Secret room
Cast :
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Note : Typo Bertebaran! Alur Yang sulit dimengerti! Tetapi cerita ini murni milik saya yang berasal dari imajinasi terindah tentang KyuMin 3~
enJOY
Chapter 8
…
Ruangan besar dengan pintu putih dan aksen ke emasan yang selalu tertutup itu kini terbuka. Sinar bulan sangat sempurna jatuh menerangi ruangan besar itu. Ruangan besar yang kosong dan hanya berisikan sebuah peti mati berwarna putih dan bunga mawar merah yang saat ini sedang berada digenggaman seseorang.
Tatapan mata orang tersebut terlihat sendu, ia melepaskan satu demi satu kelopak bunga mawar yang sepertinya tidak pernah layu itu. Membiarkan tiap kelopaknya berjatuhan dilantai lalu terbang bersama dengan angin malam yang masuk lewat jendela besar yang ia buka.
"Sedang apa kau disini Sungmin?Aku mencarimu sejak kau melarikan diri dan maafkan aku atas sikap kasar ku" suara bas yang tenang tanpa emosi itu menyapa pendengaran pria dengan tubuh mungil yang terduduk diatas peti.
"Sedang menunggu Mu, Marcus"
Tubuh Kyuhyun seketika membeku mendengar alunan nada yang keluar dari Sungmin. Suara yang sama namun nada yang berbeda. Ia tidak ingin percaya begitu saja maka selangkah demi selangkah mendekat kearah pria mungilnya. Ada yang aneh dan Kyuhyun tau itu.
"Apa kau merindukan ku Marcus?" Tubuh mungil dengan rambut coklat itu berbalik menatap Kyuhyun dengan senyum lembut dan juga mata teduhnya. Berbeda sekali dengan tatapan mata Sungmin yang kerap kali menegas dan menatapnya tajam.
Tatapan mata yang ia rindukan. Suara lembut yang memanggilnya dengan penuh kasih sayang dan juga senyum yang selalu menyapanya dulu kini seperti terulang kembali.
"Vincent"
"Ya, Ini aku Vincent Lee … seseorang yang selalu kau tunggu selama beratus-ratus tahun lamanya"
Senyum Kyuhyun terulas dengan sangat lebar. Pada akhirnya apa yang ia inginkan dan ia rencanakan menjadi kenyataan. Membuat Vincent kembali berdiri dihadapanya dengan mengorbankan tubuh Sungmin.
"kau bertemu denganya?" Kyuhyun mendekat dan kini berdiri tepat dihadapan kekasihnya dahulu. Kekasih yang telah membuat kehidupanya penuh dengan lubang lubang gelap selama ini.
"Sungmin? Tentu saja jika tidak maka ia tidak akan mengizinkanku mengambil alih tubuhnya" Vincent meraih kedua pipi tirus Marcus dan tersenyum "Bukankah ia terlalu baik padamu? Bahkan ketika aku menjelaskan semua alasan mengapa kau menunggunya dan mengincarnya … ia tetap dengan senang hati mengizinkanku untuk merebut tubuhnya"
"Aku hanya ingin kau hidup kembali"
"Tetapi aku sudah lama mati"
"dan sekarang kau hidup berdiri dihadapanku, Vincent"
"Lantas apa kau ingin Sungmin mati? Bukankah kau membawaku kembali hanya untuk mendengar apa yang ingin kau ketahui?"
Kyuhyun diam. perkataan Vincent sukses membukam mulutnya. Ia tidak pernah berfikir bahwa mendengar kata Sungmin akan mati membuat tubuhnya menengang dan berfikir keras seperti ini. padahal sejak awal memang sudah menjadi NIAT nya mengorbankan tubuh Sungmin untuk membangunkan Vincent-nya kembali.
"Aku benar bukan? Niatmu saat ini bukan lagi untuk menghidupkan ku Marcus" Vincent melepaskan pelukanya "Karena Sungmin sudah mengambil bagian dari hatimu, kau tahu bukan ? jika aku dan dirinya adalah dua orang yang sama tapi dimasa yang berbeda maka ketika bertemu denganya kau tetap akan jatuh berkali kali dalam cinta yang mengikat"
"Aku tidak mencintanya! Dan yang kuinginkan adalah kau hidup tidak perduli dengan kematianya"
"Ya,Kau mencintainya sebagai Kyuhyun" Vincent mengetahui betul bahwa Marcus memang sudah seharusnya mati bersama dengan dirinya sejak dulu sehingga sosok yang berdiri dihadapanya saat ini akan hidup menjadi Kyuhyun dan menjalani kisahnya sendiri. Mencari kebahagian bersama dengan sosok Sungmin, mencari kebahagian yang tidak dimiliki oleh Vincent dan Marcus dikisah yang lalu. Semua harus diselesaikan.
"Bukankah kau menungguku untuk mempertanyakan banyak hal? Bukankah banyak yang ingin kau ketahui sehingga kau memutuskan untuk merencanakan semua ini? ayo kita selesaikan semuanya Marcus" Vincent menarik tangan Kyuhyun keluar dari ruangan besar itu menuju kamar tempat ia menyekap atau mengurung Sungmin. Kyuhyun hanya diam. ia sedang merasakan genggaman tangan yang sangat ia kenali dan rindukan.
Rindukan ? atau yang sebenarnya sudah terbiasa kau rasakan bukan Kyuhyun.
.
.
.
Tubuh mungil dihadapanya kini tengah bersujud dan terus mengucapkan kata maaf. Kyuhyun hanya bisa diam dan menatap kosong apa yang tengah dilakukan sosok yang ia sudah nantikan selama ini. jika maaf menyelesaikan semua kegundahan serta rasa sakit yang sudah menumpuk didalam dirinya maka ia tidak akan melakukan sampai sejauh ini.
"Aku tau permintaan maaf bukanlah yang ingin kau dengar tetapi sungguh izinkan aku mengucapkan kata maaf sebelum aku ..memberikan alasan atas penghianatan ku"
Ya benar! Kyuhyun menunggu untuk sebuah alasa mengapa.. mengapa cinta bisa berhianat disaat ia sudah menyerahkan segalanya. Mungkin dengan mendengarkan alasan Vincent rasa benci serta kecewa yang menumpuk dihatinya bisa menghilang.
"kau tahu? pertemuan kita dulu bukanlah sebuah kebetulan tetapi semuanya adalah rencana yang sudah disusun rapih dan apik oleh kedua orang tuaku juga para pastur lainya.. aku berbohong padamu mengatakan jika aku adalah anak yatim piatu" Vincent memulai semua kilasan masa lalu yang masih bersarang dengan jelas dikepalanya.
"Kedua orang tuaku dengan sengaja mengorbankanku sebagai alat uji coba untuk membunuhmu, ya rencananya memang sederhana … tidak sengaja bertemu dengan mu disaat kau terluka, menolong mu, membuat mu menerima dan mengasihaniku hingga kau mencitaiku"
"aku yang awalnya menjalankan dengan baik tugas yang diberikan padaku pun terjebak oleh permainanku sendiri, tidak perlu menunggu waktu lama aku pun jatuh sepenuhnya untuk mu.. aku mencintaimu hingga aku lupa dengan semua rencana yang mereka susun untuk membunuhmu"
Kekehan kecil seperti ejekan juga rasa bahagia membaur jadi satu. Kyuhyun hanya diam mendengar kan semua. Ya, ia hanya diam karena memang kebenaran yang ia inginkan.
"aku mulai melindungimu hingga kau ingat bukan? Permohonanku yang meminta mu untuk membawaku pergi jauh dari desa itu? Semua ku lakukan hanya untuk menjauhkan mu dari rencana yang mereka inginkan! Membunuh iblis yang mereka nilai jahat tanpa tahu jika kau… tidak sejahat yang mereka kira"
Hei, Kyuhyun tidak pernah tau jika Vincent menanggung beban atas dirinya sedalam ini. mungkin memang Vincent telah berbohong pada mulanya namun diakhir ia melindungi Kyuhyun. Walaupun pada akhirnta…
"Hingga akhirnya mereka mengetahui keberadaan ku, mengetahui jika aku berhianat dan hendak melindungimu… mereka berkata akan mebunuh kedua orang tua ku karena mereka menilai bahwa kedua orang tua ku juga bersekutu dengan dirimu"
"mereka hanya memberiku dua pilihan… membunuh mu atau membunuh kedu orang tuaku" Tangan mungil yang terangkat itu gemetar "Hingga pada akhirnya…aku membunuh mu! Membunuh dengan tangan yang selalu kau genggam erat ini dan berkhianat atas rasa cinta dan kepercayaan yang tengah kau berikan… aku yang bersalah Marcus, maka maafkan aku"
Rasanya seperti tertampar. Kyuhyun yang hidup selama ratusan tahun dengan rasa benci dan menunggu hanya untuk membalaskan dendam atas penghianatan yang telah kekasihnya lakukan ternyata tidak mengetahui apapun. Yang selama ini selalu Kyuhyun tahu adalah ia telah dihianati. Tanpa Kyuhyun tau bahwa kekasihnya juga tersiksa.
"Mengapa kau tidak menceritakanya padaku? Apa kau tidak mempercayaiku? Apa kau tidak percaya bahwa aku bisa membantu mu dengan menyelamatkan kedua orang tuamu?"
Ya, seharusnya saat itu Vincent menceritakan semuanya. Seharusnya ia tidak melakukan pilihanya sendiri dan seharusnya … ia mempercayai Kyuhyun yang walaupun seorang iblis namun mencintainya dengan sangat.
"Apa menurutmu aku mempunyai pilihan untuk hal itu?" Vincent tersenyum getir "Jika aku mempunyai pilihan untuk melakukan hal itu, maka dulu aku akan melakukanya tetapi percayalah pilihan itu tidak pernah ada"
"yang menjadi pilihanku saat itu adalah membunuh mu lalu bunuh diri" manik foxy yang sudah memerah itu menatap manik hazel yang kosong itu. "
" Dengan harapan, kelak jika aku dan kau bertemu kembali dengan takdir yang lebih baik namun aku tidak menyangka, kau mengikatku dengan seluruh kemarahan dan kebencian yang kau miliki sehingga pada akhirnya aku membuatmu berjalan pada luka yang sama selama ini"
"kau membuat hanya tubuh ku yang berenkarnasi tetapi jiwaku tetap terkunci, itulah alasan mengapa Sungmin hanya mirip dengan ku tetapi ia sama sekali tidak memiliki kenangan tentang mu walau sedikit pun… karena kenangan tentang Marcus, hanya ada pada jiwa Vincent"
"ternyata kau mengetahuinya?" Kyuhyun tersenyum kecil. Selama ini memang sangat bodoh saat dirinya menyiksa Sungmin dan meminta Sungmin mengingatnya. Sesungguhnya saat itu ia hanya ingin tahu apa kah benar ingatan Vincent tidak diturunkan pada sosok Sungmin. Maka dengan begitu saat Kyuhyun mengorbankan tubuh Sungmin dan menjadikan satu dengan jiwa Vincent.
Disanalah Vincent kekasihnya akan kembali menjadi sosok yang untuh untuk ia miliki. Rasa sakit atas penghianatan itu masih ada tetapi tidak lagi mencekik karena semua sudah terjawab. Rasa benci atas semua yang telah Vincent lakukan padanya kini dalam sekejap hilang. Dan bukankah setelah semuanya terselesaikan ia bisa memulai dari awal kehidupanya dengan Vincent?
"bisakah kita memulai semuanya dari awal?" Kyuhyun menarik tangan Vincent lalu memeluk tubuh mungil itu. Vincent mengangguk, air mata itu mengalir dipipi putih salju itu. Setidaknya rasa bersalah yang mengutuknya selama beratus tahun kini telah terlepaskan begitu saja. Dan semua akan dimulai dari awal. Antara dirinya dengan Marcus.
Lalu … bagaimana dengan Sungmin? Jika Vincent terus berada pada tubuh Sungmin maka hukum pun berlaku, Sungmin lah yang akan lenyap.
.
.
.
Kyuhyun tersenyum melihat Vincent berada dalam rengkuhanya dan menarikan jemarinya diatas tuts-tuts piano miliknya. Menlantunkan nada yang selalu kerap ia mainkan saat bersama Sungmin. Sejenak Kyuhyun terdiam.
"Bisa kah kau mengeratkan pelukanmu,Marcus?" Vincent membalikan tubuhnya dan memeluk erat leher sang kekasih. Kyuhyun tersenyum sesaat lalu menyatukan bibir nya pada bibir bershape M yang menggodanya.
Dengan ciuman intents yang saling membalas Kyuhyun membopong tubuh mungil itu menuju ranjang besar miliknya. Berbeda sekali,bahkan dulu Sungmin tidak pernah membalas ciumanya karena sung-. Lupakan Cho. Lupakan.
"Enghhh!" lenguhan lembut itu mengalun dengan sempurna dari bibir pink yang sudah memerah karena ulahnya. Tangan mungil Vincent kini tengah meremas rambut Kyuhyun. Semakin menggeliat disaat Kyuhyun semakin intents dalam mencumbu tubuh mulus dihadapanya.
"A-akhh! Ma-Marcus" desahan nikmat yang disebabkan karena gigitan kecil Kyuhyun pada nipple pink yang menggoda. Namun sesaat kemudian tubuh mungil itu mendorong tubuhnya dan berada diatasnya. Vincent tersenyum kecil.
"Biarkan aku yang melakukanya untuk mu kali ini" Vincent mengecupi leher jenjang kekasihnya dan tanganya pun dengan sangat lihat seperti sudah sangat terbiasa bermain dengan kejantanan Kyuhyun yang sedikit demi sedikit mulai meneggang.
"Ahhhhhssss…Yeahhh Seperti itu De-deearhh" Kyuhyun menutup matanya. rasanya sangat nikmat ketika jemari lentik itu bermain dan bergerak merangsang kejantananya.
"Sssshh! Te-teruskan Minhh" Gerakan Vincent berhenti. Kyuhyun terdiam menyadari apa yang ia ucapkan. Ia mendesahkan nama Sungmin. Mengapa? Mengapa Sungmin terus menggangunya sedangkan sejak awal memang tujuanya untuk memanfaatkan Sungmin dan menghidupkan kembali Vincentnya.
Vincent menghentikan aktifitasnya dan menatap Marcusnya dengan senyum kecil. Sedangkan Kyuhyun menatap Vincent dengan penuh pertanyaan diotaknya. Tentu saja pertanyaan tentang dirinya sendiri.
'apakah ia akan benar-benar membiarkan Sungmin menghilang ? atau ia akan membiarkan dirinya kebali kehilangan Vincentnya ?'
.
.
.
TBC
Coment ditunggu :*
Dan silahkan pilih Vincent atau Sungmin ahahhaa
