Animal Byun (ChanBaek)
.
Cast : Chanyeol Park & Baekhyun Byun
.
Another Cast : I dunno :3
.
Summary : Baekhyun, manusia spesial dengan kemampuan dapat merubah wujudnya menjadi berbagai binatang, mengalami kecelakaan yang membuat dirinya menjadi 'peliharaan' Chanyeol, seorang mahasiswa di universitas S. *opo ikih*
.
WARN : MATURE CONTENT EXPLICIT CONTENT BxB YAOI GAY BDSM S&M
.
DIS : Ide asli dari gelombang pikiran gua/? yang d ubah menjadi sebuah tulisan yang dapat di baca, walau menyebabkan mual mual dan muntaber/? beberapa adegan bisa aja terinspirasi dari berbagai pihak, kayak ff milik master-nim sunbae-nim atau senpai nim atau terinspirasi dari film film bokep yang pernah gua tonton :v
SELAMAT BUAT DOSA
PART 6 : Yours?
Auhor pov
"A-aah..." Baekhyun benar benar mendesah hebat saat ia akhirnya dapat melakukan ejakulasinya. "Yak!" pekik Baekhyun begitu orang yang dibawahnya itu terlihat selesai dengan pekerjaannya. "Chanyeol, kau gila? Menahan orgasmeku selama setengah jam?"
"Salahmu mendesahkan nama si hitam"
"Tapi kan itu juga karenamu"
"Lagipula kau menikmatinya kan?"
"Penisku sakit..." keluh Baekhyun sambil mengusap penisnya yang sudah tertutup kain, namun entah kenapa Chanyeol yang melihat itu malah merasa terangsang. "Lebih baik lubangku yang sakit dari pada penisku" ujar Baekhyun tanpa sadar, dan hal itu tentu membuat Chanyeol lebih dari kata terangsang.
"Jadi kau lebih memilih penisku memasuki lubangmu dari pada aku menahan orgasmemu?" tanya Chanyeol dan Baekhyun hanya bisa diam, Baekhyun merasa menyesal akan perkataannya yang bisa bisanya meluncur dengan sangat mudahnya. "Kalau begitu, siapkan lubangmu, Baek" ujar Chanyeol seduktif tepat di bawah telinga Baekhyun, lalu menghirup aroma khas Baekhyun dan menenggelamkan wajahnya di leher Baekhyun, mencium leher Baekhyun, menjilat, lalu menghisap, dan menggigit leher Baekhyun hingga terlihat bercak merah di sana.
Chanyeol menginginkan Baekhyun sekarang, ingin merasakan sempit dan hangatnya lubang Baekhyun, ingin merasakan kembali rasanya berada di dalam Baekhyun sambil menumbuk prostat Baekhyun hingga Baekhyun mendesah lebih hebat lagi.
Chanyeol menarik Baekhyun yang masih duduk di sofanya dan menyuruh Baekhyun untuk duduk di ranjangnya. Sebenarnya, perasaan Baekhyun mulai tidak enak, apa lagi melihat ekspresi Chanyeol yang sulit ia tebak, dan biasanya, jika Chanyeol terlihat seperti itu, itu berarti Chanyeol sedang menahan nafsunya, dan siap diledakkan kapan saja, termasuk sekarang.
Chanyeol menarik baju Baekhyun hingga membuat Baekhyun topless, lalu membuka laci nakasnya, tempat ia biasa menyimpan dasi sekolahnya dulu. Chanyeol mengambil dasi hitamnya lalu mulai menidurkan Baekhyun lalu menindihnya, tangannya pun sudah bersiap untuk mengikat kedua tangan Baekhyun di atas, namun baru saja ia menarik kedua tangan Baekhyun ke atas, ia ingat artikel yang tadi ia baca saat kelas pagi yang membosankan di kampus. Chanyeol pun turun dari ranjangnya dan menuju ke arah dapur untuk mengambil sesuatu. Baekhyun yang bingung hanya mengernyitkan dahinya, padahal ia juga sedang menginginkan Chanyeol.
Tak lama, Chanyeol kembali dengan segelas es batu di tangannya, ia pun menaruh gelas itu di nakasnya setelah sebelumnya ia memasukan satu es di mulutnya lalu menghancurkannya dengan giginya. Chanyeol kembali mengikat kedua tangan Baekhyun dengan dasinya pada headboard-nya. Chanyeol mencium Baekhyun selagi ia mengikat kedua tangan Baekhyun, dan Baekhyun agak mengernyit saat merasakan sensasi dingin di ciuman mereka karena es yang masih ada di mulut Chanyeol. Chanyeol menyudahi ciuman mereka dan menyisakan beberapa es di dalam mulutnya, mulai merangkak turun dan mengecup tubuh Baekhyun, sesekali ia jilat bagian tubuh Baekhyun yang merupakan titik sensitifnya, membuat Baekhyun mulai mendesah, apa lagi rasa dingin yang dihasilkan es itu membuat nafsunya meningkat drastis.
Chanyeol sudah berada tepat di depan penis Baekhyun, dan tanpa basa basi ia masukan penis Baekhyun yang ukurannya tidak lebih besar darinya ke mulutnya yang masih ada beberapa bongkahan es kecil, membuat Baekhyun memekik kecil karena merasakan dingin di penisnya. Chanyeol mengoral Baekhyun hingga Baekhyun benar benar keras sekarang, namun begitu Baekhyun akan mendapat orgasmenya, Chanyeol melepas penis Baekhyun dari mulutnya, membuat Baekhyun menggerang kecil pada Chanyeol.
"Tidak secepat itu sayang" kata Chanyeol sambil mengambil es lagi dan menghancurkannya kembali di dalam mulutnya dan satu lagi untuk ia genggam.
Baekhyun yang wajahnya sudah merah karena kegiatan panasnya dengan Chanyeol, bertambah merah karena panggilan yang di ucapkan Chanyeol, apa lagi Chanyeol mengatakan dengan seringai mautnya.
Chanyeol menarik kedua kaki Baekhyun dan menaruhnya di kedua pundaknya, membuat kedua mata Chanyeol dapat melihat dengan jelas lubang Baekhyun yang sangat sempit itu. Chanyeol menyodorkan tangannya yang membawa es ke arah mulut Baekhyun, dan tanpa di perintah, Baekhyun mengulum jari Chanyeol sekaligus es yang Chanyeol pegang. Tangan Chanyeol yang lain, ia bawa untuk meremas pantat Baekhyun, lalu naik, meraba perut rata Baekhyun, naik lagi, dan bermain dengan salah satu nipple milik Baekhyun. Chanyeol membungkukkan badannya, berniat meraih puting Baekhyun yang lain dengan mulutnya lalu bermain dengan lidahnya. Tangan Chanyeol pun turun ke pantat Baekhyun dan kembali meremasnya lalu sesekali memukulnya sedikit keras, membuat Baekhyun sedikit memekik dan sedikit kewalahan karena jari Chanyeol dan esnya masih di mulut Baekhyun.
Chanyeol menarik wajahnya kembali, dan kali ini menghadap ke arah lubang Baekhyun dan juga menarik tangannya dan es yang mengecil di mulut Baekhyun.
"Annyeong, pintu surga duniaku" ujar Chanyeol, membuat Baekhyun entah mengapa kembali merona, dan Chanyeol yang melihat itu hanya menyeringai kecil.
Chanyeol pun mendekatkan wajahnya ke dalam belahan pantat Baekhyun lalu menjilati bagian luar lubang Baekhyun, tanpa ada niat memasukkan lidahnya kedalam lubang Baekhyun. Tak lama, tiba tiba saja Chanyeol memasukkan jarinya sekaligus esnya kedalam lubang Baekhyun.
"Apa kau pernah merasakan sperma dingin Baek?" tanya Chanyeol sambil melepas celananya, dan mempersiapkan benda berharganya.
"Belum tentu saja, apa kau memilikinya?" jawab Baekhyun dengan tatapan menggodanya, dan dapat dengan jelas kilatan nafsu memenuhi kedua bola mata mungil Baekhyun.
"Jika kau berhasil membuatku orgasme dua kali dalam waktu lima menit, kau akan mendapatkannya"
"Apa? Hei, itu tidak adil, kau bahkan dapat menahan orgasmemu selama setengah jam, dan lagi tanganku terikat, kalau begitu lupakan" protes Baekhyun dan itu membuat Chanyeol terlihat berpikir sejenak.
"Baiklah jika kau ingin terikat seperti itu semalaman"
"Apa? Hei, Chanyeol berikan aku pilihan lain" Baekhyun pun mulai memohon.
"Baiklah, kalau begitu, tanganmu kulepas, tapi kau harus membuatku orgasme dua kali dalam waktu tiga menit atau tanganmu tetap seperti itu, tapi kau mendapat tambahan waktu tiga menit"
Kali ini Baekhyun yang berfikir, memikirkan cara mana yang lebih efektif.
"Aku pilih yang kedua" jawab Baekhyun, walau ia juga tidak terlalu yakin dengan apa yang akan ia lakukan.
Chanyeol mulai melepas celananya dan mengeluarkan 'senjata khusus Baekhyun' dari tempatnya. Chanyeol benar benar tersiksa karena penisnya tertahan oleh celananya yang agak ketat, apa lagi tubuh Baekhyun yang sedari tadi terus menggodanya. Chanyeol mulai memposisikan dirinya agar mudah memasuki Baekhyun, ia angkat salah satu kaki Baekhyun dan ia taruh di pundaknya, membuat tubuh Baekhyun sedikit miring.
"Ayo mulailah 'menyanyi', Baek" ujar Chanyeol dan tiba tiba saja ia sudah melesakkan penisnya ke lubang Baekhyun dan membuat Baekhyun memekik, apa lagi Chanyeol memasukkannya tanpa pelumas apa pun.
"Fvck! milikmu semakin besar saja" kata Baekhyun sambil mengetatkan lubangnya.
"Benarkah? Kukira lubangmu yang bertambah sempit"
"A-akh! Lebih dalam Yeol" kata Baekhyun begitu ia masih belum merasakan kepala penis Chanyeol menemukan benda yang membuat dirinya merasakan surga dunia.
Chanyeol pun terus menyodok lubang Baekhyun tanpa ampun dengan iringan desahan dari mulut Baekhyun, dan ia baru menyadari sesuatu, Baekhyun mendesah lebih hebat dari biasanya, dan itu membuat penisnya lebih cepat mengeras. Ia berpikir jika Baekhyun sengaja mendesah lebih keras untuk mempercepat orgasmnya.
"Kau sengaja mendesah seperti ini heum?" tanya Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya pada ceruk leher Baekhyun, dan Baekhyun hanya sibuk dengan desahan frustasinya karena tangannya tak bisa ia gunakan untuk melampiaskan kenikmatannya.
"Ah! Disitu, fvck me harder, push your cock into my hole, Yeol, Deeperh..." Nafsu Chanyeol benar benar berada di puncak begitu ia mendengar dirty talk milik Baekhyun. Chanyeol tak tau dari mana Baekhyun mempelajari kata kata kotor itu, namun ia sangat menyukainya.
Sudah tiga menit berlalu dan Baekhyun baru saja mendapat orgasmenya, sedangkan Chanyeol belum, dan Baekhyun hampir putus asa. Batin Baekhun terus berteriak dan berdoa agar Chanyeol segera mendapatkan orgasmenya.
"Ahh!" Chanyeol menggerang begitu ia mendapat orgasme pertamanya, dan Baekhyun sangat lega dan senang merasakan holenya begitu penuh dan hangat, menandakan jika Chanyeol sudah mencapai puncaknya.
"Chanyeol" panggil Baekhyun dan di jawab gumanan oleh Chanyeol karena ia masih sibuk meraup oksigen di sekitarnya. "Kau masih berhutang jawaban padaku" entah mengapa Baekhyun malah mengingat pertanyaannya saat di taman bermain.
"Apa?"
"Sebenarnya aku siapa?" tanya Baekhyun dengan tatapan langsung pada kedua mata Chanyeol. "Aku siapa untukmu?"
Chanyeol membuka ikatan di tangan Baekhyun, dan tiba tiba saja ia menarik tubuh Baekhyun yang mulai lemas, membuat kaki Baekhyun yang ada di pundak Chanyeol terjatuh. Chanyeol tiba tiba saja memeluk erat tubuh Baekhyun, menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher dan pundak Baekhyun. Baekhyun yang tidak mengerti pun akhirnya memaju mundur kan pinggulnya, karena ia takut kehabisan waktu.
"Hentikan, Baek, tetaplah seperti ini" ujar Chanyeol, membuat Baekhyun sedikit merinding karena bibir Chanyeol yang menyentuh kulitnya.
"Chanyeol?" Chanyeol diam saat Baekhyun memanggilnya.
Baekhyun yang masih tak mengerti hanya diam saja dan membalas pelukan Chanyeol, dan tangan kanannya mulai menyentuh rambut Chanyeol, mengusapnya pelan, dan entah kenapa hati Chanyeol menghangat. Chanyeol melepas pelukannya, dan tiba tiba saja ia mencium Baekhyun dengan lembut, tanpa nafsu sedikit pun, membuat Baekhyun merasakan ada yang berbeda dari Chanyeol. Baekhyun tau apa yang berbeda, namun ia takut jika ia salah, dan juga takut jika Chanyeol masih tak mengakui hal itu.
Begitu Chanyeol melepaskan ciumannya, ia segera beranjak dan memunguti pakaiannya lalu mengenakannya.
"Segera bersihkan dirimu" kata Chanyeol dingin sambil berjalan keluar kamarnya.
'Seharusnya kau sudah mengerti, Baek'-Chanyeol.
"Ada apa dengan wajahmu itu? Kau terlihat mengerikan, Yeol"
"Hanya, masalah dengan Baekhyun"
"O-oh..." jawab Jongin kikuk saat ia mengingat kembali Baekhyun yang dulunya kucing yang sering berkeliaran di kampus, sekarang adalah manusia yang tinggal di apartemen milik sahabat dari lahirnya ini. "Jadi, ada apa? Ceritakan padaku"
"Tidak, bukan hal yang penting"
"Bukan hal yang penting katamu? Dengan wajah menyedihkan itu kau bilang bukan hal yang penting? Oh ayolah, ceritakan padaku, bukankah kita sudah bersama sejak lahir? Dan juga, wajahmu itu lebih menyedihkan dari pada saat laporan tugas lapanganmu itu hilang" Jongin pun membujuk Chanyeol agar segera bercerita padanya, dan Chanyeol tersenyum kecil saat melihat sobat dari lahirnya ini selalu ada untuknya.
Chanyeol mulai menceritakan semuanya pada Jongin sampai kejadian di taman bermain. Jongin yang mendengarnya hanya mengangguk sesekali.
"Kemarin dia menanyakan hal itu lagi"
"Lalu kau jawab apa?"
"Tidak kujawab, aku menciumnya dan memeluknya"
"Apa?!" Jongin memekik saat mendengar jawaban Chanyeol, membuat mahasiswa yang ada di sekitar mereka, menatap aneh ke arah mereka. "Yak! Park! Kau itu bodoh atau apa? Kukira hasil laporan kuliahmu selama ini adalah hasil dari otak jeniusmu, namun kali ini aku meragukannya"
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Pertama, ayo temui adikku"
"Kenapa Kim Yeri?"
"Ei, dia wanita, dan ia ahlinya jika yang seperti ini"
"Tapi apa hubungannya dengan dia wanita atau bukan?"
"Ah ya, benar juga, tapi ayo kita ke kelasnya, sebentar lagi kelasnya selesai"
"Astaga!" pekik Yeri begitu ia keluar dari kelas, di hadang oleh dua pria tinggi yang sangat tak asing baginya. "Ah mwoya, apa yang kalian lakukan di depan kelasku" ujar Yeri sambil melewati dua orang yang menghadang jalannya.
"Yeri-ah, kau sudah makan?"
"Apa kau ingin es krim?"
"Balon?"
"Boneka?"
"Baju baru?"
"Ya!Ya!Ya! Kau pikir kalian anak anak? Dan juga, apa yang kalian inginkan? Biasanya kalian tidak seperti ini"
"Chanyeol sedang kasmaran" celetuk Jongin
"Yak! Eish!" desis Chanyeol sambil memukul kepala Jongin sedikit keras, membuat Jongin meringis kecil.
"Benar- tunggu, apa?!"
"Tidak, aku tidak" elak Chanyeol
"Apa dia manis? Cantik?"
"Yah..., begit- maksudku, ah tidak tidak"
"Sungguh oppa, kau sangat tidak berbakat dalam berbohong padaku" ujar Yeri, dan itu sangat benar, karena entah bagaimana, tatapan Yeri dapat mengintimidasi Chanyeol, dan bagi Chanyeol, tatapan Yeri seperti ibu pemilik apartemen kecil di daerah rumahnya.
"Baiklah, aku butuh bantuanmu"
"Apa?! Kau sudah menyentuhnya beberapa kali namun kau belum sekali pun mengatakan kata cinta sekata pun? Astaga Chanyeol oppa, kuharap kali ini tidak berakhir menjadi teman sex-mu saja seperti yang dulu dulu"
"Yeri-ah, aku belum yakin dengan perasaanku, dan juga kondisinya..."
"Apa? Apa dia berasal dari keluarga tak mampu? Kau bisa membahagiakannya bukan? Atau orang tuanya tidak menyetujui hubungan kalian? Hell, keluarga mana yang akan menolak penerus perusahaan raksasa Park co.?"
"Ini lebih rumit Yeri-ah, mungkin aku akan menunggu saat yang tepat"
"Rumit?"
"Baiklah, hentikan pembicaraan kalian dulu, ayo kita makan dulu, ok?" ucap Jongin yang tiba tiba datang dengan nampan yang berisi tiga porsi junk food.
"Sampai kapan kau akan menunggu, oppa? Menunggu hingga seseorang masuk di antara hubungan kalian?"
Chanyeol hanya diam mendengar ucapan Yeri, dan memutuskan makanan makanannya tanpa melirik sedikit pun ke arah Yeri.
.
TBC/END?
.
a/n : doh laaahh maaf bgt ini updatenya ngaret banget, hrsnya kan minggu kemarin y, tp minggu kemarin gua ga enak badan, trs ga berani ga msk sekolah, takut ketinggalan pelajaran :"3 jd begitu sampe rumah, lgs tiduran, trs minggu ini gua banyak acara osis, pulang.a sore mulu bahkan hampir malem, dan tugas bejibun ya allah, ok gua curhat dikit gpp lah y wkwkwk
Yg minta BDSM d chapt ini, entaran aj y, gua msh ngerayu temen gua buat bs d ajak kerja sama buat ngasih ide buat adegan enaena yg ada Bondage Disiplin Sadisme Masochist/? :'v padahal dia sendiri jijik sm gay wkwk :'v ad yg nyaranin atau lbh tepat.a mengharapkan adegan kaibaek krn bosen chanbaek mele *lirik ka yut* gua pikirin dulu y ka yut, sp tau ada ide biar lbh gregedh, juga para readers yg menebak atau berharap kaibaek, bersabarlah~. Buat .69/? serah lu mau manggil paan, panggil sayang jg gpp wkwk. Buat Guest, gua ga tau siapa elu, dan gua ga mau tau siapa elu. Ok, ralat, guest yg nebak gua suka baca webtoon, ho o gua suka sm si pup.a, bkn sm si kakak.a yoona :'v *paan sih, S itu supratman, ok? salam fujoshi aye~ :'v. Buat iras004, d copas dr wattpad, tp update.a gua usahain bareng, jd tangan kanan megang mouse, tangan kiri siap" meencet publish d ipad :'v. Buat OliviaChoi11, gua aj kga yakin gender gua paan. Dan untuk semua readers yg masih aj betah baca ff absurd gua, gua ucapin makasih *mwuah~
Maaf lagi, klo si typo masih aj keliaran d ff gua, padahal udh gua marahin kemarin, ok abaikan, eh wait gua curhat lg dikit, dikit doang, maaf aj lah bagian akhir" krg memuaskan bgt, soal.a gua lg dongkol bgt, gua lanjutin bagian akhir" itu pas lg buntu, dan gua lg pen ngeupdate ni ff, ok gitu aj dah, gua lbh banyak ngoceh dr pd ngelanjutin ff y kan? :'v
Eh satu lagi, gua termasuk php ga sih, kemarin nawarin bdsm eh skg malah kga ad adegan.a wkwk :v
RnR?
