Samurai Maid
Tokoh: Sasaki Naruko,. Sasuke Uchiha
Skill Konsep: [Assassin(Fate Stay Night UBW)]
Chapter 8
Tema: Maid, Super Power, Full Power, Matrial Arts, Samurai, ninja
#Flash_Back
"Em tapi dengan satu syarat" ucap Naruto.
"Apa itu?" tanya Sasuke sambil melepaskan pelukannya dari Naruko.
"Tolong jangan dendam dan marah pada Itachi karena aku tidak ingin kalian saling membunuh" jawab Naruko sambil tersenyum.
"Kenapa kau meminta hal itu? bukankah dia yang menyebabkan mu hampir terbunuh, dan, dan"
"Dan? Dan apa Sasuke-sama?" tanya Naruko.
"Ah sudahlah, pokoknya kenapa kau tidak ingin aku menghajar kakak berengsek itu?!" tanya Sasuke sambil menatap ke arah lain.
"Karena kalian bersaudara, aku tidak ingin kau membunuhnya, karena ia sebenarnya orang yang baik" jawab Naruko.
Sasuke tidak habis pikir dengan pemikiran Naruko yang satu ini, menurutnya aneh, bagaimana bisa orang yang telah melukaimu dianggap baik.
"Naruko-chan, ini katanamu kan?" tanya Mikoto dari dalam kamar.
"Ah, maaf, Sasuke-sama Fugaku-sama ayo masuk" ucap Naruko sambil tersenyum lalu ia masuk untuk mengambil katananya kembali.
#Start Story
Sasuke dan Fugaku pun akhirnya masuk kedalam rumah, setelah Naruko masuk.
Naruko pun mengambil kembali katana miliknya yang ditemukan oleh Mikoto.
"Arigato Mikoto-sama" ucap Naruko.
"Doitashimashita Naruko-chan" jawab Mikoto sambil tersenyum manis pada maid mereka yang berambut biru ini.
"Ah Saske-kun sudah pulang dari latihan yah?" tanya Mikoto, Sasuke pun mengangguk dalam jawabannya.
"Yah latihan yang keras sekali" ucap Sasuke.
"Hm yah bahkan sakin kerasnya Sasuke sampai pingsan berkali kali" tambah Fugaku.
Sasuke langsung menatap ayahnya dengan perempatan didahinya, Naruko tersenyum melihat tingkah ayah dan anak yang satu ini, yah meski ia gagal namun setidaknya ada sedikit perubahan, ia memang tidak bisa menyelamatkan seluruh Uchiha namun setidaknya ayah dan ibunya Sasuke masih hidup, lalu Naruko pun pergi kedapur.
#Di_dapur_kemudian
"Sesudah latihan keras, Sasuke-sama dan Fugaku-sama pasti lapar dan lelah, jadi aku harus memberikan hidangan special untuk mereka" ucap Naruko, ia sudah menyimpan katana nya dan menyarungkannya kembali lalu meletakannya di pinggang.
Naruko dengan senyuman kebahagiaan dan juga rasa syukur ia memasak di dapur dengan sangat telaten, ia membuatkan sup dengan rempah rempah yang khas, maka lagi lagi bau masakan Naruko tercium dengan aroma yang sangat sedap, mengundang siapa saja yang menciumnya untuk mencicipi masakan Naruko.
#Di_ruang_tamu
Sasuke dan Fugaku yang tadinya asik bertengkar malah tenang dan menghela nafas ketika mencium aroma masakan Naruko.
"Haaaah, aku rindu aroma masakan ini, Naruko-chan pasti ada didapur" ucap Fugaku sambil tersenyum.
"Ah, selama ada Naruko disini, kita benar benar merasakan begitu berartinya keberadaannya disini, ia begitu megisi hati kita hingga kalau dia tidak ada kita jadi kesepian" ucap Mikoto sambil tersenyum menatap ke arah dapur yang meropakan sumber aroma lejat tersebut.
Sasuke nampak tersenyum mendengar ucapan dari kedua orang tuanya, jujur ia juga sependapat akan hal itu.
"Mah dari pada kita terus bicara disini bagaimana kalau kita menunggu diruang makan" saran Sasuke sambil tersenyum pada kedua orang tuanya.
"Ah benar juga, oh iya Sasuke, bagaimana pelatihanmu, apa berjalan dengan baik?" tanya sang ibu sambil berjalan menuju ruang makan.
"Berjalan baik, aku bahkan sudah menguasai 10 jutsu elemen api, dan beberapa teknik Taijutsu andalan ayah, berserta cara menggunakan mata ini" ucap Sasuke yang memperlihatkan Sharinggan, milikinya yang tiba tiba sudah mencapai tiga Tomoe.
"Aku yakin Naruko melarangmu untuk membunuh Itachi bukan" ucap Mikoto sambil tersenyum ke arah anaknya Sasuke.
Sasuke mengangguk, namun Sasuke tidak mengetahui alasannya kenapa Naruko melarangnya, demi tuhan ia tidak bisa mengerti jalan pikir pembantunya.
"Sasuke, ketahuilah, bahwa Naruko itu adalah orang yang berhati lembut, ibu tau kalau ia sama sekali tidak ada niat untuk membunuh kakakmu, pada saat ia bertarung, dalam penglihatan ibu, Itachi memiliki banyak celah dalam pertarungannya, namun Naruko tidak menyerangnya, padahal dengan kecepatan yang Naruko miliki ibu yakin Itachi, kakakmu tidak akan bisa menang melawannya" ucap sang ibu memberitahu Sasuke prihal pertarungan Naruko malam itu.
{Dooooonnnnng} secara tiba tiba waktu berhenti.
#Di_dapur_kemudian
Naruko pun bingung melihat api yang menyala tidak bergerak dalam kobarannya.
"Hay Naruko apa kabarmu?" sapa seorang lelaki berambut abu abu dengan jubah hitamnya.
"Gray Emiya, ah aku baik baik saja, seperti yang kau lihat, Gray, aku baik baik saja" jawab Naruko.
"Kau tidak menanyakan kenapa aku datang menemuimu" ucap Gray pada Naruko.
Naruko tersenyum ke arah Gray. "Menurutku aku tidak perlu bertanya padamu Gray, karna kau pasti akan menjelaskan maksud kedatanganmu, meskipun aku tidak bertanya" ucap Naruko sambil tersenyum dan memberikan air putih pada Gray sebagai seorang tamu ia berhak melayani Gray, apalagi Gray adalah orang yang memberikan ia kesempatan untuk memperbaiki sikap Sasuke. "Ini minumlah Gray" ucap Naruko sambil memberikan cangkir berisikan air putih, sementara ia mengangkat panci yang berisikan sup specialnya dan menuangkan beberapa ke mangkok kuahnya, yah karena waktu berhenti jadi susah, Naruko terpaksa menuangkannya menggunakan sendok kuah yang dia rahkan langsung ke mangkoknya.
"Haaah" Gray menghela nafas dan menjalanka waktu kembali tapi hanya untuk ruangan dapur.
"Arigato Gray-san" ucap Naruko.
"Sama sama" {gleg gleg} "Ah" Gray meminum air putih tersebut
"Jadi apa tujuanmu datang kemari, tidak mungkin kau datang hanya untuk menyapaku bukan?" tanya Naruko.
"Hm bagaimana kalau kita ngobrol dulu membicarakan beberapahal sebelum aku memberitahukan tujuanku, itung itung untuk mengurangi rasa rinduku pada adiku" jawab Gray pada Naruko.
"Itu boleh boleh saja" jawab Naruko sambil mematikan api kompor yang menyala.
"Jadi pertama tama, aku harus memanggilmu apa, Naruto atau Naruko?" tanya Gray.
"Panggil saja aku sesukamu" jawab Naruko sambil tersenyum.
Gray pun ikut tersenyum, 'Kau benar benar hampir mendekati adiku, padahal aku hanya menaruhmu di boneka kesayangan adiku, tapi kau bisa memiliki sifat yang sama dengan adiku sebenarnya apa yang terjadi' batin Gray ia benar benar bisa melepas rasa rindunya pada Naruko adik kandungnya, yah salah satu alasan kenapa ia ingin Naruto memakai nama Naruko adalah karena Naruko adalah adiknya, dan soal klannya, itu karena ia penggemar Sasaki Kojirou.
"Naruko-chan boleh ku panggil begitu?" tanya .Gray
"Kheh, kau ini kenapa Gray, harusnya kau yang lebih tau kalau sekarang aku jadi wanita gara gara kau, jadi jangan pernah panggil aku dengan embel embel chan atau pedang ini akan memotong lehermu"sahut Naruko dengan wajah horornya dan mata yang memercing tajam.
"Eeeh, katanya aku boleh memanggilmu dengan sebutan apapun" ucap gugup Gray ketika ia melihat Naruko mengancamnya dalam hatinya membatin, 'Terkutuk kau semua wanita tomboy yang ada didunia'
Naruko pun tersenyum manis ke arah Gray "Aku bercanda bro kau boleh memanggilku Naruko-chan kok" sahut Naruko.
"Huh aku pikir kau akan serius mau membunuku" sahut Gray.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan ?" tanya Naruko.
"Aku ingin tau apa kau punya rencana untuk memiliki keluarga saat sudah besar nanti" jawab Gray.
"Entahlah tapi aku memang ingin memiliki keluarga" jawab Naruko
"Kalau begitu kau akan menikah" tebak Gray.
Dengan malu malu Naruko mengangguk.
"Baguslah, kau sudah begitu mirip perempuan Naruko-chan, aku bangga padamu yang sudah terbiasa dengan tubuhmu yang sekarang, baiklah kalau begitu dengan siapa kau ingin menikah, katakan pada kakak" ucap Gray pada Naruko sambil tersenyum manis.
"Su sudahlah Gray-san, lagian tubuhku ini perempuan, jadi aneh jadinya kalau aku sampai jatuh cinta pada perempuan" jawab Naruko sambil tersenyum pada Gray.
"Em apa kau mau memanggilku dengan sebutan Onichan sekali saja" ucap Gray pada Naruko.
Naruko mengangguk ia tau Gray itu begitu merindukan adiknya, dan satu satunya benda yang bisa mengingatkannya dengan adiknya adalah tubuh boneka wanita yang ia diami.
"Onichan" jawab Naruko sambil tersenyum malu malu ala ala tsundere.
"Bagus, trimakasih Naruko-chan, kau benar benar mirip adiku, mah sudahlah, eh kalau boleh tau apa kau sudah punya orang yang kau sukai disini?" tanya Gray pada Naruko.
Naruko nampak berpikir ia mencoba mengingat ia pernah dekat dengan siapa saja di dunia ini.
"Hm entahlah, aku belum memutuskannya, tapi kalau bisa aku ingin bisa menikah dengan Gaara atau Neji, tapi yang namanya keinginan belum tentu terwujud bukan" ucap Naruko.
"Naruko, kalau sudah menikah berapa anak yang kau inginkan?" tanya Gray.
Naruko sedikit terkejut mendengar pertanyaan Gray yang satu ini, menurutnya terlalu menjurus ke sesuatu yang sensitif baginya, entahlah, ia juga tidak tau ingin punya berapa anak.
"Heh apa bisa tubuh boneka ini memiliki seorang anak Gray-san?" tanya Naruko.
"Tentu saja bisa, aku telah merubah isi dan semuanya kecuali penampilan dari boneka ini menjadi mirip manusia, mulai dari jantung hati, rahim dan seluruh organ tubuh manusia lainnya terdapat diboneka ini, tubuh silikon atau karetnya, kurubah menjadi daging dan kulit, kau juga punya tulang belulang layaknya manusia" jawab Gray lagi.
"Kalau begitu, yah aku rasa aku inginpunya dua anak, kalau bisa lagi laki laki dan perempuan" jawab Naruko sambil tersenyum sebisa mungkin.
"Kenapa wajahmu menunjukan sesuatu yang mengatakan semua hal yang kau harapkan itu mustahil terjadi?" tanya Gray pada Naruko.
Naruko menatap keluar jendela dapur lalu menatap pemandangan langit yang telah berhenti bergerak.
"Jujur saja sewaktu pertama kali sadar, aku sempat mendengar ucapan para perawat yang bertugas menjagaku, bahwa rahimku telah dicabut dengan alasan, racun tantou yang menembus perutku telah merusak banyak bagian dari rahimku hingga tidak bisa diobati lagi, jika tidak dicabut maka akan membusuk dan berakibat buruk padaku" jawab Naruko pada Gray yang menatapnya dengan mata melotot, ia tidak menyangka akan separah itu luka Naruko.
"Naruko-chan kau tidak bercandakan?" tanya Gray sambil memegang kedua bahu Naruko.
Naruko hanya mengangguk dalam menjawab pertanyaan Gray, lalu menatap kearah samping, aku yakin Fugaku dan Mikoto-sama tidak akan membicarakan ini karena mereka tidak ingin aku bersedih, namun apa boleh buat aku sudah tau ketika aku sadar" jawab Naruko.
Tanpa sadar wajah Gray basah karena diguyuri air mata.
"Naruko-chan, kenapa kau sampai sebegitunya? kenapa kau tidak menyerah saja?" tanya Gray pada Naruko, karena tujuannya adalah ingin menciptakan kebahagiaan untuk Naruto eh malah menciptakan penderitaan baru.
Naruko tersenyum manis ke arah Gray dan mengelus pelan rambut Gray, Gray menatap Naruko dengan wajah yang basah dan mata merah karena menangis, tanpa suara.
"Aku yakin jalan yang kuambil dan pengorbanan yang aku lakukan tidak akan berakhir sia sia, aku tidak akan menyerah karena menyerah tidak ada dalam kamusku" jawab Naruko dengan senyum manisnya.
Gray pun tersenyum melihat semangat boneka adiknya yang berisikan jiwa pahlawan dunia Shinobi yang bernama Uzumaki Naruto.
"Naruko-chan bagaimana kalau aku mengembalikan rahimu apa kau mau?" tanya Gray.
"Apa hal itu bisa dilakukan Gray?" tanya Naruko.
"Tentu saja bisa, menurutmu apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh Gray Emiya ini hm" ucap Gray sambil tersenyum ke arah Naruko.
"Kalau begitu lakukanlah" ucap Naruko.
Gray pun menyentuh kepala Naruko lalu menyentuh pertunya dan lingkaran aneh pun muncul.
"Trace On" rapal Gray dan setelah itu dalam penglihatan sinar x, potongan rahim Naruko tiba tiba beregenerasi tumbuh kembali dan terciptalah rahim baru, Gray pun tersenyum.
"Sudah selesai?" tanya Naruko ketika melihat lingkaran sihir itu menghilang.
"Iya sudah" jawab Gray lalu {Cup} Gray pun mengecup kening Naruko, Naruko kaget dan wajahnya merona merah.
"Sekarang aku hanya akan mengatakan tujuanku kemari" gumam Gray sambil menatap Naruko yang kelihatannya kaget dan agak gimana gitu.
"A em, Gray-san tolong jangan menciumku tanpa permisi seperti ini, jika kau mengulanginya lagi, tinjuku ini akan menghantam wajah mesummu" jawab Naruko dengan amarah di akhir nadanya.
Gray pun kaget dan terlihat keringat sebesar biji jagung di dahinya.
"O oke, tak akan aku ulangi, hm, oh iya aku memberikanmu kabar baik Naruko" ucap Gray sambil tersenyum manis.
"Hah kabar baik, apa itu?" tanya Naruko.
"4 hari lagi, Arthuria dan Kojirou akan datang menemuimu dan mereka akan menjadi orang tuamu di dunia ini, aku telah membuat tubu untuk mereka didunia ini, jadi langkah berikutnya aku tinggal meminta ijin pada dewa kematian dan kehidupan untuk membawa roh mereka " jawab Gray pada Naruko.
"Trimakasih Gray, kau begitu perhatian padaku" ucap Naruko.
"Heh sudah sewajarnya bukan seorang kakak perhatian pada adik tercintanya" jawab Gray
Tak lama setelah setelah mengucapkan kalimat itu Gray menghilang.
#waktu_pun_kembali_berjalan
Naruko tersenyum lalu membawa masakannya ke ruang makan dengan senyum manisnya ia melihat Sasuke, Fugaku dan Mikoto tersenyum kearahnya.
"Yo Naruko, apa kau sudah selesai memasak?" tanya Mikoto sambil tersenyum manis.
"Hehehe, sudah kok, nih sup ayam tomatnya udah sampai" ucap Naruko.
"Wah kelihatannya enak sekali" ucap Fugaku dengan nada gembira.
"Em itu benar"ungkap Sasuke dengan nada cool.
"Kalau begitu silahkan dimakan yah Sasuke-sama, Fugaku-sama, Mikoto-sama" jawab Naruko
"Itadakimasu" ucap mereka sekeluarga dan akhirnya mereka dengan semangat makan masakan Naruko.
Sementara Naruko kembali ke dapur untuk makan, yah sementara keluarga Uchiha yang dilayaninya makan enak, ia memilih makan Onigiri sendiri di dapur.
Sasuke yang sadar kalau Naruko sudah tidak ada di ruang makan, langsung mengambil piringnya yang berisi beberapa nasi dan juga kuah sup.
"Okasama aku pergi kedapur sebentar" ucap Sasuke pamit.
"Silahkan" jawab Mikoto pada anaknya sambil tersenyum
#Bersambung
