Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

A/n: Ini fanfic pertama, jadi masih banyak kesalahan, bagi senpai-senpai yang udah review, makasih banget sarannya, sangat berguna sekali. Dan aku usahain storynya lebih panjang.

Akhirnya update juga, maaf kalo lama gak update. Saya lagi sibuk urusan sekolah, jadinya gak sempet buat nulis fic ini. Dan saya gak nyangka kalau fic ini bisa mendapat 100 review, saya pikir orang-orang gak akan minat baca fic ini. Terima kasih bagi para reviewer dan para silent reader, berkat kalianlah fic ini bisa terus lanjut.

Warning: Typo(s), abal, gaje, SMS(Sistem Mikir Semalam), dll.

"talking"

'thinking'

"jutsu"

Story Start

Di jembatan tenchi

Terlihatlah 2 orang pria sedang berdiri disebuah jembatan. Didekat mereka ada mayat seseorang berambut hitam panjang, mayat itu adalah mayat Orochimaru.

"Tak kusangka kita harus membunuhnya." Ucap pria berambut merah bata. "Tapi sisi baiknya, kita telah membunuh penghianat Akatsuki dan mendapatkan salah satu cincin kita kembali." Lanjutnya lagi sambil melempar-lemparkan sebuah cincin di tangannya.

"Hn" gumam pria berambut hitam dengan muka keriput, dia adalah Itachi.

"Walaupun aku tak menyangka kalau dia bisa menghancurkan Hiruko." Ucap pria yang kita ketahui bernama Sasori. Sasori? Ya. . pria berambut merah itu adalah wujud asli dari Sasori. Selama ini dia selalu berada dalam kugutsunya yang bernama Hiruko.

"Tapi ternyata mata-matamu telah berkhianat. Sayang sekali dia bisa kabur." Ucap Itachi yang dari tadi hanya diam dan bergumam.

"Ya sudah, ayo kita pergi. Ketua pasti sudah menunggu. Aku benci membuat orang menunggu." Ucap Sasori. Ia lalu berjalan pergi diikuti Itachi dibelakangnya.

Di Konoha

Diatas sebuah atap, seorang pria berambut oranye dengan model ponytail berdiri sambil melakukan insou (segel tangan), dia adalah salah satu dari Pain, Pain Chikushodo.

"Kuchiyose no Jutsu"

Muncullah 5 orang yang tadi bersamanya.

"Berpencar" ke enam Pain itu pun langsung berpencar. Setelah mendarat diantara dua bangunan, Pain Shurado menembakkan rudal-rudal dari tangannya.

Duar duar duar

Terjadi ledakan dimana-mana, sedangkan ditempat lain, Pain Chikushodo memanggil 2 ekor lipan raksasa untuk menghancurkan rumah dan bangunan disekitarnya. Para penduduk yang menyadari kalau desa Konoha telah diserang langsung berlari ke arah tempat pengungsian. Para rookie 12 beserta beberapa chunin juga terlihat sedang mengevakuasi penduduk-penduduk di beberapa tempat.

Di gedung Hokage

Tsunade, Minato dan Jiraiya sedang mempersiapkan kepergian Minato dan Jiraiya ke gunung Myobokuzan. Tapi mereka dikejutkan oleh suara dobrakan pintu kantor Hokage.

Brakk

"Hokage-sama, ada penyusup." Ucap seorang Jounin yang datang tiba-tiba sambil mendobrak pintu.

"APA? Berapa banyak penyusupnya?" tanya Minato.

"Para saksi bilang kalau ada seseorang yang muncul dari langit Konoha, orang itu menggunakan jubah dengan motif awan merah." Jawab Jounin itu.

"Jiraiya-sensei, nampaknya kepergian kita harus dibatalkan." Ucap Minato. Ia lalu berlari kearah atap gedung. Diikuti Jiraiya dan Tsunade dibelakangnya.

With Naruto

Naruto saat ini berdiri dihadapan Pain Tendo.

"Uzumaki Naruto, ini akan memudahkan pencarian kami." Ucap Pain Tendo.

"Apa yang kalian inginkan?" tanya Naruto. 'ternyata firasatku benar, Akatsuki sudah bergerak. Tapi, dimana orang yang satunya. Berdasarkan sensorku, mereka harusnya bertujuh.' Batin Naruto setelah melihat Pain lainnya yang telah menyerang desa.

Flashback On

"!" Rookie 12 yang sedang asik mengobrol dikejutkan oleh Naruto yang tiba-tiba berdiri.

"Teman-teman, aku merasakan kehadiran tujuh orang asing berada disekitar Konoha. Cepat pergi kedesa dan evakuasi para penduduk." Ucap Naruto kepada teman-temannya. Ia langsung berubah menjadi partikel cahaya dan terbang ke langit. Teman-temannya langsung berlari kearah desa setelah mendengar apa yang dikatakan Naruto.

Flashback Off

"Uzumaki Naruto, serahkan Kyubi dan bergabunglah dengan kami." Perintah Pain Tendo kepada Naruto.

"Kalau aku menolak?" tanya Naruto dengan senyum meremehkan.

"Kau akan mati dan desa ini akan hancur." Ucap Pain Tendo. Naruto hanya bisa membelalakkan matanya setelah mendengar pernyataan Pain Tendo.

'Apa yang harus kulakukan? Jika aku menolak, desa ini akan hancur.' Batin Naruto. Ia berpikir untuk beberapa saat.

"Aku akan bergabung dengan kalian, tapi jika kau bisa mengalahkanku dalam duel. Jika kau kalah, kau harus pergi dari desa ini." perintah Naruto dengan seringaian diwajahnya.

"sepertinya kau belum tahu yang namanya rasa sakit. Baiklah aku akan menunjukkannya kepadamu." Ucap Pain Tendo.

"Tunggu aku di atas gedung Hokage." Naruto lalu menghilang menjadi partikel cahaya. Pain Tendo lalu bergegas pergi ke gedung Hokage.

Di gedung Hokage

Terlihat Minato, Tsunade dan Jiraiya sedang berdiri diatap gedung Hokage. Mereka kelihatannya sedang mengawasi keadaan desa.

"Mereka telah menyerang." Ucap Jiraiya setelah menyaksikan ledakan-ledakan ulah Pain.

"Kuchiyose no Jutsu"

Pooft

Seekor siput raksasa muncul didepan gedung Hokage. Siput itu adalah hewan kuchiyose milik Tsunade yang bernama Katsuyu.

"Mulai sekarang lekatkan dirimu ke setiap ninja dan warga sipil didesa konoha. Bawalah chakraku dan pergunakan untuk mengobati semua yang cidera." Perintah Tsunade kepada siputnya itu.

"Sepertinya desa sedang dalam keadaan yang mengerikan." Ucap Katsuyu.

"Tidak masalah, cepat pergi." Ucap Tsunade memerintahkan Katsuyu agar pergi.

"Aku mengerti." Ucap Katsuyu. Ia langsung membelah tubuhnya menjadi ratusan siput kecil dan berjalan ke seluruh penjuru.

"Aku akan melindungi desa ini, apapun yang terjadi." Ucap Tsunade dengan kerennya.

'Tsunade' batin Jiraiya bangga setelah melihat teman sesama sanninnya melakukan hal yang membahayakan diri sendiri demi kepentingan desa.

Tap

Pain Tendo mendarat di depan mereka bertiga. Mereka yang melihat kedatangan musuh langsung memasang posisi siaga.

"Kau . . ." Jiraiya sangat terkejut setelah melihat orang didepannya. Puluhan kertas tiba-tiba datang dan membentuk sosok perempuan berambut biru, Konan.

"Yahiko dan juga . . . Konan." lanjut Jiraiya tak percaya akan hal yang ada didepannya saat ini.

"Lama tak berjumpa Jiraiya-sensei, Tsunade-sama. Kalian lah yang tersisa dari tiga sannin. Aku harap bisa berbicara dengan kalian." Ucap Pain Tendo dengan wajah datarnya.

With Rookie 12

"Apa semuanya sudah diungsikan?" tanya Sakura kepada teman-temannya. Mereka dari tadi sibuk mengevakuasi para penduduk dengan kemampuan mereka masing-masing. Seperti Sai membawa para penduduk menggunakan burung tinta miliknya, dll.

"Sudah, semua penduduk sudah diungsikan. Sebaiknya kita pergi ketempat Naruto, Sakura kau pergilah kerumah sakit. Disana pasti sudah banyak orang-orang yang cidera." Ucap Shikamaru yang baru saja selesai mengevakuasi Kurenai.

Semua rookie 12 pun langsung bergegas ke tempat Naruto berada minus Sakura yang pergi kerumah sakit.

Back to Jiraiya

"Jiraiya . . -sensei?" ucap Minato heran.

"Ya, mereka berdua adalah mantan murid-muridku." Jelas Jiraiya kepada Minato.

"Yahiko, bagaimana kau bisa memilliki rinnegan?" tanya Jiraiya setelah melihat mata muridnya itu. 'Apa Yahiko merebut rinnegan dari Nagato karena suatu hal' batin Jiraiya.

"Yahiko sudah lama mati, yang ada di depanmu ini adalah Pain." Ucap Pain Tendo. Dia mengeluarkan sebuah batangan hitam dari jubahnya.

"Nagato, apa yang terjadi?" Tanya Konan kepada Pain Tendo. Jiraiya yang mendengarnya menjadi bingung sendiri. Sedangkan Tsunade dan Minato yang tidak mengetahui apa-apa hanya diam seribu bahasa.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Dan kenapa kalian meyerang Konoha?" tanya Jiraiya kepada dua mantan muridnya itu.

"Dunia harus merasakan rasa sakit, ini demi mewujudkan kedamaian seperti yang kau ajarkan kepada kami, Jiraiya-sensei." Ucap Pain Tendo sambil melemparkan batangan besi hitam yang dipegangnya ke arah Jiraiya.

Trank

Minato dengan mudah menangkis batangan itu dengan kunainya. Ia melemparkan kunai yang dipegangnya kearah Pain Tendo dan Konan, tetapi dengan mudah ditahan oleh Pain. Minato langsung menghilang dan muncul didepan Pain Tendo dengan rasengan ditangan kanannya.

"Rasengan"

"Shinra tensei"

Sebelum rasengan Minato sempat menyentuh tubuh PainTendo, sebuah gelombang tak kasat mata mementalkan Minato beberapa meter dari Pain.

'Apa itu? Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya.' batin Minato setelah merasakan kekuatan Pain.

"Ini adalah peringatan dari dewa. Serahkan Uzumaki Naruto dan juga Kyubi, kalau tidak desa ini akan hancur." Setelah berbicara seperti itu, PainTendo lalu melompat mundur setelah merasakan bahaya mendekat.

Jleb

Ditempat Pain Tendo berdiri tadi, tertancap sebuah pedang yang terbuat dari cahaya.

"Bukankah sudah kubilang untuk tidak melakukan apa-apa sebelum kita bertarung. Aku bahkan hanya pergi sebentar untuk mengambil shushui dan menjemput ibuku." Ucap si pelempar pedang cahaya yang ternyata adalah Naruto. Dia berdiri diatas patung Hokage kedua, dan dibelakangnya ada Kushina. Mereka berdua meloncat turun kearah Tsunade, Minato dan Jiraiya.

"Naruto, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa Kaa-sanmu kesini?" tanya Minato setelah melihat anaknya datang bersama istri tercintanya.

"Aku pikir Kaa-san akan lebih aman jika bersama kalian." Ucap Naruto kepada Minato.

"Baiklah . . Pain-san, mari kita mulai pertarungan kita." Lanjut Naruto sambil menoleh kearah Pain Tendo.

Pain yang mendengar itu hanya menyeringai dan terbang ke tengah-tengah desa. Hewan-hewan kuchiyose dan suara ledakan yang dihasilkan Pain lain tiba-tiba menghilang.

"Nagato, kau . ." ucap Konan. Ia sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh Pain.

"Shinra tensei"

Duaar..

Sekitar seperempat dari bagian Konoha langsung rata dengan tanah setelah terkena jurus Pain. Terciptalah sebuah tanah lapang ditengah-tengah desa Konoha.

"Kurasa ini cukup. Jika kau kalah melawanku, desa ini akan hancur tak bersisa." Ucap Pain Tendo kepada Naruto. Ia lalu mendarat ditengah-tengah lapangan yang baru saja dia ciptakan.

"Kurang ajar." Ucap Naruto setelah melihat apa yang dilakukan Pain, dia sangat marah sekali.

Setelah itu terlihatlah Pain Chikushodo mendekat ke Pain Tendo.

"Kuchiyose no Jutsu"

Poof poof poof poof

Muncullah keempat Pain lainnya disekitar Pain Tendo dan Pain Chikushodo.

"Kelihatannya keenam Pain sudah muncul." Setelah mengucapkan itu, Konan menghilang menjadi ratusan kertas.

Tap . . .

Naruto melompat dan mendarat beberapa meter dari 'Rikudo Pain'. Semua ninja Konoha mulai berdatangan untuk mengetahui apa yang terjadi. Mereka semua hanya terdiam melihat orang yang mirip sekali dengan Yondaime Hokage sedang berdiri didepan para Pain. Ya. . Naruto juga mengganti bajunya. Tidak seperti pakaian santai yang tadi dipakainya, Naruto kini memakai pakaian yang sangat pantas digunakan untuk bertarung. Jaket biru yang tidak dikancingkan, memperlihatkan kaos hitam dengan lambang konoha didepannya. Ia mengenakan celana anbu berwarna hitam, jubah putih berkanji 'Hikari-ou' dengan api biru dibawahnya, dan jangan lupakan sepatu shinobi berwarna biru. Pedangnya ia letakkan dipinggang sebelah kiri.

"Semuanya, jangan membantu. Aku tak bisa bertarung sambil melindungi kalian." Perintah Naruto kepada para ninja yang mengelilingi lapangan hasil jurus Pain.

"Naruto, bawalah Katsuyu bersamamu. Dia pasti akan berguna untukmu." Tsunade melemparkan Katsuyu kearah Naruto, siput itu mendarat di bahu Naruto dan masuk ke dalam saku Naruto.

Pain Shurado melesat kearah Naruto dengan tangan yang mengeluarkan gergaji-gergaji tajam.

"Busoshoku Koka"

Duaarrr

Naruto menghindarinya dengan melompat keatas dan memukul Pain Shurado dengan tangannya yang sudah berubah warna menjadi hitam. Pain Shurado hancur seketika setelah terkena pukulan Naruto. Orang-orang yang melihatnya hanya bisa terkagum-kagum oleh kekuatan Naruto yang bisa mengalahkan satu Pain dengan satu pukulan.

"Shinra Tensei"

Naruto tiba-tiba terpental sesaat setelah dia mengalahkan Pain Shurado.

'Apa yang terjadi? Pasti ini salah satu tekhniknya. Aku harus melakukan sesuatu.' Batin Naruto sambil memandang kearah Pain.

Naruto menghilang dan muncul didepan Pain Tendo. Dia lalu menjulurkan tangannya kewajah Pain Tendou dan menciptakan cahaya yang bisa membutakan mata Pain Tendo. Naruto lalu menghilang dan muncul ditempatnya berdiri tadi.

"Kuchiyose no Jutsu"

Pooft

Keluarlah seekor badak raksasa dari kepulan asap yang dikeluarkan oleh Pain Chikushodo. Badak itu berlari kearah Naruto, hewan itu bermaksud untuk menyeruduk Naruto dengan tanduk besarnya.

Duaaarr

Debu menutupi tempat Naruto untuk beberapa saat. Setelah debu itu menghilang, terlihat Naruto yang sedang menahan serudukan tanduk badak itu dengan kedua tangannya. Ia lalu melemparkan badak itu ke atas.

"Kuchiyose no Jutsu"

Poof poof

Muncullah dua hewan raksasa, seekor anjing berkepala dua dan seekor banteng berlari kearahnya.

'Akan kutunjukkan jurus baruku.' Batin Naruto sambil menyeringai.

"Hito no Kagami"

Partikel-partikel cahaya keluar dari tubuh Naruto dan menyatu membentuk dua sosok yang sama persis dengan Naruto. Kedua sosok itu berlari kearah hewan kuchiyose Pain dan memukul kedua hewan itu ke arah Badak yang masih berada di udara.

Brukk

Ketiga hewan itu saling bertubrukan. Salah satu sosok yang bisa kita bilang bunshin Naruto menyatukan telapak tangannya dengan tangan bunshin lain, dan sebuah benang cahaya muncul dari tangan bunshin Naruto. Benang itu menyatu dari tangan bunshin yang satu ke tangan bunshin lainnya. Mereka melompat kearah tiga hewan kichiyose Pain dan melilitkan benang cahaya ke hewan-hewan itu.

Crassh

Tubuh hewan-hewan itu putus setelah dililit oleh benang Naruto, kecuali anjing berkepala dua yang malah membelah diri menjadi dua.

'Hewan itu tak akan menghilang sebelum aku membunuh Pain yang menggunakan kuchiyose.' Batin Naruto setelah melihat salah satu hewan kuchiyose Pain yang membelah diri.

Naruto berlari kearah Pain Gakido dan mereka pun beradu taijutsu. Pukulan Naruto dengan mudah dihindari oleh Pain Gakido. Bahkan Pain Gakido mampu menghindari serangan Naruto tanpa melihat arah serangan.

'Bagaimana dia bisa menghindari seranganku? Jika mereka tidak saling bertelepati, penglihatan mereka pasti saling berhubungan. Mata yang benar-benar hebat.' batin Naruto sambil melihat Pain lainnya yang hanya diam. Tangan Naruto mulai bercahaya, Ia pun dengan mudah mendaratkan pukulan-pukulan berkecepatan tinggi ketubuh Pain Gakido., Pain Gakido pun tewas setelah mendapatkan ratusan pukulan dari Naruto.

"Pika pika no Rasenshuriken"

Naruto membuat sebuah rasengan cahaya berbentuk shuriken yang cukup besar dan melemparkannya kearah Pain. Para Pain melompat menghindar kecuali Pain Ningendo yang berada paling dekat dengan Naruto.

Duaaaarrrrr

Pain Ningendo pun tewas setelah menerima serangan dari Naruto.

"Kuchiyose no Jutsu"

Seekor burung raksasa muncul didepan Pain. Pain Chikushodo pun melompat naik ke atas burung itu, setelah Pain Chikushodo naik, burung itu langsung terbang ke udara. Burung itu menukik kearah Naruto dengan mulut terbuka.

Bruukkk

Naruto melompat menghindar dan mendarat di depan Pain Chikushodo yang ada di atas burung raksasa itu. Naruto mengeluarkan shushui dan beradu kenjutsu dengan Pain Chikushodo yang menggunakan tombak hitamnya. Merasa jengah, Naruto lalu mengeluarkan sebuah bom asap dan melemparkannya ke Pain Chikushodo. Kepulan asap menutupi Pain Chikushodo, Naruto mengeluarkan pedangnya dan menebas Pain Chikushodo dengan gerakan yang sangat cepat.

Poof poof

Hewan-hewan kuchiyose Pain pun menghilang setelah Pain Chikushodo dikalahkan.

Pain Tendo berlari kearah Naruto dan merekapun beradu taijutsu. Pain Tendo lalu mengeluarkan tombak hitam dari balik jubahnya dan menyerang Naruto dengan tombak ditangannya. Naruto pun merubah tangannya menjadi hitam seperti saat berhadapan dengan Pain Shurado.

Trakk

Tombak Pain Tendo langsung patah setelah beradu dengan tangan Naruto telah diisi 'Haki'. Naruto lalu melompat mundur dan menyiapkan tekhnik yang pernah dipakainya tadi.

"Pika pika no Rasenshuriken"

Naruto melemparkan shuriken cahaya besar kearah Pain Tendo. Tapi Pain Gakido tiba-tiba muncul dan menyerap shuriken cahaya buatan Naruto.

'D-dia? Jadi begitu, dia bisa menyerap tekhnik apapun. Tapi kukira dia sudah kukalahkan. Bagaimana bisa? . . . Pain yang satunya.' Batin Naruto. Ia lalu mengarahkan pandangannya kearah Pain yang tidak pernah diserangnya, Pain Jigokudo.

Naruto dikejutkan oleh sebuah makhluk raksasa yang muncul dibelakang Pain Jigokudo.

'Apa itu? Jangan-jangan Pain itu bisa membangkitkan Pain yang lainnya, sialan.' lanjut Naruto didalam pikirannya.

Pain Jigokudo lalu mendekat kearah Pain lainnya. Naruto membuat satu bunshin cahaya dan melemparkan bom asap ke tanah dibawahnya. Bom itu meledak dan asap mulai menutupi tempat Naruto dan bunshinnya berdiri. Sebuah cahaya melesat kearah Pain, Pain Gakido yang berada didepan mulai bersiap-siap untuk menyerap cahaya itu. Setelah cahaya itu berada dihadapannya, cahaya itu berubah menjadi Naruto. Naruto mendorong dan menindih tubuh Pain Gakido sambil menutupi mata musuhnya itu dengan lengan bajunya.

"K-kau . .?"

Pain lainnya hanya bisa terkejut setelah melihat aksi Naruto. Dia dikejutkan kembali oleh Naruto yang tiba-tiba muncul dari atas dan menyerang Pain Jigokudo dengan pedangnya.

Jleb

Pain Jigokudo langsung mati setelah kepalanya tertusuk oleh pedang Naruto. Naruto lalu bermaksud untuk menyerang Pain Tendou dengan pedangnya.

"Shinra Tensei"

Naruto dan bunshinnya terlempar sebelum sempat menyerang Pain Tendo.

'Sial, matanya sudah bisa melihat. Pasti ada jeda baginya untuk menggunakan jutsu itu lagi. Tiga puluh detik, tidak terlalu lama. Sepuluh detik, masih terlalu lama. Lima detik, ya . . pasti jedanya sekitar lima detik.' Naruto sekarang sedang menganalisa kekuatan lawannya.

" Kau sangat kuat, tidak ada yang pernah melakukan ini kepada Pain. Tapi, Bansho Ten'in"

Pain Tendo mengarahkan telapak tangannya kearah Naruto. Setelah Pain melakukan itu, tubuh Naruto tiba-tiba tertarik ke arahnya. Pain Gakido lalu memukul perut Naruto yang sudah berada di depannya dan memegangi Naruto dari belakang.

"Itu sudah cukup. . . Jangan khawatir, aku tidak akan membunuhmu." Ucap Pain Tendo kepada Naruto.

"Heh, ini tidak akan sakit. Jangan remehkan kekuatanku, sekaranglah giliranku . ." Naruto mencoba berubah menjadi cahaya, tapi usahanya kelihatan sia-sia. Semakin dia mencoba, semakin lemas pula tubuhnya.

"Kau benar, kekuatanmu sangat mengganggu." Potong Pain Tendo.

'Apa yang terjadi, kekuatanku menghilang. Ternyata Pain ini juga bisa menyerap kekuatan di tubuhku.' batin Naruto yang tubuhnya semakin lama semakin lemas.

"Belum, ini belum berakhir." Ucap Naruto kepada Pain.

"Ternyata kau bocah yang keras kepala." Ucap Pain Tendo setelah melihat sikap Naruto. Naruto yang tidak bisa apa-apa kini hanya diam sambil memejamkan matanya. Pain yang melihat ini hanya tersenyum.

"Akhirnya kau menyerah juga." Sambung Pain Tendo. Ia lalu menusukkan tombak hitamnya ke tubuh Naruto.

Jleb

"Arghh" rintih Naruto kesakitan. Tombak hitam Pain menusuk perutnya.

"Atama Buso"

Naruto lalu menghantamkan kepalanya yang juga sudah dialiri Haki ke kepala Pain Gakido .

"Bushosoku Koka"

Kretek

Kedua lengan Naruto kini berubah warna menjadi hitam. Naruto lalu menggerakkan tangannya dan mematahkan kedua tangan Pain Gakido yang menahannya. Merasa tidak puas, Naruto menghantamkan kepalanya ke kepala Pain Gakido sekali lagi. Pain Gakido pun tewas setelah mendapat serudukan dari Naruto. Naruto yang akhirnya bisa lepas menarik tombak yang menusuk perutnya dan langsung terbaring ditanah, dia masih lemas setelah kekuatannya diserap oleh Pain Gakido.

Pain (mulai sekarang Pain Tendo akan saya sebutkan sebagai Pain, tanpa Tendo, karena hanya dia yang tersisa dari Rikudo Pain) lalu membalikkan tubuh Naruto dan menyatukan kedua tangannya. Dia mengeluarkan tombak hitamnya lagi dan menusuk kedua tangan Naruto yang bersatu.

"Apakah ini bisa membuatmu jinak?" tanya Pain kepada Naruto, dia lalu menusuk punggung Naruto dengan benda yang sama.

Jleb jleb jleb jleb

"Argghhh, Siapa kau? Apa yang kau inginkan? Kenapa kau lakukan ini semua?" rintih dan tanya Naruto setelah tubuhnya ditusuk oleh Pain.

"Kenapa, kau bertanya kenapa? Semuanya tiba-tiba saja terjadi. Dan alasan semua ini aku lakukan, akan jelas nantinya . . . Selanjutnya akan kujelaskan." jawab Pain. Ia lalu jongkok didepan Naruto.

"Kau bertanya kenapa aku melakukan ini semua. Bahkan jika aku katakanpun, itu tak kan merubah apa-apa. Tapi tidak ada salahnya, jika kita berbincang-bincang sedikit?" Pain pun berdiri setelah berkata seperti itu.

"Aku tidak tertarik untuk berbincang-bincang denganmu." Ucap Naruto dengan nada tinggi(?).

"Tujuanku adalah sesuatu yang bahkan Jiraiya-sensei tidak bisa mencapainya." Perkataan Pain mengejutkan Naruto.

'Sensei, jadi dia adalah mantan murid Ero-sennin. Tapi kenapa dia bisa menjadi seperti ini.' batin Naruto setelah mengetahui bahwa Pain adalah murid Jiraiya.

"Seperti yang aku katakan sebelumnya . . . Melalui kedamaian aku akan membawa keadilan." Sambung Pain.

"Kedamaian?Keadilan? Kau pasti bercanda. Setelah semua yang kau lakukan, kau tidak pantas berkata tentang kedamaian dan keadilan." Bantah Naruto sambil berteriak.

"Lalu katakan apa tujuanmu?" tanya Pain kepada Naruto yang masih tidak berdaya untuk bergerak.

"Aku akan membunuhmu. Dan membawa keadilan bagi dunia ninja!" Jawab Naruto.

"Aku mengerti . . . itu sangat bagus. Itu adalah keadilan menurutmu. Tapi . . . keluargaku . . . teman-temanku . . . desaku . . . mereka memiliki nasib yang sama. Dihancurkan oleh ninja konoha." Ucap Pain sambil berjalan ke samping Naruto.

"Apakah hanya orang-orang Konoha yang boleh berbicara tentang kedamaian dan keadilan?!" sambungnya lagi.

"Apa yang kau katakan?" Ucap Naruto tak mengerti akan apa yang diucapkan oleh Pain.

"Negara api dan Konoha telah berkembang terlalu besar. Mereka membuat perang, untuk melindungi kepentingannya. Dan mengambil keuntungan dari semua itu. Jika tidak melakukan itu, mereka akan kelaparan. Tapi, negara kecil dan desa kami berubah menjadi medan perang untuk negara besar. Dan setiap terjadi perang, negara kami hancur dan miskin. Dan setelah negara-negara berperang, negara besar tetap stabil. Dan negara kecil kami yang menanggung luka dari peperangan. . ." Pain memberi jeda pada ucapannya.

"Kita berdua menginginkan hal yang sama. Kita berdua menginginkan perdamaian yang Jiraiya-sensei dambakan. Kau dan aku tidak ada bedanya. Kita bertarung untuk keadilan kita masing-masing. Keadilan yang aku berikan pada Konoha, sama dengan keadilan yang kau berikan kepadaku. Setiap orang merasakan penderitaan kehilangan yang sama. Dan kita berdua tahu tentang penderitaan itu. Kau bertarung untuk keadilanmu dan aku untuk keadilanku. Kita hanya manusia biasa, yang didorong untuk membalas dendam atas nama keadilan. Tapi, jika balas dendam disebut keadilan, maka akan lebih banyak pembalasan dendam. Dan menjadi sebuah 'rantai kebencian'. Kita hidup dalam rantai itu. Mengetahui masa depan, meramalkan masa depan, itulah gunanya mengetahui sejarah. Kita tak bisa menolong, tapi tahu bahwa orang itu tak kan pernah mengerti satu sama lainnya. Dunia ninja telah dikuasai oleh kebencian." Jelas Pain.

Naruto hanya terdiam mendengar ucapan Pain.

"Bagaimana kau menghadapi kebencian ini dalam misi mewujudkan perdamaian?" tanya Pain.

"Aku ingin mendengar jawabanmu" lanjutnya lagi.

Naruto terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya di bersuara.

"Aku tidak tahu . . . jawabannya" jawab Naruto.

"Aku membentuk Akatsuki untuk menghentikan rantai kebencian. Aku bisa melakukannya. Untuk itu aku memerlukan kekuatan biju. Dengan kekuatan itu, aku akan membuat senjata yang jauh lebih kuat dari kekuatanku. Yang akan bisa menghancurkan sebuah negara dalam seketika." Ucap Pain setelah mendengar jawaban Naruto.

"Senjata dari biju?!" tanya Naruto. Pain yang mendengarnya masih memasang wajah datarnya.

"Dunia akan tahu penderitaan yang sebenarnya. Dan ketakutan akan penderitaan itu akan mengakhiri perang. Itu akan membawa dunia kedalam keadaan stabil dan damai."

To Be Continued

Gimana? Ini adalah word terpanjang yang pernah aku buat. Disini aku membuat kekuatan Gakido seperti kekuatan batu laut, supaya ada yang bisa melukai Naruto. Saya memang suka Naruto yang Godlike, tapi nanti pertarungannya gak akan berasa. Semoga para readers bisa menikmati fic ini.

RnR please.

RyoKazuto out.

V

V

V

V

V