Title : What If ?

Xi Luhan

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Slight KaiSoo

Luhan dan Sehun sudah ditakdirkan sejak mereka lahir kedunia, namun waktu dan keadaan yang membuat mereka terpisah dan akhirnya di pertemukan. Namun bagaimana jika takdir itu berubah menjadi sesuatu yang lain, masihkan mereka menyebutnya takdir.

Fanfic ini asli buatan author, author hanya pinjam nama dan karakter. Dont bash ! Happy Reading.

Roda ranjang pasien terus berputar melewati lantai rumah sakit terbesar di seoul, membawa seorang namja terbaring tak sadarkan diri dengan darah yang mengalir di kepalanya serta alat bantu pernafasan yang terpasang di hidungnya.

Perawat dirumah sakit dengan terburu buru mendorong ranjang tersebut agar cepat sampai di ruang operasi. Dan seorang yeoja dengan tangannya yang dipenuhi darah terus menggenggam tangan namja itu sambil menangis. Berusaha memberikan namja bernama Oh Sehun itu kekuatan.

Mereka sampai di depan sebuah ruangan yang sudah terbuka serta dokter yang siap untuk mengoperasi pasiennya. Luhan melepas genggaman tangan Sehun dan melihat namja yang semakin menjauh dari pandangannya. Pintu ruangan itu perlahan tertutup dan lampu diluar ruang operasi dinyalakan menandakan operasi sedang berlangsung, Luhan terduduk didepan ruang operasi dengan tangan yang saling menyatu, berdoa kepada tuhan agar Sehun tidak apa apa.

10 menit berlalu, perawat silih berganti keluar dari ruangan tersebut, Luhan semakin mengeratkan genggaman tangannya, air matanya terus keluar. Doa selalu dipanjatkannya dalam hati, berharap Sehun selamat dan tidak terjadi apa apa.

Heechul datang bersama Hangeng serta Chanyeol dan Baekhyun yang baru saja kembali ke Korea setelah Luhan memberitahukan apa yang terjadi kepada Heechul tentang Sehun. Baekhyun yang melihat Luhan bersimpuh di lantai depan ruang operasi itupun segera memeluknya dan mengajaknya untuk duduk di kursi yang tersedia disana.

Luhan menangis kuat di pelukannya, Baekhyun mengelus ngelus kepala Luhan menenangkan sahabatnya itu. Dia sedih melihat kondisi Luhan yang berantakan dengan darah yang masih menempel di tangan sahabatnya itu. Sementara Heechul menangis dipelukan Hangeng sedangkan Chanyeol ikut menenangkan Luhan bersama Baekhyun.

"Baekhyun-ah bagaimana jika terjadi sesuatu kepadanya" ucap Luhan sesenggukan.

"tenanglah lu, semua akan baik baik saja" ucap Baekhyun mengenggam tangan Luhan.

"ini semua salah ku, andai aku mau mendengarnya dia tidak akan jadi seperti ini"

"berhenti menyalahkan dirimu lu, semua ini bukan salahmu lu. Ini semua takdir lu" ucap Chanyeol.

"aku benci takdir yang seperti ini" ucap Luhan berbisik

Baekhyun hanya semakin erat memeluk tubuh Luhan, dan Chanyeol yang mengelus pundak Luhan memberikan kekuatan untuk yeoja itu.

Dokter keluar dari ruang operasi, sontak semua yang ada disana berdiri dan menghampiri dokter tersebut dengan rasa penasaran.

"bagaimana keadaan anak saya dok" Tanya Heechul cepat dengan nada khawatirnya.

"kondisinya sangat parah, ada beberapa tulangnya yang patah dan kepala bagian belakangnya terbentur sangat keras menyebabkan dia mengalami gegar otak" kata dokter dengan raut wajah menyesalnya.

Heechul membelalakkan matanya seketika tubuhnya melemas yang langsung ditahan oleh suaminya Hangeng. Sedangkan Luhan semakin keras menangis dipelukan Baekhyun.

"jadi apa yang harus kami lakukan dok"Tanya Chanyeol

"kami akan mengoperasinya, tapi kami harus mendapat persetujuan dari keluarganya" ucap dokter itu lagi

"kami akan menyetujuinya, lakukan yang terbaik untuk Sehun dok, selamatkan dia" ucap Heechul cepat

"kami akan berusaha. Tetapi pasien telah banyak kehilangan darahnya dan kami memiliki masalah untuk menemukan pendonor darah yang cocok untuknya, karna dia memiliki golongan darah yang langka. Adakah dari kalian yang mempunyai golongan AB resus negatif" Tanya dokter tersebut. Mereka saling berpandangan, AB resus negative memang golongan darah yang paling langka hanya 10 orang dari 1000 orang memiliki darah tersebut. Dan golongan darah mereka tidak sama karna mereka bukan keluarga kandung Sehun. Kecuali

"aku, golongan darahku AB resus negative. Ambil saja darah ku, kalau bisa ambil semuanya. Yang penting Sehun bisa selamat" ucap Luhan cepat memegang tangan dokter yang mengoperasi Sehun.

"apa kau anggota keluarganya, biasanya hanya yang punya hubungan darah saja yang cocok untuknya"

"ne, aku saudara kembarnya" ucap Luhan mantap. Membuat Baekhyun dan Chanyeol terbelalak. Kaget mendengar apa yang diucapkan Luhan.

"kau kembaran Sehun, apa maksudmu lu ?" Tanya Baekhyun dan Chanyeol bersamaan.

Luhan tersenyum "ceritanya panjang"

"baiklah karna kau saudara kembarnya pasti darah kalian berdua cocok, kalau begitu kita langsung saja" ucap dokter dan menginstruksikan Luhan untuk mengikutinya.

Chanyeol dan Baekhyun menatap kearah Hangeng dan Heechul, karna sepertinya orang tua Chanyeol tersebut mengetahui sesuatu.

"kami akan menjelaskannya nanti" ucap Heechul setelah mengetahui arti tatapan Chanyeol dan Baekhyun.

.

Luhan berbaring disebelah ranjang Sehun bersiap untuk mendonorkan darahnya, karna kondisi Sehun yang keritis jadi mereka melakukan transfer secara langsung. Alat donor darah disiapkan, perawat menyuntikan jarum ke dalam lengan Luhan dan menyedot darah Luhan.

Dokter mulai melakukan operasi, Luhan terus menekan tubuhnya agar darah yang keluar semakin banyak. Dia menatap kearah Sehun yang sedang dioperasi. Sehun-ah bertahanlah, kuatkan dirimu. Cepatlah bangun, Aku janji tidak akan meninggalkanmu jika kau mampu melewati masa ini Sehun-ah, ucap Luhan dalam hati.

20 menit berlalu, tubuh Luhan mulai melemah dan wajahnya pucat karna darahnya semakin berkurang ditambah lagi dengan kondisinya yang sedang hamil.

"apa anda baik baik saja nona" Tanya perawat disana

"ne aku baik baik saja. Apakah operasinya berjalan dengan lancar"

"ne, sebentar lagi semuanya selesai. Dan darah yang anda donorkan sudah cukup untuk pasien" kemudian perawat mulai mengambil jarum yang ditusukkan dilengan Luhan dan membereskan peralatan disana. Operasi Sehun berjalan lancar Karena bantuan darah Luhan.

"syukurlah" kata Luhan tersenyum melihat kearah Sehun dan kesadaran Luhan menghilang.

Perawat disana langsung memeriksa keadaan Luhan yang tiba tiba saja tidak sadarkan diri

"dok, sepertinya dia sedang hamil. Jantungnya lemah sekali dok" ucap perawat disana panik

"ya tuhan, cepat pindahkan dia ke ruang rawat" ucap dokter dengan cepat.

Tubuh Luhan yang tidak sadarkan diri keluar dari ruang operasi, Baekhyun langsung menghadang perawat yang membawa Luhan.

"apa yang terjadi" Tanya Baekhyun khawatir. Namun perawat hanya mengabaikannya dan dengan cepat membawa Luhan keruang rawat inap.

"kau tunggu disini, kabari aku jika Sehun sudah selesai dioperasi. Aku kan menemani Luhan" ucap Baekhyun kepada Chanyeol yang diijawab anggukan oleh namja itu. Kemudian Baekhyun menyusul perawat yang membawa Luhan tadi.

Baekhyun menggenggam tangan Luhan yang tak sadarkan diri dan menatap sedih kearah sahabatnya, sementara perawat disana memasangkan jarum inpus di tangan Luhan dan menyuntikan sesuatu disana.

"apa yang terjadi padanya sus" Tanya Baekhyun setelah perawat selesai melakukan pekerjaannya.

"kenapa kalian tidak memberitahukan kami jika nona Luhan sedang hamil, dia banyak kehilangan darahnya dan kondisi tubuhnya menurun" ucap perawat itu.

Baekhyun melebarkan matanya "mwo, hamil?" tanya Baekhyun kaget.

"ne, apa kalian tidak tau" Tanya perawat itu heran melihat reaksi Baekhyun.

"ani, kalau begitu terima kasih sus" jawab Baekhyun menundukkan kepalanya

"ne, saya sudah menyuntikkan vitamin penambah darah ke tubuhnya. Sebentar lagi dia akan sadar" ucap perawat itu dan meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun menatap sedih sahabatnya, perkataan Heechul dan Hangeng yang menjelaskan tentang hubungan Sehun dan Luhan berputar dikepalanya. Betapa mirisnya takdir mereka berdua. Disaat hubungan mereka semakin jauh, mereka harus menerima kenyataan jika mereka saudara kembar yang sengaja dipisahkan. Dan Luhan yang terpaksa menjauh dari Sehun, serta fakta baru jika Luhan sedang hamil anak Sehun yang membuat Baekhyun semakin sedih memikirkan sahabatnya itu. Bagaimana nasib hubungan mereka, pikir Baekhyun yang jelas tau jawabannya.

"mianhae Luhan-ah, aku tidak bisa melakukan apa apa untuk membantumu" ucap Baekhyun. Air matanya menetes, dia semakin erat menggenggam tangan Luhan.

Sebuah pesan masuk ke ponsel Baekhyun, dari Chanyeol. Baekhyun membuka pesan tersebut 'Sehun sudah selesai dioperasi, dia sekarang sudah dipindahkan ke ruangan VIP, bagaimana keadaan disana apa Luhan baik baik saja'

'syukurlah, Luhan baik baik saja, kata perawat dia akan segera sadar' balas Baekhyun, dia sengaja tidak memberi tahu Chanyeol jika Luhan sedang hamil. Karna dia belum yakin Luhan benar hamil atau tidak.

'arraseo. Jangan lupa jaga dirimu' Baekhyun tersenyum membaca pesan Chanyeol .

Baekhyun dengan cepat menyimpan ponselnya saat merasakan pergerakan dari Luhan. Luhan perlahan membuka matanya, pusing langsung menyerang kepalanya. Dia kembali memejamkan matanya, setelah rasa pusingnya mereda Luhan kembali membuka matanya.

Dapat dilihatnya Baekhyun dengan wajah khawatir menatap kearahnya. Luhan berusaha bangun dan menyandarakan dirinya di ranjang rumah sakit dengan di bantu Baekhyun

"jangan bergerak dulu lu, tubuhmu masih lemah" ucap Baekhyun khawathir

"bagaimana dengan Sehun, apa dia baik-baik saja" Tanya Luhan cepat, Baekhyun menghembuskan nafasnya.

"dia sudah selesai dioperasi dan sudah dipindahkan keruang VIP, tinggal menunggu dia sadar untuk melihat kondisi selanjutnya" jelas Baekhyun.

Luhan bernafas lega mendengar penjelasan Baekhyun "syukurlah"

"khawatirkan dirimu sendiri dan juga bayi yang ada didalam perutmu"

Ucapan Baekhyun membuat Luhan melebarkan matanya "bagaimana kau tau" Tanya Luhan kaget.

"perawat yang memberitahukannya, bagaimana bisa kau mendonorkan darahmu saat kau tahu dirimu sedang hamil"

"aku tidak perduli, yang penting aku bisa menyelamatkan Sehun. Lagipula aku baik baik saja kan sekarang" ucap Luhan tersenyum.

"apakah dia anak Sehun" Tanya Baekhyun penasaran

Luhan menganggukkann kepalanya.

"bagaimana bisa" Tanya Baekhyun terkejut.

"yah kami sering melakukannya beberapa bulan terakhir ini, kau belum memberitahukan kepada siapa pun kan tentang masalah ini"

"belum. Apa Sehun tau kau hamil"

"ya. Dia bilang dia akan beranggung jawab dan menikahi ku"

"apa dia tidak tau jika kalian saudara kembar. Bagaimana kalian menikah sedangkan kalian mempunyai hubungan darah"

"dia bilang dia tidak perduli, walaupun kami bersaudara"

"eottokke Luhan. Jelas jelas hubungan kalian terlarang" ucap Baekhyun menutup mulutnya.

"aku akan menjauhinya saat dia sadar nanti dan juga aku akan mengurus anak ini sendiri" ucap Luhan sendu.

Baekhyun memeluk tubuh Luhan "jika kau butuh bantuan aku akan selalu ada untukmu lu"

"gomawo Baekhyun-ah, tolong jaga rahasia ini dari siapapun. Arraseo" Luhan membalas pelukan Baekhyun, Baekhyun hanya menganggukkan kepalanya.

"aku ingin melihat Sehun" ucap Luhan tiba-tiba.

"baiklah, kajja"

.

Luhan dan Baekhyun memasuki ruang rawat inap Sehun, dan mendapati Chanyeol serta Heechul dan Hangeng berada disana. Heechul langsung memeluk tubuh Luhan "apa kau baik baik saja" Tanya Heechul khawatir.

"ne ahjumma" balas Luhan, "aku sudah memikirkan semuanya, aku akan merawat Sehun sampai dia sadar, setelah itu aku akan menjauhinya' ucap Luhan kemudian, Heechul menganggukkan kepalanya.

"mianhae lu, mungkin ini memang yang terbaik untuk kalian" ucap Heechul sedih.

"baiklah kalau begitu kami pulang dulu mengambil handuk serta peralatan yang dibutuhkann untuk Sehun"

"baiklah ahjumma"

Kemudian Heechul dan Hangeng serta Chanyeol dan Baekhyun meninggalkan Luhan berdua didalam ruangan tersebut.

Luhan mengenggam tangan Sehun, air matanya kembali melesak keluar. Entah kenapa akhir akhir ini dia menjadi cengeng dan lemah. Bukan seperti dirinya. Dia melihat Sehun yang kepalanya di balut dengan perban serta hidung dipasang alat pernafasan dan sebuah alat yang dijepitkan dijarinya yang terhubung dengan alat digital yang ada disampingnya untuk melihat detak jantungnya.

"Sehun-ah cepatlah sadar. Mianhae karna aku, kau menjadi seperti ini" ucap Luhan sesenggukan

"asal kau tau aku sangat mencintaimu Sehun-ah, dan akan selalu seperti itu. Tapi aku sadar kita tidak diperbolehkan bersama. Cinta kita terlarang. Mianhae, jika saat kau sadar nanti aku tidak ada disampingmu. Walaupun nanti kita terpisah jauh, aku masih akan tetap mencintaimu Oh Sehun" lanjut Luhan dia mendekatkan dirinya ke wajah Sehun dan mencium kening namja itu.

..

Tiga hari berlalu Sehun belum juga sadarkan diri dari tidur panjangnya sejak insiden kecelakaan yang menimpa dirinya. Dan selama itu juga Luhan tidak keluar dari ruangan itu, dengan sigap dia menjaga Sehun setiap hari, merawat sehun dengan sepenuh hatinya, menggenggam tangan Sehun untuk menyalurkan kekuatannya serta membisikkan kata kata cinta agar ditelinganya agar sehun cepat bangun.

Terkadang dia kekamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya karna faktor kehamilannya yang bertambah usia. Baekhyun dan Chanyeol membawakan makanan dan minuman untuk Luhan. Karna Baekhyun mengetahui kondisi Luhan, dia juga sering membawa buah untuk meredakan rasa mualnya. Heechul terkadang menemani Luhan dan menyuruh Luhan istirahat namun Luhan tidak mau, dia masih saja setia menemani Sehun sampai Sehun sadar dari tidurnya.

Heechul menatap Luhan sedih, karna terlihat sekali Luhan tidak mengurusi dirinya sendiri karna Sehun. Membuat Heechul sadar jika Luhan memang benar benar mencintai Sehun dan membuat rasa bersalah muncul didalam dirinya karna terlambat menjelaskan kepada Luhan dan Sehun tentang hubungan mereka berdua.

Seminggu berlalu, Sehun masih belum juga membuka matanya, membuat Luhan semakin khawatir jika Sehun tidak akan sadar selamanya. Luhan meminta Heechul menjaga Sehun, karna dia ingin ke suatu tempat untuk menenangkan pikirannya.

.

Dan disinilah Luhan, disebuah gereja dengan salib besar terpasang di tengah tengahnya. Luhan duduk bersimpuh yang langsung menghadap kesalib itu, dia menyatukan kedua tangannya kemudian menejamkan matanya, berdoa kepada tuhan berharap untuk kesembuhan Sehun

"ya tuhan, tolong sadarkan Sehun. Aku sangat mencintainya. Aku sadar kami tidak ditadirkan bersama sebagai kekasih melainkan saudara. Maafkan aku jika aku membenci takdirku. Sekarang aku akan mencoba menerimannya. Ya tuhan, Jika keberadaanku disisinya membuat dia belum bangun juga maka aku akan mejauhinya, jadi tolong sadarkanlah dia. Aku percaya kau mempunyai rencana kedepan untuk kami berdua. Tapi untuk saat ini hanya satu pintaku, sadarkanlah Oh Sehun dari tidurnya. Amin" Luhan membuka matanya, air matanya yang keluar saat berdoa tadi sudah mengering.

Dia keluar dari gereja tersebut dan kembali ketempat dimana Sehun dirawat, dokter berlari cepat kedalam ruangan tersebut. Ada apa ini pikir Luhan.

Luhan semakin mempercepat langkahnya, baru saja Luhan akan membukakan pintu namun suara dokter didalam sana menghentikannya "syukurlah dia sudah sadar dan melewati masa kritisnya, jadi kalian tenang saja. Hanya menunggu luka dikepalanya mengering dan setelah itu dia diperbolehkan pulang"

"terima kasih dok" ucap Hangeng senang.

Luhan melihat mereka dari kaca yang berada diatas pintu ruangan tersebut. Dapat dilihatnya Sehun yang sudah membuka matanya dan ekspresi senang dari Heechul dan Hangeng. Luhan menangis bahagia melihatnya.

Tuhan sudah mengabulkan doanya, sekarang dia akan menepati janjinya kepada tuhan. Dia menjauhi ruangan itu setelah mengirim pesan ke Heechul dan kembali keapartemennya.

.

Luhan memasukkan bajunya kedalam sebuah koper besar, mulai hari ini dia akan tinggal di Busan dan memulai kehidupan baru disana. Dia juga sudah mendapat tempat tinggal dan akan mulai menjalankan perusahaan orang tuanya yang berada disana berkat bantuan Heechul dan Hangeng. Dia juga sudah mengganti nama depannya dan semua data dirinya menjadi Oh Luhan.

Luhan menatap photonya dan Sehun, air mata lagi lagi mengalir di pipinya. Inilah jalan terbaik yang sudah dipilihnya. Dia mengelus perutnya "mianhae adeul-ah, karna eomma melahirkanmu tanpa ayah nantinya"Luhan kemudian melanjutkan kata katanya "mianhae Sehun-ah, saranghae"

Dan Luhan meninggalkan apartemennya yang telah kosong beserta photonya dan Sehun yang sengaja dia letakkan diatas meja ruang tamunya.

.

Sehun membuka matanya perlahan, badannya terasa sakit sekali saat digerakkan. Dan juga kepalanya berdenyut. Dia mendapati wajah Heechul yang menatapnya khawatir, serta Hangeng yang berbicara dengan dokter yang akan memeriksanya. Sehun juga dapat melihat Chanyeol dan Baekhyun yang menatapnya penuh harap.

Setelah dokter selesai memeriksanya, dan mencabut alat bantu pernafasan dari hidungnya, Chanyeol dan Baekhyun segera menghampirinya. .

"Sehun-ah, apa kau ingat aku" Tanya Baekhyun cepat. Sehun menganggukkan kepalannya lemah membuat Baekhyun menghela nafasnya lega karna Sehun tidak hilang ingatan. Sehun memperhatikan sekitarnya, dia berada diruang serba putih dengan ac yang menyala serta bau obat yang menusuk indra penciumannya.

Dia memeperhatikan appanya, Hangeng yang sedang berbicara dengan dokter, dan eommanya yang menelpon di ujung ruangan. Serta Chanyeol dan Baekhyun menatapnya lega.

Kesadaran Sehun kembali kala mata tajamnya tidak menemukan yeoja yang terakhir kali ditemuinya sebelum insiden ini.

"Luhan" ucap Sehun pelan

"ada apa Sehunnie" Tanya Heechul menghampiri Sehun yang sepertinya mengatakan sesuatu.

"dimana Luhan" Tanya Sehun pelan.

"Luhan masih ada pekerjaan, dia berpesan jika kau sudah sembuh dia akan datang menemuimu. Jadi cepat lah sembuh Sehunnie" ucap Heechul mengelus kepala Sehun. raut wajah Heechul berubah menyesal karna telah membohongi Sehun lagi.

Sehun mengangguk sebagai jawaban karna kepala dan tubuhnya masih terasa sakit.

Sebulan Sehun berusaha menyembuhkan dirinya agar bisa bertemu Luhan, dia sangat merindukan yeoja itu dan selama itu pula Sehun selalu menanyakan kabar Luhan kepada Heechul, Baekhyun, dan Chanyeol yang hanya dijawab "dia baik baik saja" namun dengan nada yang menyesal seperti menyembunyikan sesuatu membuatnya heran.

Hari ini hari terakhir Sehun berada dirumah sakit, perban dikepalannya pun sudah dilepas dan tubuhnya sudah pulih walaupun tidak sepenuhnya. Sehun memasang senyumnya karna hari ini dia akan bertemu yeoja yang dicintainya. Sehun menunggu sambil melihat Heechul merapikan kamarnya yang dibantu oleh Baekhyun, di ruangannya berharap Luhan datang membawakan sesuatu untuknya. Namun Luhan tak kunjung datang juga membuat Sehun kecewa. Dia akan keapartemen Luhan nanti, mungkin Luhan sedang sibuk, pikirnya.

.

Setelah izin dengan kedua orang tuanya, Sehun datang keapartemen Luhan, namun apartemen tersebut sepi seperti tidak ada orang yang mendiaminya. Sehun mengetuk pintu apartemen Luhan, namun tidak ada jawaban, apa dia sedang keluar. Sehun menghubungi nomor Luhan namun tidak aktif, apa yang terjadi. Akhirnya dia menunggu didepan diapartemen Luhan, namun seseorang menyapanya

"annyeong haseyo"

"oh annyeong haseyo" Sehun berdiri dan memberi salam kepada ahjussi berumur 50 tahunan itu

"apa yang kau lakukan disana" Tanya ahjussi itu

"aku sedang menunggu pemilik apartemen ini pulang" jawab Sehun ramah

"berapa lama pun kau menunggu dia tidak akan datang, dia sudah pergi sebulan yang lalu"

"mwo" Sehun membelalakkan matanya, Luhan pergi "apa ahjussi tau kemana dia pergi"

Ahjussi itu menggelengkan kepalanya "gomawo ahjussi sudah memberitahu ku" Sehun membungkuk hormat dan pergi dari sana .

Dia menghubungi nomor Luhan lagi namun tidak aktif. Wajahnya menampakkan kekhawatiraan dan mata tajamnya bergerak gelisah, keringat menetes di dahinya, jantungnya berdetak cepat. Dia tidak dapat berfikir logis mengingat Luhan pergi meninggalkannya dan membawa anaknya yang ada didalam rahim Luhan. Yang paling ditakutkannya dia tidak akan pernah bisa lagi bertemu dengan yeoja itu. Kemana Luhan pergi, Baekhyun pasti tau sesuatu. Dengan cepat dia mendial nomor Baekhyun.

"yeoboseyo" jawab Baekhyun di seberang sana.

"yeoboseyo, Baekhyun-ah apa kau tau Luhan pergi kemana, dia tidak ada diapartemennya" ucap Sehun cepat. Baekhyun diam tidak menjawab pertanyaan Sehun, membuat Sehun kesal

"Baekhyun-ah apa kau masih disana jawab aku" kata Sehun kasar.

"aku, aku tidak tahu" ucap Baekhyun gugup dan langsung memutuskan panggilan Sehun secara sepihak.

Sehun mengacak rambutnya kasar, dan berlari menuju apartemenya untuk menemui eommanya. Eommanya pasti tau sesuatu.

.

Sehun langsung mencari keberadaan eommanya, saat dia memasuki apartemennya. Chanyeol hanya diam tidak berani menegur Sehun yang sedang diliputi amarah sekaligus kesedihan itu.

Sehun kemudian menemukan eommanya sedang duduk santai didepan tv bersama appannya. Sehun mengampiri eommanya dan appanya. Membuat Heechul dan Hangeng terkejut melihatnya yang terlihat berantakan.

"apa yang eomma katakan kepada Luhan" Tanya Sehun cepat

"apa maksudmu Sehun-ah" Tanya Heechul tak mengerti

"apa eomma menyuruh Luhan pergi, kemana dia eomma. Eomma pasti tau sesuatu" Tanya Sehun memohon

Heechul memalingkan wajahnya dari Sehun "eomma tidak tahu"

"eomma pasti tau kemana Luhan pergi kan" bentak Sehun.

"Sehun-ah jaga nada bicaramu" bentak Hangeng membuat Sehun terdiam menunggu jawaban eommanya. Namun eommanya itu masih saja tidak mau menatapnya dan akan beranjak dari sana.

Namun dengan cepat Sehun menyimpuhkan kakinya, berlutut dihadapan kedua orang tuanya. Air matanya mengalir menatap Heechul dan Hangeng. Chanyeol menatap prihatin melihat adegan itu.

"eomma, appa. Kumohon beritahu aku dimana Luhan. Aku tidak sanggup berpisah dengannya, sebulan sudah cukup aku menahan diri tidak bertemu dengannya. Kenapa eomma dan appa menyuruhnya pergi" ucap Sehun menatap kedua orang tuanya kecewa. Heechul rasanya ingin menangis dan memeluk anaknnya yang berlutut menyedihkan dihadapanya. Tapi dia menahannya.

"Luhan lah yang memutuskan untuk pergi" jawab Heechul santai

"tidak mungkin. Luhan tidak mungkin melakukannya" jawab Sehun tak terima.

"itu mungkin saja Sehun-ah. Kalian saudara kembar, hubungan kalian terlarang, tak seharusnya kalian saling jatuh cinta dan menikah" ucap Hangeng.

"aku tidak perduli jika kami saudara kembar. aku mencintainya dan dia mencintaiku. Aku ingin menikahinya. Apakah kami salah jika melawan takdir"

"lupakanlah Luhan, sekarang kau memang tidak bisa melupakannya tapi nanti kau akan terbiasa tanpanya saat seperti kalian kecil dulu" ucap Heechul pelan

"aku bukan anak kecil lagi eomma, sudah cukup aku dan Luhan dipisahkan sewaktu kecil dulu. Dan sekarang aku harus berpisah lagi dengannya. Kenapa eomma begitu kejam membuatku kehilangan saudara kembarku sekaligus orang yang aku cintai. Aku akan mencarinya dan menikahinya apapaun yang terjadi, sekalipun itu melawan takdir. Karna Luhan sudah mengandung anakku. Aku harap eomma dan appa mengizinkan kami" ucap Sehun panjang dan berlalu dari hadaapan kedua orang tuanya.

Perkataan Sehun seperti petir yang menyambar disiang bolong, membuat Heechul dan Hangeng terdiam. Luhan mengandung anak Sehun. Bagaimana mereka bisa tidak mengetahuinya. Heechul dan Hangeng saling bertatapan

"bagaimana ini yeobo, Luhan sudah mengandung anak Sehun. apa yang harus kita lakukan" Tanya Heechul menatap Hangeng bingung.

"aku juga tidak tau chagi, lebih baik kita pikirkan jalan keluarnya"

..

Heechul dan hangeng berada di dalam kamar mereka, saling berhadapan satu sama lain. Selama dua hari ini mereka disibukkan dengan urusan pekerjaan dan juga sehun.

"yeobo bagaimana jika luhan dan sehun kita nikahkan saja" ucap hangeng memulai pembicaraan.

"ani, tidak mereka tidak boleh menikah"

Hangeng menatap lembut istrinya "apakah kau mau jika anak luhan lahir tanpa ayah, aku juga yakin luhan sedang menderita sekarang sama seperti sehun. Mereka saling mencintai chulli-ah, mungkin takdir mereka bukan hanya menjadi saudara kembar, apa salahnya jika kita mengizinkan mereka menikah, mereka juga bisa bersama-sama menjalankan perusahaan Siwon. Aku rasa ini yang terbaik untuk mereka. Membuat mereka terpisah seperti ini hanya akan membuat diri mereka menderita"

Heechul diam mendengar perkataan suaminya, setelah bergelut dengan pikirannya akhirnya Heechul mengangguk "arraseo, besok kita akan menemui luhan dan membawanya kesini" Hangeng kemudian tersenyum dan memeluk istrinya itu,

..

Luhan duduk melamun ditaman belakang rumahnya, dia menatap kosong kedepan. Air matanya jatuh karna memikirkan dan juga merindukan sehun. Selama sebulan ini luhan selalu menyibukkan dirinya dengan bekerja agar tidak memikirkan namja itu. tubuhnya semakin kurus dan melemah, di tambah dengan kehamilannya yang semakin bertambah usia. Luhan masih saja sibuk dengan pikiranya dan tidak menyadari hangeng dan heechul yang menatapnya sedih, sedih melihat kondisi tubuh luhan.

Mereka kemudian mendekati luhan "luhan-ah"

Luhan terkejut mendengar seseorang memanggilnya dan melihat hangeng dann heechul sudah berada di sampingnya. "annyeong haseyo, ada apa ahjumma dan ahjussi datang kesini"

"ada yang ingin kami bicarakan" jawab hangeng. Kemudian mereka masuk kedalam tempat tinggal luhan,

Luhan duduk dihadapan heechul dan hangeng setelah dia memebuatkan minuman untuk keduanya.

"bagaimana kabar sehun, apakah dia baik baik saja" Tanya luhan memulai pembicaraan.

"dia sedang tidak baik lu, setelah mengetahui kau pergi. Dia berusaha mencarimu dan tidak pulang kerumah" ucap heechul sedih. Luhan hanya diam saja karna dia tahu itu akan terjadi

"kenapa kau menyembunyikan fakta jika kau sedang hamil anak sehun dari kami" Tanya hangeng pelan.

"aku tidak mau membebani kalian, lagipula aku akan mengurus anak ini sendiri dan melupakan sehun"luhan menundukkan wajahnya dann menggenggam erat kedua tangannya. Menahan agar aair matanya tidak keluar.

"kembalilah ke seoul bersama kami, kita akan kembali membicarakan masalah ini bersama-sama, kami akan mengizinkan kalian menikah jika memang kalian menginginkannya, apa kau mau"

Ucapan hangeng membuat luhan mendongakkan kepalanya menatap heechul dan hangeng, dengan cepat luhan mengangguk.

.

Empat hari Sehun tidak pulang kerumahnya dan berusaha mencari keberadaan Luhan, namun dia tak mendapat informasi apapun, dia bahkan mencari Luhan ke Busan tapi tidak juga menemukannya. Luhan seakan di telan bumi dan menghilang tanpa jejak dari kehidupannya.

Sehun duduk ditaman dekat sungai han, memikirkan bagaimana kehidupan Luhan sekarang, apakah yeoja itu baik baik saja tanpanya. Apakah dia bisa melewati hari harinya dengan kondisi yang sedang hamil itu sendirian. Apakah Luhan makan dengan baik. Apakah Luhan merindukannya. Dan banyak pertanyaan yang ada didalam benak Sehun.

Sebuah noifikasi bertanda pesan masuk melalui ponselnya membuat Sehun sadar dari lamunannya. Pesan dari eommanya yang menyuruhnya pulang karna ada hal penting yang harus dibicarakan.

Sehun sampai diapartemennya, Sehun terkejut melihat orang sudah ramai berkumpul diruang keluarga, ada Baekhyun yang duduk bersebelahan dengan Chanyeol dan dihadapan mereka ada kedua orang tua Baekhyun Byun Junho dan Kim Jaejong. Dan kedua orang tuanya dan Chanyeol, Park Hangeng dan kim Heechul yang duduk ditengah sofa dengan posisi membentuk kotak itu.

Matanya terkejut saat melihat yeoja yang selama sebulan ini dirindukannya duduk dihadapan Heechul dan Hangeng. Yeoja itu terliihat kurus dan kondisi yeoja itu tidak jauh berbeda dengan dirinya. Sehun langsung memeluk Luhan erat. Tidak diperdulikannya tatapan orang yang hanya menggelengkan kepala menatapnya

"bogoshippo Luhan-ah, jeongmal" ucap Sehun senang dan mengeratkan pelukannya.

"nado, bogoshippo Sehun-ah" ucap Luhan air matanya menggenang di pelupuk matanya dan balas memeluk Sehun erat.

"ehm ehm" suara deheman yang datang dari Chanyeol mampu membuat Sehun dan Luhan melepaskan pelukannya. Sehun duduk disamping Luhan dan menggenggam erat tangan yeoja yang dicintainya, seakan takut jika Luhan akan pergi lagi.

"Oh Sehun dan Oh Luhan, kalian tau jika kalian adalah saudara kembar. tapi kalian masih ingin melanjutkan hubungan kalian berarti kalian melawan takdir" ucap Hangeng menatap Luhan dan Sehun.

"aku tidak perduli jika ini melawan takdir atau tidak, aku mencintai Luhan dan aku ingin menikahinya dan membesarkan anak kami bersama-sama" ucap Sehun tegas, dia semakin erat menggeggam tanga Luhan.

Hangeng tersenyum, melihat Sehun yang masih tetap pada pendirianyaa, dia jadi teringat dengan sosok Oh Siwon. Kemudian Hangeng melanjutkan perkataannya

"Oh Luhan apa kau mencintai Oh Sehun, adik kembarmu. apa kau serius dengannya" Luhan diam dia menundukkan kepalannya, sedangkan semua orang disana gugup menunggu jawaban Luhan.

"mianhae, tapi bagaimana pun aku berusaha menjauhinya dan melupakannya, aku tetap saja mencintainya. Aku tidak perduli dia saudara kembarku atau bukan. Asal aku selalu bersamanya itu saja sudah cukup" ucap Luhan mantap, Sehun menatap kearahya dan dibalasnya dengan senyuman

"baiklah, Oh Sehun dan Oh Luhan, aku mengumpulkan kalian disini ingin memberitahukan bahwa aku mengizinkan kalian untuk menikah, lagipula Luhan sudah mengandung anakmu. Aku tak habis pikir kenapa kalian melakukannya sebelum menikah" ucap Hangeng akhirnya. Luhan dan Sehun saling menatap satu sama lain, senyum tersemat diwajah mereka dan menatap Hangeng

"gomawo appa, jeongmal gomawo" ucap Sehun senang. Dia langsung memeluk Luhan, akhirnya mereka di izinkan bersama setelah banyak hal yang terjadi.

Kali ini hanggeng dan Heechul mengalah dan memberi dukungan kepada Luhan dan Sehun

"pernikahan kalian akan di laksanakan minggu depan bersamaan dengan pernikahan Chanyeol dan Baekhyun" ucap Heechul kemudian.

"mwo" ucap Sehun dan Luhan bersamaan

"kenapa kalian terkejut, kalian pikir Cuma kalian saja yang akan menikah" ucap Chanyeol santai dan memeluk Baekhyun. Sehun memutar bola matanya malas.

"selamat Baekhyun-ah" ucap Luhan tersenyum. Kini kebahagiannya suduh lengkap. Dia akan menikah dengan Sehun dan sahabatnya juga akan melangsungkan pernikahan bersama mereka.

"kau juga lu, selamat untukmu"

"ini adalah data perusahaan orang tua kalian, mulai sekarang kalian berdualah yang akan meneruskannya" ucap Hangeng menyerahkan sebuah amplop kepada Sehun dan Luhan.

"arraseo. Gumawo appa" ucap Sehun

"gomawo ahjussi"

Dan kemudian mereka membicarakan rancangan untuk acara pernikahan bersama kedua orang tua Baekhyun

..

Luhan berdiri di balkon rumahnya dan Sehun sambil menikmati angin dingin dan menatap bintang yang ada dilangit. Dia baru saja selesai melangsungkan pernikahannya dengan Sehun. senyum terukir diwajah bahagianya.

Sebuah lengan melingkar diperutnya yang mulai membesar, dia tau siapa namja yang sedang memeluknya ini. Oh Sehun, saudara kembarnya sekaligus suami yang sangat dicintainya. Dia melepas pelukan Sehun dan menatap mata tajam namja itu.

Sehun membalas tatapan mata Luhan, dia sangat suka mata rusa itu. Ketika mereka saling menatap, mereka bisa mengerti perasaan pasangan mereka tanpa harus mereka mengatakannya. Sehun menyatukan keningnya dengan kening Luhan. Dirinya tak kalah bahagia dari Luhan karna dia tidak akan kehilangan saudara kembarnya sekaligus yeoja yang dicintainya yang telah sah menjadi istrinya untuk kedua kalinya.

"Aku mancintaimu, saudara kembarku sekaligus istriku, Oh Luhan" ucap Sehun

"Aku Juga mencintaimu saudara kembarku sekaligus suamiku, Oh Sehun" balas Luhan

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan dan mencium bibir mungil Luhan. Yang dibalas Luhan. Mereka tersenyum diantara ciuman mereka. Kini mereka bahagia, walaupun harus melawan takdir dan melanjutkan hubungan terlarang mereka, asalkan mereka bersama semua tidak akan menjadi masalah untuk Luhan dan Sehun. karna mereka sudah berjanji tidak akan berpisah apapun yang terjadi.

END

Akhirnya ending juga, sebenarnya author mau buat angst untuk endingnya. Tapi author gak tega. Terima kasih untuk yang sudah review dan mengikuti cerita author. Maaf jika alurnya kecepetan dan banyak kata yang salah. Saranghae untuk kalian semua. Nantikan cerita author yang lainnya. Annyeong.