My Cute Fiance

Gintama dan semua chara di sini milik

Sorachi-sensei, saya hanya pinjam

cerita asli milik saya

main chara: Okita Sougo 17 y.o (sma kelas 2) Kagura 14 y.o (smp kelas 3)

Rate: T

Romance/comedy

Warning (!): OOC, gajelas, AU, school, bahasa acak-acakan, drama

.

.

.

'Cek cek.. oi Leader sudah sampai di theme park.'"Oke, kita akan segera ke sana. Di mana posisi tepatnya, Zura?"

'Zura janai Katsura da!!'

"Oi sekarang bukan waktunya untuk itu Zura! Di mana mere-"

'Zura janai Katsura da!!'

"BODO AMAT ZURA!! NGAJAK BERANTEM NI BOCAH EMANG"

'Zura janai Katsura da!!'

"TEMEE-"

"Di mana Kagura chan sekarang, Katsura kun?"

'Katsura janai Zura- eh salah.. ehem.. jadi Leader dan pacarnya sekarang sedang menuju restorant'

"BILANG DARI TADI KEK ZURA!!"

'Oke.. "Dari tadi". Aku dah bilang tuh, Gintoki.'

"E astaga ngelawak ya lu? Kaga lucu kampret!" Shinpachi menahan Gintoki yang sedang berusaha membanting walkitalkie -hasil ngutang Otose san- miliknya.

"Katsura kun.. Si kyojin itu bukan pacarnya Kagura chan!!!!"

Kini giliran Umibozu yang mengamuk. Kamui sebagai seorang anak yang baik dan berbakti pada orang tua, tidak mau melerai ayahnya. Ia lalu menonton sang ayah yang emosi sambil duduk makan kacang di tepi jalan.

"Are? Siapa itu Zura? Bukannya itu berarti anggota penguntitnya bertambah? Jika sudah sebanyak ini yg ikut apa aku benar2 dibutuhkan di sini?" Hisashi tidak habis pikir. Ia lalu menengok ke arah Sougo yang tengah memerhatikan orang-orang lain dengan tatapan malasnya.

Padahal tunangannya sendiri sedang berkencan dengan pria lain, tetapi ekspresi Okita san tidak terlihat khawatir. Padahal kalau di shoujo manga seharusnya dia lah tokoh utama yg paling cemburu hari ini. Pikir Hisashi yang kebanyakan baca manga shoujo.

"Wahh aku benar benar boleh pesan sesukaku Dai chan?"

"Ou! Tentu saja! Kan aku yg mengajakmu kencan, jadi aku harus bertanggung jawab melayani sang gadis." Kata Kyojin berbangga diri

"Hee.. kalau begitu aku mau pesan semua menu di sini aru."

"Apa? E-? Tunggu, kau serius Kagura? Itu banyak sekali lho"

"Iya. Aku lapar sekali aru, pagi ini cuma makan sepotong roti aja."

Dai hanya dapat mematung melihat Kagura -gebetannya- yang bertubuh kecil nan langsing ternyata punya nafsu makan sebesar titan. Dai beberapa kali ngeces saat memerhatikan Kagura menyantap makanannya dengan lahap. Bagaimana tidak? Uang Dai sudah ia gunakan untuk membelikan makanan Kagura. Kini ia hanya dapat meminum air putih gratis yg sudah disediakan restoran untuk mengisi perutnya.

"Ahh kenyangnyaaaaa... Makasih Dai chan! Untung kau mau membayar makananku, jadi aku bisa kenyang aru." Kata kagura dengan senyum bahagianya sambil menepuk neput perutnya yg sedikit buncit -bkn karna hamil anak sougo- karena kekenyangan.

"Yah, aku bisa membayarimu makanan lagi kalau kau mau menikah denganku, Kagura" Kata Daichan malu malu

"Maaf Dai chan aku tidak bisa menikah denganmu aru. Walaupun sepertinya enak jika punya suami sepertimu yang selalu mau membayariku makan huh..." Kagura melamun membayangkan masa depannya

"Hee.. maaf saja jika aku tidak mau membayari makanmu, China."

Suara yg tak asing lagi membawa Kagura kembali pada alam sadarnya. Ia segera mencari arah asal datangnya suara tersebut. Kagura pun menemukan manusia yang sangat ia kenal duduk di meja belakangnya.

"Sadist?!"

"Aku tidak akan membuang buang uang saku dari aneue tersayangku hanya untuk membelikan makananan buat babi sepertimu."

"Temee.. apa yang kau lakukan di sini aru?! Kau pasti menguntitku ya, sialan?"

"Jangan menuduh orang seenak perutmumu sendiri, tidakkah kau lihat aku sedang bersama dengan seseorang sekarang? Benarkan, Zurako?" Kata Sougo sambil menatap wanita yang duduk satu meja dengannya.

"Zurako janai, Katsu- ehem Zurako desu."

Kagura menganga tunangannya kini tengah berada di theme park bersama dengan wanita besar di depannya?! Oh kami sama, apakah ini yang namanya perselingkuhan?!

"Yoshh.. sampai saat ini rencana telah berjalan lancar Gin san!"

'Kerja bagus Patsuan. Beri tau aku kode lg jika mereka sudah bergerak.'

"Baiklah Gin san"

-flashback-

"Karna sekarang Kagura sudah sampai di theme park kita harus segera bergegas ke sana juga!" Seru Gintoki sok-sokan memberi perintah.

"Kau benar sekali Gintoki kun aku sudah tidak sabar ingin menghajar dai siapalah itu! Berani beraninya dia mengajak Kagura berkencan! Bahkan Sougo kun saja belum aku perbolehkan mengajak Kagura chan kencan!" Kata Umibozu sambil bergegas membawa payungnya.

"Hahaha.. Kau lucu sekali oyaji.. tidak kah kau tahu kalau Sougo kun sebenarnya diam2 sering mengajak imouto san berkencan? Itu sudah bukan hal baru lagi." Kata Kamui dengan senyum andalannya

"Nani?! Benarkah itu Sougo kun?!" Kaget Umibozu.

"Maa maa.. jangan pikirkan itu dulu Papi~ Daripada itu, apa yang harus kita lakukan nanti? Mau patahkan kakinya, tangannya, atau lehernya sekalian?" Jawab Sougo dengan ekspresi datarnya.

"Oi percakapannya kok jadi sadist kaya gini?!" Shinpachi mulai bertsukkomi ria.

"Anoo.. Bolehkah aku bertanya sesuatu?"

Gintoki menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah manusia yang berbicara barusan.

"Hmm? Apalagi Hisashi kun? Dari tadi kau ijin dulu sebelum bertanya.. Langsung ngomong saja, ini bukan di kelas di mana setiap mau kencing harus ijin dulu ke guru, kau tahu?"

"Aa baiklah. Um, setelah berada di lokasi Kagura san dan Dai san, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Hisashi gugup.

"Astaga dari tadi kau bingung masalah sepele seperti itu? Bukankah sudah jelas? Tentu saja kita ke sana akan... akan... are? Shinpachi, kita ke sana mau ngapain tadi?" Gintoki menengok ke arah Shinpachi sambil menggaruk kepalanya bingung.

"Kau bahkan tidak tau apa yang akan kita lakukan Gin san?! Sudah kuduga kau ikut hanya untuk menghindari ditagih uang sewa oleh Otose san bukan?!"

"Tentu saja tidak Patsuan! Berapa kali aku harus bilang kalau aku ke sini demi masa depan Kagura juga?!"

"Tenang lah Danna, biar aku yang menjawab pertanyaan Hisashi. Jadi Hisashi kun, hari ini kita akan membunuh temanmu yang bernama Dai siapalah itu." Sela Sougo.

"Jangan begitu, Sougo kun. Menurutku memukulnya sampai dia tak sadarkan diri sudah cukup." Kata Umibozu berusaha mengingatkan calon menantunya.

"Kalau aku lebih suka strategi mematahkan lehernya Sougo kun." Kata Kamui masih dengan senyumannya.

"Itu tidak buruk juga, onii san. Tapi sepertinya menyiksannya sedikit sebelum mati boleh juga."

"Oiii kenapa kita balik ke percakapan sadist lagi?! Ini bahkan lebih sadist daripada yang tadi!! Sebaiknya kita lupakan rencana2 menyeramkan tadi, kalau tidak mau ditangkap polisi!!"

"Tenang saja megane, aku calon polisi kok." Kata Sougo dengan datarnya.

"Kalau 'calon' berarti kau belum jd polisi kan Sougo san?! Selain itu mana ada calon polisi yang merencanakan pembunuhan orang?!"

Shinpachi berusaha mengatur napasnya lagi. Dia terlanjur termakan emosi karna bersama dengan orang2 somplak bin sadis.

"Omong2 soal rencana, apakah kita ada rencana untuk membuntuti Kagura san, Shinpachi san?"

"Hah rencana? Kalau dipikir pikir kita... tidak punya... " Shinpachi terdiam, ia mulai menyadari bahwa mereka tidak memiliki rencana sama sekali hari itu. "Benar juga! Kita tidak punya rencana sama sekali?!"

"Sudah kubilang, kita tinggal membunu-"

"Kau diam saja Sougo san!!"

"Tenanglah Shinpachi kun, bukankah kita tinggal membuntuti saja? Apa yang susah?"

"Kita tidak bisa Umibozu san, tanpa rencana yang bagus kita pasti gampang ketahuan, selain itu ada beberapa kasus di mana kesalahan penguntit menyebabkan pasangan justru tambah mesra!"

"Wat?! Benarkah itu Shinpachi kun?!" Umibozu terkaget setelah mendengar bacotan Shinpachi.

"Di mana kau tau kasus seperti itu Shinpachi?" Tanya Gintoki heran.

"Dari Ladies Four, Gin san."

"Jadi kau cuma liat dari Ladies Four huh, Shinpachi?" Gintoki hanya dapat nepuk jidat mendengar jawaban polos dari anak buahnya tersebut.

"Ck.. seharusnya aku mengajak Kondo san. Profesional penguntit seperti dia pasti bisa memberikan kita masukan, sayang hari ini dia ada jadwal menguntit Anee san." Sahut Sougo kesal.

"Hahh?!! Jadi saat aku pergi Gorilla itu mencuri kesempatan untuk mendekati kakakku?! Sial kau Okita san, kenapa tidak bilang dari tadi?!"

"Minna san aku punya ide!" Seru Hisashi memecah keributan yang baru saja terjadi, dan membuat semua mata yang semula sibuk mericuh menengok kepadanya.

"Bagaimana kalau kita bagi beberapa tim, masing-masing 2 orang dengan tugas berbeda-beda?"

"wah benar jugaa! Ide bagus Hisashi kun!" Puji Shinpachi.

"He.. berarti ada 3 tim kah.." gumam Kamui

"Tidak, dengan zura kita menjadi 4 tim" kata Gintoki

'Zura janai, Katsura da!'

"Buset masih denger aja lu Zura!" Gintoki langsung garcep mematikan walkietalki yang menghubungkannya dengan Katsura.

"Yah.. sebenarnya aku hanya bisa memberi saran sampai situ sih. Aku tidak punya rencana lebih spesifiknya." Sahut Hisashi lagi, sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Hmm.. sepertinya aku ada ide bagus" Sahut Shinpachi dengan riang.

-flashback end-

Di dalam cafe, Kagura masih menatap tajam Wanita yg duduk satu meja dengan Sougo.

"Sougo kun, siapa anak perempuan itu?" Tanya Zurako dengan wajah sok bingung

"Hanya kenalan saja Zurako, tak usah hiraukan dia." Kata Sougo sambil menyesap kopi yg barusan ia beli.

"Ohh.. dan siapa pemuda tampan yang sedang bersama gadis itu?" Tanya Zurako lagi.

"Entahlah.. sepertinya mereka sedang berkencan. Mungkin mereka kekasih? Ah ah aku iri sekali melihat pasangan MESRA seperti mereka." Kata Sougo menekankan kata 'mesra' sambil menatap sinis Kagura.

Dai chan hanya dpt tersipu malu saat mendengar pertanyaan dan jawaban dari Zurako dan Sougo. Sementara Kagura terbakar emosi karna provokasi dari Sougo barusan.

"Are? Ada apa dengan nada bicaramu itu chihuahua kun? Kau cemburu aru ka?"

"Aku tidak mengerti maksud perkataanmu China musume."

"Sepertinya kalian berdua akrab sekali Sou kun" sahut Zurako sambil tersenyum. "Oiya, bagaimana kalau kita melakukan double date dengan Kagura san saja?"

Kalimat dari Zurako berhasil membuat Kagura tersentak kaget.

"Asal itu mau Zurako aku ngikut saja." Kata Sougo. "Bagaimana denganmu kyojin kun?"

"Yahh.. tidak apa-apa sih."

Sebenarnya Dai chan kurang suka ide itu karna waktunya berduaan dengan Kagura menjadi terganggu, tetapi double date sepertinya lebih aman pada kantongnya. Dengan itu mereka tidak akan menghabiskan waktu lama di restoran, dan Kagura tidak akan pesan aneh2. Toh, kalau Kagura pengen sesuatu, Dai bisa minjem duit Sougo dulu.

Kagura tercengang. Ia seakan melihat orang lain dari diri Okita Sougo. Apakah ia benar-benar Sougo? Sougo yang biasanya bukanlah tipe penurut yang mau mengikuti seluruh keinginan wanita. Paling tidak itulah Sougo yang bersama Kagura selama ini.

"Bagaimana kalau kita pergi sekarang?" Zurako berdiri dari tempat duduknya lalu langsung memegang tangan Sougo.

Kagura hanya dapat memerhatikan mereka, tidak percaya.

"Kagura? Kagura!! Oii Kaguraaaa!!!"

Dai memanggil Kagura, berusaha membuyarkan gadis China tersebut dari lamunannya.

Sougo yang melihat hal tersebut lalu memamerkan senyum sadisnya. Ia lalu mendekati Kagura dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu. "Apa yang kau perhatikan China, lihat pacarmu memanggilmu dari tadi."

"Huh?" Pipi Kagura menjadi merona merah atas tindakan Sougo barusan.

"Uhh jangan merona hanya karna Sadist itu sialaannn" Batin Kagura sambil memegangi kedua pipinya.

Melihat Dai chan yang telah menunggunya, Kagura langsung berdiri dan menggenggam tangan pemuda raksasa itu.

"Lihat saja kau dasar sadist temeee.. Aku juga bisa bermesraan dengan pria lain di depanmu."

"Lihat saja China, aku akan menghancurkan kencanmu."

"Yap begitulah rencananya!" Seru Shinpachi.

"Wow Hebat juga rencanamu Patsuan." Puji Gintoki antara ikhlas dan tidak ikhlas.

"Omong2 apakah kau sudah membagi timnya Kamui san?"

"Tentu saja. Ini dia hasilnya." Kamui lalu memperlihatkan hasil tulisannya pada kelompok penguntit seperjuangan tersebut.

Tim 1: Sougo KAMPRET, Katsura

Tim 2: Shinpachi, Kamui

Tim 3: Hage oyaji, Gintoki

Tim 4: Elizabeth, Hisashi

"Namaku tidak ada Kampretnya, akuto." Kata Sougo kesal saat menatap namanya yang sengaja ditulis salah.

"Bahkan kamu menulis nama papimu dengan sebutan Hage huh, Kamui kun?" Ujar Umibozu sambil nangis alay.

"Are? Siapa itu Elizabeth? Member penguntit baru?" Hisashi tambah pusing membayangkan kelompok penguntitnya bertambah 1 orang gila lagi.

"Yoshh ayo kita mulai sekarang misi pembuntutan imouto-san-cuma-cinta-Kamui-kun sekarang!"

"Kenapa misi ini terdengar seperti misi siscon garis keras btw?"

-ch 6 bersambung-

Maaf belum sampe bagian Okikagu :""))) sabar ya readers sekalian.. Reviewnya sama fav nya ditunggu yaa