.

.

Acting or Real ?

.

.

Chapter 7

.

.

Suasana saat ini lebih menegang kan dari sebelumnya, bahkan Yoongi yang tadi menyidang pasangan lupa tempat dan lupa diri (re:vkook) itu terlihat pucat saat ini. Bukan hanya Yoongi, Jimin dan Hoseok lebih tegang lagi saat ini seolah didepan mereka itu adalah sosok setan yang mengerikan. Oh jangan lupakan Jungkook yang sedang duduk dengan resah disamping Taehyung, keringat dingin bahkan sudah bercucuran dari dalam tubuhnya, jika keringat bisa diumpamakan mungkin keringat Jungkook sudah sebesar biji jagung /lebay kalo ini mah

Hanya Taehyung yang tidak mengerti maksud kondisi saat ini ,dia hanya mampu menampilkan wajah bingungnya saat semua orang di ruangan ini terdiam tiba-tiba seperti patung dadakan.

Taehyung melirik sosok namja menawan yang baru datang diruangan ini lewat sudut matanya. Namja yang bernama asli Kim Jaejoong dan sudah menjadi Jeon Jaejoong. Taehyung tidak bodoh, dia cukup tahu siapa sosok ini mengingat orang tersebut menyebut dirinya eomma kepada Jungkook, Hanya saja apa orang yang disebut eomma ini segalak itu hingga si Yoongi mahkluk sedatar tembok, selurus jalan tol tiba-tiba pucat seperti ini. dalam batin sebenarnya Taehyung sudah ingin berteriak frustasi saat ini , memboboli Jungkook saja gagal terus, kenapa datang lagi hambatan seperti ini, apakah sesusah itu menjebol Jungkook

Jika seperti ini lebih baik aku menjebol Yoongi hyung saja , ahhh tidak – tidak mana mungkin aku bercinta dengan tembok, sudah dingin, rata, pasti aku yang akan mendesah bukan dirinya seme macam apa jika aku yang menjerit – jerit, Jungkook lebih baik seribu persen dari Yoongi hyung dirinya sudah terjamin barang bagus, oh tidak jeritannya mungkin mampu membuat ku lebih perkasa lagi nanti persetan dengan Jungkook yang nanti seperti orang Jepang. Jepang jepang lah yang penting Jungkook. Taehyung sedikit tersenyum mendengarkan batinnya yang berbicara.

Tapi jika Jungkook sudah jebol gimana ? Taehyung dengan segera melirik ke Jungkook

Jika dia sudah jebol duluan, ku rantai dia, BDSM jika perlu biar dia tidak sombong lagi sudah jebol ko jual mahal, mentang-mentang Taehyung mau ehhhh

Oh sepertinya Taehyung sudah lupa jika kelakukan nya sedang diperhatikan oleh manusia-manusia diruangan ini.

"Min Yoongi apa laki-laki itu sudah gila" Taehyung yang mendengar suara dingin itu dengan segera membuyarkan batin nya dan menatap sosok yang berbicara itu.

Taehyung meneguk ludahnya dengan sulit saat sosok itu menatap sinis ke arahnya. Dirinya jadi tahu kenapa semuanya mendadak diam seperti tadi. Taehyung bahkan sudah merasakan kaki nya mulai gemetaran saat ini.

" itu dia memang seperti itu eomma" lihat saja sosok Yoongi bahkan mampu dibuat gugup saat ini

"jadi Min Yoongi, Jung Hoseok, Park Jimin siapa laki-laki itu, dan kenapa di tubuh anak ku dan laki-laki itu banyak bercak-bercak merah apakah diruangan ini banyak nyamuk huh" kali ini giliran mereka bertiga yang bergemetaran, mereka saling melirik satu sama lain mencoba berbicara lewat pandangan mereka.

BRAK !

Suara gembrakan meja mampu membuat lima orang tersebut terlonjak kaget

"jadi kalian tidak ingin menjelaskannya pada ku huh ?"

"eomma aku akan jelaskan dirumah, Ayo kita pulang" Jungkook dengan segera menarik tangan eomma walaupun eommanya itu tetap tidak bergeming

"duduk "

"eomma !"

" .Jungkook" Jungkook melepaskan tangan eommanya dan menuruti perintah eommanya untuk kembali duduk ditempat sebelumnya.

"anu eomma ini Kim Taehyung dia-" Hoseok merasanya lidahnya kebelit saat sosok itu mengalihkan pandangannya ke arahnya.

"dia apa Jung Hoseok?" Hoseok melirik ke arah Yoongi mencoba meminta bantuan dan hanya mampu dibalas gelengan kepala oleh Yoongi.

"itu anu maksud ku anu "

"anu mu kenapa huh? Minta ku potong begitu, jangan buang – buang waktu ku Jung Hoseok " Hoseok sudah ingin menangis saat ini kenapa mereka tega menyuruhnya untuk menjelaskan kepada sosok itu.

Hoseok sudah siap menjawab sebelum Taehyung mendekat ke sosok itu dan membungkukkan badannya memperkenalkan dirinya.

"Maaf ahjumma, aku Kim Taehyung kekasih Jeon Jungkook senang berkenalan dengan mu" Hoseok dengan segera menghembuskan napasnya leganya saat dirinya terbebas dari orang itu, sedangkan yang lain hanya mampu menepuk keningnya melihat kelakukan Kim Taehyung

"Kekasih ? sejak kapan ? kenapa aku tidak tahu ?" Taehyung masih menampilkan senyum paling indah yang dia miliki ke arah orang itu. Otaknya sudah berkeliaran seribu macam cara untuk menaklukkan seorang Jeon Jungkook.

Jika Jungkook tidak bisa di taklukkan maka taklukkan pawangnya dulu kkk itu lah misi Taehyung

" Aku baru menjadi kekasihnya minggu lalu ahjumma , Mungkin Jungkook lupa memberi tahu mu jadi aku meminta maaf kepada mu dan meminta ijin mu agar kau merestui hubungan kami " Jungkook mendesis saat melihat Taehyung yang mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini

"Benarkah Jungkook ?" Jungkook menatap eommanya dengan bimbang, dia bingung apa yang harus dia katakan. Jungkook sedikit melirik ke arah hyung-hyungnya berada dan mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan Taehyung.

"Ne eomma " Jungkook dengan segera menundukkan kepalanya menghidari sesuatu yang mungkin terjadi.

"OMO, kenapa kau tidak bilang sejak awal huh , Ya tuhan menantu ku tampan sekali " Taehyung hanya mampu menampilkan wajah blanknya saat sosok itu memeluk erat tubuhnya dan mencubit pipi. Otaknya sedang bekerja keras mencerna apa yang terjadi saat ini, kemana sosok yang tadi membuatnya hampir bergetar tadi kenapa sekarang dia malah menjadi sosok fangirl seperti ini. Itu lah batinTaehyung

Berbeda dengan Taehyung, Yoongi, Hoseok dan Jimin menghembuskan napas mereka dengan lega setidaknya masalah sudah selesai saat ini, sedangkan Jungkook sudah mengantisipasi kelakukan eommanya. Dirinya sudah mengenal eommanya luar dan dalam maka dari itu dia tahu apa yang akan terjadi.

"ahjumma tidak marah?" Taehyung menatap tidak percaya sosok yang menggelengkan kepalanya dengan senyuman dibibirnya.

"tentu saja tidak, kau boboli dia saja aku tidak akan marah hahaha " Taehyung hanya mampu terdiam mendengar perkataan calon ibu mertuanya. Apa kah ada orang tua yang merelakan anaknya untuk di perawani ? mungkin hanya orang tua Jungkook yang seperti itu.

"eomma, jangan bicara yang aneh-aneh " Kali ini Jungkook yang menyahut mendengar perkataan eommanya.

"kenapa? Eomma itu berkata apa adanya, eomma bersyukur sudah ada yang mau denganmu"

"kenapa tidak ada yang mau dengan ku, aku cantik, manis, tampan, badan ku bagus, suara ku juga bagus tidak ada yang kurang dari diri ku, eomma jangan mengarang-ngarang tentang ku" Jungkook yang tidak terima mendengar perkataan eommanya tentu saja membela dirinya

"sombong sekali kau ini, tolong bercermin anak ku sayang kau itu galak, sombong, cerewet, pemarah, tukang ngambek taehyung pasti tersiksa bersama mu, benarkan Taehyung?" Taehyung yang mendapat dukung keras dari ibu mertuanya tentu saja menganggukan kepalanya dengan semangat.

"Ne ahjumma, dia bahkan baru memukul kepala ku tadi dan kau tahu ahjumma dia ingin memotong milik ku"

"Benarkah? Anak itu sudah gila, bagaimana mungkin dia ingin memotong masa depan mu, bagaimana jika dia nanti tidak terpuaskan oleh mu, anak itu benar-benar tidak ada otaknya, lain kali jika dia melakukan kekerasan pada mu langsung kau bobol saja dia hingga hamil juga tidak masalah aku mendukung mu nak" Taehyung menganggukan kepalanya dan melirik sinis ke arah Jungkook.

"YAK EOMMA ANAK MU ITU AKU BUKAN DIA" Jungkook tak habis pikir kenapa eommanya sendiri yang menjerumuskan dirinya kedalam jurang.

" ya tuhan lihat berani sekali kau membentak ku, kau beruntung mempunyai eomma yang baik seperti ku, jika tidak sudah ku kutuk kau jadi perawan tua "

"eomma aku ini masih muda"

"eomma tidak perduli kau masih tua atau muda yang pasti eomma tidak ingin kau menjadi perawan tua"

.

.

.

Setelah kepergian eomma Jungkook yang diusir dengan paksa oleh Jungkook, kini tinggal tersisa Hoseok, Yoongi, Jimin, Taehyung, Jungkook serta Jin dan Namjoon yang telah bergabung bersama mereka.

Jin dan Namjoon hanya menganggukan kepalanya mendengar penjelasan Yoongi tentang kejadian tadi.

"Jadi jin apa agensi Taehyung tidak mempermasalahkan kalau Taehyung menjalin hubungan dengan Jungkook?" Yoongi menatap Jin yang kini duduk dihadapannya.

"agensi itu milik keluarga Taehyung jadi itu tergantung Taehyung nya sendiri" Yoongi menganggukan kepalanya tanda mengerti dan menatap Namjoon.

"kalau Jungkook?"

"appa Jungkook salah satu investor terbesar di agensinya jadi sepertinya itu tidak masalah" Yoongi mengangguk mengerti

"baiklah jadi tidak akan ada masalah dengan agensi mereka, kita hanya tinggal mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi nanti"

"Tapi memangnya mereka serius menjalin hubungan maksudku mereka kan mengatakan itu agar Jeon ahjumma tidak marah lagi bukan" Perkataan dari Jin sontak membuat mereka melihat ke arah Taehyung.

"mana mungkin dia serius dengan ku, aku yakin dia hanya ingin meniduriku makanya dia mengatakan hal itu kepada eomma" kepala Taehyung secepat kilat berputar ke arah Jungkook dan menatapnya tidak percaya setelah mendengar ucapannya

"kau pikir aku sebrengsek itu ?" kali ini suara Taehyung terdengar dingin tidak ada unsur candaan disetiap katanya.

"Kau pikir aku tidak tahu kau seperti apa, kau itu brengsek, bajingan kau hanya mau mendekati orang-orang yang ingin kau tiduri lalu meninggalkan mereka begitu saja"

"jadi seperti itu aku dimata mu, sialan disaat aku mulai serius dia malah tidak mempercayai ku" dan setelah itu Taehyung pergi meninggalkan Jungkook yang terpaku ditempatnya.

.

.

.

T.B.C

Mana nih yang kemarin nanyain FF ini mulu, sudah ku update ya awas kalo kalian ga nongol ku terror kalian satu-satu kkkk.. maaf ya buat typo sedikit inpo dikit lagi nc kkkkkkkk