BECAUSE I LOVE MY HUSBAND
CHAPTER 8
MAINCAST : PARK CHANYEOL, BYUN BAEKHYUN, PARK LUHAN, OH SEHUN, PARK KYUNGSOO, KIM JONGIN, KRIS WU, HWANG ZI TAO. DLL
GENRE: SAD ROMANCE, MARRIAGE LIFE, HURT.
RATING M
PUNCAK KONFLIK CHANYEOL DAN BAEKHYUN
CHAPTER SEBELUMNYA
Namun tiba-tiba pandanganya mulai mengabur kepalanya seperti dihanam batu. hingga tak menyadari kalau mobil yang ia kendarai mulai oleng dan menabrak mobil yang melaju dari arah berlawanan.
BRAKKKKKK
Suara mobil bertabrakan itu terdengar keras dibawah guyuran hujan. bahkan mobil yang ditumpangi chanyeol terguling sebanyak 3 kaki sampai berhenti ditepi jurang.
Sebelum benar-benar menutup matanya Chanyeol masih bisa menggumamkan 1 nama.
"Baekhyun"
dan semuanya menjadi gelap.
Chapter 8
Disinilah mereka berkumpul sekarang. Didepan sebuah ruang operasi salah satu Rumah Sakit Seoul.
Setelah mendapat kabar kalau Chanyeol mengalami kecelakaan, dengan perasaan panik seluruh keluarga berbondong-bondong menuju Rumah sakit.
waktu sudah menunjukkan pukul 1 dan itu tandanya sudah 3 jam mereka menunggu pintu operasi itu teruka sejak Chanyeol ditangani.
Mereka mendapatkabar kalau Chanyeol mengalami kecelakaan, mobil yang rusak parah dan ketika mereka sampai dirumah sakit langsung mendapatkan pemandangan yang memilukan. Saat mereka sampai saat itu juga bertepatan dengan tubuh chanyeol yang dibawa masuk kedalam ruang operasi dengan luka parah disekujur tubuhnya, bahkan tubuh tak sadarkan dir itu bersimpah menuh darah.
Byun Baekhyun, Sosok yang sedari tadi tak henti-hentinya memangis, menangisi kondisi sang suami saat ini. tubuhnya gemetaran ketika melihat tubuh chanyeol dibawa keruang operasi dengan darah dimana-mana dan sang suami itu tak membuka matanya.
Ia terus menangis dalam pelukan Kyungsoo, mencengkram kemeja belakang kyungsoo erat, mata yang tertutup dan bibir yang tak henti-hentinya melafalkan doa untuk seseorang yang tengah berjuang didalam sana.
"Tenangkan dirimu Baek. Chanyeol pasti akan baik-baik saja,aku yakin adikku orang yang kuat"
ujar Kyungsoo mencoba memberi ketenangan dan kekuatan pada Baekhyun. Biar bagaimanapun Kyungsoo tau orang yang saat ini paling membutuhkan dukungan adalah Baekhyun. Tak mudah memang jika berada diposisinya. Disaat hubunganya denga sang suami tengah memburuk justru ia mendapat pukulan yang lebih menyakitkan dengan berita kecelakaan sang suami.
Tak ada jawaban dari Baekhyun. Yang ada hanya tangisan yang terdengar sangat lirih.
"berdoalah Baek, kita doakan yang terbaik untuk Chanyeol"
"ini salahku.."
guman Baekhyun lirih namun masih bisa didengar oleh orang disekitarnya.
Nyonya Park berdiri dari tempat duduknya dan menatap Baekhyun dengan tatapan penuh kebencian.
"YA ini salahmu,anakku seperti ini karena KAU. Kau wanita pembawa sial bagi hidup anakku." Marah Nyonya Park.
"Eomma sudahlah jangan membahas ini dulu. Sekarang yang terpenting kita doakan oppa baik-baik saja"
Sergah luhan berusaha menghentikan pertikaian tersebut.
"awas saja bila terjadi sesuatu dengan anakku, aku pastikan hidupmu tak aka tenang" kini Nyonya park mulai menganca Baekhyun. Dan Baekhyun hanya bisa menangis pilu. Yang ada difikiranya sekarang hanya Chanyeol dan Chanyeol. Bagaimana keadaan suaminya kini? apa Chanyeol aka selamat? apa Chanyeol akan baik-baik saja?.
Cklek
Pintu ruang operasi itu tebuka, dan terlihat seorang Dokter dengan pakaian operasi keluar dari sana. Sontak saja mereka langsung berhamburan menghampiri sang dokter.
"Bagaimana keadaan suami saya dok?"
Suara baekhyun terdengar sangat lirih ketika bertanya dan disusul dengan pertanyaan serupa dari Nyonya Park dan yang lainya.
Dokter itu melepas masker operasi diwajahnya dan menghela nafas pangajang dengan ekspresi yang tak dapat diartikan.
"Kondisi tuan park sangat buruk"
Sang dokter mulai membuka suara. dan mendapatkan reaksi terkejut dari mereka semua.
"Ya tuhan anakku"
Nyonya Park meneteskan air matanya seketika saat mengetahui kondisi anaknya sekarang.
"Chanyeol"
Bahkan Baekhyun hampir terjatuh kalau saja tangan kyungsoo tak sigap menahanya.
"Saat kecelakaan terjadi tubuh Tuan Park sepertinya terhimpit oleh bagian mobil, sehingga menyebabkan tanga kiri nya mengalami patah tulang yang cukup parah serta tulang bagian bawah mata kiri yang juga mengalami keretakaan sehingga kami harus melakukan beberapa opesasi untuk tuan park. dan ada beberapa luka jahitan ditubuh tuan Park. Tapi untungnya keretakaan pada tulang bawah mata Tuan Park tak merambat sampai melukai matanya jika itu sampai terjadi mungkin akibat paling fatalnya Tuan Park mengalami kebutaan"
Dokter mulai memberikan penjelasanya.
"Apa parah itu kondisi adik saya dokter?" kini suara Kyungsoo yang mulai bertanya. Sungguh Mereka sangat terkejut ketika mengetahui kondisi Chanyeol sekarang.
"Ne, sampai saat ini Tuan Park masih belum melalui masa kritisnya apalagi kondisinya diperparah dengan tingginya kadar alkohol dalam tubuh tuan Park dan dengan berat hati kami mengatakan kalau kondisi tuan Park koma. Untuk sementara pasien akan tetap berada di ruang ICU sampai kondisinya membaik"
"Apa? koma? tidak CHANYEOLL..." Baekhyun menggeleng keras ketika mendengar penjelasan dokter. bakhan isakanya kini berubah menjadi raungan yang memilukan.
"bersabarlah nyonya, yang tuan Park butuhkan saat ini hanyalah doa dari kita semua. kalau begitu saya permisi tuan, nyonya"
Dokter itupun pergi meninggalkan mereka.
"Chanyeol, tidak..jangan tinggalkan aku chanyeol..chanyeoll..chanyeoll~ah.. hiks..hiks .. Chanyeol"
Baekhyun bergumam lirih dan terisak pilu, pandangan matanya kini kosong. Nyawanya seolah-olah melayang entah kemana, tubuhnya lemas, ia jatuh terduduk dan terus menggumamkan nama Chanyeol.
Nyonya park tersadar dari keterkejutanya dan dengan amaran yang meluap-luap berjalan kearah baekhyu.
"WANITA SIAL. PUAS KAU MELIHAT ANAKKU SEPERTI INI HAH? ANAKKU DIDALAM SANA BERJUANG ANTARA HIDUP DAN MATI ITU SEMUA KARNA KAU. WANITA PEMBAWA SIAL PERGI KAU DARI HIDUP ANAKKU, PERGI"
Nyonya park mulai berteriak marah kepada Baekhyun dan memukuli tubuh tak berdaya itu dengan tas yang ia bawa secara bertubi-tubi. Tak ada reaksi yang ditunjukkan dari Baekhyun ia hanya menangis dan menangis.
Benarkah ini salahnya? benarkah Chanyeol begini karena salahnya?
"Eomma sudahlah. ini semua musibah eomma, bukan salah siapa-siapa. tenangkan diri eomma. Bila eomma membuat keributan seperti ini bagaimana Chanyeol bisa sembuh eomma"
Kyungsoo menahan tubuh sang eomma
yang hendak memukul Baekhyun kembali.
"Bawa dia pergi dari sini Kyungsoo, bawa dia pergi menjauh dari Chanyeol, bawa pergi wanita pembawa sial ini soo~ya, eomma tak ingin keberadaan dia semakin memperparah kondisi Chanyeol, cepat soo"
"ya eommonim, jongin akan menbawanya pergi. eommonim tenang ya..."
jongin berjalan kearah baekhyun, dan membantu tubuj ringkih itu berdir. Sungguh miris melihat kondisi Wanita ini.
"kau butuh ketenangan baek, Chanyeol tak aka suka melihatmu seperti ini. Ayo aku akan membawamu menenangkan diri dulu. percaya baek kondisi Chanyeol akan baik-baik saja.
Genap 1 minggu sudah Chanyeol terbaring lemah dirumah sakit. Tak ada perubahan yang berarti pada kondisinya saat ini. Masih banyak selang-selang yang dipasang untuk membantunya hidup. Selama 1 minggu itu pula Nyonya park benar-benar melarang Baekhyun untuk datang menemui Chanyeol. Bahkan kini Baekhyun tak lagi tinggal dirumah besar.
Jongin dan Kyungsoo membawa Baekhyun tinggal diapartement mereka. Tak mungkin mereka benar-benar membiarkan Baekhyun terusir begitu saja.
CKLEK
pintu apartement itu terbuka, dan terlihat sosok Jongin dan Kyungsoo berjalan masuk kedalam.
Mendengar suara pintu terbuka,Baekhyun bergegas menghampiri Kyungsoo dan Jongin.
"kalian sudah pulang? Bagimana kondisi Chanyeol saat ini? apa sudah ada perubahan?apa dia membaik?"
Pertanyaan yang sama selalu Baekhyun berikan ketika ketika Kyungsoo maupun Jongin dari Rumah sakit. Dan sepasang mata sayu itu akan berkaca-kaca menanti jawaban.
"Duduklah dulu Baek" Kyungsoo menggiring Baekhyun untuk duduk dishofa.
"Bagaimana?"
tanya Baekhyun dengan suara lirih.
Kyungsoo dan jongin saling menatap untuk sejenak dan menghela nafas kasar. Sungguh mereka tak tega bila melihat Baekhyun yang setiap hari menanyakan kabar Chanyeol tanpa bisa melihatnya secara langsung. tatapan itu seolah memaksa mereka untuk memberi kabar baik tentang Chanyeol.
"Keadaanya masih sama Baek, Belum 66 yang berarti ia masih koma"
Jongin mulai membuka suara.
"apa? jadi? Chanyeol..."
airmata Baekhyun kini mulai menetes.
"aku selalu berdoa agar tuhan memberikan kesembuhan untuk Chanyeol. tapi mengapa ia tak kunjung membuka matanya? apa..apa tuhan tak mau mendengarkan doa-doaku? apa aku ini memang istri yang buruk sehingga tuhan tak mau mendengar doaku? Chanyeol begini juga karna aku, apa tuhan marah karena aku telah membuat suamiku seperti ini?"
Baekhyun mulai meracau.
"hey Baek, kau ini bicara apa? Chanyeol seperti ini Bukan salah siapa-siapa Baek. Ini musibah,mungkin takdir Adikku yang memang harus mengalami semua ini. Tak ada hubunganya dengan masalah kalian. Tuhan tak marah Baek, kau istri yang baik. Dan tuhan akan mengabulkan doa istri yang baik sepertimu"
Kyungsoo berusaha menasehati Baekhyun. Sungguh wanita yang malang. Mengapa hidup wanita ini selalu dilingkupi dengan penderitaan tuhan.
"apa..Chanyeol menungguku untuk benar-benar meninggalkanya lalu..lalu dia aka sadar? iya..pasti seperti itu. Selama ini Chanyeol ingin sekali aku pergi dari hidupnyakan"
"BAEKHYUN"
Sungguh telinga Kyungsoo sudah panas mendengar kata-kata baekhyun yang selalu menyalahkan dirinya dan berakhir dengan berbicara yang tidak-tidak.
"Apa kau bisa memastikan jika kau pergi begitu saja dari Chanyeol maka Chanyeol akan sadar dan setelahnya Hidup bahagia tanpamu? apa Kau juga yakin akan bak-baik saja tanpa Chanyeol? apa sekarang kau mulai menyerah disaat Chanyeol mulai mencintaimu? apa hanya sebesar ini Cintamu untuk adikku? kau merasa bersalah lalu kau pergi begitu saja?iya?"
"Chanyeol akan bangun Baek. Dan dia akan kembali kesisimu. Bukankah sudah jelas apa yang Zitao katakan waktu itu kalau kecelakaan ini terjadi karena Ia ingin pulang dan meminta maaf padamu? Yakinlah Baek. Chanyeol hanya butuh kau mendoakanya dia hanya ingin doa mu baek, doa dari wanita yang dikasihinya"
Baekhyun menghambur kepelukan Kyungsoo dan menangis sejadi-jadinya. pikiranya kalut. ia ingin bertemu Chanyeol tapi keadaan yang tak memberikanya jalan. Ia ingin melihat kondisi Chanyeol saat ini sehingga ia akan berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan keluar dari segala ketakutan dan kecemasan yang selama ini menghantuinya.
Kyungsoo mengusap punggung Baekhyun pelan. Berusaha memberikan ketenangan untuk adik iparnya ini.
Baekhyun melepaskan pelukanya setelah dirasa dirinya cukup tenang.
"Aku ingin bertemu Chanyeol." Baekhyun menatap Kyungsoo dan Jongin bergantian dengan tatapan memohon.
"Kali ini saja, bantu aku bertemu denganya. Setelah itu aku tak akan menemuinya lagi. Kumohon bantu aku"
"Ne, Kami akan membantumu. Secepatnya kau akan bertemu Chanyeol Baek."
kini giliran jongin yang berusaha memberikan keyakinan pada Baekhyun. Tak tega juga melihat baekhyun yang terus memohon bertemu Chanyeol.
"Benarkah? kalian akan membantuku? aku akan bertemu Chanyeol. sungguh?"
Lihatkah Bahkan hanya dengan kata "iya" saya senyum kebahagiaan terukir diwajah ayu itu. tersimpan banyak sekali harapan dalam senyum itu. Seolah-olah ia akan menemukan harta karun.
"Baek kau mau kemana"
tanya kyungsoo bingung ketika Baekhyun berdiri dari shofa.
"aku akan ke Gereja eonni. Aku akan berdoa pada tuhan untuk kesembuhan suamiku. Dan aku juga aka berdoa agar tuhan memberiku jalan untuk menemui suamiku. aku pergi dulu eonni. bye"
Belum sempat Mereka bertanya lebih lanjut tapi Baekhyun sudah lebih dulu pergi.
"Kita harus membantunya sayang."
Jongin meremas tangan Kyungsoo pelan.
"Kau satu-satunya orang yang bisa membantunya"
"aku?"
Kyungsoo menunjuk dirinya sendiri dengan ragu.
"iya kau. Kau yang selama ini dekat dengan Eommonim kan? Selain Chanyeol, eommonim juga akan mendengarkan semua kata-katamu. Bujuk eommonim agar mengijinkan Baekhyun menemui Chanyeol. Kau pasti bisa sayang. percayalah. Ini demi kebahagian mereka. Chanyeol dan Baekhyun"
"Ne aku akan berusaha"
jawab Kyungsoo sungguh-sungguh.
At Gereja
"Tuhan aku tau aku ini manusia yang kotor penuh dosa. Terlalu banyak aku membuat kesakitan dalam diri suamiku. Dengan bodohnya aku menerima perjodohan ini dan membuat Chanyeol harus terjebak dan menderita dalam pernikahan ini. Demi rasa cintaku yang tak beralasan ini aku memaksanya untuk hidup bersamaku. Ia pasti sangat menderita tuhan. Bodohnya aku baru menyadarinya sekarang..
Tuhan, sekarang aku sudah tak mengharap kalu rasa cintaku pada suamiku ini akan terbalaskan. Aku juga tidak perduli jika hanya sampai disini umur pernikahan ku dengannya. Jika ia ingin menceraikan aku dan meninggalkanku aku siap tuhan hiks"
Baekhyun mulai terisak pelan ditengah doanya.
"Tuhan, ini semua salahku. Jangan Hukum suamiku atas kesalahan yang tidak ia lakukan. Hukum aku saja tuhan hiks..hiks. Sembuhkan suamiku tuhan, bangunkan dia dari tidur panjangnya tuhan. Buat dia agar kembali seperti dulu lagi tuhan. Angkat sakit suamiku tuhan. Aku tau sudah terlalu banyak aku meminta padamu tuhan. tapi kali ini saja tuhan. Buat suamiku membuka matanya, sembuhkan dia tuhan, sembuhkan suamiku tuhan"
Baekhyun terus berdoa.
Sementara itu seorang yang berada diatas ranjang pesakitan rumah sakit tengah menggerakkan jemarinya perlahan tanpa ada seorangpun yang menyadarinya.
HARI BERIKUTNYA
Pagi ini Kyungsoo tengah menemani Nyonya Park menjaga Chanyeol dirumah sakit. Mereka hanya duduk berdua didepan pintu rawat Chanyeol.
" Semalam saat Dokter memeriksa adikmu. Dia bilang Kondisi Chanyeol sedikit membaik."
Suara Nyonya Park memecahkan keheningan diantara mereka.
"Benarkah?"
tanya Kyungsoo tak percaya. Apa doa Baekhyun terkabul.
"iya. Bahkan adikmu sempat meneteskan airmatanya. Tapi..dia tidak membuka matanya"
"Mungkin dibawah alam sadarnya dia merasakan sesuatu eomma"
"Entahlah eomma juga tidak tau. Eomma pusing melihat kondisi adikmu yang tak kunjung membaik. Padahal ini sudah 1 minggu lebih sejak ia terbaring koma"
Kyungsoo merangkul pundak sang eomma perlahan berusaha menyalurkan kekuatan untuk wanita paruh baya ini.
"apa yang harus kita lakukan untuk adikmu Kyungsoo-ah. Eomma tidak bisa melihatnya terus terusan seperti ini. Eomma tidak tega hiks.."
Air mata wanita paruh baya itu mulai mengalir. memikirkan kondisi sang anak yang masih saja belum menunjukkan perubahan. segala cara telah dokter lakukan tapi kondisi Chanyeol masih saja. Kadang naik kadang turun.
"Baekhyun eomma. Obat Chanyeol adalah Baekhyun eomma"
Kyungsoo mulai memberanikan diri menyinggung tentang Baekhyu.
Nyonya Park melepaskan rangkulan tangan Kyungsoo dan menghapus air matanya kasar.
"Jangan membahas perempuan itu Kyungsoo. Dia tak ada hubunganya sama sekali dengan kesembuhan Chanyeol. Chanyeol tak membutuhkan perempuan penghianat seperti itu"
"Eomma..sampai kapan eomma akan seperti ini terus? apa dengan memisahkan mereka berdua adalah jalan terbaik? tidak kan eomma!. Buktinya Chanyeol sampai sekarang tak kunjung membuka matanya. Kondisinya masih belum stabil. Sekarang Yang Chanyeol butuhkan Bukan obat Eomma, Bukan juga Dokter. Tapi Chanyeol Butuh Baekhyun disisinya. "
"Eomma...Bukankan sudah jelas apa yang Kris katakan waktu itu? Chanyeol kecelakaan karena ia ingin pulang dan menemui Baekhyun, meminta maaf pada Baekhyun karena Chanyeol sudah tau semuanya. Bahkan semalam Chanyeol sampai menangis, itu karena dibawah alam sadarnya Chanyeol menginginkan Baekhyun eomma."
"Eomma Kyungsoo mohon, sekali ini saja. Ijikan Baekhyun datang menjenguk Chanyeol. Baekhyun juga istrinya eomma"
"Dia istri yang buruk untuk adikmu soo. "
Sergah Nyonya Park berusaha membantah Kyungsoo.
"Ini hanya kesalah pahaman eomma. percayalah. Kumohon eomma ijinka Baekhyun datang menemui Chanyeol. Kesembuhan Chanyeol ada pada Baekhyun eomma"
"Terserah lakukan sesukamu. Eomma pusing. tapi ingat jika perempuan itu semakin memperparah kondisi adikmu segera usir dia."
Kyungsoo tersenyum senang. Akhirnya eommanya ini luluh juga.
"Tapi eomma juga harus janji, bila Chanye sadar dan menerima Baekhyun. Itu artinya Eomma juga harus menerima Baekhyun sebagai menantu eomma"
Eomma park hanya melirik kearah Kyungsoo dan jalan memasuki ruangan Chanyeol.
Baekhyun begitu senang ketika ia mendapat pesan dari Kyungsoo untuk datang ke Rumah Sakit sekarang juga.
Akhirnya sekian lama menanti ia bisa bertemu Chanyeol juga.
"Baek, kau ingin bertemu Chanyeol kan? datanglah kerumah sakit sekarang juga. Aku menunggumu"
Itulah pesan singkat dari Kyungsoo beberapa waktu lalu.
Dan disinilah ia berada, didepan ruang inap Chanyeol.
Ia berdiri dengan gugup.
"aku mengijinkan kau bertemu dengan Chanyeol bukan berarti aku memaafkanmu. mengerti?"
Baekhyun hanya mengangguk pelan.
Setelah mendapat anggukan dari Kyungsoo, dengan perlahan Baekhyun membuka pintu rawat itu.
Air matanya berlomba-lomba keluar ketika melihat sosok tak berdaya berbaring diatas ranjang pesakitan itu.
Ia menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya kini. Chanyeol, suaminya tengah berbaring lemah dengan masker oksigen diwajahnya, perban yang membalut di beberapa bagian tubuh suaminya, tangan kiri yang terlihat bengkak dan digips, jarum infus yang menusuk di tangan kananya, luka lebam dan bekan jahitan di tulang bawah matanya, serta kabel-kabel yang menempel pada tubuh suaminya.
Sebegitu parahkan kondisi suaminya ini hingga membutuhkan semua alat itu untuk bertahan hidup?
Dengan tubuh gemetar dan air mata yang tak hentinya mengalir ia melangkah dan duduk dikursi samping ranjang Chanyeol.
Dengan perlahan ia menyentuh tangan yang tertancap jarum infus itu. Mengelusnya dan menciumnya perlahan.
Ia beralih menatap Chanyeol, Sungguh miris melihat Chanyeol yang sekarang.
"Hiks..hiks...hiks..mengapa kau memilih berbaring disini eoh ketimbang memukul dan memakiku? hiks.."
Baekhyun mulai berbicara.
"Apa kau sudah bosan memarahiku hingga lebih memilih tidur disini? hiks..bukankah..hiks..bukankan kau mempunyai ranjang yang lebih empuk dibandingkan ranjang jelek ini eoh..hiks.."
"kau marah padaku,aku tahu itu. hiks..jika kau marah mengapa tidak memukul atau membentak ku saja eoh? mengapa harus sepeerti ini Chanyeol-ah..hiks..hikss"
Isakan itu berubah menjadi tangisan pilu. Kyungsoo yang menyaksikan mereka dari balik pintu pun tak bisa menyembuyikan perasaan sedihnya.
"Bangun Chan,..buka matamu, hiks...hiks..kau..boleh menghukumku. apapun itu akan aku terima tapi jangan hukum aku dengan melihatmu seperti ini..hiks..sungguh..aku tak bisa chan..hiks.hiks.."
"Buka matamu...Buka matamu suamiku..hiks..hiks"
Baekhyun mengelus wajah Chanyeol pelan. Menangkum wajah penuh memar dan memberikan ciuman dalam pada dahi Chanyeol. air matanyapun sampai menetes pada wajah yang tengah memejamkan matanya itu.
"hiks..kau..hiks..hiks..kau dulu selalu mengatakan ingin berceraikan dariku? kau ingin pisahkan dariku? ayo..hiks..ayo Chanyeol bangun..setelah itu kita akan bercerai, kau akan terbebas dariku, kau akan hidup bahagia tanpaku Chanyeol..hiks..hikss..jika perceraian yang kau bisa membukamu membuka mata ayo..hiks..ayo bercerai Chanyeol-ah..hiks.."
Baekhyun menangis tersedu-sedu sambil mencengkram erat baju pasien Chanyeol. Kini Ia mulai memposisikan kepalanya untuk bersandar pada dada bidangnya.
"Aku selalu berusaha menjadi istri yang baik untukmu, berusaha menjadi seseorang yang pantas untuk mu hiks..Seseorang yang layak kau cintai. Tapi..hiks..tapi mengapa itu semua terasa sulit Chanyeol-ah..hiks.hiks..disaat kau mengatakan rasa cintamu padaku justru kesalah pahaman yang terjadi diantara kita. hiks..hiks..
kau salah paham Chan..hiks..hiks foto itu tidak benar, aku bersumpah..aku bersih Chan, aku tidak pernah disentuh oleh siapapun. hiks..aku suci Chan..aku menjaga..milikku hanya untuk suamiku..hiks...sakit rasanya Chan saat kau tak mepercayaiku hiks..hiks..aku harus bagaimana Chan..hiks..percaya padaku Chaaan.."
"buka matamu Chan buka...jika..hiks..jika kau tak mau membuka mataku untukku, buka matamu untuk keluargamu Chan..hiks..buka matamu untuk mereka, sembuhlah untuk mereka Chan..mereka membutuhlanmu..hiks.."
Baekhyun menangis kencang dan menyembunyikan wajahnya diceruk lehen Chanyeol. Biarlah kali ini saja Ia ingin seperti ini. Mungkin ini menjadi pertemuan terakhirnya dengan Chanyeol.
"aku mencintaimu suamiku...bangunlah..bangun"
Baekhyun masih setia menangis hingga tak menyadari tubuh yang ia peluk itu mulai memberikan responya.
Kyungsoo dan Nyonya Park terkejut bukan main ketika menyaksikan dari balik pintu Tangan Chanyeol bergerak memberikan respon bahkan kedua bola mata yang tertutup itu mulai bergerak secara perlahan tanpa diketahui oleh Baekhyun yang masih setia menangis di pelukan Chanyeol.
Bahkan mereka melihat dengan sayang jelas mulut Chanyeol yang mulai bergerak pelan memanggil satu nama " Baekhyun".
Jadi semua ini benar? Baekhyun adalah obat yang dibutuhkan Chanyeol selama ini?
Baekhyun masih terus menangis, hingga tak menyadari tangan lemah itu secara perlahan mulai bergerak. Kedua mata itu pun mulai terbuka secara perlahan meskipun tak seluruhnya terbuka.
"Baekhh...hyunhh." Gumam Chanyeol yang terdengar sangat lirih Bahkan Baekhyun tak bisa mendengarnya karena kalah dengan suara tangisanya.
Chanyeol mencoba membuka mulutnya kembali dan mencoba memanggil Baekhyun.
kondisinya masih sangat lemah dan butuh perjuangan penuh untuk mengeluarkan suara keras.
"Baekhh..Baekhyunnh..hiks" Chanyeol merasa frustasi karena Baekhyun tak juga meresponya. Ia mencoba meggerakkan tanganya namun..
"Aarrgghh..Baek."
Baekhyun menghentikan tangisanya seketika saat mendengar erangan kesakitan dari seseorang. Ia mendongakkan wajahnya dan alangkah terkejutnya ia ketika melihat Chanyeol membuka matanya.
Tuhan mengambulkan doa-doanya? terimakasih tuhan.
Baekhyun beranjak dari tubuh Chanyeol dan menatap Chanyeol tak percaya.
"Chanyeoll..hiks .. Chanyeoll kau..kau bangun? kau sudah sadar? Syukurlah.."
Baekhyun mengusap pipi Chanyeol dengan sayang. Chanyeol memejamkan matanya menikmati sentuhan itu.
"aku...aku akan memanggilkan dok.."
Belum sempat Baekhyun menyelesaikanya namun Chanyeol lebih dulu memberi gelengan lemah.
"jangan..."
"Tapi Chan...kau.."
"Aku mau kau..baek.."
"hiks hiks..maafkan aku Chan, kau seperti ini karnaku.hiks..hiks..aku selalu membuatmu susah Chan, hiks.maafkan aku.."
Chanyeol menggeleng dengan air mata yang telah mengalir dari sudut matanya. Dan itu sukses membuat Baekhyun gelagapan.
"Chan..kau..kau mengapa menangis eoh? apa..hiks apa aku menyakitimu? mana yang sakit chan, biar aku panghilkan dokter ne?"
Sebelum Baekhyun beranjak pergi Tangan lemah Chanyeol lebih dulu meraih tangan baekhyun dan meletak diatas dadanya.
Dengan susah payah Chanyeol mengumpulkan kekuatan untuk berbicara.
"disinihh..saakit.."
ujar Chanyeol lemah.
"Sakit..ketika akuh..tak bisahh..memper...cayaimu Baekhh hiks..maaf..kan aku"
"Chanyeol kau...tidak Chanyeol, kondisimu masi lemah janga. banyak berbicara dulu ya"
Tanpa memperdulikan perkataan Baekhyun, Chanyeol masih berusaha untuk berbicara.
"Aku..bersalah Baek, maafkan aku..aku menyesal.."
"iya...chan tanpa kau meminta maafpun aku sudah memaafkanmu, kau tak pernah salah aku yang bersalah.. maafkan aku yang selalu membuatmu susah Chanyeol, sembuhlah setelahitu kita akan bercerai."
"hiks..hiks..tidak..hiks..baek..aku tidak mau bercerai, hiks..tidak mau.."
"Chanyeok kau.."
"aku mencintamu Baek..hiks..aku menyesal menyakitimu terlalu dalam. hiks..baek aku sadar..aku telah jatuh cinta pada istriku"
"Benarkah itu..apa aku sedang bermimpi?"
Chanyeol menggeleng pelan.
"tidak..aku..sungguh mencintaimu istriku"
Tanpa bisa ditahan lagi air mata kesedihan itu secara perlahan berubah menjadi airmata kebahagiaan.
Ia berhambur memeluk Chanyeol dengan erat. sungguh ia Bahagia.
"Terimakasih Chan, aku juga mencintaimu"
"aaarrgghhh sakithh...Baek"
Chanyeol mengerang ketika Baekhyun memeluknya terlalu erat dan menekan beberapa luka yang masih terasa sakit.
"Omo..mana yang sakit Chan..aku panggilkan dokter ne.."
Tanpa memperdulikan persetujuan Chanyeol, Baekhyun melangkah keluar dari ruangan. dan terkejut ketika melihat Kyungsoo dan Nyonya park tengah banjir air mata.
"aku..Chanyeol sudah sadar dan aku..ingin memanggil dokter"
ujar Baekhyun ketika mendapatkan tatapan tajam dari Nyonya park.
Kyungsoo melangkah memeluk Baekhyun erat.
"terimakasih..terimakasih kau talah mengembalikan adikku Baek, terimakasih"
"ne eonni sama-sama"
Kyungsoo melepaskan pelukan mereka.
"Kau masuklah lagi kedalam dan temani Chanyeol, biar kami yang memanggilkan dokternya ne"
"tapi.."
"Sudah..tak apa Chanyeol lebih membutuhkanmu"
ujar Kyungsoo membujuk.
Baekhyun menatap Nyonya park sebentar kemudian mengangguk ragu.
END
TBC Buat yang mau cerita ini dilanjut
fuuuhh#elap keringat.
Akhirnyaaaa ohh akhirnyaaa konflik udah mereda tinggal moment2 sweet Chanbaek aja nih..Bagusnya ampek mereka punya baby gak ya?? tergantung minat reader
Otte?? gimana dengan Chapter ini? jangan lupa tinggalin koment.
