Fanfiction
Title : Kehidupan Baru Boruto
Chapter : 8
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Genre : Romance & Drama
Pairing : Uzumaki Boruto & Uchiha Sarada
Warning : OOC Yg Berlebihan, TYPO, EYD dan bahasa yg hancur, AU.
::==::==::
:
:
:
Beberapa Hari setelah Insiden Ke Gagalan Dalam mengungkap Rahasia Di balik Situasi yg membuat mereka Resah, Boruto dan Sarada mengadakan Rapat tertutup Di Garasi.
Sarada duduk di dalam Mobil dengan Jendela terbuka, Sementara Boruto duduk di Motor Barunya. Walau bukan sepenuhnya miliknya.
"ahh, menyebalkan. Belakangan ini kehidupan kita tidak Normal. Sebenarnya apa yg terjadi. Kenapa ayah dan Ibuku merahasiakannya" ucap Sarada. "ya, memang Betul. Aku bahkan belum terima gaji. Seharusnya minggu ini aku sudah makan pakai uang hasil kerja kerasku sendiri" ucap Boruto.
"yg kau pikirkan malah Gaji. Dasar mata duitan" Sarada mengejek. "bukan Mata duitan. Ini adalah Hak milikku sebagai Karyawan. Tapi aku tidak terlalu pikirkan. Yg aku pikirkan sekarang adalah Kenapa, bagaimana, dan Kejadian apa yg sedang terjadi" ucap Boruto dengan nada Pasrah.
"kalau begitu ayo kita cari tahu di kantor. Siapa tahu kita dapat menemukan petunjuk di sana" ajak Sarada. "ide bagus. Ayo kita bersiap." Ucap Boruto. "tapi jangan sampai 2 Pengawal Payah itu mengetahuinya" ucap Sarada.
Setelah bersiap-siap, Boruto dan Sarada pun kembali Ke Garasi. Jaket telah di kenakan. Dan tak lupa Helm pun di pakai mereka. Boruto mengeluarkan Motor Baru itu dengan perlahan.
"kuharap kau terbiasa mengendarai Motor, Boruto" ucap Sarada. "ya, aku sudah biasa. Namun beberapa tahun ini sangat jarang. Terakhir yg aku ingat aku mengendarai motor sendiri sewaktu semester pertama kelas 12" ucap Boruto.
"bagus sekali, Kuharap kau tidak menabrakan motor ini ke sesuatu" ucap Sarada Pasrah. "dan kuharap kau terbiasa naik Motor" ucap Boruto.
Sarada terdiam untuk beberapa detik. "terakhir kali aku naik motor itu saat main ke rumah Chochou. Dan di Bonceng itu terakhir kali oleh ayahku. Dan setelahnya, aku belum pernah mengendarai dan di Bonceng/Gonceng" ucap Sarada. "dan mungkin ini akan menjadi hari pertama aku Di Bonceng memakai Motor oleh Laki-laki lain selain ayahku" Tambah Sarada.
"apa Rama juga belum pernah. Atau mungkin pacarmu yg sebelumnya" ucap Boruto. "pacar, Pacar sebelumnya. Aku sebelumnya tidak punya pacar dan kau adalah laki-laki pertama yg menarik perhatianku" ucap Sarada yg tentunya membuat Boruto tersenyum.
"apa kau pernah berboncengan dengan Rama, Sepupumu" tanya Boruto, "tidak pernah. Aku bahkan tidak pernah satu mobil dengan dia kecuali hari itu dan saat itu Paman Itachi yg mengemudi" ucap Sarada.
"ayo kita jalan, Sebelum Darui dan Shii bangun" ucap Boruto. Sarada pun Naik ke Motor. Boruto menyalakan Mesin Motor. Suara motor itu tidak mengelegar Karena Bisa di bilang Motor yg telah sedikit di modifikasi Sasuke itu memiliki Suara yg cukup Halus.
"awas, motor illegal akan berada di jalan raya" ucap Boruto bersemangat. Terdiam, itulah yg di lakukan Boruto selanjutnya. "Sarada, Bisa tolong Bukakan Pintu Garasi. Lalu di tutup kemudian buka pintu pagar lalu di tutup" Tanya Boruto.
"iya-iya," ucap Sarada lalu turun dari motor dan membuka Pintu garasi. Setelah mereka keluar, Sarada kembali menutup Pintu dan Berjalan membuka Pintu Pagar.
"aku akan bilang ayah untuk memasang pintu garasi otomatis" ucap Boruto.
Setelah itu, Sarada kembali naik ke motor. Kemudian Boruto menjalankan Motor dengan Mulus Sampai beberapa meter dari rumahnya.
Setelah cukup jauh dari rumahnya, Ia melajukan Motor itu yg jelas saja membuat Sarada merinding. Sarada terbiasa ngebut memakai Mobil. Tapi kalau Motor itu jauh dari kata biasa. "Boruto, bawa pelan saja. Nanti kalau kitaa di tilang Polisi Bagaimana. Ini Motor Illegal?" ucap Sarada.
"bukankah sudah di bilang. Di kota ini, Motor ini tidak illegal" teriak Boruto.
::==::==::
Di tengah-tengah perjalanan, Boruto maupun Sarada kaget saat mendengar Suara Sirine Mobil Polisi. Kebeteluan saat itu jalan sedang Ramai membuat Polisi Kesulitan mencapai Target.
Sarada panik tetapi Boruto jauh lebih Panik. Di tambah Suara yg keluar dari arah Mobil Polisi itu "yg memakai Motor berwarna Merah, Silakan menepi sebelum kami Paksa"
"Bodoh, itukan aku sudah bilang. Jangan ngebut, sekarang kita harus berurusan dengan Polisi" ucap Sarada. Namun Boruto belum juga menepikan Motornya sehingga Polisi memanggil Bantuan berupa Polisi pengendara motor agar lebih mudah menjangkau target.
"Boruto, Berhenti. Kau mau masuk sel, dia menyuruh kita berhenti" ucap Sarada. "dia bilang Motor warna merah. Coba lihat di sekeliling. Hampir semua motor yg di dekat kita berwarna merah" ucap Boruto.
"mereka menyuruh kita untuk berhenti. Kau tidk dengan Mereka membacakan Plat Nomor Kita" ucap Sarada. "motor Ducaty berrrplat Nomor 9921 silakan menepi" ucap Polisi.
"ahh, sial. Oke, oke aku akan menepi" ucap Boruto kemudian menepikan Motornya dan tak lama kemudian Polisi bermotor tiba.
"selamat siang pak, apa kami melakukan kesalahan" ucap Boruto. "ya selamat ,hey ini masih pagi. Apa kalian Mabuk" ucap Polisi berpapan Nama Deidara tersebut (Note : anggap masih muda).
"Apa, masih pagi. Sepertinya di rumahku tadi jamnya sudah menunjukan pukul 11, ahh jangan-jangan bapak ni yang Mabuk" ucap Boruto. "lah, kok dia bisa tahu kalau aku habis mabuk. Ahh, ini pasti modusnya agar aku melepaskannya" Batin Deidara.
Mobil polisi menghampiri Deidara "hey, deidara, Aku akan kembali ke markas. Kau tilang saja pengendara payah itu" ucap Seseorang di dalam mobil yang bernama Sasori. Deidara langsung berbalik "hey, enak saja. Kau yg urus mereka. Aku masih punya urusan lain" ucap Deidara marah-marah. "enak sekali. Gue lagi asik-asik minum, ehh, malah di minta bantuan. Dan sudah di bantu malah mau pergi. Dasar Sasori" Batin Deidara.
Sasori kembali menjalankan mobilnya. Sekilas ia memperhatikan Deidara "pasti ia sedang mengumpati aku lagi. Dasar Deidara, Bisanya hanya mengumpat dan mabuk-mabukan" Batin Sasori.
"he, pak. Apa kami jadi di tilang atau ngak." Ucap Boruto. Deidara belum juga berbalik. Di sisi lain, Sarada sedang mengajak Boruto untuk kabur. Namun Boruto menolak.
"hey, Pak Deidara. Kalo ngak aku pergi saja. Kami sedang terburu-buru" ucap Boruto. Boruto berbisik pada Sarada. "ssstttzzz, ikuti aku. Mungkin ini bisa membuat kita lolos" Bisik Boruto.
Deidara lalu berbalik, Boruto menghentikan acara bisik membisiknya. "karena kalian telah mengebut di atas 125 Km/Jam, tepat sebelum lampu merah. Itu menurut laporan di payah Sasori. Kalian akan aku tilang dengan Peraturan Perlalu Lintasan pasal 21 mengenai Pengendara Motor, ayat 51 mengenai pelanggaran kecepatan Maksimal kota" ucap Deidara (Note : Latar tempat cerita ini bukan di Indonesia maupun Jepang. Jadi jangan Di Flame kesalahan Parah ini")
"tapi kami sedang terburu. Buru. Kami harus tiba di kantor jam 11.30" ucap Boruto. "hey, ini masih pagi. Sekarang masih jam 8" ucap Deidara marah. Sarada hanya diam sambil mendengar dan melihati pembicaraan 2 orang Bodoh bin Goblok di hadapannya.
"jam di rumahmu harus di servis. Ini masih pagi. Makanya jangan mabuk" ucap Deidara. "maaf pak, kami ini tidak suka Mabok. Kalo Ngebut iya. Dan sukanya itu terlambat ke kantor" ucap Boruto. Deidara terlihat mencatat sesuatu di surat tilang.
"Siapa nama kalian?" tanya Deidara "Perkenalkan Sam Wilson, dan dia Natasha Romanoff" ucap Boruto sambil Nyengir.
'kau, aku bertanya serius. Apa kau mau masuk penjara" ucap Deidara. 'aku juga menjawab dengan serius." Ucap Boruto."kau benar-benar cari masalah. Akan kutulis di sini kau memukul Petugas dan lari darinya" ucap Deidara.
"tunggu. Sabar aku ada panggilan" ucap Boruto lalu mengambil ponsel di celananya.
"hallo boss, ada apa. Apa jam 7. Bukannya bos bilang jam 11. Oohh, maaf aku akan segera kesana. Tapi polisi ini menahanku. Apa. Tunggu bos. Kumohon jangan pecat kami. Kami minta maaf karena terlambat. Baik, baik aku akan kesana" ucap Boruto penuh Ekspresi.
"Sarada, kita harus ke kantor sekarang. Jika terlambat 5 menit kita akan di pecat" ucap Boruto mengedipkan mata pada Sarada. "apa, gawat" ucap Sarada. "pak Polisi, bisa kami pergi sekarang. Ini berkaitan langsung dengan Karier kami di Techconnec" ucap Boruto.
"TechConnec, kalian berkerja di sana" tanya Deidara. "ya, kami bekerja di sana" ucap Sarada mendahului Boruto yg baru akan memjawab. "tapi bukankah Techconnec untuk sementara di liburkan." Ucap Deidara yg membuat Sarada terdiam terutama Boruto.
Tak lama kemudian "ya, kami ini bagian teknisi Menara. Kami di perintahkan datang ketua kami untuk memperbaiki sebuah menara yg rusak" ucap Sarada. "oh, teknisi. Pantas. Kudengar menara Timur rusak ya? Makanya Transmisi sinyal menjadi kurang stabil. Kalau begitu aku akan mengantar kalian. Masalahnya rumahku di dekat menara Timur" ucap Deidara.
"oke, kau bisa kembali menilang kami kalau kami sudah selesai Rapat" ucap Boruto. "kalau begitu naik ke kendaraan kalian. Aku akan mengawal kalian dari belakang sampai tiba di perusahaan Techconnec" ucap Deidara.
"masalahnya kami Harus Ngebut. Anda bisa mengawal kami dari depan" tanya Boruto. "tentu, sudah lama aku tidak ngebut-ngebutan. Kalian deluan aku akan mengikuti dari belakang. Kalau perlu kita balapan" ucap Deidara sangat bersemangat.
Boruto menjalankan Motornya pertama. Di saat ia telah mencapai kecepatan 50 Km/jam, Deidara dari belakang menyalakan Sirine dan langsung berada di depannya. Kini mereka berdua ngebut dengan kecepatan 70 Km/jam.
7 menit kemudian, mereka tiba lebih awal dari perintah. Mereka berhenti di halaman depan Gedung Techconnec. "kalian masuklah. Taruh kendaraan kalian di dekat sini. Dan juga berikan aku STNK dan SIM kalian. Aku akan kembali mengisi Surat tilang" ucap Deidara.
Boruto lalu mengeluarkan Dompetnya dan memberikan STNK dan SIM-nya pada Deidara. Kemudian ia berjalan masuk dengan Sarada.
::==::==::
Tak jauh dari gedung Techconnec, Dua orang yg berada di sebuah mobil terlihat sedang memata-matai gedung itu. Seseorang dari mereka terlihat sedang memegang Ponsel seraya memberitahukan sesuatu.
"Kami ada berita bagus, Gedung Techconnec pusat hanya di jaga beberapa Bodyguard. Dan juga, Kami melihat Putri Uchiha Sasuke sedang memasuki Gedung." Ucap Orang yg memegang Ponsel.
"tapi di sana ada polisi. Apa kita tetap Menangkapnya?" tanya orang yg memegang kemudi. "Bos bilang, kita ikuti mereka lalu menangkapnya di tempat yg cukup aman." Ucap Orang yg memegang Ponsel.
::==::==::
Sementara di dalam Gedung, Boruto dan Sarada sedang berhadapan dengan salah seorang Bodyguard/Pengawal di lobi yg di ketahui adalah Ketua Pengawal Perusahaan Techconnec. Ia bernama Samui.
"Nona Sarada, kenapa ke gedung ini. Bukannya Nyonya Sakura dan Tuan sasuke sudah melarang anda ke sini" tanya Samui. "bisa aku tahu, kau siapa. Aku belum pernah melihatmu" tanya Sarada.
"maaf, aku adalah Samui. Ketua tertinggi Pengawal Perusahaan Techconnec." Ucap Samui. "ohhh, ada juga pengawal yg bergender perempuan. Kukira perusahaan ini pengawalnya semua laki-laki" ucap Boruto.
"tidak, ada beberapa yg perempuan di perusahaan ini. Kami di latih langsung Oleh Pengawal senior yg sebelumnya di latih Tuan Sasuke" ucap Samui. "sebenarnya ini perusahaan Komunikasi atau perusahaan apa. Aku jadi bingung" ucap Boruto.
"Tidak semua pegawai mengetahui Rahasia Di balik Perusahaan Ini. Termasuk kalian berdua. Tuan Sasuke sengaja belum memberi tahu kalian karena ia menunggu saat yg tepat. Ngomong-ngomong kenapa kalian ke sini sendirian. Di mana Darui dan Shii." Tanya Samui.
"dua pengawal payah itu, saat kami meninggalkan mereka, Mereka berdua masih tidur" ucap Sarada. "tidur, bagus sekali pekerjaan mereka. Akan kulaporkan pada Tuan Sasuke" ucap Samui.
"dan apa yg mau kalian lakukan." Tanya Samui. "kami hanya ada keperluan di kantor Ayahku. Apa kami di beri izin masuk" ucap Sarada.
"Kalian berdua di beri izin masuk. Mari aku antar" ucap Samui. Boruto dan Sarada pun mengikuti langkah Samui.
::==::==::
Setibanya di kantor Sasuke, Samui meninggalkan Mereka berdua karena sebuah panggilan dari Anggota pengawal yg lain. Boruto dan Sarada pun memasuki Ruang Kantor Sasuke.
"kunci pintu, kita harus cari informasi penting. Dan Boruto, tolong pastikan tidak ada CCTV" ucap Sarada. Boruto melihat sekeliling kemudian menutup dan mengunci pintu. "Tidak ada CCTV di ruangan ini." Ucap Boruto.
Sarada pun melanjutkan dengan menyalakan komputer yg ada di meja. Boruto melihat-lihat isi lemari-lemari dokumen. Namun, Boruto tak menemukan sesuatu yg menarik ataupun mencurigakan.
Sarada terpaku diam. Dia menyalakan Komputer dan komputer itu meminta Password untuk Akun Uchiha Sasuke. "sial, aku harusnya tahu kalau ayahku memakai Sandi untuk akun pribadinya. Boruto, kau bisa bobol sandinya" tanya Sarada.
Boruto yg berada cukup jauh pun berbalik "bisa, asal kau menyediakanku sebuah laptop spesifikasi tinggi, Kabel USB 2 arah, Jaringan yg memadai, dan Waktu" ucap Boruto. "aku tidak bawa laptop. Tapi di rumahmu ada kan semua itu" ucap Sarada.
"ya, Perlengkapan yg waktu itu kau berikan padaku ternyata ada alat seperti itu. Entah bagaimana bisa ada di sana atau memang di sengaja" ucap Boruto.
"jadi bagaimana, apa kita harus pulang dan mengambil peralatanmu lalu kembali" tanya Sarada. Boruto terdiam. Ia menarik nafas lalu menghembuskannya "tunggu, ada dua akun kan di komputer itu. Buka akun Techconnec. Aku akan mainkan" ucap Boruto.
Sarada membuka Akun Perusahaan Techconnec. Di layar Background terpapar Foto gedung Techconnec yg megah.
Dalam 90 menit kemudian, Password akun Komputer yg bernama Uchiha Sudah di ketahui. "ternyata sederhana Ini. Passwordnya Sakura Istriku dan Sarada anakku." Ucap Boruto.
"sandinya lumayan panjang. Yakin Pengawal di luar tidak curiga" tanya Sarada. "mudah-mudahan mereka tidak curiga. Ngomong-ngomong ternyata Sandinya Sederhana Begini. Tapi ternyata sulit juga di tebak" ucap Boruto.
Mereka melanjutkan membuak Akun Uchiha Sasuke. Memasukan Sandi yg baru saja mereka cari dan Terbuka. Kini mereka telah Masuk sepenuhnya Ke akun Windows pribadi Sasuke.
Sarada sangat senang. Boruto Bersyukur dan sedikit terharu karena kerja kerasnya telah terbayar. Namun, Kebahagian itu sirna saat Sebuah Foto yg cukup memalukan. Memalukan Bagi Sarada apalagi Ada Boruto di sampingnya. Wajah Boruto tersenyum. Tawa di tahannya dan jika ia lepas, ia akan tertawa sampai bermenit-menit.
Foto yg terpampang adalah Foto Sarada sewaktu Berusia 4 atau 5 tahun dan saat itu sedang memakai Popok. Di foto itu mukanya cemberut dan Sarada yg melihat foto itu mukanya ikut cemberut. "apa-apaan ini. Papa masih menyimpan Foto ini" Batin Sarada kesal dan mematikan Layar Komputer.
Jauh dari belakangnya, Boruto sudah tak mampu menahan tawa. Setelah melihat Gambar sewaktu Sarada masih kecil, Ia menjadi semakin ingin tertawa saat melihat pantulan Wajah Sarada di layah Komputer yg ekspresinya sama seperti Di foto. Tanpa pikir panjang, Boruto tertawa lepas. Ia beberpa kali memukul meja Di belakangnya karena sangat girang. Teriak-teriak bagaikan Orang gila.
Sarada pun mulai menunjukan Ekspresi kesal. Ia berdiri lalu memasang Posisi membunyikan Jari tangan lalu mengepal tangannya dan menghajar Kepala Boruto. Mungkin pukulan itu menyebabkan sebuah Benjol besar dan bertingkat.
"cukup Boruto, kita harus Fokus. Jangan lama-lama. Nanti malah Di tanyai macam-macam sama pengawal. Ini masih Rahasia. Jangan sampai Samui mengetahuinya dan melapor pada ayahku" ucap Sarada.
"ya, aku sudah selesai kan. Kau yg mencari informasi di komputer itu." Ucap Boruto. "ya, kau bisa duduk manis." Ucap Sarada. Namun, Boruto juga penasaran. Ia mengambil sebuah kursi dan duduk di samping Sarada. Sarada tak merasa Keberatan karena mungkin Ada gunanya juga Boruto di sampingnya.
Sarada menyalakan kembali layar Komputer. Dan mereka berdua kembali di buat terkejut akan kemunculan Foto Background baru. Di foto itu adalah Foto ciuman pertama mereka yg sama sekali tidak di sengaja. Pipi keduanya memerah. Sarada menyelingi dengan Rasa kasihan saat melihat Kepala Boruto yg di tendang dengan Bola.
"Bagaimana bisa" ucap Sarada. "bagaimana bisa, aku sudah melihat Foto ini berkali-kali. Namun perasaanku tidak seaneh yg terjadi sekarang" Batin Boruto di selingi melihat Sarada.
"bagaimana bisa ayahku mendapat Foto ini. Perasaan aku tidak mengunggahnya Ke akun CP" Ucap Sarada. "a-aku tidak tahu. Dan tidak mungkin ayahmu mengambil Foto ini lewat jalur Internet Ponselmu kan" ucap Boruto.
"ahh, aku ingat. Ayahku pernah Meminjam laptopku. Aku memang sebelumnya menyimpan Foto itu di laptop" ucap Sarada. "aku simpan di sebuah folder yg kunamakan MeandBoru." Tambah Sarada dengan nada pelan.
Di suatu sisi, Boruto bahagia. Ayah Sarada sudah melihat Putrinya di cium oleh Laki-laki yg saat itu baru saja menembak Sarada. Dan Sasuke tidak marah apalagi sampai memukul Boruto. "Syukurlah, Paman Sasuke mengetahuinya namun tak memarahi apalagi memukulku. Mungkin aku bisa mati. Ini berarti dia sangat merestui Hubungan Kami" Batin Boruto.
Sarada mulai membuka Folder dokumen satu-persatu. Boruto melihat ke arah luar jendela. Tepatnya ke arah Polisi yg sedari tadi menunggu Mereka. "kasihan Polisi itu, pasti dia sudah bosan menunggu. Kenapa dia tidak pergi-pergi saja sih." Batin Boruto.
Sarada masih asik menjelajahi setiap Folder di Komputer. Namun ia tidak menemukan sesuatu yg mencurigakan. Sampai pada akhirnya ia menemukan Beberapa Dokumen yg di letakan Di Folder yg cukup dalam dan sepertinya Rahasia.
Folder itu berisi Dokumen dan juga beberapa Gambar. Sarada penasaran dan membuka Salah satu Dokumen dan membacanya. "Perjanjian Kontrak kerja Sama TechConnec dan Gakure Mafia" Sarada membatin Saat membaca. "Pelanggaran Kontrak Kerja Sama Gakure Mafia" Sarada kembali membaca Judul sebuah Dokumen.
"hey Boruto, Kemari. Aku menemukan sesuatu yg menarik." Panggil Sarada. Boruto pun kembali mendekati Meja dan melihat Komputer. "semua Judul-judul dokumen ini Terlihat Menarik dan Misterius. Mari kita membaca salah Satu" ucap Boruto.
Ini, aku tertarik untuk Membaca ini. "Rencana Transaksi" ucap Boruto dengan pelan. "apa maksudnya" tambahnya.
Sarada lalu membuka. Dokumen Itu. Mereka berdua pun membaca Bersama. Mereka terkejut dengan isi dari Dokumen Tersebut.
"apa, Jadi ini Rahasia Yg ayah dan Ibu sembunyikan." Ucap Sarada. "Transaksi Senjata. Senjata apa. Ini sebenarnya Perusahaan apa" ucap Boruto.
Sarada kembali melihat Dokumen yg lain karena merasa Informasi itu tidak cukup. Akhirnya ia menemukan Sebuah Dokumen dengan Nama "Sejarah singkat Perusahaan Techconnec yg sebenarnya."
Sarada pun membukanya. Namun gagal karena Dokumen Itu di Kunci dan Harus di buka dengan Sandi. "aku tidak bisa buka ini dengan waktu yg cepat. Aku harus membukanya di rumah karena di laptopku ada Software untuk membobol Sandi Dokumen seperti ini" ucap Boruto.
"aku akan cari Flashdisk. Mudah-mudahan ayahku tidak memasang Keamanan Tambahan" ucap Sarada lalu mengobrak-abrik laci dan lemari demi mendapatkan sebuah Flashdisk. Setelah sekitar 5 menit mencari, Ia mendapatkannya di sebuah laci.
Sarada pun memindah Dokumen itu. Demi ke amanan, ia Menkompres File Dokumen itu dengan Aplikasi ZIP/Rar yg ada di komputer itu. "dengan begini, Pemindahan dokumen akan lebih aman. Ayahu tidak akan mengetahuinya. Ayo kita pulang" ucap Sarada.
"Kita masih harus berhadapan dengan pengawal-pengawal itu dan juga polisi di sana. Ia semenjak tadi masih menunggu kita" ucap Boruto.
"kau tahukan Boruto. DI kota ini seorang polisi jika menilang sebuah kendaraan, Maka 15 persen dari hasil denda Tilang itu akan di berikan untuknya. Wajar saja ia rela menunggu. Apalagi Motor yg kita gunakan itu Pajaknya besar. Dan pastinya Dendanya juga besar" ucap Sarada.
"kau benar. Terpaksa kita harus membayar Denda itu" ucap Boruto. "kau yg bayar. Karena kau yg mengendarai motor dan mengebut." Ucap Sarada. "bayar. Aku bahkan belum terima gaji." Ucap Boruto.
"gaji...gaji...gaji terus yg kau pikirkan. Sekarang kita harus mencari tahu misteri yg di sembunyikan. Aku juga belum Gajian jadi jangan marah." Ucap Sarada. "tapi kau kan anak dari Boss perusahaan tempat aku dan kau bekerja. Kau hanya perlu minta uang jajan pada ayahmu" ucap Boruto.
"kau pikir enak apa, punya Orang tua Kaya tapi Super sibuk. Semenjak kecil aku memang Selalu bermain dengan ayah dann Ibuku. Namun, Menjelang anak-anak, aku jarang mendapat perhatian dari mereka. Mereka selalu sibut dengan Urusan mereka sendiri. Syukur-syukur ada pekerja yg bekerja di rumahku yg mengajakku bermain" ucap Sarada marah.
"tapi kau masih beruntung. Orang tuamu masih sering pulang. Aku semenjak kecil selalu Di tinggal ayahku untuk Pergi bekerja. Dan Pulang dalam setahun itu Cuma 3 kali. Itupun hanya tinggal di rumah selama beberapa hari saja." Ucap Boruto.
"kau kan masih ada ibumu yg menemanimu bermain. Ibuku selalu saja pergi. Terkadang mengurus Butiknya atau sekedar arisan bersama teman-temannya. Ia jarang membawaku bersamanya karena takut aku rewel dan meminta pulang" ucap Sarada.
"kau lupa, ibuku setiap hari berjualan. Bahkan sampai pulang malam. Aku di rumah juga sendirian. Kalau kau kan masih ada Pembantu di rumahmu. Saat kau kecil dulu, Tempat yg dulu aku tinggali itu tidak seperti tahun yg lalu. Itu masih Berumput dan Sepi. Perumahan penduduk masih beberapa Meter dari rumah lamaku" ucap Boruto.
Percakapan mereka terhenti saat Ada yg mengetuk pintu. Sarada dengan cepat mematikan Komputer dengan menekan Tombol Power dan menyembunyikan Flashdisk di kantungnya. "Boruto, cepat buka pintu. Jangan sampai dia tahu kalau di kunci" ucap Sarada dengan nada pelan.
Boruto pun membuka Pintu dengan pelan. "halo Boruto, apa kalian sudah selesai. Sebenarnya ada keperluan apa kalian ke kantor Tuan Sasuke sampai 2 jam" ucap Samui. "itu, kami hanya di suruh Ayahku untuk mengetik Dokumen hasil Survey di komputer. Makanya lama" ucap Sarada.
"ooo, kenapa tidak suruh Sekertaris saja yg mengetik" tanya Samui. "Paman Sasuke bilang ia ingin melihat hasil ketikan Kami." Ucap Boruto.
"ooo, dan apa tadi kalian Di tilang" ucap Samui. "ya, anda tau dari mana ya" ucap Sarada. "aku melihat polisi di luar dan aku bertanya. Ia bilang kalian ngebut-ngebut di jalan." Ucap Samui.
"dia yg ngebut, aku sudah melarangnya" ucap Sarada. "sebenarnya tidak masalah. Saya sudah membayar denda kalian. Di bilang denda kalian itu mencapai 9.000.000. kalian tidak mau berhenti saat di perintah." Ucap Samui.
"terima kasih. Berarti kami sudah tidak perlu berurusan dengan dia lagi kan" tanya Boruto. "ya, dan juga, Kalian akan kami antar pulang. Jadi kalau sudah selesai mari saya antar pulang" ucap Samui.
Boruto dan Sarada pun mengangguk. Mereka pun berjalan pulang.
::==::==::
Setibanya di luar, Samui mengawal Boruto dan Sarada dari belakang. Yang mengawal bukan hanya Samui tetapi juga 3 orang Pengawal lain.
"sial, Ternyata mereka di kawal cukup banyak pengawal. Kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua" ucap Orang yg memegang Ponsel. "menyebalkan. Perubahan rencana. Kita ikuti mereka untuk mengetahui di mana Sarada tinggal" ucap Yg mengemudi.
Setelah Motor Boruto dan Sarada jalan, Para pengawal mengikuti dari belakang. Dan Kedua Pria di Mobil itu pun membuntuti mereka dari belakang.
:
:
:
To Be Continued
==========[][][][]==========
Hallo para pembaca. Yg nunggu Kabar chapter baru dan mengeluhkan Kapan Update, berarti belum membaca Chapter ke tujuh.
Cerita ini gue tambahin Bumbu-bumbu aksi agar lebih Lezat. Bagaimana pun, Gue butuh Saran mengenai Cerita yg gue buat.
Maaf bagi yg telah menunggu. Update chapternya lama karena saya mengalami sedikit masalah Teknis yg berkaitan langsung dengan Situs Fanfiction. Saya ngak bisa upload dokumen baru.
Reviewlah bagi yg ingin memberi Saran atau sekedar mengkritik. Flame Juga boleh asal syaratnya harus sudah mendaftar Di situs . artinya bukan lagi menyandang Gelar Guest. Itu pun kalau Berani. Karena kebanyakan Flamer itu cuman Guest. Ngak tau ada berapa Flamer yg bernyali.
Oke sekian isi dari Chapter ke 8. Yg telah membaca di ucapin terima kasih banyak.
Dan juga selamat menunaikan Ibadah Puasa. Dan sedikit Saran, jauhi tuh yg namanya Fanfic Rate M yg berlemon agar selamat Dunia dan Akhirat. Nanti kalau sudah selesai Lebaran baru deh ente-ente kembali Baca tuh FF. Khususnya bagi yg muslim karena tidak sedikit juga yg gemar bahkan sampai Nulis.
Oke lebih dan kurang dan salahnya mohon di maafkan.
Wassalamuallaikum Wr. Wb.
