Title: Eyes, Nose, Lips [Chapter 8]
.
Author: Ira Putri
.
Rating: T
.
Disclaimer: SM Entertainment had the cast, but this story is mine.
.
All the cast are in the story.
.
.
.
Sebuah mobil Jeep berhenti di depan sebuah rumah. Pemuda penyetir mobil itu turun dari mobilnya. Kacamata hitam yang ia pakai tadi dilepaskannya. Ia berjalan menuju pagar rumah itu. Memencet bel yang terpasang di dinding pojok pagar. Tak lama si pemilik rumah membuka pintu rumahnya. Pemilik rumah itu adalah Junmyeon. Junmyeon berjalan menuju pagar dan membuka kunci pintu pagarnya.
"Tao-ya. Masuklah ke dalam," ujar Junmyeon pada Tao, si pemilik mobil Jeep itu.
"Nuna, apa nuna sudah selesai bersiap-siap?" tanya Tao.
"Sudah siap. Kau tunggu disini dulu, ya," jawab Junmyeon lalu ia masuk kembali ke dalam rumahnya.
Junmyeon keluar dari dalam rumah dan mengunci pintu rumahnya. Di tangannya terdapat sebuah tas berukuran cukup besar. Setelah ia mengunci pintu rumahnya, Junmyein menenteng tasnya itu. "Ayo kita berangkat!"
"Baiklah, nuna," Tao berjalan keluar diikuti Junmyeon. Tak lama mereka masuk ke dalam mobil Jeep itu.
Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, duduk dan memakai seat belt, mobil dinyalakan lalu perlahan berjalan keluar dari komplek rumah Junmyeon. Hening sejenak di dalam mobil, sebelum Junmyeon memulai pembicaraan.
"Kenapa kau membawa mobil sebesar ini?" tanya Junmyeon.
"Ada dua temanku yang akan ikut naik mobil ini ke tempat itu, Nuna. Jadi aku menjemputmu dulu, lalu aku menjemput mereka," jawab Tao.
"Oh begitu.. Dijemput dimana?"
"Di halte dekat kantor, Nuna. Teman-teman model," jawab Tao lagi tanpa menoleh ke arah Junmyeon. Ia fokus ke jalanan.
Tak butuh waktu lama mobil yang mereka tumpangi sampai ke halte dekat kantor. Ada dua orang yang telah menunggu Tao di sana. Laki-laki dan perempuan. Setelah mobil Tao berhenti tepat di hadapan dua orang itu, dua orang itu
langsung membuka pintu belakang mobil Tao untuk meletakkan tas. Kemudian duduk di jok belakang.
"Nuna, kenalkan ini dua temanku. Taehyun dan Wendy," ujar Tao memperkenalkan dua temannya itu.
Junmyeon menoleh ke belakang. Pertama yang ia lihat adalah laki-laki berambut ikal sebahu dan tatanan rambutnya dibelah di tengah. Junmyeon membungkukkan kepalanya ke laki-laki itu seraya memperkenalkan dirinya. "Annyeong haseyo. Kim Suho,"
"Annyeong, nuna. Nam Taehyun," jawab Taehyun sopan.
Kemudian Junmyeon menoleh ke arah perempuan di sebelahnya. "Annyeong haseyo. Kim Suho,"
"Wendy Son imnida, unnie," jawab perempuan bernama Wendy itu.
Mobil pun berjalan kembali. Mereka berempat akan menempuh perjalanan cukup jauh dari pusat kota. Tak lama, Taehyun memecah keheningan. "Tao! Apa temanmu ini juga model? Kenapa aku tak pernah melihatnya?"
"Bukan. Suho nuna ini desainer. Kau tahu, pakaian limited edition yang kalian pakai waktu pemotretan itu hasil rancangan dia!" jawab Tao.
"Benarkah itu, unnie?" Wendy mendekat ke arah Junmyeon. Tangannya ia letakkan di sandaran jok tempat Junmyeon duduk itu. "Wah, aku sangat menyukai desainmu itu! Andai saja uang gajiku cukup untuk membeli pakaian musim gugur itu!"
"Ah, kau terlalu berlebihan, Wendy. Tapi terima kasih atas pujianmu," Junmyeon tersenyum manis.
"Aku perhatikan, Suho nuna ini cocok juga jadi model. Kenapa tidak menjadi model saja, nuna?" tanya Taehyun.
"Impianku dari dulu adalah menjadi desainer, Taehyun-ah," jawab Junmyeon singkat.
"Kau tahu, Lotte Fashion ini sudah menampung terlalu banyak model, Taehyun!" celetuk Tao.
"Jangan. Jangan jadi model. Lebih baik unnie jadi desainer saja. Bukankah impian unnie sudah terwujud? Buat lagi kostum seperti itu Unnie!" ujar Wendy lagi.
"I-iya.." jawab Junmyeon malu-malu.
"Jangan malu-malu begitu, Suho nuna. Kita akan bersenang-senang sebentar lagi. Akan ada banyak teman-teman model disana!" tutur Tao.
"Berarti, aku desainer sendiri, dong?" ujar Junmyeon sedikit kaget.
"Tidak apa-apa, nuna. Nuna pasti tak akan melupakan kesenangan yang akan kita, para model Lotte Fashion buat disana!" kata Taehyun tampak gembira. Kemudian Taehyun menoleh ke arah Wendy. "Lagipula kita kedatangan siapa, Wendy-ya...? Mantan model terkenal Lotte Fashion!"
"Maksudmu... Taeyang sunbae? Woaah! Itu idolaku sejak sebelum aku masuk ke Lotte Fashion!" Wendy tampak lebih gembira.
"Taeyang-sunbae... Yang setelah itu menjadi penyanyi? Dan baru-baru ini menikah?" tanya Tao pada dua temannya itu.
"Benar!" respon Taehyun.
"A-aku tidak mengerti apa yang kalian katakan..." celetuk Junmyeon sambil terkekeh.
Sontak semua yang ada di mobil itu tertawa. Tertawa sebentar sebelum Wendy menanggapi Junmyeon. "Tak apa, Suho unnie. Kau tahu penyanyi yang menyanyikan lagu Eyes, Nose, Lips? Itu adalah Taeyang sunbae, mantan model Lotte Fashion ini.."
"Oh.. Penyanyi itu..." Junmyeon hanya menanggapinya dengan datar.
"Berapa jam kita sampai di sana, Tao?" tanya Taehyun.
Tao melirik jam tangan yang ada di tangan kirinya. "Tiga jam. Sebaiknya kalian istirahat. Simpan energi kalian untuk nanti..."
"Baiklah.. Bos Huang," sela Junmyeon sambil tertawa. Diikuti tawa pula oleh Taehyun dan Wendy.
Mereka bertiga pun kembali dalam keheningan. Yang menemani dalam mobil itu hanyalah suara radio. Wendy sibuk dengan handphone dan earphone di telinganya. Taehyun asyik melihat pemandangan di luar jendela. Sementara Junmyeon memejamkan matanya dan bersandar di jok mobil. Tao sibuk menyetir mobilnya. Sampai akhirnya mereka sampai di tempat tujuan tiga jam kemudian.
.
.
.
Eyes, Nose, Lips
.
.
.
Para penumpang mobil Jeep itu turun dari mobil. Mereka menenteng tas mereka masing-masing. Mereka berjalan menuju sebuah pos penjagaan. Sudah ada beberapa orang yang menunggu di pos penjagaan itu. Junmyeon hanya bisa melihat Hyukjae dan Donghae sunbae disana. Yang lainnya mungkin para model Lotte Fashion yang berjumlah 10 orang.
"Tempat apa ini, Wen?" tanya Junmyeon pada Wendy yang berada di sebelahnya.
"Aku tidak tahu. Sepertinya ini hutan tropis," jawab Wendy.
"Hah? Di Korea ada hutan tropis?" tanya Junmyeon lagi.
"Ini hutan tropis buatan, nuna," sela Tao yang berada di sebelah Wendy. "Hutan ini dirancang khusus seperti hutan tropis yang kebanyakan berada di Asia Tenggara. Hutan ini dibeli oleh Taeyang sunbae dan istrinya,"
"Kau tahu banyak, Tao-ya?" Junmyeon menatap Tao dengan pandangan excited.
"Jangan remehkan model junior, nuna," Tao tersenyum.
Setelah itu mereka berkumpul ke kerumunan model Lotte Fashion. Mereka berkumpul dan mengobrol sembari menunggu kedatangan pemilik kawasan hutan buatan ini. Setelah agak lama menunggu, akhirnya sebuah mobil Range Rover hitam berhenti tepat di depan pos pengamanan itu. Keluarlah si pemilik mobil dan satu penumpang lain dari mobil itu. Seorang lelaki berbadan atletis menghampiri kerumunan itu. Itulah yang dipanggil Taeyang sunbae. Sementara di belakang Taeyang itu ada seorang perempuan cantik dan seksi. Perempuan itu memakai t-shirt lengan panjang warna putih dan hot pants hitam. Rambut perempuan itu coklat terang dan terurai panjang.
"Taeyang.. Model terbaik kita..." Hyukjae menyambut Taeyang dan memeluknya. Diikuti Donghae di belakangnya.
"Aku tak menyangka kalian masih bekerja di Lotte Fashion, hyung," jawab Taeyang sambil tertawa. Kemudian ia memandang para model yang berkumpul di pos pengamanan itu. Dan Junmyeon yang berada di dalam kerumunan sana. "Wah, sepertinya model-model Lotte Fashion sekarang muda dan berbakat, ya,"
"Karena kami yang memilih langsung dari pertama mereka melamar kerja di Lotte Fashion," Donghae berekspresi bangga ketika menjawab pertanyaan Taeyang.
"Oh, aku lupa memperkenalkan istriku pada kalian semua," Taeyang menggandeng tangan perempuan tadi dan mengajaknya ke depan. "Sayang, perkenalkan dirimu,"
"Namaku CL. Salam kenal," jawab perempuan tadi.
"Salam kenal, sunbae.." jawab para model itu serentak, termasuk Junmyeon.
"Kalian tahu? Selain penyanyi, CL ini juga fotografer handal," jelas Donghae.
"Wah, CL sunbae hebat sekali... Apa CL sunbae juga pernah jadi model?" tanya salah satu model perempuan.
"Pernah. Waktu SMA, tapi aku berhenti jadi model dan beralih profesi menjadi fotografer. Sampai sekarang," jawab CL.
Junmyeon memandang perempuan bernama CL itu. Cantik sekali, batinnya. Selain cantik, CL juga fashionable dan tampak stylish. Setiap baju yang ia pakai selalu bagus dan menarik. Sepertinya ia juga harus bisa belajar dari style berpakaian istri Taeyang itu. Setidaknya menambah ilmu bagi dirinya dan juga mengaplikasikannya untuk sketsa desain. Para model nantinya juga kena getah keapikan baju yang akan Junmyeon rancang.
Di saat Junmyeon tengah asyik memandang kagum akan CL, CL mempergoki Junmyeon yang sedang menatapnya. Junmyeon tersipu dan memalingkan wajahnya ke arah Tao. Tao juga melihat ke arah Junmyeon, kemudian tersenyum. Junmyeon juga tersenyum membalas senyuman Tao. Sementara CL yang memandang Junmyeon tadi hanya tersenyum. Tak tahu arti senyuman itu apa. Kemudian CL kembali mengarahlan matanya ke semua model Lotte Fashion.
"Ayo, akan aku tunjukkan dimana kalian akan menginap," ujar CL ramah. Kemudian ia menatap Taeyang. "Sayang, parkirkan mobilnya di area parkir,"
Taeyang mengiyakan lalu menaiki mobilnya kembali. CL pun berjalan duluan ke arah dalam hutan, diikuti oleh para model Lotte Fashion.
.
?
.
CL membuka salah satu pintu kamar penginapan. Di belakang CL ada Junmyeon di sana. Kamar itu hanya cukup untuk satu orang. Terlihat dari tempat tidur berukuran single, satu bathroom dan meja rias di sana. Junmyeon meletakkan tasnya di bawah meja rias dekat pintu itu.
"Kau yakin mau tidur sendirian? Tidak bergabung dengan teman modelmu?" tanya CL pada Junmyeon.
"Tidak, sunbae. Lagipula.. saya bukan model. Saya hanya diajak salah satu teman model Lotte Fashion untuk ikut berlibur disini," jelas Junmyeon.
"Aah.. Lalu? Apa profesimu? Fotografer juga?" tanya CL lagi
"Bukan. Saya desainer,"
"Desainer? Wah.. Pantas saja," CL tersenyum lebih lebar.
Junmyeon sedikit bingung. "P-pantas apanya, sunbae?"
"Style berpakaianmu terlihat modis!" jawab CL.
Junmyeon melihat pakaiannya. T-shirt lengan pendek yang longgar, tengahnya bertuliskan New York Fukking Mada berukuran besar. Kain bawah dari T-shirt itu ia tekuk dan masukkan ke dalam celana jeans. Celana jeans itu bolong di bagian lutut. Junmyeon juga memakai wedges yang tampak menyerupai sepatu, terutama di bagian tali sepatunya. Tak lupa ada deker/penutup lengan warna hitam di kedua lengannya.
Junmyeon kembali menatap CL. "Begitukah, sunbae?"
"Kau mengingatkanku akan pertama kali aku menjadi model sampul. Ah sudahlah! Waktunya kau istirahat. Bersihkan badanmu dan nikmati pemandangan hutan tropis ini," CL menggantungkan kata-katanya. "Er... Siapa namamu?"
"S-suho! Namaku Kim Suho," Junmyeon menjawabnya dengan cepat.
"Ah, ya! Suho-ssi. Acaranya nanti sore. Masih ada dua jam lagi sebelum acara," CL berjalan menuju pintu kamar dan hendak menutupnya. "Beristirahatlah!"
BLAM! Pintu kamar pun ditutup. Junmyeon menatap pintu yang tak berdosa itu sejenak. Lalu ia merebahkan dirinya di kasur. Memejamkan matanya agak lama. Kemudian, ia merasa kepanasan. Ia terbangun dan menggesekkan tangannya ke bagian tengkuk. "Panas sekali..."
Junmyeon mengambil handuk dari tas dan berjalan menuju bathroom. Bathroom itu bernuansa tropical. Junmyeon pun melucuti satu persatu pakaiannya, melepaskan kunciran di rambutnya dan menutup pintu kamar mandi. Suara air gemericik pun menemani mandi Junmyeon. Tak lama setelah itu, Junmyeon keluar dari bathroom hanya menggunakan balutan handuk. Junmyeon mencari-cari baju dari tasnya.
Akhirnya Junmyeon memakai kemeja lengan panjang tipis berwarna putih dan memakai hotpants ketat warna hitam. Rambutnya yang basah itu ia urai bebas. Ia membereskan semua yang berantakan di tas dan keluar dari kamar.
.
.
.
Eyes, Nose, Lips
.
.
.
Hutan tropis di kawasan hutan buatan ini sangatlah indah. Karena tidak ada satupun orang Korea yang dapat melihat secara langsung jenis-jenis hutan hujan tropis yang kebanyakan memang berada di negara dengan iklim tropis. Seperti Asia Tenggara. Sejauh mata memadang, Junmyeon tidak melihat adanya benda yang melindungi kawasan hutan yang asri ini. Terlihat seperti hutan yang nyata.
Junmyeon berjalan-jalan menyusuri hutan. Banyak burung-burung langka yang berterbangan di atas pohon. Benar-benar indah. Tak henti-hentinya Junmyeon melihat ke atas pohon satu ke pohon lainnya. Ia terlihat seperti orang yang tidak pernah melihat hutan, terkurung dalam gemerlapnya ibukota. Sampai akhirnya ia berhenti di satu pohon besar. Bersandar disana dan memandang ke atas dengan tatapan kagum.
Ada satu burung yang menghampiri Junmyeon. Terbang di sekitar Junmyeon sebelum akhirnya hinggap di jari-jari manis Junmyeon. Burung nuri berwarna kuning cerah. Sama seperti rambutnya. Junmyeon tertawa kecil sambil mengelus-elus bulu burung kecil itu.
CKREK! CKREK!
Suara blitz kamera mengagetkan Junmyeon. Junmyeon menoleh ke arah suara blitz kamera itu, sementara burung nuri kecil tadi terbang entah kemana. Terlihat CL sedang menatap Junmyeon dengan kamera DSLR yang ada di tangannya. CL tersenyum manis, menampakkan eyesmile dan gigi-giginya yang rata.
"Maaf mengganggu jalan-jalanmu, Nona Suho!" ujar CL.
"CL sunbae..." Junmyeon kaget akab kedatangan CL.
CL yang hanya memakai tank top hitam dan celana leging panjang itu menghampiri Junmyeon. "Kau tahu, kau juga cocok jadi model!"
CL menunjukkan hasil fotonya ke Junmyeon. Junmyeon pun melihat foto itu. Bagus sekali, batin Junmyeon. "S-sunbae... Sunbae suka berjalan-jalan disini?"
"Ini hutan milikku dan Taeyang, Suho," kata CL sambil membetulkan lensa kameranya. "Tapi kami akan membukanya untuk umum. Jadi, aku bebas untuk berjalan-jalan disini,"
Junmyeon berjalan-jalan sambil sesekali melihat pemandangan langka di hadapannya. Ia terus mendongak ke atas. Ia hampir tak sadar kalau CL terus memotretnya dari segala sisi. Memang jarak berdiri CL dan Junmyeon sedikit berjauhan. Apa gunanya zoom lens dalam kamera?
"Suho-ssi!" panggil CL.
Junmyeon menoleh ke arah CL. CL langsung memotretnya. Bertepatan dengan berhembusnya angin dan menggoyang-goyangkan helai rambut Junmyeon. Junmyeon kaget karena telah difoto oleh CL. Sementara CL hanya tersenyum lebar dan melihat hasil fotonya.
"Hutan ini, memiliki jenis pohon yang berbeda-beda. Tempat ini awalnya tandus dan kering. Kami membeli tanah ini dan membangun hutan tropis ini," jelas CL.
"T-tapi Korea Selatan saja tidak beriklim tropis, ba-bagaimana bisa...sunbae?" tanya Junmyeon.
"Di atas sana.." CL menunjuk ke atas langit. "Tiga ratus kaki dari tempat kita berpijak telah dipasang pelindung transparan dan fleksibel. Pelindung itu berfungsi untuk melindungi suhu-suhu daerah tropis yang telah diatur dan disesuaikan,"
".. Tempat ini masih milik pribadi. Kami akan membukanya untuk umum dalam waktu dekat ini. Siapa yang tidak mau merasakan hawa hangat ala daerah tropis?" lanjut CL.
"Benar, sunbae. Aku sangat menikmatinya!" jawab Junmyeon bersemangat.
Kemudian CL mengambil iPod dari saku celananya, memutar sebuah lagu dan ia meletakkan iPod itu di tempat iPod yang disabukkan di pinggangnya. Lagu yang terdengar oleh Junmyeon adalah Eyes, Nose, Lips. CL terus memotret pemandangan yang ada di depannya. Sementara Junmyeon diam.
"Kau tahu arti lagu ini, Suho?" CL menginterupsi.
"Lagu tentang patah hati, sunbae. Aku tahu arti lagu itu," jawab Junmyeon.
"Tidak, kau tidak tahu.."
Junmyeon menatap CL yang kebetulan juga menatapnya. Sedetik kemudian CL mengarahkan kameranya ke Junmyeon dan memotretnya. Junmyeon tak bisa berkutik dan berganti posisi karena CL melakukannya secara cepat. Hasilnya memang sedikit blur, namun blur itu tampak masih terlihat bagus.
"Me-memang arti lagu itu demikian, kan?" Junmyeon menatap CL heran.
"Ada arti lain dari lagu yang dinyanyikan oleh suamiku itu," jawab CL. Kemudian ia menatap Junmyeon. "Mata, hidung, dan bibir. Bukan hanya sekedar alat indra. Tapi juga sesuatu yang akan membuat orang lain hampir mati. Terdengar khayal, tapi itulah cinta. Bahkan mata, hidung dan bibir seseorang bisa membuat orang lain jatuh cinta,"
Junmyeon tersenyum saat CL menjelaskan lagunya. CL belum selesai bercerita. Perempuan berambut coklat itu memotret kembali pemandangan di depannya. "Memang tiga dari lima indra terpenting itu penuh arti. Termasuk berarti...sebuah kebohongan,"
"Kebohongan?" tanya Junmyeon.
"Banyak yang tidak mengerti akan ini. Tapi tanpa disadari tiga dari lima indra itu dapat melakukan kebohongan kecil, namun lama-lama kebohongan itu terus-menerus membesar jika sang pemilik indra itu berlama-lama menyimpan rahasia besarnya. Tiga dari lima indra itu akan menuntun tangan dan kaki untuk membantu mereka melaksanakan kebohongan itu," jelas CL.
Junmyeon mendekati CL. "Sunbae, apa maksudmu? Maaf, aku tidak mengerti,"
Setelah memotret pohon beringin indah di depannya, CL membetulkan lensa kameranya. "Kau sungguh tidak tahu?"
Junmyeon menggeleng. "Tidak,"
"Mengubah penampilanmu layaknya perempuan, tapi kau tidak mengubah alat kelamin aslimu. Matamu memang tidak dirubah, tapi tatapannya penuh akan kecemasan. Hidungmu juga tidak berubah. Tapi setiap nafasmu berhembus cepat, seperti sedang berpacu dengan nasib hidup yang memenjarakan dirimu. Bibirmu selalu mengucapkan kebohongan-kebohongan yang kau buat. Padahal sebenarnya kau tidak pandai berbohong. Karena kau mengubah dirimu itulah yang membuatmu melakukan kebohongan," CL tersenyum penuh arti. Perlahan ia menoleh ke arah Junmyeon.
"Bukankah begitu, Kim Junmyeon?"
Junmyeon membulatkan matanya. Mulutnya terkatup rapat. Ia mundur dua langkah. Menatap CL dengan tatapan ngeri. "Siapa...kau sebenarnya?"
CL menatap Junmyeon denagn polos. "Aku? Namaku CL. Aku seorang fotografer..."
"Kenapa kau tahu semua akan jati diriku?"
CL menghadap Junmyeon. Perempuan cantik itu masih diam tanpa kata.
"Jawab aku!" Junmyeon berteriak kecil.
"Sebelumnya maafkan aku yang telah lancang berbicara seperti itu, Junmyeon," CL mencoba mendekati Junmyeon. "Aku tidak bisa katakan bagaimana aku tahu semua tentangmu. Tapi aku tahu, kau pasti sedang senang karena kau sudah bekerja sesuai impianmu. Tenang saja. Rahasiamu masih aman di diriku,"
"Sunbae..."
"Dan aku tahu perasaanmu. Hinaan dan cacian. Hidupmu adalah pilihanmu. Kau telah memilih pilihanmu," CL meletakkan tangan lentiknya ke pundak Junmyeon. "Kau wanita yang hebat. Manusia yang mulia, Myeon,"
Junmyeon memandang tangan CL yang berada di pundaknya. Kemudian memandang CL. CL tersenyum tulus. Tulus sekali. Junmyeon luluh. Ia mungkin bisa mempercayai CL. Junmyeon menunjukkan senyum manisnya pada CL.
"Sunbae... Terima kasih..."
"Sama-sama. Baiklah, apa kau mau berfoto lagi?"
.
.
.
Eyes, Nose, Lips
.
.
.
Hutan yang gelap itu kini terang dengan beberapa lampu. Semua bergembira di hutan itu. Musik bergema, panggangan barbeque membara, semuanya berdansa dengan riang. Meja di tengah-tengah mereka penuh debgan makanan dan minuman. Gelas-gelas wine satu-persatu diambil. Mereka bersulang untuk minum wine itu.
Junmyeon dan yang lainnya berjingkrak-jingkrak bergembira. Ia masih memakai baju yang tadi. Junmyeon tak sengaja menatap CL yang sedang asyik bermesraan dengan suaminya di kerumunan itu. Kebetulan CL juga menatap Junmyeon dan tersenyum. Ia mengangkat gelas winenya tanda bersulang pada Junmyeon dari jauh. Junmyeon tersenyum sampai menampakkan gigi-giginya yang rapi. Ia membalas CL dengan mengangkat gelas winenya juga. Kemudian kembali berdansa dengan para model lainnya.
Mereka bergembira bersama menikmati malam yang hangat itu. Api unggun telah berada di tengah-tengah mereka. Bintang-bintang di alngit menemani mereka. Mereka semua melepas penat setelah berhari-hari bekerja di atas catwalk, berpacu dengan blitz kamera, dan berpose.
Tiba-tiba tangan Junmyeon ditarik oleh seseorang. Junmyeon juga digeret jauh dari kerumunan. Junmyeon terkejut dan tak bisa berbuat apa-apa. Saat Junmyeon melihat siapa orang yang menariknya, ternyata itu Tao. Junmyeon dan Tao menjauh dari kerumunan, mereka menuju balkon penginapan. Mereka berhenti di sana. Angin semilir hanya menemani berdua. Mereka masih diam.
"Kenapa kau menggeretku kesini?" Junmyeon membuka pembicaraan.
"Maaf, nuna.. Tapi aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu," Tao menjawab pertanyaan Junmyeon.
"Apa itu?"
"Nuna... Apa kau janji tidak akan marah?" tanya Tao takut-takut.
"Untuk apa aku marah? Kau bahkan tidak mengatakan apa-apa. Hahaha," Junmyeon tertawa renyah.
Tao terlihat gugup sekali. Wajahnya memerah. Ia memalingkan wajahnya dari Junmyeon selama beberapa menit. Badannya bergetar dan dapat Junmyeon dengar Tao juga sedang bergumam, tapi tidak tahu apa yang ia gumamkan. Junmyeon mendekati Tao. "Tao-ya. Kenapa lama sekali? Apa sebenarnya yang ingin kau katakan?"
Tao menarik nafasnya dalam-dalam. "Aku tidak bisa berkata seperti pujangga. Aku tidak bisa sekuat dan secepat Arjuna. Aku juga tidak sesempurna aktor Choi Siwon. Tapi..." Tao menghadap ke arah Junmyeon. Memegang jari-jari lentik Junmyeon. "Kim Suho nuna... Apa aku diizinkan untuk memiliki hatimu? Apa aku juga diizinkan untuk menjaganya? Karena aku mencintaimu, Suho nuna..."
"T-tao... A-apa yang kau..." Junmyeon speechless.
Tao menatap ke bola mata berwarna hitam mengkilap milik Junmyeon. Tak berpaling dari sana. "Aku sudah menyukaimu sejak lama. Sejak kita sering berjalan bersama. Dan aku harap orang yang aku suka itu merasakan hal yang sama denganku,"
Junmyeon juga menatap ke bola mata Tao. Mereka saling bertatapan. Wajah Junmyeon memerah. Bibirnya bergetar. Mereka diam cukup lama. Tanpa terasa dahi mereka bersentuhan dan jarak mereka sangat dekat.
"Tao-ya..."
"Nuna..."
"Aku..."
"... Ya?"
Junmyeon menjauhkan dirinya dari Tao. "Aku tidak bisa,"
Tao sedikit terkejut. "Kenapa?"
"Aku...aku.. A-aku..." Junmyeon menunduk. "Aku..."
"Kenapa nuna?" Tao kembali bertanya.
"Aku...mencintai orang lain,"
Tao membulatkan matanya. Junmyeon sudah menitikkan air matanya. Mereka kembali terjebak dalam keheningan. Suara yang terdengar hanyalah suara angin dan musik pesta tengah hutan yang ramai itu. Tao mendekati Junmyeon. Ia menatap Junmyeon yang menangis dalam diamnya itu.
"Apa nuna sedang berbohong padaku?" tanya Tao.
"Tidak... Tapi benar. Aku mencintai orang lain. Selain itu..." Junmyeon memberanikan diri menatap Tao yang berada di hadapannya. "Ada sebuah rahasia besar yang aku simpan dalam diriku. Aku takut kau akan menjauhiku dan rahasia itu sedikit demi sedikit akan terbongkar,"
Setelah berkata demikian, Junmyeon pergi meninggalkan Tao sendirian di balkon utama tempat penginapan itu. Tao masih memandang kepergian Junmyeon dengan tanda tanya. Cintanya memang ditolak, tapi mungkin Tao masih berharap jika orang yang dicintai Junmyeon itu belum berstatus sebagai pacar Junmyeon. Mengenai rahasia besar, Tao juga merasa penasaran apa sebenarnya rahasia yang disimpan Junmyeon itu. "Suho nuna... Rahasia besar...?"
Sementara Junmyeon berjalan cepat sambil menangis. Wajahnya sudah memerah dan air matanya sudah merembes sampai ke dagu.
"Maafkan aku, Tao. Aku bukan seorang wanita.. Aku bukan seorang wanita..."
.
.
.
Eyes, Nose, Lips
.
.
.
"Luhan oppa.."
Laki-laki yang dipanggil Luhan itu menoleh ke belakang. Ternyata Xiumin yang memanggilnya. Xiumin tampak murung. Xiumin berjalan ke arah Luhan yang bersandar di pegangan pinggir balkon.
"Kenapa kau tampak murung, Min?" tanya Luhan to the point.
"Aku rasa...hubungan kita memang cocok jadi saudara,"
Luhan bingung. "Apa maksudmu?"
Xiumin menoleh ke arah Luhan. "Apa oppa...sudah mencintai orang selain diriku?"
"Tidak. Tunggu! Aku bahkan tidak mengerti yang kau ucapkan?" jawab Luhan.
Xiumin menangis. "Oppa...maafkan aku. Maafkan aku. Aku berpaling darimu. Aku melanggar janji kita,"
Luhan menatap Xiumin. "Kau mencintai seseorang selain diriku?"
Xiumin terisak. "Bahkan jika aku mencintai orang itu, apakah aku bisa menjalani hubungan dengan orang lain lagi setelah apa yang terjadi pada kita 6 tahun lalu?"
Luhan memeluk Xiumin. "Min.. Sebagai saudara saja aku sudah merasa lebih dari cukup. Selama 6 tahun ini aku bersyukur, aku bisa selalu bersamamu. Aku sudah tidak menganggap janji itu lagi, Min,"
"Tapi oppa... Apa oppa rela kutinggalkan demi laki-laki lain? Apa oppa rela? Aku sudah...mencintai orang lain,"
Luhan mengelus punggung Xiumin. "Cintaku lebih besar dari siapapun. Kau boleh mencintai siapapun selain aku, tapi kau tidak akan bisa menjauhiku. Aku juga tidak akan bisa jauh darimu. Aku adalah kakakmu. Kakak laki-lakimu..."
Xiumin menangis keras dipelukan Luhan. "Maafkan aku oppa... Maafkan aku.."
"Tidak apa-apa.. Tidak apa-apa... Lupakan saja janji itu. Tidak ada gunanya bagi kita,"
"Tidak berguna bagaimana, oppa?" Xiumin melepaskan pelukan Luhan.
Luhan mengusap air mata Xiumin. "Kau tahu, hubungan yang 'lebih' dari saudara itu membuatmu lebih sakit. Itu memang tergantung dari orang yang kau cintai. Hati kita yang sebenarnya masih saling mencintai lebih dari saudara ini harus kita buang jauh-jauh. Tidak ada gunanya. Tapi kita akan tetap mencintai, sebagaimana yang dilakukan sibling lai diluar sana. Kita masih bisa bermain UNO bersama, kan? Bisa suap-suapan? Tanpa ada rasa canggung. Karena kita sudah terikat, Min. Kita sudah terikat..."
Xiumin menangis lebih keras. Ia memeluk lagi kakaknya itu. Mereka berpelukan cukup lama. Angin berhembus cukup kencang. Luhan menahan air matanya untuk keluar. Sebenarnya yang ia rasakan adalah sama dengan perasaan Xiumin. Tapi memang inu jalan mereka. Mereka disatukan menjadi saudara.
.
.
.
.
.
To Be Continued
.
.
Hiii~~ maap Ira kambeknya lama. Ira lagi sibuk sekolah wkwkwk. Di sekolah Ira juga ada Korean Class. Jadi, sekolah Ira kedatangan volunteer dari Seoul. Mereka stay satu bulan di Indonesia buat mengajari anak-anak yang ikut Korean Class itu IT dan Culture, tapi Culturenya cuma sedikit. Ah, Ira malah jadi curhat. Wkwk. Sedikit pemberitahuan bagi pembaca setia Eyes, Nose, Lips. FF ini akan lama updatenya karena kesibukan Ira. Maaf ya sekali lagi. Makin dewasa, urusannya makin banyak. Apalagi Ira udah kelas 2 SMA. Yang dirumorin bakalan ada UN lah, skripsi lah, entahlah -_-
Langsung aja Ira bales reviewnya ya
yongchan: aish kaga ada Kris disitu wkwk
KrisHo WonKyu: Horee akhirnya /plaked/ Sehun mah Cuma tau kalo si Suho itu pacaran sama Kris, tapi kan udah diklarifikasi kan ya? Wkwk. Iya tuh, seneng banget. Siapa sih yang nggak seneng kalo dikasih nomer telepon crushnya? Wkwk. Diajak liburan dong, tapi Ira nggak diajak /apa ini?/ Oh, nggak usah berat-berat? Yah, gimana ya? Entahlah liat aja kedepannya. Sesuai imajinasi Ira aja wkwk. Oke ini udah update~!
Jenny Park: Tapi Ira yang telat wkwk. Kamu berarti perpaduan dari Jenny Kim sama Jinny Park wkwk /apa ini?/ Beneran kan? Ira mah kaga suka yang mainstream.
EmmaSuho: Jangan dibenci dong, kasian Sullinya wkwk. Oke ini udah lanjut ya~!
kimtaehyung vsii: Jangan tahan nafas! Kasihan oksigennya mau dibawa kemana~! Kenapa transgender? Ira udah jelasin di chapter chapter sebelumnya ya!
hyejinpark: Kaga, itu mah karangan doang wkwk
jimae407203: Wah, rasanya gimana tuh? Seneng campur sedih? Oke ini udah lanjut ya~!
fanoy5: Tao kenapa Tao kenapa ? /lari lari kek setrikaan/?
BLUEFIRE0805: di kehidupan juga ada pengganggu kan? Wkwk
izky izky 33: JAMBAK AJA JAMBAK! IRA JUGA MERESTUI /gak/ Ngg? Nggak tau? Kita liat aja chapter depan ya wkwk. Oke ini udah next chap
Duo Bubble-Kim316: Minal Aidin Wal Faidzin yoo~! /telat/ Eh aku dipanggil kakak. Jadi berasa tua wkwk. Iya tuh! Iya Tao nembak Suho tapi ditolak wkwkwk kasian banget/? JANGAN! KrisHun cocoknya bapak sama anak/?
hasari28: Yeay ini udah lanjut ya~! Pendek? Chap ini pendek nggak? Kalo kurang panjang Ira bakalan tambahin di chapter depan.
Kakchiip: Potek berjamaah? Iya sih iya.. tapi nggak berantai gitu juga '-'
dhearagil: ... Atau liburan bersama? Wkwkwk, Nah, sekarang ada pasangan SkySun nih! Suka nggak? Si penyanyi asli Eyes, Nose, Lips. Tapi yang berperan malah si CL. Kan, salahin aja imajinasi Ira wkwkwk. Maksudnya momen sweetnya chapter depan habis ini mungkin wkwk. Lagi semangat? Tetep semangat yaa~~! Oke ini udah lanjut
ByunSuho: Panggil Ira aja. Biar enak. Aku nggak nyalahin kamu, tapi mungkin FF ini yang disalahkan karena ternyata dia senang bersembunyi /? Twitter? Silakan liat di bio ya oke? Ini udh lanjut
chans: Oh, untuk yang di chapter ini Ira nggak ngeluarin Kris. Mungkin chapter depan. Soalnya Ira fokus ke konfliknya. Chapter depan mungkin banyak momen momen Krisho.
Kangseul kyon: Bakalan Ira usahain. Oke? Ini udah lanjut ya
boobearSarang: Udah ah lupakan makin kamu jelasin aku makin nggak ngerti wkwk/? Sulli bukan masa lalu Kris, malahan Sulli baru suka Kris pas pertama kali ketemu di Lotte Fashion. Oke! Ini udah lanjut.
DiraLeeXiOh: Oke ini udah lanjut ya.
Alexandra: Ini malah udah chap 8 masa wkwk. Sebenernya si sayang banget Luhan dibuang kelaut. Tapi berhubung dia adalah Hello Kitty/? Buang aja aku ikhlas kok /GAK/ Teruslah menerka-nerka sayang. Akan jadi kejutan di chapter selanjutnya.
Kim Yehyun: Oke ini udah lanjut ya~~
SILENT READER: Bukannya serem malah nyebelin. Hantunya pelupa sih soalnya/? Oke ini udah lanjut ya
Yeon Ra: Jangan panggil aku kelinci dong . panggil aja aku mawar /apa/ Oke ini udah lanjut ya
NaturalCandy1994: Adegan rated M? Kamu bisa liat line tahun kelahiranku nggak di bio? Wkwk
Raemyoon: Kris emang gitu sih... Dapet ide fashion? Ini Cuma terbesit di pikiran Ira aja. Ira Cuma liat sekilas drakor Fashion King. Ira Cuma tau desainer itu bisa jahit jahit baju, merancang, sama bikin baju. Kalo transgender... Plis Ira cewek tulen :'( Ira sebenernya nggak berpengalaman kok. Cuma sok tau aja /?
deerLu200490: Selamat bergabung ya~! Jadi total cewek? Hmm.. kamu bisa liat jawaban Ira di balesan review chapter chapter sebelumnya. Karena Ira suka mengangkat hal hal yang jarang diperhatikan orang banyak. Oke thanks sarannya. Kayaknya Ira nggak bakal ngeluarin Chanyeol dan Kai disini. Mereka udah sering keluar di FF lain /? Oke ini udah lanjut ya. Anyyeong~!
jameela: Hmm... Ira bakalan buat yang lebih greget lagi dari yang kamu bilang! Wkwkwk!
.
.
.
.
.
Review for This chapter?
