Hello I'm back!

Ini fanfic ke-3 saya

Seperti biasa Pairing ShikaIno

Sebenarnya saya terinspirasi dengan salah satu fanfic buatan hmm.. gak tau sapa pokoknya ada kata "Night" nya.. judul fanficnya "WE ARE MARRY NOW" Sekarang aku buat fanfic nyaris seperti ini.. Hehe.. maaf ya author yang ada namanya night hehe.. tapi tenang aku gak mengikuti alur yang sama.. No problem yeah?

Jangan bosan dengan fict ini okay guyss! ^^ Ditunggu reviewnya looohhhhh :)

Makasih buat readers yang udah kasih review :D Review kalian sangat berguna untuk perkembangan saya.

DISCLAIMER : NARUTO © MASASHI KISHIMOTO

Happy Reading!

.

.

.

Deidara bingung harus menjawab apa. Saat itu juga otaknya bekerja keras untuk menemukan jawaban yang pas, sampai-sampai mengeluarkan keringat dingin. Tapi tiba-tiba saja Sai datang sambil membawa dua es krim coklat.

"Sai ayo kita pulang! Ja ne Temari-chan!" kata Deidara yang langsung menarik tangan Sai dan pergi menuju mobilnya. Sai hanya bisa menuruti kemauan kakaknya yang terlalu over protective padanya itu. Sementara itu Temari pulang ke hotelnya yang tidak jauh dari taman Konoha.

"Deidara, kau belum menjawab pertanyaanku! Lain kali kau harus memberikan jawaban itu! Eitss tunggu dulu mengapa aku penasaran dengan jawaban Deidara? Huh aku memang aneh. Sekarang aku harus membantu Sai untuk menghancurkan hubungan Shikamaru dan gadis Yamanaka itu." Kata Temari sambil memasuki lift hotel untuk menuju kamar hotelnya.

.

.

.

Besoknya di kediaman Uchiha, seorang gadis berambut merah muda yang sudah menjadi keluarga Uchiha itu sedang mengenakan sepatu sekolahnya dan bersiap pergi ke sekolah.

"Sakura-chan, apa kau sudah bawa bekalmu?" tanya Mikoto dari dapur.

"Sudah Kaachan." Jawab Sakura sambil menggunakan kaos kaki di kaki kanannya. Sasuke lalu turun dari lantai atas dan menuju dapur untuk mengambil roti yang menjadi bekalnya hari ini. Fugaku hanya membaca koran sambil menikmati kopi buatan istri tercintanya.

"Sakura!" panggil Sasuke dari dalam dapur.

"Apa?" tanya Sakura sambil mengikatkan tali sepatunya.

"Tolong kau nyalakan motorku dulu! Kuncinya ada di atas meja ruang tamu." Kata Sasuke. Sakura tidak menjawab kata-kata Sasuke. Selesai mengenakan sepatunya, Sakura lalu mengambil kunci motor yang berada di meja ruang tamu. Ketika Sakura membuka pintu rumahnya, dilihatnya seorang laku-laki berambut hitam yang sedang membawa koper coklat. Setelah Sakura membuka pintu rumah Uchiha, pria itu mencoba masuk ke dalam rumah itu.

"Siapa kau?" tanya Sakura sambil menahan pria itu masuk. Pria itu tidak menjawab kata-kata Sakura, dia hanya mencoba masuk ke dalam rumah itu. "Apa yang ingin kau lakukan di sini?" tanya Sakura untuk yang kedua kalinya. Pria itu tidak menjawab pertanyaan Sakura untuk kedua kalinya, pria itu mendorong Sakura agar menjauh dari pintu. Sakura yang tidak terima didorong-dorong akhirnya memukul pria itu dengan tas sekolahnya.

"Siapa kau? Jangan coba-coba masuk ke rumah ini! Awas kau!" kata Sakura sambil memukul pria itu. Pria itu hanya merintih kesakitan.

Sasuke, Fugaku, dan Mikoto yang mendengar keributan dari depan rumah, akhirnya meninggalkan aktivitas mereka dan segera menuju ruang tamu. Sasuke yang melihat Sakura sedang memukul seseorang dengan tasnya segera menghentikan kegiatan Sakura.

"Sakura berhenti!" kata Sasuke. Sakura lalu menghentikan acara memukul orang asing itu. Pria yang dipukuli Sakura lalu memegang kepalanya yang baru saja dipukuli oleh Sakura.

"Kak Itachi?" kata Sasuke tidak percaya. Sakura hanya bingung dan menatap Sasuke tidak mengerti. 'Kak Itachi? Siapa dia?' kata Sakura dalam hatinya. Pria yang dipanggil Kak Itachi itu oleh Sasuke segera memeluk Sasuke. Sasuke lalu membalas pelukan pria itu. Mikoto lalu menghampiri Itachi dan bergantian memeluknya. Sasuke lalu menghampiri Sakura yang hanya menampakkan wajah bingungnya.

"Dia kakak kandungku, Uchiha Itachi." Kata Sasuke kepada Sakura.

"Kakak? Berarti dia kakak iparku?" tanya Sakura.

"Hn." Jawab Sasuke.

"Sasuke, aku sudah memukul Kak Itachi sampai dia merintih kesakitan seperti itu." Kata Sakura.

"Ya aku tahu, biarkan sajalah. Sakura, sebaiknya kita harus segera pergi ke KHS. Semuanya aku dan Sakura pergi dulu ya!" kata Sasuke sambil menarik tangan Sakura keluar dari kediaman Uchiha itu. Setelah Sakura dan Sasuke pergi, Itachi lalu pergi ke meja makan untuk menemani Touchan-nya yang sedang duduk di situ. Mikoto lalu duduk di samping Itachi dan menyiapkan sarapan untuk anak sulungnya.

"Arigatou Kaachan!" kata Itachi.

"Dou itashimashite. Oh ya mana kopermu?" tanya Mikoto.

"Ada di luar, aku lupa membawa koper itu masuk." Jawab Itachi.

"Baiklah biar Kaachan yang membawanya masuk." Kata Mikoto.

"Sudah biar aku saja nanti yang ambil, koper itu berat. Oh iya siapa gadis pink itu? Mengapa pagi-pagi sekali dia sudah ada di sini?" tanya Itachi sambil memakan sesendok nasi dan sup.

"Haha dia adik iparmu, Itachi." Jawab Mikoto diselingi suara tawa. Itachi yang sedang mengunyah makanan tiba-tiba tersedak. Itachi segera meminum segelas air putih yang sudah disediakan Kaachan-nya.

"Adik ipar? Maksudnya dia adalah istri Sasuke?" tanya Itachi bingung. Mikoto hanya mengangguk pelan. "Apakah gadis itu hmm mengandung anak Sasuke?" tanya Itachi. Fugaku yang dari tadi tidak tertarik dengan percakapan anak sulungnya dan istrinya, tiba-tiba menaruh koran yang dibacanya.

"Mana mungkin anak didikan Uchiha seperti itu. Mereka menikah karena tidak sengaja." Jawab Fugaku. Fugaku lalu mulai membaca koran paginya lagi.

"Mengapa Kaachan tidak memberi tahuku tentang pernikahan Sasuke? Aku saja yang sudah bekerja belum menikah, ini adikku yang masih SMA sudah menikah." Kata Itachi sedikit kecewa. Mikoto lalu mengelus kepala Itachi sambil tertawa pelan.

"Nanti akan Kaachan carikan." Jawab Mikoto singkat. Fugaku yang mendengar ucapan istrinya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

.

.

.

.

.

Ino dan Shikamaru yang telah siap akan berangkat sekolah dikejutkan dengan sebuah bingkisan di depan pintu kediaman Nara. Ino lalu mengambil bingkisan itu lalu diberikannya kepada Shikamaru. Shikamaru lalu mengambil bingkisan berwarna hijau tua dengan pita hijau muda itu.

To : Nara Shikamaru

Otanjoubi Omedetou! Maaf baru bisa memberi kadomu sekarang. Semoga kau suka dengan kado yang aku berikan.

From : Sabaku no Temari

Shikamaru lalu membuka bungkusan itu dan di dapatkannya sebuah tas berwarna hitam. Tas pemberian Temari pun Shikamaru taruh di dalam tas sekolahnya yang ukurannya lebih besar dibanding tas yang diberikan Temari. Shikamaru lalu menyalakan motornya dan mengendarai motor itu keluar rumah sambil menunggu Ino yang menutup pintu gerbang. Ino lalu duduk di belakang Shikamaru.

"Dari siapa?" tanya Ino penasaran.

"Temari." Jawab Shikamaru singkat. Ino hanya mengangguk pelan. 'Temari ya?' kata Ino dalam hatinya.

Sesampainya di kelas XII-B, Shikamaru dan Ino lalu duduk di tempat mereka masing-masing. Sakura dan Sasuke yang sedari tadi sudah sampai di kelas lalu mengucapkan 'Ohayou' kepada Shikamaru dan Ino. Ino lalu duduk di samping Sakura.

"Pig, aku ingin bercerita." Kata Sakura setelah Ino duduk di sampingnya.

"Apa?" tanya Ino dengan nada yang sebenarnya tidak tertarik.

"Sasuke mempunyai kakak kandung bernama Itachi." Jawab Sakura.

"Oh."

"APA? Kau hanya merespon dengan dua huruf itu?" tanya Sakura yang kaget dengan jawaban Ino.

"Sudahlah aku sedang malas membicarakan orang lain." Kata Ino sambil menaruh kepalanya di atas meja.

"Tumben. Biasanya kau yang paling semangat membicarakan orang lain, Miss Gossip!"kata Sakura menyindir Ino.

"Ya terserah kau sajalah, Forehead!" kata Ino sambil perlahan menutup matanya.

"Kau kenapa? Apa kau sakit? Mau aku bawa ke UKS?" tanya Sakura yang khawatir dengan nasib sahabat baiknya itu. Ino lalu bangun dan menegakkan badannya.

"Aku tidak sakit. Aku bosan." Jawab Ino.

"Oh, aku kira kau sakit." Kata Sakura pada Ino. Tiba-tiba ada dua orang gadis yang mengetuk pintu kelas XII-B. Tenten lalu berjalan dan menghampiri kedua gadis tersebut.

"Cari siapa?" tanya Tenten.

"Tenten-senpai, kami berdua mencari Ino-senpai. Apa Ino-senpai sudah datang?" tanya salah satu gadis yang berambut pendek berwarna coklat.

"Ino! Adik kelas ini mencarimu!" panggil Tenten dengan suara yang cukup keras. Ino lalu menghampiri kedua adik kelasnya, sementara itu Tenten kembali ke tempat duduknya.

"Oh kau Rin-chan, ada apa?" tanya Ino semanis mungkin. Gadis yang bernama Rin itu lalu memberikan sebuah kotak kado berwarna ungu yang dihiasai oleh pita berwarna merah muda kepada Ino. "Untukku?" tanya Ino polos.

"Iya hadiah ulang tahun." Kata gadis lainnya.

"Arigatou Rin-chan, Konan-chan." Kata Ino.

"Ino-senpai, ini bukan dari kami. Kami hanya disuruh mengantarkan kotak ini. Sebaiknya kami pergi dulu ya, Ino-senpai!" kata Konan sambil menarik tangan sahabatnya Rin pergi dari kelas XII-B itu. Ino lalu duduk kembali ke tempat duduknya dan menaruh kado itu di atas mejanya. Kado itu mengundang banyak perhatian seluruh anak di kelas XII-B, termasuk Shikamaru tentunya.

"Apa isinya?" tanya Tenten.

"Ayo cepat buka Ino!" kata Kiba. Ino lalu membuka kotak ungu itu. Ino lalu mengeluarkan isi dari kotak ungu itu, sebuah jaket berwarna putih dengan gambar bunga-bunga berwarna ungu. Ino lalu menaruh jaket itu di samping kotak itu. Ino menemukan sebuah surat kecil.

"Apa isinya?" tanya Sakura yang berada di samping Ino.

"Bacakan yang keras!" pinta Tenten. Ino lalu mulai membaca isi surat itu.

To : Yamanaka Ino

Happy Birthday Ino-chan! Semoga semakin cantik, semakin manis, dan semakin mempesona. Maaf kadonya baru aku kasih sekarang. Semoga suka dengan jaket pemberianku.

From : Sai

"APA? Sai yang memberikan kado itu? Padahal dulu Sai tidak pernah peduli dengan Ino." Kata Karin yang mendapatkan anggukkan dari semua siswa XII-B kecuali Sakura, Sasuke, dan juga Shikamaru.

"Wah.. berarti sebentar lagi ada yang mau jadian nih!" kata Kiba.

"Akhirnya keinginan Ino untuk jadian dengan Sai akan terwujud. Selamat ya Yamanaka Ino!" kata Tenten. Ino hanya tersenyum kepada Tenten yang memberikannya ucapan.

"Permisi! Apa kalian tidak mendengar bunyi bel? Sekarang waktunya pelajaran dimulai!" kata seseorang yang mengagetkan sekumpulan orang yang berkumpul mengitari meja Ino dan Sakura. Semua anak kelas XII-B lalu kembali ke tempat duduknya.

"Baik sekarang buka buku paket biologi halaman 18." Kata Anko—si guru biologi.

.

.

.

~SKIP TIME~ Waktunya jam istirahat.

.

.

.

Sasuke yang sedang berjalan ke atap sekolah untuk menemui Shikamaru, Sakura, dan Ino dihalangi oleh datangnya Karin. Sasuke sebenarnya malas harus menghadapi gadis berkacamata ini, tapi apa boleh buat dia adalah anak baru di sini jadi dia harus mencerminkan anak yang baik-baik.

"Ada apa Karin?" tanya Sasuke.

"Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu."

"..."

"Sebenarnya ada hubungan apa kau dan Sakura?" tanya Karin

"Teman."

"Yakin? Tapi mengapa kau selalu bersamanya?" tanya Karin.

"Kebetulan."

"Jadi, Sakura itu bukan pacarmu?" tanya Karin. Sasuke hanya mengangguk. "Syukurlah, aku kira kau dengan Sakura sudah menikah." Kata Karin yang berhasil membuat Sasuke bingung.

"Apa maksudmu berbicara seperti itu?" tanya Sasuke.

"Haha.. aku hanya bergurau. Tapi, banyak anak KHS yang mengira kalian berdua sudah menikah. Kalau tidak salah karena kau dan Sakura selalu pulang dan berangkat sekolah bersama. Padahal aku tahu sekali rumahmu dan rumahnya berbeda arah." Kata Karin. Sasuke hanya menelan air ludahnya. "Tapi, aku bilang pada mereka kalau Sakura itu mengunjungi rumah pamannya. Rumah Pamannya memang satu jalur dengan arah ke rumahmu." Kata Karin.

"Hah ya sudah. Aku harus menyusul Shikamaru di atap sekolah. Selamat tinggal!" kata Sasuke meninggalkan Karin.

.

.

.

.

.

Shikamaru yang sedang makan siang sambil melihat awan dan langit diganggu dengan pembicaraan dua orang perempuan. Ino dan Sakura memang sedang makan sambil berbincang-bincang di atap sekolah. Terpaksa Shikamaru hanya menjadi pendengar saja.

"Sakura, aku penasaran dengan hubungan Naruto dan Hinata. Apa mereka sudah jadian ya?" tanya Ino pada Sakura.

"Aku rasa masih PDKT." Jawab Sakura.

"Hmm.. aku rasa pendapatmu benar. Hinata jadi jarang berkumpul dengan Tenten. Aku jadi kasihan dengan Tenten, padahal dengan cara dia dekat dengan Hinata dia bisa merebut hati Neji." Kata Ino.

"Neji? Ino, mereka sudah jadian. Kau belum tahu?" tanya Sakura.

"APA? Kapan?" tanya Ino.

"Saat KHS Music Festival di belakang panggung sebelum acara pesta topeng." Kata Sakura.

"Hah sayang sekali aku tidak lihat kejadiannya." Kata Ino kecewa.

"Mereka jadian karena Karin yang berbohong kepada Neji kalau Tenten akan dijodohkan. Akhirnya Neji memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Tenten." Kata Sakura menjelaskan.

"Ahh iya aku ingin membicarakan sesuatu tentang Karin." Kata Ino pada Sakura.

"Tentang apa?"

"Waktu itu aku melihat Karin sedang ngobrol dengan—" kata-kata Ino terpotong dengan terbukanya pintu atap sekolah. Sasuke lalu segera memposisikan duduk di sebelah Shikamaru.

"Dari mana?" tanya Sakura pada Sasuke.

"Mengambil bekal." Jawab Sasuke singkat.

"Selama itu?" tanya Sakura.

"Aku ke toilet dulu. Sakura aku ingin ngobrol denganmu, sebentar saja." Kata Sasuke pada Sakura.

"Silahkan saja!" jawab Sakura. Sasuke lalu saling bergantian menatap Shikamaru dan juga Ino. Shikamaru dan Ino yang tahu akan maksud Sasuke lalu berdiri dan meninggalkan Sasuke dan Sakura di atap sekolah.

"Silahkan kalian berbincang-bincang! Aku dan Shikamaru akan pergi!" kata Ino sambil menutup pintu yang berada di atap sekolah itu.

"Sekarang Shikamaru dan Ino sudah pergi, apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Sakura.

"Tapi, aku ingin agar kau tidak marah padaku." Kata Sasuke.

"Aku tidak janji." Kata Sakura pada Sasuke.

"Hn."

"Apa?"

"Jadi, ada seseorang yang—" ucapan Sasuke terpotong karena bunyi bel tanda masuk kelas. Sakura lalu menarik tangan Sasuke.

"Kita membicarakannya di rumah saja ya?" kata Sakura sambil menarik tangan Sasuke dan menuruni tangga.

.

.

.

.

.

Setelah bunyi bel pertanda masuk, Ino dan Shikamaru lalu duduk di kursinya masing-masing. Shikamaru mulai menaruh kepalanya di atas meja dan mulai terbawa ke alam mimpi. Ino yang melihat Shikamaru tertidur teringat dengan sesuatu. Ino lalu berdiri dan menghampiri Shikamaru yang sedang tertidur. Ino mencoba membangunkan Shikamaru.

"Shikamaru! Shikamaru! Bangun!" kata Ino pada Shikamaru. Shikamaru lalu perlahan membuka matanya dan mendapati sosok Ino di sampingnya.

"Ada apa Ino?" tanya Shikamaru.

"Bukannya kau ada janji dengan Asuma-sensei?" tanya Ino pada Shikamaru.

"Ah iya aku lupa!" kata Shikamaru. Ino lalu kembali duduk di kursinya dan menunggu Sakura. Shikamaru yang sedang membawa tasnya berjalan melewati Ino. Ketika Shikamaru melewati meja Ino tidak sengaja buku Ino terjatuh, Ino dan Shikamaru sama-sama mengambil buku Ino yang terjatuh. Tidak sengaja Shikamaru memegang punggung tangan Ino. Mereka berdua lalu saling berpandangan dan melemparkan senyum. Setelah beberapa detik mereka pun berdiri.

"Arigatou Shika-kun!" kata Ino pada Shikamaru. Shikamaru lalu menaruh buku Ino di meja milik Ino dan mendekati Ino sambil membisikkan sesuatu.

"Terima kasih sudah mau mengingatkanku, istriku!" kata Shikamaru. Setelah Shikamaru membisikkan kata-katanya, Shikamaru lalu keluar dari kelas XII-B dan melewati Sakura dan Sasuke yang baru saja sampai. Ino yang merasakan bahwa pipinya sudah berganti warna lalu memegang pipinya dengan kedua tangannya dan kembali duduk di kursinya.

Sakura yang heran dengan sikap Ino lalu memberanikan diri untuk bertanya kepada sahabat pirangnya itu.

"Ada apa?" tanya Sakura.

"Tidak ada apa-apa." Jawab Ino.

"Bohong ya?"

"Tidak."

"Apa yang mau kau bicarakan waktu di atap tadi? Kalau tidak salah soal Karin."

"Apa ya? Aku lupa, hehe." jawab Ino sambil tersenyum.

"Ah ya sudahlah. Ngomong-ngomong Shikamaru mau ke mana? Bukannya sudah bel masuk kelas ya?" tanya Sakura.

"Dia ada latihan lomba bersama Asuma-sensei." Jawab Ino singkat. Sakura lalu mengangguk pelan tanda mengerti.

Sementara anak-anak lain sedang belajar, Shikamaru pergi ke ruangan Asuma-sensei. Sesampainya di ruangan Asuma, Shikamaru lalu duduk dekat Asuma. Shikamaru menaruh tasnya di lantai dan berbincang-bincang dengan Asuma.

"Maaf Shikamaru, aku harus membawa anakku ke ruangan ini! Aku harap Kurema tidak menganggumu dalam mengerjakan soal-soal ini!" kata Asuma.

"mendokusai!"

"Baik kerjakan soal ini dan aku ingin titip Kurema di sini sebentar, aku harus bertemu dengan sensei yang sekarang berada di kelasmu." Kata Asuma sambil meninggalkan Shikamaru mengerjakan soal-soalnya. Ketika Shikamaru sedang mengerjakan soal, Kurema—anak Asuma duduk di atas tas Shikamaru dan tidak sengaja membasahi tas Shikamaru dengan air seni-nya.

Shikamaru lalu menggendong Kurema dan menaruh Kurema di samping tasnya dan segera mengeluarkan segala sesuatu yang berada di dalam tasnya itu. Asuma lalu masuk kembali dan mendapati tas Shikamaru basah.

"Shikamaru, aku yakin itu pasti ulah Kurema kan? Maafkan anakku ya! Kamu pakai saja tasku dulu untuk menaruh barang-barangmu." Kata Asuma.

"Tidak usah aku bisa pakai tasku yang lain." Kata Shikamaru.

"Kau bawa dua tas?" tanya Asuma.

"Hn."

"Oke baiklah. Sekarang lanjutkan saja dulu soal-soal itu.

.

.

.

SKIP TIME. Saatnya kembali ke rumah alias pulang sekolah.

.

.

.

Sakura dan Ino berjalan berdua ke arah parkiran sambil berbincang-bincang. Ketika, Sakura dan Ino sudah berada di parkiran banyak anak-anak yang menyuruh mereka ke lapangan indoor. Sakura dan Ino pun kembali lagi dan menuju lapangan indoor sekolahnya. Ketika sedang berjalan menuju lapangan indoor sekolahnya, Ino terpeleset dan jatuh. Sakura lalu membantu Ino berdiri.

"Pig, kau tak apa?" tanya Sakura.

"Kalau aku bilang aku tidak apa-apa itu bohong." Kata Ini sambil mengelus baju seragamnya. "Ahh tidak, rok-ku kotor gara-gara tanah itu!" kata Ino.

"Bukan hanya rokmu, baju seragam bagian belakangmu juga terkena saus." Kata Sakura. Ino lalu mencoba memegang saus yang dikatakan Sakura tadi.

"Hah.. aku harus segera pulang!" kata Ino pada Sakura.

"Shikamaru tidak ada di parkiran. Kau yakin ingin pulang dengan keadaan baju kotor seperti itu?" tanya Sakura. Ino hanya menggeleng.

"Tapi aku juga tidak mungkin ke lapangan indoor. Bisa-bisa aku ditertawakan." Kata Ino.

"Aku punya ide! Kau pakai saja jaket yang diberikan Sai. Setidaknya dengan jaket itu kau bisa menutupi bagian yang terkena saus kan?" usul Sakura pada Ino. Ino lalu mengeluarkan jaket yang berada di tasnya dan segera mengenakannya.

"Ayo cepat kita harus segera ke lapangan indoor!" kata Ino sambil menarik tangan Sakura dan mengajaknya berlari.

.

.

.

.

.

Sesampainya di lapangan indoor, Sakura dan Ino harus berjalan sambil menerobos para siswa-siswi KHS yang lebih dulu berada di lapangan indoor itu. Akhirnya setelah perjuangan menerobos para siswa-siswi KHS, Sakura dan Ino mendapatkan tempat strategis untuk melihat kejadian penuh yang akan terjadi di lapangan indoor itu. Di tengah lapangan berdiri seorang gadis berambut merah menggunakan kacamata.

"Apa yang mau dia lakukan?" tanya Ino pada Sakura.

"Entahlah." Jawab Sakura singkat. Sakura dan Ino lalu dihalangi oleh beberapa orang yang berdiri di depan mereka. "Hei permisi!" kata Sakura, tapi tidak membuahkan hasil.

"Sakura, kita duduk saja di kursi penonton. Dari situ kita bisa melihat apa yang terjadi." Usul Ino. Sakura lalu mengangguk. Sakura dan Ino lalu pergi ke kursi penonton tempat biasanya para penonton melihat pertandingan. Ino dan Sakura lalu duduk di kursi penonton itu.

"Arigatou sudah mau datang ke lapangan indoor ini!" kata Karin.

"Aku makin penasaran." Kata Ino pada Sakura.

"Bukan hanya kau, aku juga penasaran." Kata Sakura.

"Perkenalkan nama saya Karin dari kelas XII-B. Saya di sini ingin menyatakan sesuatu." Kata Karin. "Saya ingin menjadikan Uchiha Sasuke menjadi kekasihku." Kata Karin. Semua orang yang berada di lapangan indoor itu kaget. Beberapa orang yang berada di depan Sasuke langsung membukakan jalan untuk Sasuke layaknya seorang raja. Sasuke lalu berjalan ke arah Karin dengan dikelilingi para siswa-siswi KHS.

"Gadis jelek! Mana mungkin Sasuke mau menerimanya!" teriak Ino. Sakura hanya bisa menahan rasa sakitnya. 'Aku berharap agar kata-kata Ino terwujud' kata Sakura dalam hatinya. Ino lalu memegang punggung Sakura dan mengelusnya. "Percaya padaku, Sasuke tidak mungkin menyakiti istrinya." Hibur Ino. Sakura hanya tersenyum kepada Ino.

"Bagaimana Uchiha Sasuke? Apakah kau mau jadi kekasihku?" tanya Karin. Sasuke lalu menatap orang-orang yang berada di sekitarnya. Karin juga mengikuti gerak Sasuke yang sepertinya sedang mencari seseorang.

"Ya." Jawab Sasuke tiba-tiba. Karin yang mendengar ucapan Sasuke langsung memeluk Sasuke erat. Sasuke membalas pelukkan Karin. Terdengar suara tepuk tangan.

"Dasar pria bodoh! Mau-maunya menerima gadis itu! Awas lihat saja nanti, Uchiha Sasuke! Dia itu sadar tidak sih kalau dia sudah punya istri! Huh menyebalkan!" kata Ino dengan penuh emosi. Sakura yang dari tadi menunduk perlahan meneteskan air matanya. Ino yang melihat Sakura menangis langsung memegang bahu Sakura sehingga membuat mereka berdua saling berhadapan.

"Sakura, aku tahu kau kuat! Kau sangat kuat! Jangan menangisi pemuda bodoh itu! Dia tidak pantas untuk ditangisi. Kau masih punya aku. Sahabat dekat dan sahabat terbaikmu. Sahabatku ini kan kuat!" kata Ino menghibur Sakura. Sakura lalu memeluk Ino begitupun sebaliknya.

"Ino, aku ingin pulang." Kata Sakura yang sudah mulai berhenti menangis.

"Baiklah. Mau aku antar?" tanya Ino

"Tidak usah Shikamaru pasti menunggumu kan? Aku ingin pulang naik bus." Kata Sakura.

"Kau yakin?" tanya Ino.

"Yakin. Ayo!" ajak Sakura. Ino dan Sakura lalu keluar dari lapangan indoor itu meninggalkan para siswa yang sedang memberikan ucapan selamat kepada Karin dan juga Sasuke pasangan baru KHS. Ino lalu mengantar Sakura ke halte. Setelah Sakura menaiki bus-nya, Ino kembali ke KHS tapi langsung menuju parkiran. Dari kejauhan Ino bisa melihat Shikamaru sedang duduk di atas motornya dengan menggunakan tas dari Temari. Ino lalu berjalan menghampiri Shikamaru.

"Mengapa kau pakai jaket dari Sai?" tanya Shikamaru dengan sedikit nada tinggi.

"Kau sendiri mengapa menggunakan tas dari Temari?" tanya Ino pada Shikamaru.

"Tasku basah karena Kurema." Kata Shikamaru.

"Bilang saja kau ingin menggunakan tas pemberian Temari?" tanya Ino.

"Huh terserah kau sajalah. Cepat naik!" kata Shikamaru. Ino lalu duduk di belakang Shikamaru. Setelah Ino duduk, Shikamaru langsung membawa motornya pulang ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Ino berjalan duluan dibandingkan Shikamaru. Ketika Ino membuka pintu dan mengucapkan salam, dilihatnya seorang gadis yang ia kenal. Ino dan gadis itu sama-sama saling pandang. Acara tatap menatap itu berhenti ketika Shikamaru sudah masuk ke dalam rumahnya.

"Shika-kun, kau sudah pulang? Ayo masuk! Aku membawakan makanan kesukaanmu." Kata gadis itu.

"Temari, mengapa kau ada di sini?" tanya Ino.

"Harusnya aku yang bertanya padamu Yamanaka, ada perlu apa kau di sini?" tanya Temari.

"Ino memintaku untuk mengajarinya matematika." Jawab Shikamaru.

"Hmm ya. Tapi sepertinya aku mengganggu acara kalian." Kata Ino sambil melirik Shikamaru.

"Shikamaru, Ino-chan, rupanya kalian sudah datang? Kenapa tidak masuk?" tanya Yoshino.

"Bibi kenal gadis Yamanaka ini?" tanya Temari bingung.

"Ya sangat mengenalnya dibanding denganmu." Kata Yoshino sambil menarik tangan Ino ke arah meja makan dan meninggalkan Shikamaru dan Temari. Sesampainya di meja makan, Ino langsung duduk di salah satu kursinya.

"Ino-chan, kamu tidak baca sms dari Kaachan?" tanya Yoshino sambil duduk di sebelah Ino.

"SMS? Ah iya handphone-ku ada di kamar." Kata Ino.

"Tadinya aku menyuruhmu untuk jangan pulang dulu karena ada Temari, tapi ya sudahlah." Kata Yoshino.

"Maaf ya Kaachan!" kata Ino pada Yoshino.

"Iya-iya. Temari kemari karena dia ingin bertemu Shikaku, katanya dia ingin pindah dari SHS." Kata Yoshino.

"Pindah ke mana?"

"Hmm.. dia akan pindah ke KHS." Jawab Yoshino.

"APA? Jadi aku akan satu sekolah dengannya?" tanya Ino

"Ya tentu saja. Dia tinggal di hotel dekat taman Konoha." Kata Yoshino.

"Hmm ya." Jawab Ino sedikit malas. Ino lalu berjalan hendak menghampiri Shikamaru dan Temari yang sedang mengobrol di ruang tamu. Saat berjalan ke arah ruang tamu, Ino mendengar percakapan Temari dengan Shikamaru.

"Aku senang kau mau menggunakan tas pemberianku." Kata Temari.

"Arigatou!" jawab Shikamaru.

"Terima kasih untuk apa?"

"Tas."

"Ah iya-iya. Aku justru yang mengucapkan terima kasih, karena kau berkenan menggunakan tas pemberianku. Oh iya, baru kali ini kau mau menerima pemberianku. Waktu di Sunagakure kau sama sekali tidak mau menerima segala sesuatu pemberianku." Kata Temari.

"..."

"Aku akan pindah ke KHS loh!"

"Untuk apa?"

"Aku tidak bisa kehilanganmu, jadi aku putuskan untuk pindah ke KHS."

"mendokusai!"

"Teman kecilku memang tidak pernah berubah." Kata Temari. Ino membatalkan niatnya untuk bergabung bersama Shikamaru dan Temari, Ia lebih memilih membantu Yoshino di dapur. 'Temari dan Shikamaru teman kecil? Tapi kenapa Shikamaru sepertinya tidak menyukai kehadiran Temari? Lalu untuk apa mereka selama ini berteman?' tanya Ino dalam hatinya.

.

.

TO BE CONTINUE

.

.

INI BALASAN REVIEW YANG GAK BISA DIBALES LEWAT PM :D

Kyuuka : Kyuuka kayak ngusir kucing ihh hush..hush..hush.. gitu wkwk :D Temari kalau mau ngelupain Shikamaru harus cuci otak dulu hehe :)

Guest : Wah kalau Minato dipacarin kamu, terus Kushina sama siapa? Naruto gak lahir donk! Wk :D

.

.

.

.

CHAPTER 8

Chapter 8 yang sepertinya sedikit sekali romance DAN chapter menyakitkan terutama untuk Sakura. Maaf ya fans-nya Sakura. Saya ingin minta kesabaran dari para readers, karena fict ini belom tamat-tamat. Jangan bosen ya baca + kasih review buat fict ini.

Sebelumnya saya mengucapkan THANK YOU! ARIGATOU! XIE XIE! TERIMA KASIH!
Buat READERS yang mau baca sampai bagian ini nih!

Sekarang saya minta UANG..
Salah kok salah saya minta REVIEW

Silahkan review pada kotak di bawah ini :)