Main Cast : Kim Taehyung
Support Cast : BTS member, hyun family, and other
Genre : Mystery , Murdering, Psychopath
Rated : T - M
Warning :
NO LOVE STORY, Banyak Typo, Menggunakan Bahasa yang Rumit
Terinspirasi dari Urban Legend dan novel-novel misteri lainnya
Love And Peace :3
Happy Reading
.
.
.
(Flashback)
BAEKHYUN P.O.V
Aku berlari sekuat tenaga, tanpa mengingat untuk bernapas. Menabrak beberapa orang yang lewat, tidak peduli itu dokter, suster, maupun orang gila yang dirawat di rumah sakit ini. Terus berlari, berlari dan berlari...
hingga... aku melihatnya...
Daehyun yang berdiri di depan pintu, menatapku dengan tatapan sendu.
Aku terduduk lemas dihadapannya, menangis sekuat tenaga. Dapat kurasakan Daehyun memelukku sangat erat, bahkan dia mengabaikan rasa sakit di dadanya karena kupukul berkali-kali... sambil terus berkata...
"Mianhae..."
(Flashback End)
.
.
.
AUTHOR P.O.V
"Jika memang kau target selanjutnya... maka kita harus membuat rencana." Sahut salah satu detktif.
"Rencana? Maksudnya?" tanya Jungkook dengan muka antusias.
"Kita membuat rancana dimana Jimin yang sebagai umpan." Jawab detektif itu dengan muka serius.
"Aku?!" teriak Jimin sambil menunjuk dirinya dengan muka melongo.
"Heee... hyung! Jangan bercanda!..." lanjutnya lagi sambil menggeleng-geleng kan kepala dengan senyuman yang dipaksakan.
"Tidak ada cara lain, orang yang akan kita kalahkan itu sangat pintar. Kita tidak bisa terus-terusan ketinggalan seperti ini. Tenang saja, kami akan memasangkan alat pelacak di baju yang kamu pakai. Dan setelah kamu dicuri kami akan mengikutimu secara perlahan... dan disaat yang tepat, baru kita menangkap orang gila itu!" jelas detektif itu dengan muka meyakinkan.
"Hanya ini satu-satunya cara, jika Hoseok mendapat ingatannya kembali... maka semua akan lebih mudah." Lanjut detektif itu sambil melihat kearah Hoseok yang sekarang malah nyengir sambil meminta maaf.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Yoongi dengan muka bingung.
"Sekarang... kita harus menciptakan situasi dimana... Jimin dalam keadaan sendirian. Untuk berjaga-jaga, kita harus memasang pelacaknya sekarang di jaketmu. Alat ini tidak akan mati dan akan hidup selama 24 jam, jadi kami akan mengawasimu dengan ketat." Lanjut detektif tersebut sambil menunjukkan sebuah alah yang berbentuk pil dan sangat kecil.
"Jadi... selama aku belum dicuri... pelacak itu harus tetap ada dibajuku? berarti aku gak boleh lepas baju dong?! Kalau gitu gimana mau mandi? Lalu kalau aku baru diculik 2 minggu lagi... masa gak ganti baju selama itu?!" protes Jimin saat detektif tersebut mendekatinya bermaksud untuk menempelkan alat tersebut.
"Kalau mau ganti baju kan kamu bisa lepas alatnya lalu dipasang lagi di baju yang lain. Makanya perhatikan saya saat saya memasang ini dibajumu." Jawab detektif itu dan hanya dibalas anggukan pasrah dari Jimin.
"Kita tidak akan tahu kapan Jimin akan dicuri, maka dari itu seperti yang saya katakan tadi, kita harus membuat situasi dimana Jimin sendirian. Pasti, pencuri itu akan berkeliaran disekitar rumah sakit ini... karena target selanjutnya adalah Jimin. Dan mohon kerjasamanya Jimin-ssi, saya berharap kamu berani untuk melakukan misi ini." Lanjutnya lalu menunduk hormat dan pergi keluar ruang inap Hoseok.
"Jadi... kita harus membuat Jimin sendirian?" sahut Jungkook sambil melihat kearah Jimin dengan tatapan kasihan.
"Jangan menatapku seperti itu bodoh!" Jawab Jimin sambil melempar bantal kearah Jungkook dengan muka marah.
"Aku punya perasaan yang buruk dengan misi ini..." sahut Yoongi dengan muka serius.
"maksud hyung?" tanya Hoseok dengan muka bingung.
"Semacam 'bad feeling' mungkin? Ah... mungkin itu hanya perasaan ku saja... apapun yang bakal terjadi, kita harus tetap semangat. Fighting!" semangat Yoongi sambil tersenyum.
.
.
.
2 hari kemudian :
"Ah... WAEE?"
"Ayolah Jimin, temenin aku bentar aja ketaman belakanggg!"
"Kenapa harus aku coba? Dan cobalah lihat hyung! Udah jam 1 malam!"
"Tapi ini masalahnya lebih penting!"
"Penting apa coba?! Itu kan hanya sekedar cincin!"
"Yah pentinglah! Itu cincin kan dikasih eomma untukku! Dan seharusnya aku menjaganya baik-baik! Kalau eomma tau cincin itu hilang.. bisa-bisa aku bukan dibunuh pembunuh gila itu! Tapi sama eomma ku!"
"Kenapa tidak orang lain saja kek? Ini kan sudah malam! Dan kau tidak tau apa?! Kalau aku itu target selanjutnya!" Sahut Jimin dengan muka ketakutan.
"Bukankah itu misi kita? Membuat dirimu dalam keadaan sendiri?!" jawab Hoseok dengan muka berharap. Berharap Jimin mengiyakan permintaannya ke taman belakang rumah sakit yang jelas-jelas sangat mengerikan kalau di malam hari.
Ohh ayolah, bahkan ibunya Hoseok itu lebih mengerikan daripada pembunuh gila itu! Dan cincin yang dihilangkan Hoseok adalah cincin yang diwariskan turun temurun dari cucu ke cucu sampai cicit ke cicit. Kalau hilang di Hoseok, bisa gawat ceritanya.
Seingat Hoseok, dia selalu mengkalungkan cincin perak itu dilehernya. Entah bagaimana ceritanya, secara tidak sadar kalung itu menghilang begitu saja dan Hoseok baru menyadarinya disaat dia sedang berkaca. Hampir semua tempat yang ia sering kunjungi dirumah sakit ini dia periksa, dan tempat terakhir adalah taman belakang rumah sakit.
Lalu kenapa harus malam ini? Yap, karena sekitar jam 6 pagi nanti ibunya Hoseok akan datang menjenguk Hoseok. Itulah yang membuat Hoseok kalang kabut mencari cincin warisan itu.
"Ouh ayolah Jimin... hanya kau yang masih bangun jam segini, dan tenang saja! Para detektif itu selalu menjaga kita semua 24 jam kok! Jadi kamu pasti aman walaupun dicuri sama penjahat itu!"
"Ishhh! Yasudah aku temenin!" kata Jimin sambil berdiri dan langsung keluar ruang inap, begitu juga dengan Hoseok yang berteriak kegirangan dan mulai mengekori Jimin dari belakang.
"Tuh, sudah kukatakan juga.. amann! Lihat aja tuh 2 detektif itu mulai jadi bodyguard kita!" sahut Hoseok sambil menunjukkan 2 detektif yang sedang dalam penyamaran dan mengikuti mereka berdua secara perlahan.
"Iya.. IYAA! Tuh sekarang cepet cari!" sahut Jimin frustasi saat sudah sampai ditaman belakang rumah sakit. Hoseok pun langsung menyalakan senter yang ia bawa dan berjongkok untuk mencari dimana kalung itu terjatuh.
Sudah sekitar 20 menit Hoseok mencari kesana kemari hingga pencariannya terputus saat melihat sebuah cahaya terang di sekitar bunga-bunga dandelion yang sedang bermekaran. Dia langsung berlari kearah cahaya kecil tersebut dan mengehela napas lega saat melihat cincin perak dan tali kalung yang sudah terputus.
"Ternyata benar kata eomma.. talinya sudah tua, akan cepat putus, tau gini mending aku mengikuti kata eomma untuk mengganti talinya daripada harus susah payah seperti ini!" gumam Hoseok dan langsung berbalik kearah belakang.
"Jiminnn! Cincinya ketemu!" akan tetapi bukan Jimin yang sedang duduk di gazebo dengan muka jutek yang ia lihat, melainkan 2 detektif yang berlari dengan cepat sambil menelpon rekan mereka yang lain.
"KEMANA DIA MENGHILANG?!" teriak salah satu detektif sambil mengecek alat pelacak yang berbentuk sama dengan ponsel, alat pelacak yang akan mengetahui kondisi dimana pun Jimin berada.
Beberapa detik kemudian, Hoseok langsung berlari mengikuti 2 detektif didepannya yang sudah menuju kearah lapangan parkir. Memasuki mobil berwarna hitam dan duduk dengan gelisah di jok belakang. Entah apa yang dipikirkan Hoseok hingga nekat mengikuti pengejeran penjahat yang jelas-jelas akan membahayakan dirinya sendiri.
Tapi pada saat itu, perasaan bersalah lah yang menutupi seluruh akal sehatnya. Rasa bersalah untuk mengajak Jimin ketaman belakang... perbuatannya itu... membuat Jimin dicuri, walaupun 'Jimin dicuri' adalah salah satu misi yang harus dilakukan. Tapi tetap saja, perasaan bersalah itu tidak mau menghilang.
Dia harus! Melihat Jimin selamat dengan mata kepalanya sendiri, supaya hatinya bisa tenang...
Itu yang dipikirkan Hoseok pada saat dia melihat 2 detektif mencari Jimin kemana-mana. Maka dari itu dia nekat mengikuti aksi pengejaran ini, walaupun dia tau... ini sangat berbahaya.
Suara sirene yang sangat bising, serta suara detektif yang terus saja memberitahu rekannya yang lain kearah mana mereka harus tuju. Ditambah pula dengan kecepatan mobil yang jauh diatas rata-rata. Ini gila! Bagaikan mengejar hal yang tidak pasti, bahkan tidak ada mobil didepan mereka yang harus mereka kejar, hanya mengandalkan alat pelacak serta naluri seorang detektif.
Entah berapa langkah mereka ketinggalan? Entahlah... mungkin dua... ataupun lima... yang jelas mereka selalu saja ketinggalan, bagaikan seekor kura-kura yang mencoba mengejar kelinci. Terlalu susah, terlalu rumit, dan levelnya terlalu jauh. Ia kalau kelinci tertidur dibawah pohon... kalau tidak? Jika begitu terus kelinci akan menang... dan kura-kura akan kalah...
Waktu Cuma berjalan 10 menit, tapi sanggup membuat jantung Hoseok hampir meloncat keluar. Mobil hitam itu berhenti tepat di depan gedung besar yang sangat Hoseok kenali.
Gedung itu tampak gelap layaknya gedung tua yang ditinggalkan, semenjak kejadian pembunuhan Namjoon, kebanyakan orang memilih pindah dari gedung itu. Jadi, bisa dimaklumi jika hanya beberapa apartemen yang lampunya menyala.
Salah satu detektif langsung menelpon rekan polisinya yang lain untuk memberitahu dimana mereka sekarang, sedangkan detektif yang lain langsung menuju ke lantai tiga diikuti oleh Hoseok.
Hingga mereka bertiga berhenti, di salah satu pintu berwarna putih.
"Kau yakin alat itu menunjuk keruangan ini?"
"Iya aku yakin!"
"Tapi lihat lah! Police Line nya aja belum rusak sama sekali! Berarti tali ini belum tersentuh sedikitpun!" tunjuk salah satu detektif kearah tali kuning yang menutupi pintu tersebut supaya tidak ada orang yang masuk.
"Yasudahlah! Kita masuk aja!" putus Hoseok dan langsung ditanggapi anggukan oleh kedua detektif.
"Dalam hitungan 1..." salah satu detektif sudah memotong police line dan memegang ganggang pintung.
"2.." kedua detektif mulai mengambil pistol dengan perlahan.
"3!" mereka bertiga langsung menerobos masuk sambil berharap penjahat gila itu ada didalam dorm dan pembunuhan berantai ini selesai.
Ternyata mereka lihat bukan lah itu...
Melainkan kursi...
Manekin...
Dan darah.
.
.
.
"Auschwitz, the meaning of pain
The way that I want you to die
Slow death, immense decay
Showers that cleanse you of your life
Forced in
Like cattle
You run
Stripped of
Your life's worth
Human mice, for the Angel of Death
Four hundred thousand more to die
Angel of Death
Monarch to the kingdom of the dead
Sadistic, surgeon of demise
Sadist of the noblest blood"
(Angel of Death – slayer)
"Apa yang kau nyanyikan?" tanyaku dengan wajah bingung.
"Lagu kematian... huahahaha... HUAHAHAHAHA..." Tawa Sungoh dengan muka yang sangat mengerikan.
Aku mendadak berjalan mundur, ketakutan dengan raut wajah Sungoh yang begitu mengerikan. Dengan perlahan aku meninggalkan ruangan itu...
Meninggalkan Sungoh yang sedang tertawa dengan sebuah tubuh yang sangat kukenali. Tubuh Jimin tanpa kedua tangannya...
.
.
.
"Apa yang sudah kulakukan tadi?" Tanya Taehyung dengan muka bingung sambil melihat Jimin yang sudah berlumuran darah dan tangan kirinya yang memegang pisau.
"Loh, bukannya Sungoh sudah membersihkan ini semua?" Tanyanya lagi entah dengan siapa.
"Ah sudahlah..." lanjutnya dengan tersenyum lebar. Entah apa yang ia pikirkan lagi saat itu. Tapi dia mulai bernyanyi kembali. Sebuah lagu dengan arti yang begitu mengerikan. Dan dia...
Kembali tertawa...
"Destroying, without mercy
To benefit the Aryan race
Surgery, with no anesthesia
Feel the knife pierce you intensely
Inferior, no use to mankind
Strapped down screaming out to die
Angel of Death
Monarch to the kingdom of the dead
Infamous butcher,
Angel of Death
Pumped with fluid, inside your brain
Pressure in your skull begins pushing through your eyes
Burning flesh, drips away
Test of heat burns your skin, your mind starts to boil
Frigid cold, cracks your limbs
How long can you last
In this frozen water burial?
Sewn together, joining heads
Just a matter of time
'Til you rip yourselves apart
Millions laid out in their
Crowded tombs
Sickening ways to achieve
The holocaust
Seas of blood, bury life
Smell your death as it burns
Deep inside of you
Abacinate, eyes that bleed
Praying for the end of
Your wide awake nightmare
Wings of pain, reach out for you
His face of death staring down,
Your blood running cold
Injecting cells, dying eyes
Feeding on the screams of
The mutants he's creating
Pathetic harmless victims
Left to die
Rancid Angel of Death
Flying free
[LEADS: HANNEMAN, KING, HANNEMAN, KING, HANNEMAN]
Angel of Death
Monarch to the kingdom of the dead
Infamous butcher,
Angel of Death
Angel of Death."
(Angel of Death – Slayer)
.
.
.
TBC
DEMI APAPUN... AKU BENAR-BENAR MINTA MAAFFFFF!
Maafkan aku yang baru aja update sekarangg... dan dikit pulaa... percaya atau tidak, cerita ini aku selesaikan selama 2 jam... dari jam 9 lewat hingga jam 11 lewat... dan ini pertama kalinya aku bener-bener sempat menonton drama korea setelah lewat 1 bulan.
Saat masuk SMA semua berubah... pekerjaan, kegiatan, jam sekolah, semua bertambah... apalagi aku sama sekali gak mau masuk SMA itu.. padahal SMA itu termaksud salah satu SMA tervaforit di kotaku... dan mungkin karena aku masuk dipaksa ortu, membuat aku jadi males mengerjakan smuanya.
Kalau curhat ke kawan, ujung2nya kawan hanya bilang "sabar aja,,, Cuma tiga tahun kok..." tetap aja itu gak membantu.. malah kadang jadinya males sekolah dan sering ngaret kalau bangun... supaya pelajaran pertama atau kedua bisa bolos.
Kalau dulu ada tugas atau gak tetep aja bahagia kesekolah, sekarang tugas Cuma satu aja tapi rasanya udah terbebani.. mungkin itu faktor karna masuk sekolah gak sesuai dengan keinginan.. dan juga aku dipaksa masuk jurusan IPA atau kalau kurkul 2013 disebut MIA... padahal dari hati yang paling dalam aku mau masuk jurursan bahasa... dan jurusan itu hanya ada di SMA yang aku suka...
Sedih sih ia.. tapi mau cemana lagi.. aku gak cukup berani untuk teriak di depan muka ortu aku sambil bilang aku mau masuk SMA lain.
Dan yang menyemangati aku itu adalah review dari kalian semua. Aku sama sekali gak menyangka cerita ini akan mencapai review 100... bahagia banget... hampir setiap hari aku baca review dari kalian semua untuk memperbaiki mood atau menyemangati diri sendiri. Maka dari itu aku sangat amat berterima kasih dengan review kalian semua...
Setiap di sekolah kalau gurunya bosenin, aku pasti dengerin lagu sambil baca review dari kalian semua... lagu yang sering aku denger itu sekarang sih vixx lr yang beautiful liar.. lagu itu enak banget. Karena kalau tidur pasti kena sanksi lebih baik dengerin lagu pakai headset. Dan gak bakal ketahuan karna aku pakai jilbab.
Dan aku tidak lupa loh dengan janji aku bakal ngepost ff hopekook saat ff ini udah sampai chap 10 maka di chap 9 aku akan membocorkan sinopsisnya.. aku akan usahain update dengan cepat karna sekarang aku sudah mulai bisa mengatur waktu di jadwal yang lumayan padat ini..
Sekali lagi aku minta maaf... dan terima kasih...
Love And Peace :3
