Reality

Pair : hunkai (sehun&kai)

Cast : kim jongin, oh sehun & others

Rated: T

Warning: this is yaoi story And typo everywhere

Genre:school life, friendship, romance and hurt/comfort

.

preview

.

.

.

BUGH

Jongin langsung jatuh tersungkur dan pingsan setelah mendapat pukulan balok pada leher belakang nya.

"Beres, sekarang kita tinggalkan dia. Awas saja kalau berani mendekati Sehun lagi"

Kyungsoo dan Minseok pun langsung pergi dari ruangan tersebut tak lupa mereka mengunci pintu gudang itu meninggalkan Jongin yang sedang pingsan.

.

.

.

Sehun sudah sangat bosan menunggu Jongin di mobilnya. Sambil mengetukkan jari telunjuk nya pelan ia berpikir lebih baik mencari Jongin. Lalu ia pun mencabut kunci mobil nya dan langsung keluar dari mobilnya.

Saat ia sudah sampai dikelasnya ia tak mendapati siapapun yang berada disana. Ia melihat-lihat sekitar dan tak sengaja melihat teman sekelas nya yaitu Kyungsoo dan Minseok.

"Soo, apakah kau melihat Jongin?" tanya nya.

"Uh Jongin? Seperti nya tadi aku melihat nya pulang bersama dengan Taemin" jawabnya santai seolah tak terjadi apa-apa.

"Benarkah?" tanya Sehun memastikan.

Kyungsoo diam-diam tersenyum tipis melihat kepalan tangan Sehun yang sedikit menonjolkan uratnya tanda sedang emosi. Lalu iapun menganggukkan kepalanya.

"Baiklah. Terimakasih" setelah mengatakan itu Sehun langsung pergi menuju parkiran atau lebih tepatnya ke mobilnya dan membanting pintunya sedikit keras.

Kyungsoo tersenyum senang saat melihat Sehun langsung pergi.

"Kau memang benar-benar licik" ejek Minseok.

"Itulah diriku" bukan nya marah ia malah membanggakan dirinya yang licik itu.

Sejak awal ia memang tidak suka melihat Jongin ditambah setelah melihat Jongin pulang bersama Sehun, ia langsung berencana untuk membuat Sehun membenci Jongin.

Lain hal nya dengan Sehun yang sekarang sedang berusaha mengatur nafasnya karena menahan emosi. Ia sendiri tak tau mengapa begitu marah saat mendengar bila Jongin pergi bersama dengan orang lain. Ia berusaha berfikir jernih, mungkin saja ia marah karna tadi mereka sudah berjanji untuk berbelanja dan juga Jongin tadi tak meminta izin padanya terlebih dahulu. Iya Sehun memantapkan hatinya dan langsung melajukan mobilnya menjauhi area sekolah.

HUNKAI

Jongin perlahan mulai membuka matanya, tapi tak berapa lama ia menutup matanya kembali karena merasakan pusing dan sakit luar biasa pada kepala bagian belakang nya.

Jongin berusaha membangunkan tubuhnya saat dirasa nya cukup kuat, tapi baru saja duduk sakit itu mulai menghampiri nya lagi. Jongin melihat keadaan sekitar dan menemukan dirinya yang berada di dalam gudang.

Ia mulai mengingat-ingat apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya, saat melihat sebuah balok yang tak jauh tergeletak dari tempatnya barulah ia ingat bahwa tadi Ia ditampar oleh Kyungsoo dan juga tiba-tiba merasakan sakit luar biasa pada kepalanya lalu jatuh pingsan.

Jongin berusaha berdiri dan berjalan dengan terseok-seok karena rasa pusing nya belum hilang. Ia mencapai gagang pintu dan mencoba membukanya, tapi sudah dicoba berkali-kali tetap tak bisa akhirnya ia pun mulai berteriak.

"Asshh... " tetapi baru saja ia membuka mulutnya, rasa perih pada bibirnya benar-benar terasa.

Ia pun meraba bibirnya dan dapat merasakan jika ada luka disudut bibirnya. Jongin mengabaikan rasa sakit itu, dan mulai berteriak lagi.

"Tolong!"

"tolong... "

Sudah beberapa kali ia berteriak dan sedikit mengedor pintu tetap saja tak ada sautan, sepertinya di luar sudah sangat sepi dan mulai gelap.

Jongin tak tau sekarang jam berapa karna ia tak membawa handphonenya. Ia sedikit putus asa karena Badannya semakin lemas tenaga nya juga terkuras untuk berteriak dan juga karna efek dari pingsan tadi. Akhirnya ia memutuskan kembali duduk dan menyenderkan tubuhnya pada pintu di belakangnya.

Ia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya, tapi tak terlalu lama setelahnya ia mendengar langkah kaki seseorang yang sepertinya mendekat. Jongin langsung menegakkan tubuhnya dan kembali berteriak.

"Tolong, siapapun diluar tolong aku!" jongin berteriak berharap seseorang dapat mendengar nya.

"Siapa didalam?" terdengar sautan di luar.

Jongin yang sepertinya mengetahui suara itu, yaitu suara penjaga sekolah mereka pun, langsung meminta bantuan.

"Paman Lee, tolong aku paman. Aku Jongin"

"Eoh Jongin?" tak lama setelah itu pintu mulai dibuka dari luar dan nampaklah Paman Lee di sana.

"Jongin, kenapa kau bisa berada disini?" tanya nya heran.

"Ta-tadi aku ingin mengambil bola. Mungkin seseorang tidak tau aku didalam dan menguncinya." jawabnya berbohong. Ia tak mau membuat masalah ini semakin besar dan pada akhirnya ia pun berbohong. "Hm, tapi apakah kau tak apa?" Tanya paman Lee lagi.

"aku tak apa. Terimakasih paman" Jongin membungkukkan badannya beberapa kali.

"Iya, sama-sama"

HUNKAI

Jongin berjalan dengan sangat pelan, tenaga benar-benar terasa habis. Ditambah fakta bahwa ia belum memakan apapun selain sarapan tadi lagi.

Jongin sampai harus berhenti beberapa kali karena merasa lemas. Setelah berjalan cukup jauh dan lama akhirnya Jongin sampai didepan apartemen Sehun. Badan jongin sungguh benar-benar tidak mempunyai tenaga lagi, ia mulai mengetuk pintu apartemen beberapa kali.

"Sehun... Tolong buka pintu nya" katanya dengan sedikit lirih.

Sedangkan Sehun yang sedang menonton tv didalam memang sengaja mengabaikan Jongin dan tetap fokus menonton walaupun sempat terganggu karena ketukan dan suara Jongin.

Sehun berencana agar Jongin tidur diluar. Itu memang hukumannya karena pergi seenaknya saja dan tidak mengabari nya tadi.

Jongin yang masih mengetuk pintu akhirnya menyerah karena pusing tiba-tiba menyerang nya. Ia yang tak kuat akhirnya jatuh pingsan lagi didepan pintu apartemen Sehun.

.

.

.

Sekitar pukul 04.35 pagi tiba-tiba ada ketukan keras dari luar yang mengganggu Sehun yang masih bergelung dengan selimut hangatnya. Ia berusaha mengabaikkan ketukan itu tetapi semakin bertambah kencang pula orang tersebut mengedor pintunya.

Sehun yang jengah akhirnya dengan rasa mengantuk yang luar biasa berjalan keluar dan membuka pintu apartemen nya.

Saat sudah terbuka Sehun menemukan Hwang ahjumma tetangga disebelah apartemennya.

"Maaf nak, tetapi aku ingin memberitahukan pacarmu jatuh pingsan" katanya pada Sehun.

Sehun yang mendengar itu pun mengalihkan pandangannya ke bawah dan menemukan Jongin tergeletak disana.

"Bawalah dia masuk"

"Ah terima kasih ahjumma"

Setelah mengatakan itu Hwang ahjumma langsung pamit dan sehunpun mengangkat tubuh Jongin masuk.

Sehun membawa tubuh Jongin kedalam kamar yang ditempati Jongin sendiri. Sehun bingung apa yang terjadi dengan Jongin. Ia bisa melihat luka pada sudut bibirnya dan juga wajah Jongin nampak pucat.

HUNKAI

Jongin terbangun saat mendengar sedikit keributan di luar kamarnya. Ia memegangi kepalanya yang masih pusing, samar-samar ia bisa mendengar suara sahabatnya yaitu Baekhyun dan juga Chanyeol.

Ia pun bangkit dari ranjang nya dan berjalan keluar, saat hendak membuka pintu ia dapat mendengar suara Baekhyun yang meninggi.

"Aku tak tau apa yang ada dipikiran mu Oh Sehun!" Baekhyun membentak Sehun.

"kenapa bisa-bisanya kau membiarkan Jongin berada diluar semalaman Ha!"

"sabar sayang, kita dengarkan dulu penjelasan dari Sehun" Jongin terkejut saat mendengar suara Chanyeol yang memanggil Baekhyun dengan sebutan Sayang.

"Aku hanya sedikit memberinya pelajaran Hyung" Jongin bisa mendengar suara Sehun. Dan ia juga sedikit terkejut saat Sehun memanggil mereka dengan sebutan Hyung.

"Aku sungguh menyesal mempunyai sepupu seperti dirimu" Bentak Baekhyun dengan marah.

Jongin sangat terkejut saat Baekhyun bilang mereka merupakan sepupuan, kenapa mereka tak jujur padanya? Jongin yang terkejut tak sadar saat mundur menabrak meja dan menjatuhkan sebuah gelas.

Prangg...

"Jongin!" teriak mereka bersamaan.

tbc

Pendek lagi hehe.

Ada rekomendasi buat ff mana yang dilanjutin selanjutnya?

Wanna review?