Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

.

.

.

Pairing : Uchiha Sasuke & Haruno Sakura

.

.

Story by : Hyuugadevit-Chery

.

.

Romance, Drama, Hurt/Comfort, friendshif,etc.

.

.

.

Warning : OOC, typo(s), bad fic, abal, alur kecepetan, gaje, ide pasaran, etc.

.

.

.

If you don't like, don't ever try to read

.

.

.

Enjoy okey ^^

.

.

.

"Waiting For You"

.

.

.

(UCHIHA JUNIOR)

.

.

.

.

.

"Sakura"

Sakura melihat laki- laki itu dengan pandangan berbinar, sungguh ia sangat merindukannyan. Sedang Mikoto menatap tak suka pada laki- laki itu 'apakah laki- laki ini suami Sakura-Chan?' batin Mikoto.

"Baa-san kami harus pergi, putra kami tertidur. Kami permisi" kata Sakura sambil memberikan anaknya pada laki- laki itu kemudian membungkuk dan pergi meninggalkan Mikoto dengan menggandeng tangan laki- laki itu.

"Ayo anata" sayup- sayup Mikoto mendengar nya. Mikoto menatap kepergian Sakura dengan keluarga kecilnya dengan pandangan sedih dan kecewa.

.

.

.

"Jelaskan padaku Kura-Kura" titah laki- laki itu. Manik hitam laki- laki itu terus menatap lekat pada Sakura yang nyegir lima jari saat laki- laki itu menyebutnya seperti itu.

Sakura menjelaskan semua yang menimpanya selama ini. Ia tak dapat memungkiri bahwa ia juga merindukan wanita paruh baya tadi, apalagi Deisuke adalah cucunya.

"Gomen. Aku jadi melibatkan mu dalam masalahku... Shikamaru" jelas Sakura. Shikamaru adalah sahabat Sakura dan Ino dulu. (Masih ingetkan yang dichapter 3/4 XD).

"Hooaaammhh ... Mendokusai na, kau harus segera menyelesaikan masalahmu Kura" kata Shikamaru.

Yah, Shikamaru sesungguhnya tadi telah selesai makan malam bersama koleganya. Saat perjalanan menuju mobilnya ia melihat Sakura, tentu saja ia segera menghampiri sahabatnya yang telah lama menghilang dari Konoha.

Dan saat ia sampai di hadapan Sakura, ia dikejutkan dengan perlakuan dan kata- kata Sakura yang seolah- olah mereka adalah sepasang suami istri. Ini benar- benar konyol.

"Hooaaammhh, aku pulang. Ini sudah hampir malam. Kau juga akan bekerja besok bukan?. Istirahatlah" kata Shikamaru seraya melenggang pergi dari apartemen Sakura.

"Shika-kun, aku yakin ia menunggu mu. Seharusnya kau tunjukan perasaan mu mulai sekarang" bisik Sakura.

.

.

.

Semakin hari semakin terasa menyenangkan bagi Sakura. Seperti biasa ia bekerja, bertemu dengan Sasuke dan berlaku layaknya sepasang kekasih. Saling memberi perhatian, makan bersama saat istirahat dan yang lainnya.

Terlebih Sasuke bertingkah lebih protektif akhir- akhir ini. Apalagi saat ia melihat Dr. Garra yang selalu berusaha dekat dengan Sakura. Melihat Sakura yang bersikap layaknya menanggapi tingkah Dr. Garra membuatnya geram. Dan jadilah Sasuke yang super protektif seperti saat ini. Dengan begitu, Dr. Garra perlahan- lahan pun mundur.

Sakura sering menitipkan Deisuke di rumah Sasori dengan dalih pekerjaan dan alasan- alasan lainnya. Padahal Sasori tahu betul apa yang dilakukan adiknya itu. Ia membiarkan Sakura menikmati waktu berduanya dengan Sasuke, sebelum benar- benar memperkenalkan Deisuke sebagai putra mereka.

.

.

Yamanaka Ino telah kembali setelah mengerjakan pekerjaannya di AS satu tahun belakangan ini. Ia segera melajukan Audinya menuju KIH untuk menemui tunangannya tercinta yang sulit sekali ditaklukan sampai detik ini.

Ino merasa kaget saat ia memasuki ruangan kerja Sasuke, dan mendapati Sasuke yang tengah berciuman mesra dengan Sakura? Sejak kapan Sakura kembali?

Ino berlari, melepaskan pagutan kedua orang dihadapannya ini. Dengan tangisan, Ino berusaha menampar Sakura. Tapi sialnya, tangan Sasuke menggenggam tangannya, sehingga ia tidak bisa menampar Sakura.

"Sa- Sa-Sasu-ke -kun, k-kenapa?" Jerit Ino. Ia sangat marah dengan pemandangan yang tersaji tadi. Sasuke sangat menikmati ciuman Sakura, mereka begitu mesra dan terlihat serasi?

"Pergilah! Jangan ganggu pergumulan panas kami! " Tegas Sasuke. Ino yang mendapat perkataan menyakitkan Sasuke segera pergi sambil terisak.

Sakura sendiri hanya tersenyum sinis. Sakura tidak peduli lagi dengan perasaan Ino. Ia tak peduli jika ia disebut perebut kekasih orang. Toh disini sebenarnya 'Siapa yang merebut Siapa?' . Bukankah Sasuke sejak dulupun kekasihnya, miliknya yang direbut Ino?.

.

.

-WAITING FOR YOU-

.

.

Naruto memberi kabar baik kepada Sasuke dan Sakura tentang kehamilan Hinata. Naruto mengundang kedua sahabatnya ke acara perayaan kehamilan Hinata yang katanya sudah menginjak 1 bulan. Sakura dan Sasuke datang bersama dan bercengkrama.

Bernostalgia, itulah yang dilakukan mereka saat ini. Disini Naruto tidak hanya mengundang Sasuke dan Sakura. Tapi ada juga teman- teman terdekat mereka, seperti Tenten, Neji, Kiba, Shino dan yang lainnya.

You're heezel green tint eyes watching

Every move I make

And that feeling of doubt, is' erased

I'll never feel alone again

With you by my side

You're the one, and in you I confide

Lagu Warmnes On The Soul -A7X mengalun indah dan sontak membungkam semua orang. Mereka saling melirik satu sama lain, dan ternyata Handphone Sakura lah yang berdering.

Sakura izin sebentar untuk mengangkat panggilan masuk yang ternyata dari Nii-channya 'Sasori'.

Ia bingung kenapa Nii-chan nya itu menelpon malam- malam begini. Apakah terjadi sesuatu pada Deisuke?

Perasaan tak tenang menghinggapi hatinya, dengan cepat Sakura menggeser tombol untuk menerima telpon itu.

"Moshi- moshi, nii-chan ? Ada apa ? Kenapa menelpon malam- malam begini?" Tanya Sakura.

"Saku, kau ke KIH sekarang juga. Dei sakit. Tadi sore dia baik- baik saja, tapi menjelang malam suhu tubuhnya naik" terang Sasori di sebrang sana.

"A- a- apa? Baik, aku akan segera kesana Nii-chan. Tolong jaga dia untukku dulu" jawab Sakura panik.

Sakura segera mengambil tasnya dan hendak pergi begitu saja, sebelum itu terjadi Naruto menghentikan langkahnya.

"Sakura-chan, apa terjadi sesuatu pada Putraku?" Tanya Naruto yang membuat Sasuke bingung dengan keadaan ini.

"Minna-san gomen, Putraku Deisuke saat ini Sakit, ia sedang di larikan ke KIH. Aku pamit" jawab Sakura dengan nada bergetar menahan tangis. Sakura merasa menjadi ibu paling jahat yang tega meninggalkan Deisuke demi kepentingannya.

Apa lagi sekarang putra tercintanya sedang sakit.

Sasuke semakin bertanya- tanya, Putra Naruto? Putra Sakura? Apa ini?

Tapi ia kesampingkan pertanyaan itu terlebih dahulu untuk sementara ini dan menenangkan Sakuranya yang sedang gelisah.

"Aku akan mengantarmu dan aku tidak menerima penolakan!" Tegas Sasuke yang langsung menggandeng tangan Sakura meninggalkan rumah Naruto.

Sedang Hinata dan Naruto tersenyum, mereka akan menyusul nanti apabila tamu- tamu sudah pulang. Mereka juga berharap Sasuke akan segera mengetahui kebenaran tentang Deisuke, yang pada kenyataannya adalah putra Sakura dan Sasuke.

.

.

-WAITING FOR YOU-

.

.

-KONOHA INTERNATIONAL HOSPITAL-

Dua orang berjalan tergesa- gesa dilorong rumah sakit. Sakura dan Sasuke sangat sibuk dengan pemikiran mereka masing- masing . Ada rasa takut di hati mereka, terlebih Sakura yang bingung.

Semuanya pasti terbongkar, bagaimana cara menjelaskannya pada Sasuke, yang merupakan ayah kandung dari putranya Deisuke. Bagaimana jika Sasuke tidak mau mengerti? Dan banyak lagi pemikiran- pemikiran yang membuat mereka tak sadar sudah sampai di tempat tujuan.

Kamar Favilun no.07, Sakura membuka pintu itu dengan tergesa yang diikuti Sasuke dibelakangnya. Sakura menghampiri putranya, memeluknya dan mencium putranya penuh kasih sayang dan rasa bersalah.

Sasuke berjalan perlahan. Mata nya sontak terbelalak tak dapat mencerna apa yang terjadi disini.

-Sasuke Pov-

Apa yang aku lihat saat ini?

Sakura?

anak Sakura? Diriku?

Apa?

Kenapa?

Kenapa ada diriku dimasa kecil?

Dihadapanku, yang tengah menatap Sakura. Apa dia putra Sakura dan ... aku? Tapi Sakura tidak berkata apapun, dan lagi Naruto ? Mengapa ia mengatakan anak Sakura adalah putranya ?

Tepukan Sasori-nii dibahuku menyadarkan ku. Sasori nii berjalan keluar dan sepertinya ia memberikan waktu privasi untuk kami.

Perlahan ku hampiri Sakura, mendekati mereka yang menjadi sumber segala pertanyaan dibenakku. Sakura berbalik sambil menatap ku, penuh dengan berbagai rasa. Marah? Sedih? Kesal?

Aku tidak dapat menebak itu. Pikiran ku terlalu rumit saat ini. Dan tiba- tiba-

"PERGI SASUKE! PERGI! KAU AKAN MENGAMBILNYA KAN? KALIAN SEMUA PASTI AKAN MENJAUHKANNYA DARIKU!" Kata Sakura dalam satu tarikan nafas yang sangat penuh dengan keputus asaan.

-perlawanan dari Sakura, yah ia memaksa ku keluar dari ruangan ini. Ia juga mengunci ruangan itu, sungguh.. aku terlalu shok menyaksikan semua ini.

Sasori-nii dan Naruto berada di belakangku. Naruto menuntunku menuju cafetaria KIH yang selalu buka 24 jam.

-Sasuke end pov-

"Apa yang terjadi Sasori- Nii, Naruto?" Sasuke terus menggumamkan kata- kata itu.

Naruto menghela nafas. Ia sudah yakin mengenai Deisuke lambat laun pasti akan terkuak.

Lagipula percuma menutupi Deisuke, toh Sakura sendiri sudah kembali menjalin hubungan bukan dengan Sasuke. Naruto yakin, saat ini adalah saat yang tepat untuk membeberkan semua rahasia yang tersimpan selama hampir delapan tahun ini.

"Pada saat kau bertunangan dengan Ino, aku dan Hinata tidak datang. Hinata bersikukuh ingin menemani Sakura-chan yang patah hati.

Pada saat sampai disana yang kita dapatkan adalah keadaan Sakura-chan yang sangat pucat dengan air mata yang tak kunjung reda. Dia mual- mual dan jatuh pingsan.

Kami melarikannya ke RS. Dr. Shizune mengatakan bahwa Sakura tengah mengandung, mengandung anakmu teme.

Aku kira kalian selalu bermain aman, tapi ternyata entah sejak kapan Sakura tidak pernah mengkonsumsi obat pencegah hamil lagi" kata Naruto panjang lebar.

Naruto kembali bercerita mengenai masa lalu Sakura dan Ino sampai sesi kepindahan, kandungan Sakura, ngidam dan kelahiran Deisuke, serta semua rahasia yang selama ini tertutup rapat.

Sasori yang sedari tadi menjadi penyimak pun ikut membuka suara "Aku berani bertaruh kegoyahan perusahaan Uchiha Corps ada campur tangan dari keluarga Yamanaka. Tapi ayahmu tidak menyelidikinya lebih lanjut dan memilih menerima tawaran Yamanaka's Corps.

Itachi sudah menjadi Presedir dan kami sedang berusaha mencari bukti. Selain itu, kau juga dapat membatalkan perjodohan bodoh itu, jika kau mau Sasuke" Itachi dan Sasori memang mencurigai pihak Yamanaka's Corps, tapi Uchiha Fugaku tidak mau membuka kasus lebih panjang lagi saat itu.

Padahal saat itu jika Fugaku tidak menerima tawaran Yamanaka's Corps pun, Itachi sudah meminta bantuan pada Akasuna Corps, yang mana perusahaan asing asal Kanada.

Perusahaan milik Sasori. Karena memang Sasori dan Sakura adalah keluarga Haruno dan Akasuna. Tapi perusahaan mereka di beri nama Akasuna Corps.

Fugaku menganggap Sakura adalah orang miskin dan lebih memilih Yamanaka Ino untuk putra bungsunya. Padahal Akasuna Corps lebih besar dari pada perusahaan- perusahaan raksasa di Jepang.

Hanya saja Fugaku tidak mengetahui bahwa Sakura orang berada yang memilih hidup dalam kesederhanaan. Sekolah dengan beasiswa dan menggunakan uang pemberian Sasori secukupnya, tidak gila fashion seperti Ino.

Mungkin ini lah yang dimaksud dengan jangan menilai seseorang dari penampilan atau dari luar saja ? Atau mungkin Seperti pepatah yang mengatakan bahwa 'Tak Kenal Maka Tak Sayang'.

Kau tak akan tahu siapa dia, bagaimana dia, sikap dia, estetikanya jika kau hanya melihat dari luar atau penampilan saja.

Sasori melangkah pergi menuju ruangan faviliun 07 dan Sasuke diperintahkan oleh Sasori untuk menyusulnya setelah 15 menit.

Setidaknya Sasuke harus memikirkan terlebih dahulu apa yang akan ia katakan pada Sakuranya nanti. Jangan sampai kata- kata nya menyakiti wanita yang sangat ia cintai itu.

.

.

-WAITING FOR YOU-

.

.

Sasuke telah tenang, dia berjalan beriringan dengan Naruto menuju ruangan faviliun 07. Naruto memilih untuk menunggu di luar bersama Sasori.

Sasuke memegang gagang pintu. Dengan perlahan ia memutarnya , dan terbukalah pintu itu. Sasuke masuk perlahan dan menghampiri Sakura.

"Sasuke-kun" suara merdu dari bibir Sakura mengalun sangat lirih saat Sakura melihat Sasukenya.

Sasuke langsung membawa Sakura kedalam pelukannya. Dia sangat mencintai wanita dalam pelukannya. Sasuke terus mendekap Sakura, mencoba memahami perasaan wanitanya selama ini.

Bagaimana Sakura menghadapi saat- saat sulit dalam mengandung anak mereka, melahirkan tanpa seorang suami dan sebuah ikatan pernikahan. Membesarkan putra mereka sendiri tanpa Sasuke, ayah dari anaknya dan berbagai pengorbanan- pengorbanan Sakura lainnya.

Sasuke merasa bahwa dirinya adalah laki- laki paling brengsek. Laki- laki yang tidak bertanggung jawab, dan kekasih yang tak mampu mengenali dan memahami keadaan Sakura.

"Kaa-chan ? Too-san?" Suara cempreng Deisuke menyadarkan kembali Sakura dan Sasuke yang saling menumpahkan rasa.

"Sasuke-kun, perkenalkan putra ku Deisuke... Deisuke putra mu, putra kita" Sasuke memandang kedua orang yang sangat ia sayangi dengan lekat.

Detik berikutnya Sasuke langsung memeluk Deisuke dan terus bergumam kata 'gomenasai' pada Sakura dan Deisukenya.

Naruto yang melihat pemandangan indah di hadapannya itu tersenyum tulus.

Ya, Naruto sangat bahagia melihat pemandangan di dalam kamar "Ahh~ sepertinya peranku sebagai ayah Deisuke akan berakhir disini, atau teme akan membunuhku" dengan cengiran khasnya, Naruto memilih duduk kembali di kursi tunggu bersama Sasori.

.

.

-WAITING FOR YOU-

.

.

Sudah dua hari Deisuke di rawat dan ini adalah hari ke tiganya.

Dr. Gaara sudah memperbolehkan Dei pulang hari ini. Dei sangat senang akan hal itu. Sasuke dan Sakura yang mendengar Dr. Gaara memperbolehkan pulang dan sudah sembuh membuat mereka lega.

"Kaa-chan, pokok nya Dei nanti malam ingin tidul dengan Too-san juga Kaa-chan. Di lumah Too-san!" Tegas Deisuke sambil memasang wajah sok seriusnya yang berada dalam dekapan Sasuke.

Sasuke sendiri mengambil cutinya selama satu minggu demi bersama Deisuke. Ia bahkan menjaga Deisuke selama tiga hari ini di KIH dan mempengruhi Dei supaya mau tinggal dengannya dan mengajak Sakura saat kepulangan Deisuke hari ini.

Sakura yang melihat nya justru merasa geli, wajah Deisuke benar- benar mirip Sasuke. Sehingga ia seolah melihat Sasuke yang sedang merajuk. Sakura yang mendapati hal tersebut tentu saja tidak dapat berkata tidak.

"Baiklah" sahutnya.

Dei sangat bahgia, ia langsung memeluk Sasuke dan merencanakan apa saja yang akan mereka lakukan di rumah barunya nanti, rumah Too-sannya. Sasuke menanggapi celotehan Dei dengan tersenyum tipis dan mengetuk pelan jidat putranya.

.

.

Sakura dan Sasuke sepakat, mereka akan tinggal bersama di rumah Sasuke. Berita mengenai kelahiran Deisuke akan mereka biarkan berjalan mengalir sebagaimana mestinya. sampai keluarga besar Uchiha tahu sendiri, setidaknya sampai penyelidikan Itachi dan Sasori selesai.

Tapi kabar di RS sudah tidak dapat ditahan lagi. Kabar bahwa Sasuke dan Sakura yang sudah memiliki anak dan keberadaan mereka sekarang bertiga di lorong RS ini semakin memperkuat asumsi mereka.

Sakura bahkan tidak memberikan penyamaran seperti biasanya untuk putranya ini.

Belum lagi sumber berita yang ada sangat bisa dipercaya, karena sampai rela menjadi narasumber terpercaya, karena ia lah yang menangani Deisuke langsung.

"S- s-s-sa-sa-su-ke -kun" Ino sekarang ini ada di hadapan keluarga bahagia ini dan bertanya dengan tergagap. Karena apa yang dilihatnya saat ini.

'Siapa anak yang ada dalam gendongan Sasuke? Kenapa mereka berdua sangat mirip? Hanya saja anak ini versi juniornya Sasuke' batin Ino.

"Siapa anak itu? Dan Sakura kenapa kau masih mengganggu hubungan kami huh?" Tanya Ino penuh kebencian.

"Perkenalkan putra ku dan Sakura, UCHIHA DEISUKE. Dan Ino, aku akan secepatnya mengurus pembatalan pertunangan kita" Tegas Sasuke.

Sasuke berjalan terus menjauhi Ino yang masih shok akan dua berita yang sangat mengejutkannya. Air mata pun sudah tak tertahankan, ia menangis dalam diam. Sakura yang melihat itu sangat sakit hatinya.

Sakura mengikuti Sasuke dari belakang . Ia akui, ia benci dan sangat marah pada sikap Ino. Tapi rasa sayangnya pada Ino tak dapat dipungkiri. Ia sangat menyayangi wanita yang sudah ia anggap kakaknya itu.

Ino tetap diam di tempat untuk seperkian menit, ia merasa benar- benar kalah. 'Sejak dulu bukankah kau sudah kalah?' Ejek Ino pada dirinya sendiri. Tiba- tiba fikiran tak waras kembali menghinggapinya.

Ino yakin keluarga Uchiha pasti belum mengetahui kabar ini. Yang tentunya akan membuat kaget semua keluarga besar Uchiha.

Ia akan mengatakannya! Yah, ia akan melakukannya. Ia akan mengatakan pada keluarga Uchiha, sehingga anak Sakura akan di bawa oleh keluarga Uchiha. Dengan begitu Sakura akan menderita sekaligus hancur jika putranya diambil.

Sedangkan pertunangannya dengan Sasuke akan terus berlanjut menuju jenjang pernikahan. Tanpa Sakura, tanpa halangan- halangan yang lainnya. Ino meninggalkan RS dengan senyum misteriusnya.

-TBC-

A/N :

Kyaaa~ tolong jangan hukum aku karena lagi- lagi kaya gini T.T gimana menurut minna-san buat chap ini ? udah ada yang nyoba nebak kan bakal kaya gini ? :D kalian mah terlalu paranormal sihh fikirannya *pundung* atau aku kah yang ide nya mudah di tebak ? *tambah pundung*

Tapi semoga Minna-san tetep mau baca karya dhe-chan ini yaa *puppyeys*

Khuu... Khuu... Khuu... 2-3 chap lagi kayanya tamat nih WFY ...ga nyangka bentar lagi ini fic bakal end T.T *terharu+sedih*

Oiya, kayanya dhe-chan di chap selanjutnya bakal update agak lama , soalnya dhe-chan mau ada even kampus dan bersyukur banget kepilih nari di tarian yang dhe-chan impikan *eh malah curhat* gapapa dehh yaa, kalian temen dhe-chan kan kan ? *pede sendiri*

Balas review :

Cherry Devilla : ini udah update yaa :D *bekep mulut si Devilla-chan* hey kamu itu jangan banyak bocorin rahasia dong ahh .. Bisa gawat ini *bisik-bisik devilla-chan*

Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

echaNM : gregettt.. Gregettt gimana gitcu yaa cha haha *so asik si dhe-chan* iya nih, Sasori-kun bukannya biarin Itachi-kun penasaran juga malah maen bongkar aja .. Hadeuhh T.T Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

Bang Kise Ganteng : aku selalu bertanya tanya, kamu tuh cewe atau cowo ? T.T *penasaran max* pokonya kamu harus baca semua fic dhe-chan, jangan sampe enggak *maksa- maksa* makasih banget karakter Oc nya. Bakal aku pake tapi ga jadi pacar gara yaa hehe gomenasai ;)

B : Siapa yang dipanggil 'Anata' ?

D : jawabannya di chap ini

B : ikatan anak sama ayah ada kan ?

D : hmm, disini ga begitu di singgung sih bang sama dhe-channya jadi gitu dehh haha

B : kenapa ga pake Sarada aja anaknya?

D : gini Bang, jadi Itachiku tercinta anaknya cewe si bapak mertua ku alias papah Fugaku pengennya anak cowo, dan harapan satu- satunya penerus uchiha tuh cuma anak Sasu, jadi dhe-chan buat si Dei-kun dehh :-D

Iya tuh tau si dei-kun emang paling beruntung wkwk :-D XD sebenernya aku buat dei gini biar dia ga ngalamin hal yang sama kaya dhe-chan T.T hikss.. hiksss .. *malah curhat*

Wahhh makasih lohh yaa Bang Kise Ganteng sarannya. Aku mengerti aku mengerti *manggut- manggut* buat fic- fic kedepannya bakan dhe-chan lebih perhatikan lagi :-D

Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

Dewie867 : si dewie ini yaa bikin gemes *jembel-jembel dewie* ini udah lanjut yaa wie ;);) hehe siap wie :-D Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

Yoshimura Arai : ini udah lanjut yaa ;) baguss.. Kamu emang harus penasaran .. Jangan lupa juga baca fic aku yang lainnya yaa * maksa*

Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

LovelyLany : nah chap ini udah kejawab kan pertanyaan kamu Lany-chan :-D

Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

Euri-Chan : jawabannya ada di chap ini yaa euri-chan ;);) yap, aku akan selalu semangat hehe

Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

hanazono yuri : ini udah lanjut ya :D Makasih udah review dan ikuti terus fic ini ;);)

Intinya Arigatou buat yang udah review dan juga fav&foll, buat silent reader juga (kalo ada), ahh pokoknya saya selalu lophee lophee sama kalian, semoga tidak pernah bosan sama karya dhe-chan yaa *ngarep*

Samapi jumpa chap selanjutnya ;);) akhir kata R&R