-Markas Akatsuki-

" Selamat datang Hyuuga Hinata, sekarang kau telah resmi menjadi anggota Akatsuki, Kau pasti sudah tau kan tentang Akatsuki ?" Ujar Pein tegas, Hinata yang kini telah memakai jubah Akatsuki dan cincin khas yang melekat di jari manisnya sebelah kiri mengangkat wajahnya menatap si pemilik mata Rinnegan tersebut.

" Iya, aku sudah tau tentang Akatsuki " Jawab Hinata

" Baguslah, jadi kami tidak perlu menjelaskan sesuatu lagi " Ucap Pein

" I-itu… hm hanya saja aku masih tidak percaya kenapa kalian menjadikanku anggota Akatsuki?" Tanya Hinata penuh selidik, Konan yang ada di samping Pein pun mulai berbicara

" Sebenarnya kami telah melihat kemampuanmu " Ujar Konan ia melihat Hinata dengan seksama ' Aku bisa merasakan ada setitik kebencian di dalam hatinya walaupun kebaikannya menutupi kebenciannya itu '

" Ke-kemampuan? Maksudmu kalian sudah mengincarku dari dahulu ? Sebenarnya apa yang kalian rencanakan!" Teriak Hinata, ia memasang posisi bertarungnya, walaupun sekarang ia sudah bukan lagi shinobi Konoha tapi ia tidak mau dibodohi lagi oleh orang-orang.

" Tidak ada yang kami rencanakan, kau itu sebenarnya sangat kuat dan kami tahu itu. Hanya saja orang-orang bodoh yang ada di Konoha tidak menyadari hal itu, karena kau terlalu dianggap remeh, Hinata " Tambah Pein.

" Benarkah itu? Me-memangnya kau punya bukti hah! " Ucap Hinata tegas

" Apakah kau masih tidak menyadarinya? " Ucap Pein lagi

" Menyadari apa? " Tanya Hinata

" Kau selalu saja dibohongi oleh topeng yang mereka pasang " Jelas Pein tenang, Hinata terpaku mendengar penuturan Pein

" Bohong! " Ucap Hinata

" Kau itu polos, Hidup di dunia terkutuk ini memang tidk ada gunanya! " Ucap Pein

" Diam! " Ucap Hinata dengan tubuh yang bergetar

" Kau itu hanya dibodohi! " Ucap Pein tegas

" SUDAH KUBILANG DIAAMM! " Teriak Hinata, Tiba-tiba …

" Tenanglah Hinata, aku yang menyarankan mereka agar kau menjadi anggota Akatsuki " Suara itu mengagetkan Hinata, ia menoleh kebelakang dan mendapati Itachi sedang berjalan menuju dirinya, Hinata kembali ke posisi normal, sekarang ia dan Itachi sedang berhadapan satu sama lain

" I-itachi-san? Aku ... Aku tidak bermaksud seperti itu" Hinata berubah menjadi Hinata yang lembut saat dihadapan Itachi, bukan karena Hinata takut kepada Itachi, tapi karena Itachi sudah menjadi sosok kakak ke dua setelah Neji bagi Hinata.

Saat Itachi masih dikonoha, ia sering menemani Sasuke dan Hinata bermain, Sasuke adalah Sahabat Hinata dari kecil, ia sangat manis dan selalu tersenyum dan Hinata hanya menganggap Sasuke sebagai sahabatnya, begitu pula dengan Sasuke, karena hati Hinata hanya untuk Naruto dari pemuda itu masih kecil, bahkan Sasuke dan Itachi sudah tau kalau Hinata menyukai Naruto.

" Haah~ , Saat bersama Itachi dia langsung berubah seperti itu " Ucap Hidan

" Perempuan memang begitu " Tambah Kisame

" Apa maksudmu! " Ucap Hinata tidak terima, bagaimanapun juga ia tidak suka di remehkan

" Sudahlah Hidan, Kisame! " Ucap Itachi sambil mengaktifkan Sharingannya

" Yayaya terserah kau " Ucap Hidan dan Kisame bersamaan

" Ia aku mengerti Hinata, aku akan menjelaskan kenapa aku menjadikanmu Anggota akatsuki, dulu aku pernah ke Konoha saat kalian masih menjadi genin, saat itu aku sedang mengincar Naruto, selain itu aku bertemu Sasuke dan juga ... dengan mu, aku melihat kau selalu berusaha untuk menjadi tangguh, kau tidak lemah hanya saja kau itu terlalu baik Hinata, Maka dari itu jika kau menjadi Anggota Akatsuki kau tidak akan dipandang remeh oleh orang lain, dan kau akan menjadi kuat" Itachi Menepuk puncak kepala Hinata pelan, Hinata tidak percaya masih ada orang yang memperhatikannya masih ada orang yang menyayanginya, ia tersenyum haru

" Terimakasih telah mempercayaiku, Aku... Sangat bahagia disini, karena sosok Itachi-san sudah ku anggap sebagai Kakak ku sendiri" Ujar Hinata dengan senyum tulusnya, ia merindukan kehangatan ini, benar-benar membuat ia nyaman.

" Kurasa ada satu hal yang harus kau buang dari sifatmu-" Pein menggantungkan ucapannya, Itachi dan Hinata menoleh kearah Pein yang tengah menatap mereka, Itachi mengerti apa yang dimaksud Pein melalui Matanya

Mata itu seolah mengisyaratkan-Hilangkan sifat baik yang dimiliki Hyuuga itu, sifat itu akan mengganggu kita dalam mencapai tujuan-Itachi kemudian menghadap ke Hinata, kedua tangan Itachi memegang pundak Hinata.

" Haah-" Itachi menghela nafas panjang, sungguh sebenarnya ia tidak mau menggunakan jurus ini untuk Hinata, tapi ini adalah perintah dan sekarang Itachi tidak bisa berbuat apa-apa.

" I-itachi-san a-ada ap-"

.

.

DEG! DEG!

.

.

Tubuh Hinata membeku, tatapannya hampa dan itu semua karena perbuatan Itachi, dia menggunakan genjutsunya . Dan bisa dibilang itu adalah genjutsu untuk memutar balikan sifat seseorang, tubuh Hinata goyang dan akhirnya ambruk, tetapi secepat mungkin Itachi menangkap tubuh Hinata agar tidak jatuh ketanah.

" Bagus Itachi" Ujar Pein, Konan hanya menatap kasihan pada Hinata, memberi seorang bocah harapan yang belum tentu jadi kenyatan. Konan kembali menatap Pein 'dia benar-benar menginginkan hal itu.'

" Haah, lain kali jangan menyuruhku yang tidak-tidak " Ucap Itachi dengan pandangan yang tajam.

" Tapi itu demi kebaikannya juga, jika dia terlalu baik dia akan dipandang remeh " Jelas Pein

" Terserah kau sajalah " Ucap Itachi malas

" Sudahlah Itachi lebih baik kau bawa gadis itu dulu, genjutsumu itu butuh waktu kan? " Tambah Konan, ia tidak ingin Itachi dan Pein berkelahi hanya gara-gara masalah kecil

" Iya, itu lebih baik " Itachi pun melangkah menjauh dari Pein dan Konan untuk membawa Hinata

" Haah, lebih baik aku juga istirahat " Ucap Hidan

" Yak kau benar Hidan, lebih baik kita istirahat " Tambah Kisame sambil melangkah pergi

" Jangan lupa kalian harus menjalankan misi besok untuk menangkap bijuu " Jelas Konan

" Yayaya tidak usah kau bilang aku juga tau " Ejek Hidan yang pergi meninggalkan Pein dan Konan mengikuti langkah Kisame

" Jadi kau benar-benar mau menggunakannya? " Tanya Konan memastikan

" Iya, dia bisa dijadikan 'alat' untuk itu " Ucap Pein dengan seringainya

" Kenapa kau memaksakan hal itu ? " Tanya Konan lagi

" Ini sudah takdir, Konan. " Ucap Pein sambil melangkah pergi meninggalkan Konan

" Sebentar lagi kita akan menguasai dunia yang terkutuk ini " Tambah Pein

" Pein " Ucap Konan lirih

KONOHA

BRAKK!

" Obaa-san bagaimana ini apa yang harus kita lakukan! Sekarang Hinata pergi dari desa, Arahkan semua Anbu untuk mengejar Hinata ! Oh kalau tidak biarkan Tim 7 saja yang mencarinya!" Nafas naruto tidak beraturan, dia telah mengucapkan beberapa kalimat dengan cepat tapi sang Hokage masih diam tidak merespon, dan untuk bunyi tadi itu perbuatan Naruto yang langsung menggebrak meja Hokage

" Obaa-san cepat lakukan sesuatu! " Masih tak ada jawaban dari sang Hokage

Naruto P.O.V

Argghhh kenapa Obaa-san masih diam! Cepatlah ambil keputusan ! Rasanya aku ingin cepat-cepat mengejar Hinata!

" Kalau keberatan aku akan men- "

" Baiklah " Mataku membulat tidak percaya, benarkah? Dia mengizinkanku mengejar Hinata !

" Aaaa terimakasih Obaa-san !" Aku melompat kegirangan, akhirnya aku akan meengejar Hinata

" Kalian akan per-"

.

.

BRAKK!

.

.

Aku melompat kaget, siapa sih yang berani mengganggu pembicaraan ku dengan Obaa-san! Saat aku mengarahkan pandanganku ternyata orang itu …..

" INUZUKA KIBA!" Aku melihat Obaa-san menggeram kesal bahkan , tiba tiba muncul Shino dari belakang Kiba dan akamaru, masih dengan wajah datarnya itu

Naruto P.O.V end

Normal P.O.V

" Apa yang kalian lakukan? " Ucap Tsunade

" Kami tidak terima! Kenapa anda tidak memberikami misi seperti itu! " Ucap Kiba tidak terima

" Ya! Bagaimanapun juga Hinata tim kami " Tambah Shino

" Itu tidak adil jika hanya Naruto dan Tim 7 yang pergi! " Protes Kiba sambil menunjuk wajah Naruto

" A-apa apaan! Kenapa bawa-bawa aku ? " Tanya Naruto dengan wajah pucat

" Kaauu! " Kiba menggeram kesal kearah Naruto

" Jadi bagaimana Hokage-sama? Apakah kami diizinkan? " Tanya Shino

" Jika tidak diizinkan kami akan membuat gaduh disini! " Ancam Kiba

"Haaahh, baiklah kalian juga akan kutugaskan ikut dengan tim 7 untuk mencari Hinata." Tsunade memijit pelipisnya, sebenarnya ia hanya ingin menyuruh Anbu untuk mencari Hinata tapi mereka terus saja memaksa untuk ikut

" Tapi dengan satu syarat-" Naruto, Kiba,dan Shino memasang tampang tanda tanya, syarat? Kenapa pakai syarat lagi ? Apa syaratnya?

" -Hyuuga Neji dan Shikamaru akan ikut bersama kalian." Ujar Tsunade tenang menatap mereka.

" Eh? Kenapa mereka juga ikut! " Protes Naruto

" Hey, aku tidak mungkin membiarakan kalian pergi tanpa seorang Ketua kan? " Ucap Tsunade tajam

" Hah apa boleh buat " Ucap Kiba

" Lagi pula Nejikan sepupunya Hinata, jadi dia akan banyak tau tentang Hinata " Jelas Tsunade

" Benar juga! " Ucap Naruto

" Kalian tidak keberatan kan? " Tanya Tsunade dengan tatapan menyelidik

" Tidak! " Ucap mereka Bertiga

" Hm, bagus! Sekarang bersiap-siaplah untuk misi kalian! Bawa Hinata kembali ke desa! " Perintah Tsunade

" Baik!" Seru mereka bertiga, mereka bersemangat sekali, bagi Kiba dan Shino Hinata sudah baik dalam tim mereka dan kini saatnya mereka membalas budi pada Hinata, Kiba melirik Naruto yang sedang tersenyum menghadap ke luar kaca jendela ruang Hokage. Kiba ikut tersenyum 'Akhirnya kau mengerti Hinata mencintaimu, Aku yakin Hinata tidak salah pilih denganmu, Jagalah Hinata, Naruto.' Batin Kiba

Setelah menghadap Hokage, mereka pun keluar dari Ruangan tersebut. Shino langsung pulang karena sibuk dengan serangganya, hanya tersis Naruto dan Kiba juga Akamaru.

" Hey apa kau ada waktu? " Tanya Kiba pada Naruto

" Hmm, yah ku rasa aku punya banyak waktu, jadwal latihanku sedang kosong " Jelas Naruto

" Bagus! Ayo kita pergi ! " Ajak Kiba

" Hah? Pergi Kemana? " Tanya Naruto Bingung

" Besok kita akan mempersiapkan diri untuk menjalani misi jadi aku akan mentraktirmu Makan! " Teriak Kiba bersemangat

" Waahh, benarkah ? " Tanya Naruto tak kalah semangat

" Ya mari kita per- "

" RAMEENN! AKU DATAAANGG~ ! " Naruto langsung berlari menuju Kedai Ramen Ichiraku meninggalkan Kiba yang kesal

" NARUTOO! " Teriak Kiba, Akhirnya Kiba dan Akamaru pun mengejar Naruto yang berlari mendahuluinya

SKIP TIME

" Haah~ Ka-kau curang! " Keluh kiba sambil mengatur nafasnya sementara Akamaru sudah terbaring karena mengejar Naruto

" Ahaha , maaf aku bersemangat jika mendengar kata ' Traktir ' itu Hahaha " Ucap Naruto sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

" Haah kau itu! "

Kediaman Hyuuga

Laki-laki itu memperhatikan ruangan yang sedang ia tempati dengan seksama, mengingat kenangan yang pernah dilaluinya bersama seorang gadis kecil yang cantik dan juga ... Istrinya, mengingat istrinya membuat batin pria ini terluka, seperti membuka lagi luka lama, ini semua salahnya tidak seharusnya ia terlalu keras dengan gadis yang akan menjadi pewaris Clannya. Ia benar-benar menyesal dan sangat merindukan kenangan itu.

Ini semua salahnya, andaikan saja ia tidak menyuruh orang-orang membunuh Hinata, ini pasti tidak akan terjadi. Diam-diam Hinata menangis tidak ada yang pernah mengetahui hal itu, tidak ada seorang pun. Jika diluar mungkin Hiashi akan memasang wajah datarnya dengan pandangan menakutkan.

Tetapi berbeda jika ia tengah sendirian seperti saat ini, bagaimanapun ia juga manusia. Ia masih memiliki hati untuk mengabaikan seseorang tapi ini merupakan sebuah desakan dari penasehat clan dan sebagai ketua Clan Hyuuga ia harus mengambil keputusan walau berat sedikitpun

Dan itulah resiko yang harus dia ambil, lagipula ini juga salahnya karena terlalu kasar terhadap Hinata.

" Hiashi-sama " Panggilan itu membuyarkan lamunan Hiashi yang sedang memegang bingkai foto, ia melepaskan bingkai foto itu dan segera memasang wajah datar seperti biasanya.

" Hn, Ada berita apa Neji?" Tanya Hiashi, ia masih bertahan dengan posisinya tanpa menghadap ke arah Neji, tapi Neji sebenarnya tau apa yang sekarang dirasakan ole Hiashi sekarang bahkan Neji juga sedih saat ini, Hinata adik sepupunya sudah meninggalkan Konoha dan tidak disini lagi bersamanya

" Aku hanya ingin pamit, saya ditugaskan untuk menjalankan misi bersama tim 7 dan juga tim 8 ditemani dengan Shikamaru" Jelas Neji, Hiashi masih tidak bergeming, bahkan mengangguk juga tidak, mungkin dia masih terguncang kehilangan anak yang sebenarnya sangat ia sayangi, Neji yang tidak ingin mengganggu Hiashi berniat meninggalkan ruangan ini

" Jika tidak ada lagi saya mohon un-"

" Misi tentang apa?" Ucapan Hiashi memotong perkataan neji

" Mencari ... Hinata-sama" Jelas Neji, ia dapat melihat bahu Hiashi menegang walau hanya sebentar

" Hn, berhati-hatilah" Respon sang Ketua Clan, walaupun sikapnya yang dingin, Neji sangat tau masih ada rasa kasih sayang di dalam hati Hiashi untuk Hinata, hanya saja ia tidak bisa mengungkapkannya dan untuk sekarang Neji tidak mau mengambil pusing hal itu, yang terpenting sekarang persiapan untuk menjalankan misi.

" Baiklah, jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan saya undur diri Hiashi-sama" Derap langkah Neji yang teratur menghiasi ruangan yang hampa itu, semakin lama Neji semakin menjauh tetapi langkahnya terhenti karena sebuah suara.

" Aku minta padamu, temukan Hinata aku sangat menyesal telah berbuat seperti itu padanya, aku sangat menyayanginya, jika terjadi sesuatu padanya aku merasa sedih karena tidak dapat melakukan apa yang mendiang istriku minta, Jadi aku mohon Temukan Hinata" Pinta Hiashi masih dengan posisi yang sama tanpa berbalik melihat Neji, Neji tertegun baru kali ini Hiashi memohon kepadanya dan detik itu juga Neji tersenyum, ia sangat senang dugaanya benar! Hiashi masih peduli dengan Hinata walaupun ia berbicara dengan nada yang dingin dan datar.

" Tanpa diminta aku pasti akan melakukannya, karena Hinata juga sepupuku, tapi akan kuusahakan untuk Anda, Hiashi-sama" Neji melanjutkan langkahnya tanpa memandang ke arah belakang, dan tanpa disadari juga Hiashi bergumam pelan dengan tersenyum tipis.

" Terimakasih, Neji"

-TBC-

Hayy! Akhirnya Author bisa update ceritannya walaupun agak lama maaf ya *ditimpukreaders

Oke tanpa basa-basi kita masuk ke sesi pertanyaan

Once98 : Terimakasih atas Review nya! Oke Author bakalan semangat

Lavienda : Iya sekarang Hinata sudah masuk Akatsuki Hahaha*tawahoror , Kalau Itahina palingan Cuma sebatas kakak adek doang hahahaha

Guest : Itu sebenarnya kekuatan yang tersembunyi dan kekuatan itu berasal dari sisi gelapnya, Naruto terima perasaan Sakura nggak ya? Penjelasannya akan ada di Chapter yang akan datang

Guest : Iya ini udah lanjut

.5 : Yosshh! Semangat!

Shizuka : Maafya kalau Word nya masih pendek bingung mau ditambah apa lagi*nangisbombay

Anitaa Hyuga : Ini sudah Up! Semoga suka

Guest : Itu sih kekuatan yang muncul kalau sisi gelapnya menguasai Hinata, tapi di Chap depan aka nada kekuatan Hinata yang baru Yeeaaayy!

Guest : Jawabannya aka nada di Chap mendatang! Ditunggu ya!

hime chan : Ahaha maaf yak arena Author updatenya lama! Soalnya Author kemarin deg-degan ngurusin Rapot Hahaha. Tapi tenang aja sekarang insyaallah bakalan cepet Upnya! Terimakasih atas semangatnya!

Guest : Okee! Sudah di Up!

Shizuka : Maafya Wordnya masih pendek (T︵T)

Anggi575 : Ciee penasaran , Hahaha selamat membaca ya \m/

Ina : Yosshhh! Semangat Hinataa balaskan saja! *Baper

salsabilla ramadhana : Oke selamat membaca \m/

lol : Oke sudah dilanjutkan! Semoga sukaaa

Oke! Semua sudah dibalas Reviewnya ! Terimakasih karena sudah memberi Author Semangat ! Semoga kalian Suka dengan ceritanya. Sampai jumpa di Chap Depaaaannn

R

E

V

I

E

W

-Please-