-Pabo Luhannie-
.
.
.
"Ini" ucapnya memasangkan sebuah cincin kayu unik dijari telunjukku. Terasa pas.
Tunggu
Cincin ini ...
...
"Cincin ini?" Gumam luhan memperhatikan cincin kayu dijari telunjukku. Sehun tersenyum kecil melihat cara luhan memperhatikan cincin itu.
"Nah, sekarang sudah paskan " gumam sehun tersenyum. Ia masih betah menatap wajah bingung luhan.
Tak
"Pabo" tawa sehun meninggalkan luhan setelah mentakbam ringan kening yeoja bermata rusa itu.
"Waaaackk!" Terdengar teriakan baekhyun yang terjatuh kekolam renang. Luhan tertawa renyah melihat tingkah teman temannya itu.
'Tunggu?' Ia menatap suho dan lay yang tengah berbincang asik membicarakan sesuatu dismartphone suho.
"Aku suka cincin yang itu"
"Ani, terlalu biasa. Aku ingin cincin yang melambangkan cinta chagi"
"Jadi maksudmu cincin pertunangan kita berbentuk hati? Hell! Itu kekanakan bodoh" sela lay.
'Cincin ini diambil dari kayu pohon cherry. Dan ini melambangan cinta'
"Tunggu, sehun .. Sehun .. Nama itu sangat familiar? Sehuun ..." Gumam luhan menatap cincin dijari telunjuknya.
'Yah! Tapi cincin ini terlalu besar!'
'Nanti kalau kita sudah besar cincinnya akan pas kok'
'Berarti hannie harus besar dulu baru memakai cincin ini? Huh sehunnie menyebalkan!'
DEG!
Kenangan itu berputar begitu saja dikepala luhan. Ia kembali menatap sehun yang bersebrangan dengannya. Sehun menatapnya sambil tersenyum.
DEG!
'Jadi .. Sehun? Adalah?'
"Hey! Melamun hmm?" Kris menghampiri luhan dan duduk disebelah dongsaeng kesayangannya itu.
"Ge ..."
"Ada apa? Kau nampak aneh?"
"Aniyo .. Hmm ... Aku boleh bertanya sesuatu ge?"
"Apa?"
"Apa gege masih mengenali teman gege saat ditaman kanak-kanak dulu jika gege bertemu dengannya lagi saat sudah dewasa?"
"Hey? Kau makin aneh. Tergantung. Ada orang yang wajahnya mirip dari kecil ada juga yang tidak. Ah! Gege rasa gege tidak akan mampu mengenalnya tadi malam teman gege menyapa katanya dulu satu elementary dan gege sudah lupa" kris tertawa kecil. Luhan masih terdiam.
Tentu! Bagaimana ia bisa mengingat sehun. Dulu sehun masih sangat kecil dengannya. Dan sekarang ..
Luhan kembali menatap sehun diseberang kolam renang yang tengah asik saling mendorong dengan kai dan tao.
'Sekarang dia sangat tampan...'
.
.
.
Kini para yeoja berkumpul ria dikamar luhan. Tentu baekhyun meminjam baju luhan karena ia sudah basah kuyup.
"Whoaa, koleksi channel mu sangat menakjubkan lu" seru Lay memekik senang.
"Jie, kau belum melihat koleksi tas loobies-nya! Dan benda-benda leopard disini" Tao menarik Lay keruangan yang masih dikamar luhan.
"ASTAGA! KAU MEMILIKI D.U.I LU JIE! Mengapa aku tidak pernah melihatnya!" Pekik tao melihat susunan dipaling ujung gaun hitam dan mekaran pink dibawahnya yang pernah dipakai leona lewis dan gaun hitam yang pernah dipakai anna friel sungguh mahakarya yang sangat indah.
Luhan dan kyungsoo hanya tertawa kecil mendengar pekikan diruang khusus bajunya.
"Mereka belum melihat semua koleksi louboutin dan herve leger mu lu" bisik Kyungsoo tertawa. Dan tidak salah, beberapa saat terdengar pekikan nyaring Baekhyun-Tao-Lay-Xiumin didalam.
Tiba-tiba kyungsoo memeluk luhan gemas.
"Kyungie?"
"Aku sangat bahagia kau memiliki banyak teman lu. Mulai sekarang bukan hanya aku tempatmu menangis berbagi cerita. Mereka semua ada untukmu. Aku yakin mereka orang yang baik" kyungsoo menatap mata luhan.
"Hey! Mengapa kau malah seperti ingin menangis seperti itu hah?" Serunya.
"Hiks, aku sangat menyayangimu kyungie. Kau sahabatku" tangis luhan memeluk kyungsoo. Segera dibalas pelukan luhan dan menghapus air mata yeoja cantik itu.
"Aku tidak mau disembur oleh naga api nanti jika membuatmu menangis" bisik kyungsoo disusul tawa mereka berdua.
...
"Kurasa aku punya nama yang cocok untuk luhan" ucap baekhyun. Mereka tengah berkumpul diruang keluarga sambil menikmati cemilan.
"Apa?"
"Luhan hilton?"
"Wahaha, benar! Koleksi channel-nya bahkan mengalahkanku" timpal tao tertawa.
"Tapi tidak dengan leopard" ucapnya lagi bangga.
"Jadi kalian habis mengelilingi lemari raksasa itu?" Tanya kris.
"Hm! Dan yang kulihat malam itu ternyata tidak seberapa ge. Luhan jie memiliki semuanya!" Seru tao meloncat duduk kesebelah kris.
"Aah, kalian tidak pernah melihat aksi gilanya. Ia bahkan pernah mengadakan fashion show diruang tengah bersama para maid saat pertama kali aku kesini. Kukira dirumah ini sedang mengadakan pameran" celetuk kris tertawa mengejek kearah luhan.
"Ya! Ge! Kukira kau tidak akan membahas itu lagi!" Seru luhan tidak terima.
"Memangnya kau tidak pernah keluar mansion ini dulu?" tanya chanyeol yang duduk memakan cemilan. Sedangkan sehun dan kai asik bermain games 3D didepan mereka.
Luhan hanya membalas dengan senyuman cengo. Ia bahkan tidak sedih.
Sehun meletakan alat gamesnya.
"Aku akan tertarik jika mereka membuat fashion show semua barang dari victoria secret" timpalnya duduk dikarpet dihadapan luhan yang duduk disofa.
"Yack! Neo! Byuntae!" Pekik tao kesal. Melempar bantal kewajah sehun.
'Jadi dia sudah tumbuh seperti ini, sangat tampan. Dan masih lucu seperti dulu' batinnya tersenyum kearah sehun dan mendapat tatapan intens dari pria berwajah dingin itu.
'Apa kau sudah mengingatku lu? Aku merindukanmu rusaku yang cantik' Sehun menundukan kepalanya tersenyum.
Kris memberenggut kesal melihat tatapan antara sehun dan luhan. Tapi ia tertawa dalam hati. Sepertinya temannya itu jatuh cinta pada adiknya.
Yaah .. Naga kita belum tau seperti apa masalalu mereka.
"Ah lu, kau sudah tidak membenci sehun kan?" Kris tertawa kecil. Begitu pula tao. Luhan mengerjap bingung.
"Hahaha, benar ge. Dulu saat ia jadi dana setiap pulang sekolah luhan terus mengomel tentang sehun" seru tao tak kalah antusias.
"Chankam! Chankam! Aku ingat sesuatu! Ya! Luhan-ah! Aku ingat! Kau yeoja baru yang dulu pernah menggebrak exo room kan! Yang mencari kai!" Seru chanyeol antusias menepuk tangannya. Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia melirik kyungsoo yang sudah memelototinya.
Dan hanya cengiran bodoh yang ia berikan. Takut-takut kyungsoo ngamuk kalau yeoja itu bercerita dramatis tentang kai dan membuat luhan naik pitam.
Luhan kembali membalas dengan cengirannya.
"Anak aneh" dengus chanyeol kesal.
"Naah, karena kalian berdua sudah berteman. Aku tidak mau melihat keluhanmu lagi lu. Dan nilaimu harus meningkat" kris menyeringai kearah luhan. Luhan mendengus sebal. Ia sangat lemah dengan pelajaran apa lagi setelah mengetahui sehun adalah hunnie-nya. Ia akan malu setengah mati.
"Aku benci belajar, lagi pula aku pasti lulus" gerutunya pelan dapat terdengar semuanya.
'Kau masih seperti luhan yang dulu' Sehun tertawa kecil.
"Aku akan kesini tiap hari untuk mengajarinya hyung. Aku tau pasti jung sonsaengnim sangat frustasi saat mengajarinya privat"
Luhan melotot kearah sehun. Tapi tidak dengan kris. Sejak kapan sehun mengetahui guru luhan? Tapi naga kembali positif thinking, mungkin waktu mereka belajar bersama luhan bercerita.
Sehun membalas sambil menjulurkan lidahnya jenaka, luhan menggeram kesal ingin memukul sehun tapi tidak sampai terhalang meja dan jadilah sehun yang menahan tubuhnya agar tidak jatuh.
...
Sejak kejadian tadi luhan terus-terusan cemberut bahkan sampai makan siang berlangsung. Ia malu.
Sedari tadi luhan hanya memelintir hand scarf canggung. Dirumah sisa suho-yixing, kris-tao dan dia ditambah satu lagi namja yang memang disebelahnya dari tadi. Mereka ada diruang badminton, suho nampak semangat bermain bersama kris. Awalnya tadi dengan sehun, tapi sehun mengeluh lelah dan duduk disebelah luhan. Seperti sekarang ini.
Luhan menatap kearah lain tidak nyaman. Sedari tadi sehun terus menatapnya.
"Lu, sudah waktunya minum obat. Han ahjussi akan sulit mencarimu jika disini" terus kris tanpa menatap luhan. Yeoja itu menghela nafas kecil masih terdiam.
"Hei, aku tidak mau besok kau sakit " kris yang paham mengelus surai luhan lembut membuat yeoja itu beranjak meninggalkan ruangan. Tao dan yixing pergi meninggalkannya. Jadilah ia duduk sendiri dimeja makan yang besar itu.
"Kau sakit?"
...
-Luhan side
Aku menatap heran sehun yang duduk dikursi sebelahku.
"Tidak"
"Syukurlah"
Ia masih duduk disebelahku, bahkan sampai aku menghabiskan obatku. Aku berjalan kembali dengan canggung ingin keruang badminton.
Grep.
Deg ... Deg
"Bukankah kau harus tidur? Kris menyuruhku untuk memastikan kau tidur setelah minum obat"
"Aish, dia juga ikut-ikutan protektiv seperti han ahjussi" gerutuku pelan.
"Baiklah, aku akan tidur" aku menatap sehun canggung. Ia masih mengikutiku.
"K-kenapa ikut?"
"Aku harus memastikan kau sudah tertidur"
"Tidak perlu, aku akan tidur kok"
"Baiklah, aku akan pulang. Telpon aku jika kau mengingat sesuatu"
Ingat? Sesuatu? Sehun-ah aku sudah mengingat semuanya...
"Sehun-ah" lirihku saat ia berjalan pergi. Ia berbalik menatapku.
"A-aku .. Aku sudah .. Akuu ..."
GREP
Aku merasa ia memelukku. Pelukan kali ini berbeda tubuhnya lebih besar dibandingkan aku begitu pula tingginya. Padahal dulu aku lebih tinggi dibandingkan dengannya.
"Mianhae ..." Lirihnya. Aku menatapnya bingung.
"W-waeyo?"
"Sebenarnya waktu itu ... Malam itu aku yang mengatakan pada appamu kau .. Kau bersamaku. Aku hanya takut jika kau bersamaku kau akan sakit, dan ... Aku tidak tau hari itu adalah hari terakhir aku melihatmu. Seharusnya waktu itu aku mendengarkanmu lu .. Aku-"
Aku mengeratkan pelukanku.
"Lalu? Walaupun kau berbohong. Besok mungkin ia akan menemukanku dan menyeretku paksa. Iakan?"
Aku melihatnya menggeleng.
"Maafkan aku tidak bisa mengenalimu saat pertama kita bertemu"
"Hm, aku tau aku semakin cantik" jawabku cepat, dia menatapku penuh rasa bersalah. Kami masih saling melingkarkan tangan dipinggang masing-masing.
"Mulai saat ini aku yang akan selalu menjagamu lu" sehun mengelus suraiku. Dan semua perlakuannya membuat dadaku bergemuruh.
"Lu? Kau tidak memanggilku nuuna lagi?" Aku melepaskan pelukan kami dan melipat tanganku didada. Alibi, ya itu alibi agar ia tidak mendengar degup jantungku.
Aku melihat ia tersenyum tipis.
"Kita hanya beda beberapa bulan"
"Ya? Dan kau harus teta-"
Ia melingkarkan kembali tangannya dibahuku.
"Tidak ada na-"
"YAACK!"
Aku menatap terkejut dibalik punggung sehun, tao berdiri diambang pintu.
"Apa yang kau lakukan pada luhan-ku oh sehun!" Pekiknya menarikku.
"Luhanmu?" Sehun berujar sinis, khas dirinya.
"Lu? Kau tidak dilecehkan kan dengan bocah albino ini?"
"Ya! Kau pikir aku pacarmu yang mesum itu? Aku tid-"
"Ya!" Seruku berbarengan dengan tao kesal. Pacar tao adalah gegeku.
Kami berdebat cukup menyebalkan dan berakhir sehun kalah. Tao berjalan cepat meja rias karena rambutnya berantakan diacak-acak sehun. Tidak beda jauh denganku juga acak-acakan. Aku melihat sehun melirik tao yang sedang sibuk. Ia kembali mendekat padaku dan membenahi rambutku lembut.
"Aku harus pulang deer, kita bertemu besok"
Cup
Deg ... Deg ... Deg ...
Aku terdiam lama setelah sehun meninggalkan kamarku. Mengapa aku jadi deg-degan hanya karena ia mengecup pipiku?
Semua sudah pulang, hanya tersisa aku dan kris. Kris ada dikamarnya, mungkin.
Sehun .. Sehun .. Hunnie ...
Ya, dia lu .. Sehun, oh sehun.
Mengapa aku terlalu bodoh untuk melupakan namanya?
Cincinnya sudah pas ya? Tapi sangat aneh kalau pakai?
Aku tertawa kecil, akan memalukan kalau aku memakainya kesekolah nanti. Hihii .. Eh? Ngomong-ngomong nanti sekolah aku akan bertemu dengannya. Tuhan ... Aku bingung akan membahas apa lagi. Kami sudah bertahun-tahun terpisah. Tunggu!
Dana?
Majja? Bukankah dulu dana menyukai sehun? Assa! Dia sudah mempermalukan kembaranku. Dan saatnya aku mempermalukannya nanti. Kekeuw. Tentu saja sebagai dana, hihi! Pasti menyenangkan.
...
Aku memakai seragamku rapi, dan segera kemeja makan. Dimana kris?
Aku kekamarnya, dan dia masih tidur.
"Ge!"
"Egh .. Lu? Ada apa?"
"Kau tidak sekolah?"
"Tidak, aku ada rapat perusahaan jam 9"
"Lalu aku?"
"Kau bisa berangkat bersama supir kim"
"Ah .. Gege tidak menyenangkan" aku duduk ditempat tidurnya kesal.
"Sudahlah kau sekolah sana, aku harus mandi. Rapatnya dipercepat. Aaah sial"
Aku tertawa kecil melihatnya terburu-buru seperti itu, sunggah bukan image seorang kris wu.
Yah, aku benci sendiri. Aku sudah cukup lelah sendiri seumur hidupku.
Aku terdiam menatap motor besar didepanku. Sejak kapan supir kim menantarku pakai motor? Dan sejak kapan supir kim memakai seragam sekolahku.
Aah, pabo luhannie. Ternyata dia sehun. Eh! Tunggu! Kenapa ia ada disini?
"Apa yang kau lakukan? Ayo? Mau terlambat?" Aku masih diam mematung.
"Kudengar kris hyung ada rapat kan? Suho hyung juga. Kajja, kita berangkat bersama" sehun turun menghampiriku. Mengeluarkan benda putih menggumpal. Ia mengikat rambutku.
Seperti dulu.
Masih sama.
"Aku tidak ingin rambutmu kusut nanti" ucapnya setelah mengelus kepalaku dan memberikan helm.
"Dulu aku yang selalu memboncengmu" bisikku sebelum ia menyalakan mesin motor. Dapat kurasakan punggungnya bergetar tertawa.
"Kau ingin membawa?"
"Oh, tidak terima kasih. Bahkan aku lupa bagaimana cara bersepeda"
"Hahaha, baiklah rusaku. Pegangan yang erang karena pedrosa akan ngebut"
"Hey! Itu nama balap ku!"
"Sekarang aku"
BRUUM! BRUUM!
Aku tersenyum senang saat sehun melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Aku merindukan perasaan ini, memeluk sehun dengan erat, berbisik padanya. Aku merindukan semuanya.
"Lu, bisa kau berhenti mengendus, itu membuat bulu kudukku merinding!" Serunya. Aku tertawa kecil, memang dari tadi aku menciumi bau lehernya. Ya, aku suka wangi tubuh sehun. Mungkin aku akan mulai mengganti cologne-ku sama sepertinya. Aku tidak menjawab memilih bersender dipunggungnya dan melihat pemandanngan jalan raya. Yang aku sukai. Rasanya sangat bebas. Ah, aku harus belajar mengendarai motor. Mungkin.
...
Luhan meloncat turun sambil tersenyum lebar, ia sudah menguasai dirinya agar tidak lagi bersikap canggung pada sehun. Sehun hanya dongsaengnya. Ya .. Bukankah dulu ia beranggapan seperti itu.
"Lu, kajja kita ke EXO room dulu"
Luhan menyeringai.
"Sirheo, aku mau kekantin"
Sehun merenyitkan keningnya bingung, tapi tetap mengikuti luhan. Murid lain memandang bingung.
"Yah, bubble tea-nya belum ada"
"Kau ingin? Nanti istirahat kita bisa membelinya" bujuk sehun. Luhan mengangguk. Ia duduk dikursi kantin yang memang sepi itu.
"Lu, apa yang kau lakukan duduk disini?"
"Hm? Ah .. Bahuku akhir-akhir ini sakit. Mungkin tidak terbiasa membawa buku sebanyak ini" gerutunya kesal meletakan tas m2m. Sehun tersenyum ikut duduk disebelah luhan.
"Saat dirumah sendirian bagaimana caramu mendapatkan bubble tea?"
"Hmm .. Biasanya han ahjussi yang kusuruh membeli. Atau bisa kyungsoo kalau datang selalu membawa bubble tea, lalu makanan yang lain? Wae?"
"Ani .. Huh .. Saat kata appaku kau pindah sekolah dan tidak ada yang tau aku sangat frustasi. Dan appa malah memindahkanku sekolah diparis waktu itu" keluh sehun. Luhan tertawa kecil, sehun masih selalu terbuka seperti dulu. Ia mengusap surai sehun gemas.
Sehun dengan santai menenteng tas luhan berjalan beriringan dengan yeoja itu.
"Hai jessica!" Seru luhan tersenyum senang. Jessica memandang aneh. Dan lebih aneh melihat sehun yang dari tadi melengket pada yeoja bermata rusa itu.
"Kau terlihat sangat senang? Kalian balikan?" Bisik jessica menyeringai.
"Hmm ... Tidak ada yang bisa menolah pesona Dana Wu" luhan tersenyum bangga tanpa menghiraukan tatapan horror sehun.
"Elll-"
"Apa sehun? Kajja kita kekelas" dengan wajah bersinar luhan menggandeng tangan sehun mengundang tatapan kagum + aneh dari orang lain.
"Baekkii!"
"Luuu- hmpph"
"Panggil aku dana" bisik luhan kesal.
"Ah, dana-ya. Ehm .. Kau bersama sehun?"
"Hmm, dia menjemputku pagi-pagi sek-"
Luhan memberenggut kesal sehun menutup wajahnya gemas dengan tasnya sendiri.
"Sehunnie, apa yang kau lakukan. Aduh, tuh kan mataku pedih kena tas" luhan mengusap matanya yang mengeluarkan air mata saat terkena ranselnya sendiri tadi. Dan dengan cemas sehun mengusap-usap sambil bergumam minta maaf.
"Ah, baik-baik saja kok. Hehee, kau terlihat sangat cemas. Tidak perlu secemas itu hunnie"
...
-Sehun Side-
Astaga, aku hampir melupakan sifat jahilnya. Luhaaannn ... Sekarang aku harus menahan malu karena harus selalu mengikutinya yang beridentitas Dana itu. Ngomong-ngomong kemana anak itu? Pertemuan terakhir kami sangat buruk mengingat aku membentaknya? Aah ..
Kenapa aku jadi merindukan luhan?
"Sst, kau tadi bersama luhan ya? Satu sekolah heboh mengira kau balikan dengan dana" bisik bocah hitam disebelahku. Aku menatap datar kearahnya. Kembali menghela nafas.
"Aku tidak peduli"
"Eh? Jangan bilang kau menyukai luhan?"
Aku menoleh kearah kai malas. Kembali menatap papan tulis kosong.
Ya aku menyukainya, mencintainya...
"Hun? Astaga, dia tak ada bedanya dengan dana. Dan malah menurutku dia lebih aneh! Ayolah bro kau ti-"
"Kim Kai? Ada yang ingin kau tanyakan?" Seru sonsaengnim. Rasakan kau kim jongin.
...
Istirahat aku tidak menemukannya dimanapun. Kemana luhan? Beberapa saat kami hampir menyelesaikan makanan kami.
"Hei, Luhan pingsan"
Aku menatap kai kaget.
"Kyungsoo baru saja memberitahuku. Ia pingsan saat jam olahraga"
Aku berlari menuju uks. Aku melihat tao, baekhyun dan kyungsoo disana.
"Apa yang terjadi?"
"Dia pingsan hun-ah. Otokhe, kata dokter ia hanya kelelahan. Huh ... Apa yang harus kukatakan pada kris ge kalau begini"
"Sudahlah tao, ia baik-baik saja. Luhan tidak terbiasa berolahraga dari dulu" tenang kyungsoo. Aku menatap cemas.
"Kenapa kau terlihat sefrustasi ini? Aneh" delik baekhyun. Aku memandang datar mereka malas dan mengambil duduk ditempat tidur disebelah tempat tidur luhan.
"Aku tau ia menyukai luhan"
Dapat kudengar pembicaraan mereka. Aku tidak peduli, aku memang menyukainya.
"Kalian masuk saja, aku akan menjaganya"
"Aku juga menjaganya"
"Untuk apa? Aku sahabatnya! Kau pergi saja sana"
Aku terdiam. Aku juga sahabat luhan ...
Beberapa saat tidak ada pembicaraan antara aku dan kyungsoo, aku hanya memandangi luhan.
"Aku ketoilet sebentar, tolong jagakan luhan"
"Hm"
...
Sehun mengambil posisi duduk disamping luhan.
"Dasar rusa lemah"
"Enghh .. Kau bi-lang apa t-tadi?" Sehun menatap kaget lalu tersenyum kearah luhan.
"Rusa lemah, sudah tau tidak tahan panas-panasan malah ikut olah raga"
"Huh .. Sepertinya menyenangkan bermain bola seperti tadi ..."
"Kau terlalu memaksakan diri"
"Hm ..."
"Apa ada yang sakit?"
"Hanya betisku rasanya sangat pegal" gumam luhan mengerucutkan bibirnya kesal. Sehun tertawa kecil memberi minyak pada kaki luhan dan memijit pelan.
"Lain kali perhatikan kondisimu"
"Araseo, disana .. Iyaa disana terasa sangat kaku"
"Kau tidak pernah berlarian sebelumnya?"
"Pernah"
"Ya, aku mengerti maksud dari pernahmu lu, maksudku olahraga. Astaga, lihatlah tubuhmu tidak berbentuk"
Luhan terduduk saking kesalnya ia menendang tangan sehun.
"Hey? Kau marah?" Sehun memandang heran.
"Ya, aku benci!"
"Hahaha, tapi aku serius. Body-mu sangat biasa lu. Rata"
"Ooh! Jadi kau mengejekku begitu! Kau menyebalkan Oh sehunn! Dasar whisper sialan!"
Sehun tertawa berdiri mendekati luhan dan memeluk tubuh yeoja mungil itu.
"Whisper itu tampan. Tidak seperti annabelle yang mengerikann"
"M-mwo? A-apa annabelle? Yaack! Lepaskan!"
Luhan meronta dipelukan sehun kesal. Membuat namja itu semakin erat memeluk luhan menunduk.
"Aku merindukanmu lu" ucap sehun tiba-tiba disamping telinga luhan. Yeoja itu terdiam.
"Aku sangat merindukanmu. Selama ini aku tidak bisa menerima wanita manapun, selalu menunggumu. Mencarimu ... Aku merindukanmu sungguh"
"Sehun .."
"Luhan, hannie .. Kurasa aku mencintaimu sejak 8 tahun yang lalu"
Luhan mendongak menatap sehun dalam. Ia dapat merasakan perasaan sehun.
"Sehunnie ... Ak-"
Cup
Sehun mendaratkan bibirnya tepat dibelahan bibir luhan lama. Lalu melepasnya.
"Aku juga merindukan kecupanmu lu .. Nuuna"
...
Kyungsoo, kai, tao, chanyeol, baekhyun terdiam menatap adegan disana. Segera tao menarik tangan keduanya cepat. Mereka berkumpul diexo room.
"A-apa hubungan mereka?" Gumam kyungsoo bingung.
"Aneh? Sehun mencintai luhan?" Kini kai itu bersuara.
"Dan lagi, kenapa sehun memanggil luhan nuuna?"
"Dia akselerasi, paling muda diantara kita"
"Eh? Mereka punya hubungan masalalu?"
"Selama aku bersahabat dengan luhan aku tidak pernah mendengar nama seh- ah! Hoksi! Sehun? Sehun .. Sehun .. Hun .. Hun .. Sehunnie .. Ya! Hunnie! Foto anak namja yang selalu ia simpan! Sehun! Pasti itu sehun!" Seru kyungsoo histeris.
"Sehun? Apa yang kalian bicarakan?" Tanya suara berat didepan pintu.
"K-kris?"
.
.
.
TBC
.
.
.
Kyaaa! Othe othe? Gimana hunhan momment-nya? Kekeuw.
BIG THANKS
Fivahlulu|Z|ruriminhaha|luhannieka|Angel Deer|khalidasalsa|kimyori95|hun12han20selu|Oh Juna93|hatakehanahungry|3678fans - EXO| |noVi exo l|Gita Gayatri|Indah Wu
See You next chapter!
DON'T FORGET FOR REVIEW!
DONT BE A SILENCE READER!
