Latar pembentukan Cerita:
(Pertengahan dunia Ninja saat pengejaran Sasuke dan Naru terbunuh, masuk kealur Frozen setelah Elsa sang Ratu sudah keluar dari Arendelle).
WARNING :
-Pendek.
-Gaje.
-OC.
-Lebih banyak kekurangan.
-Publish Hari Rabu dan Sabtu
-Bertebaran yang namanya Typo.
-Fix revisi akan diberlakukan saat Author gak sibuk ngantor.
By Vicky Chou/Lightng Shun
👻Thanks For Reading👻
Perempuan itu tak bisa membayangkan bertapa bersinarnya mata seseorang pria baginya saat ia hampir saja tertimbun oleh batang pohon, seorang pria bersurai pirang, bermata biru memiliki mark dipipi layaknya kumis kucing datang mendekapnya kuat dan menyelamatkan ya dari maut.
"Hei, kau baik-baik saja?,"Panggil pria itu dengan tampang khawatir. "Hei kau baik-baik saja, tolong jawab aku?,"Ucapnya masih mendekap perempuan.
"..."Dan yang ditanya justru tak memberi jawaban malah terbengong memandangi wajah khawatir si Pirang.
"Anna kau tidak apa-apa," Panggil Seorang pria bersurai pirang dan hidung yang sedikit besar, namun memiliki wajah yang tampan, panggilan itu membuat Naruto dan Perempuan itu meregangkan pegangan mereka.
"Ummm Kristoff,"Sahut Anna, memandang Pria yang disebut Kristoff lalu mata Anna berbalik kearah Naruto dengan pandangan canggung. " Am...Namaku Anna sa-salam kenal terimakasi sudah menolongku,"Ucap Anna pada Naruto membuat pria itu tersenyum menanggapi kegugupan Anna. "Dan Ini Kristoff juga Rusaknya Sven,"
"Ahh sama-sama,"Ucap Naruto. "Aku Uzumaki Naruto, kalian bisa memanggilku Naruto," Ucap Naruto tersenyum simpul pada Anna.
BREKK...KREEKK!
Tiba-tiba terdengar suara benda berbunyi mengejutkan Naruto, Kristoff juga Anna, lalu pandangan mereka langsung kearah seekor Rusa yang kesulitan bergerak karna terjerat akar beku membuat dia seolah memakai manik manik di tanduknya. "Nampaknya Teman kalian butuh bantuan,"Ucap Naruto menatap Rusa itu dengan pandangan Kasihan (Mungkin).
"Ummm!,"Nampaknya dia bahagia, tegur Anna saat rusa itu malah melompat-lompat dan bermain dengan akar yang ada di tanduknya, Naruto bisa mengambil kesimpulan si Russalah penyebabnya sampai pohon rapuh tadi tumbang.
"Jangan terlau bersemangat Sven aku akan membuka akar-akar itu,"Ucap Kristoff lalu mendekati Russa kesayangannya, namun nampaknya pria itu kesulitan saat melepas akar beku dari sana, hanya berbekal sarung tangan.
"Kau butuh ini,"Ucap Naruto mengeluarkan Kunai untuk diberikan pada Kristoff dan juga langsung membantu melepas akar dari tanduk Sven. tampa bicara lebih dulu dan dalam waktu berapa menit semua akar berhasil disingkirkan.
"Terimakasi atas bantuanmu pada Russaku,"Ucap Kristoff sembari membelai kepala sang Rusa, bisa dibilang adalah sahabatnya yang paling dia sayang. "Jika mengunakan tangan aku mungkin selesai dalam waktu yang lama,"Ucap Kristoff lalu mengembalikan Kunai yang dipakainya.
"Tidak usah pakai saja siapa tahu, Russamu terkait lagi nantinya, sejak memasuki hutan ini, jauh di belakang punggungku banyak tanaman yang merambat kau bisa memakainya,"Ucap Naruto logis.
"Terimakasi sekali lagi,"Ucap Anna dengan mata berbinar.
"Ummm sama-sama omong-omong, apa yang kalian lakukan disini, tempat ini cukup berbahaya?,"Tanya Naruto pada keduanya meski Naruto belum lama disini, akan tetapi dari sedikit pengalaman melihat sekitar medan-area disini sangat berbahaya.
"Ka-Kami ingin pergi ke Ice Mountain,"Ucap Anna dengan pandangan Ragu. "Lalu apa yang kau lakukan di tengah hutan beku seperti ini,"Ucap Anna lagi, membuat Naruto mendengkus harusnya dia yang tanya, Justru Anna malah bertanya balik.
"Aku ingin ke Arendelle, tapi aku Seorang pengelana dan kebetulan aku tak tahu area disini, seseorang kenalan digunung menolongku dalam semalam, lalu mengatakan jika aku harus pergi ke Arendelle untuk mencari tempat bernaung karna disana kota terdekat ke timbang lainya,"Ucap Naruto dengan jujur.
"Arendelle?! Siapa Rekanmu itu apa dia warga Arendelle tahuku memang benar kota perairan terdekat hanya Arendelle akan tetapi Es membekukan semuanya dalam semalam,"Ucap Anna dengan nada suram, entah kenapa raut wajah Anna mengingatkanya pada Elsa, mereka mirip dengan postur wajah juga rambut yang berbeda warna, Elsa memiliki rambut bloonde-putih, sementara Anna berambut Coklat-muda akan tetapi dia melihat beberapa helai rambut nya yang memutih, dibalik salah satu kepangan rambutnya, mata mereka juga berbeda size, Jika Elsa lebih sipit dan serius, Anna Lebih besar (Sedikit) dan ceria.
"Dia seorang perempuan yang memiliki wajah yang jelita, pemilik sebuah gedung besar diatas gunung, bernama Elsa,"Ucap Naruto memandang datar namun ucapannya membuat Wajah Anna menegang dan mata Perempuan itu membulat, ia langsung saja menarik kera baju Naruto dengan cepat.
"Elsa seperti apa yang kau kenal?, beritahu ciri-cirinya padaku?, tolong beritahu padaku, aku mohon?,"Ucap Elsa menggebu-gebu membuat Naruto hanya menatap bingung.
"Tunggu Anna tenangkan dirimu!,"Ucap Kristoff mencoba menenangkan Anna, lalu melirik Naruto dengan tatapan tolong memaklumi, kondisi Anna sekarang, dan Naruto yang mulai paham kondisi hanya menghelah nafas disertai anggukan.
"Aku akan membahasnya!,"Ucap Naruto kemudian dan memandang Anna yang mulai mengendurkan tanganya. "Tapi apa kalian bisa menjelaskan padaku apa yang -,"Ucap Naruto serius.
DEG!
Mata Naruto membesar, berapa bulir keringat mengeluar dari pelipis dan langsung saja memegang arah jantung nya ia bisa mendengar sesuatu seperti retakan disana, tapi bukan sebuah retakan melainkan lubang pada jantungnya nampak di selimuti kristal Es tipis secara perlahan-lahan menyelubungi jantungnya.
'Kidd! Jantungmu!' Ucap Kurama mulai terdengar sedikit panik dari dalam sana, Mata Naruto sedikit terbelalak, namun. 'Perlahan membeku diliputi es' Tegur Kurama. bersamaan sebaris surai putih milik Anna terlihat lebih tebal.
"Apa yang sebenarnya terjadi Datteyo?,"
"Naruto kau tak apa-apa?,"Tanya Kristoff memandang raut tak nyaman Naruto namun seketika Naruto dengan cepat menganti Raut suramnya dengan cengiran menenangkan.
"Aku tidak apa - apa? mari kita lanjutkan pembicaraan tadi,"Ucap Naruto berusaha mengalihkan pembicaraan.
Tampa disadari mereka Seorang pemuda bersurai hitam tengah memperhatikan mereka diatas dahan pohon besar, dengan tampang sangat datar dan penampilanya sangat langkah dengan pakaian yang sangat berbanding terbalik dikenakan suasana seperti ini, bagaimana tidak dia hanya mengenakan sebuah Jaket jins tipis dalam kaos oblong, celana raid model tentara dan sepatu Kats yang terlalu modern dari jaman itu.
Disatu sisi menciptakan sebuah keajaiban akan tetapi setiap apa yang kita dapatkan juga meminta konsekwensi..
"Setidaknya aku sudah menerima dan memberikan bantuan, kuharap Eras tidak tersinggung karna aku juga ikut campur dalam masalah ini,"Ucap Anak itu, nampaknya kedirinya sendiri. "Mari kita lihat apa yang akan kau lakukan Naruto, apa benar kata mereka kau adalah orang itu,"Desisnya.
Tiba-tiba tampa suara sebuah Portal terbuka dari belakang nya, saat anak itu berbalik seorang lelaki bersurai hitam, dengan mata biru keluar dari sana, dengan raut dingin. "Aniki mencari anda,"Ucap Pria itu dengan raut datar, dan melayang kearah pemuda itu. "Xian-san,"Sahutnya.
"Dasar padahal aku masih ingin melihat sesuatu yang menarik,"Ucap pemuda yang dipanggil Xian hanya mendengkus, sebelum Pria yang terlihat lebih tua darinya memunculkan sebuah Sabit raksasa dengan Element mengelilingi mereka dengan sebuah Algoritma mantra dan mereka lenyap begitu saja.
Anna mencoba menjelaskan kronologi perjalanan mereka tampa ragu pada Naruto tak disangka Anna adalah seorang putri dari wilayah kerajaan bernama Arendelle, Anna saat ini mengemban tugas mencari Elsa dan membawanya pulang. Pada awalnya penyebab dari masalahnya berawal perdebatan Antara Anna dan Elsa di malam penobatan Elsa sebagai Ratu Arendelle pasca menghilangnya kapal ratu dan raja setahun lalu dilautan, dan sebagai anak Tertua Elsa dipilih menjadi tombak Arendelle yang baru.
Semua awalnya seperti yang diharapan kan, semua rakyat bahagian atas penobatan sang Ratu. sampai puncak dimana Elsa dan Anna mulai bertengkar dikarnakan Anna berkata ingin menikah dengan seorang pangeran bernama Hans, dan Elsa langsung menolak permintaan nya, bagi Elsa bagaimana mungkin Anna bisa langsung ke tahap yang seperti itu sementara Anna dan Hans baru bertemu, wajar jika Elsa menolaknya maksudnya terlihat baik dia tak mau Adiknya menyesal dikemudian hari, dan salah memilih.
Akan tetap Anna tetapi bersikukuh untuk mendesak Elsa agar melangsungkan pernikahan tampa memikirkan konsekuensi hidup kemudian hari, dan itu membuat Elsa merasa terdesak dan Anna menarik paksa salah satu sarung tangan satu nya birunya.
"Kembalikan Sarung tanganku,"Desis Elsa namun hawa kekesalan Anna juga sudah semakin kesal, dan menyalahkan Elsa tentang berbagai hal.
"Elsa aku mohon, aku tak mau hidup seperti dulu lagi!,"
Akhirnya mereka mulai berdebat, sampai semua jelas dipuncaknya, mengapa Elsa mengacuhkan Anna, Mengapa Elsa menjauh dari dunia atau mengapa Elsa melarangnya untuk keputusan yang terlalu tergesa, Selepas dari itu Elsa cuma ingin bertindak benar sebagai seorang kakak, akan tetapi semua justru berakhir dengan kemarahan Elsa dan kekuatan Es Elsa keluar, didepan semua orang yang tak bisa dia kontrol.
[Dan dianggap Monster oleh semua orang]
[BERSAMBUNG]
[RABU-13-MARET-2019]
Hai Ummm...my name Lighting Shun, dan kali ini saya uploud cerita nya, sebenarnya mohon maaf atas keterlambatannya sehari karna ada kabar tak menyenangkan dari Vicky Chou, saat ini ibunya sedang sakit dan kondisi ini membuat dia harus fokus ke orang tuanya dulu, sebelum kefanfic, tapi jangan khawatir dia sudah ketik dua chapters untuk sabtu depan.
Makasi atas Bintang, komen di Wattpad dan mari kita kekomen Fanfic!
(tanpa batas)
Bakalan seru nih kalo ada cinta segitiga sama sisi.
Light: Tidak menjamin sih..:p
(Tohsaka Abigiel)
wow... perkembangan penulisan yang sangat cepat menurut saya... yah, masih ada beberapa typo dan ada beberapa kalimat yang tertukar atau kata yang masuk tanpa izin sih... tapi tetep keren kok...
Light : Mungkin karna jeda cerita pada Frozen adalah sehari semalam... kejadian Elsa melarikan diri dari kerajaan, dan Naruto ceritanya berbaur sekitar beberapa menit setelahnya, makanya agak pendek..sampai paginya.
(Nazi Menschen)
lanjut thor...rencana berapa words nih mau dibuat 5k...10k...heheh smangat
Light : Meybe :v
(TEGAR - KUN)
lanjut thor chapter selanjutnya, untuk kedepanya worknya diperbanyak ya.
Light : Diusahakan.
(Reed72)
Teruuuusss bosss sampai taamaatt.
Light : Amin
(Kelabu098)
walaupun gk terlalu ngerti frozen,tapi ff nya lumayan lah...next bro!
Light : Ty :)
(Haikal-San)
Bagus seperti biasanya :))
Tentang itu.. saya mengizinkan kok.
Light : Makasi atas persetujuan nya :0
(King Bochum)
Seru gan, lanjut
Light : Makasi.
(ip)
lanjut
Light : Ooooke
(yosi.f)
Mantul
Light : Asiyap
(All-Die)
aye.. aye.. elsa uda mulai ada rasa :3 hehehehehe
Light : Seperti nya:0
(Nazi Menschen)
kuharap ini akan tetap berlanjut samapai akhir...semangat.
Light: Terimakasih dukungan kalian adalah obat yang paling mujarab:)
