalau selama ini Kris mengetahui perasaannya pada Luhan, padahal selama ini ia menyimpan rapat-rapat tentang perasaannya tanpa satu orang pun tau.
Kris tersenyum remeh ke arah Sehun sambil ibu jarinya mengusap darah yang keluar dari sudut bibir nya, keadaan mereka sekarang imbang sama-sama lebam.
"akting mu tidak berfungsi pada ku Sehun-ah, aku tau betul cara bicaramu, perhatianmu, tingkah lakumu, tatapan mu pada Luhan dan ... ekspresi cemburumu jika kau berada di antara kami, mungkin Luhan bisa tertipu oleh mu, tapi sayangnya aku tidak, dan betapa bodohnya kau selama ini membiarkan perasaan mu membusuk di sini" kata Kris tajam sambil tangannya menunjuk dada Sehun.
Sehun tercengang mendengar pernyataan Kris, sejenak ia mulai memikirkan kata-kata Kris, tapi tidak lama kemudian ia menyunggingkan senyum remeh nya pada Kris.
"kau benar, aku memang bodoh dan satu-satunya kebodohan fatalku adalah merelakan Luhan untuk mu, ku kira kau mencintainya dan menghentikan kebiasaan mu memainkan wanita, tapi ternyata aku salah besar, kau masih sama tidak berubah sedikit pun, kau tau selama ini Luhan sangat mencintai mu, kau membuat dia kecewa Kris" kata Sehun dengan emosinya yang sedikit mereda. Suasananya sekarang memang sedikit lebih tenang. Sontak Kris pun menatap Sehun dengan mengerutkan keningnya.
"ani Sehun-ah... jika kau berpikir aku tidak mencintai Luhan kau salah besar, selama ini aku juga sangaat mencintainya bahkan aku baru merasakan tulusnya mencintai seseorang, tapi kau juga benar aku memang belum berubah, hati ku selalu saja tidak pernah puas jika hanya mencintai satu orang saja, dan cinta ku pada nya..." tangan Kris terangkat menunjuk ke arah Zitao yang masih terduduk di di lantai, "...sama besarnya dengan cintaku pada Luhan" jelas Kris.
"tapi sekarang akhirnya aku sadar, aku memang tidak pantas untuk Luhan karena dia terlalu sempurna untukku, dan ada seseorang yang lebih berhak untuk memiliki hatinya" lanjut Kris seraya menepuk bahu Sehun, Sehun pun sontak menatap Kris dengan tatapan tak percaya sekaligus bingung.
BRAAKK
Tapi tiba-tiba terdengar suara pintu yang dibuka dengan kasar sehingga kembali menimbulkan bunyi yang cukup keras. Kris, Zitao dan Sehun pun kaget ketika mengetahui sosok Chanyeol yang sekarang tengah berjalan ke arah Kris dengan muka merah dan ekspresinya yang terlihat emosi.
BUUGH
BUUGH
Seketika Chanyeol pun menghujani Kris dengan pukulannya.
"brengsek kau ... apa yang kau lakukan pada kakak ku haaaah?" geram Chanyeol sambil terus memukuli Kris.
Sehun pun membulatkan matanya mengetahui Chanyeol dengan brutal memukuli Kris yang sudah melemah. Dengan cepat Sehun menahan tangan Chanyeol dan menjauhkannya dari Kris.
Tangis Zitao semakin pecah sekarang melihat Kris yang tengah babak belur sampai tak berdaya menegakkan tubuhnya. Zitao berlari ke arah Kris dan membantunya untuk berdiri. Sedangkan saat ini Sehun tengah kewalahan menahan tubuh Chanyeol yang terus meronta, ia tau Chanyeol sudah benar-benar sangat emosi.
"sudah Chanyeol-ah cukup, tidak ada gunanya kau menghajarnya, tidak akan merubah semua yang telah terjadi" kata Sehun sambil terus menahan tubuh Chanyeol dengan susah payah.
"tidak bisa hyung, lepaskan aku! Aku harus membalas sakit hati Lu noona pada bajingan itu" geram Chanyeol.
"kau pikir sakit hati Luhan bisa sembuh dengan kau menghajarnya sampai mati?" bentak Sehun dan seketika itu Chanyeol terdiam, ia berpikir sejenak, benar juga yang Sehun katakan, tidak ada gunanya menghajar Kris sampai mati, malah akan membuat Luhan semakin sedih nantinya, dan yang perlu ia lakukan adalah menjauhkan Luhan dari Kris. Sekuat tenaga Chanyeol menahan emosinya, ia menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menatap Kris tajam.
"dengar, jangan pernah sekali lagi kau mendekati kakak ku, jika kau mendekatinya lagi akan kupatahkan lehermu, ingat itu..." kata Chanyeol memperingatkan, lalu matanya beralih menatap Zitao, "... dan kau, Baekhyun pasti kecewa mempunyai sahabat sepertimu" kata Chanyeol tajam sambil tangannnya menunjuk Zitao yang sekarang masih terisak dan menundukkan kepalanya.
"sudah, kajja kita pergi dari sini" ajak Sehun seraya menarik Chanyeol pergi.
"jangan sia-sia kan kesempatan mu lagi Sehun-ah, katakan perasaanmu padanya jika tidak ingin menyesal seumur hidup"
Sehun pun menghentikan langkahnya sejenak ketika mendengar kata-kata Kris, lalu ia toleh kan kepala nya ke arah Kris.
"pasti" jawab Sehun mantab dan langsung melangkahkan kakinya pergi dari ruang OSIS dengan di ikuti Chanyeol yang tengah memasang wajah bingung, ketika mendengar kata-kata Kris yang terakhir.
'apa maksud dari kata-kata Kris tadi? Menyatakan perasaan? Jadi apa benar selama ini Sehun hyung menyukai noona?' tanya Chanyeol dalam hati. Sejenak ia kumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada Sehun.
"h-hyung.. ap.."
"jangan katakan apapun pada Luhan!" kata Sehun yang tiba-tiba memotong perkataan Chanyeol.
"ta-tapi hyung, noona harus tau kalau kau..."
"Chanyeol-ah kumohon..." Sehun lagi-lagi memotong ucapan Chanyeol sambil membalikkan badannya menghadap Chanyeol yang berdiri di belakangnya, "... ini bukan saat yang tepat untuk mengatakannya, saat ini hatinya sedang terguncang aku tidak mau menambah beban pikirannya"
Chanyeol menghela nafas nya,"ne hyung arraseo" kata Chanyeol sambil menundukkan kepalanya.
"sudah, kajja kita temui Luhan sekarang" ajak Sehun sambil melanjutkan langkahnya kembali dengan di ikuti Chanyeol menuju taman depan.
Chanyeol dan Sehun terus melangkahkan kaki nya mendekat ke arah Luhan yang masih terisak di pelukan Baekhyun. Terlihat sekarang Baekhyun yang terus saja berusaha menangkan Luhan yang sedari tadi belum berhenti menangis.
"Lu... gwenchana?" tanya Sehun sambil tangannya menyentuh bahu Luhan yang masih bergetar. Perlahan Luhan pun melepaskan pelukannya pada Baekhyun dan meninggalkan bekas air mata yang membasahi kemeja Baekhyun.
Luhan tidak menjawab pertanyaan Sehun, dengan kasar ia hapus air matanya yang tidak berhenti mengalir.
"kajja noona kita pulang sekarang!" ajak Chanyeol sambil menarik tangan Luhan yang saat itu masih sibuk menghapus air matanya, pandangan Chanyeol pun beralih pada Baekhyun yang tengah menatap Luhan khawatir, " baekkie mianhae hari ini aku tidak bisa mengantarmu pulang"
Mata Baekhyun pun beralih ke arah Chanyeol lalu ia anggukkan kepalanya, "ne gwechanna aku akan pulang naik bus, kau memang harus membawa Luhan eonnie pulang secepatnya" kata Baekhyun dan dibalas anggukan oleh Chanyeol.
Tapi tiba-tiba Luhan melepaskan genggaman tangan Chanyeol, "shireo... aku tidak mau pulang" tolak Luhan yang membuat Chanyeol dan Baekhyun kaget. Manik mata Luhan beralih ke arah Sehun dan seketika itu memeluk tubuh Sehun erat, "hiks Hunnie jebal...aku tidak mau pulang sekarang, aku tidak mau eomma khawatir melihat mata sembabku... aku pulang kerumahmu saja, Hunnie jebal ne hiks hiks"
Sehun pun perlahan membelai lembut rambut madu Luhan mencoba untuk menenangkannya.
"Chanyeol-ah sebaiknya kau antar Baekhyun pulang saja, biar luhan pulang bersama ku, bilang pada ahjumma, Luhan mengerjakan tugas di rumahku"
"n-ne hyung kalau begitu aku dan Baekkie pulang dulu" pamit Chanyeol pada Sehun lalu bergegas mengajak Baekhyun pulang.
"sudah Lu kajja kita pulang" ajak Sehun yang tangannya masih membelai rambut Luhan. Luhan pun akhirnya melepas pelukannya dan menganggukan kepalanya.
#
#
#
Chanyeol mengayuh sepedanya dengan perasaan kacau, pandangannya tidak fokus ke depan, rencana yang sudah ia susun berantakan, ia batal mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun hari ini. Selama perjalan ke rumah Baekhyun, ia hanya diam, padahal biasanya ia terus mengoceh panjang lebar sampai membuat telinga Baekhyun panas. Ketakutannya selama ini benar-benar terjadi. Ketakutan melihat noonanya menangis karena sebuah pengkhianatan. Walaupun diluar ia sering terlihat tidak akur dengan Luhan, tapi sejujurnya ia sangat menyayangi Luhan, satu-satunya kakak yang ia punya. Ia berjanji akan selalu melindungi Luhan dan akan merelakannya untuk namja yang tepat, namja yang benar-benar mencintai Luhan sepenuh hati. Dan sebenarnya Chanyeol sudah menemukan namja itu sejak dulu, namja yang selalu menemani Luhan kemana-mana, namja yang mengerti Luhan sepenuhnya, namja yang selalu memikirkan keadaan Luhan sampai mengabaikan keadaannya sendiri, namja yang siap melindungi Luhan dari apapun, namja yang tak pernah marah sekalipun Luhan melakukan kesalahan padanya, namja yang selalu sabar menghadapi Luhan, namja yang sempurna bernama Oh Sehun.
Chanyeol juga tak henti-hentinya merutuki kebodohan Luhan, bagaimana bisa noona nya itu selama ini tidak menyadari akan perasaan Sehun. Selama ini yang ia tau Luhan menganggap perhatian lebih Sehun padanya hanya sebatas sahabat karena mereka sudah terlalu dekat sejak kecil. Tapi Chanyeol tau arti perhatian Sehun pada Luhan lebih dari itu. Chanyeol terus saja sibuk dengan pikirannya sendiri sampai mengabaikan jalan berlubang di depannya.
"yeollie awaaas..." teriak Baekhyun yang kaget karena ia juga baru menyadari ada lubang di depan.
Reflek Chanyeol agak sedikit membelokkan setir sepedanya menghindari lubang itu, dan berhasil. Chanyeol menghela nafasnya sambil masih terus mengayuh sepedanya.
"mianhae baby, aku tidak melihatnya tadi"
Baekhyun ikut menghela nafasnya tanda lega, "gwenchana, kita istirahat saja di sini dulu"
"eh? tapi kan tinggal sedikit lagi kita sampai"
"tidak apa istirahat saja dulu, aku tau kau perlu menangkan pikiranmu, lagi pula sudah lama aku ingin mengunjungi taman itu" ajak Baekhyun sambil tangannya menunjuk ke arah taman yang terletak di kiri jalan. Jujur saat ini Baekhyun takut dengan sikap Chanyeol yang terkesan dingin tidak seperti Chanyeol yang biasanya.
Pandangan Chanyeol mengikuti arah telunjuk Baekhyun, ia pun mulai mempertimbangkan ajakan Baekhyun. Yaaah Baekhyun benar, ia memang perlu menenangkan pikirannya saat ini. Lalu ia pun membelokkan sepedanya menuju taman yang ditunjuk Baekhyun.
Ia geletakkan sepedanya begitu saja di tanah rerumputan taman itu, sedangkan Baekhyun saat ini tengah berlari kecil menuju sebuah pohon yang lumayan besar sambil merentangkan tangannya seperti melakukan ritualnya di Secret Park. Chanyeol berjalan menghampiri Baekhyun yang tengah tersenyum ceria sambil menutup matanya, merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya. Sudut bibir Chanyeol akhirnya terangkat ke atas menciptakan sebuah senyuman. Ia sudah merasa tenang sekarang. bukan karena suasana taman ini, tapi karena melihat senyum indah Baekhyun sudah cukup membuat hatinya tenang.
AUTHOR POV. END
CHANYEOL POV.
Ku hempaskan tubuhku di tanah rerumputan taman ini dan menyenderkan punggung dan kepalaku di batang pohon. Tidak lama Baekhyun pun ikut menduduk kan tubuhnya disampingku. Aku pun menoleh ke arahnya yang masih tengah asik menikmati suasana taman ini. Aku terus mengamati wajahnya yang dapat membuat hati ku tenang. Aku memang mencintainya, benar-benar mencintainya, dia yang mengubah hari-hari ku menjadi lebih berwarna. Awalnya aku mengira ini adalah perasaan sesaat, tapi ternyata aku salah, perasaan ini semakin tumbuh memenuhi seluruh ruang dihatiku. Aku ingin menjadikan dia milikku seutuhnya, hanya milikku dan aku hanya miliknya. Aku terus menatap wajah damainya sehingga ia tersadar bahwa sedari tadi aku hanya menatapnya.
"eumm... kenapa kau menatap ku seperti itu, ada yang salah?" tanyanya sambil menoleh ke arah ku, jantungku pun semakin tidak bisa di ajak kompromi karena sedari tadi berdetak tidak beraturan.
"ani...aku sedang menenangkan pikiranku..." aku menghentikan perkataan ku sejenak dan melihat Baekhyun yang sedang mengerutkan keningnya tanda bingung, lalu aku pun segera melanjutkan kata-kata ku kembali, "...karena hanya melihatmu tersenyum saja itu sudah membuatku tenang" jawabku kemudian sambil masih terus menatapnya. Terlihat sekarang pipinya merona merah dan ia pun terkekeh.
"kau ada-ada saja yeollie"
"baby... bolehkah aku memelukmu?"
"eh?" ia pun menatap ku bingung karena permintaan aneh ku ini, entahlah aku sendiri juga tidak tau kenapa mulutku tiba-tiba bergerak sendiri.
Tapi setelah itu aku melihat senyuman di wajah cantiknya.
"lakukanlah... jika itu membuatmu merasa lebih baik" aku sempat terkejut mendengarnya, aku tidak menyangka ia tidak merasa keberatan dengan permintaan aneh ku ini.
Tanpa menunggu lama lagi langsung saja ku rengkuh tubuhnya dalam pelukanku, tidak ada perlawanan darinya, bahkan sekarang aku merasakan belaian lembut tangannya di punggungku. Ku penjamkan mata ku sambil menghirup aroma tubuhnya. Rasanya ingin sekali aku menghentikan waktu saat ini juga.
"saranghae Byun Baekhyun" dan entah kenapa kata-kata itu akhirnya keluar dari mulutku.
CHANYEOL POV. END
AUTHOR POV.
Baekhyun membulatkan matanya mendengar pernyataan lirih Chanyeol.
"eh?" perlahan Baekhyun merenggangkan pelukan Chanyeol padanya, dan menatap namja itu seolah meminta penjelasan.
Tangan Chanyeol beralih menggenggam kedua tangan Baekhyun, "sarangahae jeongmal saranghae, mau kah kau menjadi yeoja special untuk ku, kalau kau mengira selama ini aku hanya main-main dengan mu... kau salah, aku benar-benar sangat mencintaimu, perasaan ini sudah ada sejak pertama kali aku bertemu dengan mu, terserah kau percaya atau tidak, yang pasti kau bisa merasakannya di sini..." tangan kanan Chanyeol tergerak mengangkat tangan kiri Baekhyun menyentuh dadanya tepat di jantungnya yang saat ini berdetak tidak beraturan, "... seperti itulah detakan jantungku saat aku bersamamu, aku memang bukan namja sempurna, tapi hidup ku akan menjadi sempurna dengan adanya dirimu di sisiku, so would you be mine?" kata Chanyeol sambil menatap Baekhyun penuh harap.
Baekhyun tercengang dengan pernyataan Chanyeol, terlihat ia sedang bergelut dengan pikirannya sendiri. Ia bingung apa yang harus ia jawab. Memang selama ini Chanyeol selalu ada bersamanya, selalu menggenggam tangannya, melindunginya, membuatnya selalu tersenyum walapun tidak jarang juga membuatnya jengkel dengan tingkahnya. Tapi itu yang membuat Baekhyun ingin selalu didekat Chanyeol. Setiap hari bersama Chanyeol menimbulkan benih-benih perasaan yang tidak dimengerti oleh Baekhyun. Ia tidak suka jika Chanyeol di dekati yeoja-yeoja lain, selama ini Chanyeol juga selalu menjauhkan Baekhyun dari namja-namja yang ingin dekat dengannya seolah mengklaim bahwa Baekhyun hanya miliknya. Terdengar egois memang, tapi Baekhyun senang dengan ke egoisan Chanyeol terhadapnya. Jadi mungkinkah Baekhyun juga mencintai Chanyeol?
Lama Chanyeol menatap Baekhyun, menunggu jawaban perasaan Baekhyun padanya. Ia sudah mempersiapkan mentalnya matang-matang jika akhirnya harus kecewa karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Namun tidak lama terdengar helaan nafas dari Baekhyun dan sedetik kemudian mendengar kekehan dari Baekhyun. Ia sempat bingung melihat ekspresi Baekhyun.
"jadi kau ingin meresmikan hubungan kita eoh?" tanya Baekhyun sambil terkekeh.
"eh? eum itu.. eh i-iya... eum jadi ap-apa kau mau?" tanya Chanyeol kembali sambil gelagapan.
Lagi-lagi Baekhyun terkekeh dan tiba-tiba ia lepaskan tautan tangan Chanyeol dari tangannya. Chanyeol pun kaget dibuatnya, ia harap-harap cemas, mungkinkah Baekhyun menolak cintanya. Tidak ...Chanyeol masih belum sanggup mendengarnya.
Namun sedetik kemudian ia menghentikan pikiran parnonya setelah merasakan sentuhan hangat di kedua tangannya. Mata lebarnya beralih melirik tangannya, dan ia kaget karena saat ini tangan mungil Baekhyun yang berbalik menggenggam tangan Chanyeol yang besar.
Baekhyun memberi senyum lembut nya ke arah Chanyeol yang saat itu masih terbengong.
"aku rasa tidak ada alasan bagi ku untuk menolak mu"
DEG
Denyut jantung itu yang akhirnya membangunkan Chanyeol dari acara bengongnya. Senyum lebarpun terkembang di wajahnya. Segera ia lepaskan tautan tangan Baekhyun dan langsung memeluk tubuh yeoja itu erat.
"gomawo baby jeongmal gomawo, mulai sekarang kau hanya milikku dan aku hanya milikmu, tak akan kubiarkan orang lain mengambilmu dariku, sampai kapan pun aku tak akan melepaskan mu, karena aku sangat sangat mencintaimu, percayalah padaku"
Baekhyun pun membalas pelukan Chanyeol dengan senyumnya yang sedari tadi terkembang dibir mungilnya, "ne, arraseo...aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena selama ini kau selalu setia di sampingku...selalu menghiburku, semua yang kau rasakan sama seperti yang aku rasakan dan... aku juga ingin berterima kasih pada kulit pisang mu, karena dia, aku bertemu dengan mu hihi"
Chanyeol pun terkekeh di buatnya, "ne... nanti ku samapikan padanya" dan disambut tawa Baekhyun di pelukannya.
"eumm chakkaman..." interupsi Baekhyun sambil melepas pelukannya yang membuat Chanyeol sedikit kecewa, "aku belum mengatakan sesuatu padamu"
"ap-apa?" tanya Chanyeol bingung.
"nado sarangahae Yeollie Baby" Baekhyun membalas pernyataan cinta Chanyeol sambil menangkupkan kedua telapak tangannya kepipi Chanyeol.
Chanyeolpun tersenyum dibuatnya dan menggenggam tangan Baekhyun yang masih menangkup pipinya.
"kau tidak perlu memanggilku Baby, cukup aku saja yang memanggilmu begitu, aku ingin kau memanggilku..." terlihat Chanyeol sedang berpikir, ".. oppa" kata Chanyeol sambil mengacak-acak rambut Baekhyun .
Seketika itu raut wajah Baekhyun berubah kesal, terlihat ia sedang mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya didada, "shireo shireo shireo..." tolak Baekhyun tegas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "kalau kau terus memaksaku untuk memanggilmu oppa, aku akan memanggilmu Chanyeol-ssi saja" lanjut Baekhyun masih dengan ekspresi kesalnya.
"iiiiiisssh ne ne terserah mu saja" ucap Chanyeol prustasi sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Dan disambut cengiran dari Baekhyun. Pasalnya Baekhyun selalu menolak permintaan Chanyeol yang satu itu, karena menurut Baekhyun, usia mereka berdua tidak terpaut jauh dan masih lahir di tahun yang sama jadi tidak ada alasan baginya untuk memanggil Chanyeol oppa, begitu prinsip Baekhyun.
"Yeollie marah ya?" tanya Baekhyun masih dengan cengirannya.
"ani...kau tau kan aku tidak bisa marah padamu" jawab Chanyeol sambil menarik Baekhyun dalam dekapannya.
"hehe... gomawo"
Baekhyun menyenderkan kepalanya di dada bidang Chanyeol, merasakan pelukan hangat di tubuhnya sambil memejamkan matanya.
Mereka bahagia saat ini, bagai dunia milik mereka berdua. Namun Chanyeol juga sedikit merasa bersalah pada Luhan, karena bahagia di tengah kesedihan noona nya, tapi bagaimana lagi... Chanyeol sudah tidak tahan menyimpan perasaan nya terlalu lama dan ia tidak mau menyesal seperti Sehun nantinya.
"eeumm... baby"
"hmmm..."
"boleh aku menciummu?" kata Chanyeol membuyarkan kedamaian Baekhyun
PLETAAK
Naas, bukan ciuman yang Chanyeol dapatkan tapi pukulan sayang dari Baekhyun di kepalanya.
#
#
#
3 jam sesampainya di rumah Sehun, Luhan masih tidak berhenti menangis. Sedari tadi ia tenggelamkan wajahnya di antara kedua tangannya yang terlipat di atas lututnya yang tertekuk. Di samping nya ada Sehun yang juga tak henti-hentinya mengusap punggung yeoja itu bermaksud menenangkannya. Ia memang menyuruh Luhan untuk menangis sepuasnya jika itu bisa meluapkan emosinya.
Tapi tidak lama akhirnya, Luhan mengangkat wajahnya dan tangannya tergerak menghapus air matanya dengan masih sesenggukan. Setelah itu, mata merahnya beralih menatap Sehun disampingnya. Tangan kanannya terangkat meraba wajah Sehun tepat di luka-luka memarnya.
"sakit?" tanya Luhan lirih dengan suaranya yang masih bergetar.
Sehun mengelengkan kepalanya dan menggenggam tangan Luhan yang ada di pipi nya, "sakitnya tidak sebanding dengan mu Lu".
"ani...hiks aku tidak sakit, Hunnie yang lebih sakit... tunggu sebentar ne" Luhan pun tiba-tiba berdiri dan menghapus kasar air matanya.
Sehun pun terkejut dibuatnya,"kau mau kemana Lu?" tanya Sehun sambil menahan tangan Luhan.
"mengambil obat, Hunnie tunggu disini saja ne?" kata Luhan sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamar Sehun
"tidak usah Lu.. aku tidak apa-apa..." cegah Sehun tapi tidak di indahkan oleh Luhan karena sekarang Luhan sudah keluar dari kamarnya.
Sehun menghela nafasnya dan mendudukkan kembali dirinya di karpet bulu dekat tempat tidurnya. Ia pun menyenderkan punggungnya ditepian ranjang dan sejenak memejamkan matanya, "mianhae Lu, aku tak bisa melindungimu" gumam Sehun lirih.
CKLEK
Tidak lama terdengar pintu kamar sehun terbuka menampak kan Luhan yang tengah membawa handuk kecil yang sudah direndam dengan air dingin . Yeoja itu kemudian ikut mendudukkan tubuhnya di samping Sehun. Tangan mungilnya mulai memeras handuk kecil itu lalu mengompres luka memar di wajah Sehun dengan sedikit menekannya, membuat Sehun sesekali merintih kesakitan.
"mianhae gara-gara aku, kau jadi berkelahi dengan Kris... aku memang bodoh Hunnie, harusnya aku mendengar kata-kata mereka, harusnya aku tidak menerima pernyataan cinta Kris waktu itu, harusnya aku tidak percaya dengannya begitu saja, harusnya aku juga tau kalau Kris tidak benar-benar mencintaiku...hiks mengapa aku begitu bodoh Hunnie, bodoh sampai membuat mu terluka, ini salah ku tapi kenapa kau yang terluka hiks mianhae telah mengecewakanmu Hunnie mian hiks hiks..." tangis Luhan pun pecah kembali. Dengan sigap Sehun pun merengkuh tubuh yang bergetar itu ke dalam pelukannya. Ia sudah tidak tahan melihat Luhan yang terus saja menyalahkan dirinya sendiri.
"sssssttt... kau ini bicara apa, itu sudah kewajibanku untuk melindungimu, kau ingat dulu aku pernah berjanji padamu akan selalu melindungimu dari apapun dan mana mungkin aku diam saja melihat mu disakiti, menyakiti mu sama saja menyakiti ku, jangan menangis lagi ne...jangan buang sia-sia airmatamu untuk orang yang menyakitimu, dan kau tau Lu...aku sedih jika melihatmu seperti ini..." kata Sehun sambil menghapus airmata Luhan yang terus mengalir.
"...sekarang kau hanya perlu melupakan masa lalu dan mulai melihat masa depan, ingat kau tidak sendiri ada aku yang akan selalu di sampingmu arraseo?"
Luhan pun perlahan menganggukkan kepalanya, "ne...gomawo Sehunnie, aku janji tidak akan mengecewakanmu lagi, aku janji hiks" ia pun semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Sehun dan menenggelamkan wajahnya di dada namja itu.
"ne... sudah jangan mengais lagi!" Tangan Sehun pun tak henti-hentinya membelai lembut rambut Luhan.
Tidak lama kemudian suasana menjadi hening, hanya terdengar deru nafas Luhan di dekapannya. Perlahan Sehun mengangkat wajah yeoja itu yang sedari tadi disembunyikan di dadanya dan ternyata Luhan telah tertidur dengan masih menyisakan genangan air mata di sudut matanya. Ia gerakkan ibu jarinya untuk menghapus genangan airmata itu dan membelai lembut wajah damai yeoja itu. Namun tiba-tiba ia merasakan ponselnya bergetar di saku celana nya, segera saja ia ambil poselnya dan melihat siapa yang menelfon nya dan ternyata itu telfon dari eomma Luhan.
"yeobseo ahjumma"
"..."
"ne Luhan masih di rumahku, kami baru saja selesai mngerjakan tugas dan sekarang Luhan ketiduran, aku tidak tega membangunkannya, jadi ijinkan Luhan tidur di sini malam ini ne?" pinta Sehun.
"..."
"ne arraseo ahjumma, besok aku akan mengantarnya pulang pagi-pagi"
"..."
"ne annyeong"
Dan sambungan telfon pun terputus. Sehun menghela nafasnya, dia terpaksa berbohong pada eomma Luhan karena ia tidak mungkin mengantar Luhan pulang dengan keadaan Luhan yang masih kacau seperti ini. Ia pun berniat untuk membaringkan Luhan di tempat tidurnya, tapi ia urungkan niatnya karena ternyata pelukan Luhan sangat erat, ia tidak tega jika mengusik tidur yeoja itu. Dan akhirnya tangan kanannya perlahan meraih selimut tebal yang berada di atas tempat tidurnya dan menyelimutkannya pada tubuh mereka berdua.
FLASHBACK ON
Sehun terus saja memandangi boneka rusa dari kayu yang baru saja selesai ia buat dengan senyum lebar di bibirnya. Ia berniat memberikan boneka rusa itu pada luhan, dan akhirnya ia pun bergegas untuk pergi ke rumah Luhan. Baru ia akan membuka pintu kamarnya, tapi ternyata pintu itu sudah dibuka terlebih dahulu oleh seseorang yang ternyata adalah Luhan yang tengah tersenyum ceria. Setelah menemukan sosok Sehun, langsung saja Luhan memeluk tubuh namja itu erat.
"wa-wae? Kenapa sepertinya kau senang sekali Lu?" tanya Sehun yang merasa aneh dengan Luhan.
"kau tau Hunnie, tadi sepulang sekolah Kris menyatakan cinta padaku"
DEG
Raut wajah Sehun berubah datar seketika, genggamannya pada boneka rusa itu pun melemah dan perlahan memasukkan boneka itu ke saku celananya kembali.
"aku tidak menyangka Hunnie dia menyukai ku, eotokkae Hunnie aku harus menjawab apa?" tanya Luhan sambil melepas pelukannya. Sehun pun segera merubah raut mukanya seperti biasa bahkan ia juga memaksakan senyumnya.
"kenapa kau bertanya pada ku, tanyakan pada hatimu sendiri... a-apa kau juga menyukainya?" tanya Sehun dengan nada ragu.
Luhan pun terlihat berpikir tapi tidak lama kemudian ia menganggukkan kepalanya, "iya Hunnie kurasa aku juga menyukainya"
DEG
Hati Sehun hancur saat itu juga, harapannya pupus. Ternyata orang yang ia cintai selama ini tidak mencintainya. Luhan hanya menganggapnya sebagai sahabat tidak lebih.
"tapi aku akan menerimanya, kalau Hunnie mengijinkan aku, tapi kalau Hunnie tidak mengijinkan...aku tidak akan menerimanya" sambung Luhan.
"kenapa malah minta ijin kepada ku Lu, ikuti saja kata hatimu"
"jadi Hunnie tidak keberatan kalau aku berpacaran dengan Kris?" tanya Luhan lagi.
Sehun pun menggelengkan kepalanya dan memaksakan senyumnya, "asal kau bahagia, aku tidak keberatan"
"yaaaaay gomawo Hunnie, kau memang yang terbaik" teriak Luhan girang sambil kembali memeluk Sehun.
"kalau begitu aku pergi dulu ne, annyeong Hunnie" pamit Luhan seraya melangkah pergi dari kamar Sehun. Meninggalkan Sehun yang masih terpaku ditempat dengan pandangan kosong.
Tak terasa matanya sudah mulai panas, tak ingin air mata nya jatuh ia pun mendongakkan kepalanya tapi tetap tak bisa, air mata itu tetap memaksa keluar.
BODOH bagaimana ia bisa mengijinkan Luhan untuk menerima cinta Kris, padahal dengan mudah ia bisa melarangnya, karena ia tau Luhan pasti akan menuruti kata-kata nya. Itu lah kesalahan terbesar Oh Sehun.
Dengan kasar ia keluarkan kembali boneka rusa di kantongnya dan membantingnya ke lantai cukup keras sehingga menyebabkan salah satu tanduk rusanya patah. Tubuhnya merosot ke bawah kemudian memeluk lututnya erat. Ia tidak menangis, karena tidak terlihat ia sesenggukan atau pun terdengar isakannya tapi air mata itu keluar dengan sendirinya. Mata nya terus saja menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, seperti orang kehilangan nyawanya. Sebegitu hancurnya kah hatimu Oh Sehun?
FLASHBACK OFF
"aku janji tidak akan melepasmu lagi Lu, aku janji...saranghae" gumamnya lirih sambil mencium kening Luhan cukup lama lalu akhirnya ikut memejamkan matanya bersama Luhan di dekapannya.
#
#
#
Hara baru saja mematikan sambungan telfon nya pada Sehun. Ekspresi wajah nya terlihat cemas memikirkan anak perempuannya. Ia merasa ada yang aneh pada Luhan. tidak biasanya anak nya itu langsung pulang ke rumah Sehun, padahal bisanya sebelum ke rumah Sehun, Luhan selalu menyempatkan dulu pulang kerumah. Dan seharian ini tidak memberinya kabar karena sedari tadi tidak bisa dihubungi, sepertinya Luhan mematikan ponselnya. Hati ibu mana yang tidak cemas jika seperti itu.
Sang suami yang sedang bersandar di sandaran tempat tidur pun mengerutkan keningnya melihat istrinya terlihat cemas, kemudian ia hentikan aktivitasnya membaca koran dan beralih menatap istrinya yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
"yeobo kau kenapa? Sepertinya ada yang kau pikirkan?" tanya sang suami.
"Luhan...aku khawatir pada nya, tidak biasanya ia begini, seharian ini dia tidak memberi ku kabar, ponselnya mati, aku takut terjadi sesuatu padanya" jelas Hara yang terlihat semakin gelisah.
Tangan suaminya perlahan mengusap-usap lengan sang istri, berusaha untuk menenangkannya.
"tenanglah ada Sehun yang menemani nya, aku yakin dia baik-baik saja..." sang suami memberi jeda bicaranya sejenak, "...aku rasa kau lebih peka padanya dari pada aku"
Reflek Hara pun menoleh ke arah suaminya, "tentu saja...karena aku yang merawat nya sejak kecil, sedangkan kau...hanya sibuk dengan pekerjaanmu" kata Hara dengan ekspresinya yang berubah kesal.
"ne mianhae... tapi kan aku sibuk bekerja juga untuk mu dan anak-anak, apapun akan ku lakukan untuk membahagiakan kalian"
"tidak semua kebahagiaan bisa di dapat dengan materi yeobo, mereka juga butuh kasih sayang dari mu... setiap hari mereka hanya bisa bertemu denganmu saat sarapan pagi dan kau pulang saat mereka sudah tertidur..." sejenak Hara menghela nafasnya, "...bisa kah kau sedikit mengurangi pekerjaanmu?"
"mianhae, karena aku seperti mengacuhkan kalian, tapi aku melakukan ini juga demi kalian, kalian adalah satu-satunya harta yang paling berharga dalam hidupku... dan kau tau sendiri kan kalau appa mempercayakan perusahaannya pada ku, itu tanggung jawab ku yeobo karena itu wasiat dari appa sebelum beliau meninggal, jadi aku harap kau bisa mengerti ne?"
"ne... tapi kurangilah jam kerja mu itu, jangan pulang terlalu malam, perhatikan kesehatanmu juga" kata Hara menasihati sang suami.
Sang suami pun terkekeh, "Ne yeobo arraseo..." ia pun meraih tangan sang istri dan mencium punggung tangannya, "...kau tau...aku beruntung sekali memilikimu..." wajah sang istri pun bersemu merah.
"...terima kasih karena kau mau menjadi ibu yang sempurna untuk anak-anak ku, saranghae" lanjut sang suami.
"dan terima kasih juga sudah menjadi ayah yang hebat untuk anak-anak ku, nado saranghae" ucap Hara sambil tersenyum lembut pada sang suami.
"eumm yeobo sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan pada mu" kata sang suami agak sedikit gugup.
"apa itu? Katakan saja" kata Hara masih dengan senyum lembut nya.
"lusa aku harus pergi ke China selama ..." belum sempat sang suami melanjutkan kata-katanya, Hara sudah memasang wajah datar dan segera membaringkan tubuhnya di tempat tudur dengan membelakangi sang suami.
"sebulan" dan sang suami pun melanjutkan kata-katanya kembali sambil menghela nafasnya. Ia tau istrinya sedang kesal dengannya karena lagi-lagi harus mengurus proyek perusahaannya yang ada di China. Ia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri dan menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua. Tapi sebelum ia memejamkan matanya, terlebih dulu ia mencium pucuk kepala sang istri.
"saranghae" ucap nya lalu memejamkan matanya.
Yaaaah... Park Hanzou memang tipe suami yang pekerja keras.
#
#
#
Sekarang sudah hampir jam 11 malam tapi Baekhyun masih asik berguling-guling di kasurnya. Kadang ia senyum-senyum sendiri sambil mendekap boneka sapinya. Hatinya masih berbunga-bunga kala mengingat kejadian sore tadi saat Chanyeol mengutarakan perasaannya. Ia lega karena ternyata Chanyeol benar-benar serius mencintainya, awalnya Baekhyun memang mengira Chanyeol hanya main-main dengannya. Tapi ternyata ia salah, cinta pertamanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Tapi tiba-tiba lamunannya berhenti karena ia merasakan ponselnya bergetar di sebelah kepalanya. Segera saja ia ambil ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya malam-malam begini. Senyum lebar pun terkembang di bibir cherrynya kala mendapati nama kontak 'Baby Yeollie' yang memanggil. Tanpa menunggu lama ia pun langsung mengangkat telfon dari Chanyeol yang sekarang berstatus sebagai namjachingunya. (ngeeeeng author cemburu #author ngiri #telen meja #jedotin pala ke aspal #plaaak)
"yeobseo"
"sayang...kau belum tidur?" tanya Chanyeol diseberang telfon.
"aku belum bisa tidur chagi"
"kenapa? Kau masih membayangkan wajah tampanku baby?" BINGO...tebankan Chanyeol memang benar.
"iiiissh kau percaya diri sekali" dan terdengar suara kekehan dari Chanyeol.
"kau sendiri kenapa belum tidur?" tanya Baekhyun.
"aku masih sibuk memikirkan pacar ku yang cantik, kira-kira sedang apa ya dia sekarang?" tanya Chanyeol yang membuat Baekhyun terkekeh.
"benarkah? Memangnya siapa pacarmu?"
"nama nya Byun Baekhyun dia cantiiik sekali...tapi kau tau dia suka sekali marah-marah dan sangat cerewet seperti eomma dan noona... tadi saja kepalaku dipukul olehnya huuufh" goda Chanyeol.
"YA! itu kan salah mu sendiri, baru beberapa menit menyatakan cinta sudah minta cium" Baekhyun pun mendengus kesal.
"memangnya kenapa? Aku kan memintanya pada yeojachingu ku sendiri, apa itu salah?"
"a-ani... hanya saja aku belum siap chagi mianhae" ucap Baekhyun lirih.
Dan lagi-lagi terdengar kekehan dari Chanyeol, "gwenchana baby... aku hanya bercanda"
"jinjja? kau tidak marah?"
"ani aku mengerti baby, dan lagipula sudah kubilang kan, aku tidak bisa marah padamu"
"hehe gomawo chagi... eumm oh iyaa bagaimana keadaan Luhan eonnie"
Terdengar helaan nafas dari Chanyeol, "kau tau... noona tidak pulang kerumah, dia tidur di rumah Sehun hyung"
"jinjja? Kasian Luhan eonnie dia pasti sangat terpukul sekali"
"ne... jujur aku sedih melihatnya seperti itu baby, padahal dulu aku sudah mati-matian melarangnya berhubungan dengan tiang listrik itu, tapi noona tetap saja tidak mau mendengarkanku"
"sudahlah chagi, ini bukan sepenuhnya salah eonnie, lebih baik Luhan eonnie tau sekarang dari pada nanti"
"ne... tapi ada yang harus kau tau, sebenarnya yeoja yang menjadi selingkuhan tiang listrik itu adalah sahabat mu, Huang Zitao"
Mata Baekhyun langsung membulat dan mendudukkan dirinya di tempat tidur, "mwo? Zitao? Bagaimana bisa?" tanya Baekhyun kaget.
"aku sebenarnya juga kaget dan tidak percaya baby, tapi itulah yang kulihat tadi"
"ak-aku tidak menyangka Zitao seperti itu chagi, selama ini ia tidak terlihat dekat dengan Kris sunbae, tapi dia pernah bercerita padaku ku kalau sebentar lagi ia akan bertunangan dengan seseorang" kata Baekhyun masih dengan ekspresi tidak percaya nya.
"mwo? Bertunangan? Apakah mungkin dengan tiang listrik itu?" tanya Chanyeol
"molla chagi... ia tidak menyebutkan nama calon tunangannya"
"haaaah sudahlah aku tidak peduli dengan mereka... sekarang yang harus aku lakukan adalah menghibur noona dan membantunya melupakan tiang listrik itu, kau mau membantuku kan baby?"
"pasti... Luhan eonnie kan kakak ku juga chagi" jawab Baekhyun mantab.
"hehe gomawo...kau memang pacarku yang paling cantik dan paliiiing baik, haaaah beruntungnya Park Chanyeol mempunyai malaikat imut bernama Byun Baekhyun"
"ck gombal, kau berlebihan Park Chanyeol"
"haha aku serius baby... eumm sudah malam, kau harus cepat tidur ne, besok kita masih sekolah, aku tutup ya?" pamit Chanyeol
"ne.. kau juga segera tidur ne"
"siaaap boooz... good night, saranghae baby"
"nado saranghae" dan sambungan telfon pun terputus. Sejenak Baekhyun memikirkan perkataan Chanyeol tadi, ia masih tidak percaya jika sahabat nya Zitao selama ini menjadi selingkuhan namjachingu calon kakak iparnya. Sungguh ia tidak habis pikir. Ia butuh penjelasan, bagaimana pun juga Zitao adalah sahabatnya.
"akan ku tanyakan saja besok" kata Baekhyun pada dirinya sendiri. Namun tidak lama kemudian terdengar bunyi dari perutnya.
"iiiiissh kenapa malam-malam begini perut ku bunyi siih, padahal aku kan sudah makan tadi...aaaah aku makan buah saja" lalu ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju dapur yang ada di lantai satu. Kaki nya perlahan menuruni anak tangga dan ketika melewati ruang TV, tiba-tiba ia menghentikan langkahnya karena mendapati eomma nya sedang tertidur di sofa. Baekhyun pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tau eomma nya pasti kelelahan sampai tertidur di sofa ruang TV.
Ia urung kan niat nya ke dapur dan berjalan menghampiri sang eomma. Terlihat sekarang sang eomma tengah tertidur pulas dengan majalah-majalah yang berserakan di lantai. Terlebih dahulu Baekhyun memungut majalah-majalah yang berserakan di lantai dan mengambil juga majalah yang ada di dekapan sang eomma. Tapi saat mengambil majalah yang ada di dekapan sang eomma, Baekhyun mengerutkan alisnya kala mendapati sang eomma ternyata juga mendekap selembar kertas...aaah tidak, selembar foto lebih tepatnya. Dengan cepat Baekhyun meletakkan tumpukan majalah itu ke meja dan setelah itu tangannya perlahan mengambil foto itu dari dekapan sang eomma dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidur eomma nya.
Baekhyun lagi-lagi mengerutkan alis nya setelah melihat foto itu. Di foto itu tercetak gambar eomma nya bersama dua balita perempuan di pangkuannya, balita yang satu sepertinya berusia kurang lebih satu tahun dan yang satu terlihat masih bayi menggunakan baju pink dan pita dengan warna senada.
"my angels, baby deer and baby beef?"
TBC
Dan berbahagialah bagi chanbaek shipper karena mereka udah jadian #autor ikut jingkrak-jingkrak.
Hunhan shipper: hunhan kapan jadiannya woooy ?
Author: sssssttt sabaaaaar sabaaaar #plaaaak #di injek hunhan
Oke seperti biasa buat balesan review dari readers yang punya akun udah author bales lewat PM masing-masing and yang belum punya akun author bales di sini:
rinie hun: ni author udah lanjut chingu...semua pertanyaan kamu sudah terjawab di chap ini hehe...makasih reviewnyaa #bow bareng kaisoo
aasElfExo: yuuup udah author lanjut...hehe makasih chingu semangatnya...and makasih reviewnya #bow bareng kaisoo
nissaa: riwayat hidup baekkie emang ribet chingu #plaaaak...hehe doa in jongin insap yaaa #dijambak jongin...ntar deh author kasih sengatan listrik ke luhan biar ada geter-geter gitu #ditendang luhan ke uranus...makasih reviewnya #bow bareng kaisoo
ExoticBaby'z: ini udah author lanjutin chingu...yuuk kita kroyok jongin rame-rame #digoreng kyungsoo...makasih reviewnya #bow bareng kaisoo
Akhir kata salam XOXO (Kiss & Hug) to My Lovely Readers, Thanks for your review:
dian deer, Lee Eun Ho, MeelMeel Aideen, chyshinji0204, RadenMasKYU, byunbaekhoney, cho kyuminyeol, sungha29, jungsssi , AiiAy-Chan, baconeggyeol, rinie hun, aasElfExo, nissaa, ExoticBaby'z
Review Again Please!
