Steve Rogers & Natasha Romanoff adalah karakter milik Marvel, dalam setting Marvel Cinematic Universe, tidak ada keuntungan komersial yang didapat dari pembuatan karya ini.


Saat ia masih menjadi trainee di program Red Room, seluruh tokoh-tokoh dengan potensi dan sejarah luar biasa diperkenalkan.

Captain America adalah salah satunya. Di era itu, saat eksistensi Soviet sudah berada di ujung tebing, dia sudah menjadi dongeng. Epitome kejujuran dan patriotisme. Bukan sesuatu yang akan mereka pelajari, kata pelatih, karena kalian tercipta dengan moral yang fleksibel. Tidak rigid dan berpatokan pada putih semata. Bisa jadi orang-orang seperti itu menjadi lawan kalian, katanya.

Namun benak Natasha masih menyimpan pertanyaan, senyata apakah Steve Rogers? Bisa jadi sebagian aksi-aksinya adalah propaganda. Bisa jadi pula dia sebenarnya juga alat negara, alat organisasi, dan itu tak berbeda dengan dirinya. Apakah hatinya memang sebesar itu, sebaik itu, dan bukan hanya topeng belaka?

Hatinya tidak bisa berbohong. Ia benar-benar ingin tahu. Steve adalah konsep yang asing sekaligus mengusik batinnya. Moralitas milik Steve begitu ingin Natasha sentuh. Pernah ia membayangkan memiliki hati dan posisi seperti Steve, dan ia begitu ingin tahu seperti apa rasanya. Seperti apa dunia di mata Steve. Sosok itu tetap berada dalam kisah-kisah masa lalu yang ditengoknya sesekali, dilihatnya untuk membandingkan, untuk membayangkan.

Kabar bahwa Captain America ditemukan dan selama ini hanya tertidur menggelitik Natasha. Ia saat itu sudah berada di organisasi besar yang bisa menjangkau Steve kapan saja, dan tiba-tiba saja dongeng, mitos, dan segala kisah yang membuatnya penasaran itu sudah seujung jari dekatnya dengan dirinya.

Ada orang-orang dalam hidupnya yang pernah berkata, orang-orang hebat akan dipertemukan satu sama lain. Namun Natasha merasa tak sehebat itu untuk disandingkan bersama Steve, untuk hidup dalam sebuah visi yang sama. Namun mau apalagi? Steve memilih untuk menjadi rekannya, menolongnya, lalu menjalani sisa-sisa dari apa yang mereka punya dengannya pula.

Dulu Natasha tak percaya keajaiban. Dulu keajaiban itu adalah dongeng yang bernama Captain America. Epitome kebenaran, sementara dirinya adalah segala sesuatu yang kelabu; epitome pragmatisme.

Keajaiban itu benar-benar nyata, legenda itu hidup. Legenda itu bersamanya. Ia menjadi bagian dari kisah dan sejarah yang tak pernah dibayangkan akan dialaminya. Ia melihat dunia yang berbeda setelah berada di sisi Steve. Ia melihat kejujuran sebening danau tenang yang tak tersentuh manusia, ia melihat kekuatan yang bukan sekadar tentang menghajar musuh. Legenda itu bukan hanya legenda. Tidak ada topeng.

Steve, pada suatu malam, bertanya padanya,

"Kenapa kau memilihku, memilih melarikan diri bersamaku?"

"Karena kau melihat dunia dengan cara yang berbeda dariku." Karena ia tahu, mewujudkan impian masa kecil adalah jawaban yang kekanakan sekali untuk ukuran Natasha Romanoff.

"Aku tidak melihat itu sebagai sebuah alasan yang kuat untuk seorang Natasha."

"Tidak seluruh hal tentangku kuat, Steve."

"Itu menurutmu."

Natasha menyilangkan tangan di depan dadanya. "Maka katakan apa menurutmu."

"Kau jauh lebih kuat dari yang kaukira."

Natasha menggeleng. "Jika aku kuat, maka aku tidak membutuhkan mata yang berbeda untuk berjalan di jalan ini. Kau adalah mata yang berbeda itu, tetapi kita masih bisa menjadi perisai untuk satu sama lain. Jika itu bukan jalan hidup yang kuharapkan, maka aku tidak tahu lagi harus hidup seperti apa."