.
Rumor Chapter 7
[WARNING! SMUT/NC DETIL!]
[Pembaca di bawah umur, kamu sudah diperingatkan!]
0o0-0o0
Hyukjae merebahkan diri dan memegangi kepalanya. "Aku satu agensi dengan Lee Donghae? LEE DONGHAE?" kata Hyukjae. Seketika ia bisa merasa sakit kepala yang berkepanjangan di kemudian hari.
Di layar TV, segera setelah Sekretaris Shin selesai berbicara, perhatian media tertuju pada Donghae. Aktor tampan itu kembali dihujani oleh ratusan kerlip cahaya kamera. Donghae mengedipkan mata karena silau dan begitu reporter berhenti mengambil gambar, mereka berebut untuk mengajukan pertanyaan pada Donghae.
"Lee Donghae, apa kau mengetahui tentang hal ini sebelumnya?"
"Lee Donghae, apa pendapatmu tentang bergabungnya Woollim Entertainment dan C&C Entertainment?
"Lee Donghae, ini artinya kau akan satu agensi dengan Lee Hyukjae kan? Bagaimana perasaanmu?"
Donghae masih mengedip-ngedipkan matanya pelan, mencoba mencerna situasi yang dialaminya saat ini. Donghae tak menyangka garis pertemuannya dengan Lee Hyukjae akan sangat panjang.
Reporter membungkam mulut mereka masing-masing untuk memberi kesempatan pada Donghae menjawab pertanyaan.
Donghae menebarkan pandangannya ke semua reporter sebelum akhirnya angkat bicara.
"Seperti kalian, aku sangat terkejut mendengar ini. Aku tidak mengetahui hal ini sebelumnya. Woollim Entertainment dan C&C Entertainment memiliki staf-staf yang suka bekerja keras, jadi aku pikir dengan bergabungnya mereka akan menjadikan SM semakin kuat. Selain itu, mereka juga memiliki artis-artis berbakat sehingga hal ini tentu saja sangat baik," kata Donghae yang kemudian berhenti berbicara dan tersenyum.
Para reporter terdiam, mereka tak berani memotong pembicaraan Donghae dan berharap aktor tampan itu melanjutkan perkataannya untuk memberi sedikit bocoran tentang perasaannya menjadi satu agensi dengan Hyukjae.
"Kenapa tiba-tiba menjadi sunyi? Hanya itu saja yang ingin aku ungkapkan," kata Donghae. Ada kesan bermain-main dalam nada bicaranya. Perkataan Donghae itu tentu saja membuat reporter kembali ramai dan berebut bertanya tentang perasaannya terkait Hyukjae.
Donghae tertawa. Reporter kembali terdiam. Donghae kemudian mengarahkan pandangannya fokus ke salah satu kamera utama eksklusif Sponge yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian banyak orang di Korea. Termasuk Hyukjae.
"Apa yang harus aku katakan?" kata Donghae. Bibirnya tersenyum menggoda ke arah kamera.
Hyukjae yang melihat gerak gerik Donghae dari layar kaca menggiggit bibirnya. Ia khawatir Donghae berkata yang bukan-bukan dan entah mengapa Hyukjae yakin kata-kata Donghae barusan itu ditujukan untuknya.
"Jika…aku bilang bahwa aku sangat bahagia, aku takut seseorang akan memukulku. Dia sangat galak," kata Donghae yang kemudian tertawa kecil dan mengedipkan matanya ke arah kamera.
"Jadi, aku hanya akan berkata. Selamat bergabung dengan SM untuk para staf juga artis Woollim dan C&C. Mari kita bekerja keras bersama. Terima kasih," imbuh Donghae.
Perkataan Donghae disambut riuhan para reporter yang tidak puas. Namun Sekeretaris Shin bekerja cepat menanggapi situasi. Ia mengambil alih jumpa pers tersebut untuk mengucapkan kata penutup.
"Cih. Siapa yang galak? Orang sepertimu memang pantas diperlakukan seperti itu!" ujar Hyukjae.
Model manis itu kemudian mengeluh, "Aissh, aku tak percaya ini. Aisssshhh," kata Hyukjae sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Begitu acara liputan eksklusif tersebut usai, Hyukjae buru-buru mengambil laptopnya untuk berselancar di internet. Ia yakin, fans dan netter akan membicarakan hal ini. Sambil berbaring di ranjang dan menopang dagunya dengan bantal, mata Hyukjae menatap layar laptopnya. Pertama-tama, Hyukjae langsung membuka Twitter. Ia mengetikkan nama tiga agensi di bagian pencarian.
Benar saja, fans dan netter sudah membicarakannya. Hyukjae membaca semua komentar. Rata-rata komentar yang ada bernada baik walau tentu saja ada yang tidak suka. Hyukjae kembali menuliskan kata-kata di bagian pencarian. Kali ini Hyukjae menulis kata kunci Lee Donghae. Hyukjae sudah bersiap diri, jika namanya ikut disebut.
"Lee Donghae bahagia! Aku bisa lihat dari ekspresinya. Aku berharap akan banyak momen antara Lee Donghae dan Lee Hyukjae. Aku sungguh menyukai mereka. Kyaaaa".
"OMG! OMG! Kalian sudah dengar itu? Lee Hyukjae bergabung dengan SM! Ia akan satu agensi dengan Lee Donghae! Aku tak percaya ini".
"Ada apa dengan semua keributan ini? Apa spesialnya Lee Hyukjae? Dia hanya terkenal karena rumornya dengan Lee Donghae!"
"Siapa yang di maksud Lee Donghae galak? Hyukjae? LOL… Hyukjae menyebutnya idiot di Instagram kan?"
"Lee Donghae…Hyukjae akan memberimu cinta. Kekeke…"
"Berhenti membicarakan ini. Lee Donghae dan Lee Hyukjae tidak mempunyai hubungan apa-apa!"
"Ya ampun, kedipan mata Lee Donghae! Muka manis tapi kelakuan galak? Hahaha…itu sama sekali tidak cocok untukmu, Hyukjae,"
"Dispatch…mana Dispatch! Beri kami info tentang Lee Donghae dan Lee Hyukjae"
Dengan wajah cemberut, Hyukjae masih terus memandangi laptop dan membaca semua komentar. Semakin lama Hyukjae mengikuti komentar-komentar itu, Hyukjae menemukan bahwa fans luar negeri kini juga sudah ikut bergunjing. Memang, di zaman teknologi maju sekarang ini informasi begitu cepat menyebar.
Satu hal yang membuat Hyukjae kesal adalah 2.978 retweet atas komentar yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, "Donghae said Hyukjae is a fierce person. Lol"
"Lee Donghae…apa yang kau lakukan pada imejku. Arrrgghh. Orang ini. Mengapa begitu menyebalkan!" teriak Hyukjae.
Hyukjae mengambil majalah yang diletakkannya di dalam kolong tempat tidur dan membuka halaman di mana wajah Donghae terpampang.
"YAH! Lihat! Apa yang kau perbuat padaku! Sekarang semua orang mengatakan bahwa aku ini galak! Ini salahmu!" ujar Hyukjae sambil jari telunjuknya menekan-nekan ke arah dada Donghae.
"Aisssh!" keluh Hyukjae.
Model berambut blonde itu kemudian bangun dari ranjangnya hanya untuk mengambil gunting di laci meja. Gunting itu dipergunakannya untuk memotong foto Donghae dari majalah.
"Aku akan memukulmu sampai babak belur, aktor mesum!" kata Hyukjae.
Setelah Hyukjae mendapatkan lembaran foto Donghae, Hyukjae segera mengambil solasi dan berjalan ke tempat samsak tinjunya berada. Di bagian yang berkebalikan dengan foto Siwon, Hyukjae memasang foto Donghae tersebut.
"Tamat kau, Lee Donghae!" kata Hyukjae.
Model yang kini berada di bawah naungan SM Entertainment itu lalu mengenakan sarung tinju, benda yang selama ini disembunyikannya dari Heechul.
Buk!
Satu pukulan mendarat di wajah Donghae. "Rasakan!" kata Hyukjae
Buk!
"Kau bilang aku galak? Huh?" kata Hyukjae lagi.
Buk!
Buk!
"YA! Dasar mesum! Dasar menyebalkan!" imbuh Hyukjae dengan nada geram.
Buk! Buk! Buk! Buk! Buk! Buk! Buk!
Hyukjae yang kalap karena amarah, memukul bertubi-tubi ke arah foto Donghae. Ia baru berhenti ketika tinjunya menyasar ke foto Siwon.
"Siwooonie!" pekik Hyukjae.
Dengan cepat ia melepaskan sarung tinju untuk mengelus foto Siwon.
"Maaf…aku tidak bermaksud memukulmu. Maaf ya…tidak sakit kan? Maaf…" kata Hyukjae. Ia lalu memeluk samsak tinju tersebut. "Maafkan aku Siwon" ujar Hyukjae lagi.
Tapi upss betapa Hyukjae tak sadar bahwa di benda tersebut juga ada foto Donghae. Bukankah itu berarti Hyukjae memeluk keduanya?
0o0-0o0
Hyoyeon meletakkan lembaran laporan yang telah di tanda tangani Siwon ke meja sebelum mencolek lengan Henry.
"Sejak kapan bos suka menonton infotainment?" tanya Hyoyeon pada rekan kerjanya itu.
"Jangan bercanda. Orang seperti bos tak punya waktu untuk mengikuti gosip selebriti," jawab Henry dengan mata masih fokus pada pekerjaannya.
"Tapi barusan bos menontonya. Kau tahu, itu tentang bergabungnya Woollim dan C&C ke SM Entertainment," kata Hyoyeon antusias.
Henry mengerenyitkan kening kemudian mencoba berasumsi. "Hmm…kalau begitu, ini mungkin tentang saham. Apa bos tertarik untuk membeli saham SM?" komentar Henry.
"Ck. Kau tidak akan mengatakan itu jika kau melihat ekspresi bos waktu mereka membicarakan tentang Lee Donghae dan Lee Hyukjae," kata Hyoyeon.
"Apa maksudmu?" timpal Henry tak mengerti.
"Aku mencium sesuatu di sini," ujar Hyoyeon dengan wajah penuh keyakinan.
"Hyo. Berhentilah menebak-nebak hal yang tak kau ketahui. Diantara mereka bertiga tidak mungkin ada hubungan romantik cinta segitiga seperti di drama-drama," kata Henry.
Namun pria berdarah Tiongkok itu harus menyesal kemudian setelah mengungkapkan itu karena Hyoyeon kini sedang tersenyum.
"A-apa?" kata Henry agak gugup
"Kau mengatakannya!" sahut Hyoyeon
"Aku tidak mengatankan apa-apa!" bantah Henry.
Hyoyeon mengangguk walau bibirnya tetap tersenyum.
"Ck" decis Henry.
Hyoyeon terkekeh.
Kedua rekan kerja itu lalu pura-pura sibuk bekerja ketika pintu ruang kerja Siwon berdecit terbuka.
"Hyoyeon, Henry. Tolong lanjutkan rencana yang aku buat untuk penampilan panggung hologram ini. Tambahkan beberapa detil yang belum sempat kutuliskan. Aku akan pulang lebih awal, katakan pada sekretaris Kim jika kalian membutuhkan sesuatu," kata Siwon sambil menyerahkan dokumen perencanaan kerja pada dua karyawannya itu.
"Baik," jawab Hyoyeon dan Henry secara serentak.
Setelah memberi instruksi, Siwon bergegas meninggalkan kantor. Ia merasa harus bertemu dengan Hyukjae-nya.
Sementara itu,
Di mobil menuju lokasi syuting, tatapan mata Donghae menerawang melihat langit sore yang cerah. Di bibirnya ada senyuman. Sekretaris Shin yang duduk di sebelah Donghae tak berani menganggu pikiran aktor tampan itu. Namun Sekretaris Shin dapat melihat sekilas tampilan layar ponsel yang terletak di paha Donghae. Pria berkacamata tersebut yakin bahwa tampilan itu adalah laman Instagram Hyukjae.
0o0-0o0
Dengan tangan satu Siwon membuka pintu apartemen Hyukjae karena tangannya yang lain sedang membawa sekantong plastik cemilan kesukaan Hyukjae. Setelah berada di dalam tempat tinggal yang sudah sering ia kunjungi itu, Siwon melepaskan sepatu dan langsung menuju dapur. Saat Siwon sibuk mengeluarkan barang-barang yang dibelinya dari supermarket ke atas meja, sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Siwon tersenyum.
"Aku pikir kau tak kan datang hari ini," kata Hyukjae yang menyandarkan kepalanya di punggung Siwon.
"Karena aku merindukanmu makanya aku datang," timpal Siwon.
"Bohong. Kita kan baru saja berpisah tadi pagi," kata Hyukjae sambil tersenyum.
Siwon tertawa kecil. Pria tampan itu membalikkan badan lalu mengangkat tubuh Hyukje untuk mendudukkannya di atas meja makan.
"Kalau tidak karena rindu, harus alasan apa lagi aku menemuimu?" ujar Siwon sebelum Ia mengecup lembut bibir Hyukjae.
Hyukjae melingkarkan tangannya ke leher Siwon. "Kekeke…Kau tak perlu alasan untuk datang ke sini," kata Hyukjae.
Siwon tersenyum dan mengecup bibir Hyukjae lagi. Siwon melakukannya sekali lagi sebelum menciumi garis rahang Hyukjae dan menghisap kulit leher Hyukjae. Saat itu yang ada dipikiran Siwon hanyalah ingin semua orang tahu bahwa Hyukjae adalah miliknya.
"Si-siwon…jangan. Jangan..aahh…m-meninggalkan bekas," kata Hyukjae di tengah desahan. Tangannya mendorong tubuh Siwon.
Namun Siwon seperti tak ingin mendengar. Ia menghisap lagi bagian kulit leher Hyukjae yang lain.
"Aahhh…" desah Hyukjae. "Siwon…h-hentikan," kata Hyukjae sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan erat pria gagah itu.
Tapi sekali lagi Siwon enggan melepaskannya dan justru berniat menambah bekas merah di garis tulang lehernya.
"Siwon…" kata Hyukjae lagi. "A-aku akan mendapat masalah, kumohon…a-a-hhh…kumohon…" imbuh Hyukjae.
Hyukjae bingung dengan Siwon yang sekarang ini sedang dihadapinya. Tidak biasanya kekasihnya itu berbuat diluar kehendaknya. Sebelum ini, Siwon selalu mengerti jika Hyukjae memintanya untuk tidak meninggalkan bercak merah tanda cinta mereka di kulitnya. Bukan karena Hyukjae tak ingin dan tak menikmati itu tapi hal tersebut harus dilakukan untuk menghindari masalah dari mata elang fans dan keusilan netter.
Setelah puas meninggalkan 3 tanda merah di leher kiri dan 2 tanda merah di leher kanan Hyukjae, Siwon melepaskan Hyukjae membuat model manis itu langsung berlari ke arah cermin. Matanya terbelalak lebar saat melihat tanda-tanda itu teramat merah, sehingga kemungkinan riasan tak kan sanggup menyembunyikannya.
"CHOI SIWON!" pekik Hyukjae serius. Hyukjae yakin ia akan mendapat masalah karenanya.
Siwon mendekat ke arah Hyukjae.
"Kau tahu, apa yang akan terjadi padaku karena ini kan? Kau…" perkataan Hyukjae terpotong karena Siwon memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku sayang…" kata Siwon lembut.
Hyukjae menghela nafas dalam-dalam. "Apa ini karena Lee Donghae?" tanya Hyukjae.
Mendengar itu, Siwon mempererat pelukannya membuat Hyukjae tak perlu bertanya lagi untuk mencari tahu jawaban.
"Kekawatiranmu tak beralasan Siwonie…" kata Hyukjae pelan setelah kembali menarik nafas panjang.
"Aku hanya merasa tak aman, mengertilah sayang, untuk kali ini saja. Aku berjanji," ujar Siwon.
Hyukjae balas memeluk Siwon dan mengangguk kecil.
Siwon kemudian menuntun Hyukjae untuk berbaring bersama di sofa. Pengusaha muda itu melingkarkan tangannya dengan protektif di pinggang Hyukjae sambil menciumi rambut kekasihnya itu, membuat Hyukjae tertawa kecil kegelian.
"Siwonie…" kata Hyukjae sambil memainkan kancing kemeja Siwon. "Mengapa kau tak mengatakan padaku kalau akan bekerjasama dengan Lee Donghae?"
"Karena aku pikir itu bukan hal penting," kata Siwon.
Pria bermarga Choi itu lalu menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya. "Aku…sangat resah Hyuk," kata Siwon.
Hyukjae menatap ke dalam bola mata Siwon. Hyukjae tak mengerti mengapa Siwon begitu resah. Hatinya milik Siwon, pikirannya milik Siwon dan bahkan tubuhnya pun milik Siwon.
"The heart wants what its wants. There's no logic to those things. You meet someone and you fall in love and that's that," kata Siwon pelan dalam bahasa Inggris yang fasih.
Siwon mengelus pipi Hyukjae dengan tatapan mata yang begitu dalam. "Aku takut tak bisa mencegah kau untuk jatuh cinta pada orang lain, Hyuk. Jadi… kumohon tetaplah bersamaku".
Hyukjae mengecup bibir Siwon.
"Kau…berhentilah berpikir yang tidak-tidak. Berpikirlah bahwa dirimu juga di sana, bekerja bersama kami. Bukankah itu artinya kita akan sering bertemu? Kau tahu, aku selalu ingin bersamamu di publik tanpa menimbulkan keributan. Bukankah dengan ini, kita memiliki kesempatan itu? Orang tidak akan merasa curiga jika tiba-tiba mereka melihatku bersamamu. Mereka mungkin akan berasumsi kita berteman atau rekan kerja, kekeke…" kata Hyukjae berusaha menenangkan hati Siwon.
Perkataan Hyukjae itu sepertinya sedikit mampu memperbaiki suasana hati Siwon karena kini ada pancaran yang berbeda dari sorot mata pria tampan itu, bahkan ada senyuman di bibirnya.
"Kau benar. Hmm… Apa yang kau ingin kita lakukan di publik?" tanya Siwon.
Hyukjae tersenyum lebar.
"Aku ingin…," Hyukjae menjabarkan hal-hal yang ingin dilakukannya bersama Siwon di publik.
Siwon mendengarkan dan mencatatnya baik-baik ke dalam memorinya.
Hyukjae senang bisa membuat Siwon lebih tenang sekarang. Masalah tanda merah di lehernya, ia akan mencoba untuk memberi Heechul penjelasan.
"Apa yang terjadi besok, terjadilah…" batin Hyukjae.
Jam dinding kamar Hyukjae menunjukkan pukul 03.00 dini hari ketika Siwon terbangun dari tidurnya. Itu adalah waktu di mana ia selalu meninggalkan apartemen Hyukjae. Siwon duduk di ranjang untuk meregangkan otot-ototnya sebelum menoleh melihat Hyukjae yang tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka.
Siwon tersenyum. Dipandanginya wajah dan leher Hyukjae sesaat sebelum memberi kecupan lembut di kening kekasihnya itu.
"Maafkan aku jika membuatmu dalam masalah, aku berharap semua akan baik-baik saja sayang. Aku mencintaimu…" kata Siwon pelan.
Siwon turun dari ranjang, memakai kemejanya dan memperbaik tatanan rambut. Ia menoleh sesaat ke arah Hyukjae sebelum meninggalkan ruang kamar kekasihnya itu. Siwon menyalakan lampu ruang tengah agar ia bisa berjalan ke dapur tanpa menabrak perabut rumah. Dari dalam kulkas, Siwon mengambil segelas air untuk menghilangkan dahaga. Saat Siwon menelan air ke dalam kerongkongannya, mata pengusaha muda itu mengamati seluruh sudut ruang apartemen Hyukjae, bersih, teramat bersih. Memang, kekasihnya itu tak tahan dengan kotor dan hal yang tak teratur. Secapek apapun, Hyukjae akan menyempatkan diri bersih-bersih.
Siwon tersenyum namun senyuman itu tak lama karena matanya menangkap foto Donghae di samsak tinju Hyukjae. Siwon mendekati benda tersebut. Ada raut wajah yang sulit untuk dimaknai pada ekspresinya.
"Lee Donghae ssi, aku benar-benar ingin tahu apa yang ada di pikiranmu. Apa kau hanya seorang yang senang bermain-main?" ucap Siwon sambil menatap foto Donghae.
0o0-0o0
Hyukjae terbangun jam 6 pagi dan mulai panik. Ia berjalan mondar mandir menyusun scenario untuk memberi penjelasan pada Heechul tentang lehernya.
"Ya ampun…ya ampun… apa yang harus aku katakan?! Em…ehem… H-Heechul hyung, ada serangga menakutkan di kamarku dan ia menggigitku atau Hyung, aku sedang alergi. Kemarin aku makan seafood. Aish, apa hyung akan mempercayai itu?" kata Hyukjae pada dirinya sendiri. Hyukjae yakin, manajernya itu tak akan mudah mempercayainya.
Hyukjae duduk berjongkok dan menarik-narik rambutnya. "Siwon…aku dalam masalah besar karenamu," ujar Hyukjae lirih.
"Ck, bagaimana ini…" Hyukjae cemberut, perutnya terasa sakit karena terlalu gugup.
"Apa aku harus bilang…Hyung, aku pria yang sehat. Aku juga punya kebutuhan seksual, jadi… aku…melakukan one-nightstand semalam," ujar Hyukjae.
Model manis itu lalu membanyangkan reaksi sang manajer.
"Arrrrhg…tidak! Apa aku mau mati?! Heechul hyung pasti akan membunuhku," pekik Hyukjae yang stres.
Hyukjae kembali berjalan mondar mandir dan baru berhenti saat ponselnya berdering, tanda Heechul memanggil. Jantung Hyukjae berdegup kencang.
"Ya Tuhaaan…selamatkan aku," doa Hyukjae sebelum menjawab panggilan Heechul.
"O-oh, hyung?" sapa Hyukjae.
"Hyuk, kau sedang apa saat ini?" tanya Heechul
"Aku? Ti-tidak ada. Aku hanya…baru saja bangun tidur," jawab Hyukjae sambil memegangi lehernya.
"Hmmm. Iya Hyuk, gunakanlah waktumu untuk beristirahat," kata Heechul
"Huh?" sahut Hyukjae.
"Hyuk, sekarang ini pihak kita sedang sibuk mengurusi penyesuaian jadwal para artis dengan manajemen baru. Kita hanya diberi waktu seminggu untuk mengatur semuanya. Dan kau, kau terlalu banyak menarik perhatian karena skandalmu dengan Lee Donghae jadi telah diputuskan agar kau tak boleh muncul di publik selama kurang lebih 11 hari ke depan. Kami tak butuh rumormu untuk menambah sakit kepala. Apa kau mengerti?" jelas heechul.
Otak Hyukjae bekerja cepat, wajahnya tersenyum cerah.
"Ha-hahahaha…tentu aku sangat mengerti hyung," kata Hyukjae. Ia menahan diri untuk meloncat-loncat kegirangan. Bukankah itu artinya ia selamat dari mata elang fans dan netter, juga cekik mematikan sang manajer?
"Hyuk…kau terdengar senang," komentar Heechul.
"Itu hanya perasaanmu hyung," Hyukjae berusaha mengontrol suaranya. "Aku akan terkurung di apartemenku, demi kalian, 11 hari ke depan kan?" imbuh Hyukjae dengan bibir yang tersenyum-senyum.
"Aishh. Aku tidak tahu apa yang ada dipikiranmu tapi jangan melakukan hal bodoh, oke?" kata Heechul.
"Okeee," sahut Hyukjae sebelum ia mendengar nada putus-putus di ponselnya.
"Ke-kekekeke" Hyukjae terkekeh bahagia. "Aku pasti anak baik yang sangat berbakti pada orangtua karena itu Tuhan menyelamatku," ujar Hyukjae.
Model berambut blonde itu merasa lega bukan main dan kini ia bisa menari-nari aneh di atas tempat tidurnya.
0o0-0o0
8 hari telah berlalu, Hyukjae berguling-guling di ranjangnya.
"Haaaaaah! Aku bosaaaaaaaaan," pekik Hyukjae dari kamarnya, seorang diri.
Hyukjae tak menyangka, jika 11 hari itu akan terasa lama. Memang, bagi mereka yang terbiasa bekerja dengan jadwal padat biasanya akan bingung jika menganggur terlalu lama. Selama 8 hari ini, Hyukjae berusaha menyibukkan diri dengan aktivitas apa pun yang bisa dikerjakannya. Namun semua aktivitas yang dilakukannya tetap saja terasa kurang dan membosankan. Mungkin karena ia tidak keluar dari apartemennya sama sekali. Mengurung diri di sana seperti pesan Heechul agar ia tak menampakkan diri di hadapan publik untuk sementara waktu.
Awalnya Hyukjae senang-senang saja, karena ia membutuhkan itu untuk menyembunyikan lehernya. Namun setelah kini lehernya hampir kembali normal 100 persen, rasa bosan benar-benar menyergapnya.
"Nonton film sudah, mendengarkan musik sudah, main game sudah, makan sudah, bersih-bersih sudah, telepon siwon juga sudah, haduuuh... Siwonie sampai terdengar kesal karena aku terus menghubunginya di saat rapat, aishh. Bosaaan….bosaaaan…" rajuk Hyukjae seorang diri sambil berguling-guling lagi.
"Hmmph," Hyukjae berbaring tengkurap dan menarik laptopnya.
Hyukjae membuka laman gosip dan membaca berita-berita terkini. Dari berita tersebut, Hyukjae jadi tahu bila aktor Lee Minho berkencan dengan Suzy miss A. Ia juga jadi tahu jika film Kim Woo Bin yang berjudul "Twenty" sangat diminati. Sementara itu, dalam bidang musik sepertinya netter masih membicarakan single terbaru EXO, "Call Me Baby". Single tersebut baru-baru ini berhasil menembus tangga lagu di Kanada.
Setelah cukup mengikuti gosip selebriti, Hyukjae mengetik sendiri namanya ke Google. Hyukjae mengamati tak ada hal baru mengenai dirinya dari hasil pencarian. Wajar saja, ia tak update sosial media juga tak bersosialisasi dengan dunia luar selama berhari-hari.
Tangan Hyukjae terus menelusuri laman-laman yang berkaitan dengannya hingga matanya tertuju pada sesuatu. HaeHyuk Tumblr. Dari laman itu, Hyukjae mendapati banyak foto Donghae dan dirinya.
"Haehyuk?Donghae dan Hyukjae? HAHAHA! Apa ini? Mereka benar-benar memasangku dengan aktor mesum itu? Sungguh?" kata Hyukjae.
Lebih lanjut, Hyukjae membaca bahwa laman itu hanya mendukung top Donghae dan bottom Hyukjae, membuat model manis itu harus menutupi wajah dengan tangannya.
"Haruskah mereka menulis seperti itu?! Aissshh," ujar Hyukjae yang cemberut.
"Haehyuk," ketik Hyukjae di bagian pencarian Google untuk lebih lanjut memenuhi rasa ingin tahunya.
Begitu laman pencarian pertama terpampang, mata Hyukjae terbuka lebar. Ia tak menyangka bahwa nama mereka berdua bahkan masuk menjadi tag fanfic. Haehyuk fanfic.
Ini merupakan hal baru bagi Hyukjae. Sebelumnya ia memang pernah mendengar dari teman satu agensi bahwa fans punya hobi tersendiri menulis fanfic dengan menjodohkan bias bersama orang yang disukai. Tapi sungguh, Hyukjae tak menyangka jika ia harus dipasangkan dengan Lee Donghae.
"Kenapa tidak dengan Cho Kyuhyun!" protes Hyukjae. "Itu akan menjadi…emm…Kyu…hyuk kan? Kekeke," Hyukjae sibuk berbicara dengan dirinya sendiri. Wajahnya juga memerah. Hyukjae merasa, Kyuhyuk lebih enak didengar daripada Haehyuk. Tentu saja, itu karena Hyukjae mengidolakan Cho Kyuhyun.
Hyukjae menggigit bibir bawahnya sebelum mengklik salah satu situs fanfic yang ditampilkan Google. Begitu situs tersebut terbuka, Hyukjae yang tak pernah mengunjungi situs seperti itu sempat dibuat ternganga dan mengereyitkan kening.
Mulut Hyukjae terbuka lebar karena baru mengetahui bahwa jumlah fanficnya dengan Lee Donghae ternyata cukup banyak. Hyukjae berasumsi, mungkin hal tersebut karena Donghae sangat populer dan memiliki banyak fans. Sementara itu ujung alis Hyukjae bertemu di pangkal hidung karena ia buta sama sekali dengan kode-kode yang digunakan para penulis. Di beberapa judul yang sempat Hyukjae klik, ia menemukan ada kode seperti RnR, DLDR, K, T, M, SMUT, NC, Angst, Au, dan entah apa lagi. Hyukjae tak paham.
Penasaran seperti apa imajinasi fans, Hyukjae memutuskan untuk membaca satu judul fanfic yang menarik perhatiannya.
Festival Layang-Layang
.(1)
Donghae sedang mengamati situasi yang riuh ramai di atas lahan berpasir yang luas di sebuah pantai. Lokasi itu kini di padati turis baik dari dalam maupun luar negeri. Sesekali Donghae mengangkat kameranya dan menganbil beberapa momen untuk diabadikan. Donghae melihat anak-anak bermain pasir dengan gembira, wajah mereka berhias senyuman tulus membuatnya ikut tersenyum. Para orangtua sibuk mengawasi anak-anak mereka yang sedang bermain air laut dan ombak yang berdebur dengan tenang. Para remaja terlihat berkelompok. Beberapa diantaranya saling tebar pesona, melempar senyuman dan pandangan-pandangan yang menggoda satu sama lain. Sementara itu, para pedagang berlomba-lomba menarik perhatian pengunjung demi mengais rejeki berlebih di hari yang spesial.
Ya, hari ini merupakan hari yang spesial. Jauh-jauh hari Donghae sudah mencatat hari ini ke dalam agendanya. Hari ini, ada pelaksanaan festival layang-layang terbesar pertama di kotanya. Banyak orang mengantisipasi acara tersebut. Peserta festival itu datang dari berbagai Negara. Tentu saja itu sangat menarik karena bentuk layang-layang yang diterbangkan untuk menghiasi birunya langit bervariasi dan penuh warna, apalagi dengan ukuran 3 dimensi yang super besar.
Donghae mendongakkan kepala ke atas melihat beberapa layangan yang telah diterbangkan para peserta, ada bentuk kapal layar, pesawat tempur, naga, burung, macan, kuda laut dan masih banyak lagi. Donghae tak mau melewatkan ini, tangannya terampil memotret objek-objek menarik. Donghae sedang berusaha memfokuskan kameranya ke arah layang-layang Batman raksasa ketika sekelompok pemuda melitas di hadapannya membawa layang-layang besar 3 dimensi Nemo, ikan kesukaan Donghae.
Donghae tersenyum dan mengikuti pemuda-pemuda itu dengan lensa kameranya. Empat dari lima pemuda itu hanya memakai celana pendek dan bertelanjang dada. Mereka memiliki postur tubuh yang tinggi dengan otot-otot yang sempurna dan kesempurnaan mereka bertambah lengkap dengan wajah yang tampan. Sedang seorang sisanya, Donghae tak dapat melihat wajahnya dengan jelas. Pemuda itu seperti tersembunyi di balik layang-layang Nemo dan keempat pemuda lainnya. Tapi Donghae yakin pemuda itu tidak tinggi dan bahkan mungil karena postur tubuhnya kecil. Pemuda itu satu-satunya yang berpakaian lengkap. Ia mengenakan celana jeans dan sweater longgar berwarna putih.
Donghae dibuat tersenyum saat kelima pemuda itu mulai bercanda dan ia memutuskan harus mengabadikan ekspresi tertawa mereka. Donghae memfokuskan kamera, namun ia harus bersusah payah mengambil gambar karena hembusan angin yang cukup kencang menghambatnya. Ekor layang-layang serangga milik peserta lain juga bergerak-gerak menutupi. Selain itu angin juga membuat layang-layang Nemo mengembang dan bergerak liar.
Dua diantara lima orang pemuda itu berusaha menekan benang layangan yang berat sementara dua lainnya berlari menjauh. Donghae mendengar sekilas bahwa mereka akan mengambil sesuatu dari itu, angin yang masih kencang bertiup membuat layangan Nemo yang terbuat dari bahan khusus itu membelit tubuh si pemuda mungil, yang bertugas memegangi layangan. Pemuda itu tak panik tapi malah tertawa girang bahkan Donghae bisa mendengar suaranya yang manis dan berharap bisa melihat jelas wajahnya.
Angin bertiup kencang lagi, Donghae menahan lengannya agar tak bergetar lelah demi hasil foto yang sempurna dan itu tak sia-sia karena Donghae yakin ia telah mengambil foto paling sempurna dalam hidupnya detik itu.
Donghae menurunkan kameranya untuk melihat langsung objek fotonya. Sungguh, Donghae baru tahu bagaimana merasakan sendiri adegan drama yang menggambarkan momen jatuh cinta dalam gerakan lambat. Donghae mengalaminya, ya, saat ini di mana semua hal disekitarnya seperti bergerak lambat dengan fokus tertuju padanya dan pemuda cantik yang baru muncul dari balik layang-layang Nemo. Tidak, Donghae tidak berhalusinasi. Pemuda itu memang benar cantik. Rambutnya yang blonde sangat cocok dengan kulit wajahnya yang pucat, matanya berbentuk bulan sabit saat tertawa dan senyumannya…senyuman itu telah membuat jantung Donghae berdebar hebat. Donghae menaruh tangan di dadanya, tak percaya bahwa ia benar-benar mengalami ini.
Nafas Donghae seperti berhenti sesaat ketika mata pemuda cantik itu bertemu dengan miliknya. Perlahan Donghae melihat tawa pemuda itu meredam dan berganti senyuman. Manis terlalu manis bagi Donghae.
Angin kembali berhembus, ekor layang-layang serangga melambai-lambai menutupi pandangan Donghae. Pada kesempatan itu, Donghae menepuk-nepuk dadanya yang masih berdebar hebat.
"W-woaah…" kata Donghae pelan.
Ketika angin mereda, Donghae merasa matanya ingin sekali lagi melihat pemuda manis itu dan betapa terkejut dirinya saat mendapati pemuda itu masih di sana menatap lurus kepadanya. Donghae tak tahu apa yang mendorongnya, tapi kakinya kini telah melangkah maju untuk mendekati pemuda tersebut. Namun baru tiga langkah Dongae bergerak, ia mendengar namanya dipanggil dan tubuhnya diseret menjauh dari pemuda itu.
"Donghae hyung! Kau ini kemana saja, ketua mencarimu. Kita berkumpul di Rainbow kafé," Donghae mendengar perkataan juniornya itu.
"Ya. Lepaskan aku Minhyuk, kau tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Kau merusak semuanya," kata Donghae
"Tapi ini penting, hyung," timpal Minhyuk.
"Ini lebih penting," sahut Donghae yang kesal karena harus kehilangan kesempatan mengenal pemuda manis itu.
Donghae menoleh ke belakang, kini pemuda itu sudah tak melihat ke arahnya. Donghae pun memaksa diri mengikuti langkah Minhyuk. Akan tetapi karena hati Donghae tak tenang dan masih ingin menatap wajah manis itu, Donghae menoleh ke belakang lagi berharap sang pemuda mencuri pandang ke arahnya. Dan betapa bahagianya Donghae ketika pemuda itu memang mencuri pandang ke arahnya dengan malu-malu.
Saat itu…Donghae tahu bahwa tidak hanya hatinya yang telah tercuri, tapi demikian juga si pemuda cantik.
.. (2)
Donghae merebahkan tubuhnya yang lelah dan berkeringat ke atas lapangan hijau berumput tempat ia dan tim futsalnya usai berlatih. Sudah dua minggu berlalu sejak Donghae bertemu dengan pemuda cantik itu. Donghae masih belum dapat melupakan wajah itu. Setiap kali Donghae mengingatnya, hatinya pun ikut berdebar.
"Hei, Donghae hyung," sapa Minhyuk. Pemuda imut dan jangkung itu duduk di sebelah Donghae.
Mendengar suara Minhyuk, Donghae mengangkat lengannya untuk menutupi matanya. Ia sedang tak ingin melihat junior kesayangannya itu.
"Hyung," kata Minhyuk sambil memonyongkan bibirnya. "Kau masih marah padaku karena pemuda cantik itu? Ini sudah dua minggu hyung…" rajuk Minhyuk.
"Kau tak mengerti Minhyuk…," kata Donghae singkat.
"Aku memang tidak mengerti. Apa! Apanya yang berhenti seperti di drama?" kata Minhyuk.
"Aisssh. Karena itu, jatuh cintalah!" semprot Donghae yang kini melihat ke arah Minhyuk.
Minhyuk cemberut. "Aku akan jatuh cinta jika menerima pernyataan cinta seperti yang kau lakukan untuknya," kata Minhyuk.
Donghae membuka mulutnya lalu menutupnya kembali sebelum berkata, "Kau pikir…ia akan membacanya?" tanya Donghae dengan sorot mata penuh harap.
"Kekeke," Minhyuk terkekeh. "Hyung, itu dimuat di koran lokal. Kalau sampai ia tidak membacanya maka kau harus melupakannya!"
"Kenapa?" tanya Donghae tak mengerti.
"Karena itu artinya dia bodoh!" jawab Minhyuk.
"YAH!" pekik Donghae garang, lalu mengubah posisi tidurnya menjadi duduk.
Minhyuk menelan ludah. "A-apa semua orang yang sedang jatuh cinta menakutkan sepertimu?" ujar Minhyuk yang takut pada Donghae. Ia mengambil jarak dengan seniornya itu bahkan kini Minhyuk sudah siap berlari.
"MIN…HYUUUUK!" kata Donghae dengan penuh penekanan, membuat juniornya itu benar-benar lari menjauh.
"A-aku akan bertanggung jawab, aku akan mencari tahu tentangnya hyung…," teriak Minhyuk sambil berlari, menyelamatkan hidupnya karena dikejar oleh Donghae.
Sementara itu, ada yang sedikit berbeda di kehidupan harian sorang pemuda cantik. Kemanapun ia berjalan di area kampus, ada saja orang yang menudingkan telunjuk ke arahnya atau berbisik-bisik dan tersenyum kepadanya. Lee Hyukjae nama pemuda cantik itu. Ia tentu tahu arti senyuman orang-orang itu. Ini semua karena ulah Lee Donghae. Akhir pekan lalu, Hyukjae mendapati fotonya terpampang di koran lokal khususnya di kolom rubik mingguan fotografi. Jika dilihat sepintas, foto Donghae itu memang sebuah karya fotografi yang apik namun bukan itu yang menjadi perhatian teman-teman dan keempat sepupu Hyukjae. Mereka lebih fokus pada deskripsi yang menyertai foto tersebut.
"Festival layang-layang: Nemo raksasa yang mencuri perhatianku dan pemuda yang mencuri hatiku,"- Lee Donghae.
Wajah Hyukjae langsung memerah saat pertama kali membaca deskripsi itu. Hyukjae masih ingat betul wajah pemuda tampan itu dan jantungnya masih berdebar-debar kencang setiap kali ia mengingat momen pertemuan mereka.
… (3)
Donghae berlari sekencang-kencangnya setelah Minhyuk memberinya informasi bahwa pemuda cantik yang telah mencuri hatinya adalah Lee Hyukjae, seorang anggota klub seni universitas mereka. Donghae tak tahu apa yang akan dikatakannya bila bertemu Hyukjae. Donghae hanya tahu, ia harus bertemu dengannya lagi. Kaki Donghae bergerak cepat menuju tempat klub seni dan baru berhenti di tengah tangga, karena Lee Hyukjae yang selama ini mengganggu tidurnya kini berada di hadapannya dengan wajah terkejut.
"Aku menemukanmu," kata Donghae sambil tersenyum dan terengah-engah. Wajah Hyukjae merona merah.
Tak butuh tarik ulur lama bagi Donghae dan Hyukjae untuk saling mengenal. Dalam waktu singkat, hampir semua teman kampus keduanya tahu, Donghae sedang berusaha mendekati Hyukjae.
Sejak saat itu, Donghae dan Hyukjae pun lengket bak perangko dan amplop. Donghae hampir selalu ada di sisi Hyukjae seperti saat di klub seni, kantin, dan di setiap acara kampus. Donghae tak meninggalkan celah sedikitpun bagi para pesaing untuk mendapatkan hati Hyukjae. Seperti saat ini dimana Donghae sedang menemani Hyukjae di kelas manajemennya yang belum dimulai.
Hyukjae sedang membaca buku Manajemen SDM sementara Donghae duduk di sebelahnya, memandanginya dengan tatapan sayang. Awalnya, kelakuan Donghae itu membuat Hyukjae salah tingkah. Tidak saja karena membuat jantungnya berdebar kencang tapi juga karena mereka menjadi pusat perhatian teman-temannya. Tapi kini Hyukjae sudah sedikit kebal, Hyukjae hanya tersenyum saja dan membiarkan Donghae berbuat semaunya.
"Hyukjae, kanapa kau suka sekali membaca?" tanya Donghae.
Hyukjae tersenyum. "Karena aku harus melakukannya agar dapat lulus dengan nilai terbaik. Tak seperti seseorang," kata Hyukjae sambil menoleh melihat Donghae. Terkadang Hyukjae iri pada Donghae karena Donghae jarang sekali terlihat serius membaca buku tapi memiliki nilai akademik yang selalu di atas rata-rata.
Donghae mengambil jepit rambut berhias huruf D dari dalam tasnya, kemudian menyematkan jepit itu ke rambut blonde Hyukjae. Donghae tersenyum karena Hyukjae tak protes. Donghae lalu mencondongkan wajah mendekat ke Hyukjae.
"Kau sedang memujiku kan?" kata Donghae.
Hyukjae tertawa kecil, kemudian kembali memalingkan pandangannya ke buku. Tindakan Hyukjae itu membuat Donghae menggigit bibirnya. Hyukjae selalu seperti ini, Hyukjae tak pernah terang-terangan menunjukkan rasa suka atau kagum padanya. Tidak seperti orang lain yang selalu berusaha untuk mengambil simpati dan hatinya dengan berbagai cara. Tapi itulah yang membuat Hyukjae semakin menarik bagi Donghae. Sikap cool seperti itu ditambah sesekali wajah yang merona merah.
Oh ya ampun. Donghae benar-benar dibuat jatuh cinta.
…. (4)
"Donghae, jangan bergerak. Aku tak bisa merekatkan ini dengan benar," kata Hyukjae yang sibuk membenahi bagian leher layang-layang burung buatannya. Donghae yang berada di depan Hyukjae membetulkan posisi layang-layang.
"Ini besar sekali, lebih besar dari pada Nemo," kata Donghae
"Hehehe. Tentu saja. Panitia festival ini membuat ketentuan untuk ukuran besar layang-layang," kata Hyukjae.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah acara festival layang-layang di Busan, kota yang terkenal memiliki pantai yang indah.
"Apa ini benar-benar bisa terbang?" tanya Donghae.
Hyukjae melirik Donghae dan tertawa kecil. "Kau akan tahu nanti," jawab Hyukjae.
Donghae tersenyum dan memutuskan untuk mengamati Hyukjae bekerja. Donghae suka melihat Hyukjae dari jarak sedekat ini, Donghae suka melihat mata indah dan bibir merah Hyukjae. Ingatan Donghae pun menerawang ke saat ia pertama kali bertemu pemuda cantik itu.
"Hyukjae…" panggil Donghae.
"Hmm," jawab Hyukjae.
"…" Donghae diam. Ia menunggu Hyukjae untuk menatapnya.
Tak kunjung mendengar kata-kata Donghae, Hyukjae mengalihkan pandangannya untuk melihat apa yang dilakukan Donghae. Tapi saat itu, justru jantung Hyukjae jadi hampir copot karena Donghae melangkah maju membuat mereka berdiri amat dekat terlebih lagi ketika Donghae menurunkan sedikit layang-layang untuk menutupi mereka dari pandangan publik dan mencium bibirnya. Itu ciuman pertama Hyukjae dan itu ciuman pertama mereka.
"Aku…jatuh cinta padamu. Jadilah kekasihku, Hyukjae," kata Donghae dengan suara pelan.
Pipi Hyukjae merona merah.
"Donghae hyung, Hyukjae hyung…sebentar lagi giliran kita untuk menerbangkan layang-layang," teriak Minhyuk dari kejauhan.
Sejak Donghae sering berada di klub seni memang Minhyuk juga jadi sering ke sana. Minhyuk selalu berdalih, karena ia ingin menemani Donghae. Namun Donghae bukan anak kecil lagi yang mudah dikelabui. Donghae tahu, Minhyuk sering ke klub seni karena salah satu sepupu Hyukjae yang bernama Jungshin.
"Ck. Anak itu benar-benar tahu bagaimana merusak suasana," ujar Donghae yang masih tak melepas pandangan matanya dari wajah Hyukjae.
Hyukjae tertawa kecil.
"Hyuk…" kata Donghae. Ia menunggu jawaban Hyukjae.
"Hmm" sahut Hyukjae sambil tersenyum.
Donghae menutup matanya. Ingin rasanya Donghae memeluk dan menciumi Hyukjae saat itu juga.
"Lee Hyukjae…" kata Donghae lirih lalu kembali menatap mata indah Hyukjae.
Hyukjae mengangguk pelan.
Donghae membulatkan matanya lebar-lebar. Ia khawatir apabila yang baru saja dilihatnya hanya ilusi.
Donghae menunjuk dirinya kemudian menunjuk Hyukjae. "A-aku…kau…kita?" tanya Donghae.
Hyukjae tertawa lalu mengangguk sekali lagi membuat Donghae menarik leher Hyukjae dan menciumnya.
"Hehe. Kau milikku, Hyukjae!" kata Donghae sebelum ia berlari membawa layang-layang burung itu ke arah Minhyuk.
"Woohoooo! Minhyuk! Kita akan bersaudara!" teriak Donghae.
"A-APAAAA?" pekik Minhyuk.
Di sisi lain, Hyukjae langsung mengenakan masker untuk menutupi wajahnya yang kini semerah tomat. Itu, yang baru saja terjadi adalah ciuman keduanya.
….. (5)
Sejak resmi pacaran, Donghae lebih agresif menunjukkan rasa sayangnya pada Hyukjae. Dimana pun, kapan pun jika ada kesempatan, Donghae akan mencium Hyukjae. Entah itu hanya sekedar kecupan atau ciuman yang lebih hangat dan lama. Donghae juga akan mengatakan, "I love you".
3 kata sakti itu mungkin sudah puluhan kali diucapkan Donghae, namun belum pernah satu kali pun Hyukjae membalasnya dengan "I love you too". Hyukjae hanya akan memberi Donghae senyuman termanis.
Selain itu Hyukjae juga belum pernah sekalipun berinisiatif untuk menciumnya. Tindakan Hyukjae tersebut tentu membuat Donghae penasaran setengah mati, Donghae ingin tahu bagaimana sebenarnya isi hati Hyukjae. Walau begitu, Donghae tak pernah memaksa Hyukjae untuk memberi penjelasan. Donghae mencoba untuk berpikir positif bahwa Hyukjae belum siap mengucapkan tiga kata itu dan ia bersedia menanti hingga kata-kata tersebut terucap langsung dari mulut Hyukjae. Uuntuk saat ini, Donghae sudah memantapkan diri hanya akan fokus memberi Hyukjae banyak cinta agar Hyukjae tahu ia bersungguh-sungguh.
Donghae mendorong lembut tubuh Hyukjae ke pintu dan melingkarkan tangannya ke pinggang ramping kekasihnya itu. Bibir Donghae sibuk memaguti bibir Hyukjae yang tebal dan merah sambil memainkan lidahnya yang lincah di dalam mulut Hyukjae. Beberapa kali Donghae mengeluarkan dan memasukkan lidahnya ke mulut Hyukjae, sesekali ia juga menghisap lidah Hyukjae membuat suhu tubuh pemuda cantik itu meningkat drastis. Donghae sedang memberi Hyukjae French kiss terbaik.
Ketika Donghae melepaskan ciuman, air liur mereka bercampur baur namun sepertinya mereka tak mempedulikan itu. Dada Hyukjae naik turun dengan tangan yang menggenggam erat di kemeja Donghae.
Donghae meraih pipi Hyukjae dan mengelusnya.
"Hyuk, aku akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari karena turnamen futsal antar universitas. Apa…kau akan merindukanku?" tanya Donghae dengan suara yang berat.
Hyukjae tertawa kecil dan memberi Donghae senyuman termanis. Ah, Donghae lupa jika Hyukjae juga tak pernah sekalipun berkata, "I miss you".
Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya pelan lalu mencium dahi Hyukjae.
"Oh ya Hyuk, Hyukie… aku telah mengirim hasil karya fotografiku ke National Geographic Korea bulan lalu. Dalam waktu dekat mereka akan mempublikasikan para pemenang. Aku berharap aku bisa memenangkan kontes fotografi itu," kata Donghae. "Beri aku hadiah jika aku memenangkannya," pinta Donghae.
Hyukjae mengangguk.
Donghae tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Hyukjae. Donghae berbisik, "Hadiahnya, seks pertamamu ya…"
Donghae memundurkan badannya sedikit untuk melihat reaksi Hyukjae. Donghae melihat kini wajah kekasihnya itu merah padam.
"Kekeke," Donghae terkekeh lalu memberi ciuman-ciuman kecil ke leher hingga telinga Hyukjae. "Aku benar-benar menginginkannya dan kau sudah mengangguk sayang," bisik Donghae dengan suara parau membuat bulu-bulu kuduk Hyukjae berdiri.
… (6)
Hyukjae menatap layar ponselnya dengan kulit wajah yang berubah merah. Itu karena Dongahe baru saja mengiriminya sebuah foto berupa potongan gambar yang diambil dari National Geographic Korea. Donghae, berhasil memenangkan juara pertama kontes fotografi itu.
"Nanti malam aku akan kembali. Kita bertemu di apartemenku ya. Aku merindukanmu. Hehe," tulis Donghae bersamaan dengan foto tersebut.
Jantung Hyukjae berdegup kencang. Itu berarti ia harus memberikan tubuhnya untuk pertama kali pada orang lain, pada Donghae.
…. (7)
Begitu Hyukjae masuk ke dalam apartemen Donghae, tubuhnya didekap erat. Donghae benar-benar tidak bercanda ketika mengatakan bahwa ia merindukan Hyukjae. Donghae mengecup bibir Hyukjae lalu menariknya ke sofa. Seteah mereka duduk, Donghae memberitahu Hyukjae bahwa ia membawa oleh-oleh untuknya. Donghae juga bercerita banyak hal tentang kepergiannya ke luar kota. Donghae terlihat sangat bersemangat dalam bercerita dan Hyukjae menjadi pendengar yang baik. Obrolan mereka berlangsung sampai tengah malam dan ketika malam semakin larut, Donghae berinisiatif melanjutkan obrolan mereka di kamar.
Di ruangan dengan dinding berwarna biru itu, Donghae memperlihatkan pada Hyukjae beberapa foto yang sempat diambilnya di luar kota juga menceritakan kejadian-kejadian lucu yang menimpa Minhyuk. Namun, lama kelamaan, Hyukjae mendapati mata Donghae mulai meredup. Hyukjae tahu, Donghae mulai lelah. Hyukjae tersenyum dan menyuruh Donghae untuk tidur.
Keesokan harinya, Donghae bangun lebih pagi membuat Hyukjae terkejut. Donghae bahkan juga membuatkannya sarapan. Setelah sarapan, Donghae mengajak Hyukjae untuk pergi berkencan ke manapun Hyukjae mau dan akhirnya hari itu mereka habiskan berada seharian di luar. Mereka pergi ke taman bermain, nonton di bioskop dan mengunjungi restoran yang belum pernah mereka datangi.
Hyukjae dibuat bahagia.
Esok harinya dan esok harinya lagi hingga lewat seminggu, Donghae belum juga menarik Hyukjae ke ranjang untuk bercinta. Donghae pun tak membahas apa-apa terkait hadiah memenangkan kontes fotografinya. Namun sikap Donghae pada Hyukjae tetap seperti biasa, manis dan menunjukkan banyak cinta.
Hari ini, hari sabtu, malam minggu dan sedang hujan. Mereka memutuskan untuk menghabiskan waktu di apartemen Donghae.
"Hyuk, kau mau aku menambahkan susu ke dalam coklat hangatmu?" tanya Donghae yang sedang di dapur membuat minuman hangat untuk mereka berdua.
Donghae sedang mengaduk susu coklatnya ketika tangan Hyukjae melingkar di pinggangnya. Donghae membeku. Jantungnya berdegup hebat karena Hyukjae tidak saja memeluknya tapi juga mencium punggungnya. Ini kali pertama Hyukjae berinisiatif.
"H-hyuk…" kata Donghae.
Donghae melepaskan tangan Hyukjae dan membalikkan tubuh untuk melihat kekasihnya itu. Dan betapa terkejutnya Donghae ketika langsung mendapatkan kecupan di bibir. Donghae mematung, ia tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan Hyukjae.
Donghae melihat Hyukjae tersenyum dengan wajah yang memerah kemudian tangannya ditarik oleh pemuda cantik itu. Mereka berjalan ke arah kamar Donghae.
Donghae merasa ia bisa terkena serangan jantung jika saja apa yang dipikirkannya benar-benar terjadi saat itu juga.
Di dalam kamar, Hyukjae mendorong tubuh Donghae lembut untuk duduk di ranjang dan membuat Donghae hampir kehilangan kontrol karena kekasihnya itu kini duduk di pangkuannya.
"H-hyuk…" kata Donghae dengan suara tertahan. Donghae menelan ludah.
Hyukjae tersenyum manis, teramat manis. Walau wajahnya merah, Donghae melihat Hyukjae sangat tenang.
Pandangan Donghae kemudian tertuju pada apa yang sedang tangan Hyukjae lakukan. Tangan-tangan itu bergerak pelan membuka kancing kemeja Hyukjae. Donghae menelan ludah setiap kali kancing-kancing itu terbuka dan memperlihatkan kulit mulus dan seputih susu milik Hyukjae.
"H-hyuk…" kata Donghae lagi dengan suara pelan ketika Hyukjae membuang kemejanya ke lantai.
Hyukjae benar-benar sukses membuat nafas Donghae memburu.
Donghae mendengar Hyukjae tertawa kecil sebelum kekasihnya itu menarik lehernya lembut dan menempelkan bibirnya yang kenyal pada bibit tipisnya. Dan hal yang membuat otak Donghae kini dipenuhi kembang api yang sedang meledak-ledak indah adalah Hyukjae juga memagut bibirnya pelan, membasahi bibirnya dengan sapuhan lidahnya. Secara otomatis, Donghae membuka sedikit mulutnya mengundang Hyukjae untuk berbuat lebih.
Donghae menutup matanya ketika satu tangan Hyukjae memijat pelan bagian belakang kepalanya dan menarik-narik pelan rambutnya sambil menciumnya lebih dalam. Perasaan Donghae semakin menggila karena Hyukjae melakukan semuanya tanpa tergesa-gesa seolah menguji titik kesabarannya. Walau demikian Donghae memutuskan untuk menikmati semua ini, ia bahkan tak berusaha mendominasi.
Saat Hyukjae melepaskan ciuman mereka, Donghae menatap wajah kekasihnya itu. Belum selesai Donghae mencerna perasaan yang meluap-luap dari dalam dirinya, Hyukjae menuntun tangannya untuk menyentuh kulit tubuhnya yang kini tak tertutupi sehelai benang. Donghae meraba kulit mulus itu dengan penuh kekaguman. Tangannya bergerak pelahan menelusuri lekuk tubuh Hyukjae hingga ke area dada. Tangan Donghae berhenti di sana, menyentuh puting mungil Hyukjae dan memainkannya.
"Aah…" desah Hyukjae dengan kepala yang mengarah ke belakang, mengekspos jakun dan leher jenjangnya.
Penis Donghae menegang. Hyukjae sungguh erotis.
"Hmm, Hyukie…" desah Donghae yang kini menghirup aroma stroberi dari tubuh Hyukjae
Donghae menciumi leher Hyukjae sampai ke arah jakunnya dan menghisap jakun Hyukjae itu hingga berbunyi , "plop".
Donghae mendengar Hyukjae mendesah lagi. Oh ya ampun, Donghae tak tahu sampai kapan ia dapat menahan diri.
Dada Donghae dan Hyukjae naik turun. Suhu dalam kamar terasa meningkat drastis.
Hyukjae menarik kaos Donghae, melepaskannya dan membuangnya ke lantai.
Tindakan Hyukjae itu membuat nafas Donghae semakin memburu dan yakin untuk melanjutkan aktivitas mereka ke tahap yang lebih panas.
Donghae mengangkat tubuh Hyukjae hanya untuk membantingnya lembut ke ranjang. Dengan nafas masih memburu, Donghae membuka celana Hyukjae, menariknya lepas bersama boxer Hyukjae, membuat kekasihnya itu telanjang bulat.
"Ahh Hyukjae," desah parau Donghae melihat tubuh seksi Hyukjae.
Wajah Hyukjae merah padam namun sepertinya Hyukjae tak malu-malu saat menarik leher Donghae dan menciumnya.
Donghae balas mencium. Ciuman mereka kali ini tidak perlahan akan tetapi penuh gairah. Donghae mendominasi ciuman. Donghae benar-benar blingsatan mencumbu Hyukjae. Donghae menghisap dan memerahkan kulit leher Hyukjae. Donghae juga memainkan puting Hyukjae bahkan menghisapnya hingga mengeras.
Semua tindakan Donghae membuat Hyukjae mengerang dan Hyukjae menekan kepalanya dalam-dalam ke bantal saat pertama kali Donghae menyentuh penisnya.
"AHh, D-Donghae…" pekik Hyukjae pelan tak tertahankan.
Donghae menggerakkan tangannya naik turun di penis Hyukjae sambil menikmati pemandangan erotis di hadapannya.
"a-ah…aah…" desah Hyukjae, matanya terbuka dan tertutup.
"Hyuuk…" desah Donghae. Penisnya sendiri sudah terasa tegang bukan main.
Hyukjae menarik leher Donghae lagi untuk menubrukkan bibir mereka. Ini surga bagi Donghae, Hyukjae benar-benar berinisiatif dan menunjukkan bahwa ia juga menginginkan dirinya.
Donghae mempercepat gerakan tangannya di penis Hyukjae membuat pemuda cantik itu mendesah kenikmatan di tengah ciuman mereka.
"D-Donghae…a..aku…" kata Hyukjae.
Donghae bisa merasakan perubahan pada penis Hyukjae. Jika Donghae tidak melepaskan tangannya sekarang, Hyukjae pasti mencapai klimaksnya.
Donghae melepaskan penis Hyukjae.
Hyukjae menarik nafas berat lalu membuangnya. Sorot mata Hyukjae tak fokus.
"D-Donghae…" desah Hyukjae.
"Sebentar sayang…," kata Donghae dengan suara berat.
Donghae beranjak dari ranjang untuk melepaskan celana dan boxernya. Donghae juga mengambil cairan pelumas untuk membantu mereka dalam berhubungan intim.
Donghae kemudian kembali lagi ke ranjang dan duduk diantara kaki Hyukjae.
"Hyuk, ini akan sakit pertamanya, bertahanlah," kata Donghae
Hyukjae mengangguk.
Donghae mulai membasahi jarinya dengan cairan khusus itu kemudian mengecup bibir Hyukjae sebelum siap memasukkan jarinya ke lubang kenikmatan Hyukjae.
Donghae meraba pelan kulit disekitar tempat itu.
Hyukjae menutup matanya.
Perlahan jari Donghae mulai merangsek masuk menyebabkan Hyukjae mengerang kesakitan.
"Ssst…tenang sayang. Sakitnya hanya sementara," kata Donghae.
Donghae memutuskan untuk menciumi Hyukjae untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan kekasihnya itu. Hyukjae pun berusaha fokus pada pagutan bibir mereka.
Donghae menambah satu jari lagi ke dalam lubang Hyukjae tak selang beberapa lama membuat Hyukjae terkejut kaget. Namun tangan Donghae terus bergerak pelan untuk membuat lubang Hyukjae lebih fleksibel. Ketika Donghae merasa Hyukjae sudah cukup tenang, Donghae menambah satu jari lagi sehingga kini ada tiga jari yang bekerja keluar masuk lubang kenikmatan Hyukjae.
Hyukjae mengerang-erang. Perlahan rasa sakit yang dirasakannya hilang dan berganti dengan rasa lain yang membuatnya ketagihan.
"Mmmh…Donghae…," desah Hyukjae.
Donghae masih berkonsentrasi pada apa yang dilakukannya. Ia tak mau menyakiti Hyukjae.
Saat jari-jari Donghae sibuk bekerja tiba-tiba Hyukjae melengkungkan punggungnya dan mendesah panjang. Rupanya jari Donghae sudah menyentuh titik ajaib itu.
Donghae mencoba sekali lagi untuk menyentuh titik itu dan benar, itu menyebabkan tubuh Hyukjae menggeliat.
"Hyukie ahhh…" desah berat Donghae. Kondisi Hyukjae membuat Donghae tak tahan lagi. Penis Donghae sudah meminta perhatian sedari tadi.
"Hyuk…aku masuk ya?" bisik Donghae lembut ke telinga Hyukjae.
Hyukjae hanya bisa mengangguk memberi jawaban.
Donghae kembali memposisikan dirinya di tengah kaki Hyukjae.
Hyukjae melihat Donghae mengoleskan cairan ke penisnya yang besar dan mengocok penisnya itu beberapa saat sebelum siap memasuki anusnya.
Donghae dan Hyukjae sama-sama menahan nafas mereka saat penis Donghae mulai masuk.
Hyukjae mengerang kesakitan karena ternyata jari Donghae tak sebanding besarnya dengan penis Donghae.
Donghae menggigit bibirnya sambil terus menekan masuk alat kejantanannya itu. Hyukjae sangat sempit, kalau saja Donghae tak tahan, Donghae pasti sudah menyemburkan spermanya saat itu juga.
Ketika penis Donghae sudah berhasil masuk sepenuhnya, Donghae diam sesaat untuk membiarkan Hyukjae beradaptasi dengan miliknya yang juga panjang itu.
Donghae mamandang wajah Hyukjae yang berada di bawahnya. Ada peluh di sana. Donghae mengelus pipi Hyukjae.
Hyukjae tersenyum manis. Mata mereka beradu pandang cukup lama. Banyak ekspresi yang terpancar dari mata mereka. Cinta, sayang, kekaguman, nafsu, semuanya bercampur aduk.
Hyukjae melingkarkan tangannya ke leher Donghae lalu mengangguk pelan. Donghae menangkap itu sebagai tanda bahwa ia boleh mulai bergerak.
Sambil masih saling memandang, Donghae menarik penisnya perlahan hanya untuk kemudian menghujamkannya kembali ke dalam lubang Hyukjae. Mereka mendesah bersamaan.
Donghae melakukannya lagi dan keduanya kembali mendesah.
Donghae melakukannya lagi dan lagi, membuat desahan mereka semakin berat dan ranjang berdecit-decit. Semakin lama Donghae melakukan itu, mereka tahu gerakan perlahan tak lagi cukup untuk memberi mereka kenikmatan yang lebih. Hyukjae mulai bergerak bersamaan dengan Donghae yang mempercepat gerakan menusuknya.
"Ahh…ahhh…mhh…," desahan Hyukjae mulai tak beraturan.
Donghae mengangkat satu kaki Hyukjae ke pundaknya untuk menghujamkan penisnya lebih dalam lagi dan itu berhasil membuat punggung Hyukjae melengkung sekali lagi.
"D-Donghae ahh…Donghae…" Hyukjae hanya sanggup mengeluarkan dua kata itu.
"Oh Hyuk…sempit sekali," kata Donghae yang juga sedang mengerang kenikmatan.
Donghae bisa merasa bahwa otot-otot dinding Hyukjae yang menyelimuti penisnya kini sedang menjepit-jepit. Artinya Hyukjae akan mencapai klimaksnya. Donghae mengubah gerakannya menjadi pendek-pendek namun menghujam dalam.
Tangan Hyukjae mencengkeram erat lengan Donghae.
"Do-donghae…" kata Hyukjae.
"Iya sayang, keluarkan," kata Donghae.
Satu tangan Donghae kini menyentuh penis Hyukjae sedang tangannya yang satu lagi dipergunakan untuk menahan berat tubuhnya sendiri. Dengan hanya beberapa kali gerakan tangan naik turun, Hyukjae menyemburkan cairannya sambil memekikkan nama Donghae.
Donghae melihat cairan itu membasahi tubuhnya juga dada Hyukjae yang sedang naik turun. Donghae juga melihat mulut Hyukjae terbuka sedikit untuk menghirup udara. Itu semua membuat nafsu Donghae memuncak dan ia tak tahan lagi untuk menyemprotkan spermanya ke dalam lubang Hyukjae. Donghae memeluk tubuh kekasihnya itu saat mencapai klimaksnya.
"Wow, I-itu tadi wow sekali," bisik Donghae ke telinga Hyukjae sambil masih terengah-engah.
Donghae memundurkan sedikit tubuhnya untuk melihat Hyukjae.
Hyukjae meletakkan tangannya di pipi Donghae dan menghapus keringat yang membasahi kening pria tampan itu.
"Aku mencintamu, Hyuk…," kata Donghae. Ia sudah bersiap diri jika tak mendapatkan jawaban dari Hyukjae.
Namun, jantung Donghae yang masih belum tenang usai aktivitas hot mereka itu dibuat bergejolak hebat lagi ketika Hyukjae menarik leher Donghae, mengecup bibirnya dan membisikkan, "Aku, padamu, mencintaimu Lee Donghae".
….. (END). Terima kasih sudah membaca: "Festival Layang-Layang" by Haehyuk Is Real. (^^y)
PLAAAAAK!
Hyukjae menutup laptonya hingga berbunyi nyaring. Kini ia terduduk di atas ranjangnya dengan dada naik turun dan nafas yang tak beraturan. Kulit wajah dan lehernya pun merah padam. Jika ini merupakan adegan komik, pastinya akan terlihat ada asap yang keluar dari telinga dan hidung Hyukjae.
"M-mereka menulis ini? Tidak, BUKAN. M-Mereka membaca ini?!" kata Hyukjae, matanya terbuka lebar. Tangannya sibuk mengebit-ngebitkan kaosnya. Hyukjae tak menyangka bahwa fansnya dan fans Lee Donghae sangat mesum.
Hyukaje berdiri, lalu berjalan mondar mandir dengan masih mengibas-ngibaskan kaosnya. Hyukjae merasa gerah. Di otaknya ada Donghae dengan keadaan tanpa busana bergerak maju mundur untuk memberinya kenikmatan.
"Ya. Am Pun…" Hyukjae manaruh kedua tangan di wajahnya. Hyukjae berpikir, mungkin tidak seharusnya ia membaca fanfic Haehyuk.
"Siaaaal," umpat Hyukjae, sebelum model manis itu bergerak membuka jendela kamarnya untuk mendinginkan temperatur sekitar yang dirasanya panas.
Tapi sepertinya itu tidak cukup. Hyukjae masih kegerahan. Hyukjae mengebit-ngebitkan kaosnya sambil berjalan cepat ke dapur untuk mengambil minuman di dalam kulkas. Hyukjae meneguk cepat minuman itu ke dalam kerongkongannya. Ia tak peduli beberapa tetes air berjatuhan membasahi kaosnya.
Hyukjae meletakkan gelas itu di meja. Mengebit-ngebitkan lagi kaosnya. Imajinasi yang sudah terlanjur terbentuk di otaknya itu tak urung hilang.
"Arrrghh…" Hyukjae menarik-narik rambutnya.
Hyukjae lalu mengambil majalah di ruang TV untuk mengipasi dirinya. Hyukjae berusaha menenangkan diri namun ketika matanya menangkap foto Donghae di samsak tinju, Hyukjae tak tahan lagi. Ia berlari ke kamar mandi dan langsung menyalakan Shower.
"DASAR PENULIS MESUM, PEMBACA MESUM!" pekik Hyukjae.
0o0-0o0
tbc
a/n.
(1). Haiiii semua. Kekeke. Apakah Thor membuat kalian lama menunggu? Xixixi. Thor harap Rumor chapter 7 ini bisa membayar masa penantian kalian.
(2). Salam kenal dan selamat bergabung dengan Rumor: Clara Yu, kira, rickasanti cucan, kirameku-14, Always HaeHyuk, mizukhy yank eny, naehyuk6, MimiTao, Rezy K, Lee917, laksmimaharani3, Augesteca, Haehyuk Sipper, dheaniyuu, yenie cho94, 69912052, pungkaself oemma, naylee, Dochi risma, nyoman sulandri, Haehyukkie98, Hyejinpark, NovaPolariself, Hybridhyejeong, haehyuk addict, Safitri676 dan guest.
(3). Terima kasih berat buat pembaca yang tetap setia mengikuti Rumor dari awal sampai chapter 7 ini. Juga terima kasih buat pembaca baru yang sudah rela menuliskan review dari chapter awal. Wow. Kalian sesuatu banget. Saranghae! Oh iya, Terima kasih juga buat pembaca gelap yang akhirnya mau nongol dan bergabung. ^^
(4). Hmm…*uhuk* uhuk*…bagaimana dengan SMUT/NC nya? Kekeke.
(5). Terkait "Festival Layang-Layang", itu adalah fanfic one-shoot yang sengaja Thor tulis untuk disisipkan di Rumor chapter 7. Ide menyisipkan one-shoot ini karena tiga hal, pertama, untuk menyambut oppadeul yang bakal datang ke Jakarta tanggal 3 Mei nanti (eh? Sambutan macam apa ini?! ^^a). Kedua, itu karena Thor akan berulang tahun tanggal 4 Mei, kekeke. Dan ketiga, Thor penyuka festival layang-layang. Festival layang-layang itu rutin diadakan di Jepang setiap tangal 5 Mei.
Yaa…begini deh jadinya Rumor chapter 7. (y)
(6). Penggunaan nama Haehyuk Is Real sebagai penulis "Festival Layang-Layang" memang di sengaja. Iya, itu kamu Haehyuk Is Real. Silahkan PM Thor bila keberatan ID kamu dicantumkan. *wink.
(7). PurpleLittleCho, terima kasih masukannya. Tapi say, untuk suara batin Thor buat dalam huruf yang dimiringkan, begitu pun dengan percakapan via telepon dan kata-kata berbahasa Inggris. Mungkin kamu sebelumnya menjadi bingung karena memang beberapa kalimat batin lupa Thor miringkan. Mian.
(8). cho w lee 794, oelum96, kakimulusheenim, malaallrise silver , kalian sedang menggombali Thor ya? Hehehe.
(9). SapphirePetalsCherry, Ahh…video yang itu ya? LOL. Udah say. OMG!
(10). OhLu BalBal, megajewels2312, kirameku-14, Thor menyadari ada beberapa kalimat yang salah di chapter 6 setelah kalian mention. Terima kasih ya. Mengenai "Running Man", memang acara tersebut di SBS. Aigooo untung setingnya di lobby, jadi bisa diedit sedikit. *Bow* untuk kirameku-14 sunbae.
(11). Yuurichi Harumi, Iyap. Boleh panggil Thor dengan eonni ^^. Arum Junnie, Hyaaaaaa. Suruh Yesung datang ke rumahku juga gapapa!
(12). Inginnya membalas semua review kalian, tapi maaf tangan Thor udah pegel nih. Pokoknya terima kasih atas dukungan kalian semua.
PS: RIP Choco. Hiikss...Dengar suaranya Hyuk aja pengen nangis. Hikss. Tapi itu mata itu bibir...ASDFHJKHAFD. *Kecup Hyukjae
