Keduanya bahkan masih berpelukan. Merasakan degup jantung yang sama-sama tidak beraturan detaknya. Kris dan Zitao, menatap wajah satu sama lain. Bahkan si pemuda Huang bisa merasakan deru nafas Kris yang mulai tak beraturan, serta wajahnya sendiri yang mulai bersemu merah. "G-gege .."

"Ah, iya, maafkan aku,"—dengan cepat Kris melepaskan pelukannya dari Zitao dan berusaha mengatur deru napasnya.

Kris tidak tahu, kalau Zitao merasa kecewa saat ia melepaskan pelukannya. Ia juga tidak paham mengapa Zitao memeluknya begitu erat bahkan setelah hantu yang menakuti mereka pergi. Yang jelas, Kris hanya tahu satu hal. Menjadikan Zitao miliknya, jelas sangat tidak mudah.


My Prince(ss)

Chapter Eight

Rated : T

Cast : Huang Zitao, Kris, Suho, Chanyeol, Kai, Sehun, Yixing, Kyungsoo, Baekhyun and others

Warning : YAOI! A bad TYPO!

DON'T LIKE? DON'T READ!

NO SIDERS!

.

.

.

Just ENJOY it while reading this Fic!
Hope you like it~

.


Zitao berjalan keluar bersama Kris yang tepat berada dihadapannya. Tidak ada percakapan diantara keduanya. Walaupun Kris sangat ingin memulainya. Untunglah, mereka menemukan jalan keluar dari labirin tersebut. Terlihat Suho, Chanyeol, Baekhyun dan Yixing yang tiba terlebih dahulu serta beberapa peserta lain yang tiba duluan.

Chanyeol dan Suho bernafas sangat lega saat melihat Zitao datang dengan wajah pucatnya. Dengan cepat Suho berlari menuju si pemuda Huang dan memeluknya.

Zitao sedikit terkejut, "S-Suho sunbae?"

"Zitao! Astaga! Kupikir kau tak akan keluar!"—Suho melepaskan pelukannya, menatap Zitao dengan sangat dalam. Wajahnya bahkan menyiratkan kekhawatiran.

Pemuda manis itu tersenyum. "Tenang saja, sunbae. Aku baik-baik saja ..."

"Hhh, kau benar-benar membuatku khawatir, Zitao!" Suho kembali berseru, mengusap pipi Zitao dan menyelipkan rambut Zitao dibalik daun telinga si cantik.

Chanyeol tak mau kalah, ia menyingkirkan Suho dan segera memeluk pujaan hatinya, membuat Baekhyun mendecih melihatnya. "Kau baik-baik saja, kan Zitao? Tidak ada yang terluka, rite?" ucapnya panik, melepaskan pelukannya dan melihati seluk tubuh Zitao.

"Ya ampun, Chan-sunbae .. aku baik-baik saja, sungguh," jawab Zitao, menenangkan Chanyeol dan kembali memperlihatkan senyum lembutnya.

Chanyeol mendesah berat, "Kenapa kau lari dariku? Aku benar-benar panik saat kehilanganmu ..."

"Maaf ... aku hanya terkejut dan ketakutan saat itu .. dan refleks berlari ... maafkan aku, Chan-sunbae ..."

Suho dengan cepat mendorong Chanyeol mundur, kembali menatap Zitao yang menundukkan kepalanya. "Lain kali, kau harus berpasangan denganku," ujarnya sedikit panik.

"Yang benar saja! Zitao malah lari lihat wajahmu sendiri, hyung!" pekik Chanyeol mengejek.

"Aku tampan, Park!"—dan Chanyeol kalah begitu Suho menatapnya begitu tajam.

Zitao menoleh, memperhatikan beberapa orang yang baru saja melewati kejahilan besar oleh anak-anak OSIS. Dan matanya berbinar saat dilihatnya kakak sepupunya, duduk di pojok ruangan dengan tangan yang memegang sebotol air mineral. Dengan cepat pemuda manis itu berlari menuju sang kakak.

"Ge! Ge! Yixing-ge!" pekiknya kegirangan.

Yixing yang terkejut mendapati Zitao, mengadah, kemudian tersenyum lega, "Zitao ..."

Pelukan erat segera melesat ketubuh Yixing, membuat ketiga pemuda itu—Kris, Chanyeol, dan Suho menganga lebar. Tangan mulus Zitao mengusap punggung kakaknya, menghilangkan kerinduan yang setengah mati didambanya. "Aku benar-benar merindukanmu, ge .." ucapnya lirih.

"Kau tidak berubah, Zitao ... tetap seorang adik manjaku," Yixing melepaskan pelukannya dan mengusap pipi Zitao, yang membuat Chanyeol, Suho dan Kris kembali merasakan bara api dalam tubuh mereka.

"Oiya! Bagaimana kabar paman Zong Dae dan bibi Xiu?" Tanya Zitao.

"Yah, mereka juga tidak berubah. Selalu saja mengkhawatirkanmu. Sampai-sampai aku harus kesini untuk mengawasimu," Yixing kembali meneguk air mineralnya. "Dan berhenti memanggil mereka paman dan bibi. Kau tahu, mereka akan sedih jika mengetahui kau tidak melakukan apa yang mereka perintahkan,"

Zitao menepuk dahinya, "Ah, iya .. Mama dan Baba," serunya dengan senyuman yang kembali mendapatkan usapan penuh kasih sayang dipipinya.

Buru-buru Chanyeol berlari kearah dua saudara tersebut. Tanpa sadar menarik Zitao dari kakak sepupunya yang sukses membuat Yixing keheranan. Zitao terkejut, namun diam saja saat Chanyeol membawanya pergi menuju mesin kopi. Yixing menggaruk kepalanya yang tak gatal, berjalan pelan menuju Suho. "Eum ... Chanyeol .. dia ... menyukai Zitao, ya?"

Suho menghela napas pelan, "Yah .. terlihat jelas sekali, bukan?"

Yixing mengangguk, "Hahaha, tapi lihat Zitao. Ia sama sekali tidak mengetahuinya. Hhhh, sejak Menengah Pertama, sudah banyak orang yang menyukainya, namun selalu saja diabaikannya karena sikapnya yang manja," serunya, memperhatikan Chanyeol yang sedang mengambilkan sebuah kopi untuk Zitao.

"Benarkah?" Suho sedikit terkejut, "Tapi sepertinya Zitao anak yang mandiri ... ia pintar memasak dan rajin menyiram tanaman yang ada diasrama,"

"Memasak memang sudah keahliannya sejak dulu .. dan menyiram tanaman sudah diterapkan oleh Ibu dan Ayahku, jadinya yah, ia terbiasa," sahut Yixing kalem.

Suho mendesah pelan, "Dan aku tidak heran jika kedua orang tuamu juga mengajarkan dirinya kesopanan ... itu sangat memukau,"

Yixing terbelalak, "Tunggu! Jangan bilang, kau juga-,"

"Haha. Tidak mungkin, bukan?" pemuda Korea itu mengusap tengkuknya canggung.

.

"Aku juga .. menyukai Zitao ..."

.

.

Bam!

.

Rasanya Yixing baru saja dibanting berulang kali.


Sebuah gelas plastik kini berada ditangan Zitao, yang berisi kopi latte instan. Pemuda manis itu menyereput kopinya pelan, memperhatikan Chanyeol yang juga ikut membuat kopi dengan rasa yang sama. Chanyeol datang, melirik sebentar kearah Kris yang juga memperhatikannya. "Enak?"

Zitao mengangguk pelan, "Enak, Chan-sunbae .. aku suka,"

Senyum lebar kini mengembang di bibir Chanyeol, "Beneran? Wah, aku bisa jadi barista, nih!"

Hanya kopi instant -_-

Zitao tertawa pelan, "Kalau begitu, aku akan mengunjungi café-mu setiap hari, sunbae ..."

Chanyeol mengerjap, kemudian menggelengkan kepalanya. Entah kenapa, ucapan Zitao barusan membuatnya sedikit tergelitik, "Tidak usah datang setiap hari ... kau bisa .. menjadi pengolah cafenya ..."

Zitao menaikkan sebelah alisnya, "Maksudnya?"

"Ah, tidak, tidak .. aku ngawur .." seru Chanyeol dengan cengirannya, lalu menghela napas, memperhatikan Zitao yang sedang meneguk kopinya yang mulai dingin. Chanyeol hanya ingin, Zitao mengerti akan perasaannya, dan mempertimbangkannya. Yang sebenarnya ingin ia katakan sejak dulu.

Grep!

"Eh?" Zitao terkejut begitu lengannya tiba-tiba dicengkram oleh seseorang. Ia menoleh dan terheran-heran mendapati Kai.

"Ikut denganku!"—dan kini pemuda manis itu sudah merasakan lengannya kembali ditarik. Kopi latte yang diberikan oleh Chanyeol terjatuh, membuat Chanyeol terkejut dan hendak mengejar Kai dan Zitao. Hingga tiba-tiba Kris menghentikan aksinya. "Kris!" bentaknya.

"Kai tidak akan melakukan hal yang macam-macam. Beri mereka waktu," ujar Kris.

Chanyeol menghela napas, "Sampai kapan ..."

"Ha?" Kris menyerngit.

"... –sampai kapan ini berakhir ..."

"Chanyeol? Apa maksud-,"

"Zitao .."

Kris bungkam kali ini. Ia mengerti dengan pasti apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu. Ia menghela napas sejenak, "Aku juga ... tidak tahu .."

Chanyeol menatap kopinya lirih, melihat bayangan dirinya didalam minuman tersebut, "Dan aku hanya ingin Zitao tahu .."—pemuda itu mengadah, membuang kopinya dan berjalan pelan meninggalkan Kris yang mematung dibuatnya.

"Tentang perasaanku ..."

Hingga Chanyeol dan Kris bersama-sama menggumamkannya.

.

.

.

"K-Kai sunbae ... tunggu sebentar ..." Zitao kepayahan begitu Kai menarik tangannya dan berlari dengan sangat cepat.

Kai berhenti, melepaskan cengkramannya dan membalikkan badannya kepada Zitao. Pemuda Huang itu tidak begitu mengerti saat Kai menatapnya dengan raut wajah yang tidak bisa dijelaskan. Lebih seperti kearah kecewa.

"Sunbae? Ada apa?" Zitao tahu pasti ada yang salah dengan diri Kai. Dan ini membuatnya bingung setengah mati.

Kai terdiam begitu lama, matanya tidak berani menatap Zitao dan kepalanya menunduk menghadap tanah. "Kau menyakitiku, Zitao,"

Zitao tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, namun ia mulai merasa bersalah, "Sunbae? Jelaskan padaku, sebenarnya apa yang terjadi?"

"Aku tidak mengerti mengapa kau melakukan hal itu padaku, Zitao," ucapan Kai membuat Zitao kian merasa cemas. Pemuda bermarga Kim itu kini menatap lekat-lekat si pemuda Huang.

Raut wajah Zitao mulai berubah, "Sunbae? Apa yang sebenarnya terjadi? Tolong katakan padaku, aku bingung sekali!"

"Oh ya? Kau bingung?! Aku lebih bingung lagi, kau tahu?!" bentakan Kai membuat Zitao terkejut, dengan pelan, pemuda manis itu mundur selangkah.

"Sebenarnya apa yang terjadi?" gumam Zitao lirih. Ia benar-benar tidak tahu apa yang membuat Kai begitu marah pada dirinya sekarang. Yang jelas, ini bukanlah sesuatu yang bagus.

"Aku tidak pernah memintamu untuk melakukan hal itu .." Kai menggeram sesaat, namun ditahannya sekuat tenaga.

"S-Sunbae .."

"Tapi kau melakukannya!"

"Apa—apa yang kulakukan?"

"Sialan!"

"Kai sun-,"

"KAU MEMBANTU KYUNGSOO AGAR IA BISA BERKENCAN DENGANKU!"

.

Oh My God.

.

Pemuda berkulit tan itu kini tidak sadar bahwa ia sudah menjambak rambutnya sendiri, mengeluarkan suara deru napas bak orang yang terkena penyakit asma. Sama sekali tidak berpikir bahwa Zitao sudah membekap mulutnya, terkejut mendengar apa yang baru saja keluar dari mulutnya.

"Buruk," Kai menyahut pelan, sangat pelan hingga Zitao tidak bisa mendengarnya. Sedetik kemudian, ia sudah menatap Zitao yang mulai panik dan menangis dihadapannya. "Kau tahu tentang perasaanku. Kau tahu aku menyukaimu. Kau mengerti dan paham dengan jelas apa perkataanku saat memintamu menjadi kekasihku,"—Zitao kini kian terpojok dibuat olehnya.

Zitao panik. Dan pemuda manis itu menangis saat melihat amukan kemarahan Kai, "Sunbae, sungguh, aku tidak bermaksud buruk,"

"Kau bermaksud!" teriakan keras dari Kai membuat tubuh si pemuda Huang bergetar, takut akan kemarahan sekaligus merasa bersalah. Telunjuk Kai kini sudah menghadang Zitao, pemuda itu menunjuk secara tak sopan pujaan hatinya sendiri. "Kau membuat diriku menjadi buruk, Zitao! Dengan jelas, sangat JELAS aku menyukaimu dan sudah kukatakan padamu! Tapi apa, apa balasanmu?! Aku mengerti jika memang kau tak menyukaiku, tapi tidak bisakah kau untuk tidak ikut mencampuri urusan orang lain?"

Isakan Zitao semakin terdengar, "... Aku tidak akan pernah bermaksud begitu, sunbae .. aku menyayangimu dan tidak ingin membuatmu kelihatan buruk ... aku hanya berusaha membuatmu mendapatkan orang yang tepat bagi dirimu, yang bahkan jauh lebih baik dariku .. hiks,"

"Dan Kyungsoo yang kau maksud lebih baik?"

Si pemuda Huang menghapus airmatanya, mendongak dan balik menatap manik mata Kai, ".. Iya ..."

"Jesus Christ!" Kai kembali berteriak, tangannya mengusap kasar wajahnya dan ia berulang kali menghembuskan napas. "Aku tak percaya ini,"

"Kau harus percaya ini, sunbae .. Kyungsoo menyukaimu dan ia pemuda yang baik,"

"Sudah cukup. Aku tidak ingin mendengar omong kosong ini lagi," seruan Kai kembali terdengar, membuat Zitao menatap dirinya dengan sendu. Pemuda Korea itu segera pergi, meninggalkan Zitao yang jatuh terduduk dibuatnya.

Zitao tidak menginginkan ini semua terjadi. Ia menginginkan semuanya baik-baik saja sampai Kai menyadari sendiri bahwa Kyungsoo menyukainya. Satu pertanyaan, darimana Kai mengetahui semua hal itu? Dan buruknya, ia begitu marah dan kesal. Padahal Zitao hanya ingin membuat Kai mengetahui perasaan tulus Kyungsoo dan berakhir dengan baik-baik saja. Namun, kenyataan berkata lain.

Helaan napas kembali keluar dari mulut Zitao, bingung dengan situasi yang tidak berjalan mulus, ia merasa kecewa dan sedih. Apalagi hubungannya dengan Kris tidak terlalu membaik akhir-akhir ini.

Wait a minute

Hubungan?

Dengan Kris?

.

Blush!

.

"Y-ya Tuhan .. apa yang kupikirkan ..."—Zitao mengusap wajahnya yang mulai memerah. Entah apa yang barusan ia pikirkan, yang pasti itu benar-benar membuatnya merasa malu sekarang.

Bruk!

"Eh?" Zitao terkejut begitu seseorang melemparkan sesuatu padanya. Ia mendongak dan melihat bahwa benda lemparan tersebut adalah jaketnya sendiri. Dan pemuda manis itu jauh lebih terkejut lagi saat melihat siapa yang baru saja melemparnya.

Kyungsoo.

"Kyung? Ada ap-,"

"PENGKHIANAT!"

Mata Zitao sudah kembali membola saat sahabatnya sendiri mengatakan dirinya pengkhianat. Selanjutnya, yang ia lihat adalah Kyungsoo yang berlari menjauh dengan uraian air mata. Kaki panjang Zitao sudah berlari, mengejar Kyungsoo yang sudah menjauh. "Kyungsoo! Kyungsoo!" teriaknya.

Dan saat Zitao berhasil meraih tangan Kyungsoo, ia segera membalikkan badan pemuda itu, menatap mata Kyungsoo yang sembab akibat menangis. "Kyung? Ada apa?! Jelaskan padaku!"

"Kau jahat!" bentakan Kyungsoo membuat Zitao menghela napas. Ini pasti menyangkut Kai. "Kau bilang akan membantuku untuk mendapatkan Kai sunbae .. hiks, tapi ternyata dia menyukaimu selama ini! Saat didalam labirin tadi, aku sudah mengatakan perasaanku tapi ia malah mengatakan kalau dia menyukaimu!"

"Itu tidak benar, Kyung. Kai sunbae hanya bingung dengan perasaannya sendiri. Berhentilah menangis," ujar Zitao, menghapus air mata Kyungsoo yang langsung dihempas kasar oleh sahabatnya itu.

"Aku tidak percaya!" teriaknya, "Setelah ia mengatakan bahwa ia menyukaimu, aku mengatakan yang sebenarnya pada Kai sunbae, dan ia marah padaku!"

"Kyungsoo! Dengarkan aku! Kai sunbae hanya bingung dengan dirinya sendiri ... dia bingung dengan perasaannya dan kesal kepadaku, jadi jangan pernah berpikiran buruk lagi, okay?"

"Berhenti mengatakan hal bodoh itu padaku! Aku membencimu!"—hingga Kyungsoo melepaskan genggaman tangan Zitao, berlari sekuat tenaga menuju asrama, meninggalkan Zitao yang mematung disana.


Kris menghela napas berat. Sekaleng soda kini sudah berada ditangannya, dan ia cepat-cepat meneguk soda yang baru saja dicurinya dari bawah tempat tidur Sehun. Jelas saja pemuda Wu itu masih memikirkan tentang si anak panda. Dan juga memikirkan perkataan Chanyeol yang sempat membuatnya tergugah.

"Sampai kapan ini berakhir ..."

.

Tidak ada basa basi lagi.

.

Tidak ada kebohongan lagi.

.

Tidak ada kepura-puraan lagi.

.

Kris harus menyatakan perasaannya pada Zitao.

"Hhhh,"—dan ini sudah kesekian kalinya ia menghembuskan napas berat, mengacak rambutnya frustasi dan kesal sendiri. Pemuda tampan itu dengan cepat berlari menginggalkan tempat bersemayamnya—kolam teratai—dan berjalan balik menuju kamar asrama.

"Hiks .."

Langkah kaki Kris berhenti begitu mendengar suara tangisan. Ia terkejut dan tentu saja, sedikit takut. Bayangkan saja, malam-malam begini, sendirian di kolam teratai dan kau mendengar tangisan seseorang. Mengerikan.

"Hiks .. hiks .."

Mata Kris kian membulat saat mendengar suara tangisan itu semakin mendekat. Dengan cepat, pemuda itu mengatupkan kedua tangannya dan mulutnya komat-kamit membaca doa. "Jauhkanlah kami dari yang jahat ... jauhkanlah kami dari yang jahat ... jauhkanlah kami dari yang jahat ..." ucapnya, sedikit gemetaran.

"Kris-ge ...?"

"HWAAA! ASTAGA!"

"K-Kris-ge?! Kenapa?!"

"Zitao?! Astaga! Aku pikir kau siapa!" teriakan-teriakan Kris sudah menggema. Zitao yang baru saja mengejutkannya, terkikik pelan melihat aksi Kris.

"Ini aku .. gege pikir aku siapa?" Tanya Zitao pelan.

Kris menggaruk tengkuknya, "Ern ... hantu?"

Dan Zitao tertawa mendengarnya, "Ahahaa, Kris-ge juga takut hantu yaa,"

"Aku tidak takut apapun, Huang," seru Kris, berusaha bersikap sedatar mungkin. Zitao tertawa-tawa melihat kakak kelasnya itu yang sok tak peduli, padahal ketakutan juga. Pemuda tampan itu mulai kesal karena Zitao mulai mengejeknya, yah walaupun tidak sepenuhnya karena Zitao hanya tertawa, tetapi itu sungguh memalukan. "Aku tidak sepertimu yang takut akan semua hal, tau!"

Tawa Zitao berhenti seketika mendengar ucapan Kris. Ia menunduk, menatap sendu tanah dibawahnya. Kris yang menyadari perubahan sikap Zitao, meringis pelan. Seharusnya ia tak mengatakan hal itu. Mungkin pemuda manis itu menjadi sedih, "Zi, hei .. kau kenapa?"

"Hiks .. hiks .. hiks .. huhu .."

Oh, matilah! Kris membuat orang yang disukainya menangis sekarang! "Z-Zitao? H-hei, aku cuma bercanda, okay? Kenapa kau menangis?"—Kris merasa dirinya sedang berada dineraka sekarang, harus melihat orang yang disukainya menangis dan penyebabnya adalah dirinya sendiri.

Bruk!

Baiklah. Sekarang Kris merasa ada disurga. Zitao sudah memeluk dirinya dengan sangat erat sekali. "E-eh? Zitao? Kau kenapa?"

Zitao menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Kris. Malu menunjukkan bahwa dirinya sudah menangis tersedu-sedu. "Gege ... aku merusak semuanya ..."

Perempatan muncul di dahi Kris, mulai tidak mengerti dengan maksud si pemuda Huang. "Merusak apa?" tanyanya.

"Merusak segalanya..."

"Hah? Zitao?" Kris masih kebingungan. Ia melepaskan pelukan Zitao dan mengajaknya untuk duduk, "Sekarang, tenangkan dirimu dulu," serunya, mengusap pipi Zitao yang basah karena air mata.

Mereka terdiam cukup lama. Kris hanya bisa menghela napas dan memperhatikan Zitao yang terus menerus melihati bayangan dirinya di kolam teratai. "Hei,"—pemuda manis itu menoleh begitu mendengar Kris menegurnya. "Kau bisa menceritakan semuanya padaku?"

Zitao terdiam, "... Bagaimana perasaan gege, saat mempunyai sahabat yang menyukai seseorang, namun sayangnya orang itu menyukai gege?"

"Eum .. yah .. itu cukup sulit ..." Kris menggaruk kepalanya, "Kalau aku, pasti mengatakan pada sahabatku bahwa ia tidak memiliki harapan lagi, hahaha,"

Kali ini giliran Zitao yang kebingungan, melihat reaksi kakak kelasnya yang tertawa dihadapannya. Hingga ia kembali menekuk lututnya, memerintahkan Kris untuk segera diam. Pemuda tampan itu tentu saja menyadari hal tersebut, dan memilih untuk diam. Menatap pemuda yang disukainya menghela napas dengan lutut yang tertekuk.

"Seandainya saja aku seberani gege ..." gumamnya lirih.

"Kau berani," timpal Kris. "Kau sangat berani sampai-sampai membuat Chanyeol dan Kai menyukaimu, rite?"

Zitao menggelengkan kepalanya, "Kai sunbae marah padaku ..."

"Huh? Kenapa?"

"Kyungsoo menyukai Kai sunbae ..."

Kris membulatkan matanya, "Sudah kuduga! Pantas saja temanmu yang pendek itu sering mengantar makanan untuk Kai,"

Zitao mengangguk, "Aku berjanji akan membantunya untuk mendapatkan Kai sunbae .. namun pada akhirnya, Kai sunbae mengetahuinya dan ia marah besar ... hiks .." ia kembali menangis, mengingat betapa marahnya Kai pada dirinya.

Kris terdiam. Tidak tahu apa yang harus dikatakan, ia mengusap tengkuknya. Dan dengan ragu, ia menepuk kepala Zitao, mengusap surai hitam itu dengan lembut, berusaha untuk menenangkan pujaan hatinya. "Tenang saja, Kai akan cepat melupakan masalah ini. Paling-paling, besok dia sudah ceria lagi,"

Pemuda manis itu menggeleng, bukan kemarahan Kai yang ia takutkan, tapi rasa bersalahnya yang besar dan juga kekhawatiran bahwa Kai nantinya akan menyuekinya. "Ini salahku ... hiks .."

"Tenanglah ... kau terlihat aneh jika menangis, kau tahu itu?" seru Kris, menghapus air mata adik kelas tersayangnya. Zitao menoleh pelan, menatap Kris yang tengah tersenyum disana.

"Aku takut ... aku takut Kai sunbae merasa kecewa ..."—dan Kai memang sudah kecewa.

"Tidak ada yang perlu kau takutkan, Zi," ucap Kris pelan. Hatinya sedikit tersudut saaat mendengar sendiri keluh kesah Zitao. Maaf saja, Kris cemburu. Dan ia mulai tak suka saat Zitao terlalu mengkhawatirkan Kai. Apa jangan-jangan Zitao mulai menyukai Kai?

"Seharusnya sejak awal aku tidak usah mengenal kalian ..." Zitao berdiri, berjalan pelan meninggalkan Kris yang masih memandanginya.

.

"Apakah tak ada tempat untukku?"

Langkah Zitao terhenti.

.

.

.

"I am in love with you, Huang Zitao,"

.

.

.

TBC

Huuftt .. akhirnyaa, chapter 8 muncul jugaaa ^o^

Heloo readers :* ira kangen sumpah :v sini peluk dulu :V wkwk. Okay, ira mau minta maaf Karena baru nge post fic ini ... maaf atas keterlambatannya readers ... maaf maaf maaf... Sebenarnya, ira habis liburan dan ira sempat lupa dengan fic-fic ira :V silahkan rajam ira jika mau :""" tapi rajamnya pake tao ya :3

Anyway, bagaimana dengan chapter kali ini? Kalian suka gak? Semoga suka yaa :3

Oiya, satu lagi! CHAPT DEPAN MAU PILIH PENJELASAN KONFLIK YANG MANA NIH, ANTARA SULAY ATAU KAISOO? Jangan pilih dua2nya yaaa readers, ira tak sanggup :V

Balasan review chapt 7:

Orangcuppie : "HeyHaii, eonnie! Maafkan dongsaengmu ini yang lambat ngepost ficnyaaa o wkwkk, gak kiss kiss kok eonnie :v cuma pelukan doing eaps :3 iyaa sekarang ira udah mau naik kelas 9 horeee XD Thanks yaaa sudah review!"

Kirei Thelittlethieves : "HeyHaii! Siip siip, ini udah lanjut kok XD maaf atas keterlambatannya yaa. Thanks yaaa sudah review!"

celindazifan : "HeyHaii! Nah ini dia my lovely readers :* ira panggil celin ya? Maaf banget atas keterlambatannya celiinn, makasih banyak udah mau nungguin fic inii :"" kemaren moment KTnya kurang greget :D so, what do you think about this chapter? Thanks yaaa sudah review!"

fanfandck90 : "HeyHaii! Siip, ini udah lanjut kok XD walaupun dengan ke-updetan yang sangaaat lamaaa. Eheheh,, makasih banyak atas dukungannyaa, love it! Thanks yaaa sudah review!"

fujodanshi4 : "HeyHaii! Wkwkwk ini udah lanjut kok, maafin atas kelemotan updatenya yaa O gimana dengan kristao di chapt ini? Thanks yaaa sudah review!"

PanPanda : "HeyHaii! Ira panggil apa nih, wkwk? Ahahah iyaa ira gak kepikiran ngebuat abang Kris mohon2 gitu ya :v lain kali kalo KT marahan ira buat kayak gitu ah :V thanks atas sara dan reviewnya!"

lupbebz : "HeyHaii, Chanyeol girlfriend XD! Ahahaha emang omnaga gengsi mulu, tapi gimana? Gengsinya kebayar gak di chapt ini? Wkwk, Thanks yaaa sudah review!"

annisakkamjong : "HeyHaii! Maafin ira yaa atas keterlambatan ngupdatenyaa ... maaf maaf maaf o gimana dengan chapt ini? Suka gak? Thanks yaaa sudah review!"

Rich L. Khalifa : "HeyHaii, Ichi! Heheh iyaa disini baekhyun jadi mantannya bang cahyo :v oiya, maaf atas keterlambatan updatenya yaa ... maaf bangeet o Thanks yaaa sudah review!"

HyuieYunnie : "HeyHaii, Hyuie! Iyaa ini udah lanjut kok walau lambat banget :"" gimana dengan chapt ini? Kamu suka gak? XD Thanks yaaa sudah review!"

Yasota : "HeyHaii! Duh ira masih sekolah XD ahahah makasih banyak udah mau ngikutin ff iraaa :) loh ira malah senang dapat review yang panjang XD dan ira mohon maaf atas keterlambatan updatenya .. Thanks yaaa sudah review!"

kthk2 : "HeyHaii! Wkwk iyaa nanti ira bakal buatin chanbaek kok, tapi kalo soal baek sakit, hmm itu masih menjadi misterii :V Thanks yaaa sudah review!"

beruanggajah : "Heyhaii my cutie readers ;*! Jujur, ira kangen sama kamuu :3 maafkan atas keterlambatan updatenya dan juga kependekan chaptnya XD ehehehe, makasih atas ucapan gws-nya yaa {} Thanks yaaa sudah review!"

shoffy xoxo: "HeyHaii! Ahahah, iya ini udah lanjut kok, fy! Kamu suka gak? :V Maaf atas keterlambatan updatenya. Thanks yaaa sudah review!"

Aiko Michishige : "HeyHaii, siip, ini udah lanjut kok^^ maaf atas keterlambatan updatenya. Thanks yaaa sudah review!"

jidatbacon : "HeyHaii! Yeeeyyy dapat teman sebaya niih ^^ duh lopek deh :V oiya, maafin atas keterlambatan updatenya yaa :"V wkwk iya kristaonya greget eaps XD Thanks yaaa sudah review!"

WHO Yizi OsHztWyf : "HeyHaii! Duuh makasih banyak atas dukunganmuuu :* and yeah, ira pengen buat sedikit bumbu chantao disini :v Thanks yaaa sudah review!"

zizi'd exo : "HeyHaii! Makasih banyak atas dukungannya ;) maaf atas keterlambatannya yaa. Thanks yaaa sudah review!"

rtf69 : "HeyHaii! Wkwk iyaa, kalo ada orang kayak yipan di dunia ini mungkin udah keburu diambil orang lain wkwkwk :v gimana dengan chapt ini? Maaf atas keterlambatannya o Thanks yaaa sudah review!"

DinkyAA : "HeyHaii! Siip, ira pasti bakal selalu semangat buat nerusinnya kok :) tapi tetep semangatin yh XD maaf atas keterlambatan updatenyaa. Thanks yaaa sudah review!"

AmeChan95 : "HeyHaii! Siip, ini udah lanjut kok XD maaf atas keterlambatan upsatenya :"" Thanks yaaa sudah review!"

huangtataozi : "HeyHaii! Wkwk, siip, ira boleh panggil eonnie gak nih? Semoga eonnie masuk SMA favorit yaa :) dan dongsaeng mu ini minta maaf atas keterlambatan updatenyaaa. Thanks yaaa sudah review eon ;)"

ndadinda : "HeyHaii! Dindaaaaaa, ira kangen atuh sama kamu dindaaaa! Astaga ira kangen bangeettt :3 hehehe makasih banyak atas dukungan kamu yaaa duh lopek deh :v maaf atas keterlambatan updatenya yaaa, din. Bts menurutmu gimana ttg chapt ini? Thanks yaaa sudah review!"

delightbaek : "HeyHaii! Hehehe iyaa ntar ira buatin chanbaek deh XD Thanks yaaa sudah review!"

Arin : "HeyHaii, Arin! Makasih banyak atas doamu yaaa :* oiya, maaf atas keterlambatan updatenyaa :"" Thanks yaaa sudah review!"

TaoziFanFan : "HeyHaii! Wkwk, ira memang pengen kasih bumbu chantao disini XD Thanks yaaa sudah review!"

DBSJYJ : "HeyHaii, vi eonniee! Makasih banyak atas dukunganmu eonnie ^^ wkwkk tapi disini kris udah nyatain perasaannya kan? Hehehe asik dong tuh :v btw, maaf atas keterlambatan updatenya ya eon. Thanks yaaa sudah review!"

ajib4ff : "HeyHaii, jiejiee^^! Miss you so much :V oke ira mulai alay :V maafkan ira atas keterlambatan ini ya jie ... ira hampir lupa sama fic ini sebenarnya gegara liburan :v #timpukira. Hehehe, gimana ttg chapt ini jie? Keren gak? Semoga keren kayak ira yaa :V Thankss buat review dan dukunganmu jiee^^!"

aldif.63 : "HeyHaii! Heheh, disini rated nya T, dan ga begeser ke M soalnya ira belum jago buatnya. Thanks yaaa sudah review!"

Guest : "HeyHaii! Wkwk ira memang pengen buat sedikit bumbu chantao disini XD maafkan atas keterlambatannyaa. Thanks yaaa sudah review!"

Guest 2 : "HeyHaii! Wkwkwk setidaknya omnaga udah nyatain perasaannya disini XD maafkan atas keterlambatannya. Thanks yaaa sudah review!"

yjima : "HeyHaii, eonnie! Ahahah eonnie bingung nge ship siapa nih XD hayoo nge-ship siapa hayoo XD Thanks yaaa sudah review!"

owe : "HeyHaii! Duh ira gatau nih, kadang ira jadi malas gitu nulis ff :(( apa ini pertanda writers block? Duh jadi takut ... dukung ira aja terus yaa XD maaf atas keterlambatan updatenya. Thanks yaaa sudah review!"

nurcahya : "HeyHaii! Aah maapin iraa, sutao moment disini dikit bangett ... maafkan ira atas keterlambatan updatenyaa ... Thanks yaa sudah review!"

anis l mufidah : "HeyHaii! Wkwkk chantao di chapt kemaren dikit yaa XD mungkin chapt depan(?) ira bakal buat chantao :3 oiyaa, maaf atas keterlambatan updatenya. Thanks yaa sudah review!"

JungSooHee : "HeyHaii, yena! Aduh maafin ira kalo makin pendek chapt nyaa .. apakah chapt kali ini termaksud pendek? Dan maafin ira juga atas keterlambatan updatenya ... Thanks yaa sudah review!"

Guest 3 : "HeyHaii! Hehehe tau aja ira terinspirasi dari exo's showtime :v yaa baper dikit lah :v Thanks yaa sudah review!"

LoveHyunFamily : "HeyHaii, Ovie! Wkwkwk ni omnaga baru nyatain perasaannya setelah pujaan hati nunggu sekian lama :V maaf atas keterlambatan updatenyaa o Thanks yaa sudah review!"

Yeoja292 : "HeyHaii! Ahaha ira memang pengen kasi sedikit bumbu2 chantao lah disini :3 dan btw maafin ira atas keterlambatan updatenya. Thanks yaa sudah review!"

Xyln : "HeyHaii! Siip, ini udah lanjut kok chingu :3 maaf atas keterlambatannya yaa. Thanks yaa sudah review!"

Lilypanda11 : "HeyHaii, my new readers ;* ahahaha iyaa, makasih banyak yaa, kamu jugaa^^ maafkan ira atas keterlambatan updatenyaa. Thanks yaa sudah review!"

ShinJiWoo920202 : "HeyHaii! Heheheh, kris emang salah, tapi dia malah nembak zitao kan di chapt ini XD Thanks yaa sudah review!"


BIG THANKS yang udah review Fic ini!

Thanks too for favoriters and followers :*

And, HAPPY B'DAY FOR RYEOWOOK AND OUR PRESIDENT, JOKO WIDODO! XD

Last, MIND TO REVIEW? :))


Sign,

.

.

blankRa09