Uke VS Seme
Summary:: Dibalik sekolah asrama khusus laki-laki yang elit dan terkenal ternyata ada sebuah kejadian yang tidak diketahui oleh orang luar, yaitu permusuhan antar penghuni asrama disekolah itu. Bagaimana cara pihak sekolah mengatasi kejadian ini?
Pair:: Kyumin, Yewook, Hanchul, Haehyuk, Kangteuk, Sibum, Zhoury, Yunjae, Yoosu, Onkey, 2Min
Rated:: T
Genre:: Romance, Humor
Warn:: Gaje, Typo(s), OOC, BL
Annyeonghaseo~ Author kembali lagi dengan membawa chap 8. Sesuai dengan janji author dichap lalu, chap ini akan menceritakan tentang Hanchul couple. Author kangen nih sama couple yang satu ini, udah lama gak denger kabar tentang couple ini.
Author juga mau jelasin kalau urutan waktu di FF ini agak kacau karena diceritakan ulang dengan waktu yang sama tapi couple yang berbeda. Bingung? Author juga. *Plakk*
Yasudah, kita mulai ya..
Enjoy~! ^^
~(O.O~) ~(O^O)~ (~O.O)~
Kamar Kibum dan Heechul
Pagi ini tandanya sebagian besar makhluk hidup untuk kembali menjalankan aktivitas mereka.
"Hyung, bangun. Hyung, ini sudah pagi loh." Seorang namja dengan wajah coolnya sedang membangunkan teman sekamarnya yang masih tertidur dengan lelap.
"Hyung, ayo cepat bangun." Namja berwajah cool yang bernama Kibum, mengguncang pelan bahu Heechul. "Ngh.." Heechul mengerang pelan karena merasa terganggu dengan panggilan dan guncangan Kibum.
"Hm? Waeyo?" tanya Heechul setengah sadar. "Bangun, hyung. Sudah pagi, nanti telat loh." Ujar Kibum sambil berjalan kearah lemari untuk mengganti bajunya karena ia telah selesai mandi.
"Umm." Heechul kembali memejamkan matanya dan kembali tertidur lelap. Kibum yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepalanya. "Hyung!" Panggil Kibum lagi.
Merasa panggilannya tidak mendapatkan respon dari Heechul, Kibum pun kembali berjalan kearah ranjang Heechul. Tarik nafas dalam-dalam, dan...
"HYUNG! BANJIR, HYUNG! BANJIIIRR!" Teriak Kibum tepat ditelinga Heechul. Heechul langsung melek.
"Huwwwaa! Eomma, appa! Banjir! Aku tidak bisa berenang!" Seru Heechul sambil melompat-lompat gaje diatas ranjangnya.
Beberapa saat setelah melompat-lompat gaje, Heechul mengangkat sebelah alisnya. "Mana banjirnya?" Tanya Heechul heran. Kibum hanya tersenyum seraya mengangkat bahunya.
"Aisshh! Kibummie! Kau membohongiku!" Seru Heechul sambil melompat kearah Kibum.
"Salah hyung sendiri, siapa suruh hyung tidak mau bangun." Kibum berdiri dan merapikan baju seragamnya kemudian mengambil tasnya dan menentengnya dibahu kanannya.
"Aku berangkat dulu, hyung. Aku ingin mencari buku diperpustakaan. Hyung cepatlah mandi, jangan sampai terlambat. Annyeong." Kibum pun beranjak keluar dari kamar mereka.
"Rajin sekali." Cibir Heechul seraya beranjak kekamar mandi.
~#~#~#~#~#~#~#~#~
Setelah selesai mandi, Heechul keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Lalu ia pun berjalan mendekati lemarinya untuk mengganti pakaian dan tentu saja untuk berdandan juga.
Setelah memakai seragamnya dengan rapi, Heechul membuka laci lemarinya. Namun beberapa saat setelah laci itu dibuka, Heechul langsung melebarkan matanya. "Alat make-upku mana?" gumam Heechul yang sedang mengobrak-abrik laci dan lemarinya.
"HUWWAAA! Alat make-upku pada kemana semua? Kok hilang?" Heechul melompat-lompat dengan gelisah seraya celingak-celinguk mencari barang-barang kesayangannya itu. "Hiiikkss! Kalau hari ini aku tidak berdandan, pasti penampilanku sangat aneh! Udah mirip nenek lampir kayak gini, mana ada sedikit lingkaran hitam disekitar mata, haduuhh!" gumam Heechul didepan kaca.
"Tapi aku tetap cantik kok meskipun tanpa berdandan." Heechul menepuk-nepuk pelan pipinya, masih tetap didepan kaca yang sudah mulai retak. *Dihajar Chullie*
"Ck! Yasudahlah. Kau tetap yang tercantik, Heenim. Meskipun agak sedikit mirip panda." Gumam Heechul seraya menyisir rambutnya yang lembut itu.
Dengan sedikit lesu, Heechul menenteng tasnya dibahu kanannya dan beranjak menuju gedung sekolahnya.
.
.
.
"Annyeong, Heenim-ah. Eh? Omona!" Leeteuk terkejut saat melihat wajah kusut dan lesu milik Heechul. "Wae? Kau seperti melihat setan saja." Ujar Heechul dengan malas sambil kembali berjalan menuju kekelasnya.
"Kenapa kau tidak mengurus wajahmu, Heenim-ah? Tumben sekali." Ujar Leeteuk yang berjalan disamping Heechul.
"Hilang. Semua alat-alat make upku hilang tanpa jejak bagai ditelan Shindong." Jawab Heechul lemas. =.=
"Mwo? Aku tidak menelan benda seperti itu, hyung. Gak nafsu." Ujar Shindong yang tiba-tiba muncul disamping Heechul.
"Kau 'kan pemakan segalanya, Shin Dong Hee." Jawab Heechul santai. "Whoaa! Enak saja."
"Sudah, sudah. Kalian ini seperti anak kecil saja." Lerai Leeteuk.
Hangeng yang kebetulan berada lumayan jauh dari keberadaan Heechul, Leeteuk, dan Shindong hanya tersenyum memandangi mereka, tepatnya melihat Heechul.
"Hyung kenapa? Kok senyam-senyum begitu. Bikin merinding saja." Ujar Kyuhyun yang memang sedaritadi berjalan disamping Hangeng. "Wajahnya tidak berubah, ya? Meskipun tidak berdandan, dia tetap cantik." Ujar Hangeng pelan sambil tetap melihat kearah Heechul yang masih berjalan beriringan dengan Shindong dan Leeteuk.
"Mwo? Cantik? Nuguya?" tanya Kyuhyun penasaran. Lalu ia pun mengikuti arah pandang Hangeng. "Heh? Nenek sihir itu?" tanya Kyuhyun tidak percaya. "Haha, kau ini. Julukan namamu aneh-aneh saja." Hangeng tertawa kecil seraya mengancak rambut Kyuhyun, kemudian beranjak menuju kelasnya meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri dengan wajah bodoh.
"Hankyung hyung suka dengan nenek sihir itu?" Gumam Kyuhyun dengan sebelah alis yang terangkat.
Skip Time~ Pulang sekolah~
"Hyungg! Heechul hyung." Panggil Kibum dengan setengah berlari menghampiri Heechul.
"Ne? Waeyo, Kibummie?" Tanya Heechul.
"Ini hyung, Siwon hyung dari kelas XI-B menaruh pesan ini ditasku. Disini juga ada pesan untukmu, hyung." Kibum menyerahkan kertas itu ke Heechul.
Heechul pun mengambil kertas itu dan membacanya, alisnya berkerut. "Hangeng? Hangeng si Cina itu?" tanya Heechul. "Sepertinya iya." Kibum mengambil kertas itu dari tangan Heechul. "Ukh, sepertinya aku harus menghampiri si kuda itu." Kibum pun berlalu dari hadapan Heechul.
"Eh, Kibummie! Kau tidak ke kelas memasak?" tanya Heechul yang berlari menghampiri Kibum. "Oh iya. Yasudah deh, setelah pulang dari kelas memsak saja." Jawab Kibum seraya membalikkan badannya dan berjalan menuju keruang memasak. Heechul mengikuti Kibum dari belakang.
'Aku juga akan menghampiri Hangeng setelah kelas selesai.' Pikir Heechul.
Skip Time~ *lagi*
Kelas memasak telah selesai sejak 15 menit yang lalu, dan sekarang Heechul sedang melangkahkan kakinya menuju ke asrama lantai 3.
TOK TOK TOK
Heechul mengetuk pintu kamar Hangeng dan Kangin dengan cukup keras.
CKLEK. "Nuguseyo?" tanya Kangin sambil membukakan pintu kamarnya. "Eh? Heechul hyung? Ada apa, ya?" tanya Kangin saat mengetahui bahwa Heechul yang mengetuk pintu kamar mereka.
"Mana Hankyung?" tanya Heechul sambil berjinjit untuk mengitip kedalam kamar Kangin dan Hangeng. "Eh? Hangeng hyung? Ada. Sebentar, biar kupanggilkan." Kangin hendak beranjak untuk memanggil Hangeng tapi ditahan oleh Heechul.
"Tidak perlu." Ujar Heechul yang langsung masuk kedalam kamar Hangeng dan Kangin tanpa permisi dan KTP. *Lha?*
"Ya! Hankyung! Apa yang kau lakukan pada alat make upku? Kau sembunyikan dimana, hah?" Tanya Heechul yang sekarang sudah berdiri tepat didepan Hangeng yang tadinya sedang duduk santai sambil membaca buku.
Hangeng melepaskan kacamata yang sedaritadi ia pakai. "Kau tidak membaca apa yang tertulis dikertas itu? Bertanya dan memohonlah dengan lembut." Ujar Hangeng seraya menunjukan senyumnya yang menawan dan bling-bling(?).
"Ihh! Shireo! Aku tidak mau bertanya apalagi memohon dengan lembut padamu. Kau sudah menghilangkan barang kesayanganku, babooo!" ujar Heechul dengan kesal.
" kau sendiri yang tidak mau memintanya dengan lembut, maka barang-barangmu tidak akan kembali ketanganmu." Hangeng menutup buku yang tadi ia baca. Lalu ia berdiri dan berjalan kearah mejanya dan menyimpan bukunya. Heechul berjalan mengikuti Hangeng.
"Aisshh! Kau tahu 'kan? Sampai kapanpun aku tidak akan berbicara dengan lembut padamu. Ayo cepat kembalikan, babo!" Heechul menengadahkan tangannya, meminta kepada Hangeng agar alat make upnya dikembalikan padanya.
Hangeng bukannya menyerahkan alat-alat make up Heechul, ia malah menulis sesuatu dikertas putih dan menyerahkannya kepada Heechul.
Heechul yang tidak tahu apa isi dari kertas itu pun penasaran lalu membaca isi kertas itu. "YA! Aku bukan meminta tanda tanganmu, babo! Kau kira kau ini artis, ya?" Heechul melempar selembar kertas itu kearah Hangeng dan ditangkap oleh Hangeng.
"Hahaha. Kan sudah kubilang, memohonlah dengan lembut, chagiya."
"Chagiya, chagiya pale loe! Ayo cepat kembalikan!" Heechul kembali menegadahkan telapak tangannya.
"Ti-dak ma-u!" Jawab Hangeng sambil menggelengkan kepalanya.
"Aisshh! Cepatlah. Kau bertele-tele sekali seperti kura-kura si kepala besar itu."
"Aku tidak mau mengembalikannya sebelum kau memohon dengan lembut padaku."
"Aku tidak akan pernah melakukan itu." Jawab Heechul dengan nada sinisnya.
Kangin yang sedaritadi melihat adegan pertengakaran itu hanya sweatdrop. 'Aura disini sangat tidak mengenakkan.' Pikir Kangin sambil beranjak keluar dari kamar itu.
"Aisshh! Cepat kembalikaannn! Kau sungguh menyebalkan." Ujar Heechul yang saat ini kekesalannya sudah mencapai puncaknya.
"Pilihlah, memohon atau tidak." Kata Hangeng dengan nada santai dan senyum yang kembali terkembang diwajah tampannya itu.
"Ck, baiklah. Julurkan kedua tanganmu." Ujar-tepatnya perintah Heechul. Hangeng pun menjulurkan kedua tangannya kearah Heechul.
"Yang ini mewakili bahwa aku harus memohon." Ujar Heechul seraya menunjuk tangan kanan Hangeng. "Dan yang ini mewakili bahwa aku tidak akan memohon padamu." Heechul menunjuk tangan kiri Hangeng. Hangeng hanya mengangguk saja.
"Oke, kita mulai." Hangeng yang tidak mengerti tangannya akan diapakan oleh Heechul hanya memandang Heechul dengan pandangan bingung.
"Ehem, ehem!" Heechul berdehem pelan sebelum memulai. Hangeng semakin bingung dan penasaran.
"Cap cip cup kembang kuncup, pilih mana yang mau di cup." Ujar Heechul seraya menunjuk secara bergantian tangan-tangan Hangeng. =.="
Hangeng yang mendengar perkataan Heechul langsung cengo. 'Cap cip cup? Ia menentukannya dengan cap cip cup? Dasar.' pikir Hangeng tidak percaya.
"Yaahh~! Apa-apaan ini? Ani! Ulang!" ujar Heechul saat mengetahui hasil dari 'cap cip cup' itu. Ternyata yang terpilih adalah tangan kanan yang mewakili bahwa Heechul harus memohon pada Hangeng.
"Eh? Tidak bisa. Tidak boleh diulang, sekarang memohonlah. Ini juga untuk keselamatan(?) alat make upmu." Ujar Hangeng.
'Harga diriku terlalu tinggi untuk memohon padanya.' Pikir Heechul dengan ogah-ogahan. "Hmm? Ayo, memohonlah." Hangeng tersenyum penuh kemenangan.
"Shireo, pokoknya ulang lagi." Heechul menarik kedua tangan Hangeng agar kembali terjulur. "Eits! Tidak bisa." Hangeng menarik tangannya kembali. "Aisshh! Tadi ada kesalahan teknis, ayo ulang lagi." Heechul menarik kedua tangan Hangeng lagi.
"Tidak boleh." Hangeng kembali menarik tangannya. Akhrinya, jadilah mereka main tarik-tarikan tangan. Mereka tidak sadar bahwa saat ini mereka tengah berpegangan tangan, meskipun niat Heechul hanya untuk menarik tangan Hangeng agar terjulur lagi, dan niat Hangeng untuk tidak mengulang permainan 'cap cip cup' tadi.
_10 menit kemudian_
"Aisshh! Ayolah, hanya memohon saja apa susahnya sih?" Tanya Hanageng yang masih berusaha menarik tangannya kembali dari tarikan Heechul.
"Huh! Aku tidak mau. Kau sungguh menyebalkan!" Heechul menghentakkan kaki kanannya kelantai dengan kesal.
"Yasudah kalau tida mau." Ujar Hangeng santai sambil duduk ditepi ranjangnya. "Huh! Aku kembali ke kamarku saja, berlama-lama disini membuatku naik darah saja." Heechul membalikkan badannya dan beranjak keluar dari kamar Hangeng.
Hangeng hanya tersenyum seraya memandangi kedua tangannya. "Dia memegang tanganku, eh?" Entah mengapa Hangeng merasa senang saat Heechul memegang tangannya.
Heechul berjalan menuju kekamarnya yang ada dilantai 2 seraya memandangi kedua tangannya, ia baru menyadari bahwa tadi ia memegang tangan Hangeng.
'Aku memegang tangannya? Aisshh, memalukannn~' pikir Heechul seraya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya saat ia merasa wajahnya mulai memanas.
'Aromanya masih tertinggal ditanganku.' Heechul sedikit menjauhkan telapak tangannya dari wajahnya.
"Aisshh! Aku sudah gila." Gumam Heechul sambil mengacak rambutnya. "Ukhh, alat make upku." Gumamnya frustasi.
Someday I'll lay my love on you
Baby I don't wanna lose it now
Just one, nopuningol
Onjenga uri mannan nalchorom
Naega saraganeun han iyoo
Ojig nuhreul wihan mampoonin nal
Aljanha
_TVXQ - One_
.
.
.
Pagi hari yang cerah dimana matahari telah bersinar dengan terang untuk menerangi hari baru ini.
"Bagaimana ini? Sepertinya keadaan sekolah semakin kacau. Mereka tidak pernah akur." Ujar salah satu guru yang duduk dimeja panjang saat rapat guru sedang diselenggarakan.
"Iya, tadi pagi juga aku mendengar teriakan dari arah asrama. Ckckck, jika keadaan didalam sekolah ini sampai tersebar diluar sekolah, maka nama baik sekolah ini bisa hancur. Bagaimana ini, SooMan seonsaengnim? Apa kau memiliki ide untuk membuat mereka berbaikkan?" tanya guru lain.
"Hmm." SooMan selaku kepala sekolah itu melipat keduan tangannya didepan dada, terlihat sedang berfikir keras. "Menurut kalian, sebaiknya kita melakukan apa?" tanya SooMan.
"Hmm, mungkin kita bisa menyatukan kamar asrama mereka." Ujar seorang guru. "Tidak, kita tidak boleh langsung menyatukan mereka seperti itu. Asrama akan semakin hancur jika kita langsung menyatukan mereka." Komentar guru lain.
"Ya, Kim seonsangnim ada betulnya juga. Kita tidak bisa langsung mempertemukan mereka dengan cara menyatukan kamar asrama mereka. Ini bisa tambah kacau." Ujar SooMan.
"Lalu? Bagaimana kalau kita satukan kelas mereka?" guru lain memberikan pendapatnya. "Itu juga tidak mempan. Guru yang mengajar dikelas mereka pasti akan kewalahan menghadapi kelas itu." Tolak SooMan.
"Bagaimana kalau kita mengadakan kemping di hutan?" tanya SooMan mengajukan pendapat. Semua guru yang ada disana terlihat berpikir sebentar, lalu menganggukkan kepala mereka.
"Ide yang bagus, seonsaengnim. Kapan kita mengadakan kemping itu?"
"Bagaimana kalau kita mengadakan kemping itu 4 hari lagi? Setelah rapat ini selesai, lakukan pengumuman untuk berkumpul di lapangan indoor. Lalu, saya akan mengumumkan rencana ini." Ujar SooMan. "Ne, seonsaengnim." Jawab para guru serentak.
"Baiklah, rapat pada hari ini sampai disini saja. Gamsahamnida." Ujar SooMan seraya menundukkan tubuhnya kearah para guru yang mulai berdiri dari kursinya. "Ne. Gamsahamnida, SooMan seonsaengnim."
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"PENGUMUMAN, KEPADA SEMUA SISWA SM HIGH SCHOOL DIHARAPKAN AGAR BERKUMPUL DI LAPANGAN INDOOR. TERIMA KASIH." Suara sang ketua OSIS yang mengumumkan sesuatu menggema diseluruh penjuru SM High School karena speaker yang terpasang disetiap sudut sekolah.
"Heh? Memangnya ada apa? Ada guru baru yang akan mengajar, ya?" tanya Taemin yang sedang mengaduk-aduk minumannya. "Entahlah, mungkin SooMan seonsangnim mau mengundurkan diri dari jabatannya." Jawab Heechul. "Heh, sembarangan." Ujar Leeteuk.
Saat ini mereka sedang berkumpul dikantin. Suasana dikantin pun mulai ricuh karena pengumuman tadi, jarang sekali mereka disuruh untuk berkumpul di lapangan indoor. Jika sudah disuruh untuk berkumpul di lapangan indoor, berarti ini sudah menyangkut tentang mereka semua.
Mungkinkan mereka akan dihukum bersama-sama? Atau mungkin mereka akan dipanggang(?) bersama-sama. Entahlah, tapi yang penting ini pasti hal yang menyangkut seluruh penduduk SM High School.
~#~#~#~#~#~#~#~#~#~
"Ehem. Saya meminta kalian semua berkumpul disini untuk memberitahukan sesuatu." Ujar SooMan yang kini tengah berdiri diatas panggung dibelakang podium.
"Ck, bertele-tele sekali si tua ini." Ujar Heechul pelan, ia duduk dikursi deretan belakang bersama teman-temannya. "Tentu saja ia menyuruh kita berkumpul disini untuk mendengar pemberitahuan, tidak mungkin 'kan dia menyuruh kita kesini untuk berenang? Ck." Heechul sudah mulai bosan karena sedari tadi SooMan hanya berbasa-basi, bukannya langsung ke intinya.
"Heenim, jaga bicaramu itu." Kata Leeteuk.
Sungmin dan Ryeowook yang duduk disamping Heechul hanya tertawa kecil mendengar perkataan Heechul. Sedangkan Leeteuk hanya tersenyum simpul memaklumi tata bahasa Heechul yang memang sudah dari sananya 'sedikit' kasar.
"Dan kami dari pihak sekolah sudah memutuskan, 4 hari lagi sekolah ini akan mengadakan kemping di hutan." Ujar SooMan akhirnya.
"WHAAATTT?" seru Heechul kaget. Semua mata kini tertuju pada Heechul. Heechul yang sadar kini sedang dipandang pun langsung menatap sinis. "Apa lihat-lihat?" ujar Heechul sarkastik.
Semua orang yang tadinya sedang melihat kearah Heechul langsung mengalihkan perhatiannya kembali ke SooMan. Takut dikutuk nenek sihir.*Plakk*
"Waeyo, Heechul-ssi?" tanya SooMan. "Seonsaengnim, kita benar-benar akan kemping di hutan? Lalu kita akan tidur dimana?" tanya Heechul.
"Hm? Tentu saja kita akan tidur di tenda. Di hutan tidak ada hotel, Heechul-ssi." Jawab SooMan santai.
"Mwo? Tenda?" gumam Heechul tidak percaya. "Sabar, Heenim-ah." Ujar Leeteuk sambil mengelus-elus punggung Heechul.
"Baiklah, sekian dulu pertemuan kita kali ini. Diharapkan para murid SM High School segera mengemasi barang-barang yang akan dibawa untuk kemping dihutan. Kita akan berinap disana sekitar 3 hari 2 malam. Kita akan menggunakan bus untuk pergi kehutan. Sekian dulu sari saya. Gamsahamnida." SooMan pun turun sari podium dan berjalan kembali keruangannya.
Semua siswa pun beranjak pergi dari lapangan dan kembali kekelas masing-masing untuk kembali memulai pelajaran.
"Aisshh, si tua ini! Keterlaluan sekali! Untuk apa sih dia mengadakan acara seperti ini?" gerutu Heechul saat menelusuri koridor sekolah.
"Pasti banyak nyamuk deh disana." Ujar Jeojoong. "Hehehehe, disana pasti ada ular, harimau, dan yang paling penting, disana pasti banyak hantu. Hahaha!" ujar Eunhyuk jahil.
"Hiiiyy! Jangan nakut-nakutin dong, dasar monyet!" Heechul memukul pelan lengan Eunhyuk yang masih cekikikan. 'Penderitaan akan datang 4 hari lagi, Heenim.' Batin Heechul.
Skip Time~ 4 hari kemudian~
Sejak kejadian pertengkaran dikamar Hangeng itu, Heechul dan hangeng tidak pernah berdebat lagi. Bahkan bertemu pun mereka tidak pernah lagi. Mungkin memang takdir mereka ya selama 4 hari gak bertemu.
Sebenarnya Heechul masih khawatir dengan alat make up kesayangannya itu. Tapi mau bagaimana lagi? Selama 4 hari itu Heechul sama sekali tidak melihat Hangeng, bahkan saat ia menghampiri Hangeng di asrama lantai 3, Hangeng juga tidak ada dikamarnya.
Heechul sedikit galau juga sih mengingat Hangeng yang juga tiba-tiba tidak terlihat selama beberapa hari ini.
Saat ini, semua siswa SM High School sedang berkumpul dilapangan untuk menunggu bus yang akan mengantar mereka ke hutan.
"Ukkh! Aku benar-benar tidak ingin ikut ke hutan. Ck, kenapa si tua itu tetap memaksa sih?" gerutu Heechul. Matanya tidak sengaja menangkap sosok yang selama ini ia cari keberadaannya. Sosok itu sedang sibuk membaca sebuah buku yang tebalnya 'WUIIHH' banget.
Heechul pun berjalan mendekati sosok itu. "Heechul hyung! Mau kemana?" tanya Key. Heechul hanya mengangkat sebelah tangannya emberi tanda agar Key tetap ditempatnya dan tidak mengikutinya.
"Woi, Hankyung!" panggil Heechul. Yang merasa dipanggil pun mengalihkan perhatiannya dari buku tebal itu.
"Hm? Heechul? Ada apa?" tanya Hangeng seraya menutup bukunya itu lalu menyimpannya didalam tas.
"Kenapa beberapa hari ini kau tidak kelihatan?" tanya Heechul to the point.
"He?" Hangeng mengangkat sebelah alisnya, namun sesaat kemudian ia menyunggingkan seringainya. "Kau merindukanku, ya?" tanya Hangeng dengan seringai yang masih jelas terpampang.
"E-eh? Merindukanmu? Ani! aku tidak merindukanmu. Aku mencarimu hanya untuk meminta kembali alat make upku. Kalu belum mengembalikannya." Heechul menjulurkan tangannya, meminta alat make upnya.
"Hmm. Peraturan lama masih berlaku, Chullie." Ujar Hangeng sambil memberikan kedipan mata gratis untuk Heechul. "Aku tidak akan pernah memohon padamu." Ujar Heechul seraya mengarahkan jari telunjuk dan tengahnya kearah mata Hangeng. Tapi gak kena mata Hangeng kok, kalau kena copot deh mata. *Abaikan*
"Yasudah kalau tidak mau, mari kita lupakan alat make upmu itu." Kata Hangeng santai. "Eh! Enak saja, kau sembunyikan diman-"
"Heechul hyung! Busnya sudah datang! Ayo cepat!" seru Junsu dari jarak yang cukup jauh dari Heechul.
Heechul pun berlari kearah gerombolan teman-temannya, ia sempat menolehkan kepalanya kearah Hangeng sebentar.
~#~#~#~#~#~#~#~#~
Setelah perjalanan selama 3 jam, akhirnya mereka sampai dihutan. Tentu saja pihak SM High School menyewa pemandu yang sudah hafal daerah hutan ini.
"Baiklah anak-anak, kita mendirikan tenda disini. Satu tenda berisikan 3 orang. Ayo kalian bangun tenda kalian masing-masing."
"Ne, seonsaengnim." Jawab seua siswa serentak.
Skip Time~ Malam Harinya~
Kini semua siswa sudah kembali ke tenda mereka masing-masing untuk beristirahat. Heechul satu tenda dengan Sungmin dan Ryeowook. Mereka berdua kini sudah terlelap karena kegiatan yang cukup melelahkan sejak tadi siang hingga menjelang malam.
Namun tidak untuk Heechul. Meskipun ia lelah dan pegal-pegal, namun ia tidak bisa memejamkan matanya. Readers tahu gak nih kenapa Heechul gak bisa tidur?
Tentu saja karena tidak ada ranjang yang empuk. Sekali lagi, TIDAK ADA RANJANG YANG EMPUK. *Ditabok*
Readers pasti tahu kan kalau Heechul tuh gak bisa tidur kalau gak ada ranjang. Itu lah yang membuat Heechul menderita saat ini.
"Aduuhh, punggungku. Keras sekali." Heechul merubah posisinya dari tidur terlentang menjadi duduk. "Pegal." Gumam Heechul pelan. Lalu Heechul pun merangkak keluar dari tenda, berniat untuk jalan-jalan sebentar.
"Jam segini pasti semua guru sudah tidur 'kan? Mereka pasti sangat lelah, pasti sudah tidur." Gumam Heechul seraya melihat jam yang ada dilayar ponselnya. Jam 9.15.
Lalu Heechul pun melangkahkan kakinya.
Heechul berusaha agar tidak melangkah terlalu jauh dari tenda-tenda sekolahnya, ia takut akan tersesat.
Tapi entah kenapa kakinya tidak ingin berhenti melangkah, dan hati kecilnya pun menyuruhnya untuk terus berjalan kedepan.
Setelah berjalan agak jauh dari tendanya, mata Heechul menangkap sesuatu yang bercahaya. Cahaya itu seperti cahaya yang berwarna-warni. Mungkin itu cahaya untuk menjemput Chullie kali, ya? *Dihajar Heechul*
Cahaya itu berasal dari jarak yang lumayan jauh. Heechul sangat penasaran dengan cahaya itu, tapi ia juga takut untuk menghampiri cahaya itu. Jika ia menghampiri cahaya itu, berarti ia sudah masuk terlalu dalam dihutan itu. Ia takut tidak bisa kembali ke tendanya.
Tapi karena rasa penasaran Heechul semakin besar, maka ia memutuskan untuk terus melangkah kearah cahaya itu.
"Eh? H-Hankyung?" panggil Heechul. Hangeng yang merasa kehadiran dan panggilan seseorang pun langsung membalikkan badannya.
"Hm? Heechul? Kenapa kau ada disini? Kau tidak tidur?" tanya Hangeng yang sedang berjalan kearah Heechul.
"Ani, aku tidak bisa tidur. Aku datang kesini karena tidak sengaja melihat cahaya yang berasal dari sini. Lalu kau sendiri sedang apa disini?" tanya Heechul. Ia mengalihkan perhatiannya ke lampu-lampu kecil yang -sudah dimatikan saat Heechul datang- yang terpasang diranting-ranting pohon. Ternyata cahaya itu berasal dari lampu itu, lampu yang berwarna-warni.
"Aku juga tidak bisa tidur, makanya aku iseng-iseng memasang lampu kecil yang kubawa dari asrama diranting pohon ini." Jawab Hangeng seraya memandang lampu-lampu yang sedang tidak dihidupkan itu. Hangeng memang ahli dalam bidang fisika seperti ini. Ia hanya perlu membawa kabel dan baterai sebagai listriknya.
"Untuk apa kau memasang ini?" tanya Heechul seraya menghampiri lampu-lampu itu. "Hanya iseng saja." Jawab Hangeng.
"Lalu kenapa kau mematikan lampu ini saat aku datang?"
""Oh, aku hanya terkejut saja saat ada seseorang datang. Kukira yang datang itu seonsaengnim, makanya aku langsung mematikan lampu ini. Kau ingin melihat lampu ini menyala?" tanya Hangeng.
Heechul mengangguk. "Ne." Hangeng pun berjalan untuk menghubungkan kabel lampu itu ke kepala baterai. Lampu itu pun menyala dengan indahnya.
Hangeng berjalan menjauh untuk melihat lampu itu. "Jangan bergerak." Ujar Hangeng menahan Heechul agar ia tidak bergerak dari tempatnya berdiri.
"Waeyo? Aku 'kan juga ingin melihat lampunya." Protes Heechul. Hangeng tersenyum. "Kau terlihat sangat cantik dari sini." Kata Hangeng dengan senyum yang masih setia terpampang diwajah tampannya. Saat ini Heechul berdiri ditengah-tengah lampu itu. *Bentuk lampunya tuh seperti kalung, jadi bisa dibentuk-bentuk*
Ternyata Hangeng menggantung lampu itu membentuk hati besar. Dan Heechul berdiri ditengah-tengah hati itu. *Persis kayak Kyuhyun yang berdiri ditengah-tengah bentuk hati di MV No Other*
"Mwo? Kau bilang apa?" Heechul tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Hangeng. "Kau sangat cantik, Chullie-ah." Ulang Hangeng.
"Hehehe. Aku memang cantik kok, tapi aku juga tampan." Ujar Heechul. Hangeng tidak menjawab perkataan Heechul, ia hanya melangkahkan kakinya mendekat kearah Heechul.
Heechul yang tidak mengerti pun hanya berdiam diri dengan wajah bingung.
Kini Hangeng telah berdiri tepat didepan Heechul. "Saranghae, Kim Heechul." Ujar Hangeng dengan senyum tulus.
Heechul melebarkan matanya tidak percaya. "Mwo? Kau tidak serius 'kan?" tanya Heechul.
"Aku serius, Kim Heechul. Saranghae. Jeongmal saranghae, Chullie." Kata Hangeng. "Kau yakin dengan yang kau katakan, Hangkyung?" tanya Heechul lagi. Ia sungguh tidak percaya dengan semua ini. Setahunya, Hangeng itu selalu saja mengerjainya. Mereka itu bagai musuh yang tidak dapat dipersatukan.
"Aku sangat yakin, Kim Heechul." Hangeng berjalan mundur, menjauhkan jaraknya dengan jarak Heechul, sekitar 4 meter. Lalu kemudian ia merentangkan kedua tangannya.
Dengan senyum manis dan tulus yang masih setia terukir diwajah tampan Hangeng.
"Jeongmal saranghae, Heechul-ah. Mau kah kau menerimaku?" tanya Hangeng dengan dengan suara yang cukup lantang.
Heechul masih terlihat berpikir. Ia masih ragu. Sps perasaan yang selama ini ia rasakan itu adalah cinta? Ia merasa senang meskipun agak kesal saat bertemu dengan Hangeng, ia merasa malu jika jaraknya dengan Hangeng sangat dekat, ia khawatir saat tidak melihat Hangeng beberapa hari terakhir ini. Itukah cinta? Tapi kenapa dia baru sadar sekarang? Benarkah cinta itu datang tiba-tiba tanpa permisi(?)?
Heechul melihat mata Hangeng dalam-dalam. Ia melihat kesungguhan, ia melihat cinta dalam tatapan itu, ia juga dapat melihat ketakutan dimata itu. Mungkinkah Hangeng takut jika ia menolaknya?
Hangeng masih setia merentangkan kedua tangannya dengan senyum yang masih terulas diwajahnya. "Umm, Chullie?" Panggil Hangeng.
"Ah! Ne?" tanya Heechul yang baru sadar dari pemikirannya sendiri.
"Biar kuulangi lagi. Saranghae, Kim Heechul. Maukah kau menerimaku sebagai namjachi-"
"Ne! Nado Saranghae, Tan Hangeng!" Jawab Heechul yang langsung berlari dan melopat ke pelukan Hangeng sebelum Hangeng menyelesaikan kata-katanya. Hangeng hanya tersenyum seraya terus memeluk Heechul, namjachingunya.
"Oh ya, Hannie." Panggil Heechul. "Eh? Hannie?"
"Ne, anggap saja itu nama panggilanmu dariku." Jawab Heechul. "Hahaha. Ne, ne. Waeyo?"
"Aku masih penasaran, selama beberapa hari ini kok kau tidak kelihatan? Memangnya kau kemana?" tanya Heechul seraya menggandeng tangan Hangeng dan berjalan kembali ke tempat tenda mereka berada.
"Akhir-akhir ini aku lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan, aku tidak sengaja menemukan banyak buku yang cukup menarik." Jawab Hangeng.
"Kau jadi mirip dengan Kibummie saja." Ujar Heechul. "Hahaha. Benarkah?"
"Ne. Eh? Hannie, kau belum mengembalikan alat make upku. Ayo cepat kembalikan."
"Memohonlah padaku, Chullie. Peraturan tidak akan diubah, chagiya."
"Sudah kubilang, aku tidak mau. Cepatlah kembalikan."
"Tidak sebelum kau memohon, Chullie. Hahaha."
"Aisshh! Shireo!"
"Memohon pada pacarmu sendiri apa salahnya, sih?"
"Aisshh! Arraseo, arraseo. Hannie~ Kembalikan alat make upku, ne?"
"Apa? Katakan sekali lagi, Chullie. Penyakit Siwon menular padaku, nih."
"Ya! Tadi 'kan sudah. Tidak ada alasan. Aku sudah memohon dan kau sudah mendengarnya, Hannie."
"Ne, ne. Baiklah, setelah kita kembali ke asrama baru akan kukembalikan. Alat make upmu tidak ada ditanganku, selama ini ada dikamarmu kok."
"Hee? Maksudmu?"
"Saat kita kembali ke asrama, kau juga akan tahu sendiri kok."
Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do)
Nuhl saranghaneun guhl (I do)
Nungwa biga wado akkyuhjumyuhnsuh (I do)
Nuhreul jikyuhjulge, My love
_SuJu – Marry U_
~TBC~
Huwwaaa~ Selesai juga. Menurut author bagian Hanchul ini romantic juga loh, soalnya pas bagian Hangeng nembak Heechul tuh author lagi denger lagu TVXQ-She, jadi terasa romantis deh. *Curcol*
Oh ya, dichap lalu tentang Zhoury couple ada yang kurang nih. Mungkin readers pada gak sadar. Akhirnya author harus buat sekuel nih di akhir chapter. Semoga saja author sanggup. ^^
= Youngmin's Wife, ichaloveZhouRy, Park Hyo Ra, Meong, Ucie Cassiopeia, icha22madhen, kangkyumi, Lee Tae Ri, Kang Min Hyun, nurulamelia, EvilPumkin, Chinatsu Kajitani Teukkie, Hyemin puny Yesung, Saeko Hichoru, Oh Haeri, Ayuni Lee, daraemondut, Ribka septiana, shin young rin, yu-chan, mako47117, rainy hearT, doradora dongdong, upa upa, hatakehanahungry, Mayahahaha.
Gomawo buat reviewnya. Yang merasa bukan ngasih review melainkan sebaliknya, saya ucapkan mianhae.
Balasan review buat yang nanya:
Ayuni Lee: Itu lagu BigBang-Haru haru, chingu.. ^^ Gomawo.
shin young rin: Mianhae kalau 2min nya lama. Diharap bersabar menunggu, ne? Gomawo. ^^
Ucie cassiopeia: yunjae couple? Umm, mungkin sebentar lagi. Tapi entahlah.. Hahaha. *Ditendang Yunjae* Gomawo.. ^^
Untuk chap selanjutnya, author mau hitung ulang lagi tapi bukan vote ulang. Author mau jumlahin hasil voting pertama dengan voting kedua. Dan setelah author hitung-hitung, ternyata hasilnya adalah…. Tarraaa!
Ehem, ehem! *Dijitak readers*
Sibum couple! Dan yang nunggu Yunjae dan 2min, bentar lagi bakalan nongol kok. Sabar aja. Hehehe.
Oke, sekian dulu untuk chap ini. Akhir kata,
Review, please~ Gomawo.. ^^
m(_ _)m
