Opening Asal kau bahagia Versi Naruto.

By : Vallyant Sayoga

Play!

Ya

Gama-rin-Shu

Mubi-Tetsu

Tou-Kakeru-Tayuya

Fuu

Rasa-Sekka-Ran-Kakashi

Mui-King-Nan-Tenten-A

A

Pakkun-Sagan-Yakku

Deidara-Hidan-Fu

Hinata-Chocho-Lee-Haku

Reff :

Utakata-Sakura-Gamabunta Hashirama

Taku-Ponta-Ranka-Muu

Tami-Hina-Ebisu

Rai-Tetsuru-Boruto

Sen-Maki-Temui-Kanna

Kurenai-Kagemasa

Asura-Han-K-Kushina

Sai

Kurama-Sarada-Karashi

Temari-Tenzen-Tenga

Pre-Chorus :

Amaru-Ranke-Tofu

Ibara-Isobu

Shizuka-Yurui-Fuku

Reff :

Yukata-San-Senta-Ran

Kanna-Sota-A-Jiraiya

Baku-Buna-Ruka-Shu

Choji-Enma-Satetsu

Toka-Zetsu-Naruto

Nurui-Neji-Kaguya

Kusuna-Daen-Manda

Asuma-Shiba-Tokuma

ooh

uhuuk

uhuuk

uhuuk

uhuuk

uhuuk

uhuuk

Reff :

Yotaka-Nae-Chikara-Gaara-Futaba-Haruna

Zaku-Muta-Ranmaru

Tobi-Shira-Mangetsu

Gamamaru-Jirobo

Burami-Genji-Araya

Shun-Terai-Karenbana

Akamaru-Banna-Kiba

Oh oh oh

Uhh..

Akamaru Banna Kiba

End!

Disclamer : Naruto HighSchool DXD.

Summary : memperkosa bukanlah mauku, berbuat cabul bukanlah yangku mau, dan bermaksiat bukanlah keinginan ku, tapi mereka yang memaksaku! Tolong kalian camkan itu!

Genre : Romance, Humor, General, Parody, Drama, Dll.

Rating : M (Super duper asem)

Pair : Naruto x Harem.

Age : Naruto 17 thn.

Normal Pov Now!

Minggu 10.00 A.M.

Saat Ini Naruto sedang berada dirumah Rossweisse, hanya sekedar bermain sebagai seorang pacar.

Naruto sekarang tengah duduk disofa diruang tengah, karena tadi ia dia disuruh duduk dulu oleh Rossweisse, dan Rossweisse sedang membuatkan minuman untuknya.

Dan saat ini Naruto sedang mengotak-ngatik remot tv, untuk mencari chanel tv yang bagus, namun tidak ada yang bagus ditv, dan akhirnya Naruto mematikan tv tersebut.

"Hah~ kenapa Rossweisse lama sekali membuat minumnya ya?"

Namun tiba-tiba orang yang dibicarakan datang dengan nampan ditanganya, dan kakaknya yaitu Grayfia mengekor dibelakangnya.

"Ini Naruto-kun! Tehnya dan dan kuenya! Maaf agak lama, tadi ada sedikit urusan, hehehe."

Ucap Rossweisse sambil menaruh nampan tersebut, diatas meja dihadapan Naruto.

"Tidak apa Rossweisse, terima kasih ya."

Naruto tersenyum lembut kepada Rossweisse, dan Rossweisse membalas dengan senyuman juga.

"Oh! Grayfia! Lama tidak berjumpa ya!"

"Kepalamu terbentur atau bagaimana Naruto-kun? Kita hanya tidak bertemu selama 2 hari, kau bilang lama tidak bertemu?"

Ucap Grayfia datar.

"Hehehe! Hanya sekedar basa-basi saja! Memang tidak boleh Grayfia?"

Grayfia tidak menjawab pertanyaan Naruto, tapi ia duduk disamping kanan Naruto, dan Rossweisse disamping kiri Naruto.

"Oh ya! Ngomong-ngomong, kau tidak berkencan dengan Sirzech, Grayfia?"

"Tidak, hari ini dia sedang keperusahan Tou-sannya, katanya untuk belajar cara mengurus perusahaan Tou-san saat nanti ia lulus."

"Oh! Pantas! 2 hari ini aku tidak melihatnya."

"Oh ya, aku kepasar dulu ya, karena persediaan makanan sudah ingin habis."

Ucap Grayfia sambil beranjak meninggalkan Naruto dan Rossweisse.

"Tuh lihat, rajin seperti kakakmu, memangnya kamu."

Naruto menyeringai karena melihat muka cemberut Rossweisse, karena diejek.

"Oh! Jadi kamu ngatain aku gak rajin ya Naruto-kun!"

Ucap Rossweisse sambil memalingkan wajahnya, dan mengembungkan pipinya.

"Tidak aku hanya bercanda kok, masa langsung marah begitu."

Rossweisse tidak menghiraukan ucapan Naruto, ia masih setia memalingkan wajahnya.

"Baiklah... kalau kamu masih ngambek, aku minum duluan ya tehnya."

Ucap Naruto sambil mengambil secangkir teh yang tadi dibawakan Rossweisse.

Rossweisse yang melihat Naruto meminum teh buatanya, menyeringai buas.

"Ini sangat enak Rossweisse, kenapa kau tidak minum tehmu?"

Tanya Naruto kepada Rossweisse karena pacarnya itu tidak ikut minum

"Ahaa~ Suapin kuenya Naruto-kun~"

Uwoo, Naruto merinding mendengar desahan Rossweisse yang menggoda.

Tiba-tiba tubuh Naruto terasa panas, dan ada beberapa bagian tubuhnya yang menegang.

Peluh menetes membasahi tubuh Naruto.

"Ugghhh.. Ross... weisse..."

Rossweisse yang melihat Naruto yang tersiksa mengembangkan seringai di wajah cantiknya.

Naruto membungkuk, otot-ototnya menegang menahan sesuatu yang ingin dilepaskan..

Bruukk!

"Apahh! yang kau campurkanhh! dalam tehh! tadi Rossweissehh!"

Ucap Naruto yang kini sudah menindih Rossweisse dengan tubuhnya.

"Ufufufufu~ Kau ingin dipuaskan Naruto-kun~ ?"

Bukannya menjawab pertanyaan Naruto, Rossweisse malah melayangkan pertanyaan sambil menjilati bibir bawahnya.

Dengan cepat Naruto mencium bibir Rossweisse penuh nafsu, kedua tangan Naruto meremas kasar payudara montok Rossweisse.

Keduanya masih terbalut pakaian lengkap, tapi keduanya saling menggerayangi tubuh pasangannya.

"Isshhh~! Aahh~!"

Desah Rossweisse saat Naruto meremas kedua payudaranya dan menciumi leher putihnya. Rossweisse sendiri terus meremas surai pirang Naruto mengekspresikan rasa geli akan rangsangan Naruto.

Karena birahi yang memuncak, Naruto merobek kaos yang Rossweisse pakai.

Naruto melepas bra yang Rissweisse pakai dengan kasar.

Kemudian ia melahap payudara kiri Rossweisse tangan kanannya mengelus kasar bagian kewanitaannya. Tak lupa tangan kiri Naruto ikut meremas payudara kanan Rossweisse.

"Uuuhhhhh~! Naruto-kun~!"

Liang vagina Rossweisse sudah basah dengan rangsangan tangan kiri Naruto.

Naruto menyingsingkan rok selutut Rossweisse sampai perut, Naruto kembali merobek celana dalam Rossweisse yang sudah basah karena cairan pre-cum gadis tersebut.

Bruukkk!

Rossweisse membalikkan keadaan, ia mendorong Naruto hingga pria bersurai pirang itu jatuh terlentang diatas sofa.

Rossweisse membuka paksa celana pendek Naruto, Rossweisse terbelalak melihat ukuran penis Naruto yang diatas rata-rata, Panjang sekitar 15 cm dan lebar 5 cm.

Penis panjang nan gemuk itu berdiri menantang tegak siap memberikan kepuasan bagi Rosswisse.

Perlahan Rossweisse mengocok penis Naruto dengan kedua tangannya.

"Ugghhh! Rossweisse!"

Desah Naruto saat penisnya dikocok oleh Rossweisse.

Rossweisse memberanikan diri mulai memasukkan penis Naruto kedalam mulutnya.

Rosweisse memutar lidahnya pada kepala penis Naruto, kemudian Rossweisse memaju-mundurkan kepalanya sambil menyedot penis Naruto kuat-kuat.

"Aaashhh! Ugghh!"

Desahan Naruto menjadi penyemangat bagi Rossweisse semakin mempercepat kuluman dan sedotan pada penis Naruto.

10 menit dihajar mulut dan tangan Rosswisse, Naruto masih berusaha bertahan agar tak cepat keluar.

Rossweisse sendiri sudah merasa agak lelah karena Naruto tak kunjung mencapai klimaksnya.

Saat Rossweisse akan menghentikan kulumannya, Naruto tiba-tiba memegang kepala Naruto mempercepat blowjob yang Rossweisse berikan.

"Hhmmmpptt! Nammpptt!"

Desah Rossweisse tertahan karena Naruto semakin brutal memaju-mundurkan kepalanya ingin segera mencapai klimaksnya.

"Aakuu! hampir sampaaii! Rossweisse! Uhh~"

Rossweisse hanya bisa pasrah menunggu Naruto mencapai klimaksnya.

Naruto sungguh buas dalam permainan menyenangkan ini.

"Oohhkkk! Hmmpptt!"

"Aakku! Aku sampaaaaii!"

Naruto menghujamkan penisnya dalam-dalam di mulut Rossweisse.

Sungguh pelepasan yang memakan banyak tenaga.

Croot! Croot! Croot!

"Haahh.. Haahh.. Haahh.. Hahh.."

Naruto terengah-engah setelah mencapai klimaksnya pertamanya.

"Maaf Haah.. Haah.. Rossweisse.. Hahh.."

Ucap Naruto merasa bersalah karena telah kasar terhadap Rossweisse

"Mouu~ Kau lama sekali Naruto-kun!"

Ucap Rossweisse merajuk manja setelah menelan habis sperma yang Naruto keluarkan tadi.

Ruang tengah yang tadinya digunakan untuk kencan romantis kini beralih fungsi menjadi tempat pelepasan birahi pasangan ini.

Setelah berhasil mengatur nafas yang ngos-ngosan Naruto melepaskan semua pakaiannya, begitu juga dengan Rossweisse.

Kini keduanya sudah telanjang bulat tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh.

"Kau salah membangkitkan Naruto junior Rossweisse."

"Saatnya kau mendesah Hime~"

"KYYAAAAAA!!!"

Jerit Rossweisse menjadi awal penderitaan yang nikmat bagi Rossweisse.

Naruto langsung melucuti pakaian Rossweisse dan menyisakan pakaian dalam nya.

Naruto kemudian melepas pengait yang ada di bagian belakang bra Rossweisse.

Setelah itu, Naruto segera meremas kedua payudara milik Rossweisse sambil sesekali memainkan ujungnya.

"Akkkhhh~! Narutooohhh~! Khhuuunn~!"

Dengan tangan kirinya, Naruto memelorotkan celana dalam Rossweisse sampai bagian selangkangannya terbuka. Setelah itu, Naruto menusuk-nusuk lubang kewanitaan Rosseeisse dengan jari telunjuk dan jari tengah kirinya.

Sementara tangan kanannya masih asyik meremas-remas payudara sebelah kanan Rossweisse.

"Aaahhh~! Daaammeeh~! Naruto-Khhhuunn~!"

Desah Rossweisse.

Naruto terus memberi rangsangan pada tubuh Rossweisse.

Tubuh Rossweisse pun menggeliat seperti cacing kepanasan karena rangsangan yang diberikan oleh Naruto.

Beberapa saat kemudian, Rossweisse merasakan bahwa dia sudah hampir mencapai klimaks.

"Naruto-kuuunnh~! Akuuuh~! keluuaaar~! Kyyyaahh~!"

Desah Rossweisse.

Croot! Croot! Croot!

Cairan putih bening menyembur dari dalam vagina Rossweisse dalam jumlah banyak.

Tubuh Rossweisse pun langsung lemas karenanya.

Naruto mengeluarkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya dari liang vagina Rossweisse

Kemudian, dia jilati sisa-sia cairan orgasme Rossweisse yang ada di kedua jari tangan kirinya itu.

Bugh!

Tiba-tiba Rossweisse mendorong tubuh Naruto lagi, sampai Naruto terlentang disofa lagi.

"Biarkan aku menikmati ini."

Ucap Rossewise lalu berdiri mengarah kan penis Naruto pada vagina nya.

"Kau sudah sangat basah rupa nya, Rossweisse."

Ucap Naruto yang merasakan vagina Rossewise basah dengan ujung penis nya.

"Aku mulai ya Naruto-kun."

Ucap Rossewise lalu mulai memasukan penis Naruto kedalam vagina nya

Secara perlahan penis Naruto mulai masuk tapi belum menembus selaput dara Rossewise.

"Walaupun belum masuk sepenuh nya ini sudah terasa sangat nikmat."

Ucap Naruto.

"Aaaaahhhhh~~~!"

Pekik Rossewise saat penis Naruto sudah masuk seutuhnya.

Naruto yang melihat Rossewise yang memajukan kepala nya pun juga ikut mendudukan sedikit badan nya lalu bibir mereka pun bertemu sesaat.

"Nikmatilah ciumanku."

Ucap Rossewise lalu menarik dagu Naruto untuk memperdalam ciuman mereka.

"Mmmhhhh!"

Mereka saling mendominasi permainan lidah itu dengan sangat lama, hingga Rossewise tak dapat mengiringi permainan Naruto dan membiar kan lidah Naruto mengobrak-abrik mulutnya.

Sekitar sepuluh menit menikmati ciuman panas mereka, akhir nya mereka menyudahi nya karena kurang nya pasokan oksigen diantara mereka, benang saliva pun tercipta menghubungi bibir mereka.

Naruto langsung menyibakan rambut panjang putih Rossewise dan menjilati leher jenjang nya, tak lupa kedua tangan nya ia gunakan untuk meremas kedua payudara Rossewise yang cukup beser itu.

"Aaahhh~! Aaahhh~!"

Rossewise yang tidak mau dipermainkan oleh Naruto mendorong tubuh Naruto untuk talentang kembali.

"Kalau begitu aku akan bergerak sekarang!"

Ucap Rossewise yang dibalas anggukan oleh Naruto.

Rossewise menggerakan pinggul nya turun naik secara perlahan. Naruto hanya membiar kan Rossewise mengambil alih permainan pertama meraka.

"Aahhh~! Aahh~! Daammehh~! Bagaimanaahh~! rasanya vaaginaahh~! kuhh~! Aahhh~! Aahh~!"

Desah dan Tanya Rossewise.

"Uuggh! Rasanyaahh! hangat dan nikmat didalam aakkhh!"

Ungkap Naruto.

"Aaahh~! Aahhh~! Penismuuuhh~! rasa nya juga sangat nikmatthh~! ahh~! Aahhh~! Kimocchiiihh~!"

Desah Rossewise panjang.

"Akuuuhh~! akan gilaaahh~! gara-garaah~! Penisshh~! Iniihh~! Aahhh~! Aaahhh~!"

Naruto lalu meremas payudara Rossewise yang terayun-ayun akibat goyangan nya.

"Aahhh~! Aaahh~! sensasi pelebaran Ahhh~! vaginakuuuhh~! oleh penismuuuhh~! benar-benar nikmathhh~! Ahhh~! Daameehh~!"

Desah Rossewise.

Naruto lalu merendah kan tubuh Rossewise dan menghisap payudara kiri Rossewise.

Rossewise menambah kecebatan goyangan nya saat vagina nya terasa bergetar ingin memuntah kan sesuatu.

Croot! Croot! Croot!

"Aaahh~! Akhhuu~! Keluar~! Sangaahht~! Banyyaak~!"

Teriak Rossewise sambil mendongak.

Rossewise langsung ambruk dan merebah kan tubuh nya di badan Naruto.

"Kamuhh~! masih belum keluaahhr~! Narutooh~! Khuun~!"

Ucap Rossewise lalu mendudukan tubuh nya kembali.

Ia melepas kan pengait bra nya dan melempar kan ke sembarang arah.

"Penismuuh~! sangat hebat Narutohh~! Khhun~!"

Ucap Rossewise sambil menggoyang kan kembali pinggulnya.

"Tapi sayangnya aku tidak akan membiar kan kamu bergerak sesuka kamu!"

Ucap Naruto lalu memegang pantat Rossewise dan menggerakan penis nya yang masih tertancap didalam vagina Rossewise, Naruto juga menghentak-hentak an pantat Rossewise seirama dengan gerakan nya.

"Kyyaahh~! Aahhh~! Aaahhh~! Aaaahhh~!"

Desah Rossewise dengan sedikit berteriak.

Naruto mempercepat gerakan nya dengan sangat cepat sehingga menghasil kan suara mesum yang sangat kuat.

Plak! Plak! Plak!

"Ahhh~! Aaahhh~! Aahh~! Aaahhh~! Sekssshh~! seperti iniiihh~! membuatkuuuhh~! gilaaaahh~! Aahhh~!"

Teriak Rossewise

"Aaahh~! Daaammmeh~! Kimocchiihh~!"

Rossewise lalu meremas buah zakar Naruto dan berucap.

"Akuuuhh~! ingin sperma mu disimpan dalam rahimkuuuhh~! Narutohh~! kunhh~!"

Naruto lalu mempercepat gerakan nya saat penis nya sudah ingin menyembur kan mani nya, lalu ia mencabut penis nya dan menyembur kan sperma milik nya pada tubuh mulus Rossewise.

Croot! Croot! Croot!

Sperma Naaruto tumpah pada payudara Rossewise bahkan ada juga yang masuk kedalam mulut nya saat ia berteriak pasca Orgasme kedua nya.

" Kenapa kamuuuhh~! keluaaahhrr~! diluar~!?."

Tanya Rossewise sambil sedikit mendesah.

"Mungkin kita main 2 atau 3 ronde hime."

Rossewise lalu mengambil tumpahan sperma Naruto yang ada pada payudara nya lalu menjilat nya.

Slurp~

Melihat itu sontak kembali membangunkan penis Naruto bahkan lebih besar dari pada yang sebelum nya.

"Mau melakukan nya lagi!?"

Tanya Rossewise.

Naruto kemudian bangkit dari berbaring nya lalu beranjak kebelakang Rossewise, Naruto meremas kedua payudara Rossewise dari belakang.

"Aaahh~! Aaahhh~! Ahhh~! kaammuhh~! meremasnyaaahh~! dengan sangat kuathhh~!"

Kemudian Naruto menarik dagu Rossewise dan mencium nya dengan kuat.

"Mmmmhhhhh! Puah!"

Naruto mendorong tubuh Rossewise sehingga Rossewise menungging memperlihatkan vagina nya yang menetes kan cairan yang kental.

"Luar biasa! kau begitu erotis dalam posisi begini!"

Ucap Naruto dan meremas pantat indah Rossewise.

"Akuuh~! maluuhh~! kalau kau terus memandangkuuuh~! seperti ituuuhh~!. Cepat lah aduukhh~! vaginaku segaraaahh~!"

Ucap Rossewise dan desah.

Naruto memposisikan penisnya pada vagina Rossewise lalu mengesek-gesekan penis nya dengan lembut.

Naruto mendorong penis nya dengan kuat sehingga menyentuh rahim Rosseweisse.

"Aaahhh~! Vaginaaaahh~! kuhhh~! sedanghh~! Dihh~! Acak-acakhh~! Aaahh~! Aahh~! Aahhh~!"

Naruto menggerakan pinggul nya dengan kecepantan sedang membuat vagina Rooseweisse memijit penis Naruto yang lebih besar dari sebelum nya.

Plak! Plaak! Plak!

"Aaahhh~! Aaahhh~! aduukhh~! vaginaaahh~! kuuuhhh~! lebih lagiiihh~!

Narutooh~! kunh~! Aaahh~!"

Desah Rosseweisse.

Naruto meremas payudara Rosseweisse yang sedang bergoyang.

Sekitar lima menit dalam posisi itu Naruto menarik kedua tangan Rosseweisse sehingga tubuh wanita muda itu melengkung.

Naruto terus saja menggenjot vagina Rosseweisse dengan irama teratur, tapi perlahan kecepatan goyangan itu makin liar dan membuat Rosseweise mendesah sambil mendongak.

"Ahhhh~! Aaahhh~! Aahhh~! Aahh~! hebat iniiihh~! sangat nikmathh~! Kyaaaahh~!"

Desah Rosseweisse panjang.

Plak! Plak! Plak!

Naruto melepas kan pegangan nya pada tangan Rosseweisse sehingga tubuh wanita itu jatuh kelantai, Naruto juga ikut menghimpit Rosseweisse dan menarik tubuh Rosseweisse menyamping.

Di posisi menyamping itu Naruto masih saja menggenjot Rosseweisse dengan cepat.

"Aaaahhh~! Aahhh~! Posisi ini sangat memalukan."

Naruto lalu menelentang kan tubuh Rosseweisse dan menambah kecepatan menggenjot vagina Rosseweisse.

" Nikmathhh~! lebih kuat lagi, Narutohh~! kunhh~! Aaahhh~! Aahh~! Ahhh~!"

Naruto menghisap payudara kanan Rossewise dan menarik puting kiri wanita dibawah nya tersebut.

Naruto terus menambah kecepatan nya kembali saat ia merasakan ia akan keluar.

Plak! Plak! Plak!

"Aaahh~! Aaahhh~! Aahhh~! Nikmathh gerak lebihh~! mmmmmhhh~!."

Naruto mencium bibir Rossewise dengan penuh nafsu.

"mmmmhhh~! Slurp~! Slurp~! Aaahh~! Aahhh~! Kyaahh~!"

Croot! Croot! Croot!

Teriak Rossewise saat ia orgasme kembali.

"Ber-hentihh~! laahh~! duluhh~! akuhh baruuh sajahh~! Ahhh~! Aahhh~! Aaahhh~!"

Desah Rosseweisse panjang.

Plak! Plak! Plak! Plak! Plak!

Kedua kaki Rossewise di lingkar kan nya pada pinggang Naruto dan ia menggigit bahu Naruto sampai berdarah untuk meredam desahan nya.

"Aaahhhh~! Aaahhh~! Aahkkuuu~! Inghhiin~! Keluaaarr~!"

teriak Rosseweisse.

"Aku juga, Rossweissehh!"

Croot! Croot! Croot!

Sperma Naruto langsung memenuhi rahim Rosseweisse, Naruto lalu merebahkan tubuh nya disamping Rosseweisse yang pingsan, kali ini ia keluar lebih sepuluh kali dalam sehari ini.

"EEEHHH???!!!"

Naruto terkejut saat mendengar orang teriak, Naeuto melihat pintu diujung puntu masuk ruang tengah.

Naruto bertambah terkejut ternyata, yang meneriakinya tadi adalah Grayfia, dengan belanjannya yang berantakan, karena kedua tangannya menutup mulutnya.

Obat perangsang yang dicampurkan teh oleh Rossweisse, masih berefek oleh Naruto.

Naruto yang entah kenapa melihat penampilan Grayfia, membuat penisnya yang tadinya layu sekarang tegak lagi.

Karena Garyfia yang bisa menggerai rambutnya, dan mengepang kanan kiri rambutnya, sekarang ia hanya menguncir rambutnya poni tail, baju tanpa lengan berwarna pink yang sedikit longgar memperlihatkan belahan dadanya, dan ia memakai hot pants.

Grayfia lansung pergi dari situ dengan berlari, Naruto yang masih telanjang, tidak memperdulikan keadaanya, dia malah mengejar Grayfia.

Grayfia yang sedikit lagi menuju pintu keluar, Namun Naruto sudah memeluknya dari belakang.

"Na-na-naruto-kun?! A-a-apa ya-yang mau ka-kau la-lakukan?!"

Ujar Grayfia gugup karena ketakutan.

"Uggh! Maafkan aku Grayfiaah! Akhuu tidak tahan laghi!"

Naruto langsung melancarkan aksinya, yaitu menjilati telinga kanan Grayfia.

"Hentih... kan... Naruto-kun."

Grayfia mencoba untuk tidak mendesah dengan cara menggigit bibir bagian bawahnya.

Naruto sama sekali tidak mengindahkan ucapan Grayfia dan terlihat masih asyik menjilati telinga dan leher Grayfia.

Naruto kemudian melepaskan pelukannya dan memindahkan kedua tangannya ke dua gunung kembar milik Grayfia.

Diremasnya dua gunung kembar tersebut dengan lembut.

"Ahhh~Hentikan, Narutooohhh-khhuunhhh~"

Akhirnya Grayfia tidak mampu lagi menahan desahan keluar dari mulutnya.

Naruto yang sudah tak tahan lagi segera menggesek-gesekkan selangkangannya ke pantat Grayfia.

Setelah itu, Naruto merebahkan tubuhnya di atas lantai dan kemudian mencium bibirnya dengan lembut.

Sedaangkan Grayfia sendiri mulai memberontak.

Dengan tenaga yang dimilikinya, dia berusaha untuk menjauhkan Naruto dari tubuhnya.

Tapi, apa daya, tenaga Naruto lebih besar dari tenaga yang dimilikinya.

Grayfia pun hanya bisa pasrah dengan perlakuan Naruto ini.

Setelah menciumi bibir seksi Grayfia cukup lama, Naruto segera menghentikan kegiatannya itu.

Kemudian dia mencoba untuk melepas pakaian Grayfia.

"Naruto-kun! hentikan!"

seru Grayfia saat kedua tangan Naruto tengah mencoba untuk melepas pakaiannya.

Dengan sekuat tenaga, Grayfia berusaha untuk mendorong tubuh Naruto.

Berhasil ! Tubuh Naruto berhasil terdorong ke belakang.

Melihat hal itu, Grayfia pun berusaha untuk melarikan diri. Tapi, dengan sigap, Naruto berhasil menangkap tubuhnya kembali dan mendudukinya.

Setelah berhasil meringkus Grayfia, Naruto pun segera melepas pakaian hot yang dipakai oleh Grayfia sehingga dia kini hanya memakai bra dan celana dalam berwarna pink.

Naruto kemudian melepas pengait yang ada di bagian belakang bra Grayfia.

Setelah itu, Naruto segera meremas kedua payudara milik Grayfia sambil sesekali memainkan ujungnya.

"Akkkhhh~! Narutooohhh~! Khuunnnhhh~!"

Dengan tangan kirinya, Naruto memelorotkan celana dalam Grayfia sampai bagian selangkangannya terbuka. Setelah itu, Naruto menusuk-nusuk lubang kewanitaan Grayfia dengan jari telunjuk dan jari tengah kirinya.

Sementara tangan kanannya masih asyik meremas-remas payudara sebelah kanan Grayfia.

"Hentikanhh~! Naruto-khhuunnhh~!"

desah Grayfia.

Naruto terus memberi rangsangan pada tubuh Grayfia.

Tubuh Grayfia pun menggeliat seperti cacing kepanasan karena rangsangan yang diberikan oleh Naruto.

Beberapa saat kemudian, Grayfia merasakan bahwa dia sudah hampir mencapai klimaks.

"Naruto-khhuunnh~! Akuuuh~! keluuaaar~!"

Desah Grayfia.

Cairan putih bening menyembur dari dalam vagina Grayfia dalam jumlah banyak.

Tubuh Grayfia pun langsung lemas karenanya.

Naruto mengeluarkan jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya dari liang vagina Grayfia.

Kemudian, dia jilati sisa-sia cairan orgasme Grayfia yang ada di kedua jari tangan kirinya itu.

Setelah itu, dibawanya tubuh Grayfia keruang tengah yang terdapat Rossweisse yang sedang pingsan.

Kemudian direbahkannya tubuh tersebut diatas sofa yang ada di sana.

Naruto segera menindih tubuh Grayfia yang masih lemas.

Grayfia pun terkejut karenanya.

Naruto mengangkangkan kedua kaki Grayfia hingga berbentuk seperti huruf V terbalik.

Grayfia yang tahu apa yang akan Naruto lakukan padanya pun segera memberontak dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya.

Tapi, hasilnya nihil.

Grayfia pun akhirnya pasrah dengan nasibnya.

Sementara itu, Naruto yang melihat raut wajah pasrah Grayfia segera menyeringai lebar.

Dia kemudian menempelkan penisnya yang besar ke vagina Grayfia.

Digosok-gosokkannya penis tersebut dengan vagina Grayfia.

Grayfia pun mendesah kecil karena perlakuan Naruto.

Setelah puas menggosok-gosokkan penisnya ke vagina Grayfia, Naruto mencoba untuk memasukkan penisnya ke dalam vagina Grayfia.

Awalnya Naruto tampak kesulitan memasukkan penisnya ke dalam vagina Grayfia, namun akhirnya dia dapat melakukannya.

Kedua mata Naruto nanar berkunang-kunang merasakan kenikmatan yang sangat sukar untuk dijelaskan saat penisnya berhasil memasuki vagina Grayfia.

Perlahan-lahan dia dorong penisnya sehingga penisnya dapat memasuki vagina Grayfia sedikit demi sedikit, sampai terhalang oleh selaput darah Grayfia, dan dengan sekali hentakan, selaput darah Grayfia robek.

"AAAAAGGGKKKKAAAHHHH NARUUUUUTOOO-KHHUUUNN!!! Sa-sakit-sakit sekali Naruto! Kuun! Hiks... hiks... hiks..."

Perlahan-lahan, Naruto memaju-mundurkan pantatnya untuk memompa vagina Grayfia, sementara kedua tangannya meremas-remas kedua payudara Grayfia dengan lembut dan sesekali memainkan putingnya.

"Ouh~! Ouh~! Naruto-kuuunnhh~!"

Desah Grayfia.

Desahan tersebut keluar dari mulut Grayfia tanpa dia sadari.

Sepertinya dia sedang berjuang untuk tidak menikmati rangsangan yang diberikan oleh Naruto.

Tapi, perlahan-lahan perjuangannya melemah.

Dia sudah tidak mampu untuk menahan rangsangan-rangsangan dari Naruto lagi.

Itu terbukti dengan desahan yang keluar dari dalam mulutnya.

Lama-lama, tempo pompaan Naruto bertambah cepat.

Grayfia mulai kehilangan kontrol atas tubuh dan pikirannya.

Sambil terus memompa vagina Grayfia, Naruto meremas kedua payudara Grayfia untuk menambah rangsangan.

"Aahhh~! Aahh~! Ouh~! Ssstt~! Lebih cepaaatthh~!"

Grayfia semakin mendesah tidak karuan saat Naruto mempercepat penestrasinya.

Perlahan-lahan namun pasti, Grayfia mulai kehilangan kontrol atas tubuh dan pikirannya.

Dia mulai menikmati permainan Naruto.

Grayfia melingkarkan kedua kakinya di pinggul Naruto.

Sesekali kedua kaki Grayfia tersebut mendorong pinggul Naruto untuk memperdalam pompaannya.

Raut wajah Grayfia terlihat seperti orang yang sedang menikmati hubungan keadaan Grayfia yang seperti itu, Naruto tersenyum puas.

Naruto semakin mempercepat pompaannya hingga membuat tubuh Grayfia terhentak-hentak ke atas.

Remasan di kedua payudara Grayfia semakin tidak teratur karena penestrasinya itu.

Beberapa saat kemudian, Naruto merasakan sensasi kebelet pipis.

Begitu juga dengan Grayfia. Rupanya mereka berdua hendak mencapai klimaks.

"Akkhh! Grayfiaaah! Akuuuh! mau keluaaarh~!"

Ucap Naruto sambil mendesah.

"Aku jugaaah~! ssshhh~! Naruto-kuuunh~! Ssshhh~!"

Balas Grayfia.

Grayfia semakin mendesah tak karuan ketika merasakan pompaan penis Naruto semakin cepat.

Tak lama kemudian, keduanya sama-sama mencapai klimaks mereka.

"Grayfiaaaa!"

"Narutooo-kuuun!"

Croot! Croot! Croot!

Grayfia bisa merasakan sperma Naruto mengalir memenuhi rahimnya.

Naruto langsung terjatuh terduduk diatas karpet, dibawah sofa.

Grayfia yang masih mengatur nafasnya, setelah bermain dengan Naruto, ia menoleh kepalanya kesamping untuk melihat Naruto, dan berkata.

"Kenapaahh~ kamuuhh~ melakukan ini Naruto?"

Tanya Grayfia sedikit mendesah.

"Maafkan aku Grayfia, sebenarnya ini salah Rossweisse."

Ujar Naruto yang masih sedikit mendesah.

"Kenapa kau malah menyalahkan adikku?"

"Sebenarnya tadi saat kau pergi, aku meminum teh yang dibuatkan Rossweisse, namun teh itu sudah dicampurkan obat perangsang olehnya, kumohon maafkan aku Grayfia."

Ujar Naruto merapatkan kedua tanganya seperti berdoa.

"Apa jadi kamu dikasih obat prangsang?!"

Tanya Grayfia setengh berteriak, dan Naruto hanya mengangguk saja.

"Ggrrr! Awas saja saat nanti dia bangun."

Ucap Grayfia sambil melirik Rossweisse yang pingsan disis lain sofa.

"E-ehm~ Naruto-kun."

Ujar Grayfia memanggil Naruto, dan yang dipanggil yang tadinya melirik Rossweisse, melirik keGrayfia lagi.

"Apa... kamu tidak mau ronde kedua?"

Tanya Grayfia sambil berpose sexy, yaitu menggigit jarinya dan meremas sebelah kanan oppainya.

Naruto yang mendengar perkataan Grayfia, langsung saja memasang seringaian rubahnya.

"Baiklah kalau begitu Grayfia."

"Aaahhh~!"

Dan permainan panaspun entah berakhir sampai berapa jam.

To Be Continue...