Ini lanjutan dari chapter sebelumnya ^^
Selamat membaca nyan ~
.
.
.
.
"Karena kau apa?" tanya ku
"Karena aku ada—"
"Wah wah wah kalian bersantai di saat teman-teman kalian bertaruh nyawa" ucap seseorang
"Siapa itu!" kata ku
"Len..di sana" Rin menunjuk ke atas sebuah pohon
Aku melihat seorang gadis dan seorang pria. Aku rasa mereka adalah orang yang telah menggantikan posisi Rei dan Rui.
"Defender…" Rin memanggil pedang nya
"Divine Knight! Uhh…menakutkan" ucap gadis yang bernama Teto itu
"Excalibur…" aku juga memanggil pedang ku
"Mm…kau Divine Knight juga?" tanya pria yang bernama Ted, aku tidak menjawab
"Dua lawan dua? Mm..siapa yang akan kalah ya?" kata Teto
"Tentu saja mereka hahaha" Ted tertawa puas
Apa-apaan mereka berdua ini? Apa mereka pikir mereka bisa mengalahkan kami dengan mudah? Akan ku tunjukan siapa yang lemah!
"Jangan terpancing perkataan mereka Len…" bisik Rin
"Iya…"
"Jadi…kita mulai saja" kata Ted dengan penuh percaya diri
"Ramuh" Ted mulai menggunakan sihir nya
"Shiva" Teto mengikuti Ted
Ternyata mereka berdua juga seorang summoner seperti Rei dan Rui. Hanya saja sihir mereka terasa lebih berbeda dari Rei dan Rui.
"Hanya begitu saja?" kata Rin
"Holy Explosion" Rin menggunakan jurus nya
Kedua makhluk asing itu pun berhasil di kalahkan Rin dengan mudah.
"Wow, ternyata kekuatan mu cukup hebat juga" kata Ted, Teto bertepuk tangan
"Bagaimana kalau yang ini?" Teto menantang
"Golem"
Lalu muncul lah sebuah monster batu berukuran raksasa di hadapan ku dan juga Rin. Tapi kami tidak terkejut sama sekali karena kami yakin pasti bisa mengalahkannya dengan mudah.
"Crush Punch" aku mencoba menyerang batu itu
"A-apa!" Rin terkejut
"Ada apa?" tanya ku, Rin menunjuk ke arah batu itu
Aku terkejut ketika melihat batu itu sama sekali tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Bahkan retak pun tidak. Sial! Dia bukan monster biasa!
"Tidak bisa menghancurkannya ya?" kata Teto dengan nada meledek
"Percuma saja, ini adalah kombinasi sihir ku dan juga sihirnya Teto. Kalian tidak akan sanggup untuk menghancurkannya" kata Ted yang duduk di bahu batu raksasa itu.
Tiba-tiba Rin menarik baju ku.
"Ayo lakukan serangan kombinasi" bisik Rin
"Bagaimana cara nya?" tanya ku
Kemudian Rin berkata jika aku harus menggunakan jurus Lightning Stab lalu Rin akan menyerang Ted dengan jurus Split Punch. Jujur saja, aku baru pertama kali mendengar jurus-jurus itu. Aku sendiri belum tau bentuknya akan seperti apa.
"Dalam hitungan ke tiga, mengerti?" bisik Rin, aku menganggukan kepala
"Baiklah…Satu…Dua…Tiga!"
"Lightining Stab"
Lalu muncul sebuah pedang raksasa dari bawah tanah yang mampu menggetarkan monster itu.
"Split Punch" Rin menyerang Ted
"S-sial!" kata Ted yang langsung mundur ke belakang
"B-berhasil!" kata ku, Rin tersenyum
"Ted! Kau tidak apa-apa?" Teto menghampiri Ted
"Fairy" Teto memanggil monster yang mampu menyembuhkan luka Ted dengan cepat
"Apa! Rin! Bagaimana ini?" kata ku
"Lihat saja nanti.." Rin tersenyum dengan cukup menyeramkan
"Kau lihat? Kau tak akan bisa mengalahkan kami" kata Teto
"Satu…" Rin mula menghitung
"Rin?" panggil ku, Rin tidak merespon
"Aku tidak mungkin kalah semudah itu..hahaha" kata Ted
"Dua…" Rin masih menghitung
"Lihat ini baik-baik!" Ted mengangkat tangannya ke atas
"Kyaaa…Ted kau mau memanggil makhluk itu? Aku sudah lama ingin melihatnya!" kata Teto dengan senang
"Tiga…Hmm" Rin tersenyum
"Lil—ugh.."
Brugh..Ted pun jatuh ke tanah. Teto panik dan langsung membalikan tubuh saudaranya tersebut.
"TEEEEED! AAAAAAAA TEEEEEEED!" Teto menangis histeris
"Apa yang terjadi?" tanya ku
"Kau…kau membunuh Ted…aku tidak akan memaafkan mu! Muncul lah Lucifer" Teto mengamuk
Tiba-tiba langit menjadi gelap dan dari sana muncul sesosok makhluk menyerupai manusia dengan sayap berwarna hitam di punggungnya lengkap dengan tombak nya.
"Aku tidak akan memaafkan kalian berdua! Mati! Mati! Mati kalian berdua! " Teto semakin tidak terkendali
"Hell Fire" Lucifer menebakkan api berwarna hitam
Dengan cepat aku dan Rin menghidar dari serangan yang mampu melukai kami secara permanen itu. Tapi tanpa kami sadari, Lucifer terbang dengan cepat dan langsung menyerang lengan kanan Rin.
"Riiiiiiin!" aku segera menangkap tubuh nya yang terlempar
"Kau tidak apa-apa?" tanya ku
"Iya, kau tak perlu khawatir…ugh…" katanya sambil menahan sakit
"Kau yakin?" aku khawatir
"Sudah ku bilang aku ma— Tangan ku!"
Aku langsung melihat ke arah tangan kanan Rin. Dan aku sangat terkejut ketika melihat tangan kanan Rin sudah tidak ada!
"Hahahaha! Bagaimana rasanya kehilangan satu tangan?" Teto tertawa melihat Rin
"Kau…" aku bersiap menyerang
"Apapun yang terkena serangan dari tombak milik Lucifer pasti akan hilang!" ucap nya dengan penuh amarah
"Biar tidak ada tangan kanan, aku masih punya tangan kiri!" kata Rin yang langsung mengambil Defender
Tombak itu berbahaya. Aku harus mengalahkan nya tanpa terkena serangannya. Tapi bagaimana caranya? Lucifer bergerak sangat cepat! Ayo berpikir Len…berpikir!
"Hol— aaaaaahhh" Rin berteriak kesakitan
"Lightining Stab" aku kembali menggunakan jurus itu tapi Lucifer berhasil menghindar
Bagaimana ini…aku tidak tega melihat Rin yang kesakitan disana….Bagaimana pun juga aku harus bisa mengalahkan Lucifer secepat mungkin!
"Lucifer bunuh mereka! Bunuh!" Teto kehilangan akal sehatnya
'Dalam segi kekuatan sih Holy Knight lebih unggul karena dia mampu menguasai Holy Word' tiba-tiba aku teringat perkataan dari SeeU. Holy Word? Kemampuan seperti apa itu? Haruskah aku mencoba menggunakannya sekarang?
"Sakit…hiks…" Rin terus menahan rasa sakit di tangan kanannya
Tidak ada pilihan lain…
"Holy Word" aku nekad menggunakannya
Lalu muncul cahaya dan huruf-huruf yang tidak aku mengerti mengelilingi tubuh ku lalu sebuah cahaya kecil jatuh tepat di tempat Lucifer berdiri, kemudian huruf-huruf yang tadi pun langsung mengelilingi Lucifer sampai akhirnya Lucifer berteriak tidak karuan.
"A-apa itu!" kata Teto
Huruf-huruf itu pun terlihat seperti mengikat tubuh Lucifer sampai akhirnya Lucifer menghilang.
"Lucifeeeeeeer!" teriak Teto saat Lucifer menghilang
Kemudian tangan Rin kembali normal dan rasa sakit nya pun menghilang.
"Ngh..Len.." Rin mendekati ku
"Aku akan melindungi mu.." kata ku yang langsung memeluk Rin dengan erat
"Hm.." Rin balik memeluk ku
"Dia sudah membunuh saudara ku! Dan sekarang kau membunuh monster kebanggaan ku! Aaaaaaa" Teto berlari dan mencoba menyerang ku dengan sebuah pisau
Wush..Aku mengarahkan Excalibur tepat di leher Teto.
"Sekarang kau lihat siapa yang menang…" ucap ku yang langsung menebas leher Teto sampai kepalanya terpisah dari tubuh nya
"Gomen ne…Ted…" ucap Teto di detik-detik kematiannya
Monster batu yang tadi pun ikut hancur seketika.
"Aahh…" aku langsung memalingkan wajah ku dari jasad Teto
"Len…" Rin khawatir dan memeluk ku lebih erat
"Rin…aku…aku…" aku tidak bisa berkata-kata lagi
"Aku mengerti…jangan khawatir…aku akan selalu bersama mu" kata nya
"Rin…ka—"
Tiba-tiba Rin mencium ku dan berkata semuanya akan baik-baik saja. Tapi jujur saja...aku masih merasa takut…aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lakukan…untuk pertama kalinya…aku membunuh seseorang.
Makasih yang udah mau baca sampai sini X'D
Jgn lupa baca lanjutannya yaaa #plak
