.

(8)

Sepasang mutiara rembulan bergulir ke samping, menangkap bayangan sosok bersurai cokelat yang-

"Apa lihat-lihat?" Pemuda itu balas menatap kedua rembulan itu dengan tatapan menantang.

"Ah, kau sewot sekali." Hanabi, sang pemilik iris rembulan, mencibir. Kepul asap dari cokelat panas di genggamannya memenuhi penciumannya, sebelum ia memutuskan menyesap cokelat itu daripada meladeni pemuda di sampingnya.

"Meh. Segitu saja kaubilang sewot, bagaimana dengan kau yang sehari-hari judes dan tidak mau mengalah?" Konohamaru menyikut pinggang Hanabi pelan, nyaris membuat bungsu Hiashi itu tersedak.

"Konohamaru!" Hanabi mendelik. Konohamaru mengangkat bahu tak acuh.

Angin musim gugur bertiup pelan, menampar lembut wajah Hanabi-yang kini tengah melamun begitu saja memandangi jejeran pot bunga di balkon kamarnya. Konohamaru disebelahnya kini sibuk memilin helai maple panjangnya, yang langsung ditepis sang pemilik.

"Hei! Jangan seenaknya memegang rambut orang!"

"Lho, memangnya kenapa?"

"Kau tahu tidak apa artinya risih, Tuan Sarutobi?"

"Pertama, kenapa harus risih kalau yang memegang cuma aku. Kedua, kau lupa kalau kau sekarang juga seorang Sarutobi, hm, Hanabi?"

.

[ a/n ]

[ uhhm ... halo? /DIHAJAR.

ada yang ingat saya? saya ini hdpbgrd yang ganti penname eheheh! /APAKAMU.

yeu maap atuh nyai, ini saya datang mempersembahkan cepter selanjutnya dari couple unyuk gemes ini ehe! /SLAP.

maaf ngilang yeu, saya akan berusaha untuk lebih giat lagi:) 39! ]

omong, omong, masih ada yang mau ngotorin kotak review nggak?; cinnamond. ( 28/6/19)