Cinta Lama Yang Bersemi Kembali

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Story by Avrill

Pairing : SasuSaku, NaruHina, SaIno, ShikaTema, NejiTen

Chapter 8

Disebuah rumah yang besar bergaya jepang modern terlihat laki-laki berambut panjang duduk disebuah kursi besar menghadap jendela besar membelakingi tiga orang laki-laki yang berdiri dibelakangnya. Mereka adalah Orochimaru dengan tiga anak buahnya Sakon, Jirobo dan Kidomaro.

"Orochimaru-sama memanggil kami?"tanya Sakon.

"Ya. Bagaimana tugas kalian?"

"Sudah kami laksanakan Orochimaru-sama."

"Bagus. Ada tugas lagi yang harus kalian lakukan."

"Apa tugas kami Orochimaru-sama?"

"Tugas kalian-membalikkan kursi menghadap tiga orang dibelakangnya-menculik gadis ini,"dengan menyerahkan foto Sakura.

"Hubungi Tayuya dan juga Pakura, dia tau tentang gadis ini bicarakan tugas ini dengan mereka."titah Orochimaru.

"Baik Orochimaru-sama. Kami permisi,"pamit Sakon berojigi.

Pagi yang cerah di musim semi Kota Konoha, Sang surya bersinar cerah, burung-burung berkicauan dengan riang sambil melompati dahan-dahan serta ranting pohon. Angin berhembus secara sepoi-sepoi, terasa hangat. Yah, cuaca yang pas untuk sekedar jalan-jalan keluar rumah, menikmati suasana pagi yang indah entah bersama keluarga, teman maupun seorang yang spesial. Tapi nyatanya suasana hangat dan indahnya pagi sangat bertolak belakang dengan gadis berambut pink yang identik dengan bunga Sakura. Baik kita lihat apa yang dilakukan gadis ini di dalam kamarnya. Jika orang-orang diluar sana sibuk dengan kegiatan mereka sedangkan gadis ini Sakura masih setia bergumul dibawah selimutnya. Dan kegiatan Sakura terusik dengan suara ketukan pintu.

Tok...tok...tok...

"Saki...bangunlah nak ada nak Sasuke mencarimu dibawah, cepatlah turun."ucap Nenek Chiyo sedikit berteriak.

"Iya Nek~aku akan bangun~suruh dia menunggu sebentar lagi~"gumam Sakura serak, tapi bukannya bangun Sakura kembali tidur dan menarik selimutnya menutupi sampai telinganya.

Di lantai bawah nampaklah Sasuke yang duduk menunggu Sakura tapi yang ditunggu tidak kunjung muncul. Sasuke lalu berinisiatif ke lantai 2 ke kamar Sakura. Sampai di depan pintu kamar Sasuke mencoba membukanya tapi terkunci kemudian Sasuke bertanya pada Nenek Chiyo untuk meminta kunci cadangan kamar Sakura. Setelah mendapatkannya Sasuke segera menguncinya dan membuka pintu kamar Sakura, dan pemandangan pertama yang dilihat Sasuke adalah Sakura yang masih bergumul dibawah selimut. Sasuke lalu berjalan mendekat ke ranjang Sakura kemudian naik keatas ranjang.

Sakura sedikit terusik dalam tidurnya ketika tangan Sasuke mengelus kepalanya. Perlahan mata Sakura terbuka menampilkan mata hijau emeraldnya, pemandangan pertama yang dilihat Sakura adalah wajah Sasuke di depannya. Sakura mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan jika yang di depannya adalah benar Sasuke dan bukan mimpi, Sakura lalu mengulurkan tangannya menyentuh wajah Sasuke untuk meyakinkan lagi. 'Ini bukan mimpi! Ini nyata?!' kaget Sakura dalam hati. Sakura dengan cepat bangun dari tidurnya menyadarinya bahwa bukan mimpi.

"Sa-sasuke-kun? K-kenapa kau bisa di kamarku?"tanya Sakura bingung dan tergagap. Wajah Sakura kini terlihat semburat merah tipis di pipinya karena perbuatannya tadi.

"Aku menunggumu tapi kau tidak juga bangun jadi aku ke kamarmu dan menguncinya dari luar,"jawab Sasuke yang masih berbaring.

"Begitu ya? Maafkan aku Sasuke-kun~"dengan menundukkan kepalanya. Sasuke bangun lalu duduk menghadap Sakura yang menunduk.

"Hn. Tidak apa."sambil membawa wajah Sakura dengan jari telunjuk dan ibu jari untuk menatapnya. Emerald dan Onyx bertemu, Sasuke juga Sakura saling berpandangan sibuk dengan pikiran masing-masing karena keindahan mata keduanya. Sasuke mengelus sebelah pipi Sakura lalu membawanya dalam sebuah menciuman. Ciuman singkat yang menyalurkan sebuah perasaan yang Sasuke miliki kepada Sakura bahwa dirinya benar-benar mencintai gadis didepannya.

"Sakura...aku mencintaimu..."uc2p Sasuke yang masih menatap mata Sakura.

"Aku juga mencintaimu Sasuke-kun..."

"Cepatlah bersiaplah aku akan mengajakmu kesuatu tempat. Aku tunggu dibawah."titah Sasuke lalu turun dari ranjang dan keluar dari kamar Sakura.

Setengah jam kemudian Sakura sudah dan segera turun kebawah. Dress merah tanpa lengan dipadukan dengan cardigan warna hitam dan hils setinggi 5cm warna hitam. Dengan mantap Sakura berjalan menuruni tangga dan mendapati Sasuke duduk disana sedang menatap ponselnya dengan serius.

"Sasuke-kun~"panggil Sakura yang kini sudah berdiri di dekat Sasuke. Sasuke yang merasa dipanggil mengalihkan matanya dan memandang Sakura yang berdiri di dekatnya. Sejenak Sasuke begitu terpesona pada penampilan Sakura saat ini. Sakura yang dipandangi merasa salah tingkah.

"Sa-sasuke-kun kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan penampilampilanku?"tanya Sakura dengan menelisik pakaiannya apa ada yang salah dengan pakaiannya sehingga Sasuke menatap dirinya.

Berdiri didekat Sakura, "Tidak ada."

"Tapi kenapa kau menatapku seperti itu?"

"Cantik."gumam Sasuke.

"He? Apa? Kau bilang apa?"

"Bukan apa-apa."

"Ayolah Sasuke-kun~"rengek Sakura menarik-narik kecil baju Sasuke.

"Kau salah dengar Sakura,"

"Tidak tidak,"

"Hn,"

"Ish~kau ini Sasuke-kun menyebalkan sekali!"jawab Sakura cemberut.

"Ayo kita berangkat."dengan menggenggam tangan Sakura dan berjalan keluar. Kini mereka sudah di dalam mobil Sasuke.

"Sebenarnya kita mau kemana Sasuke-kun?"tanya Sakura.

"Nanti kau akan tahu."

"Ayolah Sasuke-kun...beri tahu aku~"

"Lihat saja nanti."

"..."

"..."

Hening.

Sakura akhirnya diam karena pertanyaannya dijawab Sasuke hanya itu itu saja yang intinya sama, dan itu semakin membuat Sakura bertambah kesal. Sasuke yang menyadari keheningan diantara mereka berdua melirik kearah Sakura yang kini menatap keluar jendela mobil. Sasuke hari ini berencana mengajak Sakura ke taman hiburan, Konoha Land.

Konoha Land...

Sekitar satu setengah jam mereka berdua dalam perjalanan akhirnya sampai juga di Konoha Land. Setelah memakirkan mobil Sasuke keluar di ikuti Sakura dari sisi lain. Sakura tidak menyangka jika Sasuke akan mengajaknya ke Konoha Land. Tiba-tiba ingatanya di waktu masih duduk di bangku SMA berputar, waktu itu Sakura memang pergi bersama seseorang dan seseorang itu punya nama yang sama dengan orang yang mengajaknya sekarang. Ingatan masa lalunya memang tidak hilang tapi Sakura tidak bisa mengingat memory apa pun yang dilakukannya bersama Sasuke-kun sebelum kecelakaan itu terjadi. Lamunan Sakura seketika buyar saat Sasuke memanggil namanya.

"...ra..."

"...kura..."

"Sakura?!"kata Sasuke sedikit berteriak.

"Ah...i-iya Sasuke-ku ada apa?"jawab Sakura kikuk.

"Kenapa kau melamun?"

"Hehe tidak tidak, aku tidak melamun kok."elak Sakura sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Ayo,"ajak Sasuke. Sakura dan Sasuke kemudian masuk ke dalam Konoha Land. Sasuke dapat melihat dapat melihat kebahagian di mata Sakura. Sakura berjalan kesana kemari dari satu stand ke stand yang lain Sasuke yang melihatnya hanya tersenyum kecil, Sasuke senanang bisa membuat Sakura bahagia walau Sakura tidak mengingatnya.

"Sasuke-kun ayo masuk ke foto box, ayo kita foto..."ajak Sakura sambil menarik lengan Sasuke. Sakura tekikik geli melihat cetakan foto yang dipegangnya, Sasuke memasang tampang yang sama disetiap foto.

"Sasuke-kun lihat, kau seperti patung tanpa ekspresi."kata Sakura yang masih terkikik geli.

"Ya ya teruslah tertawa,"jawab Sasuke kesal dan berjalan mendahului Sakura.

"He? Sasuke-kun! Tunggu aku~"teriak Sakura berlari kecil menyusul Sasuke.

"Kau lambat."

"Apa? Aku lambat?!"

"Hn. Kau lambat."

"Hey! Itu kau karena kau meninggalkanku tadi!"sungut Sakura. Sakura yang kesal berjalan mendahului Sasuke dengan menghentakkan kakinya tanpa menyadari ada sebuah kereta mobil dari arah kanan. Sasuke yang menyadari itu secepat kilat berlari menyusul Sakura.

"Sakura! AWAS!"teriak Sasuke. Sakura yang merasa terpanggil hanya membatu di tempat dan menutup matanya, sekelebat ingatan lalu berputar di kepalanya. Dirinya merasanya de javu akan kejadian ini, Sakura merasakan tangan seseorang memeluknya. Sakura membuka matanya dan melihat Sasuke yang ternyata memeluknya menyelematkannya dari kereta mobil tadi, 'Sasuke-kun menyelematkanku lagi? Ini yang kedua kalinya...'batin Sakura.

"Kau ini ceroboh sekali?"

"Maafkan aku, dan terimakasih sudah menyelematkanku lagi."

"Lagi?"tanya Sasuke heran.

"Ya lagi, aku tadi begitu saja ingat ketika Sasuke-kun menyelematkanku dari mobil setelah aku keluar dari kedai ice cream bersamamu."tutur Sakura.

"Lain kali hati-hati,"kata Sasuke khawatir. Sakura hanya mengangguk sebagai jawaban. Mereka tanpa sadar masih dalam keadaan berpelukan menatap satu sama lain sampai Sakura sadar bahwa mereka berdua berdiri di tengah jalan.

"Sasuke-kun..."

"Hn?"

"Ayo kita pergi dari sini,"ajak Sakura.

"Hn, ayo."

Tanpa terasa Sasuke dan Sakura sudah setengah hari di Konoha Land sekarang sudah menunjukkan pukul 12 siang. Tapi walaupun hari sudah semakin siang tapi Sakura masih semangat untuk naik wahana lain ataupun tempat-tempat yang lain.

"Sasuke-kun?"tanya Sakura mencari-cari Sasuke yang tidak disampingnya. Sakura mengedarkan mata kesana-kemari untuk mencari Sasuke tapi tidak ketemu. Sakura berinisiatif menelponnya tapi tidak tersambung. Sakura yang masih sibuk mencari Sasuke kesana-kemari tidak memperhatikan langkahnya dan membuatnya menabrak seseorang, tapi sebelum Sakura jatuh tangannya ditahan oleh orang ditabraknya.

"Dasar kau ini ceroboh sekali!"ucap Sasuke datar menatap Sakura tajam.

Mendongakkan kepala ke wajah Sapke "Eh? Maafkan aku Sasuke-kun~"

"Kenapa kau tidak melihat jalan?"

"Aku mencarimu tadi! Kau kemana saja?!"kesal Sakura. 'Kenapa dia yang marah? Harusnya aku yang marah bukan Sasuke ayam ini Shanaro...!'batin Sakura kesal.

Menyodorkan sebotol minuman pada Sakura, "Aku membeli minum tadi,"

"Sasuke-kun ayo kita tempat penjual takoyaki yang disebelah sana itu."tunjuk Sakura pada penjual takoyaki tak jauh dari mereka. Setelah membeli Takoyaki Sakura dan Sasuke kini duduk disebuah meja dekat air mancur.

"Sasuke-kun setelah ini kita berkeliling lagi ya...?"

"Apa kau tidak lelah berjalan seharian?"

"Tidak. Karena ada Sasuke-kun yang menemaniku,"jawab Sakura dengan senyuman.

Selesai makan takoyaki Sakura segera menarik-lebih tepatnya meyeret Sasuke untuk menaiki wahana yang lain lagi. Sasuke hanya bisa pasrah jika sudah begini yang terpenting buatnya sekarang adalah bisa melihat orang dicintainya bahagia. Tanpa terasa waktu sudah semakin sore mereka berdua kini sedang menaiki bianglala dengan ditemani langit senja yang indah berwarna jingga.

"Sasuke-kun, ku dengar jika sepasang kekasih berciuman tepat dipaling atas di waktu senja maka cinta mereka akan kuat sampai maut memisahkan,"ucap Sakura sambil memandang kota Konoha dari atas bianglala. Dan kini mereka berdua berhenti di paling atas bianglala.

"He? Kenapa berhenti?"tanya Sakura memandang kebawah mencari tahu. Sasuke hanya diam menatap tingkah Sakura yang duduk disampingnya.

"Bukankah sudah biasa? Kenapa kau masih bertanya?"

"Bukan begitu, tadi rasanya kita masih setengah naik?"

"Kita sudah diatas Sakura lihatlah." Tanpa diperintah lagi Sakura segera melihat sekeliling, dan benar apa yang dikatakan Sasuke mereka berdua kini berhenti di paling atas bianglala. Mata Sakura berbinar senang melihat pemandangan langit senja yang sebentar lagi matahari tenggelam.

"Sakura,"panggil Sasuke.

"Iya Sa-"kata-kata Sakura terpotong karena dengan tiba-tiba Sasuke menciumnya. Sakura hanya mampu melebarkan matanya dengan tindakan Sasuke tapi dengan segera Sakura membalasnya. Ciuman penyampaian perasaan masing-masing tanpa ada nafsu. Disela-sela ciuman Sakura ingat kata-kata yang dia ucapkan tadi jika sepasang kekasih berciuman di paling atas bianglala maka cinta mereka berdua akan kuat sampai maut memisahkannya.

Dengan wajah yang memerah "Sa-sasuke-kun..."

"Aishiteru Haruno Sakura, My Cherry..."

"Aishiteru Sasuke-kun..."

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam Sasuke dan Sakura sudah berada didepan rumah Sakura.

"Sasuke-kun terimakasih untuk hari ini...kau tidak mau mampir dulu?"tawar Sakura.

"Lain kali aku akan mampir,"

"Baiklah, hati-hati dijalan Sasuke-kun."

"Hn. Cepatlah masuk."

Dan mobil Sasuke pergi meninggalkan Sakura yang masih berdiri menatap mobil Sasuke sampai mobil itu hilang di sebuah belokan. Aku lalu masuk kerumah dan menuju lantai dua kamarnya. Walaupun capek tapi hatinya bahagia karena seharian Sakura menghabiskan waktu bersama Sasuke. Sampai dikamar Sakura langsung masuk kekamar mandi, badannya terasa gerah dan lengket. Setengah jam kemudian Sakura keluar dari kamar mandi dengan wajah yang kembali fresh, Sakura berjalan ketempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Tapi tak butuh lama bagi Sakura kini dirinya sudah terlelap dan masuk dalam dunia mimpi.

Sakura Hospital...

Terlihat beberapa dokter dan juga perawat sibuk mondar-mandir kesana-kemari dengan raut wajah yang tegang dan cemas. Pagi-pagi sekali dokter Kabuto mendapat telepon dari salah satu perawat yang mengatakan bahwa gudang penyimpanan obat terbuka dan setelah di cek ada beberapa obat juga kantung darah hilang dari sana mendengar kabar itu dokter Kabuto langsung menuju kerumah sakit.

"Ada yang bisa jelaskan padaku?"tanya dokter Kabuto pada semua orang yang berkumpul di depannya.

"Beberapa obat hilang dan stock kantung darah juga dokter, dan kami menemukan ini,"salah satu perawat menyerahkan kantong obat pada dokter Kabuto. Dokter Kabuto menerimanya dan meneliti kantong obat tersebut. Kerutan sama tercetak di dahinya saat meneliti obat itu.

"Apa ada masalah dokter Kabuto?"tanya perawat tadi.

"Ini...seharusnya tidak disini. Ini obat ilegal dan juga berbahaya, simpan ini ditempat aman aku akan membicarakannya pada Sakura."

"Jika ada yang melihat dia sudah datang suruh dia ke ruanganku."lanjut dokter Kabuto.

"Baik dokter Kabuto,"

Semua orang disana kemudian bubar menyisakan tiga orang perempuan yang terlihat senang karena usaha mereka berjalan dengan lancar menyelundupkan obat ilegal itu dan juga memgambil beberapa kantong darah dari sana.

"Semua ini baru permulaan saja..."ucap Pakura dengan seringai jahatnya.

Uchiha Corp's...

Terlihat lima orang laki-laki berkumpul di ruang kerja salah satu pemilik perusahaan, Uchiha Sasuke. Saat ini mereka sedang berdiskusi membahas tentang saham perusahaan yang lambat laun semakin menurun dari waktu ke waktu dan ini membuat mereka berlima harus berfikir keras.

"Teme, ini tidak bisa dibiarkan!"kata Naruto.

"Hanya Uchiha Corp's yang masih bertahan sampai ini."lanjut Naruto.

"Tapi tidak menutup kemungkinan Uchiha Corp's adalah target terakhir mereka dilihat dari cara mereka mengambil saham perusahaan kita bukan?"jelas Neji.

"Sasuke apa kakakmu tahu tentang ini?"tanya Sai pada Sasuke.

"Itachi belum tahu,"jawab Sasuke.

"Tapi Sasuke jika aku boleh menyarankan sebaiknya kau menceritakan masalah ini pada Kakakmu mungkin saja dia tahu siapa yang mengincar Uchiha Corp's dengan mengambil saham yang bekerja sama denganmu."pinta Shikamaru.

"Akan ku pikirkan lagi bersama Itachi nanti."ucap Sasuke.

Sakura yang baru saja tiba dirumah sakit merasa ada yang berbeda dengan kondisi yang cukup lengang dirumah sakit. Tapi Sakura dengan cepat mengeyahkan pikiran negatifnya dan segera ke ruangannya, tapi langkahnya terhenti karena seorang perawat memanggilnya.

"Sakura-san anda di cari dokter Kabuto,"kata salah satu perawat pada Sakura.

"Ah baiklah aku akan keruangannya."

Tok...tok...tok...

"Masuk."

"Anda mencari saya?"tanya Sakura

"Ah iya Sakura duduklah."

"Apa ada masalah?"

"Ya Sakura. Dan ini cukup serius."

"Memang apa masalahnya?"

"Ada obat ilegal di dalam gudang obat dan juga beberapa kantong darah hilang."

"Kenapa bisa?"

"Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti obat itu berbahaya untuk pasien. Bentuknya mirip dengan obau pada umumnya tapi hanya aku yang tahu jika obat itu berbahaya dan juga ilegal."

"Tunggu senpai, aku curiga jika obat itu memang diletakkan sana. Seakan pelakunya sengaja untuk mencari dirinya."

"Kau benar Sakura, tapi siapa pelakunya? Hanya orang rumah sakit saja yang tahu letak gudang itu."

"Yang jelas orang orang dalam Senpai, kita harus segera mencari tahunya."

"Baiklah aku akan berusaha semampuku untuk mencari tahu."

"Aku juga akan membantu Senpai. Kalau begitu aku permisi dulu."pamit Sakura.

"Ah ya silahkan,"ucap Kabuto mempersilahkan.

Sakura POV

Setelah dari ruang Kabuto-senpai aku jadi berfikir tentang masalah yang menimpa rumah sakit ini. Sebelumnya tidak ada masalah yang seperti ini terjadi di rumah sakit ini, aku tidak habis pikir sebenarnya apa motif orang itu dengan menaruh obat itu di gudang penyimpanan obat dan mengambil beberapa kantong darah(?) sebenarnya apa motifnya. Aku harus segera mencari tahu apa motifnya dan siapa pelakunya yang jelas dia pasti orang dalam, orang yang juga bekerja di rumah sakit ini tapi siapa yang patut ku curigai? mungkin akan kupikirkan lagi nanti untuk sekarang aku harus fokus pada pekerjaanku dulu.

Skip Time...

Tanpa terasa waktu sudah semakin siang dan perutku terasa lapar. Ku lihat jam di pergelangan tanganku dan ternyata memang sudah waktunya makan siang pantas saja perutku lapar. Dengan segera aku menyelesaikan pekerjaanku dan merapikan meja ku, ku gatungakan jas dokterku dan mengambil tasku yang ada di meja lalu segera mengisi perutku. Tadi pagi aku lupa sarapan dan beginilah sekarang aku sudah sangat lapar dan ingin cepat-cepat makan. Tapi tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku segera mengambilnya dari dalam tas, Sasuke-kun calling. Aku dengan segera mengangkatnya.

"Iya Sasuke-kun?"

"..."

"Aku sedang berjalan keluar rumah sakit ada apa?"

"..."

"Aku mau makan siang,"

"..."

"Emm~baiklah aku akan menunggu."

Tak berapa lama kemudian Sasuke datang aku segera saja masuk ke dalam mobilnya.

"Sasuke-kun ini mobil kantor bukan?"tanyaku pada Sasuke-kun.

"Mobilku sedang dibengkel jadi aku bawa mobil kantor."

"Begitu ya,"jawabku mangut-mangut.

"Sasuke-kun kita akan kemana? Kenapa kita melewati cafe ku?"

"Kita makan di apartemenku."

"Apartemenmu?"

"Hn,"

Apa pun itu aku merasa percakapan ini pernah terjadi diantara aku dan Sasuke-kun, apa mungkin ini ingatanku yang hilang? mungkin saja iya aku harap aku bisa mengingatnya jika sudah di apartemen Sasuke-kun barangkali ada hal lain yang dapat membuatku mengingat hal lain juga.

"Sakura kau tidak turun?" Aku tersentak dari lamunanku ketika Sasuke-kun memanggilku. Aku segera saja turun dari mobil dan mengekor di belakang Sasuke-kun.

Disaat aku masuk apartemen Sasuke-kun aku merasa tidak asing lagi seperti aku sudah pernah kesini sebelumnya. Aku melangkahkan kaki berkeliling di apartemen Sasuke-kun, sangat dirinya sekali yang punya kepribadian pendiam tidak banyak bicara selama aku mengenalnya beberapa minggu ini. Kulihat Sasuke-kun di dapur sedang memasak sesuatu, karenan aku penasaran apa yang dibuatnya aku lalu menghampirinya

"Sasuke-kun, kau masak apa?"

"Belum tahu, hanya ada beberapa sayuran saja."

"Bagaimana kalau sup tomat saja? Karena kulihat tomatmu lumayan banyak,"tawarku.

"Hn, boleh juga."

"Sasuke-kun duduk saja aku saja yang memasak."

"Tidak. Kita masak berdua."tolak Sasuke.

"Ok baiklah kita masak berdua."

Aku dan Sasuke-kun lalu mulai memasak, Sasuke-kun sibuk dengan sayuran aku sibuk dengan membuat bumbu sup. Jujur saya aku senang dengan kebersamaan ini. Dan entah sudah berapa lama aku dan Sasuke-kun berkutat di dapur dan sebentar lagi supnya akan matang, rasa laparku sungguh tidak bisa di tolerir lagi aku ingin segera cepat makan.

"Sasuke-kun maukah kau menata piringnya? Sebentar lagi supnya akan matang,"pintaku pada Sasuke-kun yang duduk di meja makan.

Dan tara sup tomat ala Sakura sudah jadi. Aku segera saja membawanya ke meja makan dan makan bersama Sasuke-kun, cacing-cacing di dalam perutku sudah tidak sabaran.

"Itadakimasu./Itadakimasu."ucap kami bersamaan. Selama makan hanya kehening diantara kami berdua, hanya suara dentingan alat makan yang berbunyi tidak ada obrolan apa pun diantara kami sampai Sasuke-kun mengakhiri makannya.

"Ah Sasuke-kun biarkan saja nanti aku yang akan mencucinya."pintaku yang melihat Sasuke-kun merapikan alat makannya yang akan dibawanya ke wastafel untuk dicuci. Tak berapa lama aku juga sudah selesai makan, kurapikan alat makanku dan mencucinya dengan alat makan Sasuke-kun. Selesai mencuci aku kembali ke meja makan untuk mencari Sasuke-kun tapi tidak ada. Aku berinisiatif mencarinya keseluruh apartemennya tapi tidak ada. 'Kemana Sasuke-kun pergi?' batinku dalam hati. Aku mencoba untuk menelponnya tapi ternyata ponselnya ada di apartemen, kuputuskan untuk mencarinya diluar. Aku menoleh kesana kemari untuk mencari keberadaan Sasuke-kun tapi aku tidak menemukannya. Aku yang lelah berjalan memutuskan duduk disebuah bangku kecil, cuaca yang sangat panas membuat kepalaku mendadak terasa pusing. Aku bingung harus mencarinya kemana, dasar Sasuke ayam! kemana dia perginya membuatku kesal saja setidaknya jika akan keluar bilanglah dulu padaku. Aku hanya dapat menggerutu tidak jelas. Tiba-tiba kepalaku terasa sakit, aku mencengkram erat kepalaku. Memory dimana Sasuke-kun menelponku mengajakku pergi dan bertemu di taman dekat cafe tapi dia tidak datang lalu aku pergi karena kesal Sasuke juga tidak kunjung muncul berputar bagai film di kepalaku dengan sangat jelas. Ku lepaskan cengkraman tangan dikepalaku, jadi inikah ingatanku yang hilang tentang Sasuke-kun? dan dia adalah orang yang sama yang dulu pernah meninggalkanku. Tanpa terasa air mataku mengalir dengan sendiri akibat ingatan dimana aku sebelum kecelakaan semuanya tentang Sasuke-kun di awal pertemuan kami dan mengetahui kenyataan bahwa dia adalah orang yang meninggalkanku dulu. Sungguh ironis. Tanganku mengepal erat karena kemarahanku yang sudah di tinggalkan lalu dia tidak menemuiku dan sudah membuatku kecelakaan dan berakhir di rumah sakit.

"Sakura?"

Itu dia. Orang yang dari tadi aku cari muncul juga.

"Dari mana saja kau!"tanyaku marah. Dia hanya mengernyit heran padaku, aku yang sudah kesal ditambah kesal karena tidak menjawabku.

"Ku tanya sekali lagi, dari mana kau Uchiha Sasuke!"tanya dengan nada lebih tinggi.

"Kau kena-"

"Jawab saja apa susahnya!"

"Aku membeli minuman dingin apartemen habis,"

"Tidak bisakah kau bilang padaku jika kau keluar!"

"Hey kenapa kau marah?"

"Kau tanya kenapa aku marah?"tanyaku dengan pandangan tajam kearahnya.

"Jelas aku marah ketika aku tahu bahwa orang yang selama ini bersamaku adalah...ORANG YANG SAMA YANG MENINGGALKANKU DULU DAN MEMBUATKU MENUNGGU DITAMAN TAPI KAU TIDAK DATANG DAN BERAKHIR AKU DIRUMAH SAKIT KARENA AKU KECELAKAAN KARENA AKU KESAL PADAMU!"teriakku marah padanya. Cukup sudah. Semua kemarahan yang ku tahan tadi tak dapat ku tahan lagi. Sasuke hanya mematung di depanku dengan ekspresi terkejut walaupun tidak begitu terlihat, tapi aku tahu matanya menyatakan bahwa dia terkejut karena aku mengingat semuanya.

"Sakura kau..."

"Ya! Aku ingat semuanya!"

"Sakura aku bisa jelaskan,"

"Apa yang perlu dijelaskan?!"

"Sakura dengarkan aku dulu."

Sasuke berjalan mendekat kearahku berdiri tapi dengan cepat aku melangkah mundur.

Aku memberi isyarat dengan tangku agar dia tidak mendekat, "Cukup Sasuke! Cukup! Kau sudah membuatku kecewa, kau berjanji jika kau tidak akan mengecewakanku?!" Aku yang bersiap pergi dari hadapan Sasuke tanganku di tarik olehnya. "Lepaskan aku!"

"Tidak akan!"

"Lepaskan aku Sasuke!"berontakku padanya yang menahan satu tanganku.

"Sakura dengarkan aku!"bentaknya padaku yang membuat nyaliku menciut. Jujur saja aku takut sekali untuk pertama kalinya. Pandangan matanya begitu tajam padaku. Aku hanya mampu terdiam dan harap-harap cemas dengan keadaan ini.

"Kau tahu, di malam itu aku sudah berjalan untuk menemuimu tapi aku melihat seorang gadis pingsan dan aku mau tidak mau harus menolongnya dan membawanya kerumah sakit terdekat. Aku mencoba menelponmu tapi kau tidak mengangkatnya, dan kau tahu...saat aku sampai di taman adalah KAU YANG TERBARING DI JALAN DENGAN DARAH BEGITU BANYAK! Aku saat itu sangat takut jika sesuatu terjadi padamu Sakura, sungguh aku minta maaf aku tidak bermaksud mengecewakanmu."jelasnya padaku dengan berbagai ekspresi bercampur jadi satu. Aku hanya mematung mendengar mendengar penjelasannya. Dan kini Sasuke menunduk meletakkankan kepalanya dibahuku, aku merasakan bahuku sedikit basah. 'Dia menangis?'batinku dalam hati. Untuk pertama kalinya aku tahu jika Sasuke-kun yang terkenal pendiam, dingin, menyebalkan juga keras kepala bisa sangat rapuh seperti ini. Kami-sama apa yang sudah aku perbuat padanya? Sasuke-kun sungguh-sungguh ingin membahagiakanku dan tidak membuatku kecewa tapi aku malah marah padanya hanya karena salah paham. Aku pun ikut menangis dan memeluk Sasuke-kun memberinya kehangatan.

"Sasuke-kun maafkan aku..."bisikku padanya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku Sasuke memohon padaku.

"Sakura aku mohon-

-jangan pernah tinggalkan aku..."

End Sakura POV

Tbc...