TITTLE: FLOWER SIX
AUTHOR: PINKYGIRL
GENRE: ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, HUMOR (?)
RATE: T
PAIR: EXO OFFICIAL COUPLE
CAST: BAEKHYUN, XIUMIN, KAI, SEHUN, LUHAN, LAY, CHANYEOL, CHEN, SUHO, KRIS, TAO
OTHER CAST:
-Jo Youngmin, Jo Kwangmin (Boyfriend)
-Kim Key, Choi Minho (Shinee)
-Choi Ren, Hwang Minhyun (Nu'est)
- Jung Jessica (Girls generation)
- Cho Kyuhyun (Super Junior)
-Shim Changmin (TVXQ)
WARNING: YAOI/ BOYXBOY/ SHOUNEN-AI/ THYPOS/ BAHASA KASAR, TIDAK BAKU/ GAJE/ GARING/DLL
CHAPTER 8
.Chanbaek: Baekhyun, uke genit, matre, tapi... menyukai Chanyeol yang polos, imut, baik dan kekanak-kanakkan... benarkah Chanyeol semenya?
.Hunhan: Sehun dan Luhan sahabat, satu genk, bagaimana kalau sebenarnya mereka saling menyukai?
.Chenmin: Xiumin yang genit, manja, matre dan nakal tiba-tiba jatuh cinta pada Chen yang tampan, pintar, kaya, dan berpenampilan nerd
.Kaisoo: Kai selalu menggoda Kyungsoo, kakak kelas yang imut dan suka memasak
.Sulay: Lay yang di buat malu gara-gara kebodohannya sendiri, apa hubungan Lay dan penis Suho?
.Kristao: Tao, anak baru dari China yang bingung saat ada dua siswa yang menyatakan cinta padanya, Sehun teman barunya yang suka makanan manis atau Kris kapten basket yang tidak suka manis?
.
.
.
.
Istirahat ini kelas memasak mengadakan pameran di aula dan hasilnya akan mereka sumbangkan untuk sebuah panti asuhan, jadi mereka akan menjual masakan mereka pada siswa-siswi atau guru yang tertarik untuk membeli, dan aula besar telah di dekor menjadi seperti restauran dengan meja kursi serta beberapa rangkaian bunga agar terkesan romantis.
"Kai, kau serius mau membantu?" tanya Kyungsoo, kini dia sedang memakaikan dasi kupu-kupu pada Kai "tentu, kan hyung kokinya... aku akan jadi pelayannya. Aku yakin bisa menjual semua masakan yang hyung masak nanti..." Kyungsoo tersenyum mendengarnya.
Kai sangat tampan, pasti banyak gadis-gadis yang mau membeli masakan yang Kai tawarkan, dan itu artinya uang untuk sumbangan tidak akan sedikit, Kyungsoo senang jika bisa membantu panti asuhan.
"Selesai! Sekarang cepat ke tempatmu, aku akan memasak" kata Kyungsoo setelah selesai memasangkan dasi pada Kai, Kai mengacak rambut Kyungsoo gemas, Kyungsoo sangat manis jika tersenyum manis begitu "hwaiting Kai!" teriak Kyungsoo sambil mengepalkan tangannya, berusaha menyemangati Kai.
Astaga, Kai sudah semangat hanya dengan melihat senyum manis mu Kyungsoo-ya!
CHU~
Kyungsoo mematung di tempatnya saat Kai tiba-tiba mencium pipinya "ne hyung, gomawo..." setelah itu Kai berbalik lalu berjalan menuju tempatnya, meninggalkan Kyungsoo dengan rona merah menghiasi pipi mulusnya.
.
.
Flower
.
Six
.
.
Di mana ada pangeran tampan, pasti di situ ada para gadis yang mengerumuni, begitupun dengan pangeran satu ini, SUHO! Memang soal ketampanan dan kekayaan Suho sudah tak bisa di ragukan lagi, sama seperti kembarannya Siwon-saem. Oke, mereka tidak kembar, tapi mirip.
Bel istirahat baru berkumandang, dan Suho sudah duduk manis di bangku taman dekat aula, jemarinya dengan cekatan bermain di atas gadget putihnya, dan tentu saja dengan beberapa gadis berkerumun di dekatnya hanya untuk sekedar melihatnya, memotretnya, memvidionya atau apalah terserah mereka, tidak begitu penting.
"EHEM!" Suho sedikit terlonjak saat mendengar suara deheman yang terlalu kencang itu, ternyata flower six, sebagian sih. Mereka hanya Baekhyun dan Luhan, berjalan dengan seringai cantik di bibir masing-masing menuju tempat Suho duduk.
"Hai hyung!" sapa Baekhyun setelah duduk kemudian merangkul bahu Suho sok akrab, di perlakukan seperti itu perasaan Suho sudah tidak enak, mau kabur juga tidak bisa...
"Kau sedang apa Suho? Sendirian, tak bersama Yixing?" tanya Luhan yang juga duduk di sisi lain Suho "Untuk apa aku harus bersama dengannya?" suho balik bertanya, dengan agak gugup.
"Mwotji! 'untuk apa'? bukankah kalian sudah berkencan? Masa seperti itu pada namjachingu sendiri, heum?" Suho membelalakkan matanya tidak percaya, bagaimana mereka bisa tau kencannya dengan Lay? "It- itu..."
"Tentu saja Baekkie, mereka kan sudah sering kencan! Jadi sudah biasa... Lay juga pernah melihat 'itu' kan?" Baekhyun pura-pura terkejut "ah~ MAJJA! Lay-hyung kan bilang 'penis Suho besar tau~' " dan setelahnya kedua setan cantik itu tertawa evil bersama.
Sebenarnya apa mau dua makhluk cantik ini?!
.
.
.
Istirahat tiba!
Dan sebelum melakukan kegiatan rutin saat istirahat tiba (berburu makanan), Xiumin menyempatkan diri mengunjungi kelas dua-B dulu, kelas Chen!
"Xiumin-hyung!" teriak Chen senang saat matanya menemukan Xiumin berdiri di ambang pintu kelasnya, namja berwajah kotak itu langsung berlari menghampiri Xiumin, namja yang dari kemarin ia cari-cari dan baru bertemu sekarang.
"Chennie~" setelah dekat Xiumin segera memeluk Chen, tentu saja Chen gugup, tapi ia suka ini, saat Xiumin memeluknya, jadi kali ini ia balas pelukan Xiumin. "Kau kemarin mencariku?" tanya Xiumin, masih dengan posisi memeluk Chen "ne, Hyung tidak ada di manapun"
"Mwo? Aku hanya ketiduran di perpus, bukannya kau sering kesana? Bagaimana kau tak menemukanku?" Xiumin mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Chen yang berbingkai kacamata tebal jadul itu "ku pikir Hyung tak mungkin berada di perpus" jawab Chen, agak menyesal. Kenapa otak jeniusnya tak berpikir mungkin Xiumin ada di perpus waktu itu?!
"Maafkan aku hyung... aku-" "sudahlah, aku baik-baik saja" potong Xiumin, dia hanya tak ingin ada pembicaraan tentang gadis yang akan bertunangan dengan Chen. "Aku sudah mengatakan pada Eomma kalau aku tak menyukai Eunji, aku tidak memilihnya Hyung..."
Xiumin membenamkan wajahnya pada dada Chen "jadi kau memilih siapa?" "Tentu saja Xiumin-hyung" Xiumin terkikik geli mendengarnya "siapa Xiumin-hyung itu? Apa aku mengenalnya?" tanya Xiumin menggoda Chen "Hyung! Aku memilihmu, Xiumin. Kim Minseok"
Xiumin kembali mendongak menatap mata indah yang tertutup kacamata itu "jinjja?" "Eum, aku – aku lebih menyukai Xiumin-hyung..." astaga, Chen benar-benar polos! Dia sangat manis~
Kruyuuukk~ (suara perut Xiumin)
Oh tidak!
Chen melepas pelukannya "Hyung lapar?" Xiumin hanya nyengir lucu sambil mengangguk kan kepalanya "hyung pergi saja ke kantin, atau ke aula, di sana ada pameran dari kelas memasak. Aku akan kesana bersama Chanyeol"
"Kalau begitu aku pergi dulu ne? Aku akan mencari flower six, anyeong Chennie~" setelah itu Xiumin kembali berlari meninggalkan Chen di depan kelas.
Baru satu meter mata indah Xiumin menemukan Sehun berjalan sendirian menuju kantin "SEHUNNIE!" Sehun segera menoleh mendengar panggilan itu, bibir tipisnya mengukir senyum saat di lihatnya Xiumin berlari ke arahnya.
"Ayo cari makanan!" teriak Xiumin lagi setelah menggandeng lengan Sehun "bukannya mengatakan ingin ke kantin tapi Hyung malah bilang ingin mencari makanan?" Xiumin terkiki geli "aku kelaparan Sehunnie... lebih baik kita cari makanan gratis, bagaimana?"
"Oke" Sehun akan selalu setuju untuk merampok murid lain, sangat menyenangkan baginya, dan Xiumin juga tentunya!
TEP
Sehun mengerutkan kening heran saat tiba-tiba Xiumin menghentikan lagkahnya "wae hyung?" "Itu... apa yang Baekhyun dan Luhan lakukan pada Suho? Tumben mereka mendekati Suho"
Sehun ikut melihat pada arah pandang Xiumin dan benar saja, tidak jauh dari tempatnya berdiri, di salah satu bangku taman terlihat Luhan dan Baekhyun tertawa senang, dan di antara mereka terdapat Suho yang seperti tidak begitu senang.
"Apa... Baekhyun balas dendam?" Sehun terkejut juga mendengar pertanyaan Xiumin, ia kembali teringat akan taruhan konyolnya dengan Xiumin tempo hari.
*Flash Back*
"Bagaimana kalau kita taruhan hyung?" bisik Sehun, Xiumin kembali mendekat, ini baru Oh Sehun yang ia kenal, nappeun namja! "boleh, yang menang akan di traktir menginap di hotel milik keluarga Choi sehari, eotthae?" keluarga Choi yang mereka maksud adalah orang tua dari si kembar tiang listrik Choi Sooyoung dan Choi Minho (ceritanya mereka kembar), dan hotel milik mereka termasuk hotel terbaik, termahal dan termewah di Korea.
"Geurre, aku bisa bersenang-senang dengan gadis-gadisku, bagaimana denganmu hyung?" Xiumin menganggukkan kepalanya "tentu dengan Chennieku tercinta~" Sehun mengerutkan dahinya heran "wae? Aku yakin dia akan menolak, kalaupun mau kalian tak akan melakukan apapun"
Xiumin mempoutkan bibirnya kesal, masalahnya Sehun benar juga, Chen anak baik-baik dan sangat polos. Kemudian ia sambar cup bubble tea dari tangan Sehun lalu menyedotnya cepat "aku juga akan bersenang-senang dengan gadis-gadisku" kata Xiumin setelah selesai menghabiskan bubble tea Sehun.
Kini ganti Sehun yang memberengut kesal "tidak puas di masuki kau juga akan memasuki begitu?" "sialan! Aku belum pernah sex ya!" bentak Xiumin sambil memukul 'pelan' kepala Sehun "kau pikir aku pernah apa?" balas Sehun sambil mengusap kepalanya yang tadi di pukul Xiumin.
"Sudahlah, taruhannya bagaimana?" tanya Xiumin kemudian "aku yakin Baekhyun-hyung akan balas dendam lalu mereka akan bertengkar lagi" jawab Sehun penuh percaya diri "cih, Baekhyun memang akan membalas, tapi mereka tak akan bertengkar lagi" Xiumin tak kalah yakin dengan opininya.
"Okay, deal?" Sehun mengulurkan tangan kanannya yang kemudian dijabat oleh Xiumin "deal!"
"deal? Kalian sedang apa sih?" tanya Lay bingung
*Flash Back End*
Dan sekarang Sehun dan Xiumin tau siapa yang akan memenangkan taruhan itu, tapi setelah satu kunci mereka temukan
"LAY!"
.
.
.
"Dan aku punya satu hal lagi!" Kata Baekhyun penuh dengan nada jahil di dalamnya, Luhan sendiri juga ikut tersenyum jahil pada Suho, dan sepertinya mereka berdua berhasil mengerjai salah satu siswa terkaya ini.
"M-mwo?" Suho membelalakkan matanya, apalagi maksud Baekhyun itu? Astaga, salah apa Suho hingga di kerjai dua namja cantik tapi evil ini?! Dan mata Suho semakin lebar saat di lihatnya Baekhyun menunjukkan sebuah foto di gadgetnya.
Foto dirinya dengan Lay saat dinner di restoran Jepang kemarin!
Bagaimana mereka bisa mendapatkannya? Ini gawat!
"Lu-ge, bukankah mereka manis?" Baekhyun menunjukkan foto itu pada Luhan "majjayo! Mereka juga sangat mesra, apa mereka akan berciuman?" Luhan pura-pura terkejut melihat foto saat Suho mendekatkan wajahnya pada Lay "ah jinjja? Sepertinya kau benar... tapi tidak seru kalau hanya kita yang tau foto manis ini kan?"
Lagi-lagi Suho harus terkejut mendengarnya, apa itu artinya mereka akan menyebarkan foto itu? Itu tidak boleh terjadi! Kasihan Lay nantinya...
"Kalian mau apa?" tanya Suho akhirnya to the point, ia hanya tidak bisa terus duduk bersama mereka berdua yang selalu menggodanya dengan Lay, dan ia sangat tau kalau mereka pasti menginginkan sesuatu darinya.
"Wah... apa kau punya kekuatan telekinetis atau semacamnya? Kau bisa membaca pikiran kami Suho-ya! Daebak!" kata Luhan lalu di liriknya Baekhyun yang sudah menyunggingkan smirk super evilnya.
Baekhyun kembali merangkul bahu Suho sok akrab "tidak banyak dan tidak sulit, aku kan baik padamu hyung~" Suho hanya bisa mendesah pasrah, sepertinya dompetnya akan kempis sebentar lagi, ia yakin akan itu.
"Kita kan ada enam, sepertinya tiga juta won tak terlalu banyak kan hyung?"
Tuh kan?! Habislah uang Suho~
.
.
.
Sehun dan Xiumin sedang menarik-narik lengan Lay menuju taman dekat aula "hyung cepetan dong!" teriak Sehun "iya nih lama!" sahut Xiumin. "Sebenernya ada apa sih? Aduh – aku mau di bawa kemana? Ya!"
Bukannya menjawab mereka malah menarik Lay semakin cepat hingga sampailah mereka di sini, mengintip Suho, Baekhyun dan Luhan.
"Apa yang mereka lakukan pada Suho?" tanya Lay terkejut, kemudian Xiumin berbisik padanya "Baekhyun balas dendam padamu, tapi kali ini ia mengerjai Suho, kau mengerti maksudku kan?" Lay menggeleng, melihat itu Xiumin menepuk jidatnya, memang susah kalau bicara kriminalitas dengan Lay!
"Begini Hyung, kau ingat kejadian kemarin saat kau dan Baekhyun hyung bertengkar?" Lay kali ini mengangguk "Nah, sekarang di sana Baekhyun-hyung dengan Luhan-hyung sedang mengerjai Suho-hyung, sepertinya mereka berencana membalasmu hyung, sekarang mengerti?"
Hening untuk beberapa saat, Lay sedang berusaha mencerna maksud perkataan dari maknae flower six itu. "Jadi... Baekhyun sekarang membalasku begitu?" Xiumin hampir bersorak kegirangan mendengar itu, akhirnya Lay mengerti juga!
"Ne Hyung, jadi – sekarang bagaimana?" tanya Sehun yang membuat Lay kembali bingung "hah? Bagaimana apanya?" Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal "eung – begini, apa kau tidak membalas lagi perbuatan Baekhyun-hyung? Kita bisa pikirkan nanti, aku akan membantumu – aww!"
Xiumin refleks menendang betis Sehun, apa-apaan dia malah memprovokasi lay seperti itu?!
"Tidak perlu-" dan jawaban itu membuat Sehun down seketika "- aku tidak perlu membalas Baekhyun, karena aku akan tunjukkan kalau aku akan mendapatkan Suho sebelum dia mendapatkan Chanyeol, lihat saja nanti"
"That's good" Xiumin menyunggingkan senyuman penuh kemenangan, dia menang kali ini! Weekend di hotel mewah berdua dengan Chen, Xiumin akan datang~
Dan uri Sehunnie, sabar ne... bukan Cuma kau yang dompetnya bakal kemarau, Suho juga tuh~ gak Cuma galau, Sehunnie juga bakal kena kekeringan sebentar lagi, neomu mianhae :p
.
.
Flower
.
Six
.
.
Seperti biasa Kris berjalan melewati koridor dengan tangan tak bisa lepas dari bola basket 'cantik'nya, entah dia mendribble ria atau memutar bola yang warnanya sudah hampir pudar itu di telunjuknya, membuat setiap gadis yang kebetulan ia lewati menjerit tertahan. Kris memang sangat keren!
"KRIS!" kris refleks berhenti lalu toleh sana-sini saat mendengar teriakan yang memanggil namanya itu, kemudian dari belakangnya ia melihat dua namja tampan berlari ke arahnya. Yang satu tak hentinya memakan cemilan, yang satunya lagi tersenyum evil padanya, mereka Changmin dan Kyuhyun, sepupu dan kakak dari maknae flower six, Sehun.
Kris mengernyitkan dahinya saat Kyuhyun merangkul bahunya dengan masih menyunggingkan seriangai khasnya, untuk apa juga mereka di sini? Seharusnya mereka kuliah kan? "Hi Kris, wassup man!" sapa Changmin yang masih memakan cemilannya.
"Ada apa sih kalian kemari? Mencari Sehun? Mungkin dia di kantin" tanya Kris malas, dia sudah punya perasaan tidak enak, mengingat dua makhluk ini sangat teramat evil... lihat saja cengiran mematikan Kyuhyun itu!
"Kami kemari mengambil beberapa berkas yang tertinggal, sekalian mengunjungi sekolah ini... kami rindu, ya kan Changmin?" jawab Kyuhyun yang lalu di balas anggukan setuju Changmin. "Lalu untuk apa kalian menemuiku? Aku kan sibuk"
"Astaga kris! Kau tega sekali pada kami... mainlah dulu dengan kami" kata Changmin kemudian ikut merangkul Kris, Kris sendiri memutar bola matanya malas "benar! Ayo kita main di taman dekat kantin saja, ayo ayo!"
Kyuhyun sudah bersiap menarik kedua temannya menuju taman "tapi kita mau main apa?" tanya Kris pasrah, dia memang terlalu baik hingga tak bisa menolak padahal dia sudah tau nanti akan di kerjai dua makhluk evil ini, siapapun tolong Kris!
.
.
.
Mereka bertiga sudah sampai di taman, berada di naungan pohon besar yang begitu sejuk dengan angin sepoi –sepoi yang membuat surai mereka bergoyang seirama.
"Kita main ToD!" teriak Changmin terlalu bersemangat "boleh juga!" sahut Kyuhyun kemudian, sementara Kris hanya menggumam tak jelas tanda 'terserah saja, aku tak peduli'. "Oke, deal! Kita batu gunting kertas dan yang yang kalah akan mendapat tantangan, bagaimana?" Changmin dan Kris hanya mengangguk tanda setuju.
Kyuhyunpun memberi aba-aba "hana dul set! Kawi bawi bo!" Kyuhyun dan kris mengeluarkan gunting, sedangkan Changmin kertas, Changmin kalah! "yah..." keluh Changmin, ia tidak menyangka akan kalah secepat ini...
"Hahaha kacian~ ayo cepat pilih apa? T o D?" tanya Kyuhyun antusias, tentu saja dia senang kalau bukan dirinya yang kalah "Dare! Aku pilih dare! Aku kan berani!" teriak Changmin tak kalah antusias, mereka benar-benar seperti anak kecil, yang lebih kecil dari mereka saja (Kris) sama sekali tak berminat main.
"Kau mau memberi tantangan kris?" tawar Kyuhyun, kris hanya menggeleng malas "oke! Aku yang kasih tantangan Changminnie~" "yah... padahal aku mau Kris yang memberiku tantangan, kalau kau pasti aneh-aneh" kyuhyun tertawa evil mendengarnya.
"Cepat Kyu!" teriak Changmin tak sabar saat Kyuhyun masih saja tertawa "baiklah... ehem – sekarang kau nyatakan cintamu pada seorang, siapapun itu, yang datang dalam hitungan ketiga, maksudku melewati taman ini. Kalau dia menerimamu, kau harus langsung putuskan dia, kalau dia menolakmu, kau maki-maki dia sampai menangis, bagaimana? Berani?"
Kris melongo mendengar tantangan ekstrim dari kyuhyun barusan, benar-benar gawat kalau dia sampai kalah kan? Jangan sampai!
"Geurae, aku terima tantanganmu Kyu~"
Sekarang bagaimana caranya kabur? Ayolah Kris harus kabur sekarang!
.
.
.
"HANA!"
Tidak ada yang lewat.
"DUL..."
Masih belum ada seorangpun melewati taman. "waduh, kok gak ada orang ya?" tanya Changmin entah pada siapa, sementara Kris sudah menyandarkan punggungnya pada pohon lalu bersiap tidur.
"SET!"
Hening untuk tiga puluh detik kemudian.
"HYUNG!" teriak seseorang. Kyuhyun senang sekali mendengarnya, akhirnya ada orang juga yang lewat! Lagian ini siswa siswi pada kemana ya? Gak ada yang mau ke kantin nih? Padahal mereka sudah berada di taman dekat kantin...
"Mwo?! Andwae... kenapa harus Minho coba?" keluh Changmin, yang datang itu memang Minho, sebenarnya bersama Key, tapi karena Minho berada di depan maka Minho lah yang kena! "harus! Kalo gak mau dapet hukuman, lebih ekstrim dari ini, hayoo pilih mana?" ancam Kyuhyun.
"Eh, ada apa sih hyung? " tanya Minho bingung, tapi tak ada seorangpun yang mau menjawab karena Kyuhyun dan Changmin sibuk berdebat sendiri, sementara Kris masa bodoh.
"Iya deh iya aku kalah..." kata Changmin lemas kemudian berdiri hendak mendekat pada Minho, tentu saja Minho semakin bingung di buatnya "Hyung mau ngapain?" kali ini Key yang bertanya, aneh saja melihat Changmin mendekati Minho dengan raut muka gugup begitu.
"Minho-ya, nae- naega... eum" hanya menyatakan cinta apa susahnya sih? Ini juga hanya permainan, gak beneran! Kenapa rasanya jadi nervous gini... masalahnya Minho juga teman baik Changmin, Changmin, Kyuhyun dan Minho sering hang out bareng, persahabatan mereka sama lah dengan flower six. Hanya mereka bukan memalak orang, tapi sukanya merusuh.
"Aku... men – menyuka... aku, eum – menyukaimu! Maukah kau jadi namjachinguku?" kata Changmin masih terbata, dia semakin nervous saja saat melihat raut terkejut milik Minho "MWO?!"
"Ayolah, kau tidak tuli... maukah kau jadi namjachinguku?" tanya Changmin lagi, kali ini dengan sedikit emosi, dia kesal saja. Biasanya para gadis yang menyatakan cinta padanya, dan ini pertama kalinya untuk Changmin, ya walaupun hanya main-main.
"Tapi hyung kan tau sendiri aku menyukai Taemin..." balas Minho masih shock, ini beneran gak sih? Changmin menyukainya? Bagaimana bisa? "oh jadi kau menolakku?! Kau lebih memilih Taemin dari pada aku? Jelas aku lebih tampan dari dia!"
"Hyung... aku itu seme hyung, seme! Ya jelas lah aku milihnya namja cantik, hyung gimana sih..." "NEO-"
Key segera berdiri di antara mereka berdua sebelum Changmin menelan Minho hidup-hidup "Ya! Sebenarnya kalian kenapa sih? Kau benar-benar menyukai Minho, hyung?" tanya Key kemudian. Changmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal "oh, hehe itu... tidak. Aku hanya kalah bermain truth or dare dengan mereka" Changmin menunjuk Kyuhyun yang tertawa puas dan Kris yang nyaris tidur.
"Ya elah hyung... kirain beneran! Ikut dong~"
Dan permainan kembali di mulai dengan dua pemain tambahan, Minho dan Key!
"Kawi bawi bo!" mereka sama-sama mengeluarkan batu "kawi bawi bo!"
"WHAT THE HELL!" oke, abang naga sedang ngamuk... pasalnya dia kalah karena mengeluarkan kertas, oh tuhan, kenapa ini harus terjadi pada Kris?! Aaarrggghhhh siaaall!
.
.
Flower
.
Six
.
.
Sementara di kantin, tepatnya di meja dekat pintu masuk, Tao dan teman-teman barunya yang manis-manis sedang asyik menghabiskan ice cream vanilla. Mereka tidak sekelas dengan Tao, ada si kembar Jo Youngmin dan Kwangmin, ada si cantik Choi Minki atau biasa di panggil Ren, dan satu lagi yang bermarga sama dengan Tao, Hwang Minhyun. Tao mengenal mereka karena mereka juga di paksa ikut ektra basket oleh Kris atau Sungyeol.
"Kalian suka ice cream rasa vanillanya?" tanya Tao sambil matanya tak lepas menatap ice creamnya "aku lebih suka anggur, Youngmin-hyung juga" balas Kwangmin "tapi aku sedang ingin makan yang rasa vanilla" sahut Youngmin kemudian. "Aku suka semua!" kata Ren lalu kembali melahap ice cream miliknya "aku suka apa saja, apalagi kalau gratis" kata Minhyun, mereka pun tertawa mendengar itu. Memang yang gratis lebih enak!
"Pantas saja flower six kerjanya memalak orang, memang lebih enak dan menyenangkan kalau gratis, ya kan?" lanjut Minhyun "haha, jangan begitu Minhyun-ah, Kai dan Sehun itu temanku" bela Tao, walaupun menyebalkan tapi Tao mengakui juga Kai dan Sehun sebagai temannya.
"Tapi sebenarnya Flower six memang baik..." "kalau sedang baik" sahut JoTwins bergantian kemudian tergelak bersama, Ren juga ikut tertawa dengan mereka. "Ngomong-ngomong, Tao-ya... aku dengar Sehun menembakmu tadi pagi, benarkah?" tanya Minhyun, Tao mengangguk "ne, dia memang kadang menyebalkan, tak perlu di pikirkan, dia pasti tidak serius, atau sedang melantur, atau mungkin mabuk bubble tea... biar saja"
Mereka membelalakkan mata mendengar itu "Jadi kau tidak mengatakan apapun pada Sehun?" tanya Ren "ne" sahut Tao singkat. "Lagipula untuk apa Sehun menyukaiku? Bukankah dia menyukai seme jad – ah, maksudku Luhan... err – gege? Dia dari China kan?"
"Itu bagus Tao! Jangan menerima Sehun, kau lebih cocok dengan Kris-hyung!" sambar Kwangmin, dan itu membuat Tao terkejut, ah... pasti ulah Sulli! Dia menyebarkan rumor apa saja tentang Tao dan kris? Dasar fujoshi gila. "Tapi Sehun dan Tao juga manis..." sahut Youngmin. Astaga! Apa JoTwins fudanshi?
"Tao"
Tao refleks menoleh saat mendengar namanya di panggil, ternyata Kris dan beberapa namja yang sudah Tao kenal, Minho dan Key anak kelas tiga lalu kakak dan sepupu Sehun, Kyuhyun dan Changmin.
"Ada apa Kris-ge?" tanya Tao setelah beberapa saat hening di antara mereka, Tao bisa melihat Kyuhyun mendorong-dorong Kris agar lebih mendekat pada Tao sambil berbisik "cepatlah..."
"Eum – itu... aku – eung..." Tao mengerutkan kening heran mendengar suara tergagap Kris itu, kenapa Kris ini?
"Aku menyukaimu maukah kau jadi kekasihku?" Tao bertambah heran mendengarnya, pasalnya Kris mengatakannya tanpa jeda, di pikir dia sedang nge-rap?! "apa? Bisa kau ulangi ge? Lebih pelan..."
Kris menghembuskan nafas untuk menenangkan dirinya sendiri, dia benar-benar gugup, jauh lebih gugup dari sebelum bertanding basket. Astaga, ayolah... bagaimana tidak gugup kalau kau menyatakan perasaanmu pada seorang yang kau suka? Ya, Kris menyukai Tao.
Tapi... Kris melakukan semua ini karena kalah main truth or dare, Key dan Minho yang memberi tantangan, makanya tidak begitu ekstrim... tapi tetap saja kan...
"Tao-er... panda, aku menyukaimu dan... aku – ingin kau jadi kekasihku, will you be my boyfriend?" ucap Kris bersungguh-sungguh.
Hening
"Gege... aku-"
"ANDWAE!"
Sehun yang baru masuk kantin bersama Xiumin dan Lay sontak berteriak, membuat seluruh pasang mata menoleh padanya.
"Sehun duluan yang nembak Tao! Kenapa Kris-hyung ikutan?!" Kris terkejut mendengarnya, jadi Sehun juga menyukai Tao? Bukannya dia menyukai Luhan? Bagaimana –
"Tao-ya kau jangan pedulikan Kris-hyung, lebih baik kau memilihku!" kata Sehun lagi sambil menyeret Tao untuk mendekat padanya, melihat itu Kris juga ikut menyeret Tao, dan Kris menang, sekarang Tao berada di sampingnya.
"Aku benar-benar menyukai Tao, dan Tao harus memilihku!" ucap Kris yakin "tidak bisa! Tao, kau suka sesuatu yang manis kan? Nah, Kris-hyung ini gak ada manis-manisnya! Dia Cuma keren doang, sementara Sehun kan emang paling manis sejagat raya! Jadi tinggalin aja Kris-hyung"
Kris kesal mendengarnya "kau manis dari mananya?! Gak manis sama sekali!" balas Kris, tentu saja ia tak mau kalah. Yang ia tau Sehun itu menyukai Luhan, dan Tao, hanya boleh kris yang menyukai, dia duluan yang menyukai Tao, jadi Tao hanya untuk Kris, bukan Sehun!
"Hei hei ada apa ini?" itu suara Baekhyun yang baru masuk, tentu bersama Luhan.
"Luhan-hyung!" belum apa-apa Sehun sudah menghambur di pelukan Luhan "ada apa Hun?" tanya Luhan bingung, sudah agak lama Sehun tak manja padanya dan sekarang rasanya... well, masih menyenangkan!
"Kris-hyung jahat... masa dia gak mau ngalah sama Sehun, dia juga ikutan nembak Tao, hyung... Luhannie-hyung belain Sehun ya?" yah, itu membuat rasa sakit di hati Luhan makin dalam. Luhanpun menyanyi dalam hati 'sakitnya tuh di sini, di dalam hatiku~'
"Iya... hyung belain Sehun kok, tenang aja" tenang?! Tapi bagaimana dengan berantakannya hati Luhan?! Oh Lu-ge, sabar ya~
"Eh, ada yang ngilat yeollie gak? Woy! Ada yang ngeliat Yeollie gak sih?" tanya Baekhyun tak tepat suasana "Ya! Pada budek apa? Ada yang liat Yeo-"
"DI AULA!"
"Oke oke, peace, woles~"
.
.
Flower
.
Six
.
.
Aula, dapur
Kyungsoo sedang asyik memasak saat mendengar beberapa gadis di dapur berbisik-bisik sambil sesekali menengok ke arah ruang pameran yang tepat di depan dapur.
"Siapa yeoja itu?"
"Cantik sekali~ seperti boneka saja!"
"Ne, dia sepertinya menyukai Kai, lihat saja itu"
Kyungsoo refleks menghentikan kegiatannya kemudian ikut menengok pada ruang pameran. Dan benar saja, di salah satu meja yang di sediakan terlihat Kai duduk bersama seorang yeoja cantik, sangat cantik bahkan, mereka saling melempar senyum, terlihat sangat serasi.
Ah tidak! Kyungsoo tak bisa melihatnya, ia tidak suka!
Samar-samar ia bisa mendengar suara Kai dan yeoja itu karena memang para gadis yang ikut memasak sedang sibuk melihat pada Kai dan yeoja itu, jadinya hening.
"Bagaimana?" yang ini suara Kai.
"Aku sangat suka" bahkan suaranya juga sangat indah, seperti suara bidadari.
"Jinjja?" kenapa suara kai juga begitu lembut? Membuat Kyungsoo semakin kesal saja!
"Ne, boleh ku bawa pulang?" tanya yeoja itu dengan suara lembutnya yang begitu indah.
Kyungsoo tidak tau kalau Kai memperlakukan orang lain juga selembut itu, tidak hanya pada dirinya, apa artinya ini? Selama ini ia tenang-tenang saja menghadapi perlakuan Kai yang terlalu spesial, ia tak pernah begitu menganggapi perlakuan itu, toh Kai selalu berlaku seperti itu walau ia tak menanggapi.
Mungkin sikap Kyungsoo yang tak begitu peduli karena Kyungsoo pikir Kai akan tetap seperti itu padanya dan hanya padanya, ia tak perlu khawatir.
Tapi sekarang? Saat ia tau ternyata Kai juga bersikap sangat lembut pada yeoja cantik itu... apakah Kyungsoo masih bisa tenang seperti biasa?
Jawabannya
Tentu saja
Tidak!
Tanpa sadar Kyungsoo sudah meninggalkan dapur menuju tempat Kai dan yeoja cantik itu duduk dan...
BRAK
Kyungsoo menggebrak meja malang itu dengan seluruh kekuatannya, Kyungsoo tak begitu kuat, meja itu tidak patah. Tapi Kai dan yeoja itu tentu sangat terkejut "hyung? Ada apa?"
Kyungsoo tak mempedulikan pertanyaan Kai, ia sedang menatap lekat yeoja cantik itu.
"Kau tak bisa membawanya pulang"
"Mwo?"
"Karena Kai hanya milikku! Kau tak bisa memilikinya?! Kai hanya boleh menyukaiku! Aku!" teriak Kyungsoo, tak peduli tatapan aneh orang lain, ia hanya mengatakan apa yang ada di hatinya. Kai hanya milik Kyungsoo.
Kai berdiri kemudian merengkuh tubuh mungil Kyungsoo.
Tes
Tes
Kai bisa merasakan air hangat membasahi pakaiannya, Kyungsoo menangis, Kai tau kyungsoo sangat sensitif. "Ayo kita keluar dari sini Hyung"
.
.
.
Kai telah membawa Kyungsoo keluar aula, Kyungsoo memang sudah berhenti menangis, tapi masih terisak. "hyung~" panggil Kai, tak ada jawaban, Kyungsoo hanya terisak.
"Dia jessica-noona, teman Yul-noonaku, dia juga kakaknya Kristal, makanya kami akrab. Dan sebenarnya tadi dia bukannya ingin membawaku" Kyungsoo perlahan mendongak menatap Kai yang tersenyum manis padanya.
"Lalu?" "dia menyukai curry ramyeon yang kau buat, dan dia ingin membawanya pulang" Kyungsoo kembali menunduk, Kai mengacak rambut Kyungsoo gemas "tapi aku suka, itu artinya Hyung cemburu kan?" "molla" Kai terkekeh mendengarnya, Kyungsoo tak tau apa itu cemburu?
"Kalau hyung cemburu, berarti hyung menyukaiku, benarkah?" kyungsoo terkejut mendengarnya, rona merahpun muncul di pipi putihnya "benarkah hyung menyukaiku?" tanya Kai lagi.
"ne~ aku – menyukai Kai"
GREB
Kai memeluk Kyungsoo erat, perjuangannya selama ini tak sia-sia, kyungsoo juga menyukainya, ia hanya butuh sedikit kesabaran.
"Kai juga sangat menyukai Kyungie-hyung, saranghae hyung~"
"nado"
.
.
.
.
.
TBC
Hai hai! Ada yang nungguin FF ini? Gak ada ya? gak apa-apa kok... *hiks
Makasih buat yang Review, aku seneng banget baca review kalian... :D
Oh iya, chap ini gak ada ChanBaeknya... maaf ya~ ChanBaeknya adanya di Chapter depan, maaf buat yang nungguin Chanbaek.
Tapi semoga kalian suka chapter ini...
Makasih juga yang favoritin author :D i love you ^-^
Btw, chapter depan chapter favorit aku, tungguin ya~
