A/N : Lelucon yang sudah didengar oleh siapaun. Terlalu pendek.
.
.
.
.
.
#17 Doa
Permintaan juga ada batas.
...
Diantara keseluruhan anggota Super Junior, Choi Siwon terkenal sebagai seorang hamba yang taat. Tidak pernah lupa pergi beribadah setiap minggunya. Ketika ada waktu luang sebisa mungkin membaca kitabnya. Bahkan memberikan bible sebagai hadiah kepada orang yang dikenalnya.
Teringat adegan masa lalu. Acara WGM yang Kangin ikuti.
"Yak, sekarang saatnya Siwon memberikan hadiah."
Ucap Leeteuk selaku MC dadakan. Di sampingnya juga ada Eunhyuk yang juga berpura-pura sebagai MC dengan mike plastik berwarna merah muda yang sepertinya mereka persiapkan sendiri.
"Jadi, hadiahnya adalah... sebotol wine!"
Riuh Eunhyuk diantara decak dan tepuk tangan anggota Super Junior yang hadir. Bahkan Kyuhyun hanya bisa ternganga.
"Dan... bible!"
Pandangan Kangin fokus ke Siwon yang masih tersenyum. Seolah mengatakan 'wae?'.
"Agar kau selalu ingat Tuhan dan berbuat baik, hyung."
.
.
.
.
.
Suatu hari, Tuhan mengatakan sesuatu kepada seorang lelaki yang telah dijelaskan secara singkat di atas.
'Aku akan mengabulkan doamu.'
"Oh ya? Benarkah?"
Pipi Siwon kemerahan bahagia. Tangannya menyatu saling menggenggam. Siwon terdiam beberapa saat.
"Tolong dirikan terowongan bawah laut di Samudera Pasifik yang menghubungkan Korea Selatan dan USA. Serta mobil terbang yang bisa bergerak dengan kecepatan cahaya. Eh, aku mau mengambil alih SM Entertaiment beserta seluruh artisnya."
Pinta Siwon dengan antusias. Dia terseyum sumingrah.
'Itu...'
'Biayanya terlalu mahal. Coba katakan permohonan lainnya. Lagi pula, orang-orang akan curiga jika semua itu mendadak ada.'
"Hmm."
Siwon bersedekap. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Matanya memejam. Berusaha mencari sesuatu di ingatannya yang ingin dikabulkan.
"Iya sih, akhir-akhir ini keadaan sulit."
Ucapnya kemudian menanggapi. Siwon mulai membenturkan sepatunya pada lantai yang kemudian menghasilkan bunyi, 'tuk tuk tuk'. Siwon berpikir keras.
"Apa ya?"
Monolognya masih berlangsung. Seperti self talk. Mencari di pikirannya. Masih belum ditemukan. Sesuatu, apapun itu. Apapun.
"Aha! Kalau begitu, beri aku keahlian untuk bisa mengetahui hati perempuan. Permohonan ini tidak apa-apa, kan?"
Eh? Tidakkan ini salah? Bukankah Siwon sudah punya wajah super tampan yang bisa membuat perempuan tidak bisa menolak pesonanya?
"Aku juga ingin tahu apa yang sebenarnya perempuan rasakan ketika melihatku."
Sambungnya lagi. Sunyi sejenak. Tidak ada jawaban. Siwon masih menunggu keputusan.
'Dari pada itu, aku akan mengabulkan permohonanmu yang tadi. Aku juga tidak tahu hati perempuan.'
Siwon speechless. Tidak tahu harus bicara apa.
.
.
.
.
.
(semacam) catatan: buatlah permintaan yang mudah jika ada yang menawarkan, siapa tahu dikabulkan.
.
catatan sebenarnya: Cewek itu rumit, seperti benang layangan. Salah-salah tangan luka. Siwon, semangat!
.
The end
.
A/N :
Review, ne? *senyum bareng Siwon*
